[EXOFFI FREELANCE] Ending Scene (Chapter 3)

ENDING SCENE

Author :

Angeline

Main Cast :

Park Chanyeol x Wendy Son

Additional Cast :

Kim Saejong| Do Kyungsoo| (OC) Yoon Rae Na| Yook Sungjae a.k.a Park Sungjae|Amber Liu| Etc~

Rating : PG-17 |Length : Series Fic

Genre : Romance|AU|Angst|Sad

Disclaimer :

Ff ini murni karya tulis author. Jika ada kesamaan dalam cerita, tokoh atau apa pun, Itu semua bukan unsur plagiat melainkan ketidaksengajaan. Don’t copas without permission. Thankyou

Summary :

Bagaimana perasaanmu jika kekasihmu bukan hanya untukmu? Melainkan kau harus rela membaginya dengan seorang gadis lumpuh?. Dan peranmu yang tadinya sebagai korban harus terganti menjadi peran penjahat yang seakan-akan telah merebut kebahagiaan seseorang.

-Chapter 3-

Wendy turun dari mobil taxi setelah pulang dari café kyungsoo. Dan kini ia tengah berada di studio chanyeol seperti janjinya. Wendy berjalan melewati beberapa orang yang dari antara mereka ada yang sudah mengenalnya lantas mereka tersenyum pada wendy, dan gadis itu akan dengan senang hati membalas senyuman mereka

Kini kaki wendy berdiri didepan sebuah pintu yang diyakini adalah studio chanyeol, wendy menghembuskan nafasnya untuk membuka pintu itu, entah kenapa ia seperti gugup, lantas setelah ia menghela nafasnya, tangan wendy terulur lalu membuka gagang pintu, wendy mendorong sedikit pintu berwarna putih itu kemudian menoleh kedalam mencari keberadaan chanyeol. Wendy tersenyum merekah saat melihat kekasihnya sedang melakukan sesi pemotretan pada seorang model wanita, wendy hendak melangkahkan kakinya masuk, namun ia berhenti seketika saat melihat chanyeol menghampiri seorang gadis di kursi roda. Ya itu rae na, chanyeol nampak tersenyum manis pada gadis bermarga yoon itu sembari mengacak surai rae na dengan gemas

Seketika rasa sesak didada wendy kembali terasa, sangat menusuk dan begitu menyakitkan. Seperti seseorang yang sedang sakit asma jika dibilang. Pandangan wendy mulai kabur dan air matanya mulai meronta keluar dari persembunyiannya. Apa saat ini ia akan semakin jauh dari chanyeol? Ya Tuhan, ia sudah tidak sanggup menerima semua kesakitan ini. Wendy semakin lemas saat melihat rae na yang bersikap begitu manja pada chanyeol, dan sebuah kecupan yang rae na berikan untuk kekasihnya itu. Wendy seperti kejatuhan beban berat, kakinya lemas dan ia tidak mampu memijakkan kakinya lagi. Perlahan wendy hendak menutup pintu itu namun ia segera terkejut saat seseorang menahan tangannya, wendy menoleh kebelakang dan nampaklah sungjae disana. Wendy menggigit bibir bawahnya, ia tidak mau menangis didepan sungjae karena begitu memalukan untuknya. Sungjae sedikit melirik ke dalam studio dan ia paham mengapa wendy seperti ini, bagaimana mungkin wendy tidak menangis? Jika didalam sana gadis itu disuguhkan dengan kemesraan chanyeol dan rae na? Sungjae hanya bisa memberikan senyuman tulusnya untuk sosok gadis didepannya itu

“ayo pergi” ucap sungjae pada wendy sambil menggenggam tangan gadis itu

“mau kemana?” ucap wendy dengan suara paraunya. Bahkan air matanya sedikit demi sedikit sudah mengalir membanjiri pipinya. Sungjae mengusap pipi wendy dengan tangannya

“makan es krim? Atau apa pun itu yang membuatmu tidak menangis lagi” ucap sungjae mengusap rambut wendy dengan lembut. Kini wendy menunduk dan detik selanjutnya suara isakannya mulai terdengar ditelinga sungjae dengan bebas. Pria itu hanya bisa menghela nafasnya sembari menepuk pundak wendy.

