[EXOFFI FREELANCE]Reason Why I Life – (Chapter 17)

REASON WHY I LIFE(2).JPEG

Tittle/judul fanfic                    : Reason Why I Life

Author                                                : Park Rin

Length                                     : Chaptered

Genre                                      : Romance, Family, Angst

Rating                                      : PG-13

Main Cast&Additional Cast   : Baekhyun

Park Sung Rin (OC)

Mingyu Seventeen

All EXO’s Members

Ect.

Summary                                 : Jika nanti kau sudah tahu semuanya setelah kau melamar adikku, kuharap kau tidak akan pernah menyesal.

Disclaimer       : FF ini murni buatan author sendiri. Ada beberapa cerita yang mengisnpirasi author dalam membuat karakter disini. Namun, jalan cerita dan alur cerita murni buatan author sendiri. FF ini juga bisa kalian temukan di akun wattpad milik author. Id author @ParkRin98. Baca juga di blog milik author https://parkrin98.wordpress.com/

“Aku ingin kita berakhir sampai disini saja.” Kata gadis itu mantap, membuat mata Baekhyun seketika membuluat.

“Kau tidak sedang bercanda’kan?” Ucap lelaki itu tak percaya.

Rin menggeleng. “Tidak, aku sedang tidak bercanda. Aku ingin kau melepaskanku.” Ucap Rin mantap, masih dengan wajah tanpa ekspresi.

***

“Tapi kenapa?” Tanya Baekhyun frustasi.

Rin masih menatap wajah itu tanpa sebuah ekspresi yang jelas “Karena aku bukan orang yang pantas kau pertahankan. Aku hanya akan jadi parasit yang akan mengacaukan hidupmu.”

“Parasit? Mengacaukan hidupku?”

“Ya… parasit jahat yang akan mengacaukan hidupmu dan perlahan akan membunuhmu, jika kau tak bisa melepaskanku sekarang.”

Baekhyun mengeleng, kemudian menatap kekasihnya lekat. “Kau bukan parasit, kau kekasihku, Rin.”

“Aku benar-benar hanyalah sebuah parasit, oppa.”

“Katakan alasan mengapa kau adalah parasit, Rin.”

Oppa, kau akan menyesal setelah mengetahui semuanya.” Rin masih berusaha bertahan.

“Aku tidak akan pernah menyesal jika itu berhubungan dengamu Rin. Walaupun kau hanya datang untuk mengancurkan hidupku pun aku tidak akan menyesal Rin.” Kata Baekhyun mantap, kemudian memengang tangan kekasihnya.

Rin menepis genggaman itu cepat, “Tapi aku yang akan menyesal, oppa. Aku akan menyesal saat aku tahu akulah penyebab semua hal yang akan terjadi padamu setelah ini.”

“Memangnya apa yang kau lakukan hingga kau akan menghancurkanku, Rin?”

Rin menahan titikan air matanya, ia harus kuat dalam tugasnya kali ini. Ia tidak boleh terus menerus membuat kekasihnya terluka. Ia harus menghentikan kisah ini segera, sebelum Baekhyun ikut terluka. Cukuplah Rin yang mengetahui akhir yang menyedihkan ini, dan cukup ia yang merasakannya.

Rin menatap kedua mata penuh selidik itu. “Dengan mengatakan hal ini, aku akan menghancurkanmu oppa.”

“Katakan Rin, aku tak akan semudah itu hancur.” Ujar Baekhyun tegas.

“Aku tak yakin ini adalah hal yang benar.” Kata Rin ragu, keyakinannya mulai goyah.

Baekhyun mencoba meraih kedua tangan itu lagi. “Aku yakin ini benar, Rin. Katakanlah, dan aku berjanji apapun perkataanmu nanti, aku pasti tidak akan hancur.”

Rin memejamkan matanya, berusaha untuk mempertahankan dirinya yang perlahan mulai goyah. Rin harus mengatakan hal ini, sebelum Baekhyun ikut masuk kedalam keadaan yang sebenarnya, sebelum Baekhyun benar-benar tidak pernah melepaskannya, dan sebelum Baekhyun benar-benar menanggap dirinya sebagai sumber kehidupannya.

FLASHBACK ON

Udara Seoul pagi itu tak begitu bagus, dinginnya udara musim gugur sudah mulai datang meskipun musim semi masih setia menemani bulan ini. Tangan kiri Rin segera ia masukkan kedalam kantong coat merah mudanya, sedangkan tangan kanannya sibuk menenteng makanan hangat untuk kekasihnya yang sedang sakit itu.

