[EXOFFI FREELANCE] Die geheime Tür – 1# – Night Call

Tittle : Die geheime Tür

Author : devrizt

Length : Chaptered

Genre : Romance, Comedy, Campus Life, Friendship, Night life

Rating : PG-17

Cast :  Jonathan Virgio S (OSH) (main cast)

    Additional Cast

  • Guntur Putra Mandala (KAI)
  • Keynal Mahesa (PCY)
  • Antares Praditya (BBH)
  • Alandio Fazzikri Mulhaq (DO)

Akan ada pemeran wanita pastinya yang nantinya akan muncul seiring berjalannya cerita~

Summary : Aku tidak pernah memikirkan jika aku mulai membuka pintu itu akan ada ledakan dahsyat yang terjadi di kehidupan ku.

Disclaimer : Cerita ini merupakan murni hasil pemikiran dari author mulai dari yang bener sampai yang agak rusak sedikit(?) tapi masih batas wajar, jika ada kesamaan tokoh atapun latar, itu semua terjadi atas ketidak sengajaan.

    Warning : author hanya manusia biasa yang kadang salah so, im so sorry if theres (many) typos.

    See more chapter or story at https://www.wattpad.com/user/devrizt

A/N   : Chapter 1 nihh, rencananya gue mau bikin series gitu deh karena ada banyak tokoh dan gue mau mereka punya cerita sendiri sendiri >.< tapi mungkin gue bikin di wp dulu, dan ngelarin DGT disini dulu. Sooo,mohon bantuannya yaa. Karena tanpamu aku bukan apa-apa hanya seperti serpihan remahan ciki cuba (?)

Happy reading!~~ ^^

Satu – Night Call

“Gue ngeliat dia lagi. Dan lo tau dimana? Di kampus kita.”

Hampir seharian semenjak konfrensi mereka berakhir Nathan selalu memikirkan kata-kata Ares yang berguna untuk pertama kalinya sepanjang hidup. Meskipun Nathan tidak terlalu yakin, namun ada kemungkinan wanita itu ada di sekitar kampusnya, karena memang kejadian itu terjadi di daerah dekat kampus mereka. Uta pun telah memastikan berkali-kali bahwa Ares benar tidak salah melihat orang.

” Lo yakin? Dia? Di kampus kita?”

“Yakin, sumpah demi Allah yang maha kuasa lagi maha penyayang gue nggak salah liat. “

“Siapa tau dia Cuma mirip? Lagian, aneh sih kota sebesar ini ketemu orang yang sama dalam jangka waktu satu minggu.”

“Astaghfirullah Key kenapa susah banget kamu percaya sama aku? Mata gue nggak mines, rabun ayam pun nggak apalagi kalo cantik kaya gitu gue bisa melihat dengan jelas meski dari Monas sekalipun.”

Dio yang tadinya hanya mendengarkan, mulai ikut nimbrung dengan percakapan karena semakin ricuh dengan pembahasan yang ngalor ngidul.

“Emang cewenya kaya gimana sih?”

“Wahh!! Dio mulai ngelirik nih, sini-sini join sama om, biar om ajarin.” Uta mengeluarkan senyum jahilnya dan dibalas dengan pukulan ringan di pipinya.

“Cuaaanntiikk bening putih sehalus sutra Yo. Nggak ikut sih lo waktu itu, Miranda Kerr kalah.”

“Haram hukumnya bagi muslim menginjakkan kakinya disana Res, niat datang aja dosa gimana menginjakkan kaki disana, bayangkan Res, seb—”

“Iya pak haji bisa tolong dihentikan tausyiahnya?”

By the way Res, Miranda mah nomor wahid Res nggak ada yang bisa ngalahin bidadari kaya dia. Ngomong-ngomong lo ngeliat dia dimana emang?”

“Miranda nomer satu keduanya Kinan ya Jo? Hehehe. Gue liat dia di jalan dekat fakultas kedokteran sih.”

Nathan memutarkan bola matanya sebal. ” Biar gue perjelas Kinan is—”

My one and only  partner in crime  selain kita. Hanya itu dan tidak lebih. Gue sudah hafal Jo, nggak usah diperjelas lagi. “

“Balik ke soal tadi, mungkin dia anak kedokteran makanya ada disekitar sana? Yo, lo nggak pernah liat cewe yang mirip si Nyi Blorongnya sipil?”

” Kayaknya gue nggak pernah liat Res, lagian gue nggak berkepentingan buat apa juga.”

“Iya karena mata lo sudah tertuju ke Rasya seorang Yo. Gue sebagai pria sejati mengerti.”