“wendy-ah…”

“ak…aku hiks… aku tidak tahan melihat mereka sungjae. Sekeras apa pun aku mencoba untuk baik-baik saja, namun hatiku selalu sakit setiap waktu. Aku…tidak bisa lagi” ucap wendy sambil mengusap air matanya. Gadis itu benar-benar menangis dengan hati yang hancur, sungjae terdiam dan tangannya hendak memeluk gadis itu, namun seakan ada yang menahannya

“tidak bisa untuk apa?” suara berat seseorang yang begitu dikenali wendy membuatnya terkejut begitu juga dengan sungjae. Lantas mereka menoleh bersama-sama kebelakang dan menemukan chanyeol disana. Pria tinggi itu melihat wendy menangis, namun yang ia permasalahkan adalah ucapan gadis itu ‘aku..tidak bisa lagi’. Apa maksud wendy mengucapkan hal itu?

“hyung…maksud wendy…” kata sungjae mencoba beralasan

“maksudmu kau tidak bisa berada disisiku lagi begitu?” kini suara chanyeol sedikit meninggi membuat wendy hanya diam di tempatnya tanpa menjawab pertanyaan chanyeol

“hyung, aku mohon dengarkan aku dulu” mohon sungjae agar chanyeol mendengarkannya sebentar saja, namun sepertinya chanyeol tidak ingin mendengar siapa pun kecuali sebuah penjelasan dari wendy. Ayolah chanyeol tidak tuli, ia mendengar dengan jelas ucapan wendy pada sungjae tadi. Ia sangat jelas mendengarnya!

“JAWAB AKU WENDY!!” bentak chanyeol dan membuat semua orang menoleh kearah mereka juga rae na yang berada didalam studio chanyeol ikut melihat kesana

“yeol, aku…” lirih wendy

“ikut aku!” potong chanyeol kemudian menarik gadis itu menjauh dari sana. Entah mau kemana chanyeol membawanya wendy hanya pasrah dan mengikuti langkah panjang pria itu. kini chanyeol sedikit mendobrak paksa saat membuka pintu sebuah ruangan dimana itu menjadi ruang kerjanya. Chanyeol menutup paksa pintu itu dengan membantingnya cukup keras membuat wendy tersentak kaget.

Chanyeol membelakangi wendy sambil memijat keningnya, menormalkan deru nafasnya yang tidak teratur. Wendy masih menangis dengan menundukkan kepalanya lemah. Ia tidak tahu harus berbicara bagaimana dengan chanyeol, ia tidak tahu harus memulainya dari mana. Ia bahkan tidak berani mengucapkan sepatah kata pun untuk diucapkan, ia sangat rapuh saat ini

Chanyeol membalikkan tubuhnya menatap wendy dan mendekatkan tubuhnya didepan gadis itu, chanyeol menautkan tangannya diwajah wendy seraya mengangkat wajah bersedih kekasihnya itu. kini pandangan sedih wendy, beradu dengan sorot tajam milik chanyeol, pria itu menghela mafasnya

“wendy…”

“aku tidak bisa” ucap wendy menggeleng lemah membuat mata chanyeol melebar saat mendengar kalimat sederhana itu

“apa maksudmu?” ucap chanyeol sedikit tertegun mendengarnya. Yang jelas, ia tidak mau jika maksud perkataan wendy itu adalah sesuatu yang buruk nantinya

“aku tidak bisa melihatmu bersamanya lagi” ucap wendy menundukkan kepalanya. Ya, chanyeol tahu itu, namun ia juga tidak bisa berbuat banyak untuk wendy. Chanyeol hanya bisa memberikan kasih sayang yang terbagi menjadi dua untuk wendy dan rae na.

