[EXOFFI FREELANCE] Stay With Me (Chapter 3)

img1494254849221.jpg

STAY WITH ME

Author :

Angeline

Main Cast :

Oh Sehun (EXO)

x

Bae Joo Hyun a.k.a Irene (RV)

Additional Cast :

EXO Members |Kim Ji Yeon (LOVELYZ)|Kim Seolhyun (AOA)| Im Jung Hoo  (B.I.G)| Lee Hyo Eun (STELLAR) |Krystal Jung (FX) |etc~

Rating PG-17 |Length Series Fic

Genre : romance | Angst | AU |slice of life | Drama |etc~

Disclaimer :

Ff ini murni dari pemikiran author sendiri , ceritanya tiba-tiba muncul dalam otak author #ea ,dan dari pada lupa langsung dituangkan dalam bentuk FF seperti ini. Bila ada kesamaan tokoh maupun jalan cerita didalam ff ini , itu bukan merupakan bentuk plagiat #noplagiat! melainkan unsur ketidaksengajaan. Don’t judge, don’t copas.  Terimakasih sudah mau meluangkan waktu untuk membacanya  (nunduk)

Summary :

Bagaimana jika seorang Oh sehun yang berwatak dingin dan tidak pernah peduli pada orang lain terjebak bersama seorang gadis amnesia bernama Irene?. Melalui sebuah pertemuan tidak terduga hingga masalah-masalah yang datang saat keduanya tengah menjalin sebuah hubungan.

-Chapter 3-

 

Sehun meneguk air mineralnya sehabis ia lari pagi , peluh diwajahnya menambah kesan maskulin pada tubuh namja itu. Air mineral itu langsung habis secepat kilat. Sehun benar-benar dahaga setelah mengitari kompleks perumahan. Sehun kemudian melihat kearah kamar atas dimana kamar gadis itu berada, apa gadis itu belum bangun? Pikir sehun  ataukah ia sudah pergi saat sehun olahraga? Sehun kembali mengingat percakapannya semalam dengan Irene. Sehun membuang nafasnya kasar rasanya benar-benar menyebalkan harus memiliki perasaan yang mengganggunya seperti ini. Sehun pun membanting botol minum itu dengan kasar membuat ajhuma yang sedang menyiapkan makanan terkejut oleh sifat tuannya. Mengapa bayang-bayang Irene yang kini setia menghiasi pikirannya? ‘sialan’ umpatnya dalam hati

“Ajhuma, apa dia sudah pergi?” Tanya sehun sedikit keras dan ajhuma membalikkan badannya menatap sehun yang sedang dalam gelutan amarah meski dipagi hari. Mungkin lebih tepatnya ia sedang kesal.

“Ah, ia belum bangun sepertinya tuan, aku tidak melihatnya dari tadi” seru ajhuma itu dengan ramah sambil menundukkan kepalanya lalu kembali bekerja. Sehun mendesah, jadi ia belum pergi?

Sehun pun menaikki anakan tangga dan berjalan menuju kamarnya. Namun langkahnya berhenti didepan kamar gadis itu. Karena kamarnya dan Irene bersebelahan sesungguhnya. Sehun menatap pintu yang masih tertutup rapat itu. Apa pedulinya pada gadis itu? Bukankah bagus jika ia pergi dari sini? Tapi mengapa rasanya ada sesuatu yang mengganjal dihatinya? Mengapa ia ingin Irene berpamitan padanya sebelum pergi dari rumah? Atau mungkin apakah hatinya tidak tenang jika gadis itu pergi dari rumahnya? Bukan semata-mata karena ia menyukai Irene namun ia hanya tidak tenang itu saja. Sekeras apa pun watak sehun ia juga manusia yang masih memiliki perasaan meski itu terkadang lambat untuk disadari. Namun sehun tetap pada pendiriannya dan tidak mau memperdulikan gadis itu. Ia tidak mau terlibat terlalu jauh lagi.

Krieet

Pintu kamar itu tiba-tiba terbuka membuat sehun terkejut dari lamunannya dan menatap Irene yang berada dihadapannya, keduanya saling berpandangan cukup lama. Dan akhirnya Sehun memilih berjalan pergi meninggalkan Irene yang masih diam dengan pikirannya sambil menatap punggung sehun yang menjauh.

