[EXOFFI FREELANCE] Ending Scene -(Chapter 2)

PicsArt_05-19-08.11.47.png

ENDING SCENE

Author :

Angeline

Main Cast :

Park Chanyeol x Wendy Son

Additional Cast :

Kim Saejong| Do Kyungsoo| (OC) Yoon Rae Na| Yook Sungjae a.k.a Park Sungjae|Amber Liu| Etc~

Rating : PG-17 |Length : Series Fic

Genre : Romance|AU|Angst|Sad

Disclaimer :

Ff ini murni karya tulis author. Jika ada kesamaan dalam cerita, tokoh atau apa pun, Itu semua bukan unsur plagiat melainkan ketidaksengajaan. Don’t copas without permission. Thankyou

Summary :

Bagaimana perasaanmu jika kekasihmu bukan hanya untukmu? Melainkan kau harus rela membaginya dengan seorang gadis lumpuh?. Dan peranmu yang tadinya sebagai korban harus terganti menjadi peran penjahat yang seakan-akan telah merebut kebahagiaan seseorang.

-Chapter 2-

“bisakah kau memelukku lebih erat dari ini? Aku takut akan berusaha berbalik dan masuk kedalam” bisa didengar sungjae suara getar wendy yang terasa sangat pelan bahkan hampir tidak terdengar. Namun sungjae mendengarnya dengan jelas, ia selalu bisa mendengar suara wendy. Dan akhirnya sungjae mengeratkan pelukannya pada wendy dan wendy ikut memeluk sungjae dengan erat.

 

Krieet

pintu kamar rae na terbuka dan betapa terkejutnya chanyeol dan rae na saat menemukan wendy dan sungjae yang tengah berpelukan dengan erat, bahkan kedua orang itu belum menyadari kehadiran rae na dan chanyeol yang tengah menatap kegiatan keduanya. Hingga terdengarlah suara deheman dari rae na membuat sungjae terkejut dan langsung melepaskan tubuh wendy dari dekapannya. Kini sungjae bisa menatap wajah chanyeol yang mulai dingin saat beradu tatap dengan dirinya. Sungjae serba salah, mengapa ia juga dalam posisi sulit akhirnya? Padahal ia hanya mencoba menenangkan wendy agar wendy tidak sakit hati ketika melihat apa yang hyungnya lakikan dengan rae na didalam kamar.

Sungjae sudah melepaskan pelukan itu namun wendy masih setia berada diposisinya yaitu membelakangi mereka. Itu semua karena air matanya yang masih setia mengalir tanpa henti. Bahkan chanyeol tahu jika wendy tengah menangis itu semua terlihat dari bahu gadis itu yang naik turun meski wendy mencoba dengan sekuat tenaga untuk menahannya. Wendy meremas kaos sungjae dan pria itu meraskan ketakutan wendy. Perasaan gadis itu kacau dan dadanya sangat sakit sekali.

“wendy-ah..” panggil chanyeol kemudian melangkahkan kakinya mendekati wendy. Namun wendy lebih dulu membalikkan tubuhnya dan memberanikan diri untuk menatap chanyeol dan rae na. Dan kini perasaannya semakin kacau saja saat melihat rae na merengkuh lengan chanyeol dengan mesranya. Hal apa pun itu, asal jangan berperilaku mesra didepan wendy seperti ini. Ia tidak tahan dan juga tidak kuat melihatnya.

“ab..abeonim memanggil k..kalian untuk makan malam” ucap wendy denngan suara bergetar kemudian pergi dari sana secepat mungkin. Bahkan suaranya sangat jelas didengar chanyeol jika ia menahan tangisannya. Chanyeol begitu bodoh tidak bisa melakukan apa-apa. Pria itu malah diam dan hanyut dalam kebodohannya layaknya sebuah patung tidak bernyawa. Ingin sekali rasanya chanyeol memeluk wendy dan mengatakan padanya bahwa chanyeol masih miliknya dan berlaku sampai kapan pun.

“susul wendy hyung, ia membutuhkanmu” ucap sungjae pada chanyeol membuat sang kakak tersadar dan mengangguk. Namun baru saja mau melangkah tangan kecil rae na menahan pergelangan tangan chanyeol membuat pria itu berhenti dan menatap rae na.

“aku lebih membutuhkanmu yeol. Aku mohon tetaplah bersamaku” rae na memohon. Chanyeol seperti tidak bernyawa. Bisakah bumi melenyapkannya saja saat ini juga? Kepalanya mau pecah rasanya. Wendy dan rae na sama-sama memerlukannya, namun dalam hati chanyeol ia merasa wendy lebih membutuhkan pria itu disampingnya. Sialan

“yoon rae na! berhenti bersikap egois!! Kejar wendy hyung aku akan bersama dengan rae na” papar sungjae membuat chanyeol langsung pergi tanpa berfikir panjang. Rae na menatap tajam kearah sungjae begitu juga sebaliknya, mereka beradu pandang dengan tajam seakan mengisyaratkan kemarah disorot mata keduanya. Gadis ini benar-benar keterlaluan pikir sungjae, bagaimana bisa ia berfikir mau memonopoli chanyeol? Sedangkan ia tahu siapa yang berhak atas pria itu?. Rae na memalingkan wajahnya dari sungjae dan mengepalkan tangannya dengan erat. Menahan geraman yang tertahan didadanya

Apa rae na salah hanya menginginkan chanyeol didekatnya? Rae na sama seperti wendy, membutuhkan chanyeol bahkan mungkin melebihi wendy membutuhkan chanyeol. Tapi kenapa sungjae tidak bisa mengerti hal itu? Tidak! Bukan hanya sungjae melainkan semua orang tidak bisa mengerti keinginannya.