“sayang, aku tahu… aku tahu itu! tapi aku tidak bisa berbuat banyak, aku mohon cobalah mengerti ini, kau bilang kita akan melewati ini bersama seperti janji kita 4 tahun lalu kan?” ujar chanyeol memegang bahu wendy dengan sedikit meremasnya. Ia takut gadis itu pergi darinya

“aku takut yeol! aku takut tidak bisa lagi memiliki waktu denganmu” jawab wendy menatap chanyeol

“hal itu tidak akan terjadi wendy, percayalah padaku hm? Rae na memang memaksa ikut ke studio hari ini dan kau tahu aku tidak-“

“YA KARENA ITU!! KARENA KAU SELALU TIDAK BISA MENOLAKNYA!!” wendy menatap chanyeol dengan tangisannya membuat chanyeol terkejut dengan bentakan wendy yang cukup keras, juga linangan air matanya tidak bisa dibendung lagi, kini semua tumpah begitu saja tanpa wendy berniat untuk menghapusnya lagi, gadis itu semakin sakit setiap harinya dan semua itu karena drama yang sedang mereka mainkan

“KAU SELALU MENGIYAKAN SETIAP PERMINTAANNYA, BAGAIMANA BISA KAU MENJANJIKAN JIKA KAU AKAN SELALU ADA UNTUKKU?! BAGAIMANA BISA HUH??..hiks..hiks.. kau pria brengsek, bajingan, aku benar-benar membencimu park chanyeol!!” teriak wendy sambil memukul dada chanyeol dengan tangannya dan tidak berhenti menangis.

Sungguh ia tidak pernah melihat wendy semarah ini padanya, lantas chanyeol langsung menarik wendy dalam pelukannya meski dirasanya gadis itu meronta saat ia peluk. Chanyeol tidak peduli ia tetap memeluk wendy malah semakin erat, hingga wendy menyerah dan akhirnya menumpahkan air matanya dalam pelukan chanyeol. Bahkan wendy juga sekarang ikut memeluk chanyeol dan meremas erat kemeja yang chanyeol gunakan

“seperti hari ini, aku gagal memilikimu” parau wendy membuat chanyeol menegang. Gadis itu sangat sedih, chanyeol sebenarnya tidak ingin menyiksa wendy lebih lama, namun ia tidak bisa melepaskan wendy, tidak akan bisa. Ia sungguh membutuhkan gadis itu untuk menemaninya

“maafkan aku sekali lagi. Memang benar aku pria brengsek, bajingan dan pengecut. Kau juga berhak membenciku, bahkan memakiku sepuasnya. Asalkan jangan pernah berniat meninggalkanku, aku hanya mau kau wendy. Hanya dirimu” ucapan suara chanyeol yang begitu dalam membuat wendy menutup matanya dan semakin menangis. Rasanya ia tidak bisa berbuat apa-apa selain menerima kenyataan pahit ini. Chanyeol membutuhkannya dan ia membutuhkan chanyeol, tapi disatu sisi rae na ditengah-tengah mereka, membuat wendy terasa semakin jauh dengan prianya. Bahkan wendy sempat berfikir jika ia ingin memutar balik waktu dan berharap tidak pernah bertemu chanyeol didalam hidupnya. Ia ingin mereka menjadi orang asing yang tidak saling mengenal bahkan selamanya jika mengetahui memiliki hubungan dengan chanyeol akan sesulit ini. Ia tidak mengharapkan memiliki kisah cinta seperti ini, ia ingin memiliki adegan akhir yang bahagia

“berapa lama lagi? Berapa lama lagi aku harus bersabar?! Apa kau bisa meyakinkan aku tentang itu?! TIDAK!! Kau tidak bisa yeol! Kau tidak tahu kapan semua ini berakhir! Kau tidak tahu sampai kapan kau dan rae na bersama… bahkan bisa saja kau akan jatuh cinta dengannya, kau tahu? Setiap aku melihat kemesraanmu dengannya, rasanya kau melakukan itu tanpa kepura-puraan. Demi Tuhan park chanyeol! Aku lelah dengan adegan itu!!” jajar wendy dengan geraman yang tertahan juga air mata yang terus mengalir tanpa henti. Wendy sudah menarik tubuhnya menjauh dari chanyeol

Kini memori keduanya menjelajah jauh pada kejadian 4 tahun lalu, dimana mereka juga sedang beradu mulut seperti yang mereka lakukan saat ini. Wendy membentaknya dan memarahinya seperti ini, bahkan kemarahan gadis itu melebihi dulu. Tatapan wendy pun masih sama saat mereka bertengkar, yaitu penuh kekecewaan dan amarah, ya kejadian 4 tahun lalu kini kembali terulang, chanyeol mendesah berat dan mulai menatap wendy dengan serius

“AKU TERSIKSA WENDY!” chanyeol mengepalkan tangannya dan giliran pria itu membentak wendy

“AKU TERSIKSA SETIAP KALI BERLAKU MANIS DIDEPANNYA!” chanyeol kembali menarik nafasnya dalam-dalam sebelum kembali melanjutkan kalimat tegasnya yang masih menggantung.