Blam

Suara tutupan pintu yang sediki keras terdengar ditelinga irene membuat gadis cantik itu menutup matanya sebentar. Sifatnya benar-benar sedingin es batu! Hatinya keras seperti batu, mengapa ia benar-banar mirip dengan batu? apa mungkin ia itu juga batu? Pikir Irene dengan polosnya. Kemudian irene berjalan turun dari melalui anak tangga dengan perlahan. Irene menuruni tangga itu dengan banyak pikiran, harus kemana ia setelah keluar dari istana sehun? Adakah tempat yang bisa ditujunya? Ia sedang hilang ingatan dan berjalan tanpa tujuan seperti ini, bukankah sama saja ia seperti orang gila? Mau sampai kapan ia berkelana diseoul? Apa sampai ia kembali mengingat asal usulnya? Bagaimana jika ia tidak akan mengingat masa lalunya lagi? Dan lagi tidak ada ingatan apa pun mengenai keluarganya yang terlintas dikepalanya, oh ini benar-benar buruk. Irene mendesah frustasi sambil mengacak rambutnya.

Irene pun menuju dapur berharap ajhuma menyiapkan sesuatu untuk ia santap sebelum pergi dari rumah sehun, tentu saja ia harus makan bukan? Ia akan berkelana setelah ini dan itu membutuhkan tenaga. Masa bodoh sehun akan memandangnya rendah dan tidak tahu diri Irene tidak mempedulikannya, yang jelas ia ingin makan sesuatu sebelum pergi katakanlah ia tidak sopan, namun bukankah pria berdarah dingin itu tidak akan peduli dengan apa yang dia lakukan? Irene tersenyum girang melihat jejeran makanan yang menghiasi meja makan berwarna hitam itu. Nampaknya makanan-makanan ini baru saja matang karena menunjukkan uapan panas makanan-makanan tersebut. Irene menarik salah satu kursi dan duduk disana sambil menunggu ajhuma menyiapkan piring dan gelas untuknya, bahkan ia sudah seperti ratu disini karena ada ajhuma yang melayaninya namun itu semua akan berakhir sesaat lagi. Dan jangan berfikir Irene memanfaatkan ajhuma, hanya saja Irene melihat tidak ada lagi hal yang bisa ia lakukan untuk membantu ajhuma karena semua sudah selesai.

Setelah yakin semua siap, irene langsung menyuapkan nasi kedalam mulutnya lalu menyeruput beberapa lauk yang terasa begitu nikmat, ah kapan ia akan makan seperti ini lagi?. Sehun yang sudah berpakaian lengkap dengan jas berwarna biru donker yang selaras dengan celananya dipadu kemeja berwarna putih nampak gagah dengan penampilannya saat keluar dari kamarnya. Sehun kembali bertemu dengan yeoja itu dimeja makan. Sedikit kesal melihat wajah Irene karena sehun harus kembali mengingat kejadian malam kemarin, dimana ia sampai detik ini merasa tidak nyaman karena wajah kecewa Irene serasa menghantuinya setiap detik. Mengapa otaknya bisa terjebak dengan wajah Irene? Sangat aneh dan menjengkelkan.

“Kapan kau pergi?” Tanya sehun saat sudah berada disamping Irene sambil meneguk jus miliknya. Irene langsung tersedak kaget mendengar ucapan tajam yang terasa menusuk jantungnya tepat sasaran. Bahkan sepagi ini sehun bisa membuat mood Irene drop dalam sejekap mata. Ayolah gadis ini sedang menikmati sarapanya dengan tenang dan damai, namun sehun datang dan mengacaukan suasana hatinya. Tapi ingat Irene ini rumahnya dan ia bebas melakukan apa pun yang ia kehendaki. Irene meneguk air putih untuk menelan makanannya yang terasa tersendat ditenggorokkannya karena sehun tiba-tiba berdiri disampingnya dan menembakkan peluru yang begitu pas mengenainya.

“Maaf merepotkanmu tuan! setelah sarapan aku jamin kau tidak akan melihatku disini lagi” jawab Irene meyakinkan sehun dengan nada sedikit ketus. Masa bodoh dengan sikap Irene yang terasa kurang ajar pada sosok penolongnya itu, rasa respect Irene sudah musna tadi malam semenjak sehun terus menghinanya padahal ia sedang dalam kesusahan.

“Kau makan dirumahku tanpa seijinku. Luar biasa! Semua orang jalanan memang tidak memiliki sopan santun ck” cibir sehun kemudian berjalan pergi meninggalkannya

“pria sialan, haruskah ia menghina orang yang sedang kekusahan seperti ini?” umpat Irene sambil mengaduk-aduk makanannya dengan kasar sambil menatap punggung sehun yang tengah menjauh dan ajhuma hanya mengelus punggung Irene agar ia bersabar menghadapi sikap sehun yang kelewat menyebalkan itu.

