[EXOFFI FREELANCE] Crazy With You (Chapter 10A)

CRAZY WITH YOU.jpg

Tittle : Crazy With You [Chapter 10 A:  Leave or Stay?]

Author: Babyjae96

Length: Chapter

Genre: Romance,  Comedy & Drama.

Rating: PG-17

Main Cast :

Park Yena [OC]

Do Kyungsoo [EXO]

Disclaimer : Fanfic ini hasil karya otak ku sendiri dan kemudian tersalurkan kedalam Fanfic ini, jika ada kesamaan dengan ff lain hanya kebetulan semata.

“Aku rasa aku harus meninggalkannya, tapi aku ingin bersamanya”

.

.

.

Pagi ini Sehun berjalan santai dengan tas gendongnya dibelakang punggungnya, ia masih kabur dari rumahnya dan yang membuatnya marah adalah tak ada satupun yang menelponnya entah orang tua atau kakaknya, biasanya mereka juga akan menyewa orang untuk mencarinya dan menelponnya sampai ponselnya habis batrai, tapi kali ini tidak. Sehun bertahan hidup dengan menjual beberapa barang mewah miliknya, entah itu jam tangan, sepatu, jaket atau apapun karna ia tak mau menggunakan kartu kredit Ayahnya.. ia tinggal dirumah temannya selama seminggu tapi karna malu pada orang tua mereka jadi sekarang ia tinggal di sauna dan untuk hari ini, ia berniat tinggal di apartement Kyungsoo dan Yena hanya sampai ia berhasil menjual online jam tangan buatan italia karna toko itu membelinya murah tentu saja ia tak terima.

“Eunsoo-ya.. kenapa aku tidak bisa menghubungi Yena, Ah.. anak itu harusnya mengganti ponselnya..dia pasti satu-satunya anak muda yang masih memengan ponsel 2G saat ini” Ucap Sehun cepat pada Eunsoo melalui sambungan telpon sambil mengunyah permen karetnya.

Kenapa kau mencari Yena lagi? Sudah kubilang jangan menganggunya

“Hei.. aku tidak menganggunya, aku butuh bantuannya. Sekarang, Aku berniat tinggal di apartement mereka” Balas Sehun santai dan tersenyum, ia bersungguh-sungguh akan tinggal disana, untuk sementara.

“YA!!! Kau gila!!! Kenapa kau tinggal disana?”

“Aku tidak memiliki tempat tinggal sekarang dan aku mau melihat bagaimana baiknya Kyungsoo pada Yena, pria itu bahkan kemarin tidak mengantar Yena kerumah sakit untuk memeriksa kandungannya jika saja aku tidak bertemu clien saat itu aku pasti yang akan mengantar Yena”

Ya! Jangan gila! Sekarang kau dimana?

Aku didepan digedung apartement mereka

Berhenti!!!!!

Sehun langsung berhenti ketika Eunsoo menyuruhnya berhenti “Kenapa harus berhenti?”

“YA!!! Sekarang ada Ibu Kyungsoo disana…dan kau ingin tinggal disana!”

Oh benarkah? Lalu hubungan mereka pasti baik-baik saja kalau begitu

“Tentu saja mereka baik-baik saja, jadi kau pergi dari sana”

“Ahh.. tapi aku tidak tau harus kemana, apa boleh aku tinggal dirumahmu?”

Kau memang gila Sehun, Dirumahku hanya ada orangtuaku.. dan aku sekarang ada di Gwangju dengan Unnieku.. kau ingin tinggal disana huh? Awas saja, aku akan memberitahu pacarku jika kau berani ke rumah orangtuaku…pacarku adalah atlit judo!

“Oh, baiklah.. Aku akan tidur di sauna saja” Sehun langsung mematikan panggilan itu, dia mengumpat sendiri karna tak ada satupun yang berjalan santai.. ternyata kabur dari rumah memang sulit, apa ia harus pulang saja? Tapi ini memalukan, ia harus tetap kabur sampai orangtua dan kakaknya berhenti menyuruhnya tinggal di Amerika.

