[EXOFFI FREELANCE] The Perfect Wife – (Chapter 15)

the perfect wife(1).jpg

THE PERFET WIFE

Author : Kim hyo ah

Length : Chapter

Rating : PG-15

Main Cast : Chanyeol, Eun ji, Sehun, Bam Bam, Junior

Additioanal Cast : Joy, Yeri, Min ho, Naeun, Krystal

Genre : marriage life, comedy, friendship, and sad

Disclaimer : ff ini adalah murni buatanku sendiri, aku tidak pernah berfikir untuk memplagiati karya orang lain, sebab aku punya prisip untuk menghargai karyaku sendiri. Dan jika terdapat kesamaan tokoh atapun lainnya itu hanyalah ketidak sengajaan.

Sumarry :

Kim Eun Ji adalah gadis berusia 22 tahun yang menghabiskan waktunya untuk selalu bekerja dan belajar. Namun ia tidak menyangka akan menjadi seorang ibu bagi empat pria.

 

Chapter 15th

_*_

 

Gadis itu berjalan perlahan menuju gerbang sekolah, sambil memainkan ponselnya ia menunggu mobil taksi yang lewat dijalan raya. Namun kendaraan itu tidak kunjung terlihat melewati jalan raya, karena tidak ada pilihan lain Yeri memutuskan untuk berjalan kaki menuju halte Bus. Disaat tengah berjalan tiba – tiba saja sebuah mobil berhenti disampingnya, gadis itu terlihat sedikit terkejut.

Tidak disangka saat kaca mobil itu terbuka, Junior langsung meminta Yeri untuk masuk kedalam mobilnya. Namun gadis itu menolak untuk masuk karena tidak ada alasan yang jelas untuk memenuhi permintaan itu. Gadis itu lebih memilih untuk kembali berjalan, tapi tiba – tiba saja Junior meneriakinya.

“Yeri –ya, eonniemu masuk Rumah sakit” teriak Junior yang langsung mengeluarkan kepalanya melewati jendela mobilnya. Yeri langsung menoleh kearah pria itu ketika mendengar ucapannya, perlahan gadis itu berjalan medekat menuju pria itu.

“Apa yang baru saja kau katakan ?” tanya Yeri yang terlihat gelisah

“Sudahlah cepat masuk kedalam mobilku, nanti diperjalanan akan aku jelaskan padamu”

“Baiklah” lalu segerlah gadis itu masuk kedalam mobil Junior

Ditengah perjalan Yeri terus saja menanyakan tentang keadaan eonnienya, namun Junior sama sekali tidak menanggapi pertanyaan itu. Ia sengaja tidak mau menjawab setiap pertanyaan yang dilontarkan gadis itu padanya, karena pria itu tidak ingin Yeri mengetahui yang sebenarnya. Tidak lama kemudian mereka sampai disebuah Restoran Mie Ramen, lalu segeralah kedua orang itu keluar dari dalam mobil. Wajah Yeri langsung terlihat bingung dengan apa yang ia lihat, namun saat ingin bertanya pada Junior, tiba – tiba saja pria itu menarik tanganya masuk kedalam tempat itu.

Ketika duduk disalah satu meja yang kosong, Junior langsung memanggil pelayan dan segera memesan dua mangkuk Mie Ramen. Yeri hanya sama sekali tidak berkutik, bahkan ia tidak bisa mengedipakan kedua matanya. Namun dibalik kebungkaman itu terdapat amarah yang tengah berkobar – kobar, tanpa pikir panjang Yeri langsung memarahi pria itu.

“Kenapa kau mengajakku ketempat ini dan bukan keRumah Sakit ?” tanya Yeri lantang

“Sudahlah, kita makan dulu saja” sahut Junior singkat

“Jadi kau mengajakku ketempat ini, hanya untuk menemanimu makan Mie Ramen” gadis mulai membulatkan kedua matanya kearah Junior.