Sehun keluar dari penthousnya dan menghela nafasnya sedikit kasar. Kini mobil bermerek BMW berwarna putih menjadi pilihannya untuk kekantor. Supirnya membukakan pintu untuk sehun dan namja itu langsung meloncat duduk dibangku tengah . sehun membanting kepalanya pada sandaran tempat duduk. Hyun joo menyalakan mesin mobil dan kemudian melajukan mobil itu.

“Berhenti dipertigaan depan!” Seru sehun sambil menutup matanya

“Ye depyeonim” kata Hyun joo kemudian menepikan mobilnya disisi kiri jalan. Sehun memegang ipadnya dan terkadang melirik spion mobil menunggu seseorang muncul dari sana. Hingga 20 menit kemudian matanya menangkap sosok yeoja dengan dress hijau lumutnya tengah berjalan menyusuri pekarangan lingkungan kompleks itu. Sehun menatapnya dengan datar. Hingga sehun melihat yeoja itu melewati mobilnya tanpa sadar, sehun menunggunya sedikit menjauh agar ia bisa mengikuti gadis bernama irene itu. Dan setelah ia yakin gadis itu cukup jauh namun masih dapat dijangkau oleh pandangannya barulah ia memberi perintah pada hyun joo.

“Ikuti gadis itu pelan-pelan dan jangan sampai ketahuan!” p’rintah sehun sambil menatap lurus kearah Irene, mengikuti segala pergerakkan gadis itu.

“Ye” jawab hyun joo menurut

Kaki irene terus melangkah entah ia harus kemana lagi, ia tidak tahu. Ia tidak mengingat apa pun mengenai jalanan diseoul. Gadis yang sedikit bingung menentukan arah tujuannya itu hanya mengandalkan keberanian yang sebenarnya tertutupi oleh rasa takut jika ia nanti bertemu dengan orang-orang menyeramkan kemarin. Irene sendiri bingung mau bertanya siapa? Setiap orang yang ingin ia tanyai selalu melewatinya begitu saja tanpa mau mendengar ucapan Irene. Rasanya Irene hampir menangis

Irene sekarang sudah seperti anak hilang atau mungkin bisa dibilang orang gila tanpa tujuan. Irene terkadang berjongkok dan memukul-mukul betisnya yang terasa lelah berjalan hampir 1 jam namun tidak tahu tujuannya kemana. Dan Irene sangat haus. Ia sebenarnya memiliki pemikiran untuk kekantor polisi, namun kata ajhuma kantor polisi sedikit jauh jika ditempuh dengan berjalan kaki setidaknya ia harus naik taxi untuk kesana sedangkan ia tidak punya sepeser uang ditangannya, ajhuma yang mau memberikannya uang langsung ia tolak karena tidak mau merepotkan ajhuma. Kini Irene berhenti disebuah taman yang berada dipinggir jalan, ia duduk dibangku taman itu sambil melihat banyaknya anak-anak yang bermain, hembusan angin yang menerpa kulitnya terasa menyejukkan dan menghilangkan sedikit penat dikepalanya. Ia memerlukan istirahat sebentar, ya hanya 5 menit saja.

Seseorang yang sedari mengikuti perjalanan gadis itu kini menatap Irene dari kejauhan. Sehun menatap Irene yang sedang beristirahat dibangku taman sambil menutup matanya. Lagi-lagi sehun mencibir pelan, Apa dia benar-benar hilang ingatan? Batin sehun. Entahlah hingga saat ini sehun sangat sulit mempercayai orang asing meski wajahnya sepolos Irene. Sehun mendesah pelan kemudian menaruh ipadnya disampingnya. Ia benar-benar kesal pikirannya terjebak seperti ini dalam lingkaran bersama gadis bernama Irene itu. Kini ia melihat Irene yang kembali berdiri dan siap melanjutkan perjalanan tanpa tujuannya. Sehun memijat keningnya, terasa penat sekali.

“ayo jalan” ucap sehun sambil mendesah pelan

“mengikuti gadis itu?” tanya hyun joo meyakinkan perintah atasannya

“kekantor Go Hyun Joo!!!” tegas sehun pada supir itu

“ye?” seru hyun joo terkejut. Ia kira tuannya akan kembali mengikuti gadis itu. Nyatanya sehun tetaplah orang yang tidak peduli pada orang lain

“kau ada masalah dengan ucapanku?” ujarnya menutup mata lalu sehun dengan suara santai yang terdengar seperti malas menjawab ucapan hyun joo itu.

