[EXOFFI FREELANCE] My Hatters is My Girlfriend (Chapter 3-END)

WEN

Title : My Hatters is My girlfrind.

Author : Meihaena

Length : Chapther

Genre : Romance,Friendship,Family.

Rating : PG-15

Main Cast : Park Chanyeol and Son Wendy.

Additional Cast : Jung Jaehyun (NCT 127), Kang Seulgi, Bae Irene, Member EXO, Rose and Jisoo Blackpink.

Summary : Cinta yang tulus pasti akan mampu menghilangkan besarnya rasa benci.

.

Disclaimer : Cerita ini murni hasil kerja otak author. Terinspirasi

dari beberapa drama korea.

Jika ada kesamaan tokoh,alur ataupun cerita itu hanya unsur

ketidaksengajaan. Please apologize for typo(s). Thank you

 

 

Chapter 3 END

 

 

 

“ Chanyeol ?.” Wendy maupun Jaehyun merasa bingung, mengapa pria itu bisa berada disitu.

Sementara pria itu hanya tersenyum manis lantas menarik lengan Wendy.

“ Ayo, ikut aku.” Kali ini bukan gadis itu yang protes, tetapi Jaehyun.

“ Tunggu, aku belum selesai berbicara dengannya.” Kini tangan Jaehyun ikut menarik lengannya.

“ Aku yang lebih berhak berbicara dengannya. Karena aku,calon suaminya.” Ujar Chanyeol matanya menatap tajam Jaehyun.

“  Mwo??.Kau sudah gila.” Jaehyun masih tidak percaya.

“ Tanyakan saja pada Wendy.” Wendy hanya bisa menganggukan kepalanya.” Dia benar Jaehyun.” Jaehyun langsung diam dan kesempatannya untuk menyatakan cinta pada gadis itu harus gagal sebelum dia sempat mengatakannya.

 

Sekarang Chanyeol dan Wendy tengah berdiri memandang hamparan ombak dihadapan mereka.

“ Bagaimana keadaanmu disini?. Kau merasa senang?.” Tanya Chanyeol yang memulai percakapan mereka.

“ Iya, aku merasa senang disini. Terbebas dari membersihkan rumahmu, mengikuti perintah-perintah mu yang tidak penting, dan dering ponsel darimu yang selalu menggangguku.”ucapan kebohongan nya itu sebenarnya luapan kekesalan Wendy pada pria disampingnya ini. Karena rasa rindu yang harus ia pendam karena gengsi pada pria itu.

“ Oh, aku pikir kau merasakan hal yang sama denganku. Ternyata hanya aku yang merindukanmu.” Sekilas gadis itu menatap wajah Chanyeol yang tampak sedih. Gadis itu jadi merasa bersalah sekarang.

“ Dari mana kau tau tempat ini?.”

“Dari Seulgi . Seulgi juga yang memberitahuku jika kau sudah mengetahui tentang perjodohan kita. Sebenarnya aku ingin mengatakan nya secara langsung, tapi-”

“Jadi kau sudah merencanakan ini dari awal?.”

“ Iya, karena aku hanya ingin tahu sifatmu itu seperti apa. Ternyata.. kau itu gadis keras kepala dan suka marah marah, makanya-”

“ Kau tega sekali membuat calon istrimu sendiri, jadi pembantu !.” Wendy pun merasa kesal lantas memukul lengan Chanyeol.

“ Akh, sakit.” Pria itu langsung tersadar dengan perkataan Wendy tadi.

“ Tunggu,kau tadi mengatakan…calon istri ?!.” mata Chanyeol langsung berbinar senang. Sementara gadis itu gelagapan karena baru sadar dengan ucapannya.” Itu artinya, kau setuju dengan perjodohan kita?.”

“ A-Aniya..sudah pergi sana, aku harus kembali ke asrama.” Ketika gadis itu melangkah pergi hendak meninggalkannya, Chanyeol pun menarik lengan gadis itu dan memeluknya dari belakang.Gadis itu begitu terkejut saat merasakan hembusan nafas pria itu di telinganya.

“ Mulai saat ini, jangan pernah menemui pria lain selain aku.” Wendy hanya diam setelah mendengar penuturannya. Kini Chanyeol membalikan bahu Wendy sehingga gadis itu dapat menatap wajahnya.

“ Saranghae, Chagi.” Jantung Wendy berdetak kencang saat pria itu mendekatkan wajahnya dan mencium keningnya cukup lama. Sayangnya Chanyeol tidak mengetahui jika sekarang gadisnya itu tengah menunjukan senyumnya tanda bahwa Wendy juga punya perasaan yang sama dengannya.

 

Setelah malam itu berlalu, hubungan Wendy dengan Chanyeol semakin dekat. Selain itu persahabatan antara Seulgi,Wendy, dan Irene sudah membaik. Namun satu yang menjadi masalah, sikap Jaehyun pada gadis itu yang jadi berubah. Jaehyun selalu menghindar saat Wendy ingin berbicara padanya. Entah itu bertanya tugas atau apapun.

 

Sementara fans fans Chanyeol di kampus belum ada yang mengetahuinya. Mereka hanya tahu jika Wendy masih jadi pembantu Chanyeol. Malam harinya keluarga Chanyeol datang mengunjungi rumah Wendy. Sebelumnya Ny.Park sudah mendiskusikan tentang hal itu pada Wendy. Dan akhirnya mereka sepakat mengadakan pertemuan dua keluarga untuk saling  mengenal satu sama lain.

“ Chanyeol, apa rumahnya masih jauh?!.” Tanya Nenek. Chanyeol, Tn.Park,Ny.Park dan Neneknya tengah berjalan menyusuri gang gang sempit menuju rumah Wendy.

“ Sebentar lagi,Nek..”

“ Aku sudah lelah, gang nya sempit dan bau. Ih menjijikan.” Rengek si Nenek.

“ Ini rumahnya.” Setelah membuka pintu pagar kecil rumah Wendy, lantas Chanyeol pun mengetuk pintu rumahnya.

“ Oh selamat malam. Ayo silahkan masuk, Tuan,Nyonya Park dan Nenek.” Sambut Wendy saat mereka mempersilahkan mereka.

“ Jangan panggil kami begitu, mulai sekarang panggil kami Eomonim, dan Appanim. Arraso?” Wendy pun mengangguk saat Ny.Park menasehatinya.

Kini dua keluarga tengah duduk lesehan di ruang tengah yang sedikit sempit.

“ Apa tidak ada kursi disini?!.” Tanya Nenek sedikit protes. Dan hal itu membuat Chanyeol,ayah dan ibunya sedikit khawatir dengan sikap nenek yang selalu protes dapat mengganggu kenyamanan acara mereka.

“ Tidak ada nek. Aku ambilkan bantal kecil, ya. Agar nenek tidak merasa pegal.” Wendy pun berjalan membuka lemari dan mengambilkan bantal.

“Selamat malam Ny.Park, Tn.Park, dan Ny. Kim. Perkenalkan saya ibu dari Wendy. Son Hyerin.” Ny.Son sebenarnya ingin mengulurkan tangannya pada Ny.Park. Tapi karena Ny.Son mengalami kebutaan sehingga arahnya salah. Hal itu membuat mereka sedikit terkejut, terkecuali Chanyeol yang sudah tahu tentang itu.

“ Eomma, Appa, dan Nenek. Ny.Son ini telah lama mengalami kebutaan akibat kecelakaan.” Mereka pun mengangguk paham sedangkan si Nenek tampak mengejek didalam hati.

Keluarga macam apa ini, sudah miskin ibunya cacat pula. Tak akan ku biarkan gadis itu menikah dengan cucuku..

Wendy pun datang dengan membawa minuman dan meletakannya diatas meja.

“ Silahkan diminum.” Ujar Wendy.

“ Minuman apa ini ?!” Lagi-lagi nenek protes.

“ Itu teh hangat nek.” Wendy dapat merasakan ketidaksukaan nenek pada keluarganya. Hanya satu yang dia khawatirkan, perasaan ibunya. Dia takut ibunya sedih.

“ Aku ingin coffe latte, seperti rasa di cafe.”

“ Ibu  jangan membuat tuan rumah jadi repot !.” Ujar Tn.Park yang mulai kesal dengan tingkah ibunya.

“ Biarkan saja. Tuan rumah itu harus bisa menyediakan apa saja bagi tamunya.”

“ Tapi,disini tidak ada kopi. Aku dan ibu tidak  suka minum kopi.Tapi kalau nenek mau, aku akan membelinya di minimarket.”

“ Tidak perlu Wendy. Kau duduk saja. Nenek harus mau merasakan teh buatan calon istriku.” Perkataan Chanyeol  membuat pipi gadis itu sedikit memerah. Sementara orang tua mereka langsung tersenyum senang melihat kepedulian Chanyeol pada Wendy.

“ Menurutku teh buatannya enak. Pasti dibuat dengan rasa cinta.” Chanyeol tidak merasa malu sama sekali menggombali gadis itu dihadapan orang tuanya.

“ Ya sudah, sekarang kita harus menentukan tanggal pernikahan nya.”

“ Tapi mereka belum lulus.” ujar Nenek tidak terima.

