[EXOFFI FREELANCE] The Perfect Wife (Chapter 16)

{EXOFFI FREELANCE} (THE PERFECT WIFE) – ( Chapter 16th )

THE PERFET WIFE

Author : Kim hyo ah

Length : Chapter

Rating : PG-15

Main Cast : Chanyeol, Eun ji, Sehun, Bam Bam, Junior

Additioanal Cast : Joy, Yeri, Min ho, Naeun, Krystal

Genre : marriage life, comedy, friendship, and sad

Disclaimer : ff ini adalah murni buatanku sendiri, aku tidak pernah berfikir untuk memplagiati karya orang lain, sebab aku punya prisip untuk menghargai karyaku sendiri. Dan jika terdapat kesamaan tokoh atapun lainnya itu hanyalah ketidak sengajaan saat pembuatan ff ini.

SUMMARY :

Kim Eun Ji adalah gadis berusia 22 tahun yang menghabiskan waktunya untuk selalu bekerja dan belajar. Namun ia tak menyangka akan menjadi seorang  ibu bagi empat pria.

Chapter 16th

_*_

Ketika pulang sekolah, Yeri berinisiatif untuk pergi menuju rumah Sehun. Beruntung pria itu telah memberitaukan alamat rumahnya kepada Yeri. Sehingga lebih muda bagi gadis belia tersebut untuk menemukan letak rumah Sehun. Sesampainya disana, ia melihat sebuah rumah yang sangat besar dan mewah dihadapannya. Sesekali Yeri mencoba untuk mencocokan alamat rumah itu dengan alamat yang tertera diponselnya. Ternyata memang benar jika rumah megah tersebut adalah rumah dimana Sehun tinggal didadalamnya.

Namun ketika ingin memencet bel rumah itu, tiba – tiba sebuah mobil berhenti dihadapannya. Yeri langsung menoleh kearah mobil itu, tidak disangka ternyata Junior yang telah mengehentikan mobilnya. Pria itu segera keluar dari mobilnya, dan langsung menarik tangan gadis itu untuk mengajaknya pergi.

“Yeri –ah, ayo kita pergi” ajak Junior yang langsung memegang tangah gadis itu

“Aku tidak mau pergi bersamamu, lagipula aku ada urusan” tolak Yeri sambil melepaskan tangannya dari genggaman pria itu.

“Pokoknya kau harus ikut dengaku, kalau tidak pemilik rumah ini akan keluar, dan nanti kau akan diusir dari sini”  ucap Junior

“Aku tidak peduli, lagipula sedang apa kau disini, atau jangan – jangan kau dari tadi membuntutiku” tebak Yeri

“Itu memang benar, makanya kita harus segera pergi, aku dengar pemilik rumah ini sangat tidak suka jika ada yang mengganggunya” ucap Junior

“Baiklah, ayo kita pergi” Yeri langsung masuk kedalam mobil pria itu

Junior hanya tersenyum kecil ketika melihat gadis itu masuk kedalam mobilnya, tanpa pikir panjang ia juga ikut masuk kedalam mobilnya. Ditengah perjalanan tiba – tiba saja hujan turun. Karena hujannya terlalu deras, Junior memilih untuk menghentikan mobilnya, dan menunggu hingga hujannya cukup redah. Disaat itu juga suasana hening menyelimuti mobil tersebut, bahkan Yeri terus saja melihat kearah luar jendela.

Karena merasa bosan Junior langsung menyalakan musik diponselnya, namun hal itu malah menuai keluhan dari Yeri.

“Jangan menyalakan musik ketika sedang hujan, karena hal itu bisa membuat hujan semakin deras” protes Yeri

“Baguslah, jadi aku bisa lebih lama bersamamu” ucap Junior sambil tersenyum kepada Yeri

“Kau ini memang keras kepala, cepat berikan ponselmu itu padaku” balas Yeri

“Aku tidak mau, kalau bisa kau ambil saja sendiri dari tanganku” Junior langsung menyembunyikan kedua tanganya dibelakang tubuhnya, sehingga Yeri harus berusaha mengambil ponsel itu. Tidak disangka saat Yeri berusaha mengambil benda tersebut, tiba – tiba saja Junior menarik tangaannya, sehingga membuat jarak diantara mereka semakin dekat.

Junior terus memandangi wajah gadis itu, bahkan sesekali ia tersenyum kepada Yeri. Anehnya gadis itu tidak bisa berbuat apa – apa, bahkan untuk berbicara saja ia tidak mampu. Seakan – akan ia menjadi bungkam ketika berhadapan langsung dengan pria itu. Namun tiba – tiba saja Junior mendekatkan wajahnya kearah Yeri. Perlahan Yeri juga menjauhkan wajahnya dari Junior, tetapi semakin lama wajah pria itu terus mendekat kearahnya. Karena merasa takut Yeri langsung menutup kedua matanya.