“jangan bersikap egois dan menyuruh chanyeol untuk memilih diantara kalian, aku tahu kau membutuhkannya tapi jangan membebaninya” ucap sungjae meminta pengertian pada rae na, namun gadis itu malah tersenyum masam dengan matanya yang sudah membendung air mati lagi.

“kau pun membela wendy! Semua hanya menyukai wendy dan tidak denganku!!” bentak rae na pada sungjae

“kau kira tidak ada yang menyukaimu begitu? Jika memang seperti itu, kedua orang tuaku tidak akan pernah memperhatikanmu selama 4 tahun ini! Mengapa kau begitu berubah sekarang rae na-ah?” jelas sungjae kemudian pergi meninggalkan rae na yang terpaku dengan ucapan menusuk pria itu. Oh apa ia sekarang tengah berubah menjadi penjahatnya? Tidak-tidak! Ia tidak mau peran penjahat itu, ia hanya mau peran sebagai korban. Karena baginya ia memang korban sebenarnya. Lantas apakah mereka tengah bermain sebuah drama yang saat ini sedang mencari siapa penjahat sesungguhnya?

Chanyeol menatap punggung gadis yang tengah menangis ditaman belakang. Dan bagi chanyeol, melihat wendy menangis sama saja membunuhnya secara perlahan. Sungguh saat ia mendengar suara isakan wendy, baginya itu merupakan hal terburuk didunia ini. Rasanya dunianya ikut runtuh saat melihat satu tetes saja air matanya yang keluar dari manik mata indahnya. Kau boleh memukul chanyeol sekuat apa pun, tapi jangan memperhadapkannya dengan wendy yang tengah menangis karenanya. Hatinya tidak kuat dan merasakan perih luarbiasa.

Anggaplah ia pria yang kejam karena memiliki dua orang wanita disisinya dan ia tidak mampu melepaskan keduanya, chanyeol terjebak dengan masalahnya sendiri namun ia menarik wendy agar ikut terjatuh kedalam jurang masalah itu lalu tidak berniat melepaskan wendy membuat yeoja itu semakin terluka lebih dan lebih lagi. Tapi ia juga tidak mampu menghadapimya seorang diri, ia membutuhkan wendy disisinya. Katakanlah chanyeol, bajingan, brengsek, pengecut dan hal buruk lainnya, ia akan menerima semua ucapan buruk itu, asalkan wendy tetap disisinya.

Chanyeol berjalan mendekat kemudian melingkarkan tangannya pada wendy dari belakang. Ia membenamkan dagunya pada pundak wendy, menghirup aroma jhas gadismya dalam-dalam yang begitu ia sukai melebihi aroma apa pun didunia ini. Bahkan bisa dibilang wendy adalah alasan mengapa dirinya masih bisa bertahan untuk menjalani hidup. Wendy adalah segalanya untuk chanyeol

“maaf” kata chanyeol setengah berbisik dan wendy masih ingin dia, dan tidak mau membalas ucapan chanyeol. Wendy membiarkan chanyeol mengungkapkan perasaannya saat ini. Ia tahu bahwa ia tidak bisa menghakimi chanyeol atas apa yang pria itu lakukan karena chanyeol juga dalam kesulitan dan wendy tidak bisa berbauat banyak

“maafkan pria brengsek ini wendy” kata chanyeol lagi, “maaf selalu membuatmu menangis dan kecewa” tambahnya lagi dan semakin mengeratkan pelukannya pada wendy

“katakan sesuatu sayang, aku mohon” ucap chanyeol dan kini ia merasa jika tangannya kejatuhan sebutir air mata yang lama-lama semakin deras membasahi tangan yang ia gunakan untuk memeluk wendy. Isakan yang tidak lagi wendy tahan kini bisa dengan puas keluarkan untuk chanyeol dengar, dalam hati wendy hampir setiap waktu ia menjerit kapan cobaan ini akan segera berlalu? Sampai kapan ia harus tarus bersabar menghadapi kenyataan yang pahit ini

“aku tidak mau kau pergi” kata wendy membuat chanyeol tersenyum dalam kesedihannya, bahkan sampai ia mati pun, ia tidak akan mau melepaskan gadis itu. meninggalkan wendy adalah pikiran terbodoh jika dia bilang, dan sampai kapan pun chanyeol tidak akan melakukannya. Wendy adalah hidupnya dan dunianya

