[EXOFFI FREELANCE] LET ME IN (CHAPTER 5B): PAST pt.2

Title | Let Me In  [Sequel Hold Me Tight]

Author | RahayK

Lead Cast |Byun Baekhyun x Baekhyun / Dellion Foster

                        Yoon So hee  x Baek Eun Ha

                         Irene Bae  x   Park Ae Ri

                       Song Yun Hyeong  x  Yun Hyeong

                       Kim Jong In  x   Kai Kim

Support Cast | Kim Dahyun  x   Dahyun

                               Wang Jackson  x  Jackson

Length |Chapter -Sequel

Genre | AU x Dark x Drama x Friendship x Sad x Bromance x Marriage -Life  x Revenge

Disclaimer | Seluruh bagian dalam fiksi ini adalah milik penulis. Jika ada kesamaan dalam garis cerita, kejadian dan setting itu hanyalah kebetulan dan bukan bentuk PLAGIAT. Jika ada yang menemukan fiksi ini bukan di blog yang aku cantumkan dibawah tolong segera lapor ke penulis! Seluruh fiksi ini dilindungi oleh Hak Cipta @1005iyu.Aku mengijinkan baca tapi tidak untuk di co-paste apalagi dijadikan dokumen private. Thanks! Keseluruhan cast hanya sebagai visualisasi, mohon untuk tidak men-judge secara negatif para pemain yang ada di fiksi penulis! Cast milik TUHAN YME, dan Ortu serta agensi masing-masing.

“Menuangkan pikiran dalam tulisan tidak semudah men-judge karya orang!So, jadilah bijak kawan.. makasih!” _RHYK, 2017

Poster | RahayK Poster

Summary  this  Chapter |

“Aku pernah mengatakan padamu agar pantau terus bajingan itu di penjara.”

P.S; Ini adalah kilas balik sebelum akhir dari chapter 4 kemarin, dimana perjalanan 4 tahun sebelumnya..So sorry jika alur berjalan lambat

[Bagian 5]

4 tahun setelah Baekhyun meninggalkan Seoul..

“Apa kau menunggu lama,Ahjussi?” yang ditanya hanya menggeleng pelan, lantas ia bersandar pada tembok besar dengan hiasan grafity ditepi sungai han yang sepi. Ia menyedot minumnya setelah sesekali melirik gadis yang ada dihadapannya. “Jangan menatapku seperti itu, Ahjussi..” gadis itu berkata masih fokus mengikat tali sepatunya yang terlepas. Meski begitu, ia tahu bahwa lelaki yang ia panggil Ahjussi ini masih menatap dengan tatapan yang sukar untuk didefinisikan. “Bagaimana jika suatu saat aku harus pergi –dan kau tak bertemu lagi denganku?” pertanyaan lelaki itu membuat gadis itu tertegun seketika, lantas ia menengadahkan kepalanya dan netranya bertemu dengan netra teduh sang Ahjussi. Hening sejenak. Lalu, gadis itu kembali menunduk dan berdehem pelan barulah ia bersuara. “Jangan bicara seperti itu, Ahjussi. Jika kau memaksaku untuk menjawab, aku tidak akan berkomentar tentang itu –‘ ia kembali berjalan berbalik arah dan lelaki itu hanya mengikutinya dan mensejajarkan langkahnya dengan gadis mungil itu. “Kenapa? –apa alasanmu untuk bertahan adalah karena seseorang yang memintamu untuk hidup lebih lama lagi?”

“Salah satunya itu..” ia berkata cepat, tiba –tiba saja sang Ahjussi menghentikan langkahnya. “Kau salah besar jika alasanmu bertahan adalah karenaku..” Gadis itu hanya mengernyit tak kentara namun tersirat sebuah pertanyaan besar diair mukanya. “Kenapa?Dimana letak kesalahannya ahjussi?”

“Kesalahannya adalah karena aku bukan orang baik seperti yang kau pikir, Eun Ha..”

