[EXOFFI FREELANCE] Playing With Fire (Chapter 1)

Playing With Fire

-LaxyFan/SalzaKim-

Park Chanyeol EXO

Park Chae Young (Rose) BLACKPINK

PG-17

Romance, Hurt, AU

Sequel of STAY

‘Don’t be plagiator’

“Lihatlah aku yang sekarang. Aku bukan gadis lugu lagi. Aku bukan gadis kecilmu lagi. Perhatikan aku yang sekarang. Cara mainku sudah berbeda. Bukan dengan cara lembut seperti memainkan boneka. Tapi dengan cara yang kasar seperti bermain api. Dan itu, karenamu.”

 

 

 

 

 

 

 

One

This trembling can’t stop. On and on and on. I want to fall into the world of you

Dua tahun yang lalu,

Seorang gadis berbalut seragam SMA berjalan sendiri ditengah malam. Tidak ada supir ataupun pengawal pribadi? Tentu saja tidak. Dia bukan gadis yang berasal dari keluarga yang berada. Dengan kesederhanaan dan keluguannya —ia berjuang sendiri melawan nasibnya yang begitu menyedihkan. Tidak ada yang bisa menolongnya. Keluarganya? Orang tua saja sudah tidak punya. Ia sebatang kara tinggal di kota besar bernama Seoul. Menyambung hidup dengan bekerja paruh waktu. Seperti sekarang —ia baru pulang ditengah malam sehabis bekerja disebuah kafe.

Chae Young. Namanya Chae Young. Cantik, pintar, dan polos. Sayangnya selalu terlihat sedih. Ia selalu sendiri. Melawan rasa takutnya, rasa sakitnya, semuanya dia harus merasakannya sendiri. Mau bagaimana lagi, dia memang tidak memiliki siapapun didunia ini. Dia harus mandiri.

Langkah kecilnya berhenti dipinggir gang kecil dekat dengan pemukiman sempit. Ia mendengar langkah seseorang mendekat. Ia takut, sangat takut, namun tidak ada yang bisa dimintai bantuan karena keadaan sudah sangat sepi. Chae Young tidak menoleh kebelakang sama sekali. Ia memilih beerjalan dengan mempercepat langkahnya. Tidak! Tidak akan berhasil. Suara langkah itu malah semakin dekat, seakan-akan mengejarnya. Chae Young memutuskan untuk berlari. Sesekali ia melihat kebelakang. Yang benar saja, ada yang mengikutinya! Chae Young tidak bisa berpikir jernih lagi. Ia berlari tak tentu arah. Yang ia pikirkan saat ini hanya terus berlari agar ia terhindar dari orang yang mengikutinya.

Sampai… TIN!!!!!!!! Suara klakson mobil memekik, terdengar begitu keras. Untung saja tubuh mobil itu tidak mengenai tubuh mungil Chae Young. Bayangkan saja apa yang terjadi jika mobil itu menyentuh tubuh mungilnya.

Dengan tubuh bergetar, Chae Young menunduk sambil menutup kedua telinganya. Ia takut. Seakan-akan malaikat maut sudah siap menjemputnya untuk pulang. Tapi tidak. Ia bisa bernapas sedikit lega karena ternyata ia masih melihat kakinya menapak ditanah dengan mulusnya.

Seseorang turun dari mobil, ia mendekat kearah Chae Young yang masih berdiri mematung didepan mobilnya. “Agashi, kau baik-baik saja?” tanya orang itu.

Chae Young memberanikan diri melihat orang itu. Ketika ia menatap tubuh tinggi dihadapannya, Chae Young terdiam beberapa saat. Pikirannya melayang kemana-mana. Tampan. “Agashi, gwenchanayo?” tanyanya lagi.

“Uh, tid-tidak masalah, ak-aku baik-baik saja. Maafkan aku…” ucap Chae Young tergagap.

“Kau yakin? Kau terlihat kacau. Dimana tempat tinggalmu, aku akan mengantarmu pulang,” ucap pria itu.