“kau tahu hal itu tidak akan terjadi” ucap chanyeol dengan suara paraunya

Wendy yang menangis kemudian membalikkkan tubuhnya menatap chanyeol lalu menghambur pada pelukan hangat pria itu. wendynya sangat rapuh, chanyeol sangat tahu itu. namun chanyeol juga bukan pria yang tegar menghadapi masalah ini, bahkan selama 4 tahun rasa bersalah selalu menghantuinya, ia juga rapuh seperti sebuah batang kayu yang siap patah sebentar lagi. Saat ini yang ia takutkan hanyalah, wendynya menyerah dan memutuskan pergi meninggalkannya, dan jika saat itu tiba kau akan melihat betapa hancurnya seorang chanyeol

Makan malam dirumah keluarga chanyeol berakhir dengan kecanggungan satu sama lain, bahkan sungjae yang bisa dibilang sebagai mood maker keluar itu ikut diam dan Nampak bad mood sepanjang acara makan malam. Wendy pun juga hanya menikmati makanannya dalam diam. Chanyeol yang terlebih lagi duduk ditengah rae na dan wendy seketika berubah menjadi orang tolol disana.

Lalu saat wendy dan chanyeol hendak pulang, rae na malah memaksa untuk ikut keapartement chanyeol, tentu saja chanyeol tidak akan membiarkan itu terjadi, apa jadinya kedua gadis itu berada dalam satu rumah? Dan lagi pula ia ingin memilik waktunya dengan wendy berdua saja, apakah tidak cukup bagi rae na selama 4 tahun chanyeol berfokus padanya? Kali ini ia mau bersama dengan wendy. Bahkan chanyeol seakan tidak mau peduli saat rae na marah dan langsung masuk kedalam kamarnya, rasanya chanyeol lelah berkali-kali mengucapkan kalimat yang sama hanya untuk membuat gadis itu tidak merajuk, mau sampai kapan ia bersikap seperti ini?

Chanyeol memarikirkan mobilnya kemudian turun bersama wendy. Gadis itu Nampak lesuh, yah sangat terlihat jelas dari cara jalan wendy yang seperti enggan menarik kakinya berjalan. Chanyeol tersenyum kemudian tanpa meminta ijin chanyeol membopong tubuh wendy diatas pundaknya membuat wendy terkejut dan mengomel tidak jelas padanya. Dan chanyeol seakan tuli karena tidak menghiraukan omelan wendy

Chanyeol membuka pintu apartementnya kemudian melangkah cepat memasuki kamar utama dari apartement itu, lalu dengan lembut chanyeol merebahkan tubuh wendy diatas ranjang. Wendy menatap sedikit kesal pria bermarga park itu, kemudian wendy hendak berdiri untuk mengambil baju dari kopernya namun chanyeol dengan cepat menahan tangan wendy untuk kembali duduk diranjang, chanyeol berjongkok lalu melepaskan sepatu hak wendy dengan pelan dan wendy sangat bahagia mendapat perlakuan bak puteri itu. chanyeol pun segera berdiri untuk menaruh sepatu wendy dirak sepatu namun wendy menahan tangan pria itu hingga kini mereka saling berpandangan cukup lama

“aku..” ucap wendy sedikit tertahan, apa salah ia bertanya pada chanyeol apa yang kekasihnya itu lakukan bersama rae na didalam kamar?. Namun ia sangat takut untuk bertanya itu

“ada apa wendy?” ucap chanyeol mengusap rambut cokelat caramel gadis itu

“tidak ada, terimakasih” ucap wendy kemudian berdiri namun sekali lagi chanyeol menahan tangan wendy untuk tetap tinggal disana

“aku berciuman dengan rae na jika kau penasaran, tapi kau harus tahu aku melakukannya tidak dengan hatiku. Wendy aku tahu kau marah tapi-“

“sayang..” seru wendy sambil menaupkan tangannya pada pipi chanyeol membuat chanyeol menaikkan alisnya sedikit bingung. Wendy menggeleng sambil tersenyum

“tidak apa-apa, aku tidak akan marah padamu” ucap wendy mencium bibir chanyeol, namun chanyeo sadar jika itu sebuah ungakapan jika wendy tidak baik-baik saja. Wendy hanya terlalu berani menyembunyikan kesakitannya. Chanyeol mengangguk dan mengecup telapak tangan wendy yang mengusap lembut pipinya. Melihat gadis itu tersenyum dikala hati kecilnya menjerit merasakan sakit sama saja ikut membuat chanyeol menderita

“baiklah, tapi aku mohon jangan pernah menyembunyikan perasaanmu padaku. Kau bisa menghukumku jika mau, karena lebih baik seperti itu” seru chanyeol membuat wendy tersenyum geli

“tidak-tidak! Bagaimana mungkin aku menghukum kekasihku ini hm? Yang ada aku tidak akan tega melihatnya menderita” kata wendy kemudian memeluk chanyeol dengan sayang, chanyeol membenamkan kecupan hangat pada kening wendy dengan perasaan tulus

“terimakasih sudah mempercayai pria brengsek ini. Meski egois, namun bisakah kau tetap berada disisiku?” ujar chanyeol membuat wendy sedikit berfikir sejenak. Sungguh ia sangat mau mengatakan jika ia bersedia tetap berada disisinya, namun pikirannya seakan menentang hal itu. wendy tersenyum masam dalam pelukan chanyeol

