[EXOFFI FREELANCE] Stay With Me (Chapter 4)

STAY WITH ME

Author :

Angeline

Main Cast :

Oh Sehun (EXO)

x

Bae Joo Hyun a.k.a Irene (RV)

Additional Cast :

 EXO Members |Kim Ji Yeon (LOVELYZ)|Kim Seolhyun (AOA)|Im Jung Hoo  (B.I.G)| Lee Hyo Eun (STELLAR) |Krystal Jung (FX) |etc~

 Rating PG-17 |Length Series Fic

Genre : romance | Angst | AU |slice of life | Drama |etc~

Disclaimer :

Ff ini murni dari pemikiran author sendiri , ceritanya tiba-tiba muncul dalam otak author #ea ,dan dari pada lupa langsung dituangkan dalam bentuk FF seperti ini. Bila ada kesamaan tokoh maupun jalan cerita didalam ff ini , itu bukan merupakan bentuk plagiat #noplagiat! melainkan unsur ketidaksengajaan. Don’t judge, don’t copas.  Terimakasih sudah mau meluangkan waktu untuk membacanya  (nunduk)

Summary :

 

Bagaimana jika seorang Oh sehun yang berwatak dingin dan tidak pernah peduli pada orang lain terjebak bersama seorang gadis amnesia bernama Irene?. Melalui sebuah pertemuan tidak terduga hingga masalah-masalah yang datang saat keduanya tengah menjalin sebuah hubungan.

-Chapter 4-

 

“Tinggal dirumahku untuk sementara” kata sehun sambil memangku kakinya dan kembali memainkan ipadnya diatas pahanya sebagai bentuk pengahlian kegugupannya. Irene mengerjap-ngerjapkan matanya pada sehun, merasa tidak percaya dengan yang diucapkan pria dingin itu barusan. Hei seorang oh sehun mengijinkanmu tinggal diistanahnya? Luar biasa. Tunggu, apakah Irene yang sedang bermimpi disini? Oh tidak tentu saja! Sehun nyata didepannya dan pria itu juga benar-benar mengucapkan kalimat langkah dari bibirnya.

“kau sedang bercanda?” papar Irene dengan wajah yang masih bertanya-tanya. Apa sehun serius dengan ucapannya? Yah, bahkan sehun sendiri bimbang dengan ucapannya barusan. Ia juga kaget mengatakannya tanpa keraguan rasanya, apa benar yang baru saja ia katakana itu? ia mengijinkan Irene tinggal dirumahnya, oh mengapa sekarang menjadi seperti ini? Sehun juga bingung dengan pernyataannya barusan, tapi ia tidak bisa menariknya bukan? Apa ia harus berkata didepan gadis itu jika ia salah bicara? Itu tidak mungkin, dan sekali lagi tidak ada yang bisa sehun sesali sekarang. Karena otaknya yang entah tiba-tiba sedikit terbentur itu tidak memikirkan resiko apa yang akan sehun tanggung jika mengijinkan Irene tinggal dirumahnya.

“jangan sampai aku berubah pikiran!” ujar sehun dingin dan wajah datar yang masih terfokus pada layar ipadnya. Irene mencibir pelan sambil membuang pandangannya kearah lain, Irene menopang dagunya dengan pandangan yang tertuju pada beberapa pohon melalui jendela mobil sehun

“jadi aku harus memanggilmu tuan mulai sekarang?” ucap Irene membuat sehun kini menatapnya dengan pandangan tajam dan Irene ikut menatap sehun dan menurut Irene pandangan sehun saat ini begitu dalam dan sanggup menghipnotis Irene untuk selang beberapa menit untuk jatuh kedalam sorot mata sehun, tapi apa yang saat ini sedang Irene pikirkan sebenarnya? Mengapa ia jadi salah fokus pada mata sehun? hingga akhirnya ia menemukan kembali kesadarannya dan mulai menormalkan expresi wajahnya

“akan lebih baik saat kau tidak memanggilku apa pun!” ucap sehun dengan poker facenya dan kembali melakukan aktifitasnya pada layar ipad itu. Lagi-lagi Irene hanya memutar bola matanya malas tahu dengan betapa menyebalkan dan dinginnya seorang sehun itu, apa ia akan hidup sebagai pria brengsek sepanjang hidupnya? Bahkan jika nanti sehun memiliki kekasih dan menikah? Apa ia akan tetap berlaku dingin pada mereka? Atau jika sehun memiliki anak, bagaimana nanti sifatnya pada anaknya itu? sudahlah Irene tidak usah memikirkan masa depan sehun, karena masa depanmu sendiri itu buram

