[EXOFFI FREELANCE] When I Must be Married (Chapter 5A)

When I Must be Married (Chapter 5A)

By El Byun

Chaptered

Romance, Comedy, Married Life, Angst

Rating (PG-17)

Main Cast:

Baekhyun EXO, Song Hyohwa (OC)

Adittional Cast:

Sehun EXO, Song Shimin (OC)

EXO member and etc

Summary:

Nasib kehidupan pernikahan kami selalu ditentukan oleh orang lain. Tapi perasaan yang kami miliki tidak bisa ditentukan oleh orang lain.

Disclaimer:

FF ini asli dari jerih payah pikiran author. Jika ada kesamaan cerita, alur dan tokoh itu hanya kebetulan. Tidak ada niat untuk meniru atau menjiplak karya orang lain. Sebaliknya, don’t be plagiarsm please! Be good readers! Lanjutan fanfic ini belum pernah dipost sebelumnya.

 

“Chapter 5: Backstreet Relationship”

Setelah ia lunas bercerai dengan istrinya, Baekhyun harus kembali fokus pada pekerjaannya. Namun entah mengapa bualan rekannya kemarin membuat tidur baekhyun menjadi terusik bahkan sulit. Miring ke arah manapun ia merasa tidak enak, terlentang ataupun tengkurap sama saja. Dipaksakan tidur malah semakin tidak nyaman. Sama seperti halnya ketika ia menikah maupun bercerai sama-sama salah.

Posisi tidurnya yang terus bergeliat kesana kemari membuat rekannya sedikit terusik dan bangun, “Ya! Hyung kapan kau akan tidur? Jangan memimpikan hal aneh-aneh, aku bukan Istrimu dirumah! Byuntae!” cetus Chanyeol. “Arrgh, Pabo! Aku tidak bisa tidur…” umpat Baekhyun kesal. Setelah perdebatan kecil itu, akhirnya mereka dapat tidur dengan nyenyak sampai pagi.

“Hoam.. jam berapa ini? Baekhyun-ah, irona!!” teriak Chanyeol mengguncangkan Baekhyun yang masih terlelap. “Aigoo, seperti anak kecil saja. Masih menghisap jempol. Aish!” Chanyeol berdecak kesal lalu meninggalkan Hyungnya.

Ketika semua member memulai sarapan, Baekhyun baru terbangun dari tidurnya yang masih setengah melek. Tanpa mandi ataupun cuci muka, ia langsung bergabung di meja makan.

“Ya! Michosseo? Bersihkan dirimu dulu sebelum makan, dasar jorok!!?” umpat sang Leader Suho geram. “Emmh..” Baekhyun pergi untuk membersihkan diri sesuai perintah Leadernya.

“Hidupnya semakin kacau. Baekhyun-ah bahkan mengisap jempol ketika tidur, kalian tahu?” ungkap Chanyeol pada rekan lainnya. “Aish, dia bertingkah seperti di rumahnya yang dulu. Menjelang tidur dia selalu bergerak kesana kemari. Kuharap aku tak jadi korban ke-byuntae-annya.” Umpat Chanyeol melanjutkan aksi rumpinya. Member lain yang mendengarnya bergidik ngeri terhadap ceritanya.

“Apa separah itu penyakitnya? Ckck..” umpat DO sebelum mengunyah makanannya dan seketika mendapat hujatan keras dari rekannya yang lain karena pertanyaannya benar-benar tidak nyambung.

Selesai baekhyun membersihkan diri, ia kembali ke meja makan. “Wah.. Hyung berikan aku buah Jeruk yang besar itu. Kelihatannya enak dan menggemaskan!” suruh Baekhyun yang membuat semua terdiam.

“YA!” teriak seluruh member.

“Wae?” Tanya Baekhyun heran.

“Byuntae!” teriak mereka bersamaan.