Gadis itu mengira jika Junior akan melakukan suatu hal aneh padanya, karena merasa khawatir dengan masa depannya kelak, Yeri segera membuka matanya. Namun saat hal itu terjadi ternyata bibir pria itu sudah ada didepan bibirnya. Mereka hanya berjarak satu cm saja, dan jika Junior semakin mendekat kearahnya, bisa saja mereka berdua berciuman.

Hal yang aneh terjadi pada Yeri, tiba – tiba saja gadis itu tidak bisa mengontrol dirinya. sehingga ketika jarak diatara mereka mulai tidak terlihat lagi, Yeri sama sekali tidak melakukan tindakan apa – apa. Dan tidak disangaka kejadian itu terjadi, disaat mereka hampir saja berciuman, tiba – tiba terdengar suara petir yang menyambar – menyambar, sehingga membuat keduanya menjadi terkejut. Bahkan karena takut Yeri malah memeluk pria itu.

“Oppa, aku sangat takut” ucap Yeri sambil memeluk Junior

“Sudahlah tidak apa – apa, itu hanyalah suara petir” balas Junior yang tengah mencoba menenangkan gadis itu.

“Aku ingin segera pulang oppa”

“Baiklah, tapi kau harus melepaskanku” lalu segerlah Yeri melepaskan pelukannya pada pria itu.

Wajah Junior berubah menjadi merah, ia merasa sangat senang karena Yeri telah memeluknya.

“Omo, wajah mu kenapa merah ?” tanya Yeri sambil memandang wajah Junior

“Tidak apa – apa kok, aku baik – baik saja. Mungkin karena suhunya terlalu dingin” jawab Junior yang nampak canggung.

“Yaudah kalo gitu antar aku pulang”

“Ndeee”

Sesampainya diApartemen, Yeri langsung memberikan sebuah handuk putih pada pria itu. Dengan senang hati Junior menerimanya. Namun disisi lain Yeri masih merasa malu dengan kejadian yang terjadi didalam mobil tadi, ia benar – benar tidak bisa melupakan kejadian itu. Tetapi berbeda dengan Junior, perasaa pria tersebut kini sedang sangat gembira, apalagi ia barus saja melewati moment yang sangat menebarkan.

Pria itu terus saja berfikir, jika seandainya suara petir tidak mengganggunya, pasti ia dan Yeri sudah berciuman.  Namun dibalik itu semua Junior tetap bersyukur karena ia masih bisa merasakan hangatnya pelukan dari Yeri. Bahkan ia berjanji pada dirinya sendiri, jika kejadian yang terjadi pada hari ini tidak akan pernah ia lupakan seumur hidupnya, dan pria itu juga tidak akan mencuci pakainnya. Melainkan menjadikannya sebuah benda yang bersejarah baginya.

Disaat Junior tengah sangat senang, Yeri malah nampak tengah serius membaca buku novel nya. Karena penasaran Junior langsung menghampiri Yeri.

“Kau sedang membaca buku apa?” tanya Junior

“Aku sedang membaca novel” sahut Yeri sambil membaca buku

“Aku kira kau suka komik, karena eonniemu sangat suka sekali membaca komik” balas Junior yang terus saja memperhatikan gadi itu.

“Aku tidak begitu suka membaca komik” ucap Yeri singkat

“Lalu, apakah maksud dari kejadian yang tadi ?” tanya Junior kembali

“Kejadian apa, sudahlah kau jangan menggangguku” protes Yeri yang langsung menatap sinis kearah Junior.

“Kitakan tadi hampir saja berciuman, memangnya kau tidak ingat ?”

“Tidak, dan aku juga tidak ingin membahasnya lagi” gadis itu langsung pergi menuju kamarnya, dan meninggalka Junior sendirian diruang tengah.

 

 

_*_

Seperti biasa sebelum berangkat kuliah Eun ji terlebih dahulu menyiapkan sarapan pagi untuk suami dan ketiga adik iparnya. Namun perasaan aneh muncul lagi dibenak gadis itu, ia merasa sangat tidak nyaman dengan kehidupannya yang sekarang. Apalagi kejadian yang telah menimpanya kemarin, membuat Eun ji merasa seperti seorang pembantu.

Ditambah dengan tidak jadinya ia membeli pakaian baru. Namun Eun ji bisa mengerti, jika semua ini adalah tahap awal dari keberhasilannya. Meskipun harus mengorbankan dirinya sendiri, ia tetap akan membantu Chanyeol untuk bisa mendapat kepercayaan dari ketiga adik iparnya. Setelah menyiapkan makanan, Eun ji segera pergi menuju Kampus.

Namun sebelum ia pergi kesana, gadis itu menyempatkan diri untuk menemui adiknya diApartemen. Eun ji langsung masuk kedalam tempat itu, namun saat melewati ruang tengah, ia terkejut ketika melihat Junior tengah tertidur disofa. Eun ji segera berjalan perlahan mendekat kearah pria itu, namun sebelum ia sampai tiba – tiba saja Junior terbangun.

Pria itu juga ikut terkejut ketika melihat noonanya, bahkan ia tidak bisa mengedipkan kedua matanya.