Sehun menaruh kasar ponselnya kedalam saku jaket berbahan kain dengan warna hitam-putih itu, ia bergumam sendiri karna tidak tau harus kemana.. semua temannya kuliah sekarang, apa dia harus kembali ke sauna lagi? Tapi dipagi seperti banyak Ahjumma disana, berisik.. ia tak suka. Sehun akan berbalik tapi ia keburu mengenali seorang pria paruh baya yang melangkah melewatinya “Ohh.. Yena Appa..”

Pria paruh baya mengenakan jaket hitam itu langsung menoleh pada Sehun “Siapa?”

“Aku Sehun..Oh Sehun.. Teman Yena, anda tidak ingat.. ”

“Ah.. kau anak yang mengerjar putriku kan?”

Sehun tersenyum malu, itu benar dia memang mengejar-ngejar Yena.. Dua tahun lalu, ia pernah bertemu Ayah Yena saat pembagian hasil ulangan disekolah. Demi bisa mendapatkan Yena, dia mendekati Ayah Yena dulu dan seingatnya dulu ia memberikan Ayah Yena jam tangan tapi itu dikembalikan lagi oleh Yena “Ahjussi kemana saja? Yena mencari Ahjussi kemana-mana?”

“Ahjussi berkerja di kapal nelayan dan sekitar 6 bulan lalu terjadi kecelakaan, Ahjussi kehilangan ponsel dan kaki Ahjussi terluka jadi Ahjussi tidak bisa menemui atau menghubunginya” Jelas Ayah Yena menyesal dengan apa yang terjadi padannya, inilah alasannya tak ada kabar selama ini, ia harus berkali-kali dioperasi dan penyembulan beberapa bulan ini “Tapi, Yena baik-baik saja kan?”

“Ah.. Itu..”

.

.

Sejak semalam Yena belum sadar, Kyungsoo berkali-kali lipat khawatir dan menyesal.. tak seharusnya ia bertengkar dengan Yena semalam, ini memang kesalahannya yang tak jujur semalam, ia terpancing emosi sejak Yena mengatakan akan pergi dan ini lah yang terjadi.. ia hampir saja kehilangan Dodoo, bayinya.. jika ia telat membawa Yena, entahlah apa yang akan terjadi. Yena sempat mengalami sedikit pendarahan yang tentu saja berbahaya.

“Kau sarapan dulu, biar Omma yang menjaganya”

Kyungsoo menggeleng, ia tetap setia berada di samping Yena sejak semalam dan tak pernah lepas menggengam tangannya erat “Omma saja, aku akan ada disini”

“Setidaknya kau cuci muka dulu jika tidak mau sarapan.. Biar Omma yang menjaganya, aku tidak akan melukainya”

Kyungsoo merasa ia butuh mencuci wajahnya agar tidak terus mengantuk setelah terjaga semalaman ini, ia melepas genggaman tangannya dari Yena “Baiklah, aku juga akan membeli roti dan jika terjadi sesuatu langsung hubungiku, Omma”

“Aku tau, cepat keluar!”

Ibu Kyungsoo sekarang berjalan mendekati Yena yang terbaring pucat disana, ini karnanya.. ia merasa bersalah, ini pasti ka.rnanya sudah jelas jika bukan karna semua perkataannya Yena tak akan seperti ini. Yena bahkan hampir kehilangan anaknya, ‘cucu’nya juga.

“Eungggh…”

“Oh.. Kau sudah bangun?”

Yena membuka matanya pelan, merasa sedikit silau dengan cahaya matahari yang menembus kedalam ruangan ini. Oh, ya.. dia pasti berada dirumah sakit sekarang lihatlah ranjang-ranjang lain disebelah ataupun didepannya yang juga terdapat pasien yang sedang tidur, dan juga bau obat diruangan ini..

“Apa perutmu sakit Yena?”

Yena melihat kearah lain dimana Ibu Kyungsoo berada disana. Yena menggeleng pelan mulutnya masih sulit digerakan, ia belum sepenuhnya sadar.. Oh, bayinya. Tangannya yang dipasang infus-san itu langsung menyentuh perutnya.