“bukankah kita akan melewatinya bersama seperti janji kita 4 tahun lalu?” jawab wendy membuat chanyeol lega mendengarnya dan memeluk wendy semakin erat. Ya, janji itu benar-benar diingat oleh keduanya, dimana mereka berdua berjanji akan selalu menghadapi masalah bersama-sama dan mendukung satu sama lain, lantas semoga saja permasalahan kali ini mereka juga bisa melewatinya dengan tetap bersama-sama. Kita harap saja begitu

Chanyeol membuka kedua matanya disaat sinar matahari mulai merambat masuk menyinari kamar tidurnya. Kepalanya menoleh kesamping dan tidak menemukan keberadaan gadis pujaannya itu. chanyeol segera bangkit lalu membuka pintu kamar, matanya mengerjap-ngerjap seperti ciri khas orang yang baru saja bangun dari tidur nyenyaknya. Kini mata chanyeol mulai menatap seorang gadis dengan kemeja putih milik chanyeol yang melilit tubuhnya hingga membuat tubuh mungil gadis itu terlihat tenggelam gadis itu sedang menerima telefon seseorang, chanyeol berusaha mendekat untuk lebih jelas mendengar pembicaraan gadis itu

“amber come on! Kau tahu aku tidak bisa mengikuti pameran itu bulan depan. I’m on vacation!” jejer wendy pada seseorang diseb’rang sana yang ia panggil amber

“I don’t care! Just come here next month! Kau datang kecanada bulan depan atau aku yang akan menyeretmu dari korea?!”

“aku tidak mau! Aku sedang liburan dan jangan berani merusak liburanku, atau kita tidak akan berteman lagi”

“baiklah-baiklah, kau tidak mau ikut? It’s fine. Kalau begitu aku akan berada dikorea minggu depan, jemput aku mengerti?! See you soon”

Klik

Wendy menutup panggilan itu dengan helaian nafas berat, mengapa sahabatnya yang bernama amber itu sangat susah diberitahu? Keras kepala? Dan suka memaksa?. Wendy ingin liburan dengan tenang, apa sulit sekali mewujudkan hal itu?. lagi pula wendy sudah tidak mau ikut dalam pameran apa pun dicanada, karena ia berencana tinggal lebih lama dikorea bersama chanyeol. Namun amber malah berniat datang, oh sungguh ia tahu sekali apa yang akan terjadi jika amber bertemu dengan chanyeol, mereka akan selalu beradu mulut karena keduanya sama-sama tidak saling menyukai, wendy sendiri bingung dengan hal itu.

wendy tersentak saat merasakan ada yang memeluknya pagi ini, wendy menghela nafasnya kemudian mengusap tangan chanyeol yang sedang melingakr diperutnya.

“apa tadi kekasihku sedang marah-marah? Wah dia terlihat sangat seksi saat sedang marah” ucap chanyeol sembari mencium pipi wendy. Gadis itu hanya terkekeh pelan kemudian diam beberapa menit merasakan dekapan hangat chanyeol.

“yeol, temani aku beli alat lukis ya?”

“hm” jawab singkat chanyeol masih setia memeluk wendy dengan memejamkan matanya, kemudian chanyeol melepaskan pelukan itu lalu duduk disofa empuk disertai wendy yang mengekor.

“kau ada jadwal pemotretan hari ini?” tanya wendy sambil mengusap-ngusap rambut chanyeol dengan lembut

“ya sekitar jam 12, kau mau ikut? Jawabannya tidak!” chanyeol selalu menolak jika wendy ingin ikut chanyeol bekerja, karena ia tidak akan fokus pada model yang sedang ia foto, melainkan ia pasti akan melihat wendy terus menerus seperti halnya dulu.

“kau mau melihatku menangis?” ancam wendy membuat chanyeol menghela nafasnya, oh wendy mau mengancamnya denan sebuah tangisan? Kini gadis itu tahu kelemahan chanyeol

“sayang, kau tahu sendiri bagaimana tingkat kefokusanku jika kau ikut bekerja!” ucap chanyeol kemudian merebahkan kepalanya pada paha wendy dan segera menggenggam jemari mungil wendy untuk mengusapnya, wendy pun langsung mengeluarkan senjata andalannya yaitu menangis. Meski saat ini ia hanya menangis pura-pura namun air matanya tetap keluar dan kini jatuh dipipi chanyeol. Segera chanyeol membuka matanya dan memutar bola matanya

“baiklah kau boleh ikut” kata chanyeol mencubit pipi wendy dengan gemas, seketika wendy tersenyum bahagia. Chanyeol tersenyum kemudian menarik tangan wendy lalu dengan cepat chanyeol menekan bibirnya pada bibir wendy. Keduanya tengah berciuman mesra dipagi hari yang indah ini. Bahkan suara decapan bibir mereka terdengar diruangan, inilah yang chanyeol nantikan sebuah ciuman membabukkan yang membuatnya terbang keangkasa. Namun tidak lama keindahan itu berlangsung karena mereka terganggu oleh sebuah bel apartement yang berbunyi. Chanyeol menarik kepalanya dan menatap pintu apartement tersebut, segera pria itu berdiri dan membuka pintunya. Mata chanyeol sedikit terkejut melihat rae na didepan pintu, sungguh ia ingin segera tamat saja. Wendy ikut berjalan kearah pintu dan ia ikut tersentak melihat rae na didepan sana. Bisa dilihat oleh chanyeol jika gadis ini pergi bersama supir keluarga ayahnya