“No … ona, ka … u sed … ang a … pa disini ?” tanya Junior gugup

“Seharusnya aku yang bertanya padamu, sudahlah keu cepat pulang kerumah” sahut Eun ji

“Tapi aku ingin menunggu Yeri –ya bangun dulu” ucap Junior

“Sudahlah kau pulang saja, nanti hyungmu bisa marah, lho” balas Eun ji yang langsung menarik tangan Junior menuju pintu Apartemen.

“Baiklah aku akan pulang” lalu segerlah pria itu pergi ketika sudah dibukakan pintu oleh Eun ji.

Namun disisi lain Eun ji merasa sangat khawatir, gadis itu takut jika Junior mengatakan suatu hal yang menyangkut dirinya. Apalagi tentang pernikahannya dengan Chanyeol. Tetapi Eun ji mencoba berfikir jernih, dan terus berharap jika semua itu tidak akan pernah terjadi.

 

_

 

Karena suhu udara sangat panas sekali ketika siang hari, Eun ji memutuskan untuk pergi keCafe suaminya, sembari menyegarkan diri. Ketika tiba disana gadis itu langsung duduk disalah salah satu bangku yang kosong disana, namun anehnya ia tidak melihat keberadaan suaminya ditempat itu. Karena penasaran Eun ji segera bertanya dengan para pelayang yang bertugas diCafe suaminya, tetapi mereka juga tidak tau dimana keberadaa Chanyeol.

Tanpa pikir panjang Eun ji langsung menghubungi suaminya, beruntung Chanyeol saat itu mengangkat telpon dari istrinya.

“Oppa, kau dimana sekarang ?” tanya Eun ji yang terlihat khawatir

“Aku sedang diperjalanan menuju Cafe, memangnya ada apa ?” sahut Chanyeol sambil menyetir mobil.

“Tidak apa – apa, kebetulan aku sedang berada diCafemu, jadi cepatlah kesini oppa” seru Eun ji

“Baiklah, kau tunggu aku disana” pria itu langsung mematikan ponselnya. Lalu menaikan laju kecepatan mobilnya agar cepat sampai DiCafe.

Tidak lama kemudian akhirnya Chanyeol datang, namun anehnya pria itu membawa banyak sekali paper bag ditangannya. Eun ji mengira jika suaminya baru saja pergi jalan – jalan bersama ketiga adiknya, namun perkiraannya salah. Ketika Chanyeol menghampiri istrinya, ia langsung memberika semua belanjaan itu kepada Eun ji.

Wajah gadis itu terlihat sedikit kebingungan, apalagi Chanyeol memberikannya secara tiba – tiba. Karena tidak ada pilihan lagi, Eun ji dengan senang hati menerima pemberian suaminya. Tidak disangka saat ia membuka isi dari setiap paper bag itu, terlihat beberapa pakaian yang bagus didalamnya. Seketika Eun ji tidak percaya dengan apa yang ia lihat, tadinya gadis itu berfikir jika isi dari paper bagnya adalah barang – barang milik adik iparnya. Namun kini keberuntung berpihak padanya.

“Gomawo oppa, aku sangat senang kau membelikanku banya sekali pakaian” ucap Eun ji sambil tersenyum kepada suaminya.

“Iya sama – sama, seharusnya aku memberikan semua barang – barang ini padamu sejak kemarin kita pulang dari Mall. Tapi karena kau ketiduran, aku tidak jadi memberikannya” balas Chanyeol

“Kaukan bisa membangunkanku” ujar Eun ji

“Aku tidak mungkin melakukan hal itu, soalnya tidurmu sangat pulas sekali” balas Chanyeol sambil tersenyum kecil.

“Tapi oppa, kau tidak malukan jika mempunyai istri sepertiku ?” tanya Eun ji tiba – tiba

“Untuk apa aku malu, malahan aku sangat beruntung bisa mempunyai istri sepertimu. Thank you for everything” sahut Pria itu yang langsung memegang tangan Eun ji.

“Nde oppa, aku juga sangat beruntung mempunyai suami sepertimu” balas Eun ji yang juga memegang tanga suaminya.

Mereka terus saja saling bertatapan satu sama lain, bahkan Chanyeol tidak segan untuk memcium tangan Eun ji.

_

 

Dimalam harinya Eun ji terlihat sangat sibuk mengerjakan sesuatu didapur, entah apa yang tengah gadis itu perbuat. Tapi sepertinya ia sangat kerepotan, bahkan gadis itu tidak sengaja beberapa kali memecahkan gelas dan piring. Saat tengah membersihkan serpihan kaca yang berceceran dilantai, tiba – tiba saja jari Eun ji tertusuk serpihan kaca itu. Namun anehnya ia terlihat tidak memperdulikan luka kecil itu, padahal sedikit – demi sedikit darahnya mulai menetes kelantai.