“Nde, memangnya tidak boleh, lagipula jika aku bilang padamu dari awal pasti kau tidak akan mau menemaniku” pria itu berkata dengan santai

“Kau memang menyebalkan, aku sangat khawatir ketika kau bilang jika eonnieku masuk Rumah Sakit, namun nyatanya ucapanmu itu hanyalah kebohongan. Kau memang keterlaluan, lebih baik aku pergi saja dari tempat ini” Yeri segera bangun dari tempat duduknya, namun ketika ia hendak ingin pergi. Tiba – tiba saja Junior kembali menarik tanganya dan langsung memeluk gadis itu. Yeri sangat terkejut melihat tindakan Junior, ia mencoba untuk melepaskan dirinya dari pelukan pria itu.

“Sudahlah lepaskan aku, kau tidak lihat semua orang memperhatikan kita” protes Yeri sambil menatap sekelilingnya.

“Aku tidak mau, lagipula kau memang harus dipeluk” balas Junior

“Junior –ah, cepat lepaskan aku !” Yeri terus saja mencoba melepaskan dirinya, namun semakin ia memberontak semakin erat juga pria itu memeluknya.

“Aku tidak akan pernah melepaskanmu, kau telah membuatku diriku terus saja memikirkanmu”

“Kau bicara apa sih ?, sudahlah lepaskan aku”

“Baiklah” pria itu langsung melepaskan Yeri dari pelukannya, namun raut wajah Junior berubah menjadi pucat. Bahkan tubuhnya mulai berkeringat dingin, seketika Yeri heran melihat kondisi pria itu yang sangat aneh.

“Kau baik – baik saja, atau jangan – jangan kau sedang sakit” tanya Yeri sambil memandang wajah pria itu.

“Aku tidak apa – apa, hanya saja kepalaku sedikit pusing” sahut Junior pelan

“Junior –ah, apakah kita harus keRumah sakit soalnya wajahmu sangat pucat”

“Tidak perlu”

Setelah mengatakan hal itu tiba – tiba saja Junior langsung pingsan. Yeri terlihat panik ketika pria itu pingsan. Lalu segeralah gadis itu membawa Junior menuju Rumah Sakit. Yeri hanya bisa menunggu diluar ruangan ketika dokter memeriksa keadaan Junior. Tidak lama kemudian akhirnya pria itu tersadar, ia sedikit terkejut ketika melihat Yeri dihadapannya.

“Kenapa kau tidak pulang saja ?” tanya Junior pelan

“Aku tidak mungkin meninggalkanmu dalam keadaan seperti ini” Sahut Yeri

“Gomawo, dan maaf jika aku membuatmu marah”

“Sudahlah lupakan saja hal itu, lebih baik kau pikirkan saja dirimu. Tapi aku sangat bingung kenapa kau tiba – tiba saja pingsan, padahal sebelumnya keadaanmu baik – baik saja”

“Sebenarnya aku punya rasa gugup yang berlebihan, namun tidak pernah sampai pingsan. Tapi baru kali ini rasa gugupku membuatku menjadi tidak berdaya”

“Jangan – jangan karena memelukku, kau jadi pingsan”

“Mungkin saja, tapi bisa juga karena faktor kelelahan”

“Sudahlah, lebih baik sekarang kita pulang”

“Memangnya dokter sudah memperbolehkanku pulang kerumah ?”

“Nde”

“Tapi aku tidak ingin pulang kerumahku, boleh tidak aku menginap diApartemenmu ?”

“Karena kau sedang sakit, aku dengan terpaksa berkata iya padamu”

“Gomawo, baiklah ayo kita pulang”

Lalu segeralah mereka pulang menuju Apartemen, ketika tiba disana. Yeri langsung mengantar pria itu menuju kamarnya, walaupun ia merasa sedikit tidak nyaman dengan kehadiran Junior, namun hal itu harus bisa ia terima. Tidak disangka saat Yeri hendak ingin pergi dari dalam kamar pria itu, tiba – tiba saja Junior meminta gadis itu untuk menemaninya sepanjang malam.Mendengar permintaan pria itu, Yeri langsung membentaknya.