“animida depyeonim, hanya saja tidakkah depyeonim merasa kasihan padanya? Bagaimana jika orang-orang semalam kembali menangkapnya?  Sepertinya ia gadis baik-baik dan ia memang dalam bahaya” ujar hyun joo dengan pelan takut jika tuan mudanya itu bisa menerkamnya saat ini juga karena ucapan beraninya ini.

Dan rasanya sehun kesal dengan ucapan hyun joo yang serasa menamparnya dengan keras. Mengapa disini ia yang menjadi penjahatnya? Seakan ia baru saja mengusir anak anjing pincang yang butuh pertolongan. Sehun sudah menolongnya semalam, bahkan ia membelikan setumpuk pakaian, memberikannya makan dan tempat untuk tidur, memeriksakannya kedokter, oh kurang apa seorang oh sehun itu? Sehun sudah terlalu baik memberikan itu semua pada seorang yang tidak ia kenali. Namun mengapa ia masih merasa jika perkataan hyun joo ada benarnya? Sekali lagi ‘sialan’. Sehun menatap tajam hyun joo yang sudah menundukkan kepalanya, mengingat ucapannya sedikit lancang pada tuan mudanya itu. Sehun berusaha tidak peduli akan hal itu namun otak dan pikirannya seakan tidak bekerja dengan baik. Mengapa ia harus sesial ini setelah malam itu?

“Mengapa harus aku yang menolongnya? Menyebalkan!!” Kata sehun kesal dan langsung keluar dari mobil. Sehun berlari cepat mengejar gadis itu yang hampir menghilang dari pandangan matanya.

Greb

Sehun menahan tangan Irene sebelum gadis itu melangkah lebih jauh lagi. Nafasnya naik turun dan sehun terengah. Irene terkejut saat melihat sehun disana, gadis itu mengekerutkan keningnya menatap sehun tanda tanya. Sehun menarik Irene dari sana dan belum mengucapkan sepatah kata pun. Rasanya otaknya membeku dan tidak bisa merangkai sebuah kalimat pendek untuk ia utarakan pada Irene. Gadis itu hanya menuruti sehun yang dengan lembut menariknya dari sana, meski ia masih dalam kebingungan dengan sikap sehun. sehun menyuruh Irene untuk masuk kedalam mobil dan setelah dirasa gadis itu sudah duduk dengan nyaman sehun ikut masuk kedalam. Hyun joo yang menyadari sehun dan Irene sudah berada didalam mobil langsung menancapkan gasnya menjauh dari sana. Irene menatap sehun dengan manik mata indahnya dan sehun ikut memandang Irene.

“jadi kenapa kau menarikku kesini?” tanya Irene tanpa basa basi terlebih dahulu

“jangan salah paham. Aku tidak bermaksud apa-apa! Hanya saja aku..” ayo katakan oh sehun! katakana kalimat terkutuk itu! Mengapa kau pengecut seperti ini hah? Batin sehun berteriak. Ia kesal saat ia sedang berperang melawan keras kepalanya sendiri.

“kau apa?” tanya Irene penasaran sambil menaikkan alisnya menatap sehun dengan serius

“aku.. arghh! Sialan! Hyun joo!! Pergi kekantor polisi!” bentak sehun sambil memalingkan wajahnya kejendala merasa kesal dengan Irene dan dirinya sendiri. Bisa-bisanya ia merasa terhinakan seperti ini didepan seorang gadis? Dimana harga dirimu yang tinggi itu oh sehun? umpat sehun dalam hatinya. Irene sendiri hanya merasa aneh dengan pria dingin disebelahnya. Apa ia sedang sakit ? mengapa tingkahnya membingungkan seperti ini?

~

Mobil sehun berhenti disebuah kantor polisi didaerah gangnam karena memang kantor polisi itu yang bisa dijangkau dengan cepat. Segera saja sehun dan Irene turun dari mobil melapor apakah ada nama Irene dalam list orang hilang yang sedang dicari. Setidaknya sehun melakukan ini untuk menebus kesalahannya yang sebenarnya tidak ingin ia akui. Biarlah ini sebagai bentuk permintaan maafnya yang Irene tidak harus tahu. Ck! Bahkan kau mengakui kesalahanmu didepan gadis rendahan sepertinya. Batin sehun protes. Irene pun masuk kedalam kantor itu sedang sehun hanya menunggu didepan kantor polisi, ia malas untuk menemani gadis itu kedalam, mengantarnya sampai didepan pintu saja sehun sempat berfikir 10 kali untuk melakukannya. Sehun menunggu Irene selama 15 menit, hingga kini matanya menatap gadis yang menunduk lesuh tanpa semangat diwajahnya, begitu berbeda saat mereka hendak pergi kekantor polisi Irene masih bisa tersenyum. Apa ini artinya tidak ada nama Irene yang terdaftar? Jadi ia anak yatim begitu?

