[EXOFFI FREELANCE] Mother (Chapter 2)

MOTHER

Evina93 I Two shoot I PG 15

Family,

Byun Baekhyun, Kim Taehyung

“Ikatan darah itu lebih kuat dibanding apapun”

Semenjak pertemuannya dengan Taehyung kala itu, enatah kenapa anak itu selalu menempel padanya. Taehyung itu lebih muda 4 tahun darinya. Taehyung duduk di bangku kelas satu dan ia kelas 3. Melihat perbedaan usianya harusnya Taehyung berada di kelas akhir Junior School. Namun kabar yang beredar mengatakan jika Taehyung itu anak yang pintar sehingga membuatnya berada di kelas akselerasi.

Otak tidak sesuai kelakuannya. Itulah pendapat Baekhyun. Terkadang Taehyung itu bisa berkelakuan seperti alien dari planet Mars.

Awal mula Taehyung masuk sekolah ini banyak yang mengatakan bahwa ia adalah adik Baekhyun. Taehyung tentu saja senang tapi  lain halnya dengan Baekhyun, ia merasa sangat jengah. Seperti hal nya kali ini.

“HYUNG!” Panggil Taehyung dengan enerjik dari arah pintu kantin. “Tidak lagi” gumam Baekhyun dengan mengusap kasar wajahnya.

“Baek, adikmu sudah datang” Ujar Chanyeol menggoda Baekhyun. “Sudah kukatakan dia bukan adikku” sanggah Baekhyun. “Tapi kalian mirip” sambung Kyungsoo. “Apa semua orang yang mirip itu adalah saudara huh?” Tanya Baekhyun. “Itu kemungkinan yang sangat besar” Jawab Jongdae. “Aish”

“Hyung aku mencarimu kemana-mana ternyata kau disini” keluh Taehyung yang kali ini sudah berada di samping Baekhyun. “Tak bisakah kau tak mengikutiku sehari saja?” Pinta Baekhyun. “Eum” Taehyung pura-pura berpikir “Tak bisa” jawabnya disertai cengirannya.

“Ya Kim Taehyung, kau meninggalkanku lagi !” Amuk seseorang . Taehyung mengalihkan atensinya. “Oh, maafkan aku cimcim” sesalnya.  “Kau ini selalu saja, oh, hallo sunbae” sapa Jimin ketika mengetahui para sunbaenya itu berada didekatnya.

“Cimcim” dahi Baekhyun mengkerut. “Ah, itu nama panggilanku untuk Jimin” jelas Taehyung. “Yak, sudah ku katakana jangan panggil aku dengan nama itu lagi!” Jimin sedikit kesal. “Itu salah satu bentuk rasa sayangku padamu” Taehyung menyandarkan kepalanya pada bahu Jimin. “Iuh, menjauhlah dariku, aku ini normal” Jimin berangsur menjauh. “Aku juga masih menyukai wanita asal kau tau” Taehyung mengerucutkan wajahnya. Semua yang berada didekatnya tertawa tak terkecuali Baekhyun.

***

“Hyung apa hari ini pun kau bekerja?” Tanya Taehyung ketika mereka sedang berjalan menuju gerbang. Ini sudah jam pulang sekolah.

“Tentu saja, mana bisa aku dapat uang jika tidak bekerja” Baekhyun berkata namun tidak menatap Taehyung.

Taehyung hanya mengangguk angguk. “Aku juga ingin bekerja” gumamnya. “Tidak perlu bekerja pun uangmu sudah banyak” ujar Baekhyun. “Aku ingin mandiri” terang Taehyung. Baekhyun menghentikan langkahnya dan berbalik mengarah pada Taehyung. Taehyung terdiam, ‘apa aku salah bicara’ pikirnya.

“Dengar ya anak kecil” Baekhyun menghela nafas. “Aku bukan anak kecil” sanggah Taehyung. “Ya ya terserah kau, tapi kau masih kecil dari pada diriku. Badanmu saja yang besar” Taehyung mengerucutkan bibirnya.

Pluk

Tangan Baekhyun berada diatas kepala Taehyung. Mata Taehyung membola. “Belajarlah yang rajin, jika kau sudah seusiaku baru kau boleh bekerja, arra?”  entah angin dari mana Baekhyun hanya ingin menasihati anak ini.