Bukan hanya sekali Eun ji tertusuk serpihan kaca, tapi berkali – kali benda tajam itu melukai jari gadis tersebut. Karene benar – benar merasa sakit, Eun ji segera mengambil plester untuk menutupi lukanya. Melihat tiga jarinya terluka, gadis itu hanya bisa menghela nafasnya. Tidak ada yang bisa ia perbuat, selain menahan rasa sakit dijari – jarinya.

Setelah makan malam siap, Eun ji memilih untuk beristirahat sejenak dikursi meja makan. Sambil memainkan ponselnya, sesekali Eun ji memperhatikan luka yang ada dijarinya. Namun entah kenapa akibat luka tersebut, sulit bagi gadis itu untuk bermain ponselnya. Tidak lama kemudian datanglah ketiga adik iparnya, namun sayangnya Chanyeol tidak pulang bersama mereka, karena ada beberapa urusan yang harus diselesaikan oleh pria itu. Sehingga mengaharuskannya untuk pulang terlambat.

Ketika selesai makan malam, Eun ji memilih menunggu suaminya hingga pulang. Sambil membaca komik, Eun ji sesekali menoleh kearah jam. Tidak disangka sudah lewat tengah malam, namun pria itu tidak kunjung pulang. Karena merasa mengantuk, Eun ji langsung memejamkan kedua matanya. Beberapa jam kemudian, pintu rumahnya terbuka. Dengan segera Chanyeol masuk kedalam rumahnya, namun saat melewati ruang tengah. Pria itu melihat Eun ji yang tengah tertidur, ia melangkah perlahan mendekat kearah istrinya.

“Seharusnya kau jangan menungguku” ucap pria itu

Lalu segeralah Chanyeol menggendong istrinya menuju kamarnya. Ketika membaringkan Eun ji ditempat tidur, tidak sengaja pria itu melihat luka yang ada dijari istrinya. Walaupun sudah terlindungi oleh plester, tetap saja darahnya masih sedikit terlihat. Tanpa pikir panjang Chanyeol langsung mengambil kotak obat, dan segera membersihkan luka itu dengan cairan alkohol.

Chanyeol tidak tau apa yang sebenarnya terjadi pada Eun ji, namun ia mulai berfirasat jika ada suatu hal yang disembunyikan oleh istrinya. Setelah mengobati luka Eun ji, pria itu langsung mengganti pakaiannya. Sepanjang malam Chanyeol menjaga istrinya, karena ia khawatir jika Eun ji akan bermimpi buruk lagi.

 

 

_*_

 

Saat tengah berjalan menuju Halte bus, tidak sengaja Yeri menabrak seorang wanita. Apalagi saat itu ia tengah memegang minuman ditangannya, sehingga saat bertabarkan minuman itu tertumpah mengenai pakaian wanita tersebut. Yeri langsung meminta maaf kepada sang wanita.

“Aku minta maaf nyonya” ucap Yeri sambil membungkukkan badanya. Wanita itu hanya mentapa Yeri sekilas sambil membersihkan pakaiannya. Ia terlihat sedikit kesal dengan tindakan Yeri, namun tidak disangka wanita itu malah memaafkan kesalahan yang diperbuat Yeri.

“Tidak apa, tapi lain kali kau harus berhati – hati ketika berjalan” balas wanita itu

“Iya, tapi jika kau tidak keberatan mau tidak kerumahku saja, nanti kau bisa mengganti pakaianmu” tawar Yeri

“Tidak perlu, lagipula aku sudah dekat dengan apartemenku” wanita itu langsung pergi meninggalkan Yeri.

Sepanjang perjalan gadis itu terus memikirka tentang peristiwa tadi, bahkan sesekali Yeri memukul kepalanya sendiri.

“Aku benar – benar bodoh, seharusnya aku memperhatikan langkahku ketika berjalan” guman Yeri sediri.

Tidak disangka saat ia menoleh kearah bangku disamping, Yeri melihat Sehun tengah tertidur sambil memakain headset ditelinganya. Dan disaat itulah ketampanan pria itu mulai terpancarkan, bahkan Yeri tidak henti – hentinya memandang wajah pria itu. Namun sayangnya ketika hendak ingin pindah tempat duduk disamping Sehun, tiba – tiba saja seorang wanita setengah baya mendahuluinya.

Sehingga Yeri tidak bisa duduk disamping pria itu, padahal hanya beberapa langkah lagi untuk menuju Sehun. Tidak disangka tiba – tiba saja pria itu terbangun dari tidurnya. Melihat seorang pria tampan disampingya, wanita setengah baya itu terus memandangi Sehun. Bahka ketika pria itu melirik kearahnya, wanita tersebut tidak segan untuk tersenyum kepadanya.

“Kau sangat tampan sekali, berapa umurmu ?” tanya wanita tersebut

“Umurku 24 tahun” sahut Sehun singkat

“Aku tidak menyangka akan bertemu dengan pria setampan dirimu, kau itu sangat mirip sekali dengan mantan suamiku” balas wanita itu sambil tersenyum kepada Sehun.