~

Hyun joo menepikan mobilnya didepan kantor Willis Group, lalu hyun joo kemudian turun dari mobil dan segera membukakan pintu mobil untuk sehun. Namja itu turun dari mobil sambil memegangi beberapa berkass kantornya ditangan kanannya sedang irene masih duduk diam didalam mobil dan ia nampak bingung apa ia harus ikut turun juga? Ataukah tetap berada didalam mobil ? tapi untuk apa ia berada dikantor sehun? bukankah itu sebuah kemustahilan? Sehun melirik yeoja itu sekilas kemudian menatap hyun joo kembali yang masih setia berdiri disamping mobil, entah mengapa sehun masih kesal dengan supirnya itu. dan sungguh sehun berterimakasih, karena pria didepannya itu membuat sehun terjebak untuk kurun waktu tidak tentu bersama gadis asing, sungguh jika tidak ada Irene disini sehun ingin mengeluarkan setiap geraman didalam hatinya pada supirnya yang satu ini. Hyun joo yang tersadar hanya berwajah pura-pura polos? Seperti tidak mengerti pandangan sehun yang sudah seperti seorang evil memang, padahal hyun joo begitu mengerti mengapa tuan besarnya itu menatapnya dengan pandangan seorang pembunuh yang sudah siap membunuhnya. Namun entah mengapa hyun joo merasa lewat Irene, tuan mudanya itu akan menjadi seseorang yang lebih peduli pada orang lain

“jangan kira kau bisa selamat setelah berani berbicara seperti tadi!” ucap sehun sedikit pelan namun tetap beraura dingin dan mematikan, ia tidak mau Irene mendengar ucapannya. hyun joo yang sudah mendapatkan kartu kematiannya itu hanya tersenyum kaku dan menundukkan kepalanya berkali-kali pada sehun. namun dalam hatinya, ia masih bisa tersenyum meski sehun tidak bisa melihatnya

“jeoseonghamnida” seru hyun joo pada sehun

“kau kira aku tidak tahu, bahwa kau tidak tulus mengucapkan maaf padaku?” tegas sehun dengan tatapan tajamnya pada hyun joo dan supir itu hanya menyengir menunjukkan senyuman kikuknya pada sehun

“awas saja kau!!” kata sehun kesal. Ya sejujurnya, hyun joo mengenal sehun cukup lama, hyun joo sudah menjadi supir pribadi sehun semenjak pria itu menginjakkan kakinya di SMA dan itu membuatnya sedikit mengerti pria apa sebenarnya tuannya itu

“Bawa dia berbelanja untuk membeli semua keperluannya” kata sehun sambil memberikan sebuah black card pada hyun joo kemudian berlalu pergi dari sana tanpa melihat Irene lagi. Hyun joo menunduk hormat pada sehun, kemudian memasuki mobil kembali dan melajukan mobilnya dengan kecepatan normal

Sehun memiliki sebuah perusahaan besar bernama Willis Group. Saat ini namja itu sedang menjabat sebagai orang tertinggi diperusahaan Wiliis Group setelah 7 bulan lalu sang ayah menyerahkannya pada sehun untuk mengelolanya. Saat ini siapa yang tidak mengenal Nama Oh sehun dikorea? Pria muda yang  kaya, tampan dan memiliki karisma yang membuat seluruh yeoja bahkan namja sekali pun memujanya . Bahkan Willis group sudah banyak menaruh saham pada perusahaan lain. Tidak ada yang tidak bisa sehun dapatkan, hanya dengan menelfon atau jentikan jari semua bisa dikuasai dalam sekejap mata olehnya .

Oh jin hoo ayah sehun menikah kembali setelah perceraiannya 2 tahun lalu bersama Eomma sehun. Tn. Oh menikah dengan seorang penulis buku terkenal yang kini tengah pensiun bernama Kim Jae hee yang memiliki seorang putri tunggal bernama Krystal Jung. Dan saat ini krystal telah menjabat sebagai saudari tiri sehun. sehun dan krystal tidak pernah akur jika keduanya bertemu biasa akan berakhir dengan adu mulut dan akhirnya yang melerai keduanya adalah kai. Namun meski begitu sehun tidak membenci krystal dan sebaliknya krystal tidak membenci sehun. Bagi sehun meski krystal hanya sebatas saudara tiri namun ia tetap keluarga, bayangkan saja saat sehun memnghajar beberapa laki-laki mesum dulu yang hendak mengganggu krystal saat pulang les disekolah dan memang hari sudah sedikit malam dan sehun sedikit telat menjemputnya. Dan saat itu sehun menyadari jika krystal adalah tanggung jawabnya.

