[EXOFFI FREELANCE] Crazy With You – (Chapter 10A)

CRAZY WITH YOU.jpg

Tittle : Crazy With You [Chapter 10 B: Leave or Stay?]

Author: Babyjae96

Length: Chapter

Genre: Romance, Comedy & Drama.

Rating: PG-17

Main Cast :

Park Yena [OC]

Do Kyungsoo [EXO]

Disclaimer : Fanfic ini hasil karya otak ku sendiri dan kemudian tersalurkan kedalam Fanfic ini, jika ada kesamaan dengan ff lain hanya kebetulan semata.

“Aku rasa aku harus meninggalkannya, tapi aku ingin bersamanya”

 

.

.

Sehun menemani Yena karna Kyungsoo sedang berbicara dengan Ayah Yena sekarang di lantai bawah, ia sedang mengupas buah apel untuk Yena yang dibelinya tadi sebelum kesini.

“Jadi, Ahjumma yang memberitahu aku disini?”

“Iya, Ah..Ahjumma bilang dia tidak bisa datang kesini malam ini karena ada keperluan” Sehun selesai mengupas dan memotong apel itu, sebenarnya ia tak mau melakukan ini dan seharusnya kan Kyungsoo yang melakukannya bukan ia tapi bagaimana lagi ia tak bisa menolak Yena yang memohon padannya “Tapi, apa Kyungsoo benar-benar akan kehilangan beasiswanya? Kenapa? Dia baru masuk bahkan belum ulangan?”

Yena menaikan bahunya, ia juga tidak tau pasti tapi yang ia dengar dari teman Kyungsoo yang sebelumnya juga menjenguknya sebentar itu katanya Kyungsoo sering membolos “Dia membolos”

“Anak sepintarnya? Itu tidak mungkin”

 

“Kenapa tidak mungkin, aku juga sedang membolos sekarang”

Tiba-tiba saja Eunsoo masuk kedalam sana untuk mengejutkam keduanya dengan membawa sebuah parcel apel di kedua tangannya, “Ada apa dengan kalian? Kenapa kalian tidak tampak terkejut, aku membolos” Tegasnya mengucapkan kata dia membolos.

“Kalo dia aku tidak kaget membolos” Sehun menunjuk pada Eunsoo yang sedang menaruh bawaannya itu. Eunsoo langsung menatapnya tajam. Yena setuju, Eunsoo memang tidak berniat kuliah tapi setidaknya dia masih berusaha tetap masuk kelas agar tidak dikeluarkan nantinya “Aku kira kau datang nanti sore”

“Aku mengkhawatirkanmu jadi aku membolos, Tidak.. aku ijin” Eunsoo mengambil kursi lain untuk duduk di sebelah ranjang Yena sebrang Sehun jadi Yena berada ditenga-tengah mereka, ia melihat banyak apel di meja Yena “Apa kau begitu terobesesi dengan apel sekarang, kenapa banyak sekali?”

Yena tersenyum kecut pada apel-apel, dia memang menyukai apel tapi itu bulan lalu, sekarang biasa saja dan entah bagaimana mulai dari teman Kyungsoo, Sehun dan Eunsoo selalu membawa buah apel untuknya bukan buah-buahan lain padahal ia juga ingin buah lain “Lalu kenapa kau membawaku apel?”

“Aku kira kau masih menyukainya”

“Tapi ini semua terlalu banyak” Yena menghela nafasnnya lalu mengambil potongan apel yang baru dipotong Sehun dan memakannya pelan, Eunsoo akan mengambil potongan apel lainnya tapi Sehun langsung melarangnya dan meminta Eunsoo mengupas sendiri saja. Eunsoo kesal, ia jadi tak mengambilnya dan langsung mengigit sebuah apel saja yang tadi dibawannya “Jadi.. Kyungsoo akan kehilangan beasiswanya karna membolos?”

Yena mengangguk “Itu yang teman-temannya katakan, mereka mengatakannya saat Kyungsoo tidak ada disini..”

“Kau pasti memaksa mereka berbicara kan?” Kata Sehun disana sudah bisa menebak Yena pasti memaksa mereka berbicara, Tentu saja, aku harus tau kenapa dia bisa kehilangan beasiswanya padahal nilainya tidak buruk” Jawab Yena pelan.