“ Tapi bu ,study Chanyeol tinggal 1 tahun lagi, sementara study Wendy masih lama. Dia akan mengambil study spesialis. Jadi lebih baik pernikahannya kita percepat.” Ny.Park tampak tidak setuju.Hal itu juga disetujui oleh Ny.Son dan Tn. Park.

“Aku tidak setuju pernikahannya dipercepat.  Kalian harus memikirkan keadaan Chanyeol juga. Jika Chanyeol mebutuhkan istrinya, tapi istrinya malah sibuk kuliah. Bagaimana?. Kuliah kedokteran itu sangat sibuk.”

“ Nenek benar.” Wendy akhirnya buka suara.” Eomonim,appanim. Apa kami tidak bisa bertunangan dulu? Aku juga tidak mau melepaskan tanggung jawabku sebagai istri nantinya.”

“ Aku setuju dengan Wendy.” Ujar Chanyeol tersenyum pada gadis dihadapannya itu.

“ Baiklah, karena kalian yang akan menikah. Jadi kami pun harus setuju, untuk melakukan pertunangan terlebih dahulu.”

“ Kalau begitu, ayo kita pulang. Aku tidak nyaman lama lama berada disini, Panas !.”  Tiba tiba saja Nenek pergi keluar rumah begitu saja.

“ Ibu…tunggu dulu.” Susul Tn.Park. Ny.Park merasa bersalah pada keluarga Son.

“ Hmm…sepertinya kami harus pulang. Maaf kan ketidaknyamanan  ini ya..” Ujar Ny.Park pada Ny.Son. Mereka pun berpelukan.

“ Tidak apa apa, saya mengerti. Saya yang harus meminta maaf karena saya tidak bisa menyambut tamu saya dengan baik.”

“ Rumi, Chanyeol…ayo pulang !!.” Teriak neneknya diluar sana.

“ Ibu, aku masih ingin disini. Kalian duluan saja.” Ujar Chanyeol pada ibunya.

“ Chanyeol kau juga harus pulang !!.” Ternyata neneknya bisa dengar permintaan Chanyeol pada ibunya.

“ Besok kita bisa bertemu lagi. Lebih baik kau pulang sekarang.” Chanyeol pun menuruti perkataan gadisnya itu.” Baiklah..” Dengan berat hati Chanyeol pun pergi bersama keluarganya.

“ Ibu, kau istirahat saja. Biar aku yang membersihkan ini semua.” Ujar Wendy setelah keluarga Park pulang.

“ Baiklah.” Ruang yang tadi dijadikan ruang tengah kini berubah menjadi ruang tidur. Iya, mereka hanya punya satu ruangan. Ruangan itu juga digunakan untuk tidur,makan, serta tempat belajar Wendy sedangkan kamar mandi ada diluar.  Tidak heran jika tamunya kepanasan, tetapi memang reaksi nenek itu saja yang berlebihan. Mereka juga tidak memiliki kipas angin yang mungkin bisa menyejukan ruangan itu. Mereka hanya mengandalkan satu ventilasi rumah dan itu pun ukurannya kecil.

“ Wendy, bagaimana jika nenek itu tidak menyukaimu?.” Tanya ibunya saat merebahkan tubuhnya diatas kasur lipat yang mereka gunakan setiap akan tidur. Sementara Wendy masih menata gelas yang baru saja di cucinya.” Nenek itu sangat baik bu. Kau jangan khawatir, mungkin memang nenek tidak terbiasa saja berada di tempat seperti ini.” Sebenarnya gadis itu pun berpikir begitu, tapi dia tidak ingin membuat ibunya kepikira.

Ibu selalu berdoa untuk kebahagianmu Wen.

 

Minggu depannya keluarga Park yang kini mengundang Wendy dan ibunya, untuk datang ke rumah keluarga Park karena pembicaraan kemarin belum selesai. Selain itu nenek Chanyeol juga tidak ingin lagi datang ke rumah Wendy yang sempit.Kini dua keluarga itu telah duduk di ruang tengah tentu nya berbeda dengan kondisi keluarga Wendy, rumah keluarga Park sangat besar dan luas.

“ Baiklah, kalau begitu kita telah sepakat jika pertunangan akan diadakan minggu depan.” Ucap Tn.Park. Wendy dan Chanyeol pun tersenyum senang karena pertunangan mereka telah di tentukan.

“ Lalu bagaimana dengan biaya yang harus dikeluarkan?.” Tanya Ny.Son.

“ Eomonim tidak perlu khawatir, soal biaya aku saja yang akan melunasinya.” Ujar Chanyeol dengan santai.

“ Apa?!.Chanyeol kau ini kenapa?!. Ini adalah acara kalian berdua, seharusnya mereka juga ikut melunasinya !. Enak saja hanya kami yang membayar.” lagi lagi nenek harus bersikap seperti itu pada keluarga Wendy.

“ Nenek mu benar Chanyeol, kau tidak boleh melunasinya sendirian.” Ny.Son merasa tidak enak dengan tawaran menantunya itu.

“ Kita bagi dua saja, Chanyeol membayar biaya pakaian, cincin, dan gedung. Sementara Wendy harus membayar biaya undangan para tamu, cathering, dan souvenir untuk diberikan ke tamu.” Wendy sempat khawatir, karena banyak sekali yang harus dia lunasi.

“ Berapa jumlah tamu yang akan kita undang?.” Tanya Ny.Son.

“Tidak banyak, hanya 200 orang.” Wendy dan Ny. Son sangat terkejut mendengarnya. Hanya untuk acara pertunangan saja.

“ Nenek, menurutku itu terlalu berlebihan.” Ujar Chanyeol yang kurang setuju.

“ Apa tidak bisa hanya mengundang keluarga inti saja?.” Tanya Wendy dia berpikir dapat uang dari mana untuk melunasinya jika orang nya saja banyak begitu.

“ Tentu saja tidak. Kami ini keluarga terpandang.Banyak tamu tamu penting yang harus kami undang, belum lagi wartawan yang ingin menyaksikan acara besar ini..” Perasaan Nenek sungguh senang saat ini, karena melihat wajah khawatir Wendy dan ibunya.

“ Ibu, ini kan hanya pertunangan.Kita kurangi saja, ya jumlah tamunya. “ Tn.Park nampak kesal dengan sikap keras kepala ibu mertuanya itu.

“ Tidak junsoo. Ini sudah menjadi keputusan ku. Dan tidak ada yang boleh membantahnya.” Nenek Chanyeol langsung beranjak dari tempat duduknya dan pergi menuju kamarnya.

 

Sepulang dari acara pertemuan keluarga itu, Wendy tengah mengitung biaya yang harus dikeluarkan. Sementara ibunya masih berada di kamar mandi.

“ Biaya yang dikeluarkan banyak sekali. Bagaimana ini…”Ucapnya sambil memutar otak.

“ Wendy kau sedang apa?.” Wendy terkejut saat melihat ibunya tengah berdiri dibelakangnya.

“ Tidak, ibu. Aku sedang mengerjakan tugas kuliahku.” Wendy terpaksa harus berbohong karena tak ingin ibunya khawatir. Kini ibunya duduk disamping putrinya itu.

“Maafkan ibu ya, nak. Karena kondisi ibu seperti ini, ibu tidak bisa membantu banyak. Tapi ibu akan membantumu melunasi biayanya.”

“ Tidak bu. Wendy saja yang bekerja, dan melunasinya. Ibu jangan terlalu banyak memikirkan hal itu.Okay.!” Rasanya gadis itu ingin menangis saat melihat wajah sendu ibunya itu. Tapi dia harus menahannya agar ibunya tidak ikut sedih juga.

***

 

 

@Seoul University.

Setelah dirasa tak ada lagi jadwal kuliah. Wendy pun memutuskan untuk bergegas pergi ke tempat kerjanya. Demi mendapatkan uang untuk melunasi biaya pertunangannya, gadis itu rela kerja part time di dua tempat.

“ Wendy. Kau mau kemana?.” Gadis itu cukup terkejut saat melihat orang yang memanggilnya itu adalah Chanyeol. “ Kuliah mu sudah selesai?.” Tanyanya

“ Iya, tapi aku buru buru Chanyeol. Aku harus melakukan bimbingan dengan dosen. Aku pergi dulu ya, sudah telat.” Pria itu merasa heran, kenapa akhir akhir ini Wendy selalu sibuk saat Chanyeol ingin bertemu dengannya. Karena rasa penasaran, akhirnya pria itu mengikuti secara gadis itu diam diam. Dia takut jika Wendy akan bertemu dengan pria lain.

Setelah gadis itu turun dari bus, Chanyeol melihat Wendy tampak memasuki Kedai Kimchi dengan terburu buru.

“ Maaf saya terlambat.” Wendy langsung membungkuk pada bos nya.

“Kau ini selalu terlambat. Cepat, bekerja !.”Kedai itu tampak sangat ramai, wajar saja karena saat itu jam makan telah tiba. Dan kalian tahu Wendy bekerja sebagai pencuci piring di tempat itu. Karena semua pekerjaan sudah penuh, hanya itu yang tersisa. Wendy menggunakan sarung tangan karetnya dan mulai mencuci piring piring kotor yang begitu banyak. Belum selesai satu perkejaan, pekerjaan yang lain sudah datang. Meski keringat mengucur di pelipis nya, dia harus terus melnjutkan nya.