“Memangnya aku penjagamu, sudahlah jangan minta yang aneh – aneh padaku” ucap Yeri lantang

“Tapi akukan sedang sakit, lagipula aku seperti ini karenamu, jadi kau harus bertanggung jawab atas perbuatanmu” balas Junior

“Memangnya aku melakukan hal apa, kau seperti itu karena kesalahanmu sendiri” lalu segeralah gadis itu pergi, namun ketika hendak ingin membuka pintu kamar itu, tiba – tiba saja Junior mengatakan hal yang tidak teduga.

“Yeri –ah, aku mohon temani aku, kau adalah satu – satunya orang yang bisa aku percaya” ucap Junior sambil memandang gadis itu dari tempat tidur. Seketika Yeri langsung berbalik kearah Junior, dan akhirnya ia memilih untuk menerima permintaan itu.

Sepanjang malam Yeri terus berusaha untuk menahan rasa kantuknya, namun jal itu tidak bisa ia lakukan. Karena begitu ia menguap yang kedua puluh kalinya, gadis itu langsung tertidur. Disaat tengah malam Junior terbangun dari mimpinya, melihat Yeri yang tertidur dalam keadaan duduk bersandar pada bangku. Pria iu langsung bangun dari tempat tidur, dan segera menggendong Yeri menuju kamar gadis itu.

 

_

 

Dipagi harinya Yeri langsung terbangun dari tidurnya, namun gadis itu sedikit heran ketika baru menyadari jika ia tengah berada didalam kamarnya. Yeri mengira jika ia mungkin saja tertidur sambil berjalan, dan akhirnya hal itu berujung pada kamarnya sendiri. Lalu segeralah ia bersiap – siap untuk berangkat keSekolah. Ketika hendak ingin mengambil air minum didapur, gadis itu terkejut melihat Junior tengah memasak. Karena penasaran Yeri langsung mengahampiri pria itu.

“Kau sedang memasak ?” tanya Yeri tiba – tiba

“Tidak aku sedangg mandi, jadi kau jangan mengintipku, lebih baik kau duduk saja dimeja makan” sahut Junior

“Baiklah” balas Yeri datar

Ketika mereka tengah sarapan pagi, muncul rasa curiga dipikiran Yeri. Ia tidak menyangka makanan yang tengah ia makan rasanya sangat lezat, padahal yang membuatnya mengaku tidak bisa memasak. Tanpa pikir panjang gadis itu langsung melontarkan beberapa kata – kata yang cukup menyakitkan pada Junior.

“Makanan buatanmu sedikit asin, jadi kurangi penggunaan garam ketika memasak, atau jangan – jangan kau memang tidak bisa memasak” sindir Yeri sambil melirik pria itu.

“Aku memang tidak bisa memasak, itu sebabnya aku mensearching diInternet beberapa resep makanan” balas Junior

“Tapi tetap saja kemampuan memasakmu tidak bisa dibandingkan dengan kemampuan memasakku, kau berada sangat jauh dibawahku, jadi jangan berharap bisa menandingiku” Yeri berkata dengan sangat sombong kepada pria itu. Namun Junior hanya diam saja ketika mendengar ucapan Yeri, bahkan setelah makanannya habis, ia langsung berpamitan pada gadis itu dan segera pulang.Yeri tidak bisa berkata apapun ketika pria itu pergi, hanya saja muncul perasaan aneh yang tersimpan dihatinya.

 

 

_*_

 

Suasana hening terlihat ketika seorang gadis dan ketiga adik iparnya tengah makan malam bersama, tidak ada satupun orang diantara mereka yang berkutik, Hanya suara nyaring dari sendok dan piring yang saling bertemu. Namun hal itu membuat perasaan seorang gadis menjadi tidak tenang, ia terus saja memandangi wajah ketiga adik iparnya. Sesekali Eun ji tersenyum kepada pria – pria itu, tetapi mereka hanya membalas dengan pandangan sekilas saja.

