[EXOFFI FREELANCE] You Can Call Me ‘Monster’? (Chapter 1)

Tittle  : You Can Call Me Monster?

Author  : NaMiPark

Length  : Chaptered

Genre  : Romance

Rating   : PG

Main Cast   : Han Jina , Park Chanyeol (Exo), Byun Baekhyun (Exo) and other cast.

Summary   : “Memiliki mu adalah satu-satunya jalan ku untuk tetap hidup.”

 

Chanyeol Park, Seorang pemimpin sindikat kelompok mafia bernama DARK MÀRVOS. Lelaki tak berperasaan yang membawa takdirnya bertemu dengan Han Jina. Seorang gadis yang membuat Chanyeol sangat mengagumi mata indah Jina. Dan sialannya gadis itu adalah adiknya! Oh, Shit!

“Kau terlalu sialan berani membuat ku kehilangan akal sehat ku!”

 

Desclaimer   : Fanfiction ini murni berdasarkan hasil pemikiran saya. Tanpa ada unsur penjiplakan. So, Don’t Copast. Please !

Fanfiction ini juga di publish di satu-satunya akun wattpad pribadi saya (NaMiPark). Selain di sana dan di EXOFFI, adalah penjiplakan. Bila ada yang melihat FF ini di publish di lain tempat, mohon hubungi saya. Terimakasih.

 

Author Note’s   : Bagi ku cinta yang sebenarnya harus memiliki. Berjuang untuk membuat ‘dia’ bahagia di sisi ku adalah keharusan. Bagaimanapun caranya. Bukan membiarkannya pergi dengan dalih berfikir; “Dia tidak bahagia bersama ku.”

 

Chapter 01

Dia membuatku gila

Mengapa hatiku berpacu?

 

Kau cantik, Dewi ku

Tapi kau tertutup,

Aku akan mengetuk sehingga akankah kau membiarkan ku masuk?

Aku akan memberikan sensasi yang tersembunyi

 

Ada rasa ingin tahu di mata mu, kau sudah jatuh untuk ku

Jangan takut,

Cinta adalah cara,

Sayang aku mendapatkannya.

 

Kau bisa memanggilku monster

 

Aku merayap di hatimu sayang

Aku akan membalikmu lebih, menghancurkanmu dan menelanmu

Aku akan mencurimu dan menikmatimu

Aku akan mengacaukanmu

 

Aku terukir di hatimu

Jadi bahkan jika aku mati, aku ingin hidup selamanya di hati mu

Datang ke sini gadis ku,

Kau memanggilku rakasa ( monster )

Aku akan masuk ke dalam hatimu

 

Dia membuatku gila

Mengapa hatiku berpacu?

 

Aku sedikit tak sabar

Aku tak lembut

Aku membencimu tapi aku menginginkanmu

Itu benar, tipeku

Hatiku tak berbohong

 

Hal ini telah dimulai

Aku akan mengirim sinyal bahaya dari dalam

Jangan takut,

Cinta adalah cara,

Sayang aku mendapatkannya.

Kau bisa memanggilku monster

 

Aku merayap di hatimu sayang

Aku akan membalikmu lebih, menghancurkanmu dan menelanmu

Aku akan mencurimu dan menikmatimu

Aku akan mengacaukanmu

 

Aku terukir di hatimu

Jadi bahkan jika aku mati, aku ingin hidup selamanya di hati mu

Datang ke sini gadis ku,

Kau memanggilku monster

Aku akan masuk ke dalam hatimu

 

Aku merasa gemetar

Aku membalik hidupmu

Maaf kau membuatku begitu gila, apa kau tahu apa yang sudah kau lakukan?

 

Semua orang takut padaku, jadi aku pria tak terkalahkan

Tapi pada akhirnya, kau juga tak bisa menolakku

Kau akan menyembunyikan dan mencuri pandang ke arahku kemudian terkejut

 

(siapa?)

 

Aku kenyataan kontroversialmu, aku adalah bagian dari keberadaanmu

 

(bagaimana kita melakukannya?)

 

Terima aku untuk siapa diriku

Singkirkan kekhawatiran takutmu

Nikmati rasa sakit yang kau bisa untuk menahannya

Jatuh lebih dalam

 

Aku akan bermain denganmu

Namun aku ingin bermain dalam tanganku

Jangan lari, kau akan selamanya tinggal di dekat ku

Kau bisa memanggilku monster.