“Byuntae, Mwo? Micheosso? Apa yang kalian pikirkan, mpss..?” Tanya Baekhyun mencibir lalu meraih jeruknya sendiri dan mulai memakannya dengan lahap. Semua mata tertuju pada Baekhyun yang terlihat asik menikmati makanannya.

@Rumah Hyohwa

Terdengar suara ribut dari ruang makan yang menampakkan pertengkaran kekanak-kanakkan dua bersaudara perempuan di keluarga mereka. “Ya! Jangan ambil itu milikku!” teriak Shimin tak kalah dengan kakaknya. “Ya, aku juga yang minta eomma belikan ini.” Teriak hyohwa balik.

“Ya, kalian kan bisa berbagi. Di toko tinggal itu saja manisannya.” Kata sang eomma menasihati.

“Andwae!” teriak mereka bersamaan. Ny Song tak tahu harus berbuat apa jika anak-anaknya sudah bertengkar.

“Noona, kau tidak kasihan dengan adikmu?” tiba-tiba sehun muncul dari kamar mandi. Yah, sehun sudah tinggal di rumah keluarga Song sehari sebelum pernikahannya. Kedua orang tua mereka memilih untuk tidak menunda pernikahan.

“Mwo? Apa kau tidak kasihan padaku? Pikirkan dulu sebelum kau berkata seperti itu?” balas Hyo hendak memukul Sehun dari jarak jauh. Melihat kekacauan di rumahnya Tn Song mencoba menengahi.

“Putri-putriku yang manis, cobalah bersikap secantik wajah kalian. Hyo, cobalah kau mengalah sedikit dengan adikmu dia kan sedang hamil. Shimin, setidaknya kau berbagi dengan Unnimu. Jangan hanya karena keadaan, membuatmu merasa menang sendiri.” Mendengar perkataan sang Appa mereka berdua hanya tertunduk diam.

Ny Song pergi ke dapur untuk mengambil sesuatu, tetapi begitu ia kembali ia tidak membawa barang satupun. “Siapa diantara kalian yang menghabiskan buah di kulkas?” Tanya eomma berdecak kesal.

“Bukannya semua buah ada di sini? Kenapa eomma masih mencari buah lainnya?” Tanya Shimin heran.

“Eomma menyisakan setangkap pisang dikulkas untuk dibuat kue nanti. Kau mengambilnya?” Eomma menuduh Shimin.

“Aniyo, meskipun aku makan banyak tapi aku tak mungkin menghabiskan pisang sebanyak itu.” Sanggah Shimin jujur.

“i..iitu, Eomma mianhae!” Ungkap Hyo sedikit menundukkan kepalanya.

“HYO?? Kau memakannya? Bagaimana mungkin?” teriak eomma.

“Tadi malam aku tak bisa tidur dan kelaparan, jadi aku mencari makanan di dapur dan menemukan buah itu. Jadi aku makan semuanya. Hehe..” cetus Hyo sambil menjulurkan lidahnya sedikit karena malu.

“Micheosso? Itu buah yang banyak sekali dan kau menghabiskannya sekaligus?” umpat sang eomma.

“Buah itu mengingatkanku pada sesuatu, jadi aku tidak sadar hingga memakannya sampai habis.” Jawab Hyo polos.