Ketika dirasa sudah kenyang, ketiga pria itu langsung berdiri dari kursinya. Namun ketika hendak ingin pergi kekamarnya masing – masing, Eun ji tiba – tiba saja berteriak.

“Kembali ketempat duduk kalian masing – masing !!” teriak gadis itu sambil memukul meja makan.

Seketika ketiga adik iparnya menoleh kearahnya, namun mereka malah tertawa.

“Hahaha … noona kau kenapa ?” tanya Junior sambil duduk kembali dikursinya

“Aku baik – baik saja, sudahlah kalian jangan banyak bertanya. Ada hal yang penting yang harus aku sampaikan pada kalian” sahut Eun ji yang terlihat emosi

“Ada hal apa memangnya ?” tanya Sehun

“Mulai sekarang semua pekerjaan kalian menjadi tanggung jawabku, dan tugas kalian hanya fokus pada kuliah saja” balas Eun ji

“What did you mean?” tanya Bam bam

“Maksudku kalian tidak perlu lagi mengerjakan pekerjaan rumah. Misalnya kau Sehun, biasanyakan kau selalu membersihkan ruang tamu dan dapur. Tapi sekarang tugasmu itu menjadi tugasku” sahut Eun ji sambil memandangi ketiga adik iparnya.

“Berarti kau juga yang akan memasak, menyapu dan mencuci pakaian ?” ucap Junior yang terlihat bersemangat

“Nde, jadi kalian tidak perlu melakukan hal itu lagi” seru Eun ji

“Yeahhh !!, akhirnya sekarang aku bisa hidup bebas tanpa adanya peraturan lagi” Junior langsung berteriak sambil mengangkat kedua tanganya keatas.

“Baguslah, berarti sekarang kau sudah menjadi ibu rumah tangga. Aku berharap kau selalu siap melayani suamimu dan ketiga adik iparmu ini” ucap Bam bam

“Yaudah sekarang kalian kekamar aja, biarkan aku yang membersihkan meja makan” ujar Eun ji

Lalu pergilah ketiga pria itu menuju kamarnya masing – masing. Melihat banyak sekali piring kotor diatas meja, membuat Eun ji menjadi tidak bersemangat lagi. Padahal sebelumnya ia terlihat sangat tidak sabar untuk melakukan semua itu, namun ketika akan mencobanya hal itu berubah menjadi sebuah penyesalan. Dengan sangat terpaksa Eun ji harus mencuci piring lalu membersihkan meja.

Jam menununjukan pukul sepuluh malam, disaat itulah semua orang tengah terlelap dalam mimpi mereka. Namun berbeda dengan Eun ji, ia terlihat sibuk dengan pekerjaannya, apalagi saat itu Chanyeol belum pulang. Sehingga Eun ji merasa sangat kesepian. Setelah selesai mencuci piring Eun ji segera membersihkan meja yang terlihat sedikit kotor, namun tiba – tiba saja terdengar suara gemuruh dari arah luar.

Eun ji langsung mengintip dari jendela rumahnya, tidak disangka hujan turun dengan sangat deras sehingga menimbulkan suara bising. Lalu segeralah gadis itu kembali melanjutkan pekerjaanya. Beberapa menit kemudian hawa hangat berubah menjadi dingin ditempat itu, sesekali Eun ji bersin karena tubuhnya merasa sedikit kedinginan. Sambil membersihkan meja gadis itu terus saja mengusap – ngusap hidungnya, bahkan tanpa ia sadari hidungnya mulai memerah.

Tidak lama kemudian rasa kantuk mulai menyerang Eun ji, bahkan ia terus saja menguap berkali – kali. Karena sudah tidak tahan, akhirnya ia memilih memejamkan kedua matanya. Sepanjang malam gadis itu tertidur dimeja makan, bahkan sesekali ia mengigau hal yang aneh. Disaat tengah malam Chanyeol akhirnya pulang dari Cafenya, karena merasa sedikit haus ia segera berjalan menuju arah dapur.