Sehun menyayangi krystal dan eomma tirinya, baginya mereka cukup baik untuk menyandang status ibu dan saudari tiri. Namun meski begitu hanya ada satu sosok wanita yang menjadi kebanggaannya hingga kini yaitu eommanya. Dan kini eomma sehun menikah lagi dengan seorang pengusaha kaya..

~

Sehun tengah menyusuri kantor miliknya menuju Lift untuk menuju Ruangan kerjanya beberapa pegawai menunduk hormat padanya namun seperti tahu sifat CEO mereka yang tidak akan pernah menyambut salam itu .  Oh Sehun, namja itu terkenal dengan sifat dingin dan tidak peduli pada orang lain, ia membenci hal kecil sekali pun. Ia akan sangat marah jika menemukan setitik debu dimeja kerjanya, ia akan sangat marah jika para karyawannya terlambat mengumpulkan proposal tepat waktu seperti apa yang sudah dijanjikan saat rapat. Ia adalah orang yang super perfectionis. Ia tidak menyukai hal yang kurang dalam pekerjaannya, ia tidak mau tingkat kerja karyawannya menurun. Bayangkan saja saat ia memecat semua karyawan yang tidak masuk dalam kriteria pegawainya saat pertama kali menjabat sebagai CEO disana. Sehun memerlukan seorang yang menarik, bukan hanya fisik namun otak. Jongdae pun menjadi salah satu orang yang masuk kedalam kriteria karyawan sehundan Jongdae bekerja sebagai sekretaris pribadi sehun.

Sehun memasuki Lift dan diikuti oleh Jongdae yang sudah berada disampingnya, Jongdae menekan tombol 20 sebagai lantai dimana kantor sehun berada, dan dilantai itu sendiri hanya ada 3 ruangan, yang pertama ruangan kerja sehun yang besarnya bisa seperti besar 1 ruangan kamar hotel Dark Suite. Dan ruangan kerja Jongdae yang memiliki size medium namun dengan fasilitas mewah kelas atas. Juga sebuah cafetaria mewah yang dikhususkan untuk sehun dan klien yang akan bertemu membicarakan rapat atau semacamnya.

Ting

Pintu lift terbuka, dan menunjukkan beberapa karyawan sehun yang berniat memasuki lift itu. Namun langsung mengurunkan niatnya setelah melihat sehun didalam sana. Mereka langsung menundukkan badan mereka dan sehun tidak peduli untuk membalas bahkan hanya untuk kata ‘oh’ atau ‘ne’ sedikit pun. Sehun tidak menyukai jika ia satu lift dengan orang lain, kecuali orang itu sudah menjadi bagian dari orang yang sangat dikenali olehnya. Garis bawahi kata sangat.  Tapi ingatkah jika ia baru saja memberi pengecualian pada Irene?. Atau mungkin itu sebuah keterpaksaan yang ia lakukan?

“Meeting bersama tn. Kim pukul 13.30” kata jongdae sambil menatap berkas jadwal kegiatan sehun ditanganya

“hm” kata sehun malas sambil menatap kedepan.

“Ah, untuk siapa baju yeoja itu? apa baju semalam untuk ji yeon?” tanya jongdae penasaran sambil meneliti wajah datar oh sehun yang entah sampai kapan akan selalu seperti itu, bisakah setidaknya jongdae menemukan pria di sampingnya itu tersenyum meski sebentar saja? Terkadang jongdae berfikir apa sahabat yang sekaligus bosnya ini memiliki gangguan hingga tidak suka tersenyum, dan hanya menyukai hal-hal berbau kemarahan?

“kim jongdae!!” tegas sehun

“aku tahu kau ditolak tapi-“

“KIM JONGDAE!! Bisakah kau fokus bekerja saat di kantor?” sehun sedikit membentak dengan suara dingin dan membuat jongdae menghela nafas dengan kasar sambil memutar malas bola matanya. Sifat sehun yang suka marah-marah itu menurutnya adalah sarapan pagi untuknya

“Ne.. ne depyeonim” kata jongdae seperti ejekan saambil menunduk didepan sehun, dan sehun hanya menggelengkan kepalanya