“MWO? SESUATU? Aigoo, anak ini!!” umpat sang Appa tak kalah hebohnya. Apa yang dipikirkan Hyo adalah ketika awal pernikahannya ia dan Baekhyun sarapan pisang bersama di apartemen. Kenangan itu begitu indah seingatnya.

~~~

@pesta pernikahan Sehun dan Shimin

Pernikahan mereka tidak dirahasiakan oleh publik, tapi pesta mereka tertutup untuk pers dan hanya undangan saja yang dapat masuk. Temanya begitu elegant dengan dekorasi dengan warna lembut dan romantis. Suasana yang begitu meriahnya tidak dirasakan oleh Hyohwa, dia menyendiri di sudut gedung itu, duduk dan mengambil beberapa makanan dan minuman.

Hyo POV

Pesta ini begitu bahagia di mata mereka, lalu bagaimana denganku?  Ne mam appasseo..  aku menepuk dadaku sendiri karena begitu sakit. Aamm.. aku melahap potongan kue yang cukup besar. UHUKK.. UHUK.. uh, aku tersedak.. Bug.. bug.. sebuah tangan menepuk punggungku, aku tak melihat wajahnya karena dia berada di belakangku.

“Oh, Oppa?” umpatku.

“Jangan kau rusak dandanan cantikmu? Kau akan terlihat jelek, dia sedang ada di sini.” Ujar Suho oppa. Dia yang menghampiriku ternyata.

“Wae, memangnya kenapa kalau dia ada disini?” aku memang sengaja bersikap biasa tapi nyatanya aku kelabakan dan aku tidak percaya. Dia? Apa maksud dia? Baekhyun ada disini? Omo. Eotteokhae? Aku benar-benar akan mati rindu padanya.

“Pertahankan make up-mu, Baekhyun sedang mencarimu. Dia memintaku untuk mencarimu.” Gleg, dia mencariku? Tiba-tiba Suho Oppa menarikku ke suatu tempat.

“Oppa, eodisseo?” tanyaku penasaran. Dari kejauhan sudah terlihat seseorang berdiri dengan setelan jas putih dengan kemeja hitam. Dia tampak berbincang dengan rekan-rekan yang lain.

“Oppa!” umpatku lalu bersembunnyi di balik punggung Suho Oppa yang bidang itu.

“Baekhyun-ah!” teriak Suho oppa.

“Hyung!” itu pasti suaranya, tidak asing lagi.

“Siapa yang kau bawa itu Hyung?” itu pasti DO oppa. Omo, dia malah menemukanku.

“Yeppo!!” umpatnya yang sok imut. “Come on, noona!” DO oppa malah menarikku keluar dari persembunyianku. Aish, aku menundukkan kepala dan menutupi wajahku dengan tanganku.

“Hyo??” umpat Baekhyun yang pastinya dia malah mendekatiku, aiggo…

Baekhyun POV

“Baekhyun-ah!” panggil Suho Hyung dari arah samping.

“Hyung!” aku membalasnya dan ku lihat dia membawa seseorang yang kuminta.

“Siapa yang kau bawa itu Hyung?” Tanya DO yang penasaran. Dia mendekatinya.

“Yeppo!!”Kuharap ucapannya tidak bohong. Aku pikir dia akan cantik seperti biasanya.

“Come on, noona!” dia menariknya keluar, tapi kenapa Hyo menunduk dan menyembunyikan wajahnya begitu?

“Hyo??” tanyaku heran. Kulihat sekilas memang warna peach gaunnya membuatnya begitu cantik. Wajahnya?

“Dia jelek!” ejekku karena dia tak mau membuka wajahnya. Tiba-tiba dia menaikkan wajahnya dan mulai memukulku.

“Ya, micheosso! Aku sudah dandan begini masih kau bilang jelek?” aku hanya meringis kesakitan merasakan pukulannya yang sangat kurindukan.

“Ya, hentikan! Disini banyak orang.” Bisikku lalu dia menghentikannya dengan ekspresi malu yang bisa aku tebak.

“Kau jahat sekali Baekhyun-ah!” umpat Suho Hyung.

“ Aigoo, pasangan yang satu ini sungguh mengejutkan! Sudah bercerai tapi masih saja bermesraan.” Gumam DO yang masih bisa aku dengar.

~~~

Author POV

Saat Baekhyun hendak menggandeng tangan Hyo, tiba-tiba seseorang datang ditengah mereka untuk melerai.

“Ah, wae??” umpat Baekhyun kesal.

“Tidak diperkenankan saling berdekatan. Ingatlah untuk saling menjaga jarak. Kita tidak tahu kapan paparazzi mengawasi kita.” Jelasnya.

“Manajer, kau benar-benar seperti duplikat presdir.” Ungkap Baekhyun menyinggung manajernya.