Taehyung tidak pernah sesenang ini. Ia mengaguk paham dengan senyum yang tak pernah lepas dari wajahnya “Arra”.

***

Taehyung pulang kerumah dengan bersenandung. Sang ibu yang baru saja keluar dari dapur mengerutkan kening melihat kelakuan sang anak. Anaknya memang periang tapi hari ini anaknya terlihat sangat senang melebihi hari-hari sebelumnya.

“Kau terlihat sangat senang, apa ada hal yang menyenangkan?” Taehyung yang melihat ibunya segera berlari menghampirinya dan memeluknya “Eomma”.

“Aigo aigo ada apa hum?” Tanya sang ibu dengan mengelus surai sang anak. “Aku senang, sangat senang. Hari ini dia mengelus kepalaku”  terangnya.

“Siapa? Apa wanita yang kau sukai?” tanya sang ibu.

“Ani, hyung yang melakukannya” Taehyung masih saja tersenyum, namun kali ini ia sudah melepaskan pelukan pada ibunya. Dan berjalan ke arah sofa. Sang ibu menuangkan air minum untuknya.

“Hyung, hyung siapa? “ Tanya sang ibu yang kali ini sudah berjalan kearah Taehyung dengan membawa segelas air.

“Tentu saja, Baekhyun hyung” Taehyung berujar dengan tenang.

Prang

“Dimana kau bertemu dengan Baekhyun?”  Taehyung terdiam kaku. ‘Aku salah bicara’ gumamnya.

***

Setelah mendengar penjelasan sang anak dengan berurai air mata akhirnya ia berada disini. Di dalam mobil depan tempat Baekhyun bekerja sambilan, atau bisa dibilang restoran  ibu Chanyeol. Awalnya nyonya Kim merasa aneh karena anaknya tiba-tiba ingin pindah sekolah, ia kira anaknya itu terkena bullyng atau lainnya dan akhirnya ia setuju namun kenyataan sebenarnya karena Taehyung sudah menemukan kakaknya dan ingin lebih tau tentangnya. Ia awalnya marah karena Taehyung tidak berterus terang padanya, namun setelah mendengar cerita Taehyung sebenci apa Baekhyun padanya menurut info yang didapatkan Taehyung. Ia ingin melihatnya namun tidak berani mendekatinya.

Seorang pria dengan dua kantung besar bawaannya baru saja keluar dari dalam restoran. Nyonya Kim memperhatikan dengan seksama.

“Hyung itu kau bisa melihat wajahnya padaku, tentu saja ia tampan sepertiku namun masih tampan aku, ia sedikit cantik, bermata sipit berbibir tipis, tingginya . . dia sedikit dibawahku”

Menurut ciri-ciri yang diceritakan Taehyung ,pria dengan dua kantung besar ditangannya itu sangatlah mirip hanya saja ia ingin lebih memastikannya.

Pria itu meletakan dua kantung besar di samping restoran yang ternyata itu adalah sampah. Ia mengelap keringat yang keluar dari pelipisnya.

“Baekhyun”

Nyonya Kim tersentak ketika ia mendengar suara seseorang memanggil nama itu.

“Nde” Pria dengan dua kantung besar tadi yang ternyata Baekhyun menjawab sang pemanggil yang ternyata Ibu Chanyeol.

“Jika kau sudah selesai dengan itu, kau boleh pulang. Ah dan jangan lupa bawa makanan yang berada diatas meja. Kau hanya perlu menghangatkannya. Terima kasih untuk hari ini, kau bekerja dengan rajin” Ibu Chanyeol tersenyum hangat.

“Nde, kamsahamida eommonim” Baekhyun membungkuk dan tersenyum.

Lain Baekhyun lain nyonya Kim, ia sedang bercucuran air mata didalam mobil “Mian, mianne adul ah” guamamnya terus menerus.

***

Hari ini Taehyung bermaksud untuk mengunjungi Baekhyun di restoran milik keluarga Chanyeol Sunbae. Namun ditengah perjalannnya ia melihat sang kakak sedang beradu mulut dengan seseorang.