Kakinya terhenti setelah ia sampai di sebuah pintu cokelat sebuah apartemen disana. Tangan mungilnya segera memasukkan pin apartemen itu dan segera masuk. Suasana lenggang dan sepi adalah hal pertama yang ia dapatkan saat masuk kesana. Rin kemudian melepas masker dan topinya, lalu melepas coat panjang berwarna merah mudanya.

Dorm EXO begitu sepi hari itu, semua member sedang ada jadwal kecuali kekasihnya. Semenjak berita skandal itu keluar, kekasihnya sangat sering jatuh sakit. Dalam seminggu Baekhyun bisa demam lebih dari tiga kali dan saat itu Rin harus lera merawat kekasihnya dari pagi buta hingga malam karena kekasihnya itu tidak akan pernah mau makan bila tidak bersamanya. Hal itulah yang menjadi alasan kenapa member EXO yang lain mempercayakan Rin untuk mengetahui password dorm mereka.

Rin segera memasuki kamar Baekhyun dan hal pertama yang dapat ia temukan adalah sebuah gundukan besar, yang didalamnya sudah pasti kekasihnya yang sedang kedinginan. Rin berjalan mendekat, menyikap sedikit selimut kekasihnya kemudian mengecek suhu tubuh kekasihnya dengan telapak tangannya.

“Kenapa panasmu bisa setinggi ini? Kau melewatkan obat panasmu lagi?” Kata Rin kesal.

“Hm… aku melewatkannya lagi.” Jawab Baekhyun masih terpejam, membuat Rin sedikit terkejut.

Rin segera menetralkan dirinya, kemudian menyikap lagi selimut itu saat Baekhyun berusaha untuk duduk. Tangan Rin kemudian dengan cekatan mengambilkan Baekhyun makanan-makanan yang ia bawa.

“Bisakah kau mengurangi frekuensi mu membaca komentar buruk?” Tanya Rin to the point. Ya, komentar buruk.

Komentar buruklah yang membuat kekasihnya ini sering sakit, Baekhyun selalu membaca komentar-komentar gila itu. Lalu ia akan berubah menjadi stress dan berakhir dengan suhu tubuh tinggi dan sakit kepala hebat. Rin sudah berkali-kali menyuruh kekasihnya untuk berhenti seperti sekarang, tapi Baekhyun selalu keras kepala dan membaca komentar-komentar tersebut tiap malam.

“Aku harus melatih mentalku Rin, aku harus tahu bagaimana pikiran orang tentangku.” Jawab Baekhyun sambil memulai acara makanannya. Satu suapan berhasil masuk ke perut Baekhyun.

Rin mendengus mendengar jawaban kekasihnya, ia mulai sedikit kesal. “Lalu, tidak bisakah kau tidak membuat dirimu jadi seperti? Tak bisakah kau tidak sakit jika kau membaca semua komentar itu? Tak bisakah kau tidak membuatku selalu khawatir jika kau sakit seperti ini? Bagaimana bisa kau hanya mau makan jika denganku? Bagaimana bisa kau menyiksa dirimu seperti ini dan hanya menungguku? Aku tidak mungkin akan selalu bersama dirimu seperti ini Baek. Pasti akan ada saatnya dimana aku tidak bisa duduk disampingmu lagi.”

Baekhyun tersenyum kecil. “Aku tidak bisa Rin. Aku tidak bisa menahan diriku untuk membaca semuanya dan berakhir sakit seperti sekarang. Aku tidak bisa menahan diriku agar aku bisa makan saat kau tidak ada bersamaku. Aku hanya ingin kau mengenal lagi salah satu sisi ku Rin. Sebuah sisi yang akan membuatmu mengerti bahwa aku tidak akan melepaskanmu. Bagiku kau adalah alasan mengapa aku bisa hidup sekarang. Aku tidak bisa membayangkan bagaimana aku bisa melanjutkan hidupku tanpamu yang setia duduk disampingku Rin, maka dari itu jangan pernah tinggalkan tempat dudukmu, Rin.”

Oppa, kau membuatku merinding. Ucap Rin ngeri.

Baekhyun tersenyum lagi, ia kemudian mengambil tangan yang tengah menggenggam sendok disana. Rin menatap aneh kedua mata yang tengah memandanginya teduh. Sedetik kemudian…

CUP

Bibir itu berhasil mengecup singkat bibir Rin yang masih mengatup. Kedua mata gadis itu membulat sempurna.

“Aku sangat-sangat mencintaimu, Rin. Kau dalah sumber kehidupanku” Bisik Baekhyun di telinga Rin. sedetik kemudian sebuah pukulan mendarat sukses di kepala seorang Byun Baekhyun.