::: LET ME IN:::

Kening gadis itu berkerut hebat, peluh mengalir deras diarea wajahnya yang mungil. “Kajima, Ahjussi!!” ia tersentak bangun dengan mata yang membelalak. Detik berikutnya, telinganya dipekakan dengan alarm ponsel yang sengaja ia pasang berulang agar ia tak kesiangan untuk memulai aktivitasnya sebagai mahasiswi tingkat akhir pada salah satu universitas ternama di Seoul yang ia dapat dengan jerih payahnya mengikuti beasiswa.

Ia mengacak rambut singanya penuh kesal, entah karena mimpi seperti kenyataan itu atau sebab lainnya misal saja, kesiangan. “AAH!Kesiangan,Sial!” rutuknya entah menyalahkan siapa.Gadis itu segera melompat dari tempat tidurnya dan segera menarik asal handuk yang tergantung, tanpa perduli itu milik siapa –yang jelas ia harus tiba di kampus dalam waktu kurang dari 20 menit. Jika tidak, siapa yang mau bertanggung jawab bila beasiswanya dicabut? Orang yang setiap malam datang ke mimpinya? Oh ayolah,mana mungkin ada kejadian seperti itu. Sekarangpun orang itu sudah tak terlihat lagi batang hidungnya di Korea bak ditelan bumi.

Kurang dari 7 menit setengah lagi, jam kuliah akan dimulai dan seorang gadis dengan rambut bergelombang sebahu masih sibuk celingak –celinguk seraya memerhatikan betul pemacu waktu yang membuatnya merasa dibombardir kecuali hari ini bukan hari Senin. “Ya ampun.. Baek Eunha,mati saja kau jika tak datang dalam waktu satu menit.” Gadis itu bercakap sementara yang dibicarakan tengah berlari dan berhenti tepat dimana ia tengah berdiri.Tak lama, para mahasiswa lain yang mengikuti kelas pagi ini berhambur masuk kelas dan berburu tempat duduk paling belakang, atau paling tidak tengah –tengah, tempat paling sempurna dimana gadis itu dan temannya tengah duduk sekarang.

“Aku ingin mengucapkan sumpah serapahku padamu kalau saja–‘ belum selesai ia bicara gadis itu memotong dengan nafas terengah “Aku tidak telat ya, Jung yeon –ssi. Lebih baik kau diam kalau tak mau dapat nilai E dari guru Hong..” bisik gadis itu menyebut nama temannya dengan formal, ia menaruh jemari telunjuknya dibibirnya sendiri, mengisyaratkan temannya itu untuk tak bicara lagi namun hanya dibalas dengan tawa renyah tanpa suara tentu saja, Jung Yeon belum ingin tamat hari ini. Kelaspun dimulai.

::: LET ME IN:::

Jackson memutuskan untuk menunggu Dahyun menyelesaikan sidangnya hari ini, langit sedang berbaik hati padanya hari ini –yah –bagaimana tidak, jika Dahyun benar –benar dinyatakan lulus sidang ia akan membawa gadis itu jalan –jalan ke sungai Han melihat Festival Bunga Kosmos dan juga ke Perancis jika perlu –bukan sungguhan, hanya tempat wisata bernama La France yang aksesnya tak jauh –jauh dari Seoul, karena hari ini cerah dari hari yang lain atau memang itu perasaan Jackson yang terlalu gembira berlebihan? –entahlah, yang pasti ia akan mengajak gadis itu kencan seharian hari ini.

“Dimana kau akan menungguku?” Dahyun berbicara diseberang panggilan yang masih berlangsung. Hingga akhirnya, Jackson memutuskan duduk di Kantin Fakultas Public Relation yang jaraknya tak begitu jauh dari Fakultas Desain Dahyun. Jackson kembali berbicara seraya melihat sekeliling.Bukan tanpa alasan karena dekat juga –tapi, Eun Woo bilang banyak gadis cantik di Fakultas ini. Bukan bearti ia ingin selingkuh dari Dahyun, hanya menjadi penyejuk mata saja kok tak lebih.