“Bacot lo Key.” Dio mengirimkan tatapan elang lapar kepada Keynal. “Lagian, kampus kita kan punya jalan umum, dan jalan itu dekat stasiun. Mungkin dia mau ke stasiun atau ke belakang stasiun, jadi lo nggak bisa menyimpulkan dia mahasiswa kedokteran”

Percakapan mereka terhenti karena telpon milik Uta berdering, dan menandakan konferensi meja bundar akan segera diakhiri.

“Gue balik duluan ya. Adik gue minta di jemput di Airport.”

Mata Ares terbelalak mendengar perkataan Uta. “Ikut Ta!! Mau ketemu dede emesh.”

Begitu pula dengan Keynal langsung beranjak dari kursinya. “Gue aja yang jemput gimana Ta? Gue langsung balikin kok kerumah.”

“Boleh, tapi dibagasi ya? Dan lo baru boleh keluar pas gue udah sampe rumah. Dan lo Key, nggak akan gue biarin adik gue main berdua doang sama lo atau masa depan lo gue bikin tambah pendek.”

Serentak Keynal, Ares, dan Nathan berseru. “Uuu ngeri qaqa aku takut.” Dio hanya tertawa melihat respon teman-temannya yang diluar batas kewarasan ini.

“Udah ya gue cabut.”

oOo

        Getaran ponsel Nathan seketika menginterupsi lamunannya akan pembicaraan tadi siang di kedai. Dilihat layar ponselnya itu tertera sebuah nama yang sangat tidak asing. Tidak lain nama itu adalah Kinandra Brigita. Seorang wanita yang sedang mengisi hidup seorang laki-laki yang memiliki kehidupan yang dingin. Wanita itu hanya menemani seorang Jonathan Virgio untuk menjalani hari-harinya agar tidak berkesan sepi, tidak berlandaskan perasaan yang dalam hanya sebagai pengisi kekosongan. Kinan sendiri tidak keberatan dengan keputusan yang diberikan Nathan. Dengan gerakan lambat Nathan mengangkat telpon, terdengar suara diseberang sana.

“Hi, Nat? Did I woke you?”

“Nah, I haven’t sleep yet. Kenapa Nan?”

“Nope. By the way you sounds not fine. Apa gue benar?”

“Lo begitu tau gue ya sepertinya.” Nathan tertawa ringan.

Karena gue terlalu lama mengenal lo Nat. Setidaknya gue pernah ada di hati lo untuk waktu yang tidak sebentar juga.” Terdengar kikikan pelan dibalik telpon.

“Gue selalu tau itu Nan. Kenapa lo nelfon gue?”

“I just miss your voice, aneh kan? Gue nggak suka kalau gue kangen suara lo Nat, lo selalu mengganggu gue.

“Hahaha, semanis itukah suara gue sampai mengganggu pikiran lo? Feel free to call me anytime you miss me darl.”

” Oh come on, udah basi Nathan hal kaya gitu. Erm, gue Cuma mau bilang itu, udah malam gue harus pergi pagi besok. Bye, Nat. Call you later, Night”

“Hm, bye Nan.”

Percakapan telpon mereka pun terputus, setidaknya pembicaraan singkat Kinan dan Nathan bisa membuat Nathan melupakan sejenak apa yang ia pikirkan sedari tadi,dan terlelap dalam tidurnya yang tenang.

oOo

        Pagi ini kantin teknik cukup ramai, dan disinilah seorang calon dokter idaman wanita duduk menyantap sarapannya. Bukan berarti di kantin kedokteran makanannya tidak seenak di kantin teknik, melainkan ada sebuah kenikmatan yang hanya bisa dilihat di kantin teknik terlepas dari rasa bubur ayam Bu’ Yam yang terkenal seantero kampus, disinilah seorang Alandio Fazzikri Mulhaq dapat melihat sosok wanita yang ia kagumi , Rasyani Adelia. Meski seribu mata tertuju pada Dio seorang, namun mata Dio hanya tertuju pada bubur ayam panas dengan cakwe yang bersandar pada mangkuknya dan tentu saja yang paling utama, Rasya.

     Rasya tiba-tiba menghilang dari pandangannya, mungkin dia menghilang saat Dio mulai menyantap buburnya. Namun sebuah sentuhan kecil nan singkat  dipundaknya dan sebuah suara mengagetkan Dio.

“Yo? Ngapain dikantek?”

Iya. Itu adalah suara Rasya. Mendengar suara Rasya yang begitu dekat Dio terkaget dan agak tersedak mengingat dia terus mencari dan memandangi Rasya dari jauh ternyata Rasya sudah berpindah disebelahnya.