“Aku bilang, aku tidak punya kenapa kau masih saja ngotot sih!” bentak Baekhyun.

“Kau pasti berbohong kan” ujar orang yang lainnya. Dan ia mendekati Baekhyun lalu memeriksa seluruh tubuh Baekhyun.

“Ya! Apa yang kau lakukan?! Aku bilang tidak ada ya tidak!” teriak Baekhyun.

“Tidak ada. Lalu ini apa huh?!” orang tersebut memperlihatkan beberapa lembar ribu won dihadapan Baekhyun.

“Hanya itu yang aku miliki untuk bulan ini jika kau mengambilnya aku tidak punya lagi!” matanya memerah jarinya mengepal menahan amarah.

“Dasar anak pembohong”

Plak

Orang tersebut menampar wajah Baekhyun cukupm keras hingga menimbulkan bekas kemerahan paada pipinya.

Taehyung sudah tidak bisa mentorelilir ini, ini keterlaluan.

“Ya! Ahjushi apa yang kau lakukan pada hyung huh?!” Taehyung berjalan menghampiri mereka dengan penuh amarah.

“Bukan urusanmu bocah!” bentak sang pria dan mendorong taehyung hingga terjatuh.

“Hentikan!” orang tersebut memandang Baekhyun.

“Bawa uang itu dan pergilah!” putus Baekhyun.

“Tidak usah kau suruhpun aku akan pergi” dan pria itu pun meninggalkan Baekhyun dan Taehyung yang masih terduduk di jalanan.

“Hyung kenapa kau membiarkan dia pergi membawa uangmu! Dia juga sudah memukulimu harusnya “

“Dia ayahku”

“ Kau tidak membiarkan ia pergi begi . . MWO? APPA?!” Taehyung semakin emosi.

“Ya! Ayah macam apa yang memukuli anaknya seperi itu aish”

“Sudahlah, apa kau baik-baik saja?”

“Harusnya aku yang bertanya seperti itu, apa itu menyakitkan? Apa dia selalu seperti itu?”

“Begitulah”

***

Taehyung baru saja pulang ke rumahnya, ia segera menceritakan kejadian tadi pada ibunya.

“Byun Jae won, dia tidak pernah berubah. Apa yang harus aku lakukan? Aku ingin mengambil Baekhyun tapi apa dia mau denganku?” air mata terus saja mengalir pada pipi ibunya.

“Tenanglah Yeobo. Kita pikirkan jalan keluarnya” tenang sang suami.

Taehyung mengepalkan tangannya, ia semakin bertekad menemukan keduanya.

***

Hari ini tak seperti biasanya, Taehyung tidak mengikutinya kemanapun. “Baek kemana adikmu?” Tanya Kyungsoo. “Dia bukan adikku” sanggahnya.

Jimin baru saja memasuki kantin, “Oy, Park Jimin. Kau tidak bersama Taehyung?” Tanya Jongdae.

“Ah sunbae. Aku kira dia sudah berada disini. Hari ini dia sangat aneh. Aku tidak mendengar ia mengeluarkan suara sejak tadi pagi, ya kalian tau sendiri kan bagaimana Taehyung itu?” terang Jimin.

Baekhyun beranjak dari duduknya. “Kau mau kemana?” tanya Kyungsoo.

“Jalan-jalan” Jawab Baekhyun dan ia pergi meninggalkan kantin.

“Ia menyangkal tapi ia mengkhawatirkan Taehyung seperti kakaknya” Ujar Chanyeol dan yang lain mengangguk setuju.

***

Angin sepoi-sepoi menerpa wajahnya yang sedang berbaring dipinggir lapangan. Seseorang menempelkan minuman soda di wajahnya. “YA!” Ia bangkit dari posisi berbaringnya.

“Hyung”

“Hm” Baekhyun menyerahkan minuman itu pada Taehyung.

“Dari mana kau tau aku suka ini?” Taehyung bertanya sambil membuka penutup kaleng minuman.

“Benarkah? Aku hanya mengambilnya saja” Baekhyun duduk disamping Taehyung, meneguk minumannya dan memandang sekeliling lapangan.

“Akh, segarnya” Taehyung  yang baru saja meneguk minumannya mengeluarkan opininya.

