[EXOFFI FREELANCE] Black Diamond (Chapter 6)

Black Diamond ( Chapter 6)

Author : Bacon14

Length : Chaptered

Genre : Romance, Fantasy, Action, Mystery

Disclaimer : FF ini aku share di fbku sendiri Ayu Meylianawati Santoso, pageku EXO Fanfic Indo,https://www.fanfiction.net/u/8926667/, wattpad @AyuMeyliana dan blog EXO Fanfiction. So kalo ada yang pernah baca ff ini selain link” diatas itu namanya plagiat.

Main Cast :

– Oh Sehun

– Shin Hyeri

Happy Reading😁

“Aku akan mengubahnya menjadi vampir.” Sehun mendekatkan bibirnya ke arah leher Hyeri tetapi kegiatannya terhenti. Matanya menatap lurus gigitan vampir di leher Hyeri. Sehun mengingat bau yang menempel pada Hyeri. Jung Jungkook. Vampir sialan itu bermain-main dengannya rupanya. Sehun tidak boleh gegabah langsung merubah Hyeri karena pasti alasan mengapa Jungkook tidak merubah Hyeri.

Sehun sangat tahu Jungkook itu namja seperti apa. Dia telah beratus-ratus tahun menjadi sahabatnya. Jungkook itu sangat gegabah, egois, dan suka mengambil keputusan seenaknya. Jungkook bisa saja menjadikan Hyeri vampir dan merusak ingatannya dengan racun vampir dalam darahnya. Hyeri bisa saja hilang ingatan dan menjadi pengikut Jungkook yang bisa menghancurkan Sehun juga. Lalu kenapa Jungkook tidak mengubahnya? Pasti ada alasan lain.

“Kai.. Tolong panggil Tuan Lay.” Kai mundur sejenak dan mengembangkan sayapnya lalu menghilang. Hanya butuh sepersekian detik Kai kembali dengan Lay.

“Tuan.. Aku mohon bantuanmu untuk mengobati adikku.” Lay mengangguk tanpa banyak bicara. Ia mendekati tubuh Hyeri yang mulai kehabisan darah. Tangannya berada di atas dada Hyeri dan bibirnya merapalkan mantra yang Sehun pun tidak tahu. Sebuah cahaya putih menyelimuti tubuh Hyeri dan luka-lukanya mulai pulih kembali.

“Keadaannya cukup parah. Saya sudah mengerahkan semua kekuatan yang saya miliki. Sayangnya saya hanya bisa mengobati luka luarnya saja sedangkan luka di dalamnya masih terbuka. Ada kekuatan yang terus menolak. Mungkin kaupun tahu itu juga.” Sehun membungkukkan badannya sedalam-dalamnya pada Lay.

Lay menepuk bahu Sehun dan pergi menghilang.

“Jungkook bajingan.” Sehun mendekati tubuh Hyeri dan memegang kepalanya. Semua kilas balik kejadian tadi dengan Jungkook masuk ke dalam memorinya. Suara tawa Jungkook, rasa senang Jungkook, dan sebuah kalimat Jungkook yang membuat Sehun tertohok.

‘Menarik… Lebih baik kubiarkan hidup yeoja ini. Aku ingin melihat dilema dalam diri Sehun. Jika dia mengubahnya, dia otomatis akan membunuh adiknya secara perlahan. Jika dia tidak mengubahnya, aku yakin adiknya akan selalu terancam nyawanya karena Chanyeol gencar sekali mengusik kehidupannya dan dia tidak akan mungkin membiarkan yeoja ini hidup. Hahahahah….. Astaga aku tidak menyangka akan seperti ini. Sangat menarik…. Aku bahkan tidak pernah melihat hal semenarik ini. Lebih baik aku menikmati apa yang dilakukan Sehun nantinya.’ Sehun memejamkan matanya. Inikah alasan sebenarnya yang membuat Hyeri tidak bisa diubah menjadi vampir. Kekuatan Black diamond yang gelap menolak kekuatan yang disalurkan Sehun. Sehun kini mengerti semuanya.

“Mianhae.. Harusnya kau tidak perlu terlibat dengan semua ini..” Sehun mengecup kening adiknya dan memeluk tubuhnya erat. Andaikan ibunya tidak meninggalkan Black Diamond dalam tubuh Hyeri mungkin Hyeri dapat hidup dengan tenang. Berbahagia seperti orang lain tanpa tahu bahwa ia adalah seorang vampir.

Sehun bingung dengan kenyataan ia harus melindungi Hyeri yang setengah vampir dari Chanyeol. Mengubah Hyeri menjadi vampir sama saja memperpendek umurnya. Mungkin hal itulah yang menjadi pertimbangan ibunya menyegel kekuatan vampir Hyeri. Ibunya pasti bingung menaruh Black Diamond dimana lagi karena semua vampir serakah itu selama ini mengincarnya. Hingga dia mengorbankan anaknya yang baru lahir menjadi tempat persinggahan Black diamond. Terdengar sangat sadis tapi ibunya memiliki alasan tersendiri yang Sehun pun tidak tahu. Ia sangat mengenal sosok ibunya yang melakukan semua tindakan dengan alasan di baliknya.