“selamat pagi” ucap rae na tersenyum

“ah ne, ayo masuk rae na-ah” ucap wendy mencoba ramah namun rae na malah tersenyum lain pada wendy

“bukankah yang harusnya mempersilahkan aku masuk adalah chanyeol dan bukan dirimu? Ini apartement miliknya kan?” ucap rae na membuat tangan wendy terkepal kuat. Belum lama ia melupakan kejadian semalam, kini rae na kembali mau mengukir luka dihatinya

“rae na-ah!” seru chanyeol sedikit tegas membuat manik mata rae na menatap chanyeol yang terlihat kesal padanya

“yeol kau mau membiarkan aku diluar saja?” ucap rae na kemudian chanyeol bergerak dan mendorong kursi roda rae na untuk masuk kedalam apartementnya. Saat ini dipikiran wendy dan chanyeol, apa yang rae na lakukan diapartement chanyeol? Tentunya itu sesuatu yang berbau negative. Entahlah wendy tidak mau berfikir macam-macam, kini wendy melihat chanyeol dan rae yang berada dimeja makan. Rae na membawakan makanan untuk chanyeol dan chanyeol Nampak tersenyum bahagia pada gadis itu, atau mungkin senyuman bahagia yang palsu. Entahlah itu sebuah kepalsuan atau memang chanyeol memang ia tidak dalam kepura-puraan. Wendy tersenyum masam kemudian berjalan memasuki kamar dan chanyeol melihat wendy. Namun saat chanyeol ingin menemui wendy, rae na menahan tangannya dan menggeleng dengan wajah imut nan memohonnya agar chanyeol tetap bersamanya

“aku membuatkanmu kimbap pagi-pagi dan kau malah mengacuhkanku?” tanya rae na dan chanyeol kembali menghela nafasnya

“terimakasih sayang” ucap chanyeol tersenyum lalu mencium kening rae na. gadis cantik itu tersenyum bahagia lalu menyuapi chanyeol dengan makanan buatannya.

Tapi tahukan mereka saat ini sang puteri yang tengah menyembunyikan dirinya dikamar sedang menahan sesak didadanya. Bahkan matanya sudah memerah dan pipinya dibasahi oleh air mata. Wendy mendengar tawa mereka dari kamar dan itu membuatnya hancur berkeping-keping, cobaan ini terlalu berat untuknya. Mungkin bagi sebagian gadis, mereka akan memilih kabur dan menyerah namun wendy tidak bisa melakukan itu, meski ia memang sangat lelah secara batin namun disatu sisi ada hal lain yang menuntutnya untuk tinggal, ya chanyeol! Pria itu membutuhkan wendy, namun bagaimana wendy menghadapi keduanya saat ini? Rasanya ia sudah mau gila melihat senyuman diwajah keduanya yang menunjukkan kasih sayang satu sama lain meski ia tahu chanyeol melakukannya terpaksa, namun tetap saja itu menyakitkan

Chanyeol meneguk minumannya setelah rae na selesai menyuapkan suapan terakhir dari makanannya, dan sedari tadi hatinya tidak tenang karena wendy tidak keluar dari kamar untuk ikut makan bersama mereka. Oh ia pasti tahu jika wendy tengah menangis kembali, namun kakinya sulit tergerak untuk berdiri dan menghampiri wendynya, disisi lain rae na terus menahannya dan disisi lain wendy benar-benar membutuhkannya, jujur ini adalah pilihan yang membuatnya hampir gila.

“yeol kau baik-baik saja?” tanya rae na mengusap pipi chanyeol dan seketika chanyeol tersadar dari lamunannya. Chanyeol tersenyum dan menggeleng pelan

“aku baik-baik saja rae na” ucap chanyeol dan mengusap tangan rae na dengan lembut

Kini mata chanyeol dan rae na menatap seseorang yang keluar dari kamar dengan penampilan rapih yang terlihat siap pergi kesuatu tempat, lantas chanyeol mengerutkan keningnya menatap wendy. Rae na ikut bertanya dalam hatinya mau kemana wendy secantik ini? Apa mungkin wendy sadar untuk tidak menganggu waktunya dan chanyeol? Oh demi Tuhan, rae na kemana sisi lembutmu itu? kau seperti seorang penjahat! , jangan biarkan peran itu melekat padamu sampai kapan pun kau harus ingat jika kau adalah korbannya

“kau mau kemana?” tanya chanyeol mendekat pada wendy dan menggenggam tangan gadisnya itu

“ke café milik kyungsoo, aku sudah lama tidak kesana dan aku merindukannya” ucap wendy tersenyum penuh arti