“Dia baik-baik saja, jangan khawatir”

Yena menghela nafas lega, jantungnya hampir saja berhenti tadi mengingat bagaimana sakitnya semalam dan syukurnya kandungannya baik-baik saja “Ahjumma maaf”

“Kenapa minta maaf, Ahjumma yang harusnya minta maaf.. ini karnaku..”

“Tidak.. Ini bukan salah Ahjumma”

“Dokter bilang kau stress dan itu pasti karna kehadiran Ahjumma,kan?”

“Tidak juga Ahjumma, ada sesuatu yang lain yang lebih ku pikirkan”

“Apa itu?”

“Ibu dan Ayahku”

.

.

“Jadi sekarang Yena sudah tidak tinggal disana? Dia tinggal dimana?”

“Heem… itu…” Sehun bingung harus bagaimana menjawabnya, keduanya berada di tempat duduk halaman depan gedung apartement itu.  jika ia menjawab jujur apa akan baik-baik saja dengan keadaan Yena sekarang tapi jika ia berbohong dampaknya pasti akan lebih buruk kan? “Ahjussi, sekarang Ahjussi akan segera mempunyai cucu”

“Apa? Apa maksudnya?”

“Yena sekarang hamil”

“Dia sudah menikah?”

“Oh itu..dia akan menikah”

“Jadi putriku…”

“Ahjussi tenang dulu, Yena akan menikah setelah melahirkan karna dia menunggu Ahjussi” Sehun menjelaskan apa adanya saja, itulah yang dikatakan Yena dan Eunsoo juga.

Ayah Yena memegang keningnya “Siapa pria itu? Apa kau?”

“Ehh, Tidak.. Bukan aku, dia bertemu pria yang baik dan Ahjussi pasti mengenalnya dengan baik”

“Siapa?” Tanya beliau penasaran melihat Sehun yang menjawabnya ragu-ragu.

“Do Kyungsoo”

.

.

Entah bagaimana Yena menceritakan semuanya pada Ibu Kyungsoo, mulai dari Ayahnya yang menghilang sejak pertengahan tahun lalu kemudian Ibunya yang akhirnya bertemu dengannya tapi sang Ibu malah bersikap seperti tak mengenalnya, kedua masalah itu yang membuatnya stress lebih daripada kehadiran Ibu Kyungsoo yang menentangnya.

“Jadi, sejak Ayahmu tidak memberikanmu uang..kau membiayai hidupmu sendiri?”

Yena bersandar diatas kasur yang sudah dinaikan sedikit, ia mengangguk “Aku berkerja paruh waktu dan sekolah juga, kita tak bisa berkerja malam karna masih pelajar, jadi aku juga membantu Ahjumma di lantai bawah untuk membuat boneka dan itu membuatku slalu terlambat bangun sekolah..” Ucapnya diakhiri dengan tawa kecil.

Ibu Kyungsoo tidak tau jika hidup Yena sekeras ini, ia pikir Yena pulang malam karna bersenang-senang dengan temannya ia juga pikir Ayah Yena masih sering mengunjunginya begitupun Ibunya “Kau sudah berkerja keras Yena, apa hidupmu sekarang susah setelah kau hamil?”

Yena menggeleng “Tidak, saat aku mengetahui aku hamil tentu saja aku berpikir itu susah.. Aku sendiri sekarang dan aku juga tidak tau bagaimana membesarkannya nanti, aku takut tidak bisa membesarkannya dan membuatnya menderita.. Aku juga tidak meminta Kyungsoo bertanggung jawab dan aku berpikir untuk membesarkannya sendiri saja walaupun aku tidak yakin tapi jika aku berusaha, aku pasti bisa membesarkannya dengan baik”

Entah bagaimana Ibu Kyungsoo merasa tersentuh, pemikiran Yena sama dengannya saat Ayah Kyungsoo meninggal ia takut tak akan bisa membesarkan Kyungsoo dengan baik dan takut membuatnya menderita “Jadi, awalnya kau tidak meminta tanggung jawabnya? Kenapa?”