Tidak disangka saat pria itu mengabil sebotol air dari dalam lemari es, ia dikejutkan dengan seorang gadis yang tengah tertidur. Chanyeol tau jika gadis itu adalah istrinya, perlahan ia berjalan mendekat kearah Eun ji. Ketika tepat berada dihadapan gadis itu, Chanyeol malah memilih untuk duduk disamping istrinya. Ia sebenarnya ingin menggendong Eun ji kekamar, namun tiba – tiba saja muncul pemikiran aneh dipikiran pria itu. Chanyeol memutuskan untuk tidur bersama istrinya didapur, sambil memandangi wajah gadis itu, sesekali Chanyeol mencubit hidung Eun ji. Namun gadis itu malah menggerakan mata dan bibirnya, seakan – akan ia merasa menggigil. Melihat hal itu segeralah Chanyeol melepaskan jaketnya, lalu menyelimuti tubuh istrinya dengan benda itu.

Karena merasa khawatir dengan keadaan Eun ji, pria itu langsung menggendong istrinya menuju kamar. Namun saat hal itu terjadi, tiba – tiba saja Eun ji mengigau, gadis itu berkata jika ia tidak ingin meninggalkan meja makan sebelum suaminya pulang. Karena tidak ada pilihan lain, akhirnya Chanyeol harus menggunakan cara pemaksaan. Dengan segera ia menutup mulut istrinya dengan kain lap yang dipegang oleh Eun ji, lalu langsung menggendong istrinya menuju kamar.

Setibanya didalam kamar, Chanyeol langsung membaringkan tubuh Eun ji ditempat tidur. Lalu segera menyelimuti istrinya dengan selimut yang ada ditempat tidurnya. Karena merasa tidak nyaman dengan pakaiannya, pria itu memilih untuk mengganti pakainnya terlebih dahulu sebelum tidur. Sepanjang malam Chanyeol terus terganggu dengan mimpi istrinya, karena Eun ji tidak henti – hentinya mengigau.

Meskipun sudah terganjal dengan kain lap, tetap saja gadis itu masih bisa berbicara. Karena sudah tidak tahan Chanyeol langsung menutupi telinganya dengan bantal kepalanya, namun hal itu tidak membuatnya merasa tenang. Lalu segeralah Chanyeol membangunkan istriya, namun sebelum ia melakukan hal itu, tiba – tiba saja Eun ji terbangun sambil berteriak.

“Tidak !!!” teriak gadis itu

“Kau kenapa ?” tanya Chanyeol yang langsung memeluk istrinya

“Oppa, aku bermimpi jika adikku akan meninggalkanku” sahut Eun ji yang terlihat gelisah.

“Kau hanya bermimpi saja, sudahlah lebih baik kau kembali tidur” Chanyeol langsung mengajak istrinya untuk kembali tidur, namun Eun ji tetap saja merasa sangat gelisah. Bahkan ia tidak mau terlepas dari pelukan suaminya, sehingga sepanjang malam Chanyeol terus saja memeluk istrinya.

 

_

 

Ketika fajar tiba, Eun ji segera bangun dari tidurnya ketika mendengar alaram diponselnya berbunyi. Jam yang menempel didinding menunjukan pukul enam pagi, disaat itu juga semua adik iparnya bahkna suaminya masih terlelap dalam mimpi. Dengan segera Eun ji memamfaatkan kesempatan itu untuk menyiapkan sarapan pagi bagi keluarganya, beruntung hari itu ia tidak ada kuliah karena dosen Kim sedang sakit.

