[SUHO BIRTHDAY PROJECT] Impress Of Beloved-Elnano

[SUHO BIRTHDAY PROJECT] Impress Of Beloved-Elnano

Suho x Oc | Pg-17 | Romance, Hurt | Ficlet |

“Karena pada kenyataannya semua itu hanya ada dalam fiksi.”

.

.

.

.

.

Piano berdenting seiring menyambut kedatangan dua insan di dekat pintu.

Gemuruh tepuk tangan serta sorak sorai bahagia ikut menyambutnya.

Suasana gegap gempita membuat hati sesak menahan rasa senang. Bulir air di pelupuk hampir mengisi setiap manik.

Senyum lebar membingkai dalam wajah cantik. Gaun putih panjangnya yang sebenarnya sangat merepotkan bahkan tidak menjadi keluhan. Dalam penantian penuh sabar beberapa menit lalu terbayar sudah.

Sosok yang selalu membayanginya tersenyum di ujung altar. Menantikan kedatangannya.

Si cantik ikut tersenyum. Inginnya ia langsung berlari lalu mendekap erat pada sosok itu, namun situasi dan kondisi tidak mengijinkannya. Selain karena akan sangat memalukan, dirinya memakai sepatu hak tinggi yang sangat menyakitkan.

Setiap langkah adalah sakit. Kerikil yang menghalangi jalan bukan hanya mengukir dan meninggalkan luka. Tetapi nyaris menghilangkan nyawa.

Setiap langkah adalah tekad. Tekad kuat untuk menggapai hidup bersama.

Setiap langkah adalah cinta. Kasih sayang yang menggebu dan penuh gairah.

Sang pemilik berbagi kepemilikan. Meski tidak rela ia tetap melakukannya. Tak apa, demi kebahagian sang buah hati apapun ia berusaha rela.

Kedua tangan saling menggenggam. Erat dan kuat seakan selalu ingin bersama.

Kedua pasang kaki menjejak dalam tingkatan sama. Bersiap melangkah untuk kehidupan baru.

Dua hati bersatu mengucap janji suci semanis madu. Ikrar dalam peristiwa sakral disaksikan banyak netra, memicu lega dan bahagia.

Cincin saling terpasang. Setelahnya manik saling memandang.

Sendu yang menyimpan simpati dan empati membuatnya memeluk erat pinggang si cantik. Begitu lemah dan rapuh, sosok itu dibuatnya ingin melindunginya sampai maut menghampiri.

Sosok itu mengangkat tubuh si cantik hingga kedua wajah sejajar. Jarak pun mulai terkikis, semua menahan napas demi melihat puncak penyatuan.

Senyum menghias wajah asri. Dahi saling bersentuhan, hidung menyilang menempel, bibir berhadapan bibir, satu gerak saja dilakukan maka kedua benda kenyal itu akan menyatu sempurna. Untuk itu demi menikmati kesempurnaan momen, keduanya menutup mata.

Lalu hapuslah jarak itu. Jarak sebelumnya yang tersisa.

Sosok itu membuka matanya. Dia tidak merasakan apapun.

Bibir bergetar menahan sesak. Juga air mata yang perlahan mendesak keluar.

Mereka tidak berbicara lagi. Seperti dulu yang biasa mereka lakukan.

Wajah cantik itu masih sama. Terpatri dalam ingatannya.

Lelaki mana pun yang memandang manik sendu itu pasti punya keinginan sama untuk melindunginya. Mendekap erat seperti yang ia lakukan, dulu.

Si cantik menjadi candu hingga sulit untuk dilupakan. Si cantik juga harusnya tahu bahwa cintanya menyakitkan bagaikan permainan dimana sosok itu hanyalah tempat singgah sementara yang berfungsi sebagai penghibur. Bukan tempat peraduan hidup dan matinya.

Mati-matian mengenyahkan bayangan si cantik dalam otaknya, mengapa si cantik dengan mudahnya menendangnya?

“Suho, terima kasih telah datang ke pernikahanku.” Sosok itu tersenyum pasi pada si cantik yang berdiri di hadapannya. Ia mengangguk dan segera melepaskan tangannya yang saling bersalaman. Suho takut akan kelepasan memeluknya.

Suho melihat tangan yang melingkari pinggang si cantik. Pekikan bahagia berlalu lalang di telinganya. Fokus Suho berada pada lelaki tinggi yang mencium sekilas pipi si cantik. Ah … dasar pengantin baru.

Si pengantin laki-laki menertawakan wajah merona istrinya. Suho ikut tertawa, miris. Jujur hatinya terasa panas dan terbakar. Bahkan bulir kristal yang memupuk di matanya kembali memelesat.

Hatinya disergap nyeri, tersayat-sayat oleh kebahagian si cantik.

Pada pernikahan yang ia impikan. Pada puncak penyatuan yang ia bayangkan. Pada … lembar kehidupan yang ia cita-citakan. Suho merelakan semuanya. Mungkin ia hanyalah orang lain yang tidak diinginkan. Mungkin ia hanyalah kenangan yang terlupakan. Mungkin ia hanyalah seorang mantan.

FIN

Iklan

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s