“Karna kita masih muda” Jawab Yena berhenti sejenak “Kita masih muda, kita bahkan baru keluar sekolah..” Lanjutnya “Aku berpikir masa depan Kyungsoo masih cerah, dia pasti akan masuk universitas yang ia inginkan lalu ia bisa berkerja dan menjadi sukses, aku tidak mau merusak masa depannya jadi aku tidak meminta pertanggung jawabannya.. Itu berbeda denganku, aku tidak mengikuti ujian masuk universitas karna aku tau kekuranganku dan aku juga tidak memiliki uang..hidupku saja sudah susah buat apa kuliah,tak ada yang memperdulikanku juga, tapi setelah aku mengetahui aku memiliki anak nanti aku jadi berpikir..ini tujuanku, alasanku hidup”

“Tapi akhirnya kalian bersama juga kan?”

“Maaf, Ahjumma.. itu terjadi begitu saja”

“Tak usah minta maaf, aku percaya padamu Yena.. anak itu pasti anak Kyungsoo dan aku biarkan kalian menikah”

Apa ia tak salah dengar? Oh apa ini? Kenapa Ibu Kyungsoo bisa berubah dalam satu malam? Yena mengerjapkan matanya, ia berpikir ia masih bermimpi.

“Omma benar-benar menyetujui kita?”

Kyungsoo tiba-tiba saja muncul diantara mereka membawa beberapa roti didalam kantung plastik yang dibawanya, ia sudah tau dari tadi dan berniat langsung menemui Yena tapi ia keburu mendengar pembicaraan serius diantara dua wanita itu “Jadi Omma menyetuji hubungan kita?”

“Ya, begitulah” Ibu Kyungsoo berdiri dari kursi disebelah ranjang Yena “Sekarang kalian mengobrol berdua dan membicarakan anak lelaki kalian itu, Omma akan pulang dulu sekalian mengambil pakaian Yena” Ujar Ibu Kyungsoo sebelum pergi keluar ruangan meninggalkan mereka, tidak bereka berdua karna ada dua pasien lain diruangan itu yang masih tidur.

Kyungsoo menaruh bawaannya tadi, entah kenapa ia merasa canggung sekarang, tentu saja ia merasa bersalah atas semalam “Yena-ya..”

“Ibumu bilang tadi anak laki-laki? Apa mungkin itu bayi kita?”

“Oh” Yah, Yena bersikap seperti biasa membuat Kyungsoo sedikit terkejut karna Yena tak terlihat membencinya karena amarahnya semalam, bukankah ini bagus “Ya, dokter tidak sengaja memberitahu jika bayi itu laki-laki”

“Benarkah? Wah, dugaaanku benar.. Ini pasti anak laki-laki.. Dodoo-ya..Ah tapi ini bukan kejutan lagi, percuma saja saat itu kita menolak mengetahui jenis kelaminnya saat di menemui dokter ”

Kyungsoo tersenyum tipis kemudian ia meminta maaf “Yena, Maaf.. atas semalam”

Yena menaikan kepalanya melihat wajah penuh penyesalan dari Kyungsoo, ia tersenyum dan mereganggangkan kedua tangannya “Aku juga salah, peluk aku..”

Kyungsoo dengan senang hati memeluk Yena “Maaf” Ucapnya lagi.

“Sudahlah, jangan membuat mood ku rusak.. Ayo kita membahas nama bayinya saja”

.

Kyungsoo dan Yena berjalan-jalan di taman rumah sakit yang berada dibagian belakang setelah teman-teman Kyungsoo tadi menjenguknya sebentar, sebenarnya Kyungsoo melarang Yena tapi Yena ingin berjalan-jalan karna merasa mual dengan bau obat didalam dan ia juga pusing karna terlalu lama tidur.  Ah, Ibu Kyungsoo sekarang pulang untuk mengambil beberapa pakaian karna Yena masih harus disini sampai besok. Sekarang mereka duduk di sebuah bangku panjang di pinggir taman rumah sakit tersebut, disini juga ramai banyak pasien dan keluarga mereka yang berjalan-jalan di taman ini.