“ah mantanmu itu?” ucap chanyeol menyipitkan matanya

“astaga chanyeol! Ia bukan mantanku, ia hanya sahabatku. Kau juga mengenalnya, jangan berbicara yang tidak-tidak sayang” ucap wendy tertawa ringan kemudian mengusap pipi chanyeol “aku pergi dulu” ucap wendy kemudian hendak pergi, namun chanyeol menarik tangan wendy hingga gadis itu terjatuh dipelukannya. Chanyeol memeluk erat tubuh mungil wendy dan wendy ikut membalasnya. Rae na menatap kesal pada hal itu, bahkan ia mengepalkan tangannya

“maaf aku tidak bisa menemanimu hari ini, aku harus mengantar rae na kedokter” ucap chanyeol menyesal dan wendy hanya mengangguk sambil tersenyum tanpa menunjukkan ekspresi kecewa, meski dihatinya berkata lain. Ayolah dimana ada seorang gadis yang tidak kecewa kekasihmu memilih pergi bersama wanita lain?

“tidak masalah, lagi pula aku akan memilikimu siang ini dan nanti malam” ujar wendy mengedipkan satu matanya pada chanyeol membuat chanyeol sangat gemas melihatnya. Chanyeol pun tanpa berfikir panjang meraih tengkuk wendy agar menciumnya sebelum ia pergi, rae na memalingkan wajahnya saat melihat adegan itu rasanya ia sangat terhinakan menatap kedua orang yang tengah asik berciuman tanpa memandangnya disana. Tapi chanyeol juga tidak peduli bagaimana perasaan rae na. chanyeol hanya ingin mencium gadis itu, wendy yang awalnya terkejut berniat melepaskan namun akhirnya mengalah dan menikmati ciuman chanyeol. Hingga dirasanya wendy kehabisan nafas segera ia menarik diri membuat chanyeol kecewa, pria bermarga park itu belum selesai dengan kegiatannya

“aku harus pergi sayang, sampai ketemu distudiomu” ucap wendy mencium pipi chanyeol dan segera keluar dari apartement chanyeol.

Baru saja chanyeol berbalik, pria itu sudah melihat rae na yang menangis. Oh kali ini apa lagi? Apa ia cemburu dengan perlakuannya kewendy? Yang benar saja, mengapa gadis ini semakin egois setiap harinya? Tidak cukupkah bagi rae na sudah memiliki chanyeol selama 4 tahun?. Chanyeol sudah cukup bersabar untuk menerima semua ini namun rae na semakin membuatnya merasa bersalah

“bisakah kau memperlakukan aku seperti kau memperlakukan gadismu itu?! aku juga kekasihmu chanyeol!” bentak rae na dengan wajah merah padam dan memang gadis itu sangat marah padanya. Sejujurnya sebelum wendy kembali ke korea, rae na masih menjadi gadis lembut dan ramah, namun saat wendy kembali rae na berubah menjadi egois dan gadis itu tidak mau mengakuinya

“rae na! sudah berapa kali kita membahas hal ini? Aku memperlakukan kalian dengan adil, ya Tuhan bisakah kita tidak membahas masalah ini lagi? Aku benar-benar muak mendengar kau selalu mengeluh tentang ini!” ucap chanyeol sedikit keras sambil mendorong kursi meja makan hingga terjatuh. Rae na terkejut dengan sikap chanyeol yang sedikit berbeda sekarang, apa kali ini ia sudah keterlaluan dalam bersikap? Apa ia hanya bisa merepotkan chanyeol saja? Detik selanjutnya air mata rae na kembali mengalir namun gadis itu menghapusnya dengan cepat.

Chanyeol menghembuskan nafasnya, ia sedang mengontrol emosinya saat ini. Sungguh ia lelah berdebat masalah ini, sampai kapan ia harus terus berbicara lembut dengan rae na? ia juga seorang pria yang memilik batas kesabaran, tapi rae na membuatnya gila dengan kehidupan yang ia jalani. Namun bukankah kau juga ikut bertanggung jawab dengan sikap rae na sekarang chanyeol? Yah ini juga merupakan kesalahanmu, dank au harus menanggung akibatnya

Chanyeol mendengar suara isakan rae na dan segera saja ia mendekat lalu memeluk gadis itu dengan lembut, nafasnya naik turun. Rae na semakin menangis dan chanyeol mengusap kepala gadis itu dengan sayang.

“maafkan aku rae na-ah” ucap chanyeol tulus kemudian mencium pelipis rae na dengan sayang.