“Benarkah ?, aku sedikit terkejut mendengarnya” ujar Sehun yang mencoba mengalihkan pandanganya dari wanita itu.

“Apakah kau sudah punya pacar ?” tiba – tiba wanita tersebut menyentuh tangan Sehun.

“Belum nyonya” Sehun langsung menarik tanganya kembali dari sentuhan wanita tersebut.

“Baguslah, berarti ada kesempatan untukku”. Ketika mendengar ucapan wanita itu, Sehun sedikit merasa tidak nyaman. Namun ketika ia menoleh kearah kursi disamping, pria itu melihat Yeri yang tengah melamun. Tanpa pikir panjang pria itu langsung menunjuk Yeri.

“Nyonya, aku sebenarnya sudah punya pacar, gadis itu adalah pacarku” ucap Sehun sambil menunjuk Yeri. Seketika gadis itu langsung menoleh karahnya.

“Kau menunjukku ?” tanya Yeri

“Kenalkan nyonya, dia adalah pacarku namanya Kim yeri” sahut Chanyeol yang langsung bengun dari tempat duduknya, dan segera menghampiri gadis itu.

“Tidak mungkin, barusan kau bilang jika kau tidak punya pacar” sembur wanita itu

“Aku tadi hanya bercanda, sebenarnya aku sudah pacar” sembur Sehun balik

Yeri sedikit terkejut melihat hal itu, ia tidak percaya jika Sehun akan berkata seperti itu. Tidak lama kemudian akhirnya bus berhenti, lalu turunlah Yeri bersama dengan Sehun. Namun setelah Bus itu pergi, Sehun malah pergi meninggalkan gadis itu. Lalu segeralah Yeri mengikuti pria itu, tetapi tiba – tiba saja Sehun memarahinya.

“Kau mau kemana ?” tanya pria itu yang langsung menoleh kearah Yeri yang tepat berada dibelakangnya.

“Akukan pacarmu, jadi aku harus terus ikut denganmu” sahut Yeri sambil tersenyum

“Kau jangan salah paham, tadi itu aku hanya bercanda saja, supaya wanita tadi tidak menggodaku terus” balas Sehun

“Tapi aku tidak menganggap itu adalah sebuah candaan, pokoknya sekarang ini kita adalah sepasang kekasih” ujar Yeri

“Kau saja aku tidak mau, lagipula aku tidak menyukaimu” pria itu langsung pergi meninggalkan Yeri, namun ketika ia baru saja ingin melangkah pergi. Tiba – tiba Yeri mengatakan sebuah hal yang sangat mengejutkan.

“Tapi aku menyukaimu, dan sampai kapanpun aku akan tetap menyukaimu” balas Yeri. mendengar perkataan itu Sehun kembali menoleh kearahnya.

“Sudahlah mulai sekarang kau jangan menyukaiku lagi, dan sampai kapanpun jangan pernah menyukaiku” ucap Sehun

Namun tiba – tiba saja Yeri memeluk tubuh pria itu

“Oppa, aku benar – benar menyukaimu, dan aku tidak akan pernah bisa melupakanmu” ujar Yeri sambil memeluk Sehun. Karena merasa kesal, Sehun langsung melepaskan tangan wanita itu dari tubuhnya.

“Sudahlah kau jangan berharap lebih dariku, kita tidak saling kenal, dan lupakan saja aku” pria itu langsung berlari pergi meninggalkan Yeri.

Sepanjang malam gadis itu terus saja menangis didalam kamarnya, bahkan ketika Eun ji menghubunginya, Yeri tidak mengangkatnya. Kini gadis itu tengah mengalami yang namanya sakit hati, tidak tau kenapa ia tidak bisa berhenti memikirkan Sehun.

“Pokoknya aku harus bisa menjadi pacar oppa, bagaimanapun caranya” ucap gadis itu sendiri.

 

 

_*_

 

Ketika Restoran sudah tutup, kini saatnya kursus memasak untuk Joy dimulai. Namun anehnya Bam bam terlihat santai – santai saja, bahkan ia hanya mengajarkan pada Joy melalui materi saja. Sehingga membuat gadis itu menjadi kebingungan. Ketika tengah sibuk memasak, Bam bam malah asyik bermain game diponselnya. Sehingga hal itu menuai keluahan dari Joy.

“Kau seharusnya memberitauku bagaimana cara memasak dengan benar, dan bukannya asyik bermain ponselmu sendiri” protes Joy

“Memangnya kenapa jika aku sibuk bermain ponselku, lebih baik kau fokus saja dengan masakanmu, dan jangan memperdulikanku” balas Bam bam yang langsung mematikan ponselnya.

“Ini namanya bukan kursus memasak, tapi kursus pelatihan emosi, kenapa sih kau terus saja membuatku marah ?” tanya Joy sambil memandang sinis kearah Bam bam.

