[FICLET] DEPRESSION (눈물병) – 8 — IRISH’s Tale

|   Depression (눈물병)   |

|   based on CLC`s Song Title   |

— Depression`s Prompt Ficlet Fiction(s) —

|   EXO`s Chen   x  Gugudan`s Nayoung   |

|   supported by Gugudan`s Sejeong   |

|   Melodrama x Life   |   Ficlet   |  Teenagers   |

2017 © Little Tale Created by IRISH

‘Repeating this feelings, erasing you’

Related to: 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

In Author’s Eyes…

Kalau ada perasaan yang lebih sakit di dunia ini selain patah hati, beritahu Nayoung saat ini juga. Karena sekarang bagi si gadis, tidak ada rasa sakit yang bisa melebihi sakitnya patah hati.

Tepatnya, sudah dua tahun gadis itu melajang, akibat patah hati karena ulah seorang Kim Jongdae. Bukannya Nayoung tidak bisa jatuh cinta lagi pada pria lain, tapi si pria Kim yang sudah beristri itu seolah enggan untuk berhenti memberi Nayoung harapan.

“Nayoung-ah, kau sudah makan siang?” tanya Jongdae, mengelus puncak kepala si gadis yang tengah sekuat tenaga menahan diri untuk membuang perasaan yang disimpannya untuk si pria.

“Hmm, aku sudah makan siang dengan teman-temanku di kampus, tadi.” jawab Nayoung, melempar pandang untuk sekedar menambah sakit hati. Karena lantas pemandangan yang menyambut netranya tidak lagi pemandangan romantis dimana Jongdae tengah tersenyum padanya dengan jemari yang masih bertengger di puncak kepalanya, melainkan pemandangan meremukkan hati dimana Nayoung jadi satu-satunya pemilik hati yang tersakiti.

Di hadapannya—di tengah kesibukan Nayoung dengan tugas-tugasnya sebagai usaha guna menghapus rasa rindunya pada Jongdae dan segalanya tentang si pria yang dirindukannya—Jongdae justru tengah memamerkan kemesraan suami-istri dengan wanita beruntung yang membuat eksistensi Nayoung tidak ada artinya di hati Jongdae.

Kim Sejeong, adalah wanita yang beruntung karena mendapatkan hati dari Jongdae. Keduanya sekarang bahkan tengah bermesraan di depan mata Nayoung. Oh, haruskah Nayoung ingatkan dirinya bahwa Sejeong—si gadis dengan usia terpaut satu tahun dengannya itu—dulu adalah sosok sahabat terbaik bagi Nayoung sebelum ia merebut Jongdae dari Nayoung?

Oppa, hentikan. Nayoung ada di sini,” Sejeong berkata kala dia mengelak dari ciuman yang hendak Jongdae berikan padanya.

Hey, bukannya Nayoung seorang anak-anak yang tidak pantas untuk melihat ciuman semacam itu di depan matanya. Tapi apa yang Nayoung tangkap sekarang dari ucapan Sejeong adalah bagaimana gadis—ralat, wanita itu berusaha untuk menghimpit Nayoung dalam sakit hati yang lebih dalam lagi.

Dia sudah berusaha, menghapus jejak Jongdae dari dalam benak, namun tidak berhasil. Sama sekali tidak berhasil. Yang ada, Nayoung sadari dirinya justru semakin mendamba si pria untuk ia miliki.

“Tidak masalah, aku bukannya akan cemburu melihat kalian berdua bermesraan.” Nayoung berucap, bersikap munafik dan bahkan bisa tertawa kala menimpali ucapan Sejeong, padahal hatinya diam-diam berkeretak patah, lagi.

“Nayoung sudah terbiasa melihat kita, sayang.” lengan Jongdae kini bergerak merengkuh pinggang Sejeong, menarik tubuh wanitanya untuk kemudian menyarangkan sebuah kecupan kecil di bibir Sejeong—hal yang kemudian membuat Sejeong tersipu malu.

Sebagai jawaban, Nayoung hanya menguarkan tawa kecil dari bibirnya, menghindarkan pandangnya dari pemandangan yang hanya akan menambah sakit hati.

“Ya, aku sudah sangat terbiasa.” Nayoung berucap pelan, mengabaikan hatinya yang sakit lantaran ingatan mengenai masa-masa persahabatannya dengan Sejeong yang ia akhiri ketika Sejeong menginjakkan kaki di atas altar dengan pria yang Nayoung cintai, entah mengapa Nayoung merasa kasihan pada dirinya sendiri.

Lekat dalam ingatan Nayoung, tentang bagaimana dia dan Sejeong dulu terlampau sering berbagi segalanya, pahit-manisnya kehidupan sudah Nayoung lalui bersama dengan Sejeong sebagai sahabat selama hampir delapan tahun.

Tapi dua tahun terakhir, Nayoung merasa menyesal karena sudah membagi semua hal yang ia miliki selama delapan tahun ini pada Sejeong. Lebih tepatnya, dia menyesal karena telah membagi pria yang ia cintai pada Sejeong.