“Benar, nilainya pasti bagus saat ujian tapi percuma saja jika dia membolos” Ucap Eunsoo sambil mengunyah apelnya itu “Wah, aku tidak menyangka ia akan membolos.. kenapa dia membolos?”

“Dia memilih berkerja, untuk ku.. ini semua karnaku..Aku slalu ingin makan daging” Yena kemudian menundukan kepalanya lalu menghela nafas berat , ia merasa sangat bersalah pada Kyungsoo sekarang “Aku rasa aku harus meninggalkannya, tapi aku ingin bersamanya”

Eunsoo dan Sehun tak bisa berkata apa-apa mereka saling menatap, bingung disituasi seperti ini. Tentu saja mereka memiliki pendapat masing-masing tapi semuanya ada di Yena bagaimana dia memilih dalam situasi seperti ini.

.

.

Kyungsoo benar-benar malu bertemu dengan Ayah Yena secara tiba-tiba saat ini, ia terkejut ketika melihat beliau ada disebelah Yena lalu mengajaknya berbicara. Awalnya ia kira Ayah Yena akan memarahinya, memukulnya dan menyumpahinya tapi ternyata tidak.. ini melegakan.

“Aku percaya kau bisa menjaganya Kyungsoo, tapi…”

Kyungsoo gugup sekarang mendengar kata ‘Tapi’ dari Ayah Yena.

“Kalian masih muda, apa kalian siap untuk menikah?” Lanjut Ayah Yena sambil melihatnya.

“Tapi kita akan segera memiliki anak”

“Bukan hanya itu Kyungsoo, menikah bukan sesuatu yang mudah apalagi kau akan memiliki anak sebentar lagi jadi bebanmu bukan hanya Yena tapi bayimu juga belum lagi kau masih kuliah dan kau juga berkerja..apa kau benar-benar bisa mengatur itu semua?”

Kyungsoo belum menjawab, ia berpikir.. apa Ayah Yena tak menerimanya? Setelah masalah Ibunya selesai, apa mereka harus mendapat masalah baru lagi “Ahjussi..Aku akan berusaha”

“Ahjussi percaya kau bisa melakukannya tapi sampai kau lulus, bisakah Yena tinggal bersama Ahjussi?”

“Ne?”

“Ahjussi rasa lebih baik Yena tinggal bersama Ahjussi sampai kau lulus jadi kau hanya perlu fokus dengan kuliahmu saja dan juga sudah lama Ahjussi tidak bertanggung jawab padanya”

“Ahjussi…”

“Ini bukan berarti kalian berpisah, kalian bisa menikah sesuai rencana kalian tapi hanya sampai kau lulus saja biarkan Yena tinggal bersama Ahjussi.. Ahjussi sudah memberi tahu ini pada Yena, dia pasti sedang memikirkannya sekarang”

Kyungsoo diam tidak tahu harus bicara apa, ia ingin Yena tetap bersamanya dan ia yakin akan bisa membiayai hidup mereka tapi jika Ayah Yena sudah bicara seperti ini, apakah Yena masih ingin bersamanya?

.

.

Yena tengah menonton televisi di ruangannya itu, Eunsoo dan Sehun sudah pulang karena jam besuk sudah berlalu. Hanya keluarga saja yang boleh masuk dan yang menemaninya sekarang adalah Kyungsoo.

Kyungsoo masuk ke dalam dan tersenyum melihat Yena yang tengah serius melihat acara televisi tersebut “Ayahmu sudah pulang dan beliau akan kemari besok”

“Ya, tadi Ayah memberi tahuku..Ayah tinggal bersama Sehun sekarang”

“Sehun?”

“Iya, Sehun menyewa tempat baru hari ini..”

Kyungsoo membalas dengan gumaman kecil di tenggorokannya lalu ia duduk di kursi sebelah ranjang yang diduduki Yena sekarang, ia mengenggam tangan Yena membuat Yena menoleh padanya “Ada apa?”

“Kau ingin tinggal bersama Ayahmu?”