“Kantin Fakultas PR –cepat datang jika sudah usai.” Jackson buru –buru menyudahi panggilannya dengan Dahyun, jika tidak –perang dunia ketiga bisa berlangsung, perlu dicatat –selama berpacaran sudah beberapa kali Dahyun memutuskan dirinya hanya karena hal sepele. Diantara penyebabnya perempuan. Yah, tak terelakkan diam –diam Jackson adalah Mahasiswa Most –wanted dijurusannya yaitu Teater Film.

::: LET ME IN:::

Lelaki itu kembali menginjakkan kakinya ditanah air yang telah lama ia tinggalkan.Hal pertama yang ia lakukan adalah menghirup nafas dalam –dalam membiarkan paru –parunya menghirup udara dibawah langit yang telah ia tinggalkan sekitar 7 sampai 8 tahun lalu.Sebuah senyum yang menampilkan lesung pipi tercetak dimenit berikutnya, banyak hal yang harus ia lakukan setibanya ia di Korea. Diantaranya, pergi kesebuah tempat yang dulu pernah ia jadikan tempat singgah selain rumah.Bukan hanya sekedar singgah melainkan ia dikurung dibalik jeruji besi, soal itu membuatnya ingat akan sang saudara “Aah, benar. Aku harus melihat Jong Dae hari ini.”

Satu yang ia harapkan, semoga ia tak bertemu dengan orang yang menjebloskan saudaranya itu ke Penjara. Mengapa? Hanya ada satu alasan.

Agar kisah lama itu tak terkuak lagi.

Biar saja jadi kisah lama dikaset usang, yang penting dirinya sendiri menghirup udara bebas. Kadang dalam hidup, egois memang adakalanya sedikit diperlukan untuk bertahan hidup. Jika kau tak ingin terjatuh lebih dalam lagi, pikir lelaki itu.

“Prinsip hidupmu memang selalu benar, Kim Jong In..”

::: LET ME IN:::

Hiruk pikuk kota metropolitan seperti New York atau Washington DC kini tak asing lagi untuknya.Entah siang atau malam baginya, itu sama saja kedua kota itu menjadi saksi perjuangan hidup lelaki ini.

Jika dulu, keluar negeri adalah sebuah mimpi kecil yang masuk kedalam daftar keinginannya dulu kini lelaki itu dengan mudahnya berpindah negara bahkan benua lain dalam hitungan hari bahkan jam. Dalam 36 minggu yang ia jalani lelaki itu telah mengunjungi Uni Emirat Arab, Cina,Australia, Singapore, Jepang, New Zealand, dan yang terbaru adalah Jerman.

Lelaki itu bersandar pada pilar sebuah bangunan di ruang kosong dengan lantai porselen berwarna gold memberi kesan berkilauan ketika sinar matahari langsung menyerang masuk begitu lelaki itu membuka lebar-lebar gorden yang menutupi kaca transparan bening itu.

Netranya terpejam menikmati hangatnya  sinar matahari yang masuk.Dengan mudah ia kembali tenggelam pada hari dimana ia begitu bahagia dimasa 20 tahun lebih hidupnya. Meski begitu, ia tak ingin waktu mundur meski kenangan itu terasa menghangatkan hatinya yang telah membatu bak es kutub. Diam-diam ia terkekeh sendiri hingga suaranya menggema dalam ruang kosong itu.

Bagaimana tidak?

Ia lupa kapan terakhir ia memiliki kenangan bahagia, kapan terakhir ia tertawa karena merasa senang, kapan musim dingin adalah salah satu musim yang paling ia tunggu kedatangannya, dan juga kapan ia mengingat suara tangis gadis kecilnya ketika ia merasa lapar, haus dan tidak nyaman. Ia lupa dengan semuanya. Lalu, apa yang ia lakukan dalam waktu yang telah berlalu 4 tahun?