“jangan pikir aku tidak merasa berdosa setiap kali berpura-pura menjadi kekasih yang baik didepannya. Kau tahu betapa sulitnya aku melakukan semua itu? bahkan aku selalu membayangkan jika rae na itu dirimu! Agar aku tidak sulit melakukannya” kini chanyeol mulai menunduk, dan jika kalian pikir chanyeol tidak pernah menangis dalam urusan percintaan, kalian salah! karena saat ini pria itu tengah rapuh dan akhirnya menitihkan air matanya juga

“aku mohon wendy, aku tidak ingin bertengkar denganmu seperti 4 tahun lalu, aku tidak mau berakhir dengan kita berdiam diri tanpa berbicara. Bagiku 4 tahun lalu cukup memberiku pelajaran, Aku…”

Chanyeol terkejut saat merasakan wendy mencium bibirnya, meski gadis itu hanya menempelkannya saja, namun bisa membuat nafas chanyeol terasa tidak normal. Ciuman ini indah, namun juga menyakitkan. Ciuman yang bercampur dengan rasa sakit keduanya, dan chanyeol berharap ciuman ini bukanlah yang terakhir

Wendy memeluk tubuh chanyeol setelah ia melepaskan tautan bibirnya, hal itu membuat hati chanyeol sedikit melega merasakan pelukan hangat dari gadisnya. Wendy membenamkan kepalanya pada dada bidang chanyeol. Kini pria tinggi itu membalas pelukan gadisnya, keduanya hanyut dengan perasaan sedih masing-masing

“maaf, aku yang salah. Aku tidak mau mengerti” ucap wendy kemudian melepaskan pelukannya dan menatap chanyeol dengan tersenyum. Wendy kini mengusap wajah tampan prianya itu

“aku mencintaimu mr. rilakkuma” bisik wendy tepat didepan bibir pria itu dan seketika chanyeol tersenyum mendengar gadis itu tengah kembali tenang. Chanyeol menautkan tangannya pada wajah wendy dan menempelkan kedua kening mereka bersama, hingga mereka bisa merasakan hembusan nafas keduanya yang saling terasa dipermukaan kulit masing-masing. Chanyeol menempelkan hidungnya pada wendy dan menggesekkan hidungnya pelan dan wendy hanya bisa tersenyum

“janji kau tidak akan pernah berkata seperti itu lagi?” kini suara chanyeol seperti seorang anak kecil yang begitu takut kehilangan sesuatu yang berharga. Dengan keraguan wendy mengangguk, sejujurnya ia tidak tahu apa ia bisa bertahan lebih lama dari ini atau tidak? Semoga saja ia bisa menepati janjinya ini. Disisi lain, ia masih sangat enggan untuk melepaskan pria didepannya itu, ia bingung dan kacau dengan hatinya

Chanyeol mendekatkan bibirnya pada bibir wendy dan detik selanjutnya mereka hanyut dalam sebuah ciuman hangat yang menyalurkan perasaan masing-masing, wendy mengalungkan tangannya pada leher chanyeol dan dengan lembut mengusap rambut chanyeol. Dan chanyeol mengeratkan pelukannya pada pinggang gadisnya, semakin hanyut dalam ciuman memabukkan yang dibuat oleh keduanya. Sehingga terdengar suara decapan ciuman di ruangan kerja chanyeol itu.

“chanyeol hyung!… Omo!” pekik seseorang terkejut saat membuka pintu kerja chanyeol tanpa mengetuk terlebih dahulu. Ia sungguh terkejut saat melihat kedua orang yang tengah berciuman sedikit bisa dibilang panas di ruang kerja chanyeol. Seseorang yang merupakan asisten chanyeol yang sering dipanggil woozi itu menutup mulutnya terkejut. Sedang wendy menyembunyikan wajahnya dengan memeluk erat tubuh chanyeol, gadis itu tengah merona dipersembunyiannya karena merasa sangat malu dipergoki sedang berciuman dengan chanyeol seperti ini, bahkan woozi bisa melihat bekas lipstick soft pink yang sedikit menempel dibibir bawah chanyeol, apa ia masuk disaat yang tidak tepat? Woozi sedikit canggung melihat tatapan mematikan chanyeol seperti terlihat ingin menggantungnya dipohon.