Karena kesal, Hyo meraih gelas minuman yang baru saja melintas didepannya. Begitu ia akan meminumnya, sebuah tangan mencegahnya dan mengambil gelas itu dari tangannya.

“Andwae! Kau tidak boleh minum alkohol termasuk anggur juga.” Ternyata Baekhyun masih memberikan perhatian lebih pada kesehatan sang mantan istrinya. Wajah Hyo bertambah kusut ketika Baekhyun menegak sekaligus minuman itu.

“Ya, kenapa kau yang malah meminumnya? Lidahku sedari tadi terasa aneh, untuk itu aku ingin meminumnya.” Ungkap Hyohwa mengungkapkan alasannya untuk membela dirinya.

“Kau boleh minum apapun kecuali yang satu itu, arrata” tambah Baekhyun lalu mengambil  segelas orange juice yang baru saja melintas dan disodorkannya pada Hyo.

“Igo, kalau yang ini kau boleh minum sepuasnya.” Tawar baekhyun menampakkan senyum chessy-nya

Karena situasi semakin ramai tamu, manajer EXO memutuskan untuk berbaur dengan tamu lain. “Baiklah, aku akan pergi ke tempat lain. Sebaiknya kalian tidak terlalu lama bersama. Banyak mata-mata walaupun mereka bukan paparazzi. Berhati-hatilah!” ungkap sang manajer memberi pesan singkat pada Baekhyun dan Hyohwa kemudian berlalu pergi. Hal itu membuat Hyo merasa disudutkan dan merasa salah menempatkan diri.

Hyo POV

Huh, manajer itu sangat overprotective. Bagaimanapun tidak, aku tidak bisa melepas rinduku pada oppa. Ini membuatku ingin gigit jari saja. Apa selamanya hubungan kami akan seperti ini? Sungguh menyedihkan. Aku mengendus kesal memikirkan hal ini. Karena begitu kesal, aku menenggak jusku dengan cepat. Rasanya sangat asam, namun membuatku merasa lebih baik seperti menggambarkan perasaanku selama ini. Tanpa sepengetahuan oppa aku menghindar seperti yang dikatakan manajernya. Ternyata perkataannya tidaklah salah, aku bahkan mendengar sendiri kebenarannya. Aku tak sengaja mendengar percakapan beberapa tamu yeoja yang hadir di sini.

“Bukankah mereka sudah bercerai? Kenapa terlihat masih dekat sekali, seharusnya mereka malu?” ungkap yeoja dibelakangku.

“Geurae, memang dari awal mereka sudah terlihat tidak cocok. Lihat saja sikapnya tidak lebih dari seorang wanita penggoda Baekhyun oppa.” Sepertinya teman sebelahnya menanggapi dengan ekstrem. Wanita penggoda katanya? Kurang ajar sekali wanita itu.

“Nde, tidak hanya Baekhyun oppa saja. Sepertinya member lain juga ikut dirayunya. Dasar wanita jalang.” Sahut yang satu lagi yang membuatku bertambah geram mendengarnya. Begitu murkanya diriku sampai aku ingin menjambak rambut kedua wanita itu, tapi aku terus menahannya demi kelancaran pesta  ini. Untuk menghibur hati aku pergi ke food corner. Drrt.. drrtt..

“Eodiga?” ternyata sms dari Mr. B. ku jawab saja dengan leluconku.

“Dihatimu.. :p” aneh sekali bercanda di sms padahal kami berada dalam satu gedung pesta seperti ini.

“Tentu saja kau di hatiku dan di sana kau sedang makan. Hehe…” balasnya juga membual. Aku senyum-senyum sendiri membacanya seperti orang bodoh. Kenapa bertanya kalau dia sudah tahu aku sedang ada di sini? Sengaja malam ini aku ingin melampiaskannya pada makanan favoritku yaitu makanan pedas. Hehe.. Hmm, yummy! Begitu kulahap beberapa suap, perutku sedikit bermasalah. Rasanya lambung dan tenggorokanku terasa sakit dan asam.