 

Aku merayap di hatimu sayang

Aku akan membalikmu lebih, menghancurkanmu dan menelanmu

Aku akan mencurimu dan menikmatimu

Aku akan mengacaukanmu

 

Aku terukir di hatimu

Jadi bahkan jika aku mati, aku ingin hidup selamanya di hati mu

Datang ke sini gadis ku,

Kau memanggilku monster

Aku akan masuk ke dalam hatimu

 

Merayap, merayap, merayap

Merayap, merayap, merayap

Kau, merayap

 

 

 

Monster-EXO

 

 

.

.

.

.

.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

“Jatuh cinta adalah pengalaman yang menakjubkan untuk ku. Layaknya Aphrodite yang menguasai diri ku seutuhnya. Menggerakkan asa yang tertanam jauh di dalam dasar, terlalu dalam. Terlalu sulit untuk ku jangkau. Tapi kau menyentuhnya dengan mudah. Membangkitkan sisi terlemah ku dan menaruhnya berada di dalam genggaman mu. Aku menyerahkan hati ku dengan kesadaran penuh, buta akan diri mu yang menyilaukan. Siap untuk hancur dalam jemari lentik mu. Dan kau adalah keindahan yang melumpuhkan ku. Aku telah kalah, jatuh di bawah kaki mu. Memuja mu hingga ke akar. Aku menggila karena hazel kebiruan bening milik mu menghancurkan ku. Dan aku benci.

 

Benci untuk mengakui, bahwa kau dengan mudah mengalahkan ku.”

 

 

 

Sepasang maniknya tajam dan menyiratkan kebengisan yang kentara. Selalu mampu melumpuhkan nyali siapapun yang sedang di tatapnya. Iris mata hitam pekat, sekelam kehidupan yang ia telusuri. Bertubuh tinggi dengan bahu tegap, setegap angkatan militer.

 

Dengan ke dua tangannya, ia telah melayangkan banyak nyawa yang tak terhitung jumlahnya. Dengan suara bassnya, ia sudah menjatuhkan vonis eksekusi atas orang-orang yang di anggapnya menghadang jalannya.

 

Dia,

 

Chanyeol Park. Seorang pemimpin DARK MÀRVOS termuda yang pernah menduduki kursi kuasa gelap itu. Sebuah sindikat kelompok kriminal terorganisir yang mengenalkan kelompoknya sebagai salah satu mafia terbesar yang pernah ada. Sejajar dengan nama besar Yakuza yang di miliki negara Jepang. Bukan dengan sepenggal kalimat atau omong kosong belaka. Melainkan dengan sepak terjangnya di dunia hitam itu.

 

Membunuh, melakukan perdagangan ilegal, memeras pengusaha-pengusaha tinggi, bahkan memperjual belikan wanita-wanita yang berada dalam keluarga yang terjebak lilitan hutang dengannya.

 

Kelompok Dark Màrvos sangat rahasia dan begitu misterius. Tidak ada yang tahu kapan dan dimana mereka muncul. Mereka tidak sembarang ketika menerima anggota kelompok baru yang ingin bergabung. Ada banyak syarat dan tes yang mereka kukuhkan. Salah satunya melawan kelompok-kelompok kecil yang bertebaran di negara Korea—yang di anggap menyampah—seorang diri. Bagaimanapun caranya. Metode apa yang di gunakan. Jika ia berhasil keluar dan selamat maka dengan segera ia akan menyandang gelar sebagai anggota kelompok hitam itu. Bukan tanpa alasan, mereka menginginkan anggota yang tangguh untuk berada dalam barisan kelompoknya.

 

Meski begitu, Dark Màrvos akan menjadi seorang dermawan pertama ketika mendengar sebuah bencana yang menimpa suatu daerah. Tanpa segan mereka akan mengirimkan bala bantuan dengan jumlah yang besar. Mereka juga membangun panti-pasti bagi anak-anak yang tidak memiliki orangtua dan keluarga. Menyalurkan dananya secara cuma-cuma untuk kehidupan dan pendidikan anak-anak panti hingga dewasa. Dan berakhir dengan mereka yang mengabdikan diri secara sukarela pada Dark Màrvos atas dasar rasa hutang budi.

 

Sebuah kelompok Iblis atau malaikat?

 

Terlepas dari itu semua, Chanyeol park adalah seorang lelaki dengan sejuta pesona yang menarik kaum hawa untuk berdecak kagum. Melewati fisik yang terbentuk di wajah nya, Chanyeol mampu membuat dirinya menjadi salah satu lelaki paling di inginkan.