“Apa kau ada masalah?” Baekhyun to the point.

“Sedikit” Jawab Taehyung.

“Jika terlalu berat berbagilah” usul Baekhyun.

“Hm” Taehyung mengangguk.

“Hyung, apa ia selalu memukulmu?” Tanya Taehyung.

“Astaga kau memikirkan masalhku?” Baekhyun bertanya balik dengan sedikit menggodanya.

“Tidak, aku hanya bertany saja” Baekhyun memincingkan tatapannya.

“Kim Taehyung, suadah lama aku memikirkan ini” Taehyung  mengalihkan atensi penuhnya pada Baekhyun. “Soal apa?”

“Kau naksir padaku ya?”

Byur

Taehyung menyemburkan minumannya dan terbatuk batuk “Heol, kau gila hyung. Aku ini masih normal” gerutu Taehyung.

“HAHAHA .. aku bercanda” namun Taehyung masih saja menggerutu.

“Kau tidak perlu memikirkan maslahku, aku baik-baik saja” Baekhyun tersenyum pada Taehyung, dan seorang Kim Taehyung hanya bisa terdiam seribu bahasa.

***

Baekhyun baru saja mengembalikan pinjaman bukunya dari perpustakaan kota, ingat ia ditingkat akhir. Sebentar lagi ia akan mengadapi ujian. Namun ditengah perjalannnya ia melihat seseorang tengah dipukuli habis habisan. Awalnya ia tak peduli tapi setelah melihat lagi siapa yang telah dipukuli iasegera berlari menghampiri kerumunan itu.

“YA!”

Semua melihat ke arahnya, tanpa ba bibu ia menghajar gerombolan itu hingga mereka lari terbirit-birit.

“Taehyung-a, Kim Taehyung kau tidak apa-apa?”

“Hyung” dan Taehyung pun pingsan.

Baekhyun segera membawa Taehyung ke rumah sakit terdekat, ia mengabari kediaman Taehyung namun yang mengangkat hanyalah pembantunya. Setidaknya ia sudah mengabari bukan.

“Eung” Taehyung tersadar.

“Kau sudah sadar? Aku akan memanggil dokter dulu” Baekhyun beranjak keluar.

Tak lama setelah Baekhyun keluar orang tua Taehyung datang.

“Taehyung kau baik-baik saja?” Tanya sang ibu

“Aku baik-baik saja eomma” jawabnya

“Aigo, anak ini, apa yang kau lakukan hingga babak belur huh?” Tanya sang ayah.

“Itu”

“Ah, maaf aku mengganggu”

“Hyung” panggil Taehyung. Nyonya Kim segera berbalik. Betapa terkejutnya Baekhyun. Tubuhnya melemas, ia memegang sisi pintu.

“Baekhyun-a” Ujar nyonya Kim.

Baekhyun segera berlari keluar, “Baekhyun tunggu, baek “ Nyonya Kim mengejar sang anak sulung. Bukan berhenti Baekhyun malah menambah kecepatannya hingga ia menabrak seseorang dan terjatuh.

“Baekhyun”

“Jangan mendekat!” teriak Baekhyun, ia tidak ingin membalikan tubuhnya ia berusaha dengan keras menahan air matanya agar tidak keluar, namun itu percuma karena likuid bening itu sudah mengalir bebas.

“Baekhyun, maafkan eomma, eomma memang salah” sesal nyonya Kim atau Baek A Yeon. Tidak kalah dengan Baekhyun sang ibu pun sudah beruraian air mata.

“Untuk apa kau kembali setelah meninggalkanku huh?! UNTUK APA?!” Raung Baekhyun.

“Maafkan eomma,”

“TAK TAU KAH KAU, AKU SELALU DISIKSA OLEH PRIA BERENGSEK ITU! TAK TAUKAH KAU HIDUPKU SANGAT MENDERITA! KENAPA KAU MENINGGALKANKU ? KEPA KENAPA???” Baekhyun terus saja meraung mengeluarkan semua isi hatinya yang sudah lama ia pendam sedari lama.

“Maafkan eomma”

“Jangan temui aku lagi” itulah kata terkahir Baekhyun sebelum ia meninggalkan sang ibu yang menangis tersedu.

