[EXOFFI FREELANCE] Save Heart -(Chapter 3)

saveheart-poster-.jpg

SAVE HEART

 

By Ander

cast;

Park Chanyeol ⌉⌈ Son Ju Seun (oc) ⌉⌈ Huang Zi Tao ⌉⌈ Oh Sehun

Find by your self

School-life, family, romance, angst, hurt |PG-13| chapter

Disclaimer; This story is mine. Aku gak yakin jika semua adegan disini bersifat general maka dari itu aku bikin PG. maaf jika ada salah kata,this is my story and it’s my style. Kalian bisa membaca ceritaku diwattpad ‘Andéra’s/实业呐’ dengan judul sama dan perombakkan alur cerita.

Aku pernah publish juga DISINI

Previous chapter [1]

Summary:

Ju Seun tidak berjodoh dengan satupun dari dua pria yang ia cintai. Hingga kelulusannya, ia dituduh sebagai pelaku criminal di negeri ibunya sendiri. Hanya ‘Dia’,yang bisa mengeluarkannya dari masalah dan hanya ‘Dia’ yang mampu memenjarakan kembali Ju Seun.

***

Mereka, Ayah Ju Seun, Ju Seun dan wanita sosialita asing yang ikut disana, di ruang tv. Ju Seun menatap tidak suka kepada wanita itu. Ju Seun tidak berpikir, jika Ayahnya menampung wanita itu dirumahnya, hanya untuk menjaga rumah. Ia tidak menyukainya.

 

“Ju Seun, dia adalah Nyonya Lium.” Ucap Ayah Ju Seun. “dia yang membantu Ayah menyiapkan keperluanmu disini.” Ju Seun melirik nyonya Lium Oh. ia masih terkejut dan tidak menyukai kehadiran wanita itu dirumah Ayahnya.

 

“Aku Lium . kuharap kau akan menyukai kamarmu. Didalam, aku telah mendekornya.” Ucap nyonya Lium sambil tersenyum. ia berusaha bersikap semanis mungkin.

 

Dan Ju Seun, semakin tidak suka. Ia punya firasat burut tentang itu.

 

“Son Ju Seun. Putri dari Tuan Son Jung Ka, bos-mu.” Ju Seun menekan ucapannya. “Dan kau setengah Eropa.” Lanjutnya.

 

Nyonya Lium tersenyum malu-malu, dan Ju Seun tak mengerti maksud dibalik senyuman wanita itu. Ju Seun berharap, ia punya kemampuan membaca pikiran orang lain atau memanipulasinya.

 

“Ju Seun, itu tidak-“

“Tak apa. aku, tepatnya Korea berkebangsaan Rusia. Begitulah,” Nyonya Lium segera menyergah ucapan Ayah Sena. rasanya, kurang tepat jika bukan dari orangnya langsung. Nyonya Lium tersenyum melengkung lalu menoleh kearah pria disampingnya.

 

“Sopan…” Ayah Sena melanjutkan ucapannya tadi, sedikit menekan. Lalu menghembuskan nafas pelan. Tentunya, kini anak perempuannya sedang kesal dan paranoid. Walau sebenarnya, Ju Seun menampilkan wajah dingin dan datar.

 

Ju Seun menggembungkan pipinya lalu membuka mulut hendak bicara, “Aku ingin makan tortillas”.

 

 

Sudah seminggu Ju Seun berada dirumah Ayahnya. lingkungan baru, suasana baru, dan Ju Seun butuh beradaptasi dengan semua itu. disisi lain, sang Ayah yang berada didekatnya, membuat Ju Seun jadi lega. Ia agak jengah karena Nyonya Lium dengan lancang berada dirumah untuk menawari bantuan memasak dipagi harinya, atau hampir setiap pagi setelah kehadirannya.

 

Tepatnya hari ini, Jung Saem mengatakan bahwa pembelajaran akan dibebaskan –karena katanya, kedatangan sang tamu penting mengharuskan semua warga sekolah menyambutnya, setelah jam istirahat. Sontak seisi kelas bersorak riang, entah karena dibebaskan atau karena kedatangan sang Tamu. Ju Seun dan teman sebangkunya Reyes, berencana pergi ke Lotte World tadinya harus dibatalkan.

 

“Apa kita boleh kekantin? Kurasa?” tanya Reyes. Suasana kelas masih ramai dan para murid perempuan mulai berkumpul akan bergosip.

 

Ju Seun menyanggah kepalanya dengan kedua telapak tangannya. ia merasakan jika perutnya menggema disana.