 

Ia menduduki kursi kuasa penuh atas Dark Màrvos sejak satu tahun lalu, Ketika ayahnya jatuh sakit karena penyakit yang di deritanya sejak lama mulai terasa memberat. Chanyeol menerimanya dengan tanpa rasa suka atau tidak suka. Karena baginya, hidupnya memang sudah di rancang khusus untuk menjadi pemimpin kelompok hitam itu suatu saat nanti. Di beri didikan yang mengarah pada pengenalan dunia yang kejam dan bengis, menatap kehidupan hanya dengan mata kelamnya tanpa sedikitpun di benarkan menggunakan perasaannya. Di didik keras oleh sang ayah sejak kecil, membuat chanyeol tumbuh menjadi seorang yang bengis, keras, dingin dan tak berperasaan. Ia bahkan di sebut-sebut sebagai reinkarnasi mendiang Park Jaehyun, seorang ketua Dark Màrvos terkejam yang pernah menjabat pada tahun 1997 silam.

 

Tidak ada kata mencoba untuk terbiasa dengan status barunya sebagai seorang ketua Dark Màrvos, karena sudah sejak lama ia memang di tempat kan berada di samping ayahnya ketika ayahnya masih berkuasa. Membuatnya tidak asing lagi dengan posisi itu. Seperti saat ini, Chanyeol berjalan di lantai pertama gedung yang lebih terlihat sebagai kantor sebuah perusahaan, dengan dagu terangkat dan tatapan lurus-lurus. Menampakkan kesan arogan yang sempurna tersemat di dirinya. Para barisan lelaki kekar berjas yang berjajar menyambutnya, Memberi Chanyeol akses jalan di tengah-tengahnya. Sebut saja gedung sepuluh lantai itu adalah pusat dimana kelompok Dark Màrvos membahas urusan gelapnya.

 

Chanyeol masih berjalan dengan tatapan lurus tanpa berniat membalas bungkukan hormat yang di tunjukan padanya. Sampai tubuhnya memasuki lift yang membawanya pada lantai sembilan, tempat dimana ruangannya berada. Di dalam lift hanya ada dirinya dengan Kim Jong In, tangan kanan chanyeol yang paling di percayainya. Chanyeol mengendurkan ikatan simpul dasi yang melilit lehernya, tarikan nafas panjang keluar dari bibirnya.

 

“Chan, aku dapat kabar bahwa orang kita di pelabuhan tertangkap lagi,” tanya Jong In tanpa mengalihkan tatapannya dari ponsel silver miliknya. “Apa kau ingin aku membebaskan mereka, lagi ?,” kali ini Jong In melepaskan atensinya pada layar ponsel. Beralih pada Chanyeol di sampingnya, tepat ketika suara dentingan lift terdengar, menandakan lift sudah membawa keduanya di lantai sembilan.

 

“Tidak!,” Sergah Chanyeol, cepat. “Tutup mulut mereka. Kau tahu aku tidak memberi pengampunan kedua,” jawab Chanyeol dengan nada datar khasnya. Kim Jong In mengangguk, mengerti.

 

Pintu ruangan terbuka. Menampakan ruangan luas dengan satu kursi kulit besar dengan meja di depannya. Juga satu set soffa maroon yang berada di tengah-tengahnya.

 

Chanyeol sedikit terkejut ketika melihat sang ayah duduk soffa single dengan tongkat besi berukir naga di sepanjang tongkatnya—yang tidak pernah lepas dari genggamannya. Duduk dengan arogannya di sana. Memiliki aura yang selaras dengan putranya.

 

Chanyeol berjalan mendekati pria berumur 52 tahun itu. Membungkuk hormat di ikuti Kim Jong In di belakangnya.

 

“Duduklah.”

 

Chanyeol mengikuti perintah ayahnya. Duduk di soffa yang berada di samping kanan ayahnya. Sedangkan Kim Jong In tetap berada dalam posisinya, berdiri menghadap keduanya.

 

“Aku ingin kau melakukan sesuatu.”

 

Chanyeol mengerutkan keningnya. Ini untuk kali pertama sang ayah meminta Chanyeol melakukan sesuatu. Chanyeol sudah merasa melakukan semua yang harus di lakukannya sebagai pemimpin Dark Màrvos, hingga ayahnya tidak pernah sekalipun menyela hasil kepemimpinannya.