“kau bisa pergi. Terimakasih sudah menolongku Sehun-ssi” kata Irene tersenyum membuat sehun mengerutkan keningnya. Melihat senyum yang menutupi sejumlah kesedihan itu membuat sehun menatap semakin jengkel pada Irene. Mengapa wajah gadis ini membuat hatinya jadi tidak tega untuk meninggalkannya?

“jadi keluargamu?” tanya sehun dan kini Irene menunduk hingga bisa dilihat sehun gadis itu mulai terisak. Ia menangis dan sehun hanya bingung saat ini karena beberapa orang sedang melihat kearah keduanya. Sehun bingung apa yang harus ia lakukan untuk menangkan Irene. Gadis ini menangis semakin keras dan sehun benar-benar tidak tahan mendengarnya. Sehun semakin dikejutkan saat Irene kini membenamkan kepalanya pada dada sehun, dan sontak sehun melebarkan matanya dengan hal mengerikan yang ia alami ini

“yak!! Menyingkir dariku gadis sialan!” bentak sehun dan membuat gadis itu semakin menangis terisak. Irene tersenyum pahit dibawah sana, kini ia dikatai gadis sialan oleh sehun. oh sudah cukup dengan setiap caci makinya, Irene tidak bisa menahannya lagi

“baiklah, selamat tinggal! Terimakasih untuk semua kebaikanmu..” kata Irene kemudian menjauhkan tubuhnya dari sehun dan berjalan menjauh dari sehun. sehun hanya menatap punggung Irene dari kejauhan dan ia masih enggan mengejarnya karena ia merasa sudah cukup ia menolong Irene, ia tidak bisa menolong gadis itu lebih dari ini kan? Tidak mungkin ia akan menampung Irene diistananya.

“biarkan saja oh sehun! jangan pedulikan dia, gadis itu bukan tanggung jawabmu” ucap sehun menggeleng pelan dan berjalan memasuki mobilnya. Baru saja sehun mendaratkan bokongnya pada bangku mobil.

“depyeonim, maaf jika aku berani mengatakan ini lagi. Tapi gadis itu sedang amnesia dan berjalan dikota seoul, bagaimana jika ia diculik?” kata hyun joo dengan pelan. Dan sehun menutup matanya serta membuang nafasnya dengan kasar. Ada apa dengan supirnya ini? Mengapa ia membuat sehun terus merasa menjadi orang jahat? Apa pria itu bosan bekerja padanya? Apa sehun selama ini kurang banyak memarahinya sehingga ia berani sekali berbicara lancang pada sehun dengan menasehatinya seperti ini

“aish. Sialan kau GO HYUN JOO!!!” umpat sehun pada hyun joo kemudian membuka pintu mobilnya dan segera mengejar Irene. Hyun joo aja tersenyum dikala tuannya itu mengejar Irene. Rasanya sehun sudah mengulang hal yang sama pada Irene, yaitu berlari untuk mengejarnya dan berakhir dengan..

Greb

Sehun menggenggam tangan Irene kembali membuat gadis itu terkejut dan menatap sehun masih dengan isakan dan matanya yang mulai sembab karena air matanya terus membasahi pipinya, sejujurnya gadis itu memang tidak tahu harus berbuat apa lagi selain menangis kan? Ia tidak punya tujuan yang bisa dituju, rumah yang bisa ia pakai sebagai tempat perlindungan, dan lagi hanya sehun yang ia kenali. Dan Lagi- lagi sehun kesal dengan wajah sedih gadis itu yang begitu terlihat menyedihkan dimatanya. Mengapa gadis ini harus menatapnya dengan wajah memohon belas kasihan seperti ini? Membuat kepalanya semakin pusing

“ada apa lagi?” Tanya Irene sambil sesegukan membuat sehun mendesah sambil menormalkan nafasnya yang masih setengah terengah karena ia sempat berlari saat mengejar Irene