“Ayo, katamu kau ingin menonton film malam ini.” vokal Jongdae memecah lamunan Nayoung. Ah, dia tentu ingat bagaimana manjanya Sejeong saat meminta Jongdae untuk menemaninya menonton film romansa yang akan tayang malam ini.

Nayoung tidak ingin membayangkan apa saja yang mungkin Sejeong lakukan dengan Jongdae di bioskop nanti, sungguh, dia tidak mau membayangkan hal itu karena tahu jelas dia hanya akan menyakiti hatinya sendiri.

“Oke, aku ambil mantelku dulu.” Sejeong berucap, ia rengkuh sejenak tubuh Jongdae sebelum akhirnya Sejeong melangkah meninggalkan Jongdae dan Nayoung berdua di ruang tengah rumah yang sejak tadi menjadi tempat mereka bercengkrama.

Dari sudut mata, Nayoung bisa melihat bagaimana Jongdae memperhatikan kepergian Sejeong dengan tatapan yang sungguh Nayoung damba. Andai saja pria itu bisa melihat Nayoung dengan cara yang sama, akankah sakit hati yang dirasanya bisa berkurang?

“Apa yang kau lamunkan, Nayoung-ah?” terdengar tanya Jongdae.

“Ah, tidak. Aku hanya memikirkan betapa senangnya Sejeong karena punya seorang pria sepertimu di sisinya.” Nayoung berucap, tidak sepenuhnya berbohong, dan bahkan ada rasa iri yang Nayoung selipkan di tengah kalimatnya.

Tawa lembut Jongdae berikan sebagai sahutan. Sekon kemudian dengan gemas dia melangkah ke arah Nayoung, merengkuh tubuh gadis itu sebelum ia sarangkan sebuah kecupan di puncak kepala Nayoung dengan penuh sayang.

“Jangan begitu, kau juga suatu hari pasti akan meninggalkan Oppa-mu ini dan menikah dengan seorang pria yang jauh lebih baik daripada aku. Bukankah begitu, adikku sayang?”

FIN

IRISH’s Fingernotes:

Idk kenapa ini tetiba nembus incest… gak incest juga sih karena fakta kalo Chenchen di sini berperan jadi Kakaknya Nayoung gak disebutin secara frontal dari awal :v dan enggak ada kejelasan juga tentang perasaan Nayoung itu ‘cinta’ yang semacem apa, LOOOOOOL. Dan Sejeong juga enggak temen makan temen (eh apasih istilahnya ;~;)

Ya pokoknya begitu lah, huft, alhamdulillah Mei udah berlalu dan sekarang menyambut Juni diriku bisa lebih free buat ngetik (fyi kalo diri ini sibok mengetik, pasti tetiba berubah jadi introvert yang mengurung diri di kamar tanpa hape tanpa komunikasi sama orang-orang rumah dan akhirnya bakal kena omelan emak karena nyemil mulu /efek belum dapet puasa/) jadi yang jadi temen kencan (ralat, temen ngetik seharian ini) ya cuma Shangri-La-nya yayang VIXX doang, LOOOOOL.

Anyway, di tengah-tengah komanya, Violet ternyata masih fungsional ya Lord :”) thanks a lot. Karena si Leo anak baru ternyata demen-demennya di gebet sama adek buat dipake nonton pelem sama drama hasil donlotan gretong di waipi tempat kerja.

Ngetik Depression hitung-hitung ngelemesin jari yang udah begitu lama enggak dipake ngetik epep. Masa ya sekalinya ngetik rasanya ini tangan kudu ngetik ‘Sebagai acuan penerapan langkah-langkah…’ yang ada di SOP kalo enggak dibuat ngetik ‘Rencana tindak lanjut dari kurangnya capaian…’ yang ada di audit ß elu doang ini Rish yang dengan gajelasnya ngebahas SOP sama audit di tengah-tengah a/n epep.

Selamat berpuasa semuanya, semoga puasanya pada enggak bolong karena berita putusnya KaiStal (cukup diriku aja yang nangis sesenggukan gegara KaiStal putus T.T) dan enggak pada bolong puasanya karena drama-drama para Oppa gudkisser /kemudian ditendang/ dan enggak juga puasanya berubah makruh gegara pada mantengin abs bias.

Happy satnite, mblo!

Salam dariku, Irish.

Contact Me  ]

instagram wattpad wordpress

Iklan

9 pemikiran pada “[FICLET] DEPRESSION (눈물병) – 8 — IRISH’s Tale

  1. Ping balik: [AFTERWORD] DEPRESSION (눈물병) — IRISH | EXO FanFiction Indonesia

  2. Ping balik: [FICLET] DEPRESSION (눈물병) – 10 — IRISH’s Tale | EXO FanFiction Indonesia

  3. Ping balik: [FICLET] DEPRESSION (눈물병) – 9 — IRISH’s Tale | EXO FanFiction Indonesia

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s