Sehun juga dihadapkan dengan pilihan antara Hyeri dan ayahnya. Ayahnya adalah sosok yang sangat ia hormati dan sangat bijaksana. Sehun selalu ingin menjadi figur ayahnya. Kini ayahnya terbaring sakit karena Black Diamond tidak ada. Sehun juga menyayangi adiknya. Memang ia baru saja bertemu dengan adiknya tapi rasanya ia seperti bertemu dengan Sohyunnya lagi. Seseorang yang lucu, manis, dan cerewet.

Sehun mengelus rambut Hyeri perlahan. Ia tidak tahu sampai kapan segel ibunya bertahan untuk menahan kekuatan Hyeri. Jika segel ibunya lepas otomatis Hyeri akan berubah menjadi vampir dan akan mati secara perlahan. Ia hanya tidak ingin kehilangan adiknya untuk kedua kalinya. Kini ia harus fokus menjaga Hyeri dan menjauhkan Hyeri dari kejaran Chanyeol.

“Kai.. Aku minta tolong padamu. Jaga dengan sangat ketat Hyeri. Aku juga akan minta bantuan Baekhyun. Aku harus mencari Jungkook dan menghabisinya. Beritahu aku jika dia sudah sadar.” Sehun menepuk bahu Kai dan menghilang.

‘Tuan..kuharap kau selamat darinya.’

 

******

 

Jungkook tengah menunggu di kerajaan kegelapan yang ia buat sendiri. Dengan arsitektur magis di sekelilingnya dan suasana gelap gulita ditemani sepasang lilin yang menerangi ruangan itu. Jungkook duduk di singgasananya dan berpikir sejenak. Ia tidak tahu mainan barunya sangat menarik perhatiannya. Ia bertepuk tangan sambil tertawa dengan bahagia. Bahkan dia hanya bermain-main sedikit dengan Hyeri dan Sehun sudah kelimpungan seperti itu. Apalagi jika Jungkook mengambil jantung atau organ dalam Hyeri lainnya, bagaimana reaksi Sehun?

“Kalau boleh tahu apa yang membuatmu sangat senang, Tuan?” Jungkook menoleh ke arah penjaga setianya, V. Dia adalah seorang werewolf yang menjaga Jungkook selama beberapa tahun ini. Jungkook sangat menyayangi V layaknya seorang adik.

“Sudah kubilang berapa kali jangan memanggilku Tuan.. Kau tahu kau adalah sahabatku V. Kau juga sudah kuanggap adik. Jangan terlalu canggung. Sebentar lagi kau akan bisa membalas kematian teman-teman werewolfmu itu.” V mengernyitkan dahinya. Jungkook tersenyum menyeringai. Ia menjauhkan tangannya dari bahu V dan bergerak menjauh.

“Aku sedikit bermain dengan adiknya Sehun. Kau ingat Sehun kan?” Mata V berkilat marah mengingat nama Sehun terucap dari bibir Jungkook. V sangat ingat saat Sehun membunuh teman-temannya dengan asap hitam itu. Hanya ia yang tersisa karena saat itu ia masih seekor werewolf muda. Ia bersembunyi di balik pohon dan menyaksikan semuanya.

“Lalu?” Jungkook menepuk bahu V dan berkata jangan terburu-buru.

“Adiknya setengah vampir dan memiliki Black diamond dalam tubuhnya. Menarik bukan?” V benar-benar terkejut dengan ucapan Jungkook. Ia sedikit mengetahui tentang dunia vampir dari Jungkook dan Black Diamond adalah kekuatan tertinggi dalam dunia vampir.

“Lalu apa masalahnya?” Jungkook kembali tertawa sambil bertepuk tangan keras.

“Jika Sehun mengubahnya menjadi vampir seutuhnya, adiknya akan mati. Jika dia tidak mengubahnya, adiknya akan diincar seumur hidup oleh Chanyeol, pimpinan vampir sementara. Aku tahu Sehun akan melindungi habis-habisan Hyeri. Oleh karena itu aku sudah memiliki rencana matang untuknya. Rencana pembunuhan Hyeri. Kau ingat Sohyun, bukan? Dia sangat terpukul akan kematiannya. Dia harus merasakan apa yang kita rasakan… Kehilangan seseorang yang ia cintai.” V mengangguk setuju. Matanya berkilat marah dan bibirnya menyunggingkan seringai samar.

“Dia tidak boleh bahagia setelah membunuh semua teman-temanku.” V mengaum seperti serigala. Matanya berubah menjadi coklat terang. Hewan-hewan berterbangan mendengar auman V. Jungkook menatap V dan tersenyum tipis.

