[EXOFFI FREELANCE] Like A Cat (Prologue)

Like A Cat

A fanfiction written by Shiraayuki

 

Maincasts

Oh Sehun with Bae Irene

Others

Kang Seulgi, Park Chanyeol, etc.

Genres

Romance, comedy, work-life, friendship, AU, etc.

Length Chaptered | Rating PG-17

Disclaimer

This fanfiction pure from my imagination.

Don’t copy-paste my story without permission. Sorry for typos, happy reading^^

Poster by ByunHyunji @ Poster Channel

PROLOG

 

Ya, kenapa kita harus bersembunyi seperti ini?” tanya Irene kesal, gadis itu mendelik pada sahabatnya yang memiliki posisi yang sama dengannya, berjongkok di bawah meja.

“Kau ingat aku pernah cerita soal kekasihku yang berselingkuh?” sahabat gadis itu bersuara, memandang Irene dengan serius.

“Iya, si chaebol yang brengsek itu ‘kan?” Irene seketika mengeraskan rahangnya ketika mengingat kembali kisah Seulgi—sahabatnya—yang dicampakkan oleh kekasihnya yang berasal dari keluarga konglomerat.

“Itu orangnya.” Seulgi menunjuk ke sebuah meja yang dihuni oleh dua orang pria yang tak jauh dari mereka.

“Yang mana?” tanya Irene penasaran, matanya ia fokuskan ke dua pria yang baru saja tiba di café itu. Namun begitu, gadis itu tak bisa melihat wajah kedua pria itu.

“Yang memakai kemeja biru.” jawab Seulgi yang seketika membuat dahinya mendapat sebuah jitakan maut dari Irene.

“Mereka berdua menggunakan kemeja biru, bodoh!” marah Irene kesal, sedang Seulgi hanya menyengir tak bersalah. Kedua gadis itu terus melancarkan aksi bersembunyi mereka tak peduli pengunjung café yang lain yang duduk di sekitar mereka sudah menatap mereka keheranan.

“Pokoknya salah satu diantara mereka.” tandas Seulgi akhirnya, gadis itu perlahan berdiri dan kembali duduk di kursinya dengan buku menu menutupi wajahnya disusul oleh Irene sejurus kemudian.

“Kenapa kau tidak memberitahuku saja?” Seulgi melirik Irene yang duduk di sebelahnya, “Aku takut kau melabraknya.” jawaban Seulgi membuat Irene berdecak sebal.

“Aku hanya ingin memberinya sedikit pelajaran, dengan ini.” Irene mengangkat segelas air putih dingin yang tadi ia minta pada pelayan seraya tersenyum miring, yang seketika mengundang Seulgi untuk memelototkan matanya.

“Kau sudah gila, huh?” tanya Seulgi berdesis yang segera dijawab dengan gelengan kepala dari Irene.

“Kau tenang saja, aku akan bertanggung jawab. Aku harus memberi pelajaran pada pria yang sudah menyakiti sahabatku yang cantik.” Irene berdiri dari kursinya tak lupa memegang gelas air putih dingin tadi.

Seulgi hendak mencegah Irene, namun ia sudah hafal dengan tipikal Irene. Gadis itu sangat keras kepala dan selalu membela kebenaran, katanya. Akhirnya Seulgi memutuskan untuk memperhatikan Irene dari jauh saja. Berharap semoga saja pria yang notabene ex-boyfriend-nya itu tak menuntut Irene setelah ini.

Dengan langkah santai Irene mendekati dua pria yang duduk membelakanginya itu. Irene menoleh pada Seulgi, lalu berkata tanpa mengeluarkan suara.

“Yang mana? Kanan atau kiri?” dengan gerakan bibir gadis itu bertanya, Seulgi yang duduk di meja sana nampak tak bisa membaca gerakan bibir Irene sehingga tidak tahu apa yang gadis itu ucapkan.

Irene yang sudah tak sabar menunggu jawaban dari Seulgi pun ber-ck kesal. Alhasil, gadis itu pun memperhatikan bentuk tubuh kedua pria itu. Membanding-bandingkannya dengan tipe ideal Seulgi. Gadis itu tersenyum miring setelah yakin dengan pilihannya.

Aku yakin, pria ini adalah pria yang sudah menyakiti Seulgi-bearku.” tanpa ragu gadis itu berjalan mendekat ke pria yang sudah ia tentukan, kehadirannya bahkan tidak disadari oleh kedua pria itu. Mengangkat gelas itu ke atas kepala pria itu tanpa gemetar sedikitpun. Irene tak lagi mempedulikan Seulgi yang kini tengah melambai-lambaikan tangannya untuk mencuri atensi Irene.

Byur!

Segelas air putih dingin telah Irene tumpahkan tepat di atas kepala pria berambut hitam dengan kulit kelewat putih. Pria yang tadinya sibuk dengan tab-nya itu sontak kaget karena mendapat serangan tiba-tiba begitu juga dengan pria jangkung yang duduk di sebelahnya.

Mereka menjadi pusat perhatian seketika. Pria itu lantas menoleh ke belakang dan menatap Irene dengan marah. Sedang Irene memasang senyum puas yang membuat pria itu semakin emosi.

Tiba-tiba tangan Irene ditarik dan membuat gadis itu terpaksa mengikuti langkah kaki si oknum pelaku penarikan tangannya yang ternyata adalah Seulgi. Mereka berdua berlari menjauhi café dan berhenti di depan sebuah toko buku yang berjarak sekitar dua puluh meter dari café tadi.

“Astaga Ireneeee!!!”

Irene refleks menutup kedua telinganya, takut jika ia harus ke dokter THT setelah ini.

“Tidak usah berteriak! Aku tidak tuli!” dengus Irene jengkel seraya mengelus-elus telinganya.

“Bagaimana aku tidak teriak?! Kau salah siram bodoh! Salah siram! Chanyeol bukan yang itu!” Seulgi menjerit frustasi, gadis bermarga Kang itu mengacak-acak surai coklatnya dengan kesal.

“Kenapa kau tidak bilang?” marah Irene balik, ia tidak mau dijadikan kambing hitam atas kejadian ini.

“Kau saja yang tidak bertanya lebih dulu padaku? Pria yang kau siram itu Oh Se—LARI IRENE!!”

“ASTAGA!”

Kedua gadis itu kembali berlari ketika beberapa orang berpakaian hitam tiba-tiba muncul dan mulai mengejar mereka, tak peduli dengan tatapan heran dan penasaran para pejalan kaki lainya. Yang pasti mereka harus selamat dari kejaran pasukan berbaju hitam itu!

to be continue.

 

cuit-cuit’s:

Lama tidak berjumpa pemirsah, gimana kabar kalian? Kalian masih ingat sama aku atau enggak nih? Wkwkwk, kelamaan hilang soalnya. How do you think about this fanfic? Are you interesting? Hehehe.. kalo suka jangan lupa tinggalkan tarian jemari kalian disini. See ya!

 

 

 

 

 

Iklan

5 pemikiran pada “[EXOFFI FREELANCE] Like A Cat (Prologue)

  1. Ping balik: [EXOFFI FREELANCE] Like A Cat (Chapter 2) | EXO FanFiction Indonesia

  2. keren kak, seulgi bear? aku jd teringat film filipina kathryn bernado yg manggil mama bear papa bear. izin read chap 1 y kak

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s