“Baekhyun maafkan eomma” Baek A yeon hanya bisa menangis tersedu memanggil sang anak sulung hingga terjatuh dan tak mampu mengejarnya.

***

Baekhyun sedang berada di atap sekolah melihat pemandangan penjuru sekolah ketika Taehyung menghampirinya dengan wajah penuh lebam dan plester.

“Hyung”

“Sejak kapan kau merencanakan ini?” Tanya Baekhyun tanpa mengalihkan atensinya.

“Sudah lama” Taehyung menunduk.

“Jangan pernah mendekatiku lagi” dan Baekhyun pun berbalik menuju tangga bawah tanpa melihat Taehyung yang kali ini dipenuhi wajah penuh penyesalan dan kecewa “Hyung”

Sudah beberapa minggu sejak kejadian itu dan benar saja Baekhyun menjaga jarak dengan Taehyung.

Hingga mala mini ia mendengar percakapan mencurigakan yang dilakukan ayahnya dengan seseorang dibalik pintu kamarnya.

“itu gampang, kita hanya perlu menculik anak dari keluarga Kim itu bukan? Siapa tadi namanya? Kim Taehyung. Ya benar itu dia. Lalu meminta tebusan haha”

Baekhyun tegang, apa yang akan ayahnya lakukan pada Taehyung? Ia harus menggagalkan rencana sang ayah.

Baekhyun berpikir mondar-mandir dengan cemas didlam kamarnya. Ia mengambil handphonenya dan segera menghubungi nomor seseorang.

“Yeobaseo?”

“Kyungsoo, bantu aku, perhatikan Taehyung secara berkala, jika ada yang mencurigakan segera telpon aku”

“ada apa Baek?”

“Nanti akan aku jelaskan”

Dan baekhyun mengakhiri sambungannya. “Sial” gumamnya.

***

Baekhyun sedang bekerja paruh waktu ketika Kyungsoo menelponnya dan mengatakan ada beberapa orang yang membawa Taehyung pergi. Setelah mendapat ijin dari sang pemilik Baekhyun segera menuju lokasi dimana Kyungsoo sampaikan tadi.

Taehyung membuka matanya dan melihat sekitar juga keadaannya, ruangan dengan minim ventilasi, duduk terikat, heol ia diculik lagi. Pikirmya.

Beberapa orang pria paruh baya datang menghampirinya dan ia dibuat terkejut oleh salah satu diantara mereka. “Byun Ahjushi, apa yang kau lakukan disini?” tanyanya.

“Ku mengenalku?” Tanya Byun Jae Won, “Ah, aku baru ingat kau anak yang waktu itu bersama Baekhyun bukan, aish. Anak itu dekat dengan orang kaya kenapa tidak bilang”

“Apa mau kalian?” Tanya Taehyung santai. Namun ia sedang berusaha meloloskan ikatannya. Sudah ku katakana bukan Taehyung terlalu sering berada disituasi ini karena pekerjaan sang ayah.

“Tentu saja uang” Jawab mereka.

“Oh, berpa yang kalian inginkan?” Taehyung masih bertanya dengan santai.

“Cih, kau meremehkan kami bocah” Jae won akan melayangkan pukulannya namun taehyung yang sedari tadi mengulur waktu berhasil bebas dari ikatannya dan menahn pukulan berbalik jadi menyerang.

“Taehyung” Baekhyun datang dari arah samping dan membantu Taehyung menghajar mereka.

“Hyung, apa yang kau lakukan disini?” Tanya Taehyung.

“Tentu saja menolongmu bodoh” Baekhyun menjawab dengan mengkis dan menyerang balik lawannya. Begitu pula Taehyung “Ah, kau mengkhawatirkanku”

“Berhenti bicara dan selesaikan ini”

“Baiklah”

Merka berdua menangkis melawan menghindar begitu terus menerus. Hingga tinggal beberapa orang lagi.

“Appa ku mohon menyerahlah” bujuk Baekhyun.

“Tak akan pernah, minggir kau anak bodoh!”