Ya, benar.

Ia hanya bernafas, tidur lalu berkerja. Hari berikutnya, ia melakukan hal yang sama, hingga sekarang.

Saat ini.

Kesunyiannya kembali terganggu ketika derap langkah lain masuk kependengarannya. “Ternyata anda disini, Hwajang –nim.Aku mencarimu kesana kemari –“

“Katakan ada apa mencariku?” potong lelaki yang jabatannya lebih tinggi darinya. Tanpa bicara lagi, ia sedikit membungkuk karena lawan bicaranya sedang duduk menyandar dipilar.Ia berbisik, yang membuat lelaki itu mengepal tangannya geram. Ia segera bangkit dari sana. “Siapkan penerbangan ke Jerman sekarang!” teriak lelaki itu dan meninggalkan lawan bicaranya disana. “Aish!pantas saja, tak ada sekretaris yang betah bekerja untukmu!” gerutu sang sekretaris begitu sang atasan pergi, meski begitu ia tetap mengikuti sang atasan dan mengikuti instruksinya.

::: LET ME IN:::

Frankfurt Airport..

Seorang lelaki menyambut dua orang lelaki lain, ia tersenyum lebar dan segera mensejajarkan langkahnya begitu lelaki bermata elang itu melewatinya. “Ada apa kau ke Jerman tiba –tiba begini?”

“Aku pernah mengatakan padamu agar pantau terus bajingan itu di penjara.”ujar lelaki itu dengan nada datar. “Aku memantaunya,cuman karena –“

Lelaki itu menggaruk kepalanya yang tak gatal, ia sudah tau tipikal rekan sekaligus sahabatnya ini sejak lama, bahkan lelaki itu berubah sejak keluarganya terpecah dan pernikahannya hancur. Temannya ini tiba-tiba menghentikan langkahnya sambil menatapnya dengan tatapan menyudutkan dirinya, lalu bercakap “Kau tak melakukannya. Seharusnya kau bilang padaku begini ‘Maaf, aku tak bisa memantaunya karena aku juga sibuk sama sepertimu.’benar bukan Kim Nam Joon –ssi?”

Nam Joon memundurkan langkahnya, ia sungguh takut jika temannya ini menyerangnya tiba –tiba. “Ya. Byun Baek Hyun, ayolah.. jangan seperti ini.” ujar Nam Joon menyengir sungkan.Tak terasa mereka sudah tiba di pelataran jalan tepi lajur keluar bandara dimana mobil Nam Joon terparkir. Baekhyun segera membuka pintu mobil kemudi sementara Nam Joon segera menahannya “Hei, ini bukan Amerika atau Korea.Kau tak punya lisensi untuk menyetir.” kata Nam Joon seraya memandang sekretarisnya Baekhyun penuh isyarat seperti tolong peringatkan bocah keras kepala ini.

“Hwajang –nim, sebaiknya anda tidak perlu menyetir.” Ujar si sekretaris.Baekhyun membuka dompetnya lantas dengan sombongnya ia memperlihatkan beberapa kartu lisensi mengenudi dari beberapa negara berbeda kepada kedua orang itu yang membuat Nam Joon terdiam sementara si sekretaris mengacungkan jempol. Lantas, setelahnya ia masuk kedalam mobil dan berada di bangku kemudi. Dan, Nam Joon serta sang sekretaris hanya saling lempar pandang.

“Siapa suruh kalian ikut?” Baekhyun melihat kedua orang itu dari kaca pantul, lalu ia berkata lagi “Turun.”

“Hei,paling tidak antar aku sampai rumah dulu baru setelah itu –‘ omongan Nam Joon kembali dipotong oleh Baekhyun. “Taksi yang akan mengantarmu, dan kau Jae Bum, pergi bersama Nam Joon.”