 

Chanyeol  sudah mengitari sudut kedai, tapi tidak menemukai gadis itu disana.

“ Wendy….kerja yang cepat !. Piring kotornya masih banyak !.” Teriak seseorang dari arah dapur. Dan hal itu membuat Chanyeol penasaran. Akhirnya dia pun menghampiri ruang dapur dan dapat dia lihat Wendy tengah mencuci piring satu keranjang besar.

“ Wendy. Apa yang kau lakukan disini!.” Tanya Chanyeol saat berdiri di belakangnya.

“ Chanyeol. Aku…” Pria itu langsung menarik lengannya dan keluar dari dapur itu.

Kini mereka berdua tengah berdiri di depan Kedai itu.

“ Kau bekerja disini?!. Untuk apa?!.” Wendy masih diam saat pria itu bertanya.

“ Aku hanya butuh uang, untuk kuliah.” Wendy hanya menunduk karena takut ketahuan membohong.

“ Tidak mungkin. Kau kan dapat beasiswa, aku tidak percaya.Atau jangan jangan, kau bekerja untuk melunasi biaya pertunangan kita?.” Chanyeol terkejut saat melihat Wendy yang hanya diam. Berarti itu tandanya dugaannya benar.

Chanyeol menghembuskan nafasnya kasar. “ Kenapa kau tidak pernah cerita?.Kau pikir aku akan senang, melihat kekasihku sendiri harus bekerja begitu keras seperti ini?!..”  Chanyeol menarik gadis itu dalam pelukannya.

“ Aku melakukan ini semua, juga karena aku mencintaimu. Aku takut nenek mu akan membatalkan pertunangan kita jika aku tidak bisa membayar semua biaya catring dan yang lainnya.” Kini gadis itu meluapkan tangisannya dihadapan pria itu. Chanyeol mengelus rambut gadis itu lembut. “ Kau tidak perlu takut. Aku akan selalu didepanmu, melindungi mu dari serangan nenek. Sebesar apapun hinaan nenek padamu, kau jangan terlalu pikirkan.Sekarang aku ingin kau keluar dari pekerjaan part time mu itu.” Wendy pun mau menurut. “ Sekarang, kau ikut aku. Kita harus mencari cincin.” Namun gadis itu menahan lengannya. “ Andwe, kita kan sudah punya cincinya.” Wendy menunjukan kalung yang berisi dua cincin itu.” Aku hanya ingin memakai cincin pemberian kakekku saat pertunangan kita nanti.” Chanyeol pun menganggukan kepalanya tanda setuju.

“ Gomawo. Chagi.” Chanyeol begitu terkejut saat mendapat dua kejutan sekaligus hari itu, pertama ucapan sayang yang diucapkan gadis itu. Kedua ciuman di pipinya  yang tidak akan pernah ia lupakan seumur hidupnya.

 

***

Hari pertunangan pun telah tiba, semua para tamu tengah menikmati hidangan yang telah disediakan.Sementara para fans Chanyeol masih meramaikan luar gedung dengan tangisan mereka karena belum rela melihat idol mereka bertunangan. Para wartawan sudah berkumpul sedari tadi untuk meliput hari bahagia personil boyband EXO itu.

Tak lama kemudian Wendy yang di apit oleh Ibunya dan Ibu Chanyeol berjalan ke arah Chanyeol, serta Ayah dan Neneknya. Wendy begitu cantik menggunakan baju tradisional korea yaitu Hanbok serta rambut yang diikat layaknya putri mahkota kerajaan dan makeup yang terlihat natural. Chanyeol yang melihatnya pun begitu takjub melihat gadis itu untuk pertama kalinya menggunakan baju Hanbok. Chanyeol pun tak kalah tampannya, dia juga menggunakan baju kerajaan berwarna merah serta topi kerajaan berwarna hitam yang semakin membuatnya tampak gagah. Sebenarnya ini semua adalah ide Wendy, yang ingin menggunakan baju tradisional korea disaat hari bahagianya.

Setelah itu Chanyeol langsung menyematkan cincin pemberian kakek Wendy dan Kakeknya yang berwarna hijau pada jari manis Wendy dan diberi tepuk tangan yang meriah oleh semua tamu undangan. kemudian acara pun berlanjut dengan memperkenalkan Wendy pada semua undangan serta wartawan yang ikut meliput. Chanyeol pun menggandeng Wendy untuk bersalaman dengan para tamu undangan.

“Chanyeol, aku ingin bertemu teman temanku.Boleh kan?. Aku lelah bersalaman terus.” Chanyeol mengelus pipi nya lembut.” Iya tentu saja boleh. Biar aku saja yang bersalaman dengan tamu yang lain.” Wendy pun tersenyum senang dan pergi meninggalkan pria itu.

 

“ Wendy…” Panggil Seulgi dan Seulgi.Saat melihat Wendy yang berjalan sendirian.

“ Seulgi, Irene. Aku mencari kalian kemana mana.” Mereka pun berpelukan karena senang bisa bertemu.

“ kau cantik sekali Wen. Aku tidak menyangka kau sudah bertunangan. Kami turut bahagia.” Ujar Irene sementara gadis itu hanya tersenyum malu.

“ Iya tunangannya seorang idol lagi.” Sahut Seulgi. “Kau tahu, diluar banyak fans Chanyeol yang menangis karena acara ini.”

“Hey, Wendy selamat ya. “ Tiba tiba semua member EXO menghampiri mereka bertiga.

“ I-Iya terima kasih.” Gadis itu merasa canggung dan malu karena dulu dia pernah menggagalkan konser mereka.

“Kemana Chanyeol?. Dia tidak bersamamu?” Tanya Sehun.

“ Tadi, dia masih bersalaman dengan para tamu. Ya sudah aku akan mencarinya sekarang.” Wendy pun meninggalkan mereka dan pergi mencari keberadaan Chanyeol.

Wendy sempat kelelahan karena bingung harus menemukan pria itu kemana. Gedung itu sudah penuh oleh orang orang yang berlalu lalang. Gadis itu pun memutuskan untuk mencari  udara segar,dan sampailah dia dibalkon gedung itu. Namun langkahnya terhenti saat melihat pria yang sedari tadi ia cari tengah berbicara dengan seorang gadis. Tadinya Wendy ingin menghampiri mereka namun, lengannya ditahan oleh seseorang.

“ Nenek.” Ucapnya.

“ Kau mau kemana?. Mengganggu acara mengobrol mereka?!.”

“ Tidak nek, aku hanya ingin-“

“ Sini.” Nenek itu langsung menarik lengan Wendy.” Kau jangan pernah menggangu mereka. Karena seharusnya gadis itu yang berada di posisimu sekarang !.”

“Maksud nenek apa?.”

“ Gadis itu dulu adalah kekasih Chanyeol. Dan mereka hampir saja akan menikah, tetapi semuanya jadi berantakan, saat dia tahu jika dulu suamikku sudah menjodohkannya denganmu.” Wendy menatap Chanyeol dan gadis yang dia tidak ketahui namanya itu tengah tertawa bersama. Chanyeol tak henti hentinya menunjukan senyumannya pada gadis dihadapan pria itu.

“ Nenek, tapi aku tunangan Chanyeol sekarang.Jadi aku berhak membawa tunanganku.” Gadis itu hendak melangkah menghampiri Chanyeol tapi nenek itu terus saja menahannya.

“ Tidak boleh. Jika kau sampai berani, akan aku permalukan ibumu didepan semua tamu dan wartawan yang hadir.” Wendy terkejut saat nenek mengancamnya. Kali ini Wendy tidak bisa melakukan apapun. Sementara nenek sudah pergi meninggalkannya. Wendy menangis karena tidak bisa menghampiri Chanyeol sehingga gadis itu memutuskan untuk kembali ke dalam gedung.

“ Nona Wendy. Kami ingin bertanya pada anda. Apa benar, ibumu itu buta?.” Tanya salah satu wartawan saat melihat gadis itu tengah berjalan sendiri.

“ Lalu bagaimana, reaksi keluarga Chanyeol. Dan apa benar pertunangan mendadak ini atas dasar perjodohan?. Tolong jawab.” Wendy benar benar bingung dari mana mereka mengetahui itu semua. Apa nenek yang melakukan ini semua

“ Tolong jawab nona.” Gadis itu tidak bisa pergi karena wartawan itu menghalangi jalannya.

“ Maaf, kami harus pergi.” Wendy terkejut, Jaehyun menolong nya sekarang. pria itu menarik lengan Wendy keluar dari kerumunan wartawan.

“ Terima kasih Jaehyun.” Tapi Wendy bingung kenapa pria itu membawanya ke atas panggung.” Kenapa kita disini. Ayo turun.”

“ Lebih baik kau bernyanyi disini, dari pada wartawan itu mengejarmu lagi.” Jaehyun pun memberikan  mic pada Wendy. Jaehyun tahu, Wendy itu bisa bernyanyi. Suaranya memang sangat bagus. Gadis itu pun akhirnya menerima pilihan Jaehyun dan mulai bernyanyi.

Gibun joheun barameul ddara Nuni bushin jeo haneul arae

Jantungku yang mulai lelah kini berdetak kembali Hatiku yang terpuruk kini menemukan cahaya

 

Areumdaun noraewa joheun hyanggiro gadeukhan Neowa geotneun gil

Lagu indah dan aroma wangi memenuhi Jalan yang kita lewati bersama

 

Atensi para tamu tiba tiba saja tertuju pada gadis itu. Begitu pula teman temannya dan member EXO yang tidak menyangka gadis  diatas panggung itu adalah Son Wendy.