“Aku memang tidak suka orang asing berada dirumahku, tapi aku juga tidak suka saat aku merasa bersalah meninggalkanmu sendirian dijalan!” Jelas sehun kemudian menariknya menjauh dari sana. Irene masih tidak mengerti maksud ucapan sehun. Apa artinya ia mengijinkan Irene tinggal dirumahnya sementara waktu? Entahlah

Hyun joo tersenyum sambil membukakan pintu untuk sehun dan Irene. Dan keduanya langsung masuk, namun sebelum sehun masuk ia sempat memandang hyun joo dengan tatapan mematikkan yang sangat menakutkan membuat hyun joo memalingkan wajahnya ketempat lain untuk menghindari pandangan setan seorang oh sehun. kini sehun yang masih belum sadar tangannya terus menggenggam Irene langsung terkejut saat Irene berusaha melepaskan genggaman itu. keduanya malah salah tingkah saat ini. Sehun berdehem pelan sementara Irene hanya mengedarkan pandangannya ketempat lain sambil menghapus air matanya. Keduanya malah diam dan masih enggan memulai sebuah percakapan, dan sehun rasanya masih merangkai kata-kata untuk menyampaikan sesuatu pada Irene. Sehun menarik nafasnya dalam-dalam.

“Tinggal dirumahku untuk sementara” kata sehun sambil memangku kakinya dan kembali memainkan ipadnya diatas pahanya sebagai bentuk pengahlian kegugupannya. Irene melebarkan matanya pada sehun, merasa tidak percaya dengan yang diucapkan pria dingin itu barusan.

TBC

Wah udah part 3 aja yah. Terimakasih buat para readers yang mungkin menyempatkan waktunya untuk membaca ff yang kurang bahan seperti ini. #plak. Maaf juga mungkin selama baca chapter 1 dan 2 rasanya masih agak beratakan. Maafkan yak author juga manusia yang tidak luput dari kesalahan #mulailebay.

Sejujurnya aku memang baru belajar nulis kok jadi maaf kalau ffnya absurd gini hehe. And don’t be a silent reader ya. Komentar kalian berharga kok #ciyee. Dan sebisa mungkin akan aku balasin satu persatu. Baiklah cukup sudah note memuakkan ini nanti kalian bisa muntah mendadak

Terimakasih (bininya member exo)

 

Iklan

27 pemikiran pada “[EXOFFI FREELANCE] Stay With Me (Chapter 3)

  1. Uuhh sehun akhirnya luluh juga wkwk
    Hyun joo dabeslaah
    Selamat irene hrhe, makin penasaran irene anak siapa sebenernya ampe lupa ingetan gitu

  2. Astaga, akhirnya update jugaaa. Gue suka nihh, walopun author bilang baru belajar, tp ceritanya menarik dan mengalir, enak dibaca kok.
    Semangat yaa thor 😄

  3. Sehun itu kesan nya malu malu mau 😂 aduhh gemess deh sama ni magnae :v cocok banget kalau dijadiin ceo yang sifatnya yaa begitulah ~~
    Btw bener kata irene Sehun itu emang batu 😂😂
    Ditunggu chap 4 nya kak .. fighting ☺

  4. Kayanya baru pertama kali ini aku baca ff hunrene dan itu kerasa feelnya aku emang suka sm irene tapi ga ngerasa ngefeel sm couple ini tapi buat ff yg satu ini jadi beda jadinya.. Yaaa moga aja sih masih ngefeel jg nyampe ending ahhh karakter kaya gini emg cuma paling cocok buat si maknae blasteran ini, kayanya ga bisa diitung tuh si sehun ngribetin fikirannya cm gara2 cewek yg baru satu hati dikenalinya. Ditunggu chapter 4..

  5. Apa gue komen di chapter sbelumnya?
    Gue suka. Mulai suka. Atau udah suka gue bingung krna gue lupa apa gue udh komen atau blm di chapter sblumnya.
    Intinya gue suka ff lu. Gk belibet. Simple tpi ttp bgus.
    Gue hrp ini bukan ff yg menyakitkan.
    Tunggu lu update slnjutnya
    Fighting😉

  6. Ea akhir nya dilanjut juga disaat dimana aku lagi terpuruk mau ketemu sama ayang sehun tapi masih bingung *eh ko curhat*😂 nemu ff lnjutan ff ini beuh rasanya makin nyes pengen ketemu si cadel😂maf kan readers mu ini malh numpang curhat😂
    Audah hun ego mu terlalu besar😒eaea ditunggu someting nya thor😂hwaiting buat next nya💪

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s