Mereka terus saja melawan hingga suara sirine polisi terdengar dan mereka kalang kabut. Taehyung yang kelelahan sedikit lengah hingga tak menyadari ada seseorang yang membawa pisau berjalan ke arahnya.

“Taehyung awas!” Taehyung berbalik.

Bles

Mata taehyung membulat, ‘HYUNG!!!” ya Baekhyun menyelamatkannya.

Oaring yang menusuknya gemetar dan menjatuhkan pisau berjalan mundur ketakutan dan berteriak tidak mungkin. Baru saja seorang Byun Jae Won menusuk anaknya sendiri. Ya. Ia menusuk anaknya sendiri.

“Angkat tangan kalian” polisi sudah mengepung mereka, kali ini dipimpin langsung oleh Kim Haechul, ayah Taehyung.

“Ka kau tidak apa-apa?” Baekhyun di tengah kritisnya masih saja bertanya. “Hyung bertahanlah, bertahanlah”Taehyung terus saja meracu. Ia benar-banar kalutterutama melihat darah yang terus saja keluar dari tubuh Baekhyun.

“Syukurlah” cicit Baekhyun.

“Taehyung, Baekhyun” Pnggil A Yeon, ia segera menghampiri kedua anaknya dibelakangnya ada kyungsoo membuntuti.

“Eomma” Baekhyun tersenyum sekilas. “Ya ini eomma, Baekhyun Eomma mohon bertahanlah” Nyonya Kim berusaha menahan aliran darah sang anak dengan terisak.

“Eomma” “Ya tenanglah, eomma disini. Bertahanlah ne?” tenang sang ibu berbanding terbalik dengan perasaannya yang saat ini kalut menyaksikan sang anak sulung bersimbah darah.

Baekhyun memegang tangan sang ibu, A Yeon melihatnya dengan berdurai air mata “Eomma ma ma maafkan aku” tangan Baekhyun terlepas dan hialng kesadaran.

“HYUNG!!”

“BAEKHYUN!!”

***

Taehyung berjalan membawa setangkai bunga, tempat ini, ruangan ini sudah ia sambangi berkali-kali. Aroma obat yang menyebar dimana-mana sudah biasa akhir-akhir ini ia hirup.

Ia membuka salah satu pintu ruangan. “Kau sudah datang” sapa sang ibu.

Taehyung meletakan bunga yang ia bawa di vas samping tempat tidur.

“Eomma beristirahatlah, biar aku yang menjaganya” Sang ibu beranjak dari tempatnya namun sebelumnya ia mengelus surai seseorang yang berbaring di atas ranjang ini. “Eomma perlu menemui dokter, baru beristirahat” Taehyung hanya mengangguk. Ia melihat sang ibu keluar dari ruangan dan duduk disamping tempat tidur pasien.

“Hai Hyung, ini sudah hari ke dua lima kau tidak membuka mata. Apakah senyaman itu disana? Hyung, apa kau tidak merindukanku, eomma, temanmu hm? Hyung ku mohon bangunlah” dan tangis Taehyung pun pecah.

Baekhyun selamat setelah melakukan oprasi, harusnya setelah 2 hari oprasi ia sadar namun ini sudah hari ke dua lima ia tidak sadar.

“Hyung, ku mohon bangunlah hiks hyung” Taehyung menggenggam tangan sang kakak. Ia selalu berdoa setiap hari agar kakaknya cepat sadar dan kembali.

“Berhentilah menangis” gumam seseorang.

“Tidak bisa hiks, se sebelum kau sadar” balas Taehyung. Second berikutnya Taehyung terdiam dan melihat Baekhyun. Disana sang kakak sedang memandangnya dengan tersenyum tipis.

“HYUNG” teriaknya.

“Taehyung ada apa?” Sang ibu yang baru masuk sama dibuat terkejetnya.

“BAEKHYUN”

“Hai eomma” gumamnya.

“Anak anda sudah lebih baik, 2 hari lagi ia bisa pulang. Tapi jangan terlalu melakukan aktivitas berlebihan dulu. Lukanya belum menutup sempurna” terang sang dokter.

“Terima kasih dok” Balas sang ibu.

“Kalau begitu saya permisi” Dokter dan beberapa suster pamit dan meninggalkan ruangan.

