TOY – [02] Date – Shaekiran

toycoverr.jpg

TOY

A Fanfiction By Shaekiran

Chanyeol x Irene

romance | hurt | campus life

Chaptered | PG-17

Disclaimer

standard disclaimer applied. Don’t copy  or plagiarism without permisson. Happy reading.

.

Previous Chapter

Prolog |Chapter 1 | [NOW] Chapter 2

.

[PLAY]

—CHAPTER 02—

Tin tin!

Suara klakson mobil itu membuat Irene yang tadinya hendak menuju dapur untuk mengambil air putih karena tenggorokannya kering segera menghentikan langkahnya. Gadis itu lantas berkacak pinggang, berpikir siapa yang datang ke rumahnya malam-malam seperti ini.

Tok Tok..

Namun bukan Irene namanya kalau mengambil pusing hal semacam itu. Sudah banyak lelaki yang datang tanpa diundang ke rumahnya meski hari sudah malam, lagipula ini masih pukul delapan kurang sepuluh menit yang di mata Irene jelas saja masih jauh dari kata malam. Bagi Irene, jam delapan itu masih sore hari.

Lantas Irene melangkahkan kaki jenjangnya menuju pintu rumahnya yang baru saja diketok pelan itu.

“Malam Irene.”

Gadis bermarga Bae itu sedikit membulatkan mata ketika menemukan senyum Chanyeol berada di depan pintu rumahnya. Lelaki jangkung yang belum genap sehari menjadi kekasih ke-enamnya itu tengah menyodorkan sebuah buket bunga mawar pada si gadis yang segera disambut dengan antusias tinggi. Irene benar-benar menyukai bunga.

Sembari mencium aroma bunga mawar cantik di tangannya, Irene teringat sesuatu. Ah, gadis itu akhirnya ingat kalau ia sudah membuat janji kencan Chanyeol pukul 8 malam ini. Kencan dengan Jinwoo siang tadi rupanya sudah membuat gadis Bae itu pikun.

“Kau datang cepat sekali sayang. Lihat, aku bahkan belum mandi.” rengek Irene sambil mengerucutkan bibirnya dan membuka pintu rumahnya lebih lebar lagi untuk mempersilahkan Chanyeol masuk ke dalam rumahnya. Ya, sebenarnya Irene berbohong. Bukannya ia belum mandi, hanya saja Irene baru saja pulang dari kencan bersama Jinwoo kurang dari setengah jam yang lalu.

Chanyeol pun duduk di sofa ruang tamu Irene yang nyaman. Lelaki bermarga Park itu melirik jam tangan yang melingkar di pergelangan tangan kirinya, pukul 8 malam tepat. Ia sama sekali tidak datang terlalu cepat seperti ucapan Irene.

Gwenchana, aku akan menunggumu bersiap-siap Irene. Tenang saja, kau bisa berdandan selama yang kau mau meski sebenarnya tanpa berdandan pun kau sudah terlihat sangat cantik.”

Merona? Tentu saja tidak. Bukan Irene namanya kalau langsung merona hanya dengan sebaris kalimat manis yang diucapkan Chanyeol kepadanya. Yah, meski kebanyakan gadis pastinya sudah sulit bernafas ketika seorang Park Chanyeol mengucapkan kalimat semanis itu, nyatanya Irene tidak merasakan apa-apa sama sekali.

“Baiklah, kalau begitu aku mandi dulu sayang. Kau duduk saja yang manis di sini, arraseo? Aku tidak akan lama.” pamit Irene kemudian sambil berlari-lari kecil menuju kamar mandi.

 

 

Chanyeol tengah asyik menonton televisi ketika dengan tiba-tiba Irene muncul dengan masih menggunakan kimono mandi berwarna putih sebatas paha. Rambut gadis itu masih digelung menggunakan handuk mandi. Pun aroma wangi mawar kesukaan Irene menguar dengan jelas dari tubuh gadis itu.

“Ah, kau belum bosan kan sayang? Sebentar, aku tidak akan lama kok.” ucap Irene berlalu sambil masuk ke dalam kamarnya.

Chanyeol hanya mengangguk kaku menjawab sapaan gadisnya itu. Oh ayolah, bagaimana pun Chanyeol adalah lelaki normal dan dia hanya berdua dengan Irene di rumah gadis itu. Ditambah lagi pakaian Irene yang tadi hanya menggunakan kimono mandi, rasanya Chanyeol menjadi tidak nyaman. Pipi Chanyeol bahkan sekarang berubah memerah seperti kepiting rebus entah karena apa.

Ceklekk.