“Tidak tau, mungkin karena aku menyukainya” sahut Bam bam

“Bagaimana mungkin orang sepertimu ada didunia ini, aku yakin pasti keluargamu tidak menyukai sifatmu” sembur Joy

“Itu memang benar, jadi aku berharap kau bisa menerima diriku apa adanya” sembur Junior balik

Joy sedikit bingun dengan perkataan pria itu, namun tiba – tiba saja perasaanya sangat senang ketika bersama dengan Bam bam. Walaupun terkadang pria itu membuat Joy menjadi marah, tetapi kini gadis itu sudah bisa menyesuaikan dirinya dengan sikap Bam bam yang dingin padanya.

 

 

_*_

 

Saat tengah asyik membaca komik dihalaman rumah sambil menikmati secangkir teh hangat, membuat kehidupan Eun ji menjadi sangat sempurna. Namun dibalik itu semua ada sebuah kesedihan yang mendalam, entah kapan Eun ji bisa bertahan mengahadapi kehidupannya. Sebenarnya ia ingin sekali bisa selalu bersama dengan Chanyeol, tetapi belakangan ini pria itu sangat sibuk sekali dengan pekerjaannya. Sehingga Eun ji jarang sekali melihat pria itu ada dirumah, sekalipun jika ia menemui Chanyeol diCafe, tetap saja pria itu sulit sekali untuk ditemui. Hanya dengan membaca buku komik, Eun ji bisa merasa senang.

Tidak disangka musim panas akan segera berakhir, dan musim gugur akan tiba. Eun ji sangat suka sekali jika musim gugur tiba. Karena disaat itulah ia dan adiknya bisa merasaka sebuah kebahagiaan yang luar biasa. Namun entah kenapa perasaannya sangat takut sekali ketika akan menyambut musim gugur tahun ini, Eun ji berfirasat akan terjadi sebuah masalah yang besar dalam hidupnya.

Tak lama kemudian ponsel Eun ji berdering, rupanya suaminya yang telah menghubunginya. Dengan segera Eun ji mengangkat telpon itu.

“Ada apa oppa ?” tanya Eun ji sambil membaca buku

“Kau bisa tidak datang keCafeku, soalnya ada yang harus aku beritau padamu” sahut Chanyeol

“Memangnya ada apa sampai – sampai aku harus keCafemu ?” balas Eun ji

“Sudahlah kau datang saja” pria itu langsung mematikan ponselnya

Karena penasaran pergilah Eun ji menuju Cafe suaminya. Disaat itu juga Chanyeol telah mempersiapkan sesuatu untuk istrinya, namun tiba – tiba saja seseorang datang menghampirinya. Gadis bersurai hitam itu langsung menepuk bahu Chanyeol.

“Oppa” ucap singkat gadis tersebut.

“Iya ada apa ?” tanya Chanyeol sambil menoleh kearah gadis itu. Seketika suami Eun ji itu menjadi sedikit terkejut melihat kehadiran seorang gadis dihadapannya.

“Aku kembali untukmu” sahut gadis itu sambil tersenyum

“Krystal –ah, kau sedang apa disini ?” tanya Chanyeol yang terlihta sedikit bingung.

“Aku kesini untuk bertemu denganmu, lagipula ada yang harus kita bicarakan” sahut Krystal

“Baiklah katakan saja” mereka langsung duduk dikursi. Tidak lama kemudian datanglah Eun ji, namun ketika hendak ingin masuk kedalam tempat itu. tiba – tiba saja Min ho menghubunginya, rupanya pria itu habis saja mengalami kecelakaan yang sedikit parah. Karena merasa khawatir Eun ji langsung pergi kerumah temannya tersebut

Ditengah perjalanan menuju Apartemen Min ho, Eun ji tidak lupa untuk memberitau suaminya jika ia ada keperluan mendadak. Karena pulsa diponselnya hanya sedikit, gadis itu memilih untuk memberitaunya melewati pesan singkat saja.

“Oppa, maaf aku tidak bisa bertemu denganmu, karena aku ada urusan mendadak” tulis Eun ji.

Ketika membaca pesan yang dikirin Eun ji, pria itu merasa sangat lega karena istrinya tidak jadi datang. Lalu segeralah Chanyeol membalas kembali pesan dari Eun ji.

“Iya tidak apa – apa, tapi pulangnya jangan telambat karena hari ini aku akan pulang cepat” balas Chanyeol dipesannya.

Ketika tiba diApartemen Min ho, gadis itu segera masuk kedalam kamar temannya. Nampak Min ho yang tengah membaca buku ditempat tidur, namun saat ia melihat kehadiran Eun ji. Pria itu langsung tersenyum padanya.

“Kau sudah lama datang ?” tanya Min ho

“Belum, aku baru saja datang” sahut Eun ji sambil berjalan mendekat kearah Min ho.