 

 

Gieokhani cheoum mannattdeon Eosaekhago natseon shigandeul

Apakah kau ingat saat kita pertama kali bertemu Waktu begitu penuh

dengan rasa canggung dan asing

 

 Seotulgo eoryeottdeon nal Geujeo maleobshi jikyeojun nege gomawo

Ketika aku masih begitu muda dan tidak yakin Tanpa bicara kau melindungiku,

aku sangat berterima kasih karena itu

 

 

Jichyeoittdeon gaseumi dashi sumshwigo Gananhaejin maeumi bicheul chajasseo

Jantungku yang mulai lelah kini berdetak kembali Hatiku yang terpuruk kini menemukan cahaya

 

 Yeongwontorok ireohke Neoui sonjapgo gatchi geotgo shipeo Uri deul manui sesange

Saranghaneun nae saramgwa hamkke

Selamanya seperti ini Aku ingin memegang tanganmu, dan berjalan denganmu

 Di dunia milik kita berdua,Bersama orang yang aku cintai

 

Amudo uril banghaehajineun anha

Tidak akan ada yang memisahkan kita berdua

 

Shigane jjeutgyeoya hal iyudo eobseo

Bahkan tak ada satu alasanpun untuk menyia-nyiakan waktu

 

 Ddaeron meolli isseodo, Gateun maeum hanaro gateun kkumeul kkul su ittdamyeon

Kita mungkin bisa berada jauh satu sama lain, Tetap satu hati

dan tetap mempunyai mimpi yang sama

 

Para tamu sedikit tercengang saat mendengar nada tinggi yang dibawakan oleh Wendy.

Selain itu Chanyeol yang sedari tadi mencari gadis itu, merasa terpukau saat melihat tunangannya bernyanyi begitu merdu di atas panggung sana.

 

Aju oraen shigani heulleo jinaseo

Meskipun waktu telah lama terlewati

 

Neowa naui moseubi jogeum dallado

Meskipun aku dan kau mungkin akan sedikit berubah

 

 Yeongwontorok ireohke neowa duriseo kkumeul kkugo shipeo

Selamanya seperti ini, berdua denganmu, aku ingin bermimpi bersama

 

  Naui gijeoki dwieojun

Satu anugerah untukku

 

Naui kkumeul hamkke haejun neowa

Satu hal yang mewujudkan mimpiku, bersamamu

 

 Oraen sewori heulleodo yeongwonhi neowa kkumkkugo shipeo

Meskipun waktu telah lama terlewati, Selamanya aku ingin bermimpi bersamamu

 

Semua tamu yang sedari tadi menonton langsung bertepuk tangan meriah. Setelah gadis itu menyelesaikan lagunya. Begitu pula wartawan  yang mengabadikan moment tersebut.

 

Oh woah~ oh woah oh oh oh woah~ (4x)

 

Wendy sangat terkejut saat melihat member EXO dan Chanyeol menghampirinya keatas panggung

dan bernyanyi bersama menghibur para tamu. Selain itu kedua temannya Irene dan Seulgi  juga ikut naik ke atas panggung.

 

[D.O] Nalgeun ilgijang meonjireul teoreonae mundeuk pyeolchin got geu sogen haemarkge

 Niga isseo ([Sehun] Niga isseo) ajik neon geudaero yeogi namaisseo ([Sehun] Namaisseo)

 

[Baekhyun] Itgo jinaetdeon geurimi tteoolla jageun tteollimi nae mome saemsosa

 Jom seogeulpeugin ([Sehun] Seogeulpeugin) hae geuttaero doragal su eomneun ge

 

Mereka pun menari bersama di atas pangangung. Begitu pula Chanyeol yang merangkul mesra Wendy.

 

[All] Neol chajaganda chueogi bonaen Tinker Bell ttaranaseotdeon Neverland

 Geu gose naega neowa barabomyeo utgo isseo

 Nan yeongwonhan neoui Peter Pan

 Geu sigane meomchun ni namja

 [Baekhyun/All]Seotuljiman neomu saranghaetdeon naui neoege danyeoga

 

[All]Oh woah~ oh woah oh oh oh woah~ (4x)

 

[Baekhyun] Neol manhi goerophyeotdeon jitgujeun akdang

 Modu mullichyeojun gieogi saengsaenghae

 Geu sunganbuteo ([Sehun] Geu sunganbuteo) neoui mameul eotgo nanun kiseukkaji

 

[D.O] Nae mameun hangsang gureum tago naratji

 Neoneun Wendy Cinderella boda yeppeotji

 [Suho] Gaseum ttwige mandeun dan han saram neol neukkinikka du nuni bitna~

 

[All] Neol chajaganda chueogi bonaen Tinker Bell

 ttaranaseotdeon Neverland

 Geu gose naega neowa barabomyeo utgo isseo

 Nan yeongwonhan neoui Peter Pan

 Geu sigane meomchun ni namja

 [D.O/All] Seotuljiman neomu saranghaetdeon naui neoege danyeoga

 

[Chanyeol] Bunhongbit gamdoneun eolgul gureum wireul

 geotneun gibun baby boo! ([D.O] Hamkke haetjiman)

 Nae gaseumi dugeungeoryeotdeon geurim gatdeon you! ([D.O] japgo sipjiman)

 [Sehun] Geuttae neoui nuneun salmyeosi useojwotdeon geotcheoreom ([D.O] son nae miljiman oh~)

 Jigeumdo nae maeumui han kyeone yeollin changmune nega narawajundamyeon ([Baekhyun] Neol meoreojyeo ga)

 

Saat Chanyeol menyanyikan Rap bagiannya, matanya tidak pernah beralih pada gadis itu. Wendy merasa malu tetapi dia juga merasa senang. Tetapi mereka tidak mengetahui jika tempat lain berdiri seorang gadis yang sedaritadi menatap tajam ke arah Wendy dan Chanyol seakan tak suka. Siapa lagi jika bukan mantan kekasih Chanyeol.

 

[Kai] Nae donghwa sok dama non neol yeojeonhi maemdoneun sweety girl! ([Baekhyun] tteonajima)

 Ajikdo tteollyeo gaseum hankyeon neo eomneun igoseun oeroun seom ([Baekhyun] Geuttae naega)

 Nae gieok sok jeogeo non neol jiwojiji annneun pretty girl! ([Suho] itjanha yeogi oh)

 [Sehun] Ajikdo seolleyeo gaseum hankyeon neo eomneun igoseun

 ([Suho] Eodi isseulkka)

 

[All] Sigeuyeui tae yeop doneun sai eolmana dalla jyeo sseulkka

 Neol sseonaeryeogan ([D.O] sseonaeryeogan) majimak han jangeul neomgyeotjiman deo

 Ilgeonael yonggiga anna seulpeun geureun jiwonael geoya

 Uri yaegin ([Baekhyun] uri yaegin) kkeuchi anil geoya

 [Baekhyun] Dashi manna beolttenikka

 

 

Flasback

“ Hai, Chanyeol.” Ujar seorang gadis berambut panjang dan terlihat modis. Saat menyapa Chanyeol yang tengah bersalaman dengan tamunya.

“ Jisoo.”

Mereka sekarang telah berada di balkon gedung itu.

“ Lama tidak berjumpa,Chanyeol. Dan aku tidak menyangka kau sudah bertunangan.” Gadis itu tidak bisa menyembunyikan kesedihannya.Karena sebenarnya gadis itu masih menyukai pria dihadapannya itu. Begitu banyak kenangan indah yang telah mereka lalui bersama.

“ Iya, bagaimana kabarmu?.” Tanya pria itu.

“ Jika aku berkata jujur aku tidak baik baik saja. Apa kau, akan kembali padaku?.”

“ Maaf Jisoo, sebaiknya kita jangan mengungkit masalah itu.”

“ Baiklah maafkan aku. Tapi kita tetap bisa berteman kan?.” Chanyeol hanya menampakan senyumnya.” Tentu saja.”

“ Aku penasaran gadis seperti apa, tunanganmu itu?.”

“ Iya..dia itu gadis keras kepala, suka marah marah, dan dia punya banyak ekspresi diwajahnya yang selalu membuatku tersenyum bahkan tertawa.” Chanyeol pun tertawa saat membayangkannya. Tolonglah Chanyeol, jangan buat aku semakin cemburu.

Jisoo berusaha tersenyum dan pura pura menjadi pendengar yang baik agar Chanyeol tidak curiga kalau dirinya masih belum melupakan pria itu.

“ Wah, aku tidak sabar ingin berkenalan dengannya. Dia sepertinya sangat istimewa bagimu.” Obrolan pun berlanjut ke masa masa SMA mereka dulu. Itulah sebabnya pria itu tertawa begitu bahagia karena Jisoo menceritakan kekonyolan teman teman mereka.

“ Jisoo, kita harus kembali ke dalam. Aku takut Wendy mencariku.”

“ Oh, ya kau duluan saja. Nanti aku menyusul.”

“ Ya sudah.Aku pergi. Bye..” Jisoo masih menatap kepergian pria itu yang terlihat buru buru.