“aku bisa kembali lagi nanti, kalian bisa melanjutkannya. Jeoseonghaeyo” seru woozi menunduk dan menutup kembali pintu itu dengan pelan

Chanyeol mengusap rambut wendy dan mencium puncak kepala gadis itu yang sampai kapan pun tidak pernah bosan ia cium.

“sepertinya aku harus kembali bekerja” ucap chanyeol dan wendy melepakan pelukannya seraya manik matanya ikut menatap chanyeol, dan kini gadis itu menatap chanyeol dengan wajah yang imut membuat chanyeol sangat gemas dan hendak menciumnya lagi. Bahkan wendy tengah mempoutkan bibirnya dan membuatnya terlihat berlipat kali ganda lebih menggemaskan

“tidak boleh, aku mau kau bersamaku lebih lama” kata wendy sambil memohon membuat chanyeol terkekeh pelan. Bahkan setelah pertengkaran hebat mereka, saat ini mereka nampak biasa saja, dan wendy sudah bersikap manja lagi padanya

“aku berjanji akan memberikan seluruh waktuku untukmu nanti malam. Dan tidak akan ada rae na, aku janji” ucap chanyeol sambil mencium hidung wendy berkali-kali. Wendynya mendesah

“baiklah, kalau begitu bisa aku pergi bersama sungjae? Kau tidak bisa menemaniku membeli alat lukis, jadi aku ingin pergi bersamanya” pinta wendy dan chanyeol nampak berpikir sejenak

“yeolie?” ucap wendy sambil melambaikan tangannya didepan wajah chanyeol

“tentu” kata chanyeol lalu mengacak rambut halus wendy

“kalau begitu aku pergi sekarang ya?” ucap wendy kemudian memeluk chanyeol sekali lagi. Kemudian, tidak lupa chanyeol memberikan sebuah kecupan ringan di kening wendy.

Chanyeol pun segera menarik wendy keluar untuk kembali menghampiri sungjae yang mungkin sedang menemani rae na. Wendy kini nampak ceria dan tidak sedih seperti awal ia datang kestudio meski mata sembabnya masih tercetak jelas disana, mungkin yang ia butuhkan adalah menumpahkan perasaannya selama ini, dan ia sedikit lega meski ia tidak memungkiri jika hatinya masih sama yaitu menahan penderitaan

Wendy dan chanyeol melihat sungjae seorang diri sedang duduk diluar ruangan studio chanyeol, lantas mereka mengerutkan keningnya, mereka kira sungjae sedang menemani rae na. Sungjae yang melihat keduanya berjalan bergandengan dan terlihat sebagai pasangan kekasih lagi, membuat sungjae membuang nafasnya, karena baginya tidak ada yang bisa membuatnya tersenyum. Kisah cinta mereka membuat sungjae tidak ingin memihak siapa pun, bahkan mungkin disini ia berperan sebagai seorang penengah. Lantas apa nanti perannya akan berubah menjadi peran yang penting disini? Ataukah sebagai orang yang akan membuat keadaan baru dalam kisah cinta wendy dan chanyeol beserta rae na? siapa yang tahu? Bahkan jika kalian bisa menebaknya, cobalah menebak peran apa yang akan sungjae dapatkan setelah menjadi seorang penengah?

“sudah baikan?” ucap sungjae sambil mencubit pipi wendy dengan gemas dan chanyeol hanya tersenyum manis menanggapi kedekatan sugjae dengan adikknya itu. Wendy mengelus pipinya yang habis dicubit oleh sungjae

“kau tidak bersama rae na?” tanya wendy pada sungjae namun pria itu malah menggidikkan bahunya acuh. Apa ia masih marah pada rae na setelah kejadian makan malam itu?