“Tidak perlu, Ahjussi, aku bisa pulang sendiri. Terimakasih bantuannya.”

“Apa kau terlihat tua? Jangan panggil aku Ahjussi, aku tidak setua itu. Aku Park Chanyeol.” Chanyeol mengulurkan tangannya.

“Park Chae Young imnida.” Ucap Chae Young sembari menjabat tangan Chanyeol. hanya sebentar kulit mereka saling bersentuhan tapi menimbulkan efek aneh pada Chae Young. Ada apa denganku? Karena tidak tahan, Chae Young segera melepaskan jabatan tangannya dengan Chanyeol.

“Kalau begitu aku permisi, Chanyeol-ssi.” Chae Young segera pergi meninggalkan Chanyeol yang masih terpaku ditempatnya.

Chae Young kembali melewati jalan yang sama, menuju rumah kecilnya. Sempat terbesit dipikirannya untuk tidak melewati jalan yang sama karena Chae Young takut jika orang itu akan mengejarnya lagi.

“Tidak apa Chae Young, jangan takut.” Ucap Chae Young menguatkan diri. Ia tetap melanjutkan langkah kecilnya.

Sayangnya tidak bertahan lama karena sepasang tangan membekap mulutnya.

“Mmmmm!!! Mmmmm!!!” teriak Chae Young. Gadis itu terus meronta minta dilepaskan. Sebesit ide melintas dipikirannya, ia langsung menggigit tangan yang membekap mulutnya hingga mulutnya terbebas dari rasa pengap.

“Ah, sial!” umpat orang itu sembari memegangi tangannya yang terasa nyeri karena digigit. Seorang pria.

Chae Young menatap pria itu dengan takut. Keringat dingin terus membanjiri tubuhnya. Aku harus segera lari! Untuk kedua kalinya, Chae Young hendak berlari meninggalkan pria asing itu, namun untuk kedua kalinya juga, pria asing itu berhasil menahannya.

“Kau mau kemana gadis kecil? Temani Oppa…” ucap pria asing itu dengan nada merajuk.

“Lepaskan aku! Tolong lepaskan aku!” teriak Chae Young. Air matanya menetes tidak tertahankan lagi. Sayangnya, pria itu mana mau menuruti Chae Young. Pria itu malah semakin menghimpit tubuh Chae Young —hendak menciumnya. Siapapun tolong aku!

Ketika Chae Young mulai merasakan deru napas yang bercampur bau alkohol murahan yang makin mendekat —tiba-tiba saja pria asing itu terjatuh dengan suara dentuman yang sangat keras seperti tonjokan.

Yang benar saja, kini pria itu jatuh tersungkur dihadapannya. Chae Young sempat terkejut melihat pria asing itu tiba-tiba jatuh, hingga ia melihat pria yang menyelamatkan harga dirinya. Orang itu lagi —Park Chanyeol.

Chanyeol masih menatap tajam pria asing itu. Ia terlihat begitu menyeramkan saat marah. Tangannya masih mengepal, seperti ingin menghancurkan apa saja yang ada didekatnya. Chanyeol mendekat kearah pria asing itu tersungkur. Segera Chanyeol menarik kerah baju pria itu, membuat pria asing itu ikut berdiri.

“Sekali lagi kau menyentuhnya, kau akan mati ditanganku. Camkan itu, Bung.” Chanyeol mengucapkannya dengan nada dingin. Seperti seorang psikopat.

Chanyeol melepaskan kerah baju pria itu dengan kasar, membuat tubuh pria asing itu hampir terjengkang untuk kedua kalinya. Tanpa menjawab apapun, pria asing itu segera berlari meninggalkan Chae Young dan Chanyeol.

Chae Young masih mematung ditempatnya. Tubuhnya bergetar ketakutan. Keringat dingin masih mengucur deras dengan air mata yang telah mengering dipipinya. Entah kesalahan apa yang ia perbuat hari ini, hingga ia mendapatkan kesialan yang begitu mengerikan.