“aku yang salah yeol, maafkan aku hanya bisa membuatmu terbebani” kata rae na menunduk namun chanyeol mengangkat dagu rae na untuk menatapnya. Chanyeol tersenyum

“kita lupakan saja hm? Aku tidak suka melihat kekasihku menangis seperti ini, wajahmu jadi jelek tahu?” rae na menggembungkan pipinya dan chanyeol gemas akan gadis itu hingga membuatnya mencubit pipi rae na

“Bisa kau tunggu sebentar disini? Aku harus bersiap-siap untuk mengantarmu kedokter” ucap chanyeol kemudian mencium kilat bibir rae na segera masuk menuju kamarnya. Terlihat manis memang kepura-puraan chanyeol, entah ia mau bersandiwara sampai kapan tidak ada yang tahu

Wendy memasuki sebuah café kecil dengan sebuah raut wajah yang mengisyaratkan jika ia sedang tidak baik-baik saja. Lantas saat ia masuk kecafe itu dan melihat seorang pria berkacamata harry potter dengan celemek yang melingkar dipinggangnya juga sebuah nampan berisi gelas minuman yang baru saja ia antar untuk salah seorang pengunjung café kini terdiam. Mereka saling bertatapan cukup lama hingga pria bernama kyungsoo itu melirik wendy dari mata kaki hingga kepalanya, wendy mengerucutkan bibirnya melihat pria itu. kyungsoo mendekati wendy kemudian menaruh nampan itu diatas meja, kyungsoo menyilangkan tangannya didepan dada

“wah wajahmu tidak berubah meski sudah 4 tahun, terlihat tetap menyedihkan” ucap kyungsoo tersenyum penuh arti dan wendy langsung memukul kepala kyungsoo dengan hand bag miliknya

“aku butuh sesuatu yang segar kyungsoo-ah” ucap wendy lalu mendaratkan bokongnya pada sebuah kursi kayu berwarna cokelat

“maaf aku tidak melayani tamu yang sedang sedih” ucap kyungsoo menggeleng dan membuat wendy menyipitkan matanya

“YAK!” teriak wendy membuat beberapa orang melihat kepadanya dan sesudah ia sadar banyak yang memperhatikannya, ia hanya tersenyum kikuk pada orang-orang. Kyungsoo lantas tertawa dan mengacak rambut wendy dan segera pergi kedapur untuk menyiapkan minuman segar untuk wendy.

Tidak menunggu lama kyungsoo membawakan sebuah minuman yang membuat wendy melongo terkejut. Segelas air es! Dengan ukuran gelas yang super jumbo membuat wendy tidak percaya dengan apa yang ia lihat. Kini kyungsoo ikut duduk didepan wendy dan menatap gadis itu seraya menyuruhnya untuk meminum hidangan air segar yang sudah ia bawa

“gomawo” ucap wendy kemudian meneguk air e situ sedikit demi sedikit hingga menyampai setengah,

“jujur aku bingung dengan masalah percintaan kalian. Disatu sisi kau tidak salah apa-apa namun rae na menyalahkanmu, dilain sisi awalnya rae na tidak bersalah namun akhirnya ia juga menjadi orang yang bersalah. Dan disatu sisi lagi chanyeol adalah orang yang bersalah namun saat ini ia juga seperti seorang korban. Wah, kalian benar-benar hebat. Lidahku sampai keseleo membicarakan ini” ucap kyungsoo menggeleng pelan

“aku sekarat kyungsoo-ah, apa yang harus aku lakukan?” ucap wendy kemudian membaringkan kepalanya pada meja dan menatap lurus kearah pintu masuk café itu

“hm, menurutku lebih baik kau melepaskannya, tidak ada gunanya kau terus bertahan pada sesuatu yang tidak ada ujungnya” ucap kyungsoo dengan yakinnya. Wendy melenguh kesal

“aku menyesal bertanya padamu” ucap wendy tanpa menatap kyungsoo

“dengar wendy! jika kau meninggalkan chanyeol setidaknya kau sudah mengakhiri penderitaan kalian” ujar pria berkaca mata itu

“kyungsoo-ah, pergi dari chanyeol sama saja membunuhku. Aku terlalu mencintai pria itu! aku.. tidak bisa melakukannya” wendy menggeleng sambil menunduk dengan menahan air matanya yang berhasil menetes didress gadis itu

“yah setidaknya aku sudah memberi solusi terserah padamu. Tapi wendy, kau harus sadar, mau sampai kapan kau bertahan dengan cinta rumit ini? Okay anggaplah kalian semua saling membutuhkan, tapi mau sampai kapan kalian seperti itu? rae na membutuhkan chanyeol, kau membutuhkan chanyeol, dan chanyeol membutuhkanmu. Mau sampai kapan ini berlangsung? Hei! Ini sudah 4 tahun berlalu, kau mau menambahnya berapa tahun lagi?” ucap kyungsoo mendesah dan pergi dari sana karena ia harus melayani pelanggan

Kini tersisa wendy dengan pikiran buntunya, oh ia tidak mengelak dengan ucapan kyungsoo. Namun ia belum siap melepaskan chanyeo, bahkan tidak akan siap. Anggaplah ia sudah mengunci hatinya pada pria itu dan kunci itu ia buang jauh-jauh hingga tidak bisa ditemukan. Ia mencintai namja itu, sangat mencintainya. Ia juga ingin memiliki ending yang bahagia bersama chanyeol. Namun rasanya sangat mustahil,

-TBC-

Yuhu, chapter 2 keluar. Sekedar note kecil aja ya, awalnya rae na itu diperanin oleh mina twice tapi aku ganti jadi original cast karena aku merasa gak ngefeel dengan mina, maaf ya. Dan ingat readers jangan lupa nenggalin jejak kaki yah wkwk. Sebisa mungkin akan aku balasin kok komentar berharga kalian hihi. Kemudian maaf banget kalau chapter duanya ini kepanjangan dan gak terlalu bikin baper kayak chapter 1 hehe. aku sukanya bikin orang baper sih #plak

Terimakasih (bininya chanyeol)

Iklan

18 pemikiran pada “[EXOFFI FREELANCE] Ending Scene -(Chapter 2)

  1. Kalau gue jadi chanyeol yaa.. mungkin bunuh diri duluan mah.. Tapi kok rae na disini dibilang awalnya baik.. trus jadi jahat.. Atau dia lumpuh gegara kecelakaan trus kepalanya kejedot pintu, jadi otaknya kerasukan setannya chanyeol si happy virus..
    Jangan diambil ati yaa thorr.. becanda doank..