“pergilah” Ucap chanyeol kemudian menatap wendy

“apa ini? Kau mengusirku hm?” ucap wendy kesal kemudian menarik hidung chanyeol sampai merah

“astaga, apa kekasihku ini sudah kembali menjadi gadis yang manja eoh?” seru chanyeol sambil terkekeh

“heol! kalian membuatku ingin muntah saja!” ucap sungjae mengacak rambutnya kesal

“sungjae-ah, kau tadi ingin mengajakku berkencan kan? Apa masih berlaku? Jika ia, sekalian antar aku beli alat lukis ya? Kau mau kan?” ucap wendy sambil menggenggam tangan sungjae dengan erat berharap pria itu mau memenuhi permintaan wendy

“aish, itu kan tadi saat kau menangis! Sekarang kau baik-baik saja, lalu kau kira aku pembantumu?” pekik sungjae membuat wendy menatapnya kesal dan chanyeol hanya menggeleng kecil melihat pertengkaran menggemaskan mereka

“kau tidak mau? Baiklah aku akan pergi bersam saejong-“

“aku tunggu di mobil!” potong sungjae cepat sambil berjalan duluan di depan wendy. Gadis itu tersenyum kemudian mengikuti sungjae

Chanyeol menyimpan seluruh peralatan pemotretannya seperti kamera, dan barang-barang lainnya. Dan disana ada rae na yang menunggunya dengan senyuman khasnya. Gadis itu tidak menunjukkan ekspresi kecut saat tadi chanyeol menarik wendy pergi untuk berbicara berdua dengannya, ia cukup puas bisa bersama dengan chanyeol hari ini, sejujurnya rae na bukanlah gadis yang jahat, namun ia hanya menuntut sebuah kebahagiaan

Chanyeol menghela nafasnya lalu berbalik menatap rae na yang sibuk menatapi kegiatan chanyeol dengan sabarnya. Sekarang chanyoel mendekat dengan tas kemeranya yang sudah ia gendong dipundak kiri

“kita pulang?” ucap chanyeol tersenyum sambil mengacak surai halus rae na

“ne” jawab gadis itu tersenyum. Tidak menunggu lama, chanyeol langsung mendorong kursi roda itu keluar dari ruangan pemotretan itu untuk menuju kearea parkiran mobil.

Chanyeol membantu rae na memasuki mobil lebih dulu, barulah ia memasukkan kursi roda rae na dibagasi mobil. Lantas pria itu langsung masuk kedalam bangku pengemudi setelah selesai melakukan tugasnya. Chanyeol menyalakan mesin mobil dan langsung terdengar suara mesin menyala. Chanyeol melirik rae na dan melihat gadis itu lupa memasang seat beltnya lagi, langsung saja chanyeol mendekat dan memasang seat beltnya itu,

Chu-

Chanyeol sedikit terkejut dan langsung menatap rae na saat gadis itu berhasil mencuri ciuman kilat dari pipinya. Namun chanyeol hanya bisa tersenyum dengan perasaaan hampa, dan tidak mau berkomentar lama chanyeol melajukan mobilnya dengan kecepatan rata-rata.

Didalam mobil, rae na tidak memindahkan genggamannya dari tangan chanyeol, hingga mereka terus bertautan disepanjang jalan. Chanyeol tidak menolak itu, Karena ia tidak bisa! Apa pun yang rae na lakukan akan selalu ia turuti jika ia bisa, mungkin kalian akan kesal dengan sifat pria itu yang seperti seorang robot bagi rae na, atau seorang pria lemah yang tidak bisa melakukan apa-apa, tapi itu semua karena chanyeol ingin menepati sesuatu yang ia janjikan 4 tahun lalu, meski janji itu membuatnya menyesal dan membuat kehidupannya berantakan

“yeol?” panggil rae na, lantas membuat chanyeol melihat gadis itu sebentar dan kembali fokus dijalan

“sampai berapa lama kita akan bersama?” tanya rae na membuat chanyeol terdiam. Ia tidak tahu mau menjawab apa. Dan lagi, mengapa rae na menanyakan hal ini padanya?