~

Irene menatap takjub saat menginjakkan kaki disalah satu dept. Store yang terletak diseoul yang nampak sangat besar, megah dan mewah. Oh sungguh tiada kata-kata yang sanggup melukiskan betapa sempurnanya bangunan ini, aroma baju-baju mahal yang tercium dipenciuman mereka, juga sebuah air mancur indah yang cukup besar menghiasi tengah dept. Store itu agar membuat semakin indah. Irene tersenyum takjub dengan ini, inilah surge dunia. Hyun joo ikut tersenyum melihat irene yang terkagum-kagum dengan bangunan Dept. Store ini. Dan kata hyun joo, sehun ikut menanam saham di dept. store ini, tidak heran dari mana Irene mendapat baju-baju mahal kemarin karena ternyata sehun seseorang yang memiliki segalanya.

“Ayo nona, depyeonim menyuruhku membeli semua keperluanmu” kata hyun joo kemudian mengantar yeoja itu memasuki toko baju terbesar yang berada didept. Store itu. Irene membulatkan matanya melihat indahnya isi ruangan ini, baju-baju indah yang mengelilinginya membuat berjuta-juta kupu-kupu yang menggelitik perutnya, ia ingin berteriak, ia benar-benar beruntung sehun menolongnya jika seperti ini, seperti sehun sudah ditakdirkan untuk menjadi dewa penolongnya. Irene tersenyum girang sambil memegang baju-baju itu. Namun detik selanjutnya matanya mulai melebar melihat harga yang tertera dilabel baju itu. Bagaimana bisa haraga satu baju bisa seharga 25 juta Won ? Apakah ini dilapisi emas ? Atau mutiara ? Berlian ? Ia hampir pingsan melihat harga mini dress berwana krem dengan renda-renda yang menghiasi bagian dadanya membuat semakin indah dan menawan.

“Nona menginginkannya?” Tanya hyun joo

“tidak, dress ini tidak cocok untukku ajhussi, harganya bisa langsung membunuhku” kata irene mendesah lesuh

“Tolong ambil yang ini” kata Hyun joo pada pelayan yeoja toko itu , irene melotot pada hyun joo dan menggeleng pelan.

“tidak! ajhussi tahu berapa harganya?” Kata irene sambil menahan tangan pelayan yeoja itu untuk mengambil dress itu

“tidak apa nona lagi pula harga dress ini bukanlah yang termahal. Dan juga uang seperti itu bisa dicetak dalam 5 menit oleh depyeonim jadi jangan khawatir ” kata hyun joo tersenyum kemudian menyerahkan dress itu pada pelayan tersebut

Irene rasa tenggorokannya kering mendengar paparan hyun joo mengenai depyeonimnya itu, 25 juta won dalam 5 menit? bagaimana dalam 10 menit selanjutnya kalau begitu? Dan lagi, berapa harga dress yang paling murah dalam toko ini? Lalu berapa yang paling mahal? Irene tidak sanggup memijakkan kakinya dengan baik memikirkan semua itu. Rasanya cakupan oksigen diparu-parunya berkurang drastis. Sehun, sebanarnya siapa namja itu? Mengapa ia seperti penguasa dunia? Ia bukan Tuhan padahal? namun kekayaannya membuat irene merasa menjadi semut terdalam di tanah, seperti sulit baginya menggapai dunia sehun.

Hyun joo pun membayar beberapa baju yang sudah diberikan pada pelayan toko itu dengan sebuah black Card yang ia keluakan dari pocketnya

“Ayo nona, kita harus mencari pakaian lainnya” kata hyun joo pada irene membuat yeoja itu semakin melongo bukankah mereka baru saja belanja pakaian? Lalu mau belanja pakaian seperti apa lagi?

“Bukankah ini pakaian ajhussi?” Tanya Irene bingung dengan memperlihatkan beberapa tas shopping ditangan hyun joo

“Ini dress untuk jalan-jalan nona, kita akan pergi ke toko yang memiliki pakaian santai untuk dirumah” kata hyun joo kemudian membawa irene ke toko selanjutnya dimana terdapat pakaian-pakaian santai seperti kaos , kemeja, short dan jeans . Sukses sudah mereka mencari pakaian santai untuk irene. Dan detik selanjutnya, hyun joo membawanya membeli kosmetik dan sepatu . Irene sampai lelah mendengar puluhan kali black card yang ia yakini adalah milik sehun itu tergesek. Apa uangnya selalu mengalir seperti ini?  bahkan mengalir untuk gadis asing sepertinya yang sama sekali tidak sehun kenali? Meski hyun joo bilang tidak apa-apa menggunakan black card sehun namun bagi Irene hal seperti ini tidak menenangkan hatinya. Bisa-bisa ia membenarkan ucapan sehun jika ia hanya seseorang yang mau memeras uang sehun saja kan?

