[EXOFFI FREELANCE] Bad Presents (Vignette)

|BAD PRESENTS|

|   EXO`s Suho  x  Lee Rinah   |

|   supported by Mark Lee    |

|   Married Life x Life   |   Vignette   | PG-13   |

 

May 31st, 2017

Sehari Menjelang ulang tahunnya yang ke 24, Lee Rinah sudah membulatkan keputusannya. Dia akan meninggalkan Seoul dan memulai kehidupan barunya di Swiss. Dia memutuskan untuk meninggalkan kehidupan Rumah tangganya bersama dengan Kim Joonmyun, dan memulai hidup baru. Meski itu akan menyakiti perasaan kedua orang tuanya juga kedua orang tua Joonmyun. Tapi Dia tak sanggup menjalani kehidupan Rumah Tangga yang penuh penderitaan ini.

Joonmyun yang selalu bertingkah dingin dan kadang tak peduli padanya membuat Rinah merasa tak dihargai sebagai seorang istri. Bahkan sesekali Rinah mendapati Joonmyun menjalani hubungan dengan beberapa Sekertaris pribadinya di Kim Corp. Rinah mencoba bersabar namun kesabarannya habis ketika mendapati Joonmyun tengah bersama Sekertaris Barunya, Bae Irene.

Rinah yang tengah menyantap makan malamnya dengan tak nafsu. Malam ini pasti Suaminya tengah berkutat dengan laporan akhir bulan atau bermesraan dengan Sekertaris Barunya.

1 jam.. 2 jam berlalu….

23.52 pm

Rinah memilih berjalan keluar kamar menuju lemari es dan mendapati kue buatannya tersimpan. Dengan hati – hati, Dia mengeluarkannya agar tidak terjatuh.

Kue berlapis krim putih dengan diatasnya ditaruh beberapa strawberry, jeruk dan kiwi. Lalu Dia mengambil lilin dan korek api.

23.55 pm

5 menit sebelum ulang tahunnya. Rinah menyusun lilin diatas kue ulang tahunnya berjumlah 25 tahun.

23.59 pm

Beberapa detik sebelum ulang tahunnya. Rinah menyalakan lilinnya dengan korek api. Dan menyalakan sebuah lagu dari I Phone nya.

June 01st , 2017

Saeng il Chuk ka hamnida!

Saeng il Chuk ka hamnida!

Ji gu e seo
u ju e seo
Je il saranghamnida!
Kkoppodadeogopkke
Byeolbodadeobalkke
Sajabodayongamhage
Happy birthday to you
Saeng il Chuk ka hamnida!
Saeng il Chuk ka hamnida!
Kkottaunnachinguya
gulgogitkkesarayo
Saeng il Chuk ka hamnida!
Saeng il Chuk ka hamnida!
Ji gu e seo
u ju e seo
Je il saranghamnida!
Kkoppodadeogopkke
Byeolbodadeobalkke
Sajabodayongamhage
Happy birthday to you
Saeng il Chuk ka hamnida!
Saeng il Chuk ka hamnida!
Kalkkateunnachinguya
Pomnagesaseyo
Beolgateunnachinguya
tokssomyeosarayo

Rinah hanya bisa menangis sedih ketika di pergantian umur nya ini, Dia hanya merayakannya sendiri.

“Hiks… hiks… Aku tak mempunyai harapan di ulang tahunku ini. Tapi Aku hanya berharap semoga Aku bisa hidup dengan bahagia. Hiks… hiks….”

Huffftttt….

Rinah meniup lilinnya sampai seluruhnya padam.

“Saengil Chukkae Rinah – ya.”

.

.

.

Pagi harinya….

Adik tirinya, Mark sudah datang ke Apartement Rinah.

“Noona, apa Kau yakin? Bisakah Noona pikirkan kembali keputusan ini?”

Lee Rinah yang tengah menyiapkan semua perlengkapannya untuk pergi hanya memandang wajahnya hampa.

“Aku sudah yakin. Aku tak bisa hidup bersama Joonmyun lagi. Sejak awal, seharusnya Aku menolak rencana Joonmyun untuk menikahiku, jika Aku tahu bahwa Dia hanya ingin menyiksaku.”