“Ayo kita habisi Sehun.” Jungkook dan V menghilang diiringi lenyapnya sinar lilin yang menerangi ruangan tadi.

 

******

 

Sehun tidak tahu dimana Jungkook berada. Ia daritadi hanya berputar-putar di sekitar hutan. Kegelisahan mengganggunya. Kenapa ia selalu dihadapkan dengan pilihan yang sulit? Ia tidak mungkin mencabut paksa Black diamond dalam tubuh Hyeri karena itu sama saja membunuh Hyeri. Ia juga tidak mungkin membiarkan Hyeri terus bersama Black Diamond karena lama kelamaan para vampir akan tahu keberadaan Black Diamond yang sebenarnya. Ia harus menyelamatkan Hyeri dan ayahnya sekaligus dan mengembalikan keseimbangan dalam dunia vampir.

“Upss… Tidak terduga ya.. Kita bertemu kembali disini, Sehun.” Sehun menoleh dan mendapati Jungkook disana dengan seekor werewolf yang menatap tajam ke arahnya. Werewolf itu memamerkan taringnya dan terus berupaya maju menyerang Sehun namun ditahan oleh tangan Jungkook.

“Apa maumu hah?” Jungkook terkekeh mendengar nada Sehun yang frustasi. Sehun bergerak cepat dan meraih kerah Jungkook. Tangannya membentuk pusaran angin dan membawa tubuh Jungkook ke dalam pusaran angin itu.

“Arrgh~” Jungkook melukai tangannya sambil berpura-pura sakit. Sebuah telepati masuk ke dalam otak Sehun dari Kai yang mengatakan Hyeri terluka di bagian tangannya. Sehun melihat tangan Jungkook yang lukanya mulai tertutup sempurna. Ia mendecih kesal. Matanya menatap tajam ke arah Jungkook.

“Aku tidak suka bermain-main, Jungkook.” Jungkook mengendikkan bahunya. Ia melemparkan kekuatannya ke arah Sehun dan Sehun dengan gesit menghindar. Werewolf itu juga mulai menyerang Sehun dari berbagai arah. Sehun mulai kewalahan dengan dua serangan dari arah berbeda. Ia merasakan peningkatan kekuatan Jungkook.

“Sial..” Sehun membuat pusaran angin dan terbang diatas sambil menghindari dari cakaran werewolf yang tidak bisa sampai di ketinggian sepertinya. Hal itu tidak berarti Sehun selamat. Dari arah sebaliknya, Jungkook terbang dengan sayap kemerahan menerjang tubuhnya dan menjatuhkan tubuh Sehun ke tanah. Jungkook berdiri dan membiarkan V melakukan apa yang ingin ia lakukan.

“Uh~ Bajingan.” Sehun melempar V dalam bentuk werewolf ke sebuah pohon besar hingga pohon besar itu roboh. V tidak bisa melanjutkan pertarungan dan merintih kesakitan. Mata Sehun berubah warna menjadi ungu terang. Sehun mengusap darah yang mengalir di bibirnya. Pikiran-pikiran tentang Hyeri berkelebat di otaknya. Matanya mulai memerah dengan terang. Jungkook yang mengetahui perubahan Sehun mulai waspada. Ia tidak akan mengulangi kesalahan di masa lampau.

“Aku tidak akan kalah dalam pertarungan ini.” Jungkook mengerahkan segala kekuatannya dalam tangannya dan mengarahkannya ke arah Sehun. Asap-asap hitam keluar dari tubuh Sehun dan menyerang Jungkook. Sayangnya, asap-asap itu tidak dapat menyentuh Jungkook berkat perlindungannya yang tinggi. Jungkook menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk membuat perlindungan yang tidak bisa ditembus oleh siapapun. Sehun menatap kosong tangan Jungkook. Bibirnya menyeringai.

Sehun berjalan ke arah lain, tampak menghindari Jungkook. Hal ini tidak dibiarkan Jungkook begitu saja. Ia mengejar Sehun dan melihat Sehun menjilat darah entah punya siapa. Jungkook mengernyitkan dahinya. Hanya sebentar saja, asap-asap Sehun bertransformasi menjadi asap merah menyala. Sayap Sehun berubah menjadi dua sayap berwarna merah darah termasuk kedua matanya yang berubah semerah ruby. Persis seperti Jungkook. Sehun juga memiliki pertahanan serupa dengan Jungkook apalagi diperkuat dengan asap-asap yang mengelilingi pertahanan itu.

“Sial~” Jungkook melemparkan kekuatan yang telah ia kumpulkan di tangannya dan kekuatan itu malah terpantul ke arahnya. Ia tersungkur di tanah akibat kekuatannya sendiri. Pandangannya mengabur. Ia melihat Sehun menyeringai ke arahnya. Tangannya membentuk pusaran angin berwarna hitam yang mengarah ke arahnya. Jungkook tersenyum miris. Bertahun-tahun ia merencanakan segalanya tapi berakhir begitu saja.

