[EXOFFI FREELANCE] Die geheime Tür (Prolog)

die geheime tur- cover

 

Tittle : Die geheime Tür

Author : devrizt

Length : Chaptered

Genre : Romance, Comedy, Campus Life, Friendship, Night life

Rating : PG-17

Cast :  Jonathan Virgio S (OSH) (main cast)

                    Additional Cast

  • Guntur Putra Mandala (KAI)
  • Keynal Mahesa (PCY)
  • Antares Praditya (BBH)
  • Alandio Fazzikri Mulhaq (DO)

Akan ada pemeran wanita pastinya yang nantinya akan muncul seiring berjalannya cerita~

Summary : Aku tidak pernah memikirkan jika aku mulai membuka pintu itu akan ada ledakan dahsyat yang terjadi di kehidupan ku.

Disclaimer : Cerita ini merupakan murni hasil pemikiran dari author mulai dari yang bener sampai yang agak rusak sedikit(?) tapi masih batas wajar, jika ada kesamaan tokoh atapun latar, itu semua terjadi atas ketidak sengajaan.

                    Warning : author hanya manusia biasa yang kadang salah so, im so sorry if theres (many) typos.

                    See more chapter or story at https://www.wattpad.com/user/devrizt

A/N   : Ngomongnya gue aja ya biar enak hehe. So, ini ff pertama gue setelah gue berhenti menulis bertahun-tahun lamanya, jadi ibaratnya lama nggak nulis tangan jadi kaku, that things goes to my writing skill too. Gue jadi kaku hehe, jadi mohon bantuannya untuk memperbaiki semuanya. Karena tanpamu aku bukan apa-apa hanya seperti serpihan nyamnyam di ujung ruangan (?).

Happy reading!~~ ^^

Prolog

Waktu di jam tangan Nathan menunjukkan tepat pukul 11 siang. Hari ini adalah hari Sabtu, hari yang paling ditunggu-tunggu seorang Nathan untuk melepaskan penatnya diantara kesibukan mahasiswa tingkat dua yang sedang menggilanya. Nathan masih sangat ingat, Sabtu pagi indahnya terinterupsi begitu saja oleh suara telpon dari salah satu sahabatnya Ares.

 “JONATHAN VIRGIO S DUNG DUNG BULEE BANGUN BACA GRUP SEKARANG. PENTING. SIAGA 1!!” belum sempat Nathan menjawab sambungan telpon sudah terputus. Nathan ragu untuk membuka pesan Line dari grup beranggotakan lima orang itu. Karena delapan puluh persen kata-kata Ares adalah tidak penting dan sisanya lawakan jayus dan hal yang cukup penting. Itu juga hanya “cukup”.  Nathan berpikir seribu kali untuk membuka pesan grup yang ramai itu, dan akhirnya ia memutuskan untuk membukanya.

CALON SUAMI IDAMAN (5)

Antares Praditya : Key

Antares Praditya : Dio

Antares Parditya : Ta

Antares Praditya : Bule

Antares Praditya : P

Antares Praditya : P

Antares Praditya : P

Keynal Mahesa :  Oiittt. Apaan bosque??

G.P. Mandala : Apaan nyet pagi-pagi ganggu tidur ganteng gue aja dah

Antares Praditya : Ini pentinggg

G.P. Mandala : Apaan nih.. nanti taunya cuman sandal hotel lo ilang lagi kaya waktu itu

Antares Praditya : Please, itu sandal hotel impor ler, kapan lagi gue ke Athena

Keynal Mandala : Tolong di ingat waktu itu kita lagi ujian semester dan lo ngulang karena kepikiran bokap nyokap lo kesana tapi lo nggak ikut.

Antares Praditya : He he he tetep aja impor. Intinya ini seriusss!!

Antares Praditya : Berita berita di Lambeturah kalahh

Keynal Mahesa : Apaan cuk buru ah. Lama dahh keburu gue ketiduran lagi

Antares Praditya : Bentar… si bule mana?

Antares Praditya : Kalo dio sih gausah dicariin dia mah sibuk

Antares Praditya : Bentar gue telfon bule dulu ya teman-teman ku

G.P. Mandala : Bacot juga ya lo sendiri aja chatnya banyak hmm

Nathan Virgio : Apaan sih pagi-pagi

Nathan Virgio : Gue scroll aja ya biasanya gapenting

Antares Praditya : Sumpah ini penting bangettt demi penguasa bumi dan surga

Alandio Mulhaq : Berisik lo.

Keynal Mahesa : Eh Dio

G.P. Mandala : Eh Dio (2)

Nathan Virgio : Eh Dio (3)

Antares Praditya : Eh Dio (4)

Antares Praditya : Eh kan Dio ilang lagii  

Antares Praditya : Ketemuan di tempat biasa jam 11. No ngarett!!