Tidak berapa lama, hanya sekitaran satu menit, pintu kamar Irene kembali terbuka.

Dia berpakaian secepat itu? batin Chanyeol tidak percaya karena di pemikirannya Irene pastilah seperti gadis kebanyakan yang perlu waktu berjam-jam untuk berdandan.

Penasaran, Chanyeol lantas mengalihkan pandangannya dari layar datar televisi di depannya menuju pintu kamar Irene. Dan benar saja, seperti dugaan Chanyeol, Irene masih belum mengganti pakaiannya.

“Sayang, aku butuh pendapatmu.” pinta Irene tiba-tiba sambil menghampiri Chanyeol dengan riang. Tidak menunggu lama, kini gadis itu sudah berdiri tepat di depan Chanyeol yang masih duduk di atas sofa.

“Sayang, menurutmu aku harus memakai yang mana, ini atau ini?” tanya Irene sambil menaikkan dua setelan pakaian berbeda. Di tangan kanan Irene ada tanktop ketat berwarna hitam dan celana super pendek berbahan dasar jeans berwarna biru, sedangkan di sebelah kiri Irene memegang pakaian model bahu terbuka dan crop berwarna merah serta sebuah rok mini yang juga terbuat dari jeans.

Chanyeol tentu saja meneguk ludahnya kasar ketika Irene menanyakan mana yang lebih baik diantara dua setelan pakaian itu. Pikiran liar Chanyeol tentu saja langsung bekerja membayangkan jika Irene menggunakan pakaian yang gadis itu pegang sekarang. Oh, tentunya Irene akan terlihat sangat sexy dan cantik karena badan mulus Irene memang benar-benar goals seperti gitar spanyol.

“Dua—duanya bagus sayang. Ta—tapi, bukankah itu terlihat terlalu minim untuk kencan?” jawab Chanyeol sambil berusaha mengalihkan pandangannya karena Irene sekarang sedikit membungkuk sambil memanyunkan bibir. Ayolah, kalian tau apa yang akan Chanyeol lihat jika lelaki itu tetap menatap lurus kepada gadisnya itu.

“Benarkah? Tapi menurutku ini wajar-wajar saja kok.”jawab Irene santai sambil menatap kedua baju itu lagi, seperti menimbang-nimbang. “Oh ya Chanyeol, memangnya kau mengajakku ke club malam mana?” tanya Irene lagi dengan cukup penasaran.

Tunggu, club malam?

Sepertinya Irene sudah salah paham!

“Aku mengajakmu kencan Rene, bukan ke club malam.” jawab Chanyeol masih memalingkan muka dengan pipi bersemu merah, sementara Irene kini tertawa terbahak-bahak. Jadi, kekasih ke-6 ku ini tidak mengajak kencan ke cluub malam? Astaga, dia benar-benar polos! batin Irene di tengah tawanya yang menguar ke permukaan.

Lantas Irene meletakkan kedua pasang pakaian itu begitu saja di atas meja di depan sofa ruang tamu, lalu duduk di sebelah Chanyeol. “Jadi kau mengajakku kencan kemana?” tanya Irene akhirnya sambil tersenyum manis.

“Itu, aku mengajakmu ke sebuah restoran yang sangat enak. Tenang saja, aku sudah membookingsatu meja untuk kita berdua jadi tidak perlu khawatir tidak mendapat meja karena restoran itu benar-benar ramai dan laris-manis.”

Bolehkan Irene tertawa mendengar kemana ajakan kencan Chanyeol yang sebenarnya? Oh ayolah, Irene pikir Chanyeol itu lebih liar, tapi ternyata gaya kencanya masih masuk golongan normal.

Tiba-tiba sebuah ide gila terlintas di kepala Irene. Jujur saja, dia tidak mau punya pacar berpikiran sempit semacam Chanyeol, terlebih sempit dalam urusan ajakan kencan. Makan malam di restoran? Bagi Irene itu seperti gaya kencan pasangan lansia.

“Sayang.” lirih Irene sambil bangkit berdiri, dan belum sempat Chanyeol menjawab, gadis bermarga Bae itu sudah duduk di atas pangkuan Chanyeol dengan tangan melingkar di leher lelaki itu.

DEG.

Chanyeol merasa jantungnya hampir meledak karena berdetak begitu cepat. Ayolah, apa yang sebenarnya sedang Irene lakukan padanya? Chanyeol benar-benar memerah seperti kepiting!