“Nde algeseubnida, Hwajang-nim.” Ujar sekretaris bernama Jae Bum itu  mengangguk mengerti. “Ya. Memangnya aku pengasuh?”

“Katakan kau mau apa sebagai bayarannya?”tawar Baekhyun agar menyelesaikan masalah ini secepatnya. Mendengar bajingan itu menghirup udara bebas benar-benar membuatnya geram.Namaya baru kembali bersih sekitar dua tahun belakangan, dan kesalahannya benar-benar fatal tapi ia bisa bebas begitu saja? Baekhyun tak habis fikir.

Mendegar tawaran Baekhyun yang jarang sekali ini membuat Nam Joon terlintas sebuah ide cermerlang dibenaknya, mungkin setelah gagal berkali –kali, untuk kali ini Nam Joon akan berhasil membujuk lelaki itu dan mengembalikan Baekhyun setidaknya seperti manusia lagi, yang berperasaan bukan hanya berotak.  “Buka email yang kukirim dua hari lalu dan setujui itu.”

“Lupakan!” singkat Baekhyun menolak tawaran yang diminta oleh Nam Joon, karena hal itu sudah beribu kali diminta Nam Joon, dan demi apapun ia lebih baik mati daripada harus membuka email yang tiap bulannya dikirim selama 4 tahun belakangan.

Nam Joon mengangkat bahunya dan bertepuk tangan “Ya sudah, negosiasi selesai. Kau yang harus turun dari mobilku dan kembali saja sana ke New York.”

Baekhyun memutar matanya malas lalu kalimat itu terlontar begitu saja dari bibirnya. “Akan kupikirkan.”

“Bagus!hati –hati dalam perjalanan.Aku akan menjaga sekretarismu supaya yang satu ini tidak kabur lagi,oke?” ujar Nam Joon seraya merangkul Jae Bum yang membuat sang sekretaris kikuk.

“Terserah!”

Nam Joon hanya pasrah begitu mobilnya dijarah oleh bocah satu itu,yah, memang seperti dugaannya Baekhyun adalah orang yang tepat untuk diajak negosiasi dan juga berbisnis.Ia mengantongi kedua tangannya disaku, lalu menyadari kalau ada seorang lelaki yang terus memperhatikannya dari tadi. “Kau betah berkerja untuknya?” tanya Nam Joon, “Tidak juga..” ujar sang sekretaris seraya mengusap lehernya. “Sudah kuduga.Bersabarlah, banyak hal yang membuatnya jadi seperti itu. Setidaknya, bertahanlah hingga waktunya ia kembali ke Korea, saat itu –kau akan melihat –siapa –Byun –Baekhyun –yang sebenarnya.”

::: LET ME IN:::

Ia tiba disebuah bangunan beraksen eropa kuno yang minim dengan cahaya matahari, memang, Jerman adalah salah satu negara dengan langit yang sangat kurang terhadap sinar matahari makanya tak heran bangunan ini menambah kelam suasana didalam bangunan. Baekhyun dihadang oleh dua orang petugas dengan seragam polisi khas Jerman ia bertanya dengan bahasa ibu mereka.

“Hallo, sie suchen die?1 tanya salah seorang polisi dengan bobot tubuh besar dan tinggi. Baekhyun cuman tersenyum dan menunjukkan sebuah ID “Dellion Foster, Ich Suche kommissar2.”

“Like your was heard about him, Mr. Foster?3 sapa seorang dengan jenggotnya yang memutih dan rambut ikalnya hingga dibawah cuping telinganya membuat Baekhyun ikut mengulas senyum setelah lelaki yang menyapanya dengan bahasa inggris menyuruh kedua petugasnya untuk membiarkan Baek Hyun masuk kedalam ruangannya.

Note:

  1. Hallo, anda mencari siapa?, 2. Dellion Foster mencari komisaris, 3. Sepertinya kau telah mendengar tentang dia, Tuan Foster?