  2. sebel!!!! rasa ny pengen banget deh ngejambak si raena kalo aja dia gk lumpuh, ak sakit hati sama cy krna dia tega bgt ngeduain cinta… mangat wendy mangat author!!! ini genre perselingkuhan bener2 ngures hati. bikin naik darah aja, tapi author ny keren dan ff ini patut diapresiasi… next!!

  3. wah ini jg tulisan km setelah stay with me atau malah barengan? aku paling sebel nulis cinta segitiga kyk gini. belom nulis. bayangin ajah rasanya.. ihhh.. tp km berhasil! fighting ya..

    boleh dong aku kasih note:
    banyak penulis ff melupakan penempatan kata ‘di’. ‘di’ untuk menunjukkan tempat itu dipisah. ‘di’ untuk kta sifat itu digabung. jujur aku jg sering salah. wkwk… oke, sip! selamat menulis.. ^.^

    • iya kak, ini setelah Stay with me..
      wkwk sebenarnya aku paling gak suka cinta segitiga, tapi gak tahu pngen aja nulis cerita bginian haha,

      bener banget kak, aku tuh orgnya males bnget buat perbaikin gituan, malah kadang masa bodoh, padahal harusnya gak boleh -_- #penyakit, tapi maksih banget udh mau ingetin aku lagi, hehe
      makasih utk saran dan komentarnya ya kak

  4. Rasanya gue pengen ngejambak sih rae na deh klo jd si wendy, kesellll sma raena ganggu wenyeol romantis2an,, pnasran deh kog CY sampe sgituny sih ,pake bagi2 cinta pula,, nggak sekalian bagi ke aku jga*ditabok pyros//

  5. Aaaa mkin sedih sih :’
    msih bngung knpa bsa jdi cinta segitiga gtu, apa yg bkin raena lumpuh tu chanyeol? Knpa chanyeol mrasa brtanggung jwab gtu :’
    lgian chanyeol jg knpa cium sna cium sni jga sih ah baper kn gw -,- (dijewer sehun)
    next nya jgn lama” yaa, penasaran bgt, super pnasaran mlah , gmna klo jdi chanyeol yaa, berasa pnya 2 istri gtu #plak
    fighting authornim!!! :*

  6. Oke. Gue pengen mengutuk RAENA sama CHANYEOL yang gak bisa negesin perasaannya. Gak ngerti kenapa, kenapa disini Chanyeol jd orang yang sama sekali gak bs berbuat apa” buat wendy. Oke, gak ngerti alasan apa dan kenapa mereka jadi serumit ini tapi yang jelas, kalo gue jadi wendy udah gue tinggalin tuh si Chan kapan tauk. Cinta si cinta tapi rasanya bodoh banget. Dan, buat RAENA plisssssss tau diri jadi cewek, jangan tbtb masuk ke hidup orang tbtb juga ngerebut apa yang jadi milik orang lain merasa paling memiliki.

    *keselbangetbacanyathorrrr

    Oke. . buat author cuman mau ksh note sedikit aja, agak diperhatikan tanda koma (tanda baca) karena keknya kamu suka ketinggalan, buat ceritanya sumpah kamu berhasil buat sy kzlllll se kzl kzl nya. Tp bukan berarti sy udh bagus nulisnya, karya sy juga msh berantakan lebih dr kamu. So, jangan berkecil hati, keep write okay?
    Tp ttp kok sudut pandang ceritanya udh oke!
    Lanjut yaaa chapter berikutnyaaa

    • Wah, makasih banget loh udh diingetin tentang tanda baca aku 😂.. sejujurnya emang aku tuh gak pernah mau teliti wkwk.. tapi seneng ada yang kasih tahu, jadi semangat utk menulis lebih baik lagi
      maksih utk saran dan komentarnya ya..☺

  7. Elahh re na egois amatlah, kok gedek sendiri ya bacanya. Si chan juga ya ampun ku tak bisa berkata apa” lagi dnganmu nak. Buat wendy strong bgt iya strong #Stres tak tertlong #Ehh . Bener tuh yg dikatain kyungsoo, udhlah wen lepasin aja lepasin biar chan sama aku aja #nahlohh 😀 . Sbnrnya permslahan awalnya itu kek mana sih kok rena bsa jadi kekasih chan juga Ahh molla. Yaudah deh ya kutunggu chap selanjutnya fighting buat authornya 🙂

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s