“Cepat lari! Aku akan menanganinya.” Jungkook mendengar suara entah siapa menyuruhnya berdiri. Ia sontak berdiri sambil menahan sakit di bagian dadanya dan berjalan menjauh.

Blar…

Jungkook mendengar suara ledakan dari tempatnya berada tadi. Ia melihat V telah berubah menjadi serpihan-serpihan. Werewolf yang menemaninya selama bertahun-tahun. Menjaganya dari cibiran para werewolf yang mengecam perbuatannya. Menjadi teman terbaiknya. Kini, V tidak ada lagi.Β  Semuanya karena Sehun. Jungkook mengepalkan tangannya erat dan berlalu pergi. Ia membulatkan tekadnya membunuh Sehun. Ia akan membuat rencana yang akan jauh menyakiti Sehun daripada membunuhnya seperti ini.

“Tunggu pembalasanku..”

 

******

 

Hyeri POV

Kini, aku berada di taman bunga yang indah. Aku sedikit bingung karena tadi aku ada di kamar mandi dan aku diserang oleh vampir. Kenapa aku tiba-tiba ada disini? Apa aku di surga? Kalau benar ini surga, aku tidak ingin meninggalkan tempat ini. Tempat ini terlalu indah.

“Hyeri..” Hyeri menoleh dan terkejut dengan kehadiran Hyuna, eommanya. Sekarang ia sangat yakin ia berada di surga karena ia bertemu eommanya. Hyena berlari ke arah Hyuna dan menangis dalam pelukannya.

“Aku merindukan eomma. Kenapa eomma tidak membawaku juga? Hiks.. Aku sendirian disana.” Hyuna mengelus kepala putrinya dan menghapus air matanya. Bibirnya mengulas senyum tipis.

“Bukankah kau dijaga oleh Sehun, oppamu. Sehun adalah kakak yang baik. Kau juga punya Luhan. Sayangnya Luhan tidak pernah ke bumi. Maafkan kakakmu yang satu itu ya. Eomma mengawasi kalian semua dari sini.” Hyeri menarik ibunya duduk dan tidur di atas paha ibunya. Tangan Hyena mengelus rambut Hyeri perlahan.

“Maafkan eomma meninggalkanmu terlebih dahulu. Maafkan eomma juga karena membiarkanmu sendirian. Maafkan eomma tidak pernah mengenalkanmu dengan dunia vampir. Dunia seharusnya kau berada. Maafkan eomma. Eomma punya alasan.” Hyena menghentikan tangannya dan menghela nafas.

“Kau memiliki Black Diamond tepatnya berada di jantungmu. Maafkan eomma menempatkanmu di situasi yang berbahaya. Kalau kau menjadi vampir, kau akan membahayakan nyawamu. Tapi jika black diamond itu dicabut dari tubuhmu kau akan mati. Kau tidak bisa hidup tanpa jantung, sayang. Kalau kau membiarkan situasi seperti ini cepat atau lambat keberadaanmu yang setengah vampir ini akan membuat Chanyeol menyerangmu. Eomma sangat tahu sifat Chanyeol yang sangat ambisius. Keputusan ada di tanganmu. Apa yang akan kau pilih, nak?” Hyeri memejamkan matanya. Dariawal bertemu Sehun, ia sudah menebak takdirnya akan berubah. Semuanya akan berubah. Hidupnya tidak lagi tentram dan hanya ada ketakutan serta rasa menderita yang menusuk.

“Aku tidak tahu apa yang akan kupilih. Ini bukan salah eomma. Eomma ingin membantu dunia vampir kan? Jika aku menjadi eomma, mungkin aku akan melakukan hal yang sama walaupun keputusan itu sangat sulit. Biarkan semuanya berjalan seperti air. Aku hanya ingin menjalani kehidupanku seperti tidak ada apa-apa.” Hyena kembali tersenyum. Sifat Hyeri sangat mirip dengannya. Tegar dan pantang menyerah.

“Kau harus bisa melalui ini semua karena pasti akan ada akhir yang bahagia untuk ini semua. Kau akan bahagia. Segelmu sebentar lagi akan menghilang. Maafkan eomma tidak bisa membuatnya lebih kuat lagi. Kau memiliki waktu 3 bulan sebelum segel vampirmu lepas dan kau berubah menjadi vampir seutuhnya. Jika segelmu lepas, kau hanya memiliki waktu 1 tahun untuk hidup sebagai vampir dan keberadaan Black diamond akan diketahui. Kau akan dikejar dan dibunuh bahkan sebelum 1 tahun. Pergunakan waktu itu untuk mengambil keputusan. Eomma mencintaimu, Hyeri.” Hyena mengecup kening Hyeri dan perlahan tubuhnya berubah transparan lalu menghilang. Hanya kehampaan yang tersisa. Hyeri berlari kesana-kemari mencari ibunya tapi ia tidak menemukannya. Ia berlutut dan menangis. Menangis untuk ibunya juga menangis untuk takdirnya yang kurang beruntung.