“Apa? Bo Gum.. kau ingin menamai dia Bo Gum?”

“Kenapa? itu nama yang bagus”

“Kau menyukai Park Bo Gum?”

“Tidak ada yang tidak menyukainya”

“Ya!!!”

Yena hanya menyengir saja, ia tak bercanda ia serius.. Bo Gum nama yang bagus “Bagaimana jika Kangjoon? Joohyuk, Seungho.. Oh, Seungho bagus Do Seungho”

“Seo Kangjoon, Nam Joohyuk, Yoo Seungho..Kau benar-benar menyukai mereka, huh? Tidak, cari nama biasanya jangan aktor!” Tegas Kyungsoo kesal karna Yena terus menyebutkan nama pria lain, nama mereka memang bagus tapi.. ia tak setuju.

Yena mendengus sebal, ia kembali memikirkan nama-nama yang terlintas di pikirannya “Chanyeol… Oh, Baekhyun. Bagaimana bagus kan?”

“Bukankah mereka member Exo? Tidak! Jangan!”

“Ah, kenapa?! Kau bilang asalkan bukan aktor”

“Idol juga jangan”

Yena menghela nafas kesal, ia tak bisa memikirkan nama lain “Aku yakin kau akan setuju dengan ini, Taeyong, Chanwoo, Jongkook”

“Mereka bukan nama idol dan aktor kan? Kenapa nama mereka terdengar tidak asing? Bukan Idol kan?” Curiga Kyungsoo lagi.

Yena menggeleng “Bukan, aku hanya mengarang nama saja tadi” ia tersenyum pada Kyungsoo.. senyum misterius, jika mendengar nama itu pasti kalian akan tau idol yang bernama mirip atau pengucapannya hampir sama, hanya saja Kyungsoo tidak mengetahui mereka “Bagaimana? Bagus?”

“Aku tidak tau, kita bicarakan nanti saja.. biar aku saja yang mencari namanya.. Aku tidak mau kau memasukan nama pria lain untuk bayi kita”

“Baiklah, kau saja yang mencari namanya.. Karna ini anak laki-laki. Kau lebih tau” Yena menepuk kecil pundak Kyungsoo. Kyungsoo menanggapinya diam, ia masih sedikit kesal karna Yena terus saja menyebutkan nama-nama aktor dan Idol yang membuatnya cemburu tentu saja.

.

.

Yena sedang membaca sebuah koran yang ada di meja samping ranjangnya itu, ia sendiri sekarang disana, Kyungsoo tiba-tiba saja harus ke kampusnya karna sesuatu dan ya.. ia tak bisa egois jadi ia membiarkan Kyungsoo pergi. Ibu Kyungsoo juga akan segera kesini mungkin saat jam makan siang nanti, ia juga sudah menghubungi Eunsoo dan dia akan datang besok karna sekarang ia full kuliah.

Sebenarnya Yena sangat jarang membaca koran, ini koran tentang politik dan kejahatan-kejahatan saja. Oh,membosankan jadi ia kembali melipat koran itu kembali. Akan lebih baik jika ia bisa memainkan ponselnya, walaupun ponsel tua tapi setidaknya masih ada game..diruangan ini juga ia sendiri, Ahjumma disebelahnya sudah pulang tadi pagi setelah ia sadar dan Ahjumma yang satulagi sedang melakukan pemeriksaan diruangan lain yang memakan waktu lama, ia bosan..

“Yena-yaa…”

Panggil seseorang di depan pintu ruangan, Yena menoleh dan betapa terkejutnya ia melihat seseorang itu “Appa…”

Ya, Sekarang dekat pintu ruangan tersebut ada Tuan Park disana yang langsung berjalan pada putrinya menanyai banyak tentang keadaan putrinya sekarang. Yena hanya diam, dia tak tau ini nyata atau bukan.. ini seperti mimpi, apa ia begitu kesepian dan merindukan Ayahnya jadi ia bisa berkhayal seperti ini. Tapi, Tidak.. ini nyata

“Appa..”