Nathan Virgio : Let’s see whose late today. He must be the one who said No ngaret here.

G.P. Mandala : Yang datang terakhir bayarin pokoknya

Keynal Mahesa : Otw.

Dan disinilah Nathan berada. Iya. Di tempat biasa mereka berlima berkumpul. Dikedai kopi dekat sebuah gedung  bimbingan belajar berlambang gajah dan bercat tembok merah dan kuning itulah kedai yang dimaksud Ares berada.

            Kedai itu tadinya hanyalah sebuah warung kopi sederhana yang menjual makanan ringan namun mengenyangkan untung mengisi perut lapar anak-anak yang sedang mengikuti bimbingan belajar. Namun seiring berjalannya waktu kedai itu berubah menjadi kedai kopi modern bernuansa abu-abu dengan arsitektural yang tertata rapi didalamnya.

           Suara dentingan bel memenuhi ruangan akibat pintu yang bergerak terbuka menandakan seseorang datang. Nathan masih sendirian dengan secangkir Espresso Greantea Latte di mejanya yang sudah tidak mengepulkan asapnya. Laki-laki dengan balutan kemeja kotak-kotak flannel berwarna hijau kecoklatan dengan celana chino dan sepatu Converse lengkap dengan kacamata yang bertengger di hidungnya membuat matanya yang sudah bulat tampak semakin bulat namun tetap menawan. Dia datang.

           Tidak disangka seorang Alandio Fazzikri Mulhaq mahasiswa kedokteran yang juga menjabat sebagai ketua BEM datang. Seharusnya Ares mendapatkan rekor muri karena bisa membuat seorang Alandio datang. Sampai saat ini belum ada yang bisa menginterupsi hari libur seorang Dio, kecuali dalam hal bakti sosial, ia pasti akan ikut serta apapun kondisinya.

Something wrong with me?” Dio mengernyitkan dahi mendapatkan Nathan yang terpana melihat kedatangannya.

No. Just Amaze? Ganyangka aja lo dateng. Kesambet setan jelmaan Ares lo ya?”

“ Gue Cuma kebetulan lewat aja jadi gue main deh”

Begitulah Dio. Mungkin dia orang yang cuek dan seperti tidak mau bersosialisasi tapi sebenarnya dia baik dan perduli. Terlepas dari wajahnya yang terkadang mengerikan. Dan dia memiliki taraf gengsi yang cukup tinggi dengan tidak pernah mau mengakui kalau dia perduli dengan sahabat-sehabat yang penuh dosa ini.

           Lima menit setelah Dio datang, Ares, Key, dan Uta berlari sekencang banci yang dikejar trantip untuk menerobos masuk kedalam kedai. Alasannya hanya satu. Yang terakhir datang berarti membayar seluruh pesanan. Dengan segenap tenaga demi taraf kehidupan yang lebih baik menjelang akhir bulan Ares berlari seraya berteriak- teriak “Gue duluan woi, gue duluan, gue gamau sarapan promaag, makan siang tolak angin, makan malam Oskadon lagi plis”. Key tertawa dan menghentikan larinya dan membiarkan  Ares dan Uta masuk terlebih dahulu. Secara logis mungkin Key sengaja melakukannya karena mentraktir di kedai kopi lebih baik daripada membiayai hidup Ares yang sedang cekak di Akhir bulan selama satu minggu.

           Mereka berlima sudah berkumpul di meja pojok terpencil favorit mereka dengan pesanan masing masing.

“ Jadi apa yang bikin lo minta kita semua kumpul disini di hari libur kaya gini?” Uta akhirnya membuka pembicaraan.

“Gue yakin lo lo semua nggak akan menyesal datang kesini hari gini.”

To the point Res, tolong”

“Iya Keynal sayang sabar.” Ares mengedipkan sebelah matanya. Dengan nada serius Ares melanjutkan. “Tentang lo Jo. Ingat cewe yang nabrak lo waktu kita pulang habis mimik dan dompet lo hilang? ”

“Hmm, ya terus?”

“Gue ngeliat dia lagi. Dan lo tau dimana? Di kampus kita.”

#TBC#

 

Iklan

2 pemikiran pada “[EXOFFI FREELANCE] Die geheime Tür (Prolog)

  1. Gila lucu banget,sih baek selalu kayak gitu..
    Tapi aku mau nanya,ini setting tempatnya dimana kak…???
    Korea kah…???
    Indonesia kah…???
    Kutunggu lanjutannya cepat upload ya kak…

    • Haaii ega ^^ makasih loh sebelumnya udah comment hehe
      Setting temptnya cerita ini di indonesia biar indonesia dan lokal banget gituu loo

      Stay tune untuk next update ya ^^

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s