“Hyeri.. Aku mohon.. Sadarlah.” Suara siapa itu? Hyeri menghapus air matanya dan ia merasakan di wajahnya ada seseorang yang menghapus air matanya.

“Apa dia bermimpi buruk? Apa ini karena Jungkook? Kalau benar dia, aku akan membunuhnya.” Suara husky itu lagi. Hyeri terkikik geli dengan suara khawatir yang dibuatnya. Setelah beberapa kali mendengarnya, ia menyadari itu suara Sehun. Apa oppanya mengkhawatirkan dirinya?

“Kau harus sadar untukku, Hyeri.” Kedua pasang mataku membuka. Awalnya semua kabur tapi setelah itu aku melihat Sehun oppa tengah melihat ke arahku. Wajahnya pucat dan bibirnya pun pucat. Apa dia sakit?

“Akhirnya kau sadar juga.” Tangan dingin Sehun menyapu keningku pelan. Bibirnya melengkungkan sebuah senyum. Senyum lega dan manis. Aku ikut tersenyum melihat Sehun.

Bruk..

Sehun oppa pingsan di sampingku.Β  Aku berusaha menggerakkan tubuhku untuk membantunya. Sayangnya, semua tubuhku terasa sakit. Jika aku bergerak sedikit saja, beberapa sayatan yang dilakukan Jungkook bisa saja terbuka. Aku hanya melihat Sehun oppa ditolong oleh Kai. Sedih melihatnya begitu.. Dia terlihat lemah.

“Nona jangan banyak bergerak. Kau masih sakit, nona. Biarkan aku yang mengurus Sehun.” Kai merapalkan mantra dan sebuah kaca pelindung terbentuk di sekitarku. Aku melihat Kai dan Sehun menghilang setelahnya. Aku menghela nafas sembari menahan rasa sakit di seluruh tubuhku. Sayatan-sayatan yang dilakukan Jungkook sedikit terbuka dan merembeslah darahku kemana-mana. Aku berusaha menahan rasa sakit itu dengan menggihit bibirku. Aku tidak boleh manja begini. Sehun oppa sedang sakit dan mungkin saja nyawanya sedang dalam bahaya karena aku. Hanya luka segini aku tidak boleh mengeluh.

“Tolong bantu aku.” Gumamku lirih. Sebuah cahaya putih dari tubuhku menguar dan memasuki luka-luka yang mengeluarkan darah. Perlahan luka itu hilang dan tidak berbekas. Sayangnya, aku tidak bisa menyembuhkan luka di perutku. Luka itu terlalu dalam dan sulit disembuhkan. Aku mengerahkan kekuatanku sepenuhnya dan tetap saja luka itu belum sembuh sepenuhnya. Yah.. Setidaknya aku bisa menggerakkan tubuhku sedikit demi sedikit.

Aku teringat dengan mimpi saat aku tidak sadar. Aku bertemu eommaku dan segala perkatannya. Tanganku memegang dadaku dimana jantungku berada disana. Disinikah black diamond itu? Apa aku harus mengatakan hal ini pada Sehun oppa? Jika begitu mungkin saja Sehun oppa akan sangat terbantu denganku tapi itu artinya aku akan meninggal. Lalu apa pilihan yang harus kuambil. Aku tidak memiliki banyak waktu sebelum segelku lepas. Jika segelku lepas, waktu hidupku bahkan hanya 1 tahun saja dan kemungkinan bisa lebih pendek lagi. Aku dihadapkan dengan kematian yang terus mengejarku. Eomma, aku tidak tahu apa pilihanku. Eomma mianhae..

Aku hanya menangis dan tidak tahu berbuat apa. Aku tidak bisa bergantung terus dengan Sehun oppa. Dia terlalu banyak berkorban untuk melindungi diriku. Maafkan aku, Sehun oppa. Sehun oppa pasti tahu keberadaan Black diamond dalam diriku dan berusaha melindungiku habis-habisan. Pasti hal ini juga sangat menyulitkan Sehun oppa. Ia harus memilih antara Black diamond dan dunia vampirnya atau aku. Apa aku harus menyerahkan black diamond untuknya?

Hyeri PoV end

Sehun dibawa oleh Kai ke ruangannya. Tubuh Sehun mendingin dan wajahnya pucat. Ia menggunakan kekuatannya secara paksa hingga limitnya. Hal ini membuat tubuhnya terlalu lelah. Setelah itu ia memaksakan berteleportasi ke kamar Hyeri untuk menemani Hyeri hingga dia sadar. Kai sudah memperingatinya beberapa kali akan kondisinya tapi Sehun sangat keras kepala sekali. Setelah Hyeri sadar, Sehun tidak sadar.