Lalu segerlah Eun ji memasak sarapan pagi, gadis itu berniat ingin membuat Dakjuk. Karena ia berfikir makanan yang satu ini sangat cocok sekali untuk sarapan dipagi hari. Dengan dibantu oleh panduan dari buku resep, Eun ji sama sekali tidak merasa kesulitan. Hanya saja ada beberapa steps yang membuatnya sedikit bingung, namun hal itu tidak bisa menghentikan niatnya untuk memasak.

Sekitar setengah jam ia mempersiapkan sarapan, dan akhirnya semua itu berjalam sesuai dengan rencana. Lalu segeralah Eun ji membangunkan suaminya beserta dengan ketiga adik iparnya yang masih saja tertidur, namun sebelumnya gadis itu terlebih dahulu mengambil alat speaker, agar ia lebih mudah membangunkan keempat pria itu. Kamar yang pertama kali ia datangi ialah kamar adik iparnya yang paling muda, gadis itu perlahan masuk kedalam kamar Bam bam.

Ketika tepat berada dihadapan pria itu, Eun ji sebelumnya mengetes alat speakernya. Dirasa sudah siap untuk bekerja dengan baik, gadis itu langsung menarik nafasnya dalam – dalam, lalu segerlah ia berteriak sambil membangukan pria itu.

“Bam bam-ah … !!!, bangunlah ini sudah pagi … !!!!” teriak Eun ji menggunakan alat speake itu. Secara langsung Bam bam terbangun dari tidurnya, karena merasa terganggangu pria itu segera memarahi noonanya.

“Kau sedang apa didalam kamarku, sudahlah kau jangan menggangguku, aku masih sangat mengantuk” balas Bam bam sambil mengusap – ngusap matanya.

“Tapi kau harus segera bangun …. !!, karena kau harus pergi kekampus !!!!” teriak Eun ji kembali

“Hentikan noona, baiklah aku akan bangun” protes Bam bam yang langsung pergi menuju kamar mandi. Melihat hal itu Eun ji hanya tersenyum kecil, lalu segeralah ia pergi menuju kamar selanjutnya.

Disaat berada didalam kamar Junior, gadis itu sedikit terkejut melihat adik iparnya yang tengah tertidur sambil mengemut ibu jari tangannya. Karena merasa tidak suka melihat hal itu, Eun ji segera membangunkan Junior dengan menggunakan tehnik yang sama saat ia membangunkan Bam bam. Namun anehnya ketika Junior ternbangun, wajahnya sedikit gugup. Apalagi Eun ji menatapnya dengan sangat serius, sehingga membuat pria itu tidak berani melihat wajah noonanya.

“Kenapa kau mengemut ibu jarimu saat tertidur ?” tanya Eun ji tiba – tiba

“Aku tidak mengemut ibu jariku, memangnya aku melakukan hal itu ?” sahut Junior sambil mengalihkan pandangannya dari Eun ji.

“Nde, tapi apakah hyungmu tau tentang kebiasaanmu ini?” tanya Eun ji kembali

“Hyung tidak tau, soalnya dia tidak pernah masuk kedalam kamarku. Jadi aku mohon kau jangan beritau hal ini pada hyungku” raut wajah Junior berubah menjadi sedih ketika mengatakan hal itu.

“Baiklah, tapi aku mohon kau harus menghilangkan kebiasaan itu, jangan sampai hyungmu melihatmu tertidur sambil mengemut ibu jari. Pasti dia akan marah padamu” ucap Eun ji

“Aku akan berusaha” balas Junior sambil tersenyum

“Yaudah, sekarang kau harus bersiap – siap untuk pergi keKampus” gadis itu langsung menarik tanga Junior menuju kamar mandi.

Setela itu ia berjalan menuju kamar Sehun, ketika tepat berada didepan pintu kamar itu. Perasaannya sangat gugup, bahkan untuk memutar kenob pintu saja tangan Eun ji terus saja bergetar. Namun gadis itu mencoba untuk memberanikan dirinya, akhirnya pintu kamar itupun terbuka. Lalu berjalanlah Eun ji masuk kedalam tempat itu.