“Lama tidak bertemu denganmu, Tuan Foster. Seperti dugaanku tentang kedatanganmu ke Jerman benar bukan?” ujar lelaki itu kembali duduk dimeja kerjanya, menilik Baekhyun yang sedang melihat beberapa bingkai foto dari balik layar komputernya.

“Ini tidak sesuai dengan keputusan telak dakwaannya, dia tidak hanya melakukan penipuan, pencemaran nama baik, pelmasuan dokumen,penggelapan dana dan distribusi ilegal.” Ujar Baekhyun lalu menghampiri lelaki yang lebih tua darinya itu. Membuat lelaki tua itu mengangkat alisnya dan merasa tertantang oleh Baek Hyun.

“Menghukum orang-orang dibawahnya sudah kulakukan.Dan, Was wurden Sie tun, wenn jemand 54000$ in bar Geld gebracht? Apa kau akan berdiam saja?” tanya lelaki itu dengan nada mengejek, Baekhyun geram dan langsung saja tangannya yang sudah sejak dari bandara mengepal meninju lelaki tua itu.

Bug!

“Beruntung sekali kau hari ini, aku tidak sedang membawa pistol jadi aku tidak akan memecahkan kepalamu.”

Lelaki itu tertawa renyah dan menyeka darah yang mengalir dari sudut bibirnya “Lalu, apa yang akan kau lakukan?huh!?”

“I will visit you in other times.Please, genieβen Sie den Rest ihrer Zeit,Sir” ujar Baekhyun dengan sakartis dan segera pergi dari sana.

::: LET ME IN:::

Baekhyun memukul roda kemudinya berkali-kali, ia sudah melangkah sejauh ini dan dengan enaknya orang itu bisa menghirup udara bebas  setelah semua yang ia lakukan? Jangan bercanda.

“Hentikan semua prosedur pengobatan di RS Scheinegezn,di Hannover sekarang!”

Baekhyun membanting ponselnya dan berteriak kesal. “Sial!!Sialan kau bajingan!”

[2 tahun sebelumnya..]

“Eo! Coba lihat siapa yang ingin menemuiku sekarang?Apa ini Byun Baekhyun?”

“Bagaimana didalam sana?itu tempat yang cocok untuk bajingan seperti kau Kim Jong In!”

“5 tahun lalu, sudah berlalu secepat itu memangnya?ah! tidak –tidak tepatnya ditambah lagi 1-2 tahun jadi, 6 atau 7  tahun berlalu dari hari dimana aku berhasil menjatuhkan seorang yang congkak seperti Byun Baekhyun.”

“Harusnya kau mati saja saat itu, bajingan!”

“Kapan?Oh –saat insiden kebakaran pabrik? Karena kau disini –sebagai perwakilan adikku, aku mengucapkan terimakasih yang sebesar –besarnya padamu.”

“Membusuklah didalam sana!!Bajingan!!”

“Baiklah, seperti katamu aku akan disini tapi,aku tidak mungkin membusuk karena aku adalah orang hebat.”

“Your time is over,sir. Please come again tommorrow!”

“Oh ya, sampaikan salamku untuk AE RI. Bilang padanya aku merindukannya dari Jerman!”

Bersambung…

A/N

hello gaes? oke. aku minta maaf banget karena hanya ada percakapan di scene akhir seperti yg kalian baca diatas, karena aku gak punya waktu untuk edit ulang karena lepi lagi eror hehehe..

gimana dengan chapter ini? penasaran gak sih? well, sebetulnya aku ingin menjelaskan lebih banyak lagi, cuman nanti kalian bosen jadi flashbacknya sampe sini aja dulu, nanti keknya kemungkinan besar bakal ada flashback lagi dan waktunya bakal mundur jauh banget, so.. ikutin terus ff ini dan jangan bosen” ninggalin jejak kalian karena buat penulis receh macem saya itu adalah feedback paling berharga wakakak

oh ya, promote dikit: baca ff aku yang everything has changed dan adorable love yaaaa kalian bisa cari di library atau di menu search dariku segini dulu makasih yang udah baca sampe chapter ini 🙂 love you all :*