Lihatlah bagaimana Ayahnya sekarang yang jauh lebih kurus, keduanya saling mengungkapkan kerinduaan mereka, berkali-kali sang Ayah meminta maaf dan menjelaskan apa yang terjadi padannya selama ini, dua bulan setelah tidak mengirimi Yena uang ia memang tidak memiliki uang bahkan untuk dirinya sendiri saja susah, ia tak bisa pulang karna malu, sampai akhirnya Ayahnya kembali berkerja di lautan yang membuatnya harus berada di kapal selama berminggu-minggu mengumpulkan uang sedikit-demi sedikit untuk Yena namun sayangnya saat pelayaran keduanya kapal yang dinaikinya bocor sehingga terbalik dan beliau mengalami cedera yang mengharuskannya berada di rumah sakit cukup lama, sekarang setelah berhasil dengan pekerjaannya ia ingin tinggal kembali dengan putrinya.

“Appa tau keadaanku?”

“Ya. Appa tau, Sehun sudah menceritakan semuanya.. ”

“Appa tidak marah?”

“Buat apa Appa marah lagipula dia bertanggung jawab kan?”

Yena mengangguk lagi pada Ayahnya, ternyata selama ini Ayahnya juga mengalami waktu yang sulit bahkan terluka “Sekarang Appa tinggal dimana?”

“Dirumah kita dulu, Pulau Jeju”

Sebelum tinggal di Seoul sekitar 13 tahun lalu, Yena bersama keluarganya tinggal di pulau Jeju yang juga merupakan kampung halaman Ayah dan Ibunya, kedua orang tuanya tidak memiliki saudara lain setelah orangtua mereka meninggal. Yena berpikir kehidupannya dulu bahagia walaupun ia tak bisa mengingatnya dengan jelas karna saat ia masih disana usianya sekitar 6 atau 7 tahun, yang diingatnya hanya bagaimana senangnya ia bermain-main di pantai bersama Ayah dan Ibunya, udara yang menyejukan, dan bunga-bunga yang tumbuh didepan rumahnya.

“Appa…”

“Yena-ya..maukah kau tinggal bersama Appa sekarang? Sebelum kemari Appa bertemu Ibu Kyungsoo, mungkin lebih baik kau tinggal bersama Appa sampai Kyungsoo lulus.. lebih baik dia fokus pada kuliahnya dulu dan jika kau tinggal disana..akan ada Jung dan Song Ahjumma yang menemanimu juga, kau tidak akan kesepian”

Yena tidak menjawab dulu, ia berpikir dulu untuk menjawab pertanyaan Ayahnya.  Masa depan.. Harusnya Yena tak memikirkan itu, tapi ini menjadi yang ia takuti sekarang…bukan hanya mengenai masa depan anaknya nanti tapi juga mengenai Kyungsoo. Kyungsoo.. apakah ia sudah siap menjadi suami dan Ayah. Keduanya masih muda, baru saja menginjak usia dewasa.. tentu saja secara mental mereka belum siap apalagi membahas materi.. Kyungsoo masih harus belajar keras agar beasiswanya tidak dicabut, disisi lain dia juga harus berkerja dan tentu saja itu tidak mudah membagi waktu belajar dengan bekerja, Yena sendiri tidak bisa berkerja dengan keadaannya sekarang, ucapan Ayahnya ada benarnya.. mungkin ia memang harus tinggal bersama Ayahnya dulu agar Kyungsoo bisa fokus dengan kuliahnya dan tidak memikirkannya..

~To Be Continue~

Iklan

4 pemikiran pada “[EXOFFI FREELANCE] Crazy With You (Chapter 10A)

  1. Next. Semoga kyungso ku gak pisah lagi 😂
    Aku nunggu kelanjutannya loh thor, jangan lama² 😩 krna menunggu itu gak meng enakan 😌

  2. semoga mereka gak pisah lagi yah,, sedih ah hingg TT. selamat atas restu dari kedua orang tua, nextnya ditnggu undangan pernikaha, eh? #abaikan..
    semangat author!!

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s