Kai mengerahkan kekuatannya untuk menyembuhkan beberapa luka yang didapat Sehun akibat pertarungannya dengan Jungkook. Setidaknya tubuh Sehun tidak perlu terlalu bekerja keras menyembuhkan luka Sehun dan lebih berfokus ke penyembuhan tubuh Sehun. Setelah beberapa saat, tubuh Sehun mulai normal. Kai duduk di sampingnya dengan keringat bercucuran. Ia mengerahkan sebagian kekuatannya untuk menyembuhkan Sehun karena lukanya terlalu banyak. Mungkin kalau vampir lain sudah mati dengan luka sebanyak ini.

“Kai..” Kai bangun dan membantu Sehun untuk duduk. Ia mengambil piala berisi darah manusia dan memberikannya pada Sehun. Setelah meneguknya hingga tandas, tubuh Sehun lebih fit kembali. Ia melihat Kai dan mencari keberadaan Hyeri.

“Apa kau meninggalkan Hyeri sendirian?” Sehun mendorong tubuh Kai sebelum Kai memberikan penjelasan.

“Tuan.. Tunggu dulu. Aku sudah membuatkan pelindung untuknya. Pelindung kasat mata.” Sehun sedikit bernafas lega. Ia mengambil sebuah cermin dan membuat sebuah pusaran angin kecil lalu meniupkannya ke cermin. Cermin itu menampilkan Hyeri yang tengah menangis dengan dua sayap putih di baliknya.

“Sayap?” Sehun mengernyitkan dahinya. Segel Hyeri belum lepas dan ia masih manusia setengah vampir. Manusia setengah vampir tidak memiliki sayap. Hal ini membuat Sehun bingung.

“Kai.. Ayo kita ke tempat Hyeri. Aku tidak akan membiarkan siapapun membuat Hyeri menangis.” Sehun dan Kai berteleportasi ke kamar Hyeri. Memang benar Hyeri tengah menangis dan ia sepertinya tidak menyadari kehadiran Sehun serta Kai.

“Hyeri..” Hyeri melihat Sehun dan Kai. Ia langsung menghapus air matanya dan mengulas senyum tipis. Sehun membuka perlindungan yang dibuat Kai dan memeluk Hyeri erat. Air mata Hyeri kembali mengalir.

“Gwenchana.. Oppa disini. Oppa akan melindungimu, ne?” Sehun menjauhkan tubuhnya dan mengecup bibir Hyeri. Setelah merasa Hyeri sedikit tenang, Sehun menggerakkan bibirnya sedikit demi sedikit. Ciuman itu semakin panas dan intens. Sehun mendorong Hyeri ke sandaran tempat tidur dan menciumnya lebih intens. Lidah Sehun bermain-main dengan lincah dalam mulut Hyeri. Suara kecapan memenuhi ruangan itu.

“Hh~ Aku menyayangimu, Hyeri.” Sehun mengacak rambut Hyeri setelah melepas ciuman itu. Hyeri merasa lebih tenang dengan keberadaan Sehun. Apapun pilihan yang akan dibuatnya nanti, ia akan pastikan Sehun tidak terluka walaupun ia akan kehilangan nyawanya. Kini, Hyeri akan lebih fokus untuk menghabiskan waktu bersama Sehun. Mengukir kenangan indah bersamanya sebelum ajal menjemputnya nanti. Ia tahu ia pasti akan mengatakan yang sebenarnya pada Sehun tapi untuk saat ini biarkan dia melewati hari-hari indahnya bersama Sehun.

“Oppa… Jika aku sudah sembuh total, aku punya satu permintaan.” Sehun menaikkan alisnya.

“Aku ingin kita menghabiskan waktu bersama sebagai manusia. Yah.. Walaupun oppa bukan manusia. Bolehkah?” Sehun terlihat berpikir. Tidak biasanya Hyeri sangat manja seperti ini.

“Boleh tapi jika kau sudah sembuh, ne?” Sehun mengusap rambut Hyeri dan mencium keningnya.

“Oppa sangat menyayangimu. Oppa akan lakukan apapun untukmu. Asal kau bahagia.” Sehun berdiri dan memberi kode untuk Kai. Kai mengangguk dan mengikuti Sehun.

“Jaga dia baik-baik. Oh ya apa kau sudah menemukan siapa yang memerintahkan penyerangan Hyeri? Ck.. Kedatangan Jungkook saja sudah membuat masalah.” Kai menundukkan kepalanya mendengar pertanyaan Sehun. Ia tidak enak memberitahu Sehun bahwa yang melakukan penyerangan itu Luhan.