Warm Hug,

RHYK

3/06/2017

 

Iklan

23 pemikiran pada “[EXOFFI FREELANCE] LET ME IN (CHAPTER 5B): PAST pt.2

  1. Ping balik: [EXOFFI FREELANCE] LET ME IN (CHAPTER 17 PT 2) | EXO FanFiction Indonesia

  2. Ping balik: [EXOFFI FREELANCE] LET ME IN 17: MAD (NO) HATE | EXO FanFiction Indonesia

  3. Ping balik: [EXOFFI FREELANCE] Let Me In (Chapter 15) | EXO FanFiction Indonesia

  4. Ping balik: [Bagian #10] Let Me In: Best (bad) gift – Ssstt!! This Fiction!

  5. Ping balik: [Bagian #9] Let Me In: All Thing is back – Ssstt!! This Fiction!

  6. Ping balik: [EXOFFI FREELANCE] Let Me In (Chapter 14) | EXO FanFiction Indonesia

  7. Ping balik: [Bagian #7] Let Me In: Fools Love – Ssstt!! This Fiction!

  8. Ping balik: [Bagian #6] Let Me In: Her Beloved – Ssstt!! This Fiction!

  9. Ping balik: [EXOFFI FREELANCE] – LET ME IN -13: MEET AND INVITATION | EXO FanFiction Indonesia

  10. Ping balik: [EXOFFI FREELANCE] Let Me In [Chapter 12] | EXO FanFiction Indonesia

  11. Ping balik: [EXOFFI FREELANCE] LET ME IN (Chapter 11) | EXO FanFiction Indonesia

  12. Ping balik: [EXOFFI FREELANCE] LET ME IN (Chapter 10) | EXO FanFiction Indonesia

  13. Ping balik: [EXOFFI FREELANCE] Let Me In (Chapter 9) | EXO FanFiction Indonesia

  14. Ping balik: [EXOFFI FREELANCE] LET ME IN 7: FOOLS LOVE | EXO FanFiction Indonesia

  15. Aku pising baca nya.. bner bner bingung di chapter inii.. mungkin aku kan membacanya ulangg semoga di chapter selanjutnya bisa lebih jelas lagii.. semangat teruss yaa untuk chaper selanjutnyaa

  16. Ping balik: [EXOFFI FREELANCE] Let Me In (Chapter 6) | EXO FanFiction Indonesia

  17. Pas baca flash back di awal masih bingung, kok ada jongin, eh sodaraan sama jongdae. Di tengan flash back baru ingat kalau dulu Baek difitnah sama dia pas masih sama Ae Ri dan kerja di perusahaan farmasi. Dan akhirnya nyambung soal Baek yg katanya dulu congkak sama sikapnya sekarang setelah kembali sukses. Oke. Jujur penasaran banget sama kelanjutannya. Penasaran sama scene Eun Ha dan Baek Ahjussi selanjutnya. Penasaran kenapa Ae Ri masih saja gangguin Baek. Dan penasaran penasaran sama kisah seru lainnya.. Good Job, Jagga-nim 👍

    • hehehe terima kasih untuk pujiannya~ #bow90
      unch untung kamu langsung paham sama jalan alur ff ini, emang sih rada jauh flashbacknya abis bingung siapa yg mau aku masukin buat jadi rival baekhyun disini, lagipula aku jamin semua cast baik yang lead atau bukan masih berhubungan satu sama lain di masa lalu, so ditunggu aja dan jangan bosen buat kasih komen kamu walau cuman sekalimat aja heheh
      maaaciwww 🙂 😀

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s