“Kau sudah mendengarnya? Tadinya aku ingin bercerita padamu tentang ini”

“Lalu apa keputusanmu”

Yena melihat bagaimana pandangan Kyungsoo padanya yang seakan berharap dirinya tidak pergi bersama Ayahnya, tapi ia sudah memutuskan hal lain “Kyungsoo-ah..Mianhae.. Aku akan pergi dengan Ayahku”

“Kau tidak percaya denganku?”

“Bukan seperti itu Kyungsoo… Aku ingin kau fokus saja pada kuliahmu disini, kita bisa menikah sesuai rencana.. tapi aku tetap tinggal dengan Ayahku sampai kau lulus. Setidaknya di sana, ada Jung dan Song Ahjumma yang akan menemaniku selama Ayahku berlayar, mereka adalah tetangga ku yang dulu dan sangat baik jadi jangan khawatir dan…kau juga bisa berkunjung semau-mu”

Kyungsoo menghela nafasnya, ia tau Yena pasti akan memilih tinggal bersama Ayahnya, ia juga tau walaupun tinggal bersamanya Yena akan kesepian karena tidak ada satupun yang dikenalnya, Eunsoo berada di Gwangju dan Ibunya juga harus kembali ke desa “Kau yakin? Kemungkinan aku lulus 4 tahun lagi, apa kau mau berpisah selama itu?”

“Sudah dibilang kau bisa mengunjungiku, sebulan sekali? Tiket pesawat dari Seoul ke pulau jeju tidak terlalu mahal dan bukankah sekarang teknologi sudah maju jadi kita bisa video call”

“Dengan ponsel 2G mu?”

Yena langsung diam, ia tau ia bodoh sampai lupa jika ponselnya tidak memungkinkan untuk melakukan video call. Ah, Tidak.. ia tidak bodoh tapi pelupa “Aku akan bilang pada Ayahku untuk membelikan ponsel baru. ”

“Jika aku memintamu untuk tetap di Seoul, kau masih tetap akan pergi bersama Ayahmu”

Yena mengangguk “Jangan khawatir, aku akan baik-baik saja disana Ahjumma..jadi disini kau hanya harus belajar keras agar cepat lulus jika bisa kau lulus duluan di banding teman angkatanmu, lalu aku akan kembali lagi kesini, saat itu Dodoo sudah berusia 4 tahun..jadi aku tidak begitu kerepotan lagi”

Kyungsoo tersenyum membayangkan apa yang terjadi 4 tahun kedepan, saat Yena bersama anaknya yang dipanggil Dodoo itu hadir di hari kelulusannya. Itu bukan rencana yang buruk, setelah ia kuliah ia akan magang di rumah sakit sebelum diangkat menjadi dokter yang sesungguhnya dan ia mendapat pendapatan disana, ia pasti bisa membiayai keluarganya nanti setelah itu tapi tetap saja ia ingin Yena menemaninya.

“Aku tidak akan selingkuh Kyungsoo.. aku yang harusnya khawatir denganmu, kudengar mahasiswi Universitas Seoul sekarang cantik. Oh, bahaya.. tapi kau harus tetap seperti Do Kyungsoo yang kukenal saat sekolah, kau harus dingin pada wanita!”

Kyunsoo malah tertawa menanggapi ucapan Yena. Yena kemudian ikut tertawa,yang ia katakan adalah kebenaran..ia memang khawatir jika Kyungsoo akan melihat wanita lain yang lebih cantik dan pintar dengannya. Ya, inilah keputusannya untuk meninggalkan Seoul dan tinggal bersama Ayahnya di kampung halamannya dulu..udara di sana segar, ia pasti betah disana apalagi sekarang ia tengah hamil, tentu ia membutuhkan udara segar.

.

Sebelum ia pulang, Minji menemuinya.. Yena juga tidak menduga Minji menemuinya ketika Kyungsoo masih kuliah, Ibu Kyungsoo juga masih dirumah dan Ayahnya yang sepertinya masih bersama Sehun.

Minji datang dengan penampilan yang selalu membuat Yena iri, gadis itu cantik terlebih dengan pakaiannya yang benar-benar menggambarkan seorang wanita muda dari kalangan atas “Bagaimana keadaanmu?” Tanyanya terdengar jutek.

“Baik” Jawab Yena mencoba seramah mungkin “Kau mau kesini menemui Kyungsoo atau..”

“Menjengukmu..”