“Chae Young-ssi, apa kau terluka? Apa dia menyakitimu?” ucap Chanyeol dengan nada khawatir. Ada perasaan senang ketika Chanyeol mengkhawatirkan dirinya. Chae Young merasa disayangi.

“Ya, aku baik-baik saja, Chanyeol-ssi. Terimakasih kau telah menolongku, sekali lagi.”

“Kau mau kemana larut malam begini? Ini tidak aman untuk gadis sepertimu. Biar ku antar.” Tegas Chanyeol.

“Ti-tidak perlu. Rumahku sudah dekat, aku hanya perlu berjalan kaki beberapa meter dari sini.” Tolak Chae Young dengan halus.

Chanyeol mendengus pelan. Gadis keras kepala. “Kau keras kepala sekali. Kau mau kejadian tadi terulang lagi, huh?! Kau ini —“ Chanyeol menarik napas sejenak. “ —kau ini, aku hanya ingin membantumu. Aku tidak ingin hal buruk terjadi padamu. Aku akan tetap mengantarmu.”

“Ta-tapi, Chan —“ belum sempat Chae Young menyelesaikan ucapannya, Chanyeol segera menarik tangan Chae Young dan membawanya masuk kedalam mobil mewah miliknya.

&&&&

Chanyeol dan Chae Young berhenti didepan rumah kecil. Terlihat tidak layak tempat —bagi Chanyeol. karena pria itu terbiasa tinggal ditempat yang berbau mewah dan luas. Tapi untuk Chae Young, tempat kecil saja sudah cukup baginya. Yang terpenting, ia memiliki tempat untuk berlindung dan menetap.

“Chae Young-ssi, kau tinggal dirumah seperti itu?” tanya Chanyeol memastikan.

“Jika bukan disitu, lalu dimana lagi?”

“Kau nyaman tinggal disitu? Dengan keluargamu, apa itu cukup luas?”

“Aku tinggal sendiri, ku pikir itu sudah cukup bagiku,” jawab Chae Young.

“Sendiri? Lalu keluaragamu?”

“Aku sudah tidak memiliki siapapun didunia ini, Chanyeol-ssi. Mereka sudah pergi meninggalkanku sendiri.” Ucap Chae Young lirih. Jangan menangis Chae Young.

Chanyeol diam membisu. Ia merasa bersalah sekarang, karena membuat Chae Young bersedih. Bagaimana bisa gadis ini tahan hidup sendiri ditempat seperti ini.

“Maaf, aku tidak bermaksud membuatmu sedih seperti ini, Chae Young-ssi,”

“Tidak apa, aku baik-baik saja. Kalau begitu aku masuk dulu. Terimakasih untuk tumpangannya.” Chae Young segera turun dari mobil Chanyeol dan masuk kedalam rumah kecilnya.

Setelah Chanyeol melihat tubuh mungil Chae Young menghilang dibalik pintu rumah kecil milik gadis itu, Chanyeol masih berada ditempatnya. Ia belum berniat meninggalkan badan jalan didepan rumah Chae Young.

“Jika kau sudah tidak memiliki tempat berlindung lagi —aku yang akan melindungimu, Chae Young. Aku yang akan membuatmu bahagia. Aku yang akan menghapus segala kesedihanmu, hanya aku…”

&&&&

 

 

Author Note ::

Hai gimana cerita awalnya? Maaf jika kependekan. Dikarenakan waktu yang terpotong untuk belajar dan kesibukan ujian kenaikan kelas. Setelah selesai ujian, janji deh bakal lebih panjang. Untuk yang penasaran kisah singkat Chanyeol X Chae Young baca STAY ya, disana mereka jadi cameo aja. Keep read my story, tenkyuuuuu :* #BIGHUG!

Iklan

5 pemikiran pada “[EXOFFI FREELANCE] Playing With Fire (Chapter 1)

  1. Akhirnya cerita ini di post,jadi penasaran apa yang ngebuat Chanyeol dan Chae Young akhirnya berantem?karena awalnya mereka baik baik aja :/ ditunggu kelanjutannya.FIGHTING!! 🙂

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s