“Uhuk uhuk—”

“Aduh aduh, maafin gue dong Yo nih nih es teh lo minum dulu nih.” Rasya menyodori es teh yang tersedia di meja sembari mengelus punggung Dio merasa bersalah.

“Anjir gue kira siapa, lagian megang dulu gue kira adek adek yang biasa random ngajak belajar bareng.”

“Lo ngapain disini Sya?”

“Lah? Lo yang ngapain disini? Kantek kan jauh dari kedokteran Yo.”

Sial. Dio merasa menanyakan pertanyaan yang salah karena benar, fakultas kedokteran dan fakultas teknik berjarak lumayan jauh, dan cukup tidak masuk akal kalau dia beralasan hanya untuk membeli bubur, walaupun memang itu alasan keduanya. Dio memutarkan pandangannya mencari alasan “Em, gue nunggu si Ares. Nggak tau nih nggak datang-datang.”

“Oh gitu, habisnya pagi-pagi kaya gini biasanya paling lo di perpus atau mungkin di sekret BEM. Jarang gue ngeliat lo sama geng laki-laki rubah lo itu.”

“Bentar. Apa tadi lo bilang? Jangan masukkan gue kedalam kelompok laki-laki rubah itu tolong, gue satu-satunya manusia disana untuk menuntun jalan hidup mereka.”

” Hahaha. Iya gue tahu Yo, gue Cuma bercanda, gue tau lo baik dan nggak se rubah mereka. Ya, at least, lo dibawah mereka lah seidikit. Ngomong-ngomong Ares mana?”

Shit. Umpatan kedua Dio karena pertanyaan Rasya membuat Dio harus memutar otak mencari alasan lagi.

“Eh cimol! Cie berduaan aja nih sama eneng Rasya. Could it be love, could it be love could it be co- ” belum selesai Ares bernyanyi kepalanya ditoyor oleh Uta.

“Itu Raisa, bego. Bukan Rasya.”

Demi tuhan yang maha mendengar. Dio merasa sangat beruntung dan bersyukur saat ini mendengar suara Ares dan bahkan Uta.

“Kok lo bisa bareng si kaleng kerupuk ini Ta?”

“Hei kamu, sembarangan ya manggil kaleng kerupuk, dasar cimol tak berbumbu.”

“Tuh kaleng kerupuk tadi pagi Line gue minta nebeng, Veronikanya lagi ngambek.”

“Makan tuh veronika, eh gue cabut ya mau kelas. Lo kelamaan sih.”

“Sya, gue cabut ya.”

“Sering-sering main ke kantek ya Yo biar rame.” Rasya tersenyum ramah seraya melambaikan tangan.

Oh god. Sekali lagi Dio membatin. “Why she is so wonderful with her smile?”

A/N:

Haaii bertemu lagii XD

Sebelumnya makasih yang udah baca dan comment *bow**shy*

Jadi untuk yang bingung uta itu siapa, uta itu si Guntur putra mandala,  dan untuk visualisasi pemeran wanita mungkin akan dikasih tau kalau nama lengkapnya kesebut. Yap Kinandra Brigita, untuk visualisasinya Jiyeon t-ara *nobash**lol*

Spoiler sedikit, untuk next chapter tokoh utama kita bertemu pemeran wanitanya yuhuu~

So stay tune ya, and don’t forget to leave a comment. Karena komen kalian adalah separuh hidupku u.u

 

Iklan

2 pemikiran pada “[EXOFFI FREELANCE] Die geheime Tür – 1# – Night Call

  1. Like like like bang3t kak…
    Ceritanya seru abis….
    Oh ya,apà cast ceweknya cuman 2 aja…???sih rasya samà sih kinan itu..???gak ada cast cewek lainnya gitu…
    Sekarang aku paham kalo lokasi nya itu di ina….
    Dan apa mereka itu diceritain muslim disini…???
    Masih banyak hal yang masih aku kepoiñ kak..
    Moga chapter depan bisa bikin paham gimana alur ceritanya..
    Dan semoga biarpun ķonflik tetep ada bumbu comedy itu…
    See you in next chapter kak,ditunggu and dipercepat kak….

    • Makasiih sudah setia menunggu ceritaku yang upnya seminggu sekali inii huhu :’)

      Untuk cast cewenya nggak cuma mereka berdua kok akan muncul seiring berjalannya cerita jadi stay aja yaa hehe
      Untuk muslim hmm anggep aja begituu itu hanya bumbu bumbu kelokalan aja biar kerasanya indonesia bangett

      Makasih komen komennya selalu bikin inget buat nulis lagi wkwkw

      Stay tune yaa~~

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s