“Nona baik-baik saja? Nona terlihat lelah” kata hyun joo khawatir

“panggil Irene saja ajhussi. Aku akan lebih senang ajhussi memanggilku begitu. Dan ya, bisakah kita pulang saja? Kakiku sakit” kata irene mengeluh dengan wajah lelahnya

“baiklah irene” kata hyun joo lalu mengantar irene kembali kedalam mobil dan pulang

Bayangkanlah total belanjaan mereka sudah menyentuh angka Milyar dalam sekali belanja dan itu hanya 15 menit. 15 menit saja ia sudah menghabiskan 1 milyar won milik sehun, ini benar-benar gila! Tidak masuk akal dan membuatnya sulit berfikir. Apa ia seperti seorang pemeras sekarang? Irene menutup matanya didalam mobil, ia merasa menjadi kekasih seorang milyader yang dimanjakan luar biasa. Kekasih? Mimpi apa kau Irene? Jangan bermimpi. Dan lagi apa sehun tidak akan marah Irene memakai uangnya hingga sebanyak ini? Melahan tatapan sehun beberapa waktu lalu saja membuat Irene bergidik ngeri jika pria itu tahu Irene membelanjakan uang sehun hingga milyar, dan bagaimana jika sehun benar-benar marah? Irene bisa saja dikubur hidup-hidup mungkin? Oh saat ini ia malah sedang bergelut dalam ketakutan

“Ajhussi, apa tidak apa-apa menggunakan uang sehun sebanyak itu, aku sedikit khawatir” ujar Irene menatap khawatir hyun joo

“Tenang saja, Ini black card cadangan. Depyeonim memiliki 2 black card” kata hyun joo tersenyum melalui kaca mobil

Irene membulatkan matanya, 2 black card? Ya Tuhan kejutan apa lagi yang ia dengar setelah mengetahui betapa mahalnya barang-barang yang berada diDept. Store ini, lalu saat ini ia mengetahui black card miliknya berjumlah 2 buah. Oh ayolah meski Irene hilang ingatan tapi ia tahu betul jika orang yang memiliki back card bukan orang sembarangan. Dan kekayaan namja itu membuatnya merasa tidak bisa bernafas, apa setelah ini ia akan menemukan kejutan lainnya didunia sehun? ya siapa yang menduga itu?

~

Irene tersenyum mencoba beberapa dressnya yang ia beli bersama Hyun joo. Kini lemari dikamarnya itu seratus persen penuh dengan baju-bajunya, juga meja rias irene penuh dengan alat kosmetik yang berjejer rapi didepan kaca, oh dan jangan lupakan sebuah rak sepatu sedang disana yang dipenuhi oleh high heels dan flat shoes miliknya. Dalam sekejap mata kamar itu berubah menjadi miliknya, namun irene tidak ingin dicap sebagai orang yang menggunakan kekayaan sehun seperti ini, ia sedikit merasa tidak enak karena sehun membelanjakan uanganya untuk yeoja yang bahkan tidak dikenali seperti ini olehnya, tapi ia juga tidak bisa menutupi rasa bahagianya mendapatkan barang-barang ini, ayolah setiap wanita senang dengan belanja kan? Sehun terlalu baik untuknya. Dan ia tidak bisa melakukan apa-apa untuk membalasnya.

Irene kemudian turun dari kamarnya menuju dapur dan melihat ajhuma Han yang sedang sibuk menyiapkan makanan. Irene tersenyum dan segera menghampiri wanita paruh baya itu

“Aku bantu ne?” Tanya irene tersenyum kemudian mengambil sebuah pisau namun ajhuma menahan tangan irene

“Animida, nona du-”

“Irene ajhuma, panggil aku irene!” Jelas irene sekali lagi sambil menyipitkan matanya pada ajhuma membuat ajhuma itu tertawa geli

“Tidak usah irene, lebih baik kau menunggu saja. Sedikit lagi masakannya sudah siap” kata ajhuma menolak dan menyuruh irene hanya duduk manis menunggu, ayolah irene bukan bos disini, ia hanya menumpang dan tidak ada alasan untuknya hanya berpangku tangan menunggu seseorang membawakan apa yang ia perlukan. Ia cukup tahu diri jelas dan lagi ia sudah cukup merepotkan semua orang disini terlebih pada sehun