Yena sedikit terkejut, gadis itu ingin menjenguknya? Tapi kenapa dia tidak bawa apa-apa? Ah..sudahlah. Ia harus bersikap positif dan jangan mengharapkan sesuatu, hanya saja ia merasa aneh karena Minji ingin menemuinya “Ah..Terima kasih kalau begitu”

“Semalam, Ibu Kyungsoo menemuiku.. memintaku berhenti menyukai Kyungsoo karena kalian akan menikah. Sebenarnya, aku sudah tau jika kau mengandung Kyungsoo sejak lama mengingat kau yang tinggal bersama Kyungsoo, lalu akulah yang memberitahu Ibu Kyungsoo mengenai keadaan kalian karena aku tidak mau kalian bersama dan aku tau jika Ibu Kyungsoo tidak menyukaimu”

Yena tidak tau harus membalas apa, haruskah ia marah? Tidak…ia senang Minji mengakui semuanya dan menjawab pertanyaannya yang dulu, tentang Ibu Kyungsoo yang tiba-tiba mendatangi mereka.

“Sebenarnya saat aku tau kau hamil anak Kyungsoo, aku tau itu ada kesalahan dan berpikir Kyungsoo hanya bertanggung jawab pada anaknya saja jadi aku masih memiliki kesempatan untuk bersamanya tapi nyatanya dia mencintaimu..aku sadar ketika aku memberitahunya tentang kau yang bertemu Sehun di kedai kopi beberapa waktu lalu, dia meninggalkanku, Ibuku dan juga Ibunya untukmu dia juga nampak tidak peduli dengan Ibuku yang akan membantunya, dia hanya memikirkanmu” Minji berhenti sejenak, ia melihat Yena yang duduk di ranjang tersebut. Aku masih pria itu..dan dia tidak tau, tapi setelah mendengar bagaimana Ibu Kyungsoo menceritakan tentang hidupmu dan bagaimana Kyungsoo sangat menyukaimu..aku menyerah. Aku tidak akan memiliki kesempatan, dan aku ingin meminta maaf padamu atas semuanya”

Yena mengangguk, ia mengerti..sangat mengerti bagaimana Minji menyukai Kyungsoo “Baiklah..aku menerima permintaan maafmu” Yena tersenyum pada Minji yang juga membalas senyumannya dengan kaku, “Kau harus mengundangku jika kalian menikah..”

“Tentu saja, kau juga salah satu teman kami dan terima kasih karena telah memerhatikan pendidikan Kyungsoo”

“Dia bisa mengatasinya sendiri, kalau begitu aku pergi..aku masih ada jadwal kuliah” Pamit Minji kemudian segera meninggalkan ruangan Yena tersebut, di luar ruangan Minji menghela nafas lega..memang berat tapi setelah kemarin mendengar bagaimana Ibu Kyungsoo menemuinya langsung dan memohonnya agar bisa membiarkan Yena dan Kyungsoo, lalu menceritakan bagaimana penderitaan Yena, ia luluh..ini bukan dirinya ia tau tapi entahlah..hati nuraninya lah yang bergerak sekarang.

Di dalam ruangannya, Yena diam.. Jadi itulah mengapa kemarin Ibu Kyungsoo tidak datang lagi tadi malam. Ia harus berterima kasih lagi pada beliau. Ah, sekarang adalah hari terakhirnya dirumah sakit tapi kenapa tidak ada satupun yang menemaninya. Ia bosan, dan rasanya sepi berada di ruangan ini sendirian..tak ada pasien lain.

.

.

Beberapa hari kemudian, Yena mengepak beberapa pakaiannya di bantu oleh Kyungsoo. Keadaannya sudah membaik dan sekarang ia akan pergi ke pulu Jeju bersama Ayahnya, sekarang Ayahnya berada di luar kamar ini sedang mengobrol bersama Ibu Kyungsoo yang masih ada di Seoul.

“Ah, barang-barang ku yang lainnya bisa kau jual”

“Aku tidak akan menjualnya” Kata Kyungsoo menutup koper berisi pakaian Yena itu. Yena yang duduk di pinggir ranjang melihat Kyungsoo yang nampak murung, ayolah dia bukan anak kecil kenapa wajahnya harus seperti itu..