“Irene, apa yang kau la—“

Cup~

Tanpa menunggu kelanjutan ucapan Chanyeol, Irene sudah menyarangkan bibir ranumnya di bibir Chanyeol. sekarang memang zamannya emansipasi wanita, tapi Chanyeol tidak habis pikir kalau Irene menciumnya membabi-buta terlebih dahulu seperti ini. Gadis itu benar-benar menguasai permainan di dalam lidahnya Chanyeol!

“Eughh…” lenguh Chanyeol ketika Irene bermain dengan lidahnya, mengecup dan melumat kedua belah bibir lelaki itu dengan ganas dan gerakan-gerakan cepat. Chanyeol bahkan tidak bisa membiarkan tangannya tetap diam ketika Irene dengan nakal mengacak-acak rambutnya yang sudah ditata sedemikian rupa demi kencan malam ini. Chanyeol meletakkan tangannya di punggung Irene, mengelus-elus punggung gadis itu dan menarik pinggang Irene secara cukup seduktif agar semakin dekat dengan tubuhnya. Oh ayolah, Chanyeol bisa gila malam ini karena seorang Bae Irene!

Kedua insan itu saling merebut oksigen ketika pagutan panas keduanya terlepas karena kehabisan nafas. Irene tersenyum sambil masih meletakkan kedua lengannya melingkar di leher Chanyeol, sedang Chanyeol kini merasa sesuatu yang sesak di bagian bawahnya, rasanya benar-benar gerah.

“Kau cukup hebat sayang.” lirih Irene sambil meletakkan kepalanya di dada Chanyeol yang menggunakan kemeja polos berwarna biru tua itu, aksi yang seketika membuat Chanyeol bagai tersihir karena tiba-tiba berubah menjadi patung.

“Irene, sepertinya kencan kita sudah terlambat. Sudah jam 9 sayang, kau harus memakai pakaianmu agar kita bisa pergi ke restoran.” Irene tidak menggubris ucapan Chanyeol. Gadis itu hanya terkekeh sambil tetap membaringkan kepalanya di dada kekasihnya yang ke-6 itu dan mengelus dada bidang Chanyeol pelan.

“Ta—tadi aku melihatmu bersama dua orang pria di trotoar dan kau berciuman dengan keduanya Rene. Itu—mereka pacarmu juga?” tanya Chanyeol akhirnya mengalihkan pembicaraan karena Irene tidak menjawab perintahnya memakai pakaian untuk kencan beberapa detik yang lalu.

Mendengar pertanyaan Chanyeol, Irene lantas tertawa sambil menegakkan duduknya. Gadis itu menungguk pelan yang segera membuat Chanyeol sadar, ciuman panasnya bersama Irene beberapa menit lalu tidak berarti apa-apa untuk Irene karena gadis itu memang selalu berciuman dengan semua pacarnya.

“Sayang.”

Chanyeol menengadahkan kepalanya saat Irene memanggil namanya dengan lirih. Oh tolong ingatkan Chanyeol untuk bernafas sekarang karena wajahnya dan Irene benar-benar dekat. Gadis bermarga Bae itu menempelkan dahinya dengan dahi Chanyeol hingga lelaki Park itu bisa merasakan deru nafas Irene yang begitu dekat menimpa wajahnya.

“Aku tidak mau pergi ke restoran.” lanjut Irene kemudian yang segera membuat Chanyeol kecewa. Namun Chanyeol masih tersenyum dan dengan pandai menyembunyikan ekspresi kecewanya kepada Irene. “Gwechana kalau kau tidak suka restoran. Jadi kau mau kencan dimana, hm?” tanya Chanyeolkemudian yang segera membuat senyum Irene mengembang.

“Chanyeol, kau mau tidur bersamaku?”

Demi Tuhan, apa yang baru saja diucapkan Irene?!

 

 

To Be Continued

Iklan

13 pemikiran pada “TOY – [02] Date – Shaekiran

  1. Ping balik: TOY – [05] Him – Shaekiran | EXO FanFiction Indonesia

  2. Ping balik: TOY – [04] Sleep – Shaekiran | EXO FanFiction Indonesia

  3. Ping balik: TOY – [03] Chanyeol’s – Shaekiran | EXO FanFiction Indonesia

  4. Yaampun irene apa yg sedang kau pikirkan!? Mengajak chanyeol tidur bersama!? Astaga aku bner2 nggak habis fikir ama irene dlam sehari ajh dia ciuman 3 kali sama org yg beda pula,, ck ck ck

    next kak eki*supayalebihsopan, oh yh kalau boleh tau ‘gotta be you’ kpan dinext!? Udah tanggal 2 loh kak,, atau ffnya udh dipost tapi aku nggk tau!?

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s