Kali ini, kalian boleh bertunangan. Tapi nanti aku tidak akan membiarkan kalian menikah.

 

Flasback End

 

“ Wendy, eomonim tidak menyangka kau bisa bernyanyi sebagus itu.” Ujar Ny.Park saat melihat Wendy dan Chanyeol yang menghampiri mereka.

“ Terima kasih Eomonim.” Wendy tersenyum malu.

“ Kau jangan terlalu memuji dia. Nanti bisa bisa jadi sombong.” Sahut Nenek dengan ketus.

“ Jisoo, juga bisa  bernyanyi.Tapi dia tidak sombong sepertimu.” Wendy hanya bisa diam sementara Chanyeol terus menenangkannya.

“ Ibu..” Tegur Ny.Kim

“  Hai Apa kabar.”Gadis bernama Jisoo itu datang.

“ Wendy, kenalkan ini temanku. Jisoo.” Mereka berdua pun berjabat tangan dan tersenyum.

“ Teman?.Chanyeol kau lupa, Jisoo ini mantan mu kan?!.”

“ Ibu hentikan. Kenapa ibu selalu bersikap seperti itu pada Wendy. Ibu jangan mengungkit masa lalu.” Kali ini Ny.Park tidak bisa menahan emosinya. Sementara Chanyeol berusaha menenangkan ibunya.

“ Kau memilih memarahiku dan  membela gadis ini ?!.” Kini nenek yang mulai emosi.” Dengar, aku tidak mau menerima gadis ini di keluarga kita !.” Suara nenek cukup besar saat itu, sehingga para tamu disekitar mereka dapat mendengar pertengkaran diantara mereka. Bahkan sekarang mereka sempat berbisik bisik. Karena malu, Wendy pun pergi meninggalkan mereka dan mencari ibunya yang entah dimana keberadaannya.

Dia menyesal kenapa dia malah membiarkan ibunya sendirian. Dan benar saja sekarang wartawan sedang mengerubuni ibunya

“ Eomma.” Wendy langsung memeluk ibunya yang tampak ketakutan karena wartawan tak henti hentinya mencari berita.

“ Apa yang kalian lakukan pada ibuku ?!. Apa yang kalian ingin tahu dari ibuku?!.” Wendy terlihat marah dan kesal.” Ibuku  memang buta, dan aku bukan berasal dari keluarga kaya seperti Chanyeol. Tapi  aku tetap bahagia walau hidup berdua bersama ibu. Sekarang kalian puas !.” Wendy segera membawa ibunya keluar dari tempat itu.

“ Wendy. Wendy tunggu dulu nak. ” Gadis itu terus saja berjalan menggandeng ibunya tanpa.

“ Wendy,kita mau kemana?. Acaranya belum selesai.” Barulah Wendy mau menghentikan langkahnya.

“ Ayo, kita kembali kedalam. Chanyeol pasti mencarimmu.”

“ Tidak. Aku ingin membatalkan pertunangan ini saja bu.” Ny.Son terkejut mendengar perkataan putrinya itu.” Wendy, apa maksudmu?.”

“Ibu, keluarga kita dengan Chanyeol itu berbeda. Aku sudah tidak ingin bertemu mereka lagi. Ayo kita pulang saja bu !.”

“ Tidak Wen. Kalian sudah bertunangan, sebentar lagi kalian menikah.”

“ Ibu, aku tidak ingin siapapun menghina ibuku. Dan ibu tahu, nenek Chanyeol sudah menghina ibu. Sejak awal nenek tidak pernah menyukaiku. Jadi untuk apa aku mempertahankan semua ini.”  Ny.Son tidak bisa berbuat banyak, jika itu memang keinginan putrinya dia berbuat apapun.

Sekarang Wendy dan ibunya tengah duduk disalah satu kursi bus. Gadis itu tahu, sedari tadi Chanyeol menghubunginya tapi Wendy  tidak mau mengangkatnya.

 

***

“ Bagaimana, apa Wendy mengangkatnya?.” Tanya Ny.Park yang khawatir karena Wendy tidak menemukan gadis itu ditempat acara.

“ Tidak bu.” Chanyeol pun ikut khawatir tidak biasanya gadis itu tidak menjawab ponselnya.

“ Apa mungkin dia pulang?.” Tanya Tn.Park.

 

***

Chanyeol sudah sampai didepan rumah Wendy. Pria itu segera mengetuk pintunya.

“ Wendy..” Kemudian gadis itu pun membuka kan pintunya.“ Wendy kenapa kau tidak mengangkat telpon ku?. Kau membuatku khawatir dan-“

“ Jangan mengkhawatirkan ku lagi !.” Ucapan Chanyeol terpotong dan pria itu merasa ada yang aneh dengan cara berbicara gadisnya.” Wendy kau kenapa?.” Chanyeol hendak menyentuh tangannya  namun gadis itu langsung melepaskannya.

“ Mulai sekarang jangan mengkhawatirkan aku lagi. Kita berakhir sampai disini.”  Chanyeol membulatkan matanya.” Wendy kau bercanda kan?!.”

“ Anni. Aku serius.”

“ Wendy apa alasanmu memutuskan hubungan kita?!.”

“ Aku lelah dengan  semua wartawan yang selalu mengikutiku, aku lelah dengan sikap nenekmu yang selalu menghina keluargaku. Aku lelah dengan semua kehidupan mu Chanyeol !. Aku hanya ingin menjadi manusia biasa. Jadi lebih baik sekarang kau pulang .Jangan pernah datang  kesini lagi .“ Wendy pun menutup pintu dengan kasar. Wendy tidak bisa menahan tangisannya sekarang. Sementara Chanyeol masih diam di tempat, pria itu benar benar tidak menyangka Wendy memutuskan hubungannya. Neneknya memang sudah keterlaluan, pantas saja gadis itu memutuskannya. Wendy,maafkan aku yang selalu menyakitimu.

 

***

“ Chanyeol, kau sudah bertemu Wendy?.” Tanya Ny.Park.” Chanyeol kau kenapa?.” Tiba tiba saja pria itu pingsan dan bajunya pun basah, sepertinya pria itu kehujanan, karena memang malam itu tengah hujan besar.

“ Ayah….Chanyeol pingsan.Ayo bawa kekamar.” Setelah membaringkan Chanyeol dan mengganti bajunya yang basah. Ny.Park langsung menghubungi Wendy menggunakan telpon rumannya. Kedua orang tua Chanyeol belum tahu apa yang telah terjadi pada mereka berdua.

 

“Yeobseo, Wendy.”

“ Nde, siapa ini?.” Ucap gadis itu disebrang sana.

“ Ini eomonim. Kau bisa datang kesini?.” Gadis itu terkejut kenapa ibu Chanyeol menghubunginya. Apa mungkin Chanyeol belum cerita

“ Ada apa Eomonim?.” Apa mungkin mereka akan menuntutku karena telah menyakiti anaknya

“ Chanyeol tiba tiba saja pingsan. Mungkin dia kehujanan saat pulang dari rumahmu.Apa kau bisa menjaganya sebentar, karena aku dan suamiku harus pulang ke busan. Karena keadaan nenek juga sedang tidak baik.”

Bagaimana ini, mana mungkin aku datang ke rumahnya lagi. Aku kan sudah memutuskan hubunganku dengannya.

“ Mian, eomonim. Aku tidak bisa. Aku juga harus menjaga ibuku.”

“ Ayolah Wendy, malam ini saja. Please. Ibu tidak bisa jika hanya mengandalkan pembantu.”

“ Tenang saja Ny.park. Wendy pasti akan merawat Chanyeol.” Ucap Ny.Son yang merebut ponsel gadis itu.

“ Oh, Oke. Baiklah. Terima kasih Ny.Son.Selamat malam.” Sambungan pun terputus.

 

“ Eomma….Kenapa kau melakukan itu !.”

“ Wen, bantulah mereka. Kali ini saja. Sebagai tanda terima kasih ibu pada Ny.Park yang selalu menyangimu dengan tulus.”

“ Tapi bu-“

“ Sekarang, cepat siap siap. Sebelum larut malam. Ayo !.” Ny.Son pun mendorong anaknya agar berdiri.

 

***

Wendy telah sampai di rumah Chanyeol, kemudian masuk kedalam dan terlihat rumahnya begitu sepi. Mungkin ibu dan ayahnya sudah pergi. Gadis itu menaiki tangga rumah Chanyeol dan memasuki kamar pria itu. Rasanya sudah lama gadis itu tidak masuk ke kamarnya. Dan terlihat pria itu masih berbaring di tempat tidurnya. Keadaan nya saat ini mengingatkan Wendy ketika pria itu sengaja sakit hanya untuk menggagalkan kencan nya dengan Jaehyun. Ternyata orang tua Chanyeol sudah menyiapkan kain basah untuk menurunkan panasnya, dan diatas meja dekat tempat tidur itu terdapat secarik kertas yang disimpan oleh Ny.Park.

Terima kasih menantuku.

Wendy tersenyum miris, sepertinya sebutan itu sudah tidak layak lagi untuknya. Karena hubungannya dengan Chanyeol sudah berakhir.