Kyungsoo menghela nafasnya ketika berhasil menutup koper yang di penuhi pakaian tersebut, ia ikut duduk di sebelah Yena sambil membersihkan sedikit tangannya yang terkena debu tadi. Yena melihat itu dan bergumam dalam hatinya, jika Kyungsoo semakin sensitif dengan debu sedikitpun, apa semua calon dokter seperti ini.

“Kyungsoo-ya..”

“Hemmm”

“Kau marah karena aku akan pergi kan?”

“Tidak”

“Cih, padahal aku harap kau marah”

Kyungsoo menoleh pada Yena disebelahnya “Bagaimana jika aku marah?”

“Tidak apa-apa, karena itu reaksi wajar saat membiarkan calon istrimu ini pergi” Yena berdiri dari duduknya mengambil sesuatu di laci sebuah nakas di sebelah tempat tidur. Kyungsoo mengikuti pergerakan Yena melalui bola matanya melihat bagaimana Yena yang sama sekali tak nampak sedih, dia malah terlihat senang akan pergi jauh darinya “Kau benar-benar harus pergi?”

Yena mengangguk sambil mengambil sesuatu ditangannya “Ayolah Kyungsoo, kita sudah membahasnya lebih dati 5 hari ini.. Aku akan hidup baik-baik saja disana bersama anakmu ini dan kau bisa mengunjungiku kapanpun kau mau” Ucapnya berbalik melihat Kyungsoo yang masih duduk di tepi tempat tidur “Oh, ya..bolehkah aku membawa ini” Yena menujnukan buku diary milik Kyungsoo.

Kyungsoo langsung berdiri dan mencoba merubut buku diary tersebut dari tangan Yena, ia yakin buku kecil miliknya saat sekolah dasar itu sudah ia sembunyikan saat menemukannya dan Yena kembali bisa menemukannya, sungguh wanita ini..

“Bagaimana kau…”

“Kau tidak bisa menyembunyikan apapun lagi, lagipula lewat buku ini aku tau jika aku adalah cinta pertama mu”

“Yena…”

“Biarkan aku membawanya, demi dodoo..”

Kyungsoo menghela nafasnya saat melihat wajah memohon Yena sambil mengelus perutnya yang sudah mulai terlihat membesar itu “Baiklah..kau boleh membawanya, baca saja sesukamu tapi jangan perlihatkan ke yang lain”

“Tentu, Dodoo Appa.. Saranghae”

Kyungsoo langsung tersenyum saat mendengarkan Yena mengucapkan kata ‘saranghae’..ia sudah lama tidak mendengar kata itu “Nado.. Jadi, disana kau harus memerhatikan kesehatanmu dan Dodoo juga..jika kau..”

Cupp..

Yena menghentikan Kyungsoo yang berbicara dengan mengecup bibir pria tersebut “Aku tau Dokter Do Kyungsoo, aku sudah mendengar nasehatmu itu lebih dari 10 kali..jika begini terus aku khawatir kau akan menasehati dokter yang membantuku melahirkan nanti..saat aku dirawat minggu kemarin juga kau malah menasehati dokter yang merawatku, kau benar-benar.. Oh, bagaimana jika nanti kau yang malah membantuku melahirkan? Tidak..kau pasti berisik. Aku tidak mau!”

Kyungsoo malah tertawa, ia seperti itu karena mengkhawatirkan Yena dan anaknya.. ia menarik pinggang Yena untuk mendekat padanya “Aku bukan dokter kandungan, aku tidak akan membantumu melahirkan”

“Tapi, kau harus ada disampingku nanti..dan jangan nasehati atau marahi dokternya..atau aku akan memarahimu balik, bagaimana pun mereka seniormu!”

“Aku tau..aku tau..” Kyungsoo menatap wajah Yena dengan dalam, ia pasti akan merindukan wajah wanita ini dan juga perutnya yang sudah membesar itu , kemudian ia mencium mulut Yena dengan lembut dan Yena membalasnya membuat mereka berdua berciuman penuh dengan perasaan, saat ini Yena bahkan sudah mengalungkan kedua tangannya di leher Kyungsoo begitupun tangan kanan Kyungsoo yang berada di tengkuk Yena, mereka menikmati ciuman ini dengan jantung keduanya yang hampir meledak saat ini juga.