“Tapi, Noona. Noona bukanlah pengganti posisi Jinah Noona. Mungkin Joonmyun juga mengerti dan memandang Noona sebagai diri Noona sendiri, bukan pengganti Jinah Noona.”

Mark memegang tangan Rinah sayang.

“Kalian bukan 1 atau 2 tahun menikah. Dan ini sudah hampir 3 tahun, Noona. Meskipun Aku tahu ini berat untuk Noona…”

“Tapi jika itu keputusan Noona. Aku akan mendukung Noona.”

Mark menuntun Rinah menuju ruang makan.

“Sekarang, Kita sarapan Noona. Aku sudah menyiapkan sup rumput laut untuk Noona. Makanlah, Ini ulang tahunmu. Saengil Chukkae, Noona.”

Mark hanya mencium kening Noona nya sayang.

Bukan rahasia jika Mark mencintai Noona tirinya ini. Bahkan saat pernikahannya, Mark patah hati dan memutuskan untuk melupakan Noonanya.

Rinah menyeruput kuah sup rumput laut dengan semangat.

Suasana sarapan kali ini mungkin agak sedikit berbeda karena Mark menemaninya, setidaknya Rinah tidak merasa kesepian di hari ulang tahunnya.

.

.

.

Taksi yang sudah dipesan jauh – jauh hari sudah datang dan sudah mengangkut barang miliknya.

“Chakkaman, Mark. Aku akan menyimpan sesuatu. Kau tunggu di luar saja.” ujar Rinah yang dibalas dengan anggukan oleh Mark.

Rinah kemudian menyimpan semua berkas pernikahannya beserta semua mahar perhiasan dan juga cincin kawinnya diatas meja kerja suaminya.

Tak lupa sepucuk surat Dia simpan diatasnya. Rinah sudah memastikan semuanya selesai.

Sepertinya Mark sudah menunggu lama, Dia langsung saja turun dari taksi, menaiki taksi bersama Mark dan meminta diantar ke bandara.

.

.

.

Lee Rinah dan Mark sudah berada di dalam area bandara. Rinah mengenggam passport serta tiket pesawatnya dengan erat.

Pesawatnya akan take off beberapa menit lagi. Hatinya sudah teguh. Dia ingin bercerai dan pergi dari Seoul.

“Kajja, Noona.” Mark membantu Rinah untuk membawa kopernya dan berjalan menuju gerbang keberangkatan.

Rinah sudah menyerahkan passport dan tiket pesawatnya ke petugas. Petugas pun mengangguk, dan Rinah sudah masuk ke pintu keberangkatan.

Rinah sudah memutuskan takkan kembali Seoul.

.

.

.

6 hari kemudian…

Rinah tengah berada di sebuah kedai kopi, menyuruput latte miliknya ditengah cuaca mencapai 17° C. Didepan nya laptopnya tengah menjalankan aplikasi Google Chrome.

Tring…

Laptop nya mendapat surel. Semenjak pindah dari Seoul, Lee Rinah memilih untuk mencari Universitas untuk Dia melanjutkan S2 nya.

From : Mark_Lee

Noona, Kau harus cepat pindah. Joonmyun hyung sedang berada di Swiss sekarang.

Rinah tegang seketika. Dengan segera Dia membereskan barang – barangnya dan keluar dari kedai kopi.

“Astaga, kenapa Dia bisa tahu Aku disini?” batinnya meringis.

Rinah lalu membuka aplikasi pemesanan pesawat menuju Hungaria. Sementara Dia akan bersembunyi di Hungaria, karena Mark tengah berada disana.

Namun tiba – tiba…

Joonmyun sudah berada di depan matanya. Hanya terhalang oleh zebra cross.

Seketika Rinah berjalan mundur dan memutuskan untuk lari.

Berlari dari kenyataan jika Joonmyun, lari dari Joonmyun agar Dia tak mau terjebak lagi di kehidupan lamanya yang begitu menyesakkan hatinya.

Rinah terus berlari tak tentu arah. Sampai akhirnya,

Greppp…

Joonmyun menangkapnya tangannya.

“Kita harus bicara serius, Lee Rinah.”