“Berhentilah tersenyum bodoh” ujar Baekhyun.

“Tidak bisa aku sangat senang” balas sang adik. Sang ibu yang memperhatikan kedua anaknya tersenyum bahagia. Ia menghampiri Baekhyun dan mengelus surai sang putra sulung.

“Baekhyun, maafkan eomma. Syukurlah kau sudah sadar” Baekhyun tersenyum hangat sudah lama ia tidak tersenyum seperti ini. “Aku juga minta maaf, dan berjanjilah satu hal padaku” pinta Baekhyun. “Jangan pernah meninggalkanku lagi” lanjutnya dan sang ibu mengangguk lalu memeluk putranya.

“tidak akan, tidak akan pernah”

“Ah sepertinya aku mengganggu moment kerinduan kalian”

“Appa” panggil Taehyung.

“Hyung perkenalkan ini appaku” Haechul berjalan mendekati Baekhyun. “Annyeong ahjushi, aku Baekhyun” sapa Baekhyun. Sang ibu hanya tersenyum. “Aku sudah mengenalmu Baek” Baekhyun menggaruk tengkuknya kikuk. “Ahjushi terima kasih telah menjaga ibuku” Ucap Baekhyun tulus. “Itu sudah kewajibanku nak, dan satu hal lagi. Panggil aku appa” terang Haechul.

“Nde ahj . . appa” dan semuanya tersenyum.

***

“Hyung lihatlah siapa yang datang” ujar Taehyung ketika sampai diruangan Baekhyun.

“Hai Baek” sapa Chanyeol, Jongdae dan Kyungsoo.

“Hai sunbae” tak lupa juga Park Jimin.

“Baek kau cepatlah pulang dan kita bermain” Chanyeol

“Kau hutang penjelasan padaku” Kyungsoo.

“Sunbae cepatlah kelaur dari sini, aku sudah lelah dengan sifat Taehyung yang selalu ingin kabur dari sekolah dan menjagamu” Jimin.

“Heol, sudah ku katakana bukan kalian benar-benar adik kakak” Jongdae.

Baekhyun tersenyum. inilah yang ia rindukan  tema-temannya.

“Ah kalian berkumpul” Ujar nyonya AYeon. “Ah Annyeong haseo eommonim” sapa mereka.

“Annyeong, aigo. Kalian tidak perlu repot-repot membawa ini” balsanya.

“Kim Taehyung kami datang” ujar beberpa orang. “Oh Eommoninm, hyung appa kabar?” Tanya merka. “Baik, masuklah” titah sang ibu. Baekhyun memincingkan tatapannya. Ia mengenali mereka, Taehyung berjalan mundur menghampiri pintu.

“Bukankah kalian yang waktu itu menghajar Taehyung?” Tanya Baekhyun. “Ah itu, kami kira Taehyung sudah menjelaskan” Alis Baekhyun bertaut “Apa maksud kalian?”.

“Kami ini teman SMP Taehyung, dia menyuruh kami menghajarnya hingga pingsan lalu kau menolongnya, ia masuk rumah sakit dan bertemu ibu kalian” terang seseorang diantara mereka.

“apa dia yang merencanakan semua ini?” Tanya Baekhyun. Mereka semua mengangguk.

“Badan kami pegal semua setelah dihajar olehmu. Ia bilang kau hanya akan memukul biasa saja, siapa kira kau ini atlit hapkido. Dan dia hanya mentraktir kami tttopoki” terang yang lainnya diantara mereka.

Mungkin jika ini di dlam komik gambar 4 siku di dahi Baekhyun sudah muncul.

“YA! KIM TAEHYUNG!!!”

“MIANNE HYUNG” Taehyung keluar dari kamar rawat Baekhyun dengan berlari.

END

Yey, selesai (Jingkrak-jingkrak bareng Baek sama mpi)

Maaf klo masih ada typo, terima kasih telah membaca, ditunggu like, dan Reviewnya.

Next project with Suho oppa.

Berjejer bareng anak exo + tae dan jimin “Kami mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankannya ^^”

See ya with next story . . ^^

Iklan

2 pemikiran pada “[EXOFFI FREELANCE] Mother (Chapter 2)

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s