Krekkk..

“Astaga…Kalian ini…”

“Omo..Yena..”

Ibu Kyungsoo dan Ayah Yena terkejut melihat apa yang putra-putri mereka lakukan disana, pantas saja mereka berlama-lama di kamar padahal seharusnya mereka sudah pergi ke Bandara sejak tadi.

Kyungsoo dan Yena hanya tersenyum canggung pada orang tua mereka, mereka tentu malu tapi bagaimana lagi..mereka sudah ketahuan.

.

.

3 Bulan kemudian, at- Jeju Island

Yena hampir berlari ketika melihat Kyungsoo baru saja turun dari bus, ia tidak tau Kyungsoo akan datang hari ini. Ia tengah berjalan-jalan bersama Jung Ahjumma setelah dan malah bertemu dengan Kyungsoo, tapi ia senang.

Selama tiga bulan ini Kyungsoo sudah mengunjugi lima kali, termasuk dengan hari ini juga. Sisanya mereka berkomunikasi lewat video call atau sebuah panggilan kecil setiap harinya.

“Ya! jangan lari !” Tegur Kyungsoo berjalan menghampiri Yena disana sambil membawa tas di belakang punggungnya yang cukup besar “Bagaimana bisa kau ceroboh seperti itu huh, lihatlah perutmu itu..sekarang kau sudah 9 bulan”

“Aku tau..Mianhae.. aku hanya senang kau datang”

“Aigoo…pasangan ini. Ahjumma akan menyiapkan makan siang untuk kalian jadi kalian bisa berjalan-jalan dulu sambil melepas rindu kalian” Jung Ahjumma tersenyum melihat pasangan tersebut dan kemudian segera berjalan meninggalkan mereka.

Kyungsoo membungkuk dan berterima kasih pada Jung Ahjumma yang sudah menjaga Yena. Yena memeluk Kyungsoo secara tiba-tiba dan Kyungsoo pun membalasnya tak peduli jika mereka masih berada di pinggir jalan, “Tapi.. kenapa tiba-tiba? Bukankah aku sudah bilang menurut Dokter aku melahirkan lagi sekitar satu minggu atau dua minggu lagi”

“Ucapan dokter bisa salah, apalagi kau mengeluh sakit sejak kemarin jadi aku datang kesini dan kebetulan aku libur sekarang..”

“Ahh..jadi aku tidak perlu percaya ucapan dokter termasuk mu juga, kau juga kan calon dokter”

“Yena.. maksudku..Ah, kau ini..terserah kau saja”

“Baiklah, ayo jalan-jalan” Yena kemudian mengaitkan lengannya di lengan Kyungsoo dan menjakanya berjalan-jalan kecil di sekitar pinggiran pantai. Ya, rumah Yena memang tak jauh dari pantai bahkan mereka bisa melihat langsung kearah pantai dari rumahnya.

Yena menyukai tinggal disini, sekarang Ayahnya sudah pulang dari berlayar kemarin. Disini, Jung Ahjumma sangat membantunya begitupun Song Ahjumma yang terkadang membawakannya makanan laut yang membuatnya sekarang lebih menyukai ikan dari pada daging. Kyungsoo sebenarnya khawatir dengan Yena karena sudah menujukan tanda-tanda akan melahirnya, ia bahkan sempat bertanya sejak bulan kemarin pada seniornya di bidang ini tentang gejala akan melahirkan.

“Oh, kau memakai sepatu dari ku” Yena melihat sepatu yang dikenakan Kyungsoo, ia masih ingat saat ia membeli sepatu tersebut beberapa bulan lalu dengan uang tabungannya. Kyungsoo melihat sepatunya dan tersenyum “Ya, aku nyaman dengan sepatu itu”

Yena tersenyum senang karena sepatu pemberiannya masih dipakai Kyungsoo, padahal saat awal ia membelinya Kyungsoo memarahinya karena sepatu ini “Ya, dan sangat cocok untukmu, Ah..aku lupa, apa Sehun masih tinggal diapartement mu kan?” Tanya Yena yang langsung dibalas anggukan malas oleh Kyungsoo, setelah Yena pergi ke sini Sehun malah tinggal bersamanya. Sehun belum kembali ke rumahnya dan malah menjadikan apartementnya sebagai hotel baginya, jika bukan karena Yena yang memintanya mengijinkan Sehun ia pasti sudah mengusir Sehun sejak dulu.