“Aku tak ingin membicarakan apapun denganmu, Aku pikir semuanya sudah jelas. Aku ingin Kita bercerai, bukankah itu keinginan Kita berdua.”

Rahang Joonmyun hanya mengeras.

“Tapi bukan dengan cara seperti ini, Kau bahkan kabur di hari Ulang Tahunmu. Apa itu tidak keterlaluan? Kau pikir ini semua lelucon bagimu. Kau tak tahu bagaimana Aku panik ketika Kau pergi.”

.

.

.

Ketika Joonmyun memasuki Apartementnya, Dia tak menemukan Rinah. Dia sudah mencari ke segala penjuru ruangan. Namun hasilnya akhirnya nihil.

Lalu ketika berada di kamarnya, Joonmyun menemukan semua berkas pernikahannya beserta semua mahar perhiasan dan juga cincin kawin milik istrinya diatas meja kerjanya. Tak lupa sepucuk surat diatasnya.

Kim Joonmyun – ssi…

Terima kasih atas kebersamaan Kita selama 3 tahun ini.

Aku memutuskan untuk pergi atas dasar keinginanku sendiri. Kita memang seharusnya tidak ditakdirkan bersama. Seharusnya Kau bisa bahagia bersama Lee Jinah Eonnie, bukan bersamaku.

Jika saja Jinah Eonnie tidak ikut pentas ke Jerman, mungkin Jinah Eoonie tidak akan pergi ke surga lebih dahulu. Dan Kita tak akan terjebak dalam situasi sulit ini.

Harusnya Kau memang menikah dengan Jinah Eonnie. Maaf karena membuatmu merasa sulit ketika memandangi wajahku yang mengingatkanku pada Jinah Eonnie.

Harusnya Kita berpisah lebih awal. Dan mungkin tidak akan menyakiti perasaan Kita semakin dalam.

Aku berterima kasih atas kebersamaan Kita selama ini. Aku harap Kita bisa berjalan sendiri. Dan menemukan kebahagian tersendiri.

Dariku

 

Lee Rinah

Joonmyun hanya meremas suratnya hingga tak terbentuk.

“Kau memang jahat Lee Rinah. Seharusnya Aku tidak terbawa perasaan selama ini.”

.

.

.

May 22nd, 2017

“Joonmyunieee…….” 

Rinah membangunkan Joonmyun tepat dimalam Ulang Tahunnya. Sembari membawa kue ulang tahun berhiaskan begitu banyak lilin.

Joonmyun akhirnya terbangun dengan wajah kuyu.

Saeng il Chuk ka hamnida!

Saeng il Chuk ka hamnida!

Ji gu e seo
u ju e seo
Je il saranghamnida!

“Saengil Chukkae, Kim Joonmyun. Aku harap Kau semakin panjang umur.” itulah doa sederhana Rinah untuk Joonmyun.

Rinah kemudian meminta Joonmyun untuk meniup lilin.

Hufftttt…..

“Sekarang tidurlah kembali. Kau butuh banyak istirahat.” pinta Rinah.

Joonmyun kemudian kembali terlelap sementara Rinah memasukan kembali kue ulang tahunnya kedalam lemari es.

.

.

.

“Mianhae, tapi sepertinya Aku tak ingin membicarakan apapun sekarang. Keputusanku sudah bulat. Kita bercerai.”

Rinah melepaskan cengkraman tangan Joonmyun dan berbalik tanpa menengok kearah Joonmyun kembali.

“Kau harus tahu Joonmyun – ah. Kita seharusnya tidak bersama sejak awal, karena pada akhirnya Kita akan terus menyakiti sampai kapanpun.” batin Rinah menangis.

.

.

.

The End

Penjelasannya

Lee Jinah adalah kakak kembar Lee Rinah namun meninggal. Lalu Lee Rinah kemudian dipinta untuk menikah dengan Kim Joonmyun, tapi Mark patah hati. Mereka tidak saling mencintai tetapi akhirnya saling menyakiti.

Lee Rinah memutuskan untuk bercerai dan kabur di ulang tahunnya karena tak mau terus menyakiti hati Dia dan Joonmyun.

 

Iklan

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s