“Maaf, jika aku mengganggumu” balas Min ho

“Tidak kok, justru aku memang seharusnya ada disini untuk merawatmu. Sekarang kau ceritakan padaku kenapa kau bisa kecelakaan ?” ujar Eun ji

“Sebenarnya aku kecelakaan dua hari yang lalu, tapi karena kaki sebelah kiriku patah, aku tidak bisa melakukan apa – apa” ucap Min ho

“Kenapa kau tidak memberitauku sejak kemarin, aku merasa seperti tidak dianggap sebagai teman olehmu” wajah Eun ji terlihat cemberut

“Baiklah maafkan aku, aku janji tidak akan pernah mengulang hal ini lagi” balas Min ho sambil tersenyum.

“Tapi kenapa kau tidak kerumah eommamu saja, jadi bisa ada yang merawatmu” saran Eun ji

“Sebenarnya eommaku tidak tau jika aku ada diKorea, karena akukan kesini cuma mau bertemu denganmu” ucap Min ho sambil menatap mata Eun ji.

“Lebih baik kau beritau eommaku segera, atau mungkin aku saja yang memberitau eommamu” Eun ji langsung mengambil ponselnya dari dalam tasnya, namun ketika hendak ingin menghubungi eommanya Min ho, tiba – tiba saja pria itu menarik tangan Eun ji.

“Sudahlah kau tidak perlu melakukan hal itu, lagipula setelah kakiku sembuh, aku akan segera kembali keJepang” ujar Min ho tiba – tiba.

“Mwo ?, tapikan kau bilang jika kau akan tinggal diKorea” balas Eun ji yang terlihat sedikit terkejut.

“Iya, tapi sekarang aku berubah pikiran, jadi dalam waktu dekat aku akan kembali keJepang”

“Kau serius ?”

“Nde, aku pasti akan merindukan korea, terutama kau”

“Aku juga pasti akan merindukanmu”

“Gomawo, karena kau sudah mau menjadi sahabat terbaiku”

“Nde. Gimana kalo sekarang kita masak, kebetulan seakarang ini aku sudah bisa masak”

“Eun ji-ya, kau tidak lihat kakiku sedang sakit”

“Ohh iya aku lupa, yaudah aku saja yang memasak, kau tunggu disini saja” Eun ji langsung berlari menuju dapur untuk menyiapkan makan siang.

Menu makanan yang telah ia pilih adalah Dakjuk, karena Min ho sedang sakit. Eun ji sengaja memilih makanan yang satu ini, karena mudah dicerna dan menyehatkan. Setelah makanannya siap, segeralah Eun ji mengantarkan makanan itu menuju kamar Min ho.

“Sekarang waktunya makan siang, aku membuatkanmu semangkuk Dakjuk” ucap Eun ji yang langsung duduk disamping Min ho.

“Aku tidak menyangka kau bisa memasak Dakjuk, padahal setauku kau tidak suka memasak” sindir Min ho

“Itukan dulu, tapi sekarang aku sudah bisa”

“Pasti karena Park chanyeol, pria itu sangat hebat bisa merubah sikap Eun ji-ya yang begitu malas”

“Aku tidak malas, hanya saja aku tidak mau melakukannya”

“Baiklah kalau begitu cepat berikan makanan itu padaku, perutku sangat lapar sekali” Min ho langsung mengambil semangkuk Dakjuk itu dari tangan Eun ji. Namun tiba – tiba saja gadis itu mengambil kembali Dakjuk tersebut.

“Kau tidak boleh makan sendiri, aku yang akan menyuapimu”

Min ho hanya tersenyum kecil ketika melihat sikap temannya, ia benar – benar merasa sangat senang. Meskipun sebenarnya pria itu masih menyimpan perasaan pada Eun ji, namun Min ho tetap akan berusaha untuk menghapus perasaan itu. Sepanjang hari Eun ji mengahabiskan waktunya bersama dengan Min ho, begitu juga dengan Chanyeol. Pria itu kini tengah jalan – jalan bersama dengan Krystal keliling kota Seoul.

Namun tiba – tiba saja muncul perasaan aneh dibenak Eun ji, gadis itu terus saja memikirkan suaminya. Entah apa yang membuatnya mejadi sangat gelisah, tetapi Eun ji mencoba untuk menenangkan dirinya. Ketika hari menjelang malam, Eun ji segera membuatka Min ho makan malam, sebelum ia pulang kerumah. Namun saat hendak ingin pulang tiba – tiba saja hujan turun, sehingga mengaharuskan Eun ji untuk menunggu hingga hujannya redah.

Sekitar tiga jam hujan turun dengan deras, namun tidak kunjung berhenti. Eun ji terus saja merasa gelisah, karena tidak bisa menahan dirinya. Akhirnya Eun ji memaksakan diri untuk pulang kerumah walaupun harus menerjang hujan yang deras. Akibat hujan itu juga menyebabkan kemacetan yang cukup parah dikota Seoul.

Saat jam menunjukan pukul sebelas malam, disaat itu juga Eun ji baru sampai dirumahnya. Sekujur tubuh gadis itu basah akibat air hujan yang membasahinya, lalu segeralah Eun ji berlari menuju kamarnya. Namun ketika membuka pintu, Eun ji terkejut melihat Chanyeol berdiri dihadapannya. Pria itu memandang sinis kearah istrinya, tetapi Eun ji malah tersenyum kepadanya.