Tidak disangka saat berada didalam kamar adik iparnya, nampak Sehun yang tengah membaca buku ditempat tidur sambil mengenakan Ear Phone ditelinganya. Melihat hal itu Eun ji hanya bisa diam saja, bahkan yang tadinya ia ingin menarik nafasnya dalam – dalam, kini semua udara itu terbuang sia – sia dari dalam mulut gadis itu. perlahan Eun ji berjalan mendekat kearah Sehun, ketika tepat berada dihadapan pria itu. Eun ji langsung memanggil – manggil namanya.

“Sehun –ah !” panggil Eun ji

Namun Sehun hanya diam saja ketika namanya dipanggil oleh Eun ji, bahkan menatap gadis itu saja, Sehun tidak melakukannya. Berulang – ulang kali Eun ji mencoba untuk memanggil pria itu, namun tetap saja tidak ada tanggapan dari Sehun. Karena kesal Eun ji langsung menarik nafasnya dalam – dalam, lalu segera berteriak menggunakan alat speaker itu.

“Sehun –ah … !!!” teriak Eun ji. Tetapi tetap saja tidak ada respon apapun, akhirnya ia mencoba untuk menarik nafanya kembali dalam – dalam, lalu segera berterik dengan sangat keras.

“S … e … h … u … n … -ah … !!!!!!” teriak Eun ji kembali hingga wajahnya mulai membiru. Karena sudah tidak kuat lagi, bahkan untuk bicara saja sangat sulit baginya. Eun ji memutuskan untuk pergi saja dari dalam kamar Sehun. Namun ketika hendak ingin pergi, tiba – tiba saja pria itu menarik tangannya hingga Eun ji terjatuh kedalam pelukannya.

Eun ji hanya diam saja ketika tubuhnya berada tepat diatas tubuh Sehun, gadis itu tidak tau apa yang harus ia lakukan. Namun berbeda dengan Sehun, pria itu terus saja menatap wajah noonanya.

“Kau tidak perlu berteriak sekeras itu, dari tadi aku sudah mendengarmu” ucap Sehun pelan. Mendengar hal itu Eun ji hanya bisa menelan air liurnya saja. Namun anehnya gadis itu tidak bisa menggerakan bibirnya, sehingga ia tidak bisa menanggapi ucapan Sehun.

“Apakah kau tidak ingin bangun, tubuhku terasa sedikit sakit karena kau menimpaku” ujar Sehun. Lalu segeralah Eun ji bangun, wajanya mulai terlihat pucat. Bahkan sekujur tubuh gadis itu dipenuhi oleh air keringat.

“S .. ehun –ah, ce … patlah ber … siap un … tuk per … gi ke … Kampus” ucap Eun ji gugup

“Baiklah noona” balas Sehun sambil tersenyum

Lalu pergilah Eun ji dari dalam kamar itu, kaki dan tanganya terus saja bergetar ketika tengah berjalan menuju kamar suaminya. Ketika tiba didalam kamarnya, ia melihat Chanyeol yang tengah memakai dasi. Lalu segeralah Eun ji menghampiri suaminya. Gadis itu langsung membantu Chanyeol untuk memakai dasi, namun karena terus saja membayangkan tentang peristiwa tadi. Eun ji tidak sadar jika ia telah menarik dasi itu terlalu kencang sehingga melilit leher suaminya. Chanyeol berusaha memberitau istrinya, namun gadis itu hanya diam saja.

“Eun ji- ya kau mencekik leherku” protes Chanyeol sambil mencoba menepuk bahu istrinya. Seketika gadis itu baru tersadar saat Chanyeol menepuk bahunya, lalu segeralah Eun ji melonggarkan dasi itu.

“Kau baik – baik saja oppa, maafkan aku” ucap Eun ji

“Iya aku baik – baik saja, tapi leherku sedikit terasa sakit” pria itu langsung memegang lehernya. Eun ji merasa sangat bersalah karena telah melakukan hal itu pada suaminya. Lalu segeralah Eun ji mengoleskan obat pada leher suaminya untuk menghilangkan rasa sakit dileher pria itu.