Yena tersenyum, ia tau karena Sehun sering menelponnya memberi kabar jika ia belum pulang kerumahnya dan mencoba usaha sendiri “Jangan usir dia, sekarang dia belajar mandiri bahkan mencoba berbisnis..aku yakin Sehun akan sukses nanti dan saat itu terjadi dia pasti akan mengingat kita”

“Kenapa kau selalu membelanya dan memujinya, siapa sebenarnya suamimu”

“Tentu kau, kau adalah suamiku.. Sehun sahabatku sekarang, dia anak manja selama ini dan biarkan saja dia melakukan sesukanya, kau juga harus membantunya dengan menyewakan apartement mu..lagipula dia membayar tiap bulan nya kan”

“Iya tapi…”

 

“Akhh…”

 

“Kenapa?”

“Akkhhh…” Pekik Yena memegang perutnya yang terasa sakit dan ini sangat sakit, “Sakit…Ahhkk Kyungsoo!” Yena kemudian mulai menarik keras lengan Kyungsoo dan Kyungsoo yang panik pun segera membawa tubuh Yena untuk kerumah Yena sementara, sebelum pergi ke rumah sakit.

,

Song Ahjumma berkata pada Kyungsoo yang berada diluar rumah, jika kemungkinan besar Yena akan melahirkan sekarang juga, tapi terlalu lama jika harus kerumah sakit apalagi air ketubannya sudah pecah dan mereka bisa membantu Yena melahirkan disini. Song Ahjumma sudah sering membantu persalinan di desa ini karena terlalu jauh ke rumah sakit begitupun Jung Ahjumma.

“Kau juga bantu kami, kau juga dokter kan..”

“Tapi aku bukan dokter kandungan dan aku belum lulus..”

“Tetap saja kau seorang dokter..sini” Song Ahjumma kemudian menarik masuk Kyungsoo kedalam rumah, Kyungsoo langsung melihat kearah Ayah mertuanya yang mengangguk. Kyungsoo bahkan sudah berkeringat dingin sebelum masuk, ia takut tapi.. bagaimana ini.

Ayah Yena yang berada di luar rumah tentu saja khawatir dengan Yena tapi mengingat bagaimana kandungan Yena yang sehat-sehat saja, belum lagi Jung dan Song Ahjumma yang sudah sering membantu persalinan, ditambah Kyungsoo berada disana..Yena pasti baik-baik saja, sekarang ia mengeluarkan ponselnya untuk memberi tahu Ibu Kyungsoo, Sehun, Eunsoo dan siapa saja tentang kelahiran cucu pertamanya ini.

“Akkkhhh…”

“Ya!!! Do Kyungsoo!!!!!”

“KYUNGSOO!!!! Awasss saja kau…Akhhhh!!”

“Yena-ya…Aku harus bagaimana..” Suara Kyungsoo didalam sana terdengar gemetar karena tidak tau apa yang harus ia perbuat disana, saat ia menyentuh lengan Yena ia malah mendapat pukulan dan makian dari Yena.

Ayah Yena terkikik mendengar suara teriakan Yena yang sepertinya menjadikan Kyungsoo pelampiasannya, astaga Yena.. “Tidak ada apa-apa, Yena pasti akan melahirkan putranya dengan selamat..Kyungsoo juga ada disini..jadi jangan khawatir” Ucap Ayah Yena pada Ibu Kyungsoo lewat sambungan telpon.

.

.

Satu hari kemudian, Yena melihat bayi merahnya yang berada di gendongannya. Dokter memeriksa keadaan bayinya dan juga dirinya yang dinyatakan Sehat, ini semua diluar dugaannya ia kira ia akan melahirkan minggu depan dan juga akan melahirkan dirumah sakit tapi ternyata..ia melahirkan di rumahnya sendiri dan itu tidak buruk juga karena ada Jung bersama Song Ahjumma yang memantunya, Kyungsoo juga..tapi pria itu sepertinya lebih kesakitan darinya karena ia melampiaskan semuanya pada Kyungsoo, entah mencubit, memukul, menjambak sampai mengigit lengannya.