“ Wendy…Wendy…” Ucap pria itu, sepertinya dia tengah mengigau.” Jangan tinggalkan aku, Wen. “ Gadis itu menepuk nepuk lengan Chanyeol, agar pria itu bisa tidur kembali. Entah kenapa air mata gadis itu kembali menetes. Setelah malam ini mungkin aku tidak akan bisa bertemu denganmu lagi, Chanyeol.

 

Matahari mulai masuk ke sela sela jendela, dan pria yang semalaman berbaring itu kini telah bangun. Nampaknya demam nya sudah turun. Namun entah kenapa pria itu merasa semalam ada seseorang yang menemaninya, makanya sekarang dia seperti orang linglung yang berjalan kesana kemari mencari seseorang. Setelah mengitari ruangan yang ada dirumahnya, tidak ada siapapun disana. Tetapi dia melihat semangkuk bubur dan gelas berisi air putih diatas mejanya.

“ Berarti ada seseorang yang menemaniku semalam.Apa mungkin…..” Pria itu berlari keluar rumah dan membuka gerbang rumahnya. Tapi tidak ada siapa pun disana. Dengan raut wajah yang kecewa, pria itu kembali lagi kedalam rumahnya. Padahal pria itu berharap jika Wendy yang telah menjaganya semalam.

 

 

 

 

 

@Seoul University

 

“ Jisoo.” Seorang pria bertubuh tinggi memeluknya.” Akhirnya aku menemukanmu. Kau sedang apa disini?.” Tanya pria itu.

“ Lepaskan, Doyoung.Yang jelas aku kesini, bukan untuk menemuimu.” Gadis itu hendak pergi dari hadapannya, namun Doyoung menahan lengannya.

“ Kenapa kau selalu menghindariku?. Kau sekarang berubah. Aku mohon Jisoo, kembali lah kerumah.”

“ Tidak mau. Kita sudah putus, jadi jangan mengangguku lagi.”

“ Aku tidak akan membiarkanmu dan anak dalam kandungan mu itu pergi lagi.” Gadis itu terkejut dengan perkataan pria itu yang berani beraninya berbicara sekeras itu di tempat umum.” Aku akan menikahimu Jisoo.”

“ Tapi aku tidak mau menikah denganmu.” Jisoo pun pergi meninggalkan pria itu.

 

***

Seulgi tampak berlari disekitaran koridor kampus. Kemudian menghampiri Irene dan Seulgi yang tengah berada di kelasnya.

“ Wendy, Irene. Aku ingin bercerita.” Ucapnya yang terlihat kelelahan.” Tadi aku melihat Doyoung , sedang berbicara dengan seorang gadis. Aku rasa gadis itu kekasihnya.”

“ Iya terus kenapa?.Iya wajar saja, jika dia punya kekasih.” Ujar Wendy.

“ Bukan hanya itu, aku mendengar Doyoung mengatakan tentang kehamilan si gadis itu. Jadi, gadis itu tengah hamil, dan Doyoung ingin menikahinya. Tapi gadis itu sepertinya tidak mau menikah dengan Doyoung. kan aneh.”

“ Seulgi, kau selalu saja mengurusi urusan orang lain. Ya biarkan saja jika itu memang adanya. Itu kan masalah hidup mereka.”

“ Iya aku setuju dengan Irene. Sudahlah, ayo kita ke kantin. Aku sudah lapar.” Mereka bertiga pun berjalan menuju ke kantin.

 

***

“ Chanyeol, aku dengar dari nenek kau sedang sakit. Aku bawakan makanan buatanku untukmu.” Chanyeol pun menerima kotak makan dari Jisoo saat tengah duduk di kursi kantin bersama Sehun yang terlihat seperti obat nyamuk.

“Iya terima kasih.”

“Seulgi…” Panggil Sehun saat melihat kekasihnya itu datang bersama teman temannya.

“ Oppa.” Seulgi pun menghampiri mereka. Tetapi Wendy dan Irene lebih memilih duduk di meja yang berbeda.

“ Seulgi, kenapa mereka tidak duduk disini?.” Gadis itu hanya menggelengkan kepala.

“ Hey, Chanyeol apa kau tengah bertengkar denganWendy?. Baru saja kemarin kau bertunangan, sudah bertengkar lagi.” Ujar Sehun.

Seulgi yang saat itu duduk disebelah Sehun merasa terkejut saat melihat gadis yang duduk disamping Chanyeol. Gadis itu adalah gadis yang dilihatnya tadi bersama Doyoung.

“ Oppa, sepertinya aku harus duduk bersama teman temanku. Bye oppa.”

“ Yak!. Kang Seulgi, kau mau kemana??.”

 

Dimeja yang berbeda Wendy dan Irene tengah memesan makanan yang akan mereka makan.

“ Wendy, kenapa kau tidak ikut duduk disana?.” Namun Wendy hanya diam tidak menggubris ucapan temannya itu.” Tapi ada untungny juga sih kau duduk disini, kalau tidak aku pasti akan seperti nyamuk. Karena hanya aku yang tidak punya pasangan. Suho oppa, sekarang sedang apa ya.”

“ Wendy, Irene.” Mereka berdua dikejutkan oleh kedatangan Seulgi.” Aku bertemu lagi dengan kekasihnya Doyoung. Dan gadis itu ada disini.”

“Wah, mana mana?. “ Irene tampak penasaran. Seulgi pun menunjuk gadis yang tengah duduk bersama Chanyeol. Dan Wendy yang melihat nya pun tampak terkejut.

“ Jisoo.” Irene dan Seulgi menatap Wendy bersamaan.

“ Kau mengenalnya?.” Wendy pun menganggukan kepalanya.” Darimana?.”

“ Dia itu mantan nya Chanyeol.” Dan pas sekali makanan yang mereka pesan sudah datang. Gadis itu langsung menyantap makanan nya sedangkan kedua temannya masih bengong dan begitu terkejut.” Mwo??.”

 

 

***

Hari sudah mulai sore, tapi seperti biasa Wendy selalu pulang terakhir. Maklum saja,selain menjadi asisten dosen, gadis itu juga dipercaya sebagai asisten laboratorium kedokteran.

“ Wendy, mau pulang bersama?. kebetulan aku bawa mobil hari ini. Ayo.” Gadis itu menyetujui ajakan Jaehyun kemudian segera membereskan barang barangnya.

“Jaehyun aku ingin bertanya sesuatu. Apa Doyoung punya kekasih bernama Jisoo?.” Tanya nya saat mereka berjalan menuju parkiran.

“ Hmmm, sepertinya begitu, karena dulu Doyoung pernah mengenalkan padaku dan Taeil seorang gadis. Tapi aku lupa namanya siapa. Setauku mereka sudah putus.” Wendy menganggukan kepalanya tanda mengerti.” Memangnya kenapa?.”

“ Tidak, tidak apa apa.” Setelah sampai di parkiran, Jaehyun mempersilahkan gadis itu untuk naik ke mobilnya duluan.

 

Saat mereka mobil yang ditumpangi mereka melaju, tiba tiba saja ada satu mobil yang menyelip mereka dan menghalangi jalan mobil Jaehyun.  Dan ternyata yang menyelip mobilnya itu adalah mobil milik Chanyeol.

“ Apa yang kau lakukan Chanyeol?!.” Tanya Jaehyun. Namun Chanyeol tidak memperdulikan pertanyaan Jaehyun tetapi pria itu langsung menarik Wendy ke tempat yang sedikit lebih jauh dari Jaehyun dan Jisoo yang juga ternyata ada di mobilnya Chanyeol.

“ Wendy, kenapa kau pulang bersamanya?.”

“ Itu sudah bukan urusanmu lagi, aku ingin pulang dengan siapa !.”

“ Ingat, semua orang belum tahu tentang putusnya hubungan kita. Jadi aku mohon jangan sampai orang lain berpikiran macam macam tentangmu.”

“ Aku tidak perduli orang berpikiran apa. Yang jelas, jangan mengangguku lagi !.”

Mereka bertiga dikagetkan dengan Jisoo yang tiba tiba merasa mual dan kemudian langsung pingsan.

“ Jisoo…Jisooo.”

 

Gadis yang tengah berbaring di ranjang rumah sakit itu akhirnya telah sadar. Saat membuka matanya yang masih samar samar, dia bisa melihat Chanyeol, Wendy dan Jaehyun yang tengah berdiri dihadapannya.

“ Chanyeol, kepalaku pusing.”

“Jisoo, sekarang kau jawab pertanyaanku dengan jujur.” Jisoo masih belum mengerti dengan perkataan Chanyeol barusan. “ Apa…kau tahu, kalau kau hamil ?.” Awalnya Jisoo berpikir dari mana pria itu tahu, tapi saat dirinya sadar jika dia tengah di rumah sakit. Gadis itu pun tidak bisa berbohong lagi.

“ I-iya aku tahu.”

“ Dokter bilang kau kelelahan,karena tengah mengandung. Tapi siapa ayah dalam rahimmu itu?.” Pertanyaan itulah yang dia takutkan selama ini. Dia tidak mungkin mengatakan yang sebenarnya, kalau anak dalam kandungannya itu adalah anak Doyoung. Karena saat ini gadis itu tengah berusaha mendekati Chanyeol lagi. Mata gadis itu langsung tertuju pada Wendy yang berdiri disamping pria itu.

Aku tidak akan biarkan kau merebut Chanyeol dariku.

