[EXOFFI FREELANCE] SAVE HEART (Chapter 2)

SAVE HEART 2

By Ander

cast;

Park Chanyeol⌉⌈Son Ju Seun (oc)⌉⌈Huang Zi Tao ⌉⌈ Oh Sehun

Find by your self

School-life, family, romance, angst, hurt |PG-13| chapter

Disclaimer; This story is mine. Aku gak yakin jika semua adegan disini bersifat general maka dari itu aku bikin PG. maaf jika ada salah kata,aku membawakannya dengan gaya aku sendiri. Kalian bisa membaca ceritaku diwattpad ‘Andéra’s/实业呐’ dengan judul sama dan perombakkan alur cerita.

Aku pernah publish juga DISINI

Previous chapter [1]

Summary:

Ju Seun tidak berjodoh dengan satupun dari dua pria yang ia cintai. Hingga kelulusannya, ia dituduh sebagai pelaku criminal di negeri ibunya sendiri. Hanya ‘Dia’,yang bisa mengeluarkannya dari masalah dan hanya ‘Dia’ yang mampu memenjarakan kembali Ju Seun.

***

Ju Seun melangkah pelan kearah rumahnya. Raut wajahnya memprihatinkan. Sampah kaleng didepannya ia tendang begitu saja mengenai pagar rumahnya sendiri.

Dalam pikirannya, pertemuan tak sengaja dengan pria yang dikaguminya. Ah~ tepatnya, Ju Seun menyukainya. sebelumnya ia baik-baik saja. dan setelah kejadian tadi, Ju Seun merasakan jika kepalanya ditimpa batu besar. Tapi kini, hatinya juga serasa dihujani lava panas.

Ju Seun membuka pagar rumahnya dan melenggang masuk. Ia berpikir, “Aku ingin mandi”.

***

Ju Seun menatap tajam pada ibunya. Ia ingin sekali menarik paksa ibunya untuk tidak pergi. Dan kini ibunya benar-benar akan pergi. Ayolah bertindak Ju Seun!

“Kau akan pergi sekarang ibu?” Ju Seun memasang raut wajah memohon paling nelangsa(?) miliknya. Ia sedikit melirik ‘Pria itu’ , yang sedang sibuk memasukkan koper pada taksi. Ju Seun ingin rasanya menendang bokong ‘pria’ itu agar masuk di bagasi bersama dengan koper-kopernya. Huhhh.

“Ju Seun… dengar! Kau akan tinggal untuk 3 bulan kedepan dengan Ayahmu. Mungkin mereka punya banyak es krim agar kau tidak bunuh diri frustasi pada malam hari,” Ibunya tersenyum lebar. Ju Seun bisa melihat sedikit kerutan pada wajah ibunya. Ia ingat, dulu ibunya adalah wanita cantik yang murah senyum. Ibunya adalah sosok yang perfect. Dan kini, sosok perfect itu berganti menjadi wanita baya yang sedang mengalami menopause.

“Baiklah, Ibu. Kuharap ayah menjemputku sekarang juga!” Ju Seun sangat kesal.

Ju Seun menoleh kearah jalan. Mata berbinar-binar kala ia melihat mobil sedan hitam –yang ia tahu itu milik Ayahnya, menuju kemari. Dengan bergegas, Ju Seun menyeret koper abu-abu miliknya. Ia bertambah kegirangan. Ayahnya menepati janji walau sangat terlambat.

“Sudah siap?” tanya Ayah kandung Ju Seun dari dalam mobil dengan kaca yang ia buka. Ju Seun menganggukkan kepalanya dengan semangat.

Kemudian ia berpamitan pada Ibu dan ‘Suami ibunya’ disana. Langsung Ju Seun menaruh koper itu di bagasi dibantu sang Ayah yang ikut membantunya. Mereka berdua bergegas pergi.

Ju Seun agak sedikit canggung. Pasalnya, secara langsung Ibu dan Ayahnya bertemu dan mereka tak mengucapkan sepatah kata apapun. Mereka sudah bercerai saat Ju Seun berumur 13 tahun.

hak asuh atas Ju Seun jatuh pada tangan Ibunya. Ju Seun senang, tapi ia kehilangan Ayahnya. Dan Ayahnya belum menikah lagi –tidak seperti ibunya yang memilih menikah dengan ‘Pria berkacamata bulat’ yang menjadi Ayah tirinya 2 bulan lalu.