 

“Aku lapar. Dan aku butuh tortillas . Lalu 2 botol soda ditemani film lirisan tahun ini. huhhh.” Ju Seun menoleh kearah reyes. Lalu menyengir aneh.

 

“Kau bicara tentang bioskop, girl.” Mereka tertawa lepas. Ju Seun memang sedang membicarakan tentang bioskop. Karena sudah seminggu ia tidak pergi kebioskop.

 

“Katanya, sang Tamu adalah orang Cina. Tapi aku ragu, karena yang kutahu, clue tadi kemungkinan orang itu sudah paruh baya.”

 

Ju Seun jadi terpikir Ibunya yang sedang di Cina. Bagaimana kabarnya? Apakah ibunya sudah makan? Apa beliau makan sayuran atau melanjutkan kegiatan dietnya? Dan kenapa Ibunya tidak kunjung memberi kabar?

 

“Kau yakin?” sambil memikirkan Ibunya, Ju Seun mendengarkan penjelasan Reyes.

 

“Atau pria yang masa menopause-nya tertunda.” Lagi, mereka tertawa lepas lagi karena gurauan Reyes. Walau sebenarnya, Ju Seun menganggap itu tidak lucu.

 

 

Ju Seun dan Reyes berjalan kembali kekelas. Setelah berada dikantin agak lama, karena Reyes selalu mengoceh tanpa henti. Ada sebabnya, yaitu Ju Seun yang memasukkan banyak udang kedalam soup milik Reyes.

 

Dan kini, Reyes mengeluh sakit perut.

 

“Ough, seharusnya kau tidak memasukan udang kedalam soup-ku.” Ucap Reyes seraya memegangi perutnya. “tunggu disini, aku butuh kamar mandi” Reyes langsung melesat pergi menuju kekamar mandi meninggalkan Ju Seun ditengah koridor.

 

Ju Seun terkekeh geli melihatnya. Sebenarnya ia sengaja melakukannya, karena menjahili Reyes benar-benar membuatnya tertawa hingga perutnya sakit. sepeninggal Reyes, Ju Seun tertawa terbahak-bahak.

 

Ju Seun bahkan mengabaikan sekitarnya dan tak mendengar teriakan seseorang diseberang.

 

Duk~

 

Sebuah benda bulat dan keras mengenai tepat dikepal Ju Seun. Dan rasa nyeri menyertai kepalanya. Ju Seun terhuyung sambil memegani kepalanya.

 

“HEY! SIAPA YANG MELEMPAR BOLA KEKEPALA-KU?!?” teriak Ju Seun setelah tubuhnya menjadi seimbang.

 

“Seharusnya tadi kau mendengar peringatanku! Kau tidak akan terkena bola. Dasar gadis aneh!” suara bass itu menyadarkan Ju Seun.

 

Ia menatap kesumber suara. dan hanya satu kata yang terlintas diotaknya, ‘Tampan’.

 

Ju Seun melongo dan baru pertama melihat pria tinggi menjulang berwajah pangeran. Dada pria itu lebar dan menghalangi cahaya matahari dibelakangnya.

 

Ju Seun langsung menyadari kebodohannya dan angkat bicara, “Tepatnya kau, seharusnya kau tidak bermain basket dikoridor!”.

 

Pria itu menatap tajam. Dan Ju Seun bersedekap didepannya, sedikit pening menyelimuti kepalanya.

 

“Apakah ada peraturan yang melarang bermain basket diarea sekolah?” ucap pria itu dengan sedikit meninggikan suaranya.

 

“Tapi ini koridor! Area para murid lalu lalang!” bantah Ju Seun.

 

“Dan koridor ini adalah area sekolahh!!” Ju Seun tak berkutit.

 

Pria itu mengambil bolanya lalu menatap tajam kearah Ju Seun sebelum berlalu pergi.

 

Ju Seun melirik name tag pria itu dan menggumamkannya , “Park Chanyeol”.

 

Setelah kepergian pria itu, Reyes tiba dan mengajak Ju Seun kekelas. Ju Seun dan pria itu berjalan berlawanan arah. Tapi Ju Seun menoleh kebelakang dan sudah tak mendapati pria tadi dikoridor.

 

TBC

 

note; masih flat. oke, aku gak berbakat bikin romance dan entah kenapa cantumin romance. Pgen komedi tapi bakal garing. I hope your attention. Selanjutnya akan hiatus 2 minggu karena ukk. Selamat menunaikan puasa yang menjalankan! Thanks a lot J J J

Iklan

Satu pemikiran pada “[EXOFFI FREELANCE] Save Heart -(Chapter 3)

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s