 

Apa ada sesuatu yang Chanyeol lewatkan sampai ayahnya harus turun tangan meminta langsung padanya?

 

Tuan Park merogoh saku jas hitamnya, mengeluarkan sebuah lembaran yang Chanyeol yakini adalah selembar potret seseorang. Tuan Park mendorong foto ke arah Chanyeol setelah meletakannya di atas meja, “Aku ingin kau mencari dia.”

 

Chanyeol meraih lembaran foto itu. Terpampang gambar seorang….Gadis ?

 

“Siapa gadis ini, ayah?,” tanya Chanyeol seraya meneliti wajah gadis di dalam foto itu.

 

Seorang gadis berambut pirang terang sepunggung. Berkulit putih. Manik biru safirnya terlihat bening dan…..Indah?

 

Chanyeol sempat terpaku menatap gambar foto gadis itu. Jujur saja ia tertarik pada gadis itu dalam sekali lihat. Sekali lagi, hanya tertarik. Bukan jatuh cinta atau perasaan picisan lainnya!

 

Karena….Yeah, kau harus tahu bagi seorang Chanyeol Park perasaan yang bersangkutan dengan kata cinta adalah sesuatu yang tidak akan mungkin di rasakannya. Jauh dari jangkauannya. Baginya cinta hanya akan di rasakan oleh orang-orang suci berhati malaikat. Sedangkan dirinya? Berada dalam kubangan dunia hitam yang gelap dan kotor.

 

Tuan Park yang menyadari perubahan wajah Chanyeol yang sangat kentara tengah tertarik dengan foto gadis itu, berdeham untuk menyadarkan Chanyeol. “Jangan tertarik padanya!.”

 

Chanyeol mengangkat kepalanya, menatap bingung ayah nya. “Kenapa? Bukankah ayah bilang aku bebas menginginkan gadis manapun?.”

 

“Kau benar, aku tidak melarang mu untuk menginginkan siapapun.” Tuan Park menarik nafas panjang sebelum melanjutkan ucapannya, “Tapi tidak dengan gadis itu.”

 

Chanyeol menyandarkan tubuh nya di sandaran soffa, memandangi lagi foto gadis yang masih berada di dalam genggaman tangannya itu. “Tapi aku menyukai gadis ini.”

 

Pria itu mengeraskan rahangnya, “Tidak Chanyeol! Kau tidak boleh! Aku menunjukan foto Jina pada mu agar kau mencarinya untuk ku. Bukan untuk kau sukai.”

 

“Ahh…Jadi nama nya Jina.” Chanyeol mengangguk-anggukan kepalanya dengan tenang, tidak terusik sedikitpun dengan intonasi suara ayahnya yang mulai meninggi.

 

“Kau menentang ku, huh?.” Tuan Park menatap tajam Chanyeol. Dan Chanyeol suka itu, ia menyukai ketika ia berhasil menyulut emosi ayahnya. Entahlah, mungkin karena Chanyeol membenci ayahnya yang sudah membuat ibunya lebih memilih untuk mengakhiri hidupnya karena ulah ayahnya yang bermain-main dengan banyak wanita di depan ibunya. Ah, jika saja Chanyeol tidak mengingat bahwa lelaki yang duduk di depannya ini adalah lelaki yang sangat di cintai ibunya, sudah sejak dulu ia menghabisinya dengan kemampuan membunuhnya yang sudah sangat lihai di kuasainya.

 

Chanyeol bersandar pada permukaan soffa yang ia duduki. Seringainya tercetak puas di wajah dinginnya. “Kenapa?” Lelaki Park itu menaikan alisnya. “Apa karena gadis ini salah satu koleksi ay—”

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

“Dia adik mu!”

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

☆TBC☆

 

 

 

 

 

 

 

-NaMiPark-

 

Iklan

2 pemikiran pada “[EXOFFI FREELANCE] You Can Call Me ‘Monster’? (Chapter 1)

  1. Seruuuuu.. Apa ini akan menjadi persaingan antara chanbaek memperebutkan jina?? Hoho
    Aku dengan mudah bgt bisa bayangin chanyeol wkwkwkw dia emg cocok dapet peran macem gini kekekeke ~ jadi penasaran apa peran byun baekhyun.. Hmmm apa dia seorang polisi?? Semoga sajaaa kkkk
    Ditunggu lanjutannya 😍😍

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s