“Saya tidak enak memberitahukannya kepada Tuan. Penyerangan ini dilakukan oleh Luhan. Luhan bekerjasama dengan Chanyeol untuk membunuh Hyeri. Maafkan saya mengatakan hal ini.” Sehun terlihat terkejut dengan ucapan Kai. Memang hubungan Sehun dan Luhan memburuk setelah pertarungannya saat itu. Sehun juga tidak tahu lagi kabar tentang Luhan sejak saat itu.

“Sial.. Sekarang saudaraku sendiri mengkhianati aku. Entah siapa lagi yang akan mengkhianati aku.” Sehun menundukkan kepalanya dan menghela nafasnya berkali-kali. Mulai dari sahabatnya lalu sekarang saudaranya yang mengkhianati dirinya.

“Saya berjanji akan setia pada Tuan.” Sehun melihat Kai yang membungkuk hormat padanya. Ia menepuk bahu Kai dan tersenyum. Selama ini memang Kai adalah abdinya yang paling setia.

“Aku akan menemui Luhan sekarang.”

 

******

 

Sehun datang ke dunia vampir dengan perasaan marah. Ia ingin bertemu dengan Luhan dan Chanyeol. Ia ingin sekali membunuhnya dengan kedua tangannya. Persetan dengan tali persaudaraan yang terjalin antara Sehun dan Luhan. Tidak boleh seorang pun menganggu Hyeri saat ini.

Brak…

Sehun membuka ruangan Luhan dan mengobrak-abrik segala isinya. Pelayan-pelayan Luhan langsung kocar-kacir kesana kemari melihat kedatangan Sehun. Sehun menarik salah satu pelayan dan mencekik lehernya.

“Dimana Luhan hyung?” Pelayan itu terlihat ketakutan. Bibirnya bergetar dan tidak dapat mengeluarkan suara. Sehun menjatuhkan pelayan itu dan membiarkannya lari.

“Kemana Luhan hyung?! Sial!!” Sehun sudah mencari keberadaan Luhan. Tidak satupun pelayan yang tahu akan keberadaan Luhan. Luhan seperti menghilang begitu saja.

“Apa kau mencari hyung cantikmu itu?” Sehun menoleh dan mendapati Kris berdiri sambil menopang dagunya dengan tangannya. Tangannya mengepal dengan erat. Sehun masih ingat dengan jelas tentang Kris. Ia sangat membenci vampir berdarah bangsawan ini.

“Aku sangat sakit hati melihatmu membenciku seperti itu. Kau masih dongsaeng manisku benar kan?” Sehun menepis tangan Kris yang memegang kepalanya. Matanya mengkilat marah.

“Aku tahu keberadaan hyungmu asal kau melepas Hyeri untukku.” Sehun menggelengkan kepalanya. Ia membuat pusaran angin besar yang mengarah ke Kris. Kris dengan mudah menghindarinya. Bisa dibilang Kris sangat tahu mengenai Sehun termasuk kekuatannya.

“Kau tidak bisa melawanku, Sehun. Aku adalah gurumu saat kau kecil.” Sehun mulai kelelahan melawan Kris. Memang benar ucapan Kris kalau dia adalah gurunya saat Sehun kecil. Tapi Kris tidak terlalu tahu mengenai kekuatan hitamnya karena kekuatan itu berkembang saat dia remaja.

Asap-asap hitam mulai muncul dari tubuh Sehun. Perlahan Sehun mulai mengontrol asap-asap itu sesuai keinginannya. Ia tidak kehilangan kesadaran seperti sebelumnya. Bibirnya menyeringai. Asap-asap itu membungkus tubuh Kris dan membawanya ke jendela kamar Luhan yang rusak.

“Ugh~” Kris mengerang kesakitan saat asap-asap itu masuk ke dalam tubuhnya. Kulit-kulitnya mengelupas dan mengeluarkan darah. Kris bersumpah kekuatan ini sangat menyiksa tubuhnya.

Sehun menghilangkan asap-asap itu dan membiarkan Kris jatuh dari ketinggian. Ia tidak membiarkan Kris mati karena Sehun akan membuat perhitungan dengannya. Setelah memutar otak, Sehun langsung pergi ke ruangan Kris.

“Sehunnaa~” Sehun mendapati Luhan terjebak dalam sebuah bola api yang panas. Luhan melihat Sehun datang. Kekuatannya mulai habis dan ia tahu ajal telah menjemputnya. Sehun membuat angin puting beliung yang menghancurkan bola api itu.

“Sehunna~” Sehun menangkap tubuh Luhan. Luhan terlihat mengenaskan. Kulit-kulitnya melepuh dan wajahnya pucat. Sehun bisa melihat Luhan sangat membutuhkan darah. Ia merobek kulitnya dan memberikan beberapa tetes darah ke Luhan. Sayangnya hal itu tidak terlalu berpengaruh pada kondisi Luhan. Sel regenerasinya telah rusak dan kondisinya amat buruk karena telah dikurung selama beberapa hari.