“Andwaeyo ajhuma, aku harus membantu dan jangan menolak atau aku akan marah” kata irene kemudian memotong daging ikan yang sedari tadi dilkaukan oleh ajhuma han. Tidak disangka irene terasa mahir saat memasak, seperti ia menguasai bidang ini. Ia merasa dekat dengan hal memasak seperti ini, terasa sepert bagian dari hidupnya adalah memasak. Ajhuma juga terkesima dengan keahlian memotong Irene yang layaknya seorang chef dan seperti ia sudah bergelut didunia memasak dalam waktu yang lama, namun lama-kelamaan berada didapur ia merasakan sedikit pusing yang akhirnya berubah menjadi pusing luar biasa, sakit itu merambat masuk kedalam kepalanya dan membuat kepalanya terus berdenyut

“Potong seperti ini, jangan biarkan apinya membesar arrachi?” suara seseorang pria dengan lembut

“yak! Kecilkan apinya!” teriak seseorang

 

“potongan itu terlalu besar! Kau itu bisa tidak?” lagi-lagi pria itu berteriak

 

“aku harus mengajarimu berapa kali huh?”

 

Irene seketika membulatkan matanya dan menjatuhkan pisau itu kelantai, ia meringis memegang kepalanya bahkan Irene menjambak rambut kepalanya, ajhuma terkejut dan terlihat panik melihat irene kesakitan, peluh memenuhi kulit putihnya, wajahnya pucat dan bibirnya terasa kering tidak terbasahi oleh apa pun. Irene semakin meremas kuat rambutnya, kepalanya pusing sekali dan ia tidak tahan akan hal itu. Ajhuma kemudian menyuruhnya duduk dan memberikan air minum untuknya. Ajhuma mengusap pipi irene dengan lembut. Irene terengah dan jantungnya berdetak cepat, nafasnya serasa tidak stabil seperti ia habis lari maraton, ia juga sulit bernafas rasanya. Kepalanya sakit bukan main. Suara siapa itu? batin Irene. Mengapa semua itu terdengar dikepalanya? Irene kemudian menangis karena shock dan ajhuma segera memeluk gadis cantik itu. Ia semakin terisak sedang ajhuma terus mengelus punggungnya menenangkan Irene

 

“ada apa sayang?” Tanya ajhuma

“Entahlah, aku… aku mendengar suara seseorang dikepalaku, suara seorang pria yang begitu lembut. Tapi aku tidak bisa melihat wajahnya” kata irene menatap ajhuma dengan menangis karena apa yang terjadi padanya barusan, apa yang sebenarnya terjadi pada hidupnya? Siapa dirinya yang sebenarnya? Dimana identitas sebenarnnya dan mengapa ia bisa kehilangan ingatannya? Siapa yang bertanggung jawab atas apa yang terjadi padanya ini? Dan kepada siapa ia harus bertanya? Irene nampak takut dan gemetar, bahkan ia semakin menangis. Dan mengapa seakan-akan Tuhan enggan menunjukkan siapa jati dirinya yang sebenarnya? Mengapa takdir begitu kejam padanya? Mengapa harus dirinya? Ia tidak terima akan takdir ini!

“Lebih baik istirahat dikamar, ajhuma akan membawa makanan utukmu juga obat sakit kepala” ujar ajhuma, irene menurut dan detik selanjutnya kakinya melangkah pelan menaiki anak tangga dan menuju kamarnya, irene berbaring dan menarik selimut sebatas dadanya, tubuhnya bergetar merasa sesuatu yang hilang dari hidupnya namun sekeras ia mencoba mengingat hal itu yang didapat hanya bayangan putih yang tidak menampakkan apa pun. Menjadikan hal itu seperti mimpi buruk yang membuatnya takut jika masa lalunya kelam dan menakutkan.

TBC

Iklan

16 pemikiran pada “[EXOFFI FREELANCE] Stay With Me (Chapter 4)

  1. Iren di blehin tinggal di rmh sehun.. Ada apa dg sehun, makin seru ff nya,tp kependekan… D tunggu chap next… Gomawo…

  2. 15 menit 1jt won.. Daebak 👏
    Sedikit² ingatannya irene mulai kembali tuh.. Huhu, gak sabar sama lanjutnya. Ditunggu ya kak 😄

  3. Sehun ngasih black card udah kaya ngasih uang 2000 aja 😂😂 gampang banget elahh hun..
    Moment hunrene di chapter ini dikit banget authornim wkwk :v

    Semangat lanjutin chapter selanjutnya kak

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s