“aku tidak bisa menjawabnya rae na” ucap chanyeol tanpa menatap wajah gadis itu

“dokter bilang, aku sudah mengalami banyak perubahan. Dan itu artinya aku akan segera sembuh” suara rae na membuat chanyeol tersenyum dan mengacak surai rambut gadis itu

“aku senang mendengarnya” ucap chanyeol dengan tulus namun rae na malah tersenyum masam mendengarnya

“tentu saja kau senang, karena kau akan meninggalkanku setelah aku sembuh!” ujar rae na tersenyum kecut sambil menundukkan kepalanya. Chanyeol sontak menepikan mobilnya dan menatap rae na

“kau akan meninggalkanku kan yeol? Kau akan meninggalkanku dan kembali pada wendy, kemudian kalian akan mengusirku! Aku tahu itu” suara rae na meninggi dan chanyeol hanya menutup mata sambil memijat keningnya yang terasa pusing. Jujur ia memang sangat penat hari ini, Ia sudah mengalami adu mulut sepanjang hari ini. Tidak bisakah ia bernafas dengan tenang saat ini? Mengapa rae na kembali membuatnya pusing seperti ini?

“omong kosong apa ini?! Aku tidak pernah berfikir begitu!” kata chanyeol sedikit tegas dan rae na membalasnya dengan tawa sinisnya

“tentu saja kau akan melakukannya! Kau akan meninggalkanku jika aku sembuh! Tidak usah bohong!” rae na histeris sambil menatap chanyeol dan kini ia memukul-mukul dada chanyeol. Gadis itu benar-benar sedih dan ia sangat takut chanyeol meninggalkannya jika memang ia sembuh, bahkan air matanya tengah mengalir

“aku tidak akan meninggalkanmu rae na! mengapa kau selalu bilang begitu? Astaga, jangan buat aku frustasi, aku mohon padamu” ucap chanyeol tanpa berfikir sambil menahan tangan rae na yang memukulnya. Sejujurnya ia hanya ingin menghentikan perdebatan mereka

“kau berjanji?” kini chanyeol diam, apa yang kau katakan tadi chanyeol? Mengapa kau bilang seperti itu pada rae na? bukankah itu adalah misimu selama ini? Memperbaiki kesalahan yang sudah kau buat, dan membuat rae na sembuh, lalu melepaskannya, dan mengembalikkan keadaan seperti semula?

“y…ya” chanyeol terbata dan rae na langsung melepaskan tangan chanyeol dengan kasar

“kau lihat? Kau sendiri ragu dengan ucapanmu! Kau berniat meninggalkanku jika aku sembuh!!” papar rae na dan chanyeol terdiam. Ia tidak mengelak dengan pernyataan rae na, namun sebenarnya bukan maksudnya akan meninggalkan rae na seperti seseorang mencampakkan kekasihnya. Bukan! Bukan seperti itu, hanya saja ia mau kembali kepada keidupannya yang semula, dimana hanya ada seorang gadis dihatinya yang sampai kapan pun akan selalu menjadi yang pertama, dimana ia tidak perlu lagi membagi perhatian kepada dua orang gadis sekaligus, atau bersikap manis kepada rae na saat ia sendiri melakukan itu hanya dalam kepalsuan. Ia lelah melakukan itu semua, ia lelah menjadi pria brengsek, ia lelah menjadi pria bodoh yang tidak bisa melakukan apa-apa

“aku mohon jangan membahas ini” ucap chanyeol memohon pada rae na, membuat gadis itu semakin mengeluarkan cairan beningnya yang entah berapa lama lagi akan terus keluar

“aku tidak ingin kehilanganmu, aku mencintaimu chanyeol! Apa aku tidak bisa pantas untuk bahagia?” ucapan rae na sontak membuat chanyeol menolehkan kepalanya pada gadis yang tengah menekuk wajahnya sembari terisak didalam tangisannya. Chanyeol merengkuh tubuh gadis itu dan membawanya kedalam pelukannya. Chanyeol membuang nafasnya, apa yang harus ia lakukan saat ini? Apa yang harus ia katakan pada rae na? ia tidak mau berbohong lagi, ia lelah berbohong selama 4 tahun, ia hanya mau bebas, tapi keadaan ini tidak memungkinkannya untuk bebas seperti yang ia harapkan.