“Maafkan hyung..” Sehun menggelengkan kepalanya dan memeluk tubuh Luhan erat. Semua amarahnya langsung menghilang begitu saja. Ia yakin Luhan dijebak oleh Chanyeol dan Kris.

“Hyung hanya uhuk.. Tidak mau kehilanganmu.. Hyung uhuk.. Uhuk.. Tidak rela kau bersama adikmu.” Luhan memuntahkan darah dan menatap Sehun sendu. Sehun mulai menangis sambil memeluk erat hyungnya.

“Tapi bukan seperti itu caranya hyung. Aku sangat menyayangi hyung. Maafkan Sehun, hyung.” Tangan Luhan mengusap air mata Sehun dan mengusap kepalanya.

“Kau masih kekanakan ya.. Hyung yang bersalah. Maafkan hyung, ne?” Sehun mengangguk berkali-kali sambil menangis.

“Hyung tolong jangan pergi. Aku tidak punya siapapun yang bisa kupercaya hyung.” Luhan mengulas senyum tipis. Ia tahu ajalnya akan segera menjemputnya.

“Mian Sehunna.. Annyeong” Tubuh Luhan berubah transparan lalu menghilang dan berubah menjadi debu. Sehun menundukkan kepalanya. Ia sangat menyesal karena tidak menyelamatkan hyungnya. Matanya melihat debu berwarna hitam yang ada di tangannya. Memori bersama Luhan berputar terus seperti rol film.

( Flashback On)

Sehun kecil berlari-lari di ruangan milik Luhan. Pada saat itu, Luhan sudah diberi kepercayaan oleh ayahnya untuk mengurus dunia vampir selama ayahnya sedang bertugas di dunia lain padahal usianya masih terbilang muda.

“Hyung.. Hyung lihat aku sudah bisa membuat angin kecil nih.. Hehe..” Luhan mengangguk dan kembali melanjutkan pekerjaan. Karena merasa tidak dihiraukan, Sehun kecil mengarahkan angin kecilnya ke meja Luhan yang membuat beberapa file berterbangan dan berantakan di lantai.

“SEHUN!” Dengan rasa kesal, Luhan memunguti file-file yang jatuh di lantai. Bukan Sehun namanya jika dia tidak berbuat jahil lagi. Sehun mengarahkan anginnya yang lebih besar ke buku-buku di rak.

Luhan menghembuskan nafasnya melihat tingkat jahil Sehun. Ia membuat gelembung kecil dan memenjarakan Sehun selama beberapa saat. Hanya untuk membuatnya jera. Sehun kecil menangis dan meronta ingin keluar. Luhan membereskan buku-buku yang berserakan dan kembali ke tempat duduknya.

“Hyung lepaskan Sehunnie.. Maafkan Sehun yang nakal. Hyung… Huaaa~” Luhan melirik adiknya yang masih menangis. Karena kasihan, ia menghilangkan gelembung itu dan duduk di dekat Sehun. Tangannya mengusap kepala Sehun.

“Jika kau tidak berbuat nakal, hyung tidak akan mengurungmu. Kau itu namja. Jangan menangis dan memohon seperti itu. Namja itu kuat. Namja tidak boleh menangis. Sehun kan kuat. Okay?” Sehun mengangguk-angguk sambil menghapus air matanya.

“Sehun tidak akan menangis lagi. Sehun akan menjadi namja yang berguna untuk hyung dan appa.” Luhan tersenyum melihat Sehun kecil mengucapkan hal klise seperti itu.

“Ayo kita lihat seberapa jauh kau bisa membuat angin itu. Kajja kita ke luar.” Luhan menggendong Sehun dan membawanya keluar dari ruangannya.

( Flashback Off)

Sehun berusaha mengendalikan perasaannya yang campur aduk. Lagi-lagi ia kehilangan seseorang yang disayangi. Apa tidak cukup kehilangan Sohyun dalam hidupnya? Kenapa ia harus dihadapkan lagi dengan kematian orang yang dicintainya?

“Aku tidak akan membiarkan Hyeri mati begitu saja.” Sehun membulatkan tekadnya melindungi saudara satu-satunya. Ia tidak mau kehilangan Hyeri begitu saja.

“Tuan.. Ugh~ aku diserang Jungkook dan Hyeri dibawa olehnya.” telepati Kai.

“APA?!”

 

TBC

 

 

Iklan

2 pemikiran pada “[EXOFFI FREELANCE] Black Diamond (Chapter 6)

  1. Kan mati, why harus Luhan yg mati sih.. 😐
    Jungkook pengen gue tabok!! Yg ada mati gue πŸ˜‚πŸ˜…

    Ditunggu next chap nya, kak.. Fighting 😁

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s