Hidup itu tidak selalu mulus-mulus saja.

Ju Seun memperhatikan Ayahnya yang fokus pada kemudinya. Pria 45 tahun ini –lelaki yang sangat dibanggakannya, selalu membuat anaknya tersenyum apapun masalahnya.

“Ayah!” Ju Seun tersenyum manis pada Ayahnya.

“Kau mau es krim, eum?” sang Ayah sesekali melirik anaknya yang menatapnya berbinar-binar.

“Ayah tampan!” Ju Seun terkekeh pelan. Ayahnya hanya menahan senyum. Ia hafal betul kebiasaan putrinya kali ini.

“Baiklah! Katakan, Nak!” Sena semakin kegirangan.

Tapi entah kenapa, bayangan Sehun melewati lagi pikirannya. Ju Seun ingat, tepatnya mengingat orang itu. Oh Sehun. Ju Seun menoleh kearah kaca mobil. Mengamati suasana jalanan kota yang padat. Ia tersenyum miris. Ju Seun merasakan jika dirinya jatuh kelubang besar. Seperti perasaannya pada pria itu.

“Ayah, kau punya cinta pertama?”

Ju Seun menatap malu kearah Ayahnya. dalam hatinya, ia bilang yang sesungguhnya, semua perasaan yang serasa mencekik.

“Ah~ apakah peri Ayah ini, sedang mengalami cinta pertama? Kenapa kau tanya itu?” sang Ayah balik bertanya. Ju Seun melihat Ayahnya terkekeh geli. Duh! Ia jadi malu.

“Tidak, hanya saja…” Ju Seun diam sejenak. ‘aku bepikir jika cinta pertama itu menyakitkan’.

“teman-temanku, mereka berpikir tentang ‘cinta pertama’.” Bohong. Ju Seun merutuki dirinya. Tadi, baru saja ia berbohong pada Ayahnya. dan itu akan sangsi, jika Ayahnya mempercayai ucapannya tadi.

“Benarkah?” Ayah Ju Seun masih berfokus pada jalanan dan sesekali melirik anaknya. Sepintas, ia melihat raut wajah putrinya tampak sedih walau samar.

“Apakah ‘cinta pertama’ itu, selama membekas dalam hati? Teman-temanku begitu antusias. Mereka berpikir, jika ‘cinta pertama’ adalah hal penuh kesenangan di dunia. Apa itu benar?”

Itu, sepenuhnya jujur perkataan Ju Seun. Tapi, ia pikir, jika ia tidak mengalami masa-masa yang temannya ceritakan, ‘cinta pertama’. Ju Seun kembali menatap Ayahnya. pasti, sang Ayah sedang menertawakan dirinya. ‘kenapa semua ini jadi memalukan?’

“Ju Seun, cinta pertama pernah jadi menyenangkan dan menjadi menyakitkan. Itu semua terserah padamu, kau bisa menganggap cinta pertama itu seperti layaknya.” Ayah Ju Seun tersenyum. ia tahu, jika sang Ayah pernah mengalami hal yang sama seperti dirinya. Tapi itu beda waktu dan tempat.

Ju Seun melirik pemandangan luar kaca mobil. Ia tersenyum tipis. ‘bagaimana aku bisa menganggap cinta pertama?’

Selanjutnya, mereka telah sampai dirumah Ayah Ju Seun. Sebuah kompleks perumahan. Hening, asri, nyaman, dan indah. Ju Seun turun dan melihat-melihat sekitarnya. Ia tersenyum sumringah.

Sementara Ayahnya, mengeluarkan kopernya dari bagasi.

“Ayo masuk!”

Ju Seun melangkah beriringan dengan Ayahnya. dan Ju Seun melihat seseorang yang berdiri didepan pintu rumah sang Ayah.

“Ah~ kalian sudah datang rupanya”

TBC

Potatoes note; hope you like it! Masih flat? Seperti sebelumnya, aku membatasi words -1000. Thanks for read! ^^

Iklan

Satu pemikiran pada “[EXOFFI FREELANCE] SAVE HEART (Chapter 2)

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s