Disatu sisi ia kasihan pada rae na jika chanyeol meninggalkannya. kau memang laki-alaki brengsek chanyeol! Kau membuat gadis it uterus tersakiti, tidak bisakah kau bersikap sebagaimana seorang pria yang tegas? Chanyeol mengeluh dalam hatinya

“kau tidak akan kehilanganku, jadi kumohon, hentikan pembicaraan ini hm?” papar chanyeol sambil mengusap surai rae na dengan lembut

“apa kau bisa buktikan kata-katamu?” tanya rae na melepaskan pelukan chanyeol dan menatap pria itu. kini chanyeol berfikir keras, bukti apa lagi yang rae na inginkan? Tidakkah cukup dengan kata-katanya? Ya Tuhan, kau bisa gila park chanyeol

“apa yang harus aku buktikan, apa perasaanku tidak cukup untuk meyakinkanmu?” tanya chanyeol menatap lurus pada sorot sedih milik rae na. Gadis itu menggeleng

“aku ingin kita menikah” ujar rae na membuat chanyeol menegang seketika

-TBC-

Sekedar note aja, sepertinya ff ini mungkin bakalan sad ending haha. Kecuali mungkin aku dapat pencerahan dari para member exo #apaansih? Tapi kan baru mungkin, bisa jadi enggak kan ya? Hehe dan juga chapter dari ff ini mungkin gak akan banyak. Mm mungkin, ah nanti liat aja deh aku gak mau kasih patokan, nanti kebablasan lagi haha. Baiklah, tetap ngikutin ff ending scene sampai tamat ya,dan jangan bosan-bosan untuk berkomentar, komenan kalian akan selalu aku baca kok meski mungkin aku gak sempet balasin lagi

Bye bye (kiss jauh dari bininya chanyeol)

Iklan

14 pemikiran pada “[EXOFFI FREELANCE] Ending Scene (Chapter 3)

  1. Plis raena.
    Gak usah maksa, seberapa besar cinta kamu sama chanyeol. Kalo chanyeol CINTANYA sama wendy, lu cuman bisa SAKIT HATI. Dan itu sakitnya berkali kali kan? Sama Chanyeol wendy juga sakit hati. Kamu gak usah makin ngerusak diri sendiri.
    Kasian wendy sama chanyeol juga.
    Asli, kalo ini nyata pengen bat gua bentak😭

  2. Plis raena.
    Gak usah maksa, seberapa besar cinta kamu sama chanyeol. Kalo chanyeol HANYA cinta sama wendy, lu cuman bisa SAKIT HATI. Gak usah makin ngerusak diri sendiri.
    Kasian wendy sama chanyeol juga.
    Asli, kalo ini nyata pengen bat gua bentak😭

  3. sumpah makin enekk sana raena minta nikah segala, emang itu kenapa si ko chanyeol jadi bertanggung jawab sama raena. ehh pliss jangan sad ending thor ga rela akutuh

  4. sumpah makin enekk sana raena minta nikah segala, emang itu kenapa si ko chanyeol jadi bertanggung jawab sama raena. ehh pliss jangan sad ending thor bisa nangis bombai nanti

  5. Kalo ane udah ane bejek terus ane jadiin perkedel itu sih re na…
    Sumpah kezzzeeeell banget gua sama tuh cewek…
    Dan please kak,jangan bikin chanwen itu pisah,terserah mau sad ending kek happy ending kek asal chanwen gak pisah karna aku gak akan pernah ikhlaz sampai kapanpun aku terlalu menyukai couple ini..
    So biarpun akhirnya kayak gimanapun asal chanwen gak pisah,aku sih ikhlas2 aja sih rena ngilang kalo bisa metong sekalian saking gedeknya…
    See you kak…
    Ma’af baru koment di chapter ini soalnya baru baca ff nya

  6. Elaahh si rena sumpah ane greget banget sm tu orng, pngn gue tenggelemin di lautan perasaan. Apasih egois bgt dia, menikah? omo, ga kebayang ntar gimana si wendynya. Jangan sad ending please, gak rela 😥 😥

  7. Huh? Apa? Menikah? Big no!! Aku gak rela liat Wendy sedih. Hiks 😭😭 Chanyeol konsisten dong!! Raena egois banget. Pengen ceburin dia ke sungai Han

  8. Raena adalah seorang cewek paling ga tau diuntung selama gue bc ff.. Well dia lebih menyebalkan dari semua peran FF cewek menyebalkan termasuk FF yg sy buat tentu aja hahaha
    Btw.. Ku kira authornya keceplosan ngasih tau spoiler gtu ternyata nggak.. 😥
    Oke. Udh gtu aja komennya 🙂
    Keep write

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s