“ Anak ini….anakmu Chanyeol.” Mereka bertiga sangat terkejut, apalagi Wendy yang langsung menutup mulutnya.

“ Tidak, kau bercanda kan?. Aku tidak pernah melakukan apapun padamu.”

“ Kau jahat Chanyeol, kita memang sudah putus. Makanya kau pasti sudah melupakannya.” Jisoo langsung pura pura menangis dihadapan mereka.

“ Jaehyun, antarkan aku pulang !.” Wendy sudah tidak kuat menahan tangis nya. Jaehyun pun langsung menarik tangannya dan membawanya pergi.

“ Wendy, tunggu Wen.” Ujar Chanyeol yang menahan langkahnya dengan berdiri dihadapan gadis itu.” Minggir, aku ingin pulang.”

“ Aku bersumpah, itu bukan perbuatanku. Aku tidak pernah melakukannya pada siapapun. kau harus percaya padaku.”

“ Aku membencimu Chanyeol.” Wendy berlari sambil menangis meninggalkan kedua pria itu. Gadis itu bingung harus bagaimana, siapa yang harus dia percayai.

 

***

“ Jisoo, aku ingin melakukan tes DNA. Untuk membuktikan semuanya.” Ucap Chanyeol wajahnya sudah terlihat frustasi dengan masalah ini.

“ Apa?. Kau jahat. Kau seakan tidak percaya padaku, dan anakmu sendiri.”

“Hentikan omong kosongmu itu, sampai kapan pun aku tidak akan pernah menganggap anak itu adalah anakku. Karena aku sangat yakin aku tidak pernah melakukan apapun denganmu. Menyentuhmu pun aku tidak  pernah.” Jisoo masih menatap kepergian Chanyeol dari ruang rawatnya. Akan ku buat kau menyesal telah memperlakukan aku seperti ini.

 

***

Hari ini Chanyeol berdiri menunggu kelas Wendy keluar. Dia ingin sekali berbicara pada gadis itu menjelaskan semuanya. Tapi nampaknya Wendy tidak ada dikelasnya. Dan benar saja Seulgi dan Irene bilang gadis itu sedang sakit sekarang. Chanyeol pun segera pergi ke rumahnya, tidak perduli jika hari ini dia ada kelas juga. Setelah sampai didepan pagar rumahnya. Pria itu melihat Wendy tengah menjemur pakaian didepan rumahnya.

Bukannya dia sedang sakit,batinnya.

Jika melihat wajahnya yang dulu selalu ceria dan selalu menampilkan senyum manisnya. Sekarang wajahnya sangat pucat, badannya pun  kurus. Chanyeol hanya bisa menatapnya dari kejauhan. Asalkan dia bisa melihat gadis itu saja, dia sudah cukup. tetapi tiba tiba saja, gadis itu pingsan dan jatuh ke lantai.

“ Wendy…Wendy..” Tanpa berlama lama, Chanyeol pun membawa gadis itu ke mobilnya dan mengantarnya ke rumah sakit.

 

Chanyeol sengaja membawa gadis itu ke rumah sakit yang sama dengan Jisoo. Karena dia juga tengah menunggu hasil tes DNA nya dengan Jisoo.

“ Kau sudah sadar?.” Ucap Chanyeol saat melihat gadis itu terbangun.

“Kau kenapa bisa disini. kemana ibuku?” Tanyanya sambil memukul pria itu dengan bantal.

“ Setelah ini, aku akan menjemputnya. Kau tenang saja.” Chanyeol pun pergi meninggalkan Wendy sendirian di ruang rawat.

Karena bosan, gadis itu memutuskan untuk mencari udara segar. Dia pun berjalan ke arah balkon rumah sakit.

“ Jisoo, hentikan perbuatanmu ini !..” Ujar Doyoung. Wendy yang melihatnya langsung mengintip dari balik tembok.

“ Perbuatan apa?.”

“ Kau sudah merusak hubungan orang lain. Kau berbohong, jika bayi dikandunganmu itu bayi Chanyeol. Padahal itu adalah bayiku.” Wendy benar benar terkejut mendengar perkataan Doyoung.

“ Tutup mulutmu Doyoung. Sampai kapanpun, aku tidak mau menikah denganmu. Aku hanya ingin menikah dengan Chanyeol.”

“ Kau memang perempuan licik, dulu kau selingkuh denganku dibelakang Chanyeol.Dan sekarang kau berani berbicara seperti itu dihadapanku.  Tuhan memang adil, Chanyeol pantas mendapat kebahagiannya.Tetapi tentunya bukan bersamamu, tapi bersama gadis yang sekarang ada disini juga.” Jisoo langsung mengerti maksud pria itu sementara Wendy masih belum berani menampakan dirinya.Sepertinya Doyoung mengetahui kehadiran gadis itu sedari tadi.

“ Wendy, kemarilah. kau tidak perlu takut, yang seharusnya takut sekarang ini adalah Jisoo.”

Wendy pun keluar dari persembunyiannya. Dan wajah Jisoo sekarang mulai ketakutan.

“ Kau, wanita gila.” Plak. Doyoung cukup kaget saat melihat Wendy menampar Jisoo.

“ Itu adalah tamparan untuk mu karena telah  berani membohongiku dan Chanyeol. Juga nenek yang sudah mempercayaimu. Doyoung, terima kasih.” Gadis itu langsung pergi dan kembali kedalam rumah sakit.

 

***

Wendy merasa menyesal telah membenci Chanyeol. Pria itu tidak salah sama sekali. Gadis itu berjalan gontai menuju kamarnya.

“ Wendy, kau darimana saja?. Sedari tadi aku mencarimu.” Wendy langsung memeluk pria dihadapannya itu. Sekalipun gadis itu membencinya, pria ini selalu mengkhawatirkannya.

“ We-Wendy, kau kenapa?.” gadis itu langsung melepaskan pelukannya.

“ Aku ingin meminta maaf padamu. Aku sudah salah selama ini, ternyata anak dikandungan Jisoo itu bukan anakmu. Tapi anak Doyoung.” Wendy menangis lantas memeluk Chanyeol kembali.“Iya aku sudah tahu. Tadinya aku ingin menunjukan tes DNA nya tapi kau tiba tiba keluar dari kamar.” pria itu pun tersenyum senang membalas pelukan gadis itu serta mencium keningnya cukup lama. akhirnya ujian atas cinta mereka sudah mereka lalui bersama. “ Aku akan menghukummu.” Ucap pria itu. Dan Wendy langsung melepaskan pelukan mereka, dan menekuk wajahnya.

“ Kau pasti menyuruhku jadi pembantumu lagi.”

“ Bukan, kali ini  hukumannya akan semakin berat. Kau…harus menikah denganku.” Wendy masih bengong tidak percaya dengan perkataannya.

“ Hey, jawab. Kau mau tidak?!.”

“ Nenekmu bagaimana?.”

 

 

***

“ Yah, cabuti lobak nya. Dan jangan lupa tanam juga sayuran, buah buahannya juga.!” Perintah nenek itu yang asik duduk santai dikursi kayu kesayangannya.

“ Chanyeol, buahnya yang sebelah kiri. Eh, tapi yang hijau kurasa ada disebelah kanan. Kanan, kanan !.”

“ Nenek, aku sudah selesai menanam semuanya. Lihat !” Ujar Wendy yang terlihat senang.

“ Yah, bagus. Kau lulus.”

“ Yes…!!. Ayo Chanyeol semangat !!.” Teriak Wendy dari bawah karena kini pria itu tengah menaiki pohon untuk mendapatkan buah yang nenek mau.

“ Nenek aku sudah lelah, biarkan aku istirahat. Buahnya juga sudah banyak yang ku ambil.” Keluh Chanyeol yang sedari tadi memetik buah yang hampir dua keranjang.

“ Hey, kau mau dapat restuku tidak?!. Ya sudah kalian tidak bisa menikah.”

“ Eh….jangan, jangan nek.” Ucap mereka berdua bersamaan. Dan Nenek malah tertawa terbahak bahak, melihat wajah keduanya. “ Dasar anak muda.”

“ Ayo Chanyeol, ambil lagi buahnya.” Teriak Wendy.

“ Wendy, kemari !.” Gadis itu segera menghampiri nenek yang duduk di kursi kayunya.

“ Kau kan sudah menyelesaikan tugasmu. Kau duduk saja disini.” Wendy pun menuruti ucapan nenek.

“Maafkan atas kesalahanku Wendy. Selama ini aku salah menilaimu. Aku kira kau hanya gadis yang mengincar harta dan ke populeran Chanyeol semata.”

“ Tidak apa apa Nek. Aku sudah memaafkan nenek.” Wendy pun memeluk nenek itu karena senang semuanya berakhir dengan baik. “ Aku sangat merindukan sosok nenek di kehidupanku. Gomawoyo” Nenek pun membalas pelukan Wendy dan tersenyum senang. Karena gadis itu mau memaafkan kesalahannya.

 

***

Dua tahun kemudian………

“ Dokter Son, anak ini jatuh dari tangga.” Ucap seorang wanita menggunakan pakaian khas perawat saat memasuki ruangan dokter spesialis anak.

“ Kita harus melakukan operasi kecil.” Jawab Wendy setelah memeriksa detak jantung anak itu.” Baik dok.” Mereka pun menuruti perintahnya.