“Oh, asam lambungku kumat lagi.” Umpatku sambil memegangi tenggorokanku yang sedikit panas. Drrt.. Drrt..

“Ada apa? Dari sini kau tampak kesakitan?” ia memperhatikanku dengan sungguh-sungguh.

“Oppa, sepertinya asam lambungku naik lagi. Eotteokhae?” balasku meminta saran padanya.

Drrt.. Drrt.. “Gwaenchana? Aku mengkhawatirkanmu. Cobalah untuk makan makanan yang manis saja.” Balasnya dengan cepat.

Dengan sisa kekuatanku, aku menuruti sarannya dan pergi ke meja dessert yang penuh dengan makanan manis. Hap! Aku memakan kue dengan satu kali suap. Sepertinya sudah membaik. Apa aku hanya boleh makan makanan yang manis saja kalau sedang begini? shireo!! Aku masih menggemari makanan pedas seperti orang normal lainnya.

Pug..Pug.. Seseorang menepuk bahuku, ku harap ia bukan member EXO lagi. “Eoh, Appa? Aku sedang makan.” Umpat Hyo kaget melihat orang yang menemuinya adalah appanya sendiri.

“Kau ini makan terus. Sudah waktunya untuk sesi pemotretan.” Terangnya sambil menarik-narik lenganku.

“Baiklah, aku akan menyusul setelah kuperbaiki make up-ku.” Ungkapku bernegoisasi.

“Kita akan foto setelah member EXO, cepatlah!” ungkap appa lalu pergi dengan terburu-buru.

Ku berjalan mendekati lokasi pelaminan sesuai titah appa. Kulihat Shimin dan Sehun tampak bahagia. Walaupun aku pernah merasakannya, tetap saja rasanya iri. Dengan statusku yang begitu menyedihkan membuat hidupku berubah 180˚ dari kata bahagia. Punya pendamping hidup bahkan memiliki calon aegy yang merupakan satu-satunya pengerat tali hubungan yang tidak dapat digantikan maupun dipisahkan.

Kulihat oppa berbaris diantara member EXO yang lain untuk diambil gambarnya, sepertinya ia tampak bahagia dengan status single-nya. Emmh.. aku menghembuskan nafasku dengan kasar. Saatnya giliran keluarga kami untuk mengambil gambar.

“Hyo, palliwa!” teriak appa-ku pelan.

Begitu aku menaiki tangga, aku berpapasan dengan Baekhyun oppa. Dia memberikan senyum terbaiknya padaku. Omo, aku hampir tidak kuat melihatnya dan sesegera mungkin ingin memeluknya. Demi Tuhan aku sungguh gemas dengan situasi seperti ini. Tidak, aku harus kuat menahannya. Aku juga membalasnya dengan senyum yang sama namun singkat. Akhirnya sesi foto berlangsung dengan lancar dan waktunya pesta untuk diakhiri.

TBC

Aaihh.. Author ngebut nih pengen cepet nyelesai-in cerita ini. Gatel nih tangan! Yang part ini gk banyak perubahan kata, author lagi males. Jadi mian kalau ada kata-kata absurb, gaje, dan gak nyambung yang muncul dalam cerita ini.

Free coret-coret. Silahkan komen dibawah!

 

Iklan

4 pemikiran pada “[EXOFFI FREELANCE] When I Must be Married (Chapter 5A)

  1. Ping balik: [EXOFFI FREELANCE] Unforgettable Family (Chapter 4) | EXO FanFiction Indonesia

  2. Ping balik: [EXOFFI FREELANCE] Unforgettable Family (Prologue) | EXO FanFiction Indonesia

    • haha iya2 boleh. ‘wah maruk ni reader, udah sama chanyeol, pengen juga sama baekhyun’ (kt dalam hati) #ditendangreaders

      makasih ya udah komen^.^

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s