“Selamat malam oppa, kenapa kau belum tidur ?” tanya Eun ji sambil berjalan masuk kedalam kamarnya.

“Aku belum mengantuk. Lalu kau dari mana saja, kenapa jam segini kau baru pulang ?” sahut Chanyeol

“Tadi aku dari Apartemen adikku, karena hujan aku menunggu hingga redah” wajah Eun ji terlihat ketakutan saat Chanyeol mulai menatapnya dengan serius.

“Kau jangan bohong padaku, barusan Choi min ho menghubungiku, dan dia bertanya apakah kau sudah sampai dirumah”

“Maaf oppa, aku sebenarnya ingin memberitaumu tapi aku takut kau tidak mengizinkanku bertemu dengannya” Eun ji berkata sambil menundukan kepalanya.

“Itu memang benar, lagipula untuk apa kau bertemu dengannya ?” tanya Chanyeol dengan suara lantang.

“Min ho-ah baru saja kecelakaan, dan tidak ada yang mengurusnya, aku hanya ingin membantunya saja oppa” sahut Eun ji dengan mata berkaca – kaca.

“Kenapa harus kau, kenapa bukan orang lain saja”

“Itu karena aku adalah temannya, lagipula kaukan seharian sibuk dengan pekerjaanmu, dan kau sama sekali tidak punya waktu untukku. Walaupun kau tadi memintaku untuk datang keCafemu, tetap saja aku merasa jika kau benar – benar tidak punya waktu untukku” Eun ji mulai menetaskan air matanya

“Eun ji-ya, aku mohon kau mengertilah. Aku memang sangat sibuk, tapi aku tidak bisa melihatmu bersama dengan pria lain”

“Min ho –ah hanya temanku, dan kami tidak mempunyai hubungan apa – apa”

“Tetap saja Eun ji-ya, kau seharusnya selalu bersama denganku, menemaniku diCafe agar aku tidak kesepian”

“Berarti kau hanya membutuhkanku jika kau sedang kesepian. Baguslah oppa, aku senang mendengarnya. Yaudah aku ingin mandi dulu, kau tidur saja duluan” Eun ji langsung berjakan menuju kamar mandi. Namun disisi lain gadis itu benar – benar merasa sedih, bahkan ketika berada didalam kamar mandi. Ia tidak henti – hentinya menangis.

Berbeda dengan Chanyeol, pria itu menyesal karena sudah mengatakan hal buruk pada istrinya. Sebenarnya ia tidak bermaksud menyakiti perasaan Eun ji, namun karena perasaan cemburu menyelimuti hatinya, pria itu terpaksa melakukannya. Ketika Eun ji keluar dari dalam kamar mandi, Chanyeol mencoba untuk meminta maaf pada istrinya. Namun Eun ji hanya diam saja, bahkan gadis itu memilih untuk segera tidur.

Sepanjang malam Chanyeol terus memperhatikan istrinya, meskipun ia tidak bisa melihat wajah Eun ji, karena gadis itu tidak mau tidur berhadapan dengan suaminya. Sesekali Chanyeol mengelus – ngelus rambut Eun ji, namun gadis itu malah memukul tangan suaminya.

“Aigo … Eun ji –ah” keluh Chanyeol sambil memegang tangannya

“Sudahlah oppa, kau jangan menggangguku, aku hanya ingin tidur” protes Eun ji

“Baiklah maafkan aku, tapi sebenarnya aku hanya ingin kau tidur menghadap kearahku”

“Tidak mau, lagipula untuk apa aku tidur menghadap kearahmu, apa untungnya bagiku”

“Tapia ada untungnya bagiku, aku bisa memandangi wajahmu sepanjang malam”

Tiba – tiba saja Eun ji menjadi bungkam mendengar ucapan suaminya, bahkan ia tidak bisa mengalihkan pandangannya dari pria itu.

“Aku tidak bisa tidur tanpa melihatmu, itu sebabnya aku tidak ingin kehilanganmu” Chanyeol terus saja menatap mata Eun ji.

“Tapi kaukan membutuhkanku saat kau kesepian saja, dan aku bisa menerimanya. Aku inikan hanya istri palsumu, jadi kau bisa menganggapku sesuka hatimu”

“Kau istriku Eun ji –ah, dan aku selalu membutuhkanmu dalam segala hal. Jadi aku mohon kau jangan berkata seperti itu lagi”

“Baiklah, aku maafkan. Tapi kau harus janji untuk selalu percaya padaku”

“I promise” pria itu langsung memeluk istrinya

 

Bersambung …

 

 

Message from author :

Annyeong chingu, jangan lupa baca chap selanjutnya yahh. Dan jangan lupa komen yahh chingu J.

Happy Reading …

Iklan

2 pemikiran pada “[EXOFFI FREELANCE] The Perfect Wife (Chapter 16)

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s