Iya, akhirnya Wendy telah menyelesaikan study kedokterannya dalam waktu yang singkat karena kepintarannya dalam mengejar mata kuliah. Dan tidak sulit pula baginya untuk mendapatkan pekerjaan di rumah sakit besar di Seoul.

 

Setelah operasi selesai, Wendy dikejutkan dengan kedatangan pria yang selalu sabar dengan kesibukannya saat ini dirumah sakit.

“ Chanyeol.” Gadis itu menghampiri pria itu yang tengah menggendong bayi kecil yang tengah tertidur.

“ Oh, sini sini biar aku yang menggendongnya.” Dengan pelan Chanyeol memberikan bayi itu pada Wendy.

“ Oh, dia cantik sekali saat tertidur. Aku sudah lama tidak bertemu dengannya.” Gadis itu mengelus pipinya lembut.

“ Makanya kau jangan kerja terus. Bukan hanya Nara yang merindukanmu tapi aku juga.” Wendy langsung mencubit pipi suaminya itu. Iya, satu tahun yang lalu tepatnya saat ulang tahun Wendy,mereka mengucapkan janji suci pernikahan. Padahal saat itu Wendy masih disibukkan dengan sidang kelulusanya. Tapi, pria dihadapannya ini memaksa untuk segera menikah.

“ Iya,aku tahu. Maafkan aku ya Chagi. Kau pasti kesepian dirumah.”

“ Apa malam ini kau akan lembur lagi?.” Tanyanya.

“ Tidak, aku akan pulang.” Tiba tiba saja Chanyeol bersorak senang.Kemudian mencium pipi gadis itu.” Kau ini, jangan berteriak teriak disini. Ini rumah sakit, dan Nara sedang tidur.”

“ Wendy, Chanyeol” Panggil dua orang yang berjalan ke arah mereka.

“ Sehun, Seulgi.”

“ Kalian tengah berperan sebagai ayah dan ibu,ya?!.Kembalikan anakku !.” Ujar Sehun yang terlihat kesal pada kedua orang ini.

“ Wendy, Chanyeol sudah membawa Nara tanpa seizin kami. Kami kira Nara diculik orang. Ternyata dia yang membawanya kesini.” Jelas Seulgi. Wendy pun memberikan bayi itu pada Seulgi.

“ I-itu karena Wendy ingin sekali bertemu dengan Nara. Aku minta maaf.”

“ Kau juga, kenapa tidak meminta izin. Untung Seulgi tidak lapor polisi.” Sekarang Wendy yang ikut memarahi suaminya.

“ Iya, aku minta maaf. Aku kan tidak mencelakai Nara.”

“ Makanya cepat punya bayi.” Ledek Sehun.

“  Oppa, bagaimana bisa punya bayi. Bulan madu saja belum.” Sehun pun tertawa puas.

“ Yak !. Kau jangan mengejekku.” Chanyeol pun membukul kepala pria itu.

 

***

Malam harinya Wendy tengah duduk di ruang tengah sambil menyaksikan acara di televisi.

“ Wendy, aku membawakan coklat hangat untukmu. Minumlah.” gadis itu pun menerima gelas yang berisi coklat panas itu dengan malas.

“ Kau kenapa?.”

“ Oppa, aku minta maaf ya.” Chanyeol merasa terkejut saat mendengar gadis itu memanggilnya oppa. Pasti ada sesuatu yang terjadi padanya.

Minta maaf untuk apa?.” Chanyeol pun mendudukan dirinya disamping Wendy.

“ Karena kesibukanku akhir akhir ini, kita belum bisa berbulan madu.”

Chanyeol mendekati Wendy dan memeluknya.” Tidak apa apa. Kita kan bisa mencari waktu lain untuk merencanakan hal itu.” Gadis itu membalas pelukan Chanyeol.

“ Gomawo, Oppa. Kau memang suamiku yang sangat pengertian.” Chanyeol tersenyum sambil mengecup puncak kepala Wendy, dan mengelusnya sayang.

 

***

Hari itu pasien yang ditangani Wendy banyak sekali. Sehingga membuat gadis itu sedikit kelelahan, tetapi gadis itu berusaha menyembunyikan rasa lelahnya saat suaminya datang membawa bekal makan siang.

“ Wendy, wajahmu pucat sekali. Kau baik baik saja?.” Tanya Chanyeol saat gadis itu menghampirinya dan duduk disampingnya.

“ Oh, tidak. Aku baik baik saja.” Namun perkataannya itu tidak membuat Chanyeol merasa yakin.

“ Ya sudah, ayo kita makan !.”

Setelah selesai makan siang, Wendy hendak kembali keruang kerjanya. Namun tiba tiba gadis itu merasakan pusing dikepalanya dan langsung jatuh pingsan.

Chanyeol yang melihatnya, terkejut. dan segera membawa istrinya ke ruang rawat.

 

5 menit kemudian, gadis itu sudah sadar dan penglihatan pertama yang dia lihat adalah wajah Chanyeol.

“ Chanyeol, kenapa aku bisa disini?.”

“ Kau tadi pingsan. Wendy aku ingin bertanya satu hal padamu.” Chanyeol menatap gadis itu lekat.

“ Ada apa?.”

“ Kapan kau terakhir kali menstruasi?.” Wendy merasa heran kenapa suaminya itu bertanya hal itu.

“ Entahlah, aku rasa aku belum menstruasi bulan ini.” Chanyeol langsung tersenyum lebar dan menarik Wendy kedalam pelukanya.

“ Kau hamil Wendy.” Wendy sangat terkejut mendengar penuturan Chanyeol.” Kau serius?.” Tanya gadis itu belum percaya.

“ Iya, dokter jung mengatakannya saat kau pingsan tadi.” Wendy tersenyum senang dan memeluk Chanyeol kembali.

 

Setelah mendengar kabar baik itu, keluarga Wendy, maupun Chanyeol sangat senang mendengarnya. Bahkan mereka sudah menyiapkan baju baju bayi dan mainan untuk menyambut cucu pertama mereka yang bahkan belum diketahui jenis kelaminnya.

Seiring kehamilannya, Chanyeol mulai membatasi pekerjaannya dan fokus untuk mengurusi istrinya namun untuk yang terakhir kali Chanyeol dan member EXO lainnya akan melakukan konser terakhir sebelum mereka vakum dari dunia musik.

 

“ Chanyeol…coba lihat ke arah tribun.” Teriak Wendy saat berbicara dengannya lewat telpon. Chanyeol yang saat itu tengah bersiap siap naik keatas panggung dapat melihat Wendy tengah duduk sambil melambaikan tanganya di tribun tempat konsernya.

“ Kau sedang apa disitu?. Wendy kau harus banyak istirahat.”

“ Bayi kita sedang ingin menonton aksi ayahnya diatas panggung.” Chanyeol langsung tersenyum saat mendengarnya.

“ Kau dengan siapa kesini?.”

“ Aku bersama Seulgi dan Irene. Semangat ya Chagi, pokonya tunjukan perform terakhirmu ini  dengan baik. Demi fansmu, aku dan bayi kita.”

“Iya ,aku tahu. Gomawo, Changi. Bye…Saranghae.” Setelah mereka menutup telponnya masing masing. Konser pun dimulai dengan perform lagu Lotto. Mereka bertiga pun ikut bernyanyi saat musik dimainkan.

“ Tunggu, kalian lihat dua gadis disebelah sana?.” Tanya Irene yang menunjukan tangannya ke arah kiri panggung.”Entah kenapa,aku mencurigai mereka.”

“ Iya, untuk apa ke konser membawa kue.” Jawab Wendy bingung.

Seulgi dan Irene pun saling pandang satu sama lain. “ Apa mungkin…mereka AKAN MELEMPARKAN KUE NYA?!!.” Teriaknya

“ Mwo?.” Wendy masih tidak percaya.

Dan benar saja beberapa detik kemudian gadis itu benar benar melemparkan kue nya kearah member EXO.

“ D.O Awas !! ” Teriak mereka dari atas tribun.

“ Bagus sekali Wendy Wanna be.”

 

END

 

Hallo Chingu. Terima kasih banyak kalian sudah mau membaca ff gaje ini

Akhirnya ff ini selesai juga. Maaf kalau panjang banget dan buat kalian bosan bacanya.

Maaf juga kalau ending nya gak banget.hahah

pokonya tunggu ff baruku selanjutnya.

Tolong tinggalkan jejak kalian ya, karena coment dari kalian itu dapat memotivasi saya

dalam membuat ff agar lebih baik lagi. Kamsamida…

Anyeong chingu…

 

 

 

 

 

 

 

 

Iklan

4 pemikiran pada “[EXOFFI FREELANCE] My Hatters is My Girlfriend (Chapter 3-END)

  1. ahh gak rela tamat, wkwk…
    pngen lihat anaknya wenyeol thor!!
    dari tadi baca, aku senyum-senyum terus xixi
    ya udh deh thor, ditnggu utk ff selanjutnya ya
    fighting

  2. Ceritanya rada mirip sama film EXO Next Door ya?Yah udah end ceritanya padahal seru loh ceritanya 🙂 akhirnya Wendy dan Chanyeol berbahagia setelah melewati berbagai rintangan cinta mereka,endingnya memang rada ngegantung ya??Fighting Chingudeul 🙂

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s