[SUHO BIRTHDAY PROJECT] Forever With You – Hnfk

[SUHO BIRTHDAY PROJECT] || Forever With You – Hnfk || Suho Kim & Jisoo Kim (OC)
|| Romance, Angst, a little bit thriller

 

 

Kelopak mata itu perlahan terbuka ketika sinar matahari yang menyelinap melalui celah-celah tirai terasa menyengat mata.

Masih berbaring, Jun Myeon memegang kepalanya yang masih agak sakit dan terasa berat. Entah apa yang ia lakukan semalam Jun Myeon masih belum dapat mengingatnya, ingatan terakhirnya hanyalah teriakan seorang wanita.

 

Hanya itu.

 

“Hei, kau sudah bangun?”

 

Sebuah suara feminim terdengar di sampingnya, Jun Myeon tersentak dan memalingkan wajah agar dapat melihat sang pemilik suara.

Gadis itu tersenyum manis sambil menumpu pipi menggunakan salah satu tangan sementara satu tangannya lagi terulur mengelus wajah Jun Myeon.

 

“Apa kepalamu masih sakit?”

 

Jun Myeon menggangguk, memejamkan matanya sejenak sembari menikmati elusan gadis itu di wajahnya “Sedikit pusing,” lalu kelopak mata itu terbuka dan memperlihatkan sorot nakal “Tapi karena sentuhamu, sekarang kepalaku sudah terasa lebih baik.” Gurau Jun Myeon yang mendapat pelototan dari gadis itu.

 

Sentuhan lembut gadis itu berubah menjadi pukulan main-main “Dasar kau!”

 

Jun Myeon tertawa kecil sambil pura-pura mengaduh kesakitan. Gadis itu bangkit dari tempat tidur dan mengganti pukulan main-mainnya dengan melempar Jun Myeon dengan bantal “Rasakan kau!”

 

Jun Myeon kembali mengaduh tetapi langsung bangkit dari kasur dan menarik tangan gadis itu. Kini gadis itu sudah ada di bawah kukungannya dengan jarak wajah mereka yang sangat dekat. Sehingga mereka dapat saling menyelami netra masing-masing. Lalu tanpa komando, bibir mereka menyatu. Bukan ciuman penuh napsu, yang ada hanyalah cinta dan kasih yang kian bertambah hari demi hari.

 

“Aku mencintaimu Kim Jun Myeon.”

 

“Dan aku lebih mencintaimu Kim Ji Soo.”

 

_____

 

“Jadi teman-temannmu akan datang hari ini?”

 

Jun Myeon hanya mengangguk sebagai jawaban sementara matanya mengamati gerak-gerik Ji Soo yang tampak sibuk memasak.

Mulai dari Ji Soo yang menyelipkan anak rambutnya yang mungkin terasa menganggu sampai Ji Soo yang mondar-mandir untuk mengambil kecap atau saus.

 

Jun Myeon terkekeh pelan dan menghampiri Ji Soo untuk mengikat rambut gadisnya yang cukup berantakan, Ji Soo yang hendak memarahi Jun Myeon karena mengira bahwa pria itu akan mengganggunya langsung tersenyum simpul. Hal yang sederhana tapi sangat manis menurut Ji Soo, hal sederhana yang mungkin akan mereka rindukan di masa depan.

 

“Sepertinya kau kesulitan, mau aku bantu?” Tawar Jun Myeon.

 

Ji Soo menggeleng kuat sampai rambutnya bergoyang pelan “Tidak, kau adalah tukang masak terpayah di dunia dan aku tidak mau masakanku hancur karenamu.” Tolak Ji Soo tegas—masih berfokus pada wortel yang sedang ia potong.

 

“Oh ayolah, aku tidak seburuk itu.” Jun Myeon meralat ucapannya ketika mendapat pelototan dari Ji Soo “Baiklah, aku memang buruk dalam memasak tapi hanya memotong wortel tidak akan merusak masakanmu bukan?”

 

Ji soo menghela napas dan menyerahkan pisau pada Jun Myeon “Awas jika potongan wortelmu jelek, kau yang akan aku potong-potong!” Ancam Ji Soo.

 

“Baiklah tuan puteri.” Jun Myeon menerima pisau yang diberikan Ji Soo seolah sedang menerima pedang kerajaan. Ji Soo terkekeh dan melanjutkan pekerjaannya yang sempat tertunda.

 

Jun Myeon memotong wortel dengan perlahan, sangat pelan sampai membuat Ji Soo jengkel tapi Ji Soo tidak mengucapkan apa-apa dan membiarkan Jun Myeon melakukan apa yang dia mau. Sesekali Jun Myeon melirik Ji Soo dari ekor mata sambil mengucap syukur dalam hati karena Tuhan masih membiarkannya bertemu dengan gadisnya.

“Akh…,” Jun Myeon reflek melempar pisau dan memegang jarinya yang berdarah.

 

Ji Soo sontak menghentikan pekerjaannya merebus air saat Jun Myeon beteriak, ia buru-buru mengambil jari Jun Myeon yang teriris pisau dan melihat lukanya.

 

“Dasar ceroboh.”

 

Jun Myeon meringis “Aku kan tidak sengaja.”

 

Ji Soo menghela napas dan hendak berjalan menuju ruang tamu. Jun Myeon segera menahan tangan Ji Soo “Kau mau kemana?”

 

“Aku mau mengambil obat untuk lukamu.”

 

“Kau tidak akan meninggalkanku kan?”

 

“Aku tidak akan meninggalkanmu Jun Myeon-ah, selamanya.” Ucap Ji Soo sambil tersenyum.

 

Jun Myeon melepas tangan Ji Soo dengan sedikit tidak rela dan membiarkannya pergi menuju ruang tamu.

 

Ting … Tong.

 

Bel rumah berbunyi dan tidak ada yang membuka pintu. Jun Myeon mengernyit, mengapa Ji Soo tidak mau membuka pintu. Jun Myeon berjalan menuju pintu rumah dan lagi-lagi mengernyit karena tidak mendapati Ji Soo di ruang tamu, ah … mungkin Ji Soo sedang pergi ke kamar mandi.

 

Jun Myeon membuka pintu dan mendapati teman-temannya sedang berdiri di luar pintu dengan ekspresi kesal.

 

“Mengapa kau lama sekali membuka pintu Hyung?” Tanya Kyung Soo.

 

Jun Myeon tersenyum simpul “Aku sedang memasak bersama Ji Soo.”

 

Deg.

 

Mereka semua terdiam dan saling memandang “Apa yang kau lihat benar-benar Ji Soo?” Chan Yeol bertanya dengan hati-hati.

“Apa maksud kalian?”

Baek Hyun yang berdiri paling dekat dengan Jun Myeon meraih pundak pria itu dan menggoyangkannya keras “Sadarlah Hyung, Ji Soo… dia …,”

 

“Dia sudah meninggal dan sekarang adalah peringatan 40 hari kematiannya!”

 

Jun Myeon terdiam saat kebenaran kembali menamparnya.

 

Sementara itu sesosok jiwa tengah menatap mereka dengan pandangan sendu “Aku sudah berjanji untuk tidak meninggalkanmu Jun Myeon-ah”

 

 

 

FIN.

Iklan

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s