Sekarang didepan Yena ada Ayahnya, Ibu Kyungsoo yang baru tiba untuk melihat cucu pertamanya dan juga Song bersama Jung Ahjumma yang masih membantu Yena mengingat Yena tidak memiliki Ibu yang bisa membantunya sekarang, ia tentu memerlukan sosok perumpuan karena Ayahnya dan juga Kyungsoo tidak akan mengerti. Ah, Kyungsoo juga ada disampingnya sekarang melihat bayi mereka di tangannya tersebut, dia sehat.

“Jadi, kalian akan memberikan nama apa?” Tanya Ibu Kyungsoo penasaran agar ia mudah menyebut nama cucunya itu.

Yena melirik pada Kyungsoo dan tersenyum “Hyunwoo.. namanya Do Hyunwoo” Jawab Yena, itulah hasil rundingannya bersama Kyungsoo semalam. Mereka akhirnya bisa memutuskan sebuah nama setelah berbulan-bulan berdebat menentukan nama untuk putra mereka ini.

Orang-orang disekitar mereka langsung memanggil Hyunwoo, sampai Jung dan Song Ahjumma berbincang jika nama itu sama seperti aktor muda yang mereka lihat di drama tv. Pembicaraan itulangsung membuat Kyungsoo menoleh pada Yena, Kyungsoo tetap tidak mau nama putranya sama dengan idol ataupun actor.

“Benar, Lee Hyunwoo.. kalian pasti menamainya agar anak kalian bisa setampan actor tersebut kan?”

Yena langsung memalingkan wajahnya melihat pada wajah Hyunwoo yang benar-benar memiliki mata, hidung dan raut wajah seperti Kyungsoo..hanya bibirnya saja yang seperti dirinya. Yena memang memilih nama Hyunwoo agar sama dengan actor Lee Hyunwoo, nama itu bagus dan juga nama apapun pasti ada idol ataupun actor dengan nama sama, sudahlah yang penting nama putranya Hyunwoo, tak peduli Kyungsoo menyukainya atau tidak.

Yena memberikan Hyunwoo pada Ayahnya karena beliau belum pernah menggendong Hyunwoo karena takut, Ibu Kyungsoo malah sudah mengendongnya tiga kali. Kyungsoo tersenyum melihat Ibu dan Ayah Yena disana yang tertawa dengan putranya tapi tetap saja ia merasa kecewa dengan Yena “Yena-ya..” Bisiknya pelan di telinga Yena.

“Ada apa?”

“Jika kita memiliki anak perempuan, aku ingin menamainya Yoona..Suzy..”

Yena langsung meatap bulat pada Kyungsoo, tentu saja ia tidak setuju “Ya! Jangan!”

“Aku akan tetap memberi nama salah satu dari mereka”

“Ya!!” Teriak Yena keras membuat orang-orang di sana melihat kearahnya dan juga Kyungsoo. Keduanya tersenyum dan menggeleng tapi pelan-pelan, Yena mulai mencubit lengan Kyungsoo “Aku harap kita memiliki anak laki-laki lagi dan aku pastikan akan memberika namanya Bogum..” Bisiknya pada telinga kanan Kyungsoo yang langsung tidak disetujui Kyungsoo dan bersikukuh mereka harus memiliki anak perempuan.

Jung Ahjumma yang kebetulan dekat dengan mereka mendengar itu semua, ia menghela nafasnya mendengar ucapan mereka “Yena baru saja melahirkan dan kalian sudah membicarakan anak selanjutnya..Aigoo, anak muda jaman sekarang ini..”

.

.

End

Ga dong, masih ada satu chapter lagi buat cast yang lainnya..

 

To Be Continue…

 

 

 

 

 

Iklan

4 pemikiran pada “[EXOFFI FREELANCE] Crazy With You – (Chapter 10A)

  1. jangan end dulu dong. kuharap ada kisah cinta antara eunsoo sam sehun dan aku ingin lihat perjuangan sehun memulai bisnis.kan nikahnya jiha belum thor, berharap ada season 2 nya TT

  2. Akkkhh happy ending,.. not yet! Masih ada satu chapter lagi ya kak author? Untuk sehun kah? Hahahah ngarep bgt sehun dikasih jodoh kkk

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s