FLASH BACK OFF

“Aku mencintai Kim Mingyu.” Ucap Rin mantap, hingga sukses membuat seorang Byun Baekhyun membulatkan matanya. “Karena aku sudah tak bisa lagi menjadi sumber kehidupanmu.” Timpal Rin dalam hati. “Maafkan aku.”

Kedua mata itu membulat. “Kau bercanda kan Rin?” Ucap lelaki itu terbata.

Rin menggeleng, “Maafkan aku.” Ucap gadis itu lirih.

“Jadi selama ini, hal ini yang kau tutupi?” Tanya Baekhyun lagi, mata itu masih menatap kosong kekasihnya. Pikirannya mencoba mencerna sebenarnya apa yang terjadi sekarang.

Rin menagguk, air mata itu mengalir lagi. “Maafkan aku.” Lirihnya lagi.

“Bagaimana bisa?” Tanya Baekhyun gemetar. “Bagaimana bisa kau mencintai kakakmu sendiri.” Tanya lelaki itu lagi.

Rin terdiam. Entah mengapa kepalanya kosong. Ia tidak mengerti harus menjawab apa disaat melihat kekasihnya seperti ini, padahal ia telah mempersiapkan ini sejak lama.

“Maafkan aku.” Lirih Rin lagi. Hanya kata itu yang bisa ia ucapkan sekarang.

Baekhyun mengatupkan bibirnya, tangannya mengepal meskipun air mata mulai ikut membanjiri pipinya. “Kita lanjutkan pembicaraan ini lain kali, Rin.” Ucap Baekhyun akhirnya. Lelaki itu kemudian bangun dari tempat duduknya, kemudian pergi.

Setelah baekhyun pergi, tangis Rin mulai semakin keras. Rin terus menangis sambil mengatakan kata maaf.

Sesaat setelah Baekhyun pergi, lelaki jangkung langsung memasuki restoran itu. Kim Mingyu sudah menonton adegan menyedihkan itu sendari tadi mulai mendekati adiknya. Mingyu mulai membawa adiknya ke pelukannya, menepuk punggunggnya pelan berharap sedikit beban adiknya berkurang.

Kedua orang itu tidak menyadari, dari balik kaca masih terlihat seorang lelaki imut memadandang mereka berpelukkan. Lelaki yang baru saja di putuskan oleh seorang Park Sung Rin. Baekhyun menitikkan air matanya lagi, kemudian melangkah menjauh dari restoran itu sambil memengang erat sepasang cincin emas putih di genggamannya.

***

Pagi itu terasa begitu hampa saat Baekhyun membuka matanya perlahan. Kepalanya masih terasa begitu berat saat ia berusaha bangun dari tempat tidurnya. Matanya kemudian langsung bertemu kepada sebuah cermin besar yang memantulkan bayangan dirinya pagi ini. Baekhyun tersenyum kecut. Mata bengkak, rambut berantakan.

“Ganti baju dulu, Baek.” Ucap Chanyeol saat laki-laki itu memasuki kamarnya. Baekhyun hanya menoleh sekilas kemudian melangkah keluar untuk mengamil bajunya “Tidak biasanya kau minum. Ada apa?” Tanya Chanyeol lagi sambil memperhatikan langkah kaki Baekhyun yang begitu pelan.

“Aku dan Rin berakhir.” Kata Baekhyun pelan. Sama sekali tidak menoleh Chanyeol yang masih memperhatikannya dengan seksama. “Kenapa kau jahat sekali? Kau sudah tahu kan jika Rin mencintai Mingyu.” Kata Baekhyun lagi kali ini terdengar begitu dingin.

Chanyeol mengerutkan alisnya, “Maksudmu?”

“Jangan pura-pura tidak tahu Chan. Kau bilang kau sudah tahu hal yang disembunyikan Rin dariku.” Jawab Baekhyun dengan nada suara yang lebih tinggi.

“Aku memang tahu Baek, tapi tidak tahu menahu mengenai Rin dan Mingyu.” Bela Chanyeol.

“Jadi, maksudmu ada hal lain yang Rin sembunyikan dariku?” Tanya Baekhyun, sambil menoleh kebelakang, menatap tajam sahabatnya.

Chanyeol terdiam, ia kemudian melangkah mendekati sahabatnya yang tengah naik emosinya tersebut. “Aku tidak bisa memberimu jawaban apapun, Baek.” Ucap Chanyeol kemudian, melangkah pergi meninggalkan sahabatnya yang banyak menyimpan pertanyaan.

TBC

Iklan

Satu pemikiran pada “[EXOFFI FREELANCE]Reason Why I Life – (Chapter 17)

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s