“Sekali lagi aku minta maaf, aku tidak sengaja melakukan hal itu” ucap Eun ji sambil menundukan kepalanya dihadapan pria itu.

“Tidak apa – apa, lagipula leherku tadinya terasa pegal namun setelah kau melilitnya, sekarang jadi tidak terlalu pegal” balas Chanyeol sambil tersenyum

“Baiklah, lebih baik kita sarapan saja, pasti adik – adik sudah menunggu kita” ajak Eun ji

“Ayo” pria itu langsung menarik tangan istrinya menuju ruang makan

Ketika tengah sarapan, Eun ji sama sekali tidak berani menatap wajah Sehun. mengingat jika ia dan pria itu baru saja berpelukan, membuat Eun ji merasa tidak tenang. Namun ia harus bisa mengendalikan dirinya. Melihat wajah Eun ji yang sedikit pucat, membuat Chanyeol menjadi khawatir.

“Kau baik – baik saja ?” tanya Chanyeol sambil memandang wajah istrinya.

“Nde, aku baik – baik saja” sahut Eun ji pelan

Namun tiba – tiba saja Junior dan Bam bam memarahi Eun ji, rupanya mereka kesal dengan tindakan gadis itu saat mencoba membangunkan mereka.

“Noona, aku mohon jangan pernah berteriak didalam kamarku” protes Bam bam

“Itu benar, aku sangat kesal padamu seharusnya kau membangunkanku dengan cara yang lembut, tidak seperti tadi” lanjut Junior

“Baiklah maafkan aku, tapi sekarang kalian harus berangkat bersama dengan oppa” balas Eun ji

“Kau bicara apa noona, kami lebih senang berangkat sendiri – sendiri” sahut Sehun

“Pokoknya tidak boleh, oppa kau harus mengantar ketiga adikmu keKampus dengan selamat” seru Eun ji sambil menatap suaminya.

“Baiklah, aku akan berangkat bersama dengan mereka” ucap Chanyeol

Lalu segeralah keempat pria itu berjalan menuju halama luar rumah, namun tiba – tiba saja Sehun menghentikan langkahnya. Pria berbalik kearah Eun ji yang berada dibelakangnya, rupanya ia ingin mengatakan sesuatu pada noonanya.

“Kau jangan pikirkan kejadian itu, aku tidak ada maksud apapun, jadi lupakan saja dan anggap itu hal yang tidak disengaja” ucap Sehun singkat lalu segeralah ia pergi menyusul saudara – saudaranya. Eun ji hanya tersenyum kecil, karena ia tau jika adik iparnya tidak bersungguh – sungguh melakukan hal itu.

 

 

 

_*_

 

Gadis itu terus saja berdiri didepan pintu Restoran, rupanya ia ingin menunggu seseorang. Ketika orang yang ditunggunya sudah datang, segeralah ia membukakan pintu itu untuk sang pria tersebut. Joy tersenyum kecil saat Bam bam lewat dihadapannya, namun pria itu tidak berbalik senyum, melainkan hanya mengucapkan selamat siang saja padanya. Karena merasa tidak suka dengan sikap pria itu, Joy langsung memarahinya.

“Kau sombong sekali, seharusnya sebagai seorang senior kau harus membalas senyuman dariku” protes Joy sambil mengahalangi jalan pria itu

“Aku sudah bilang padamu, jangan anggap aku sebagai seniormu. Lagipula kenapa memangnya jika aku tidak membalas senyumanmu itu ?” tanya Bam bam sambil menatap wajah gadis itu.

“Kau berarti telah bersikap tidak sopan padaku, dan itu melanggar tata tertib seorang senior” sahut Joy

“Baiklah, coba kau beritau aku, apakah senyumanamu itu sedap dipandang atau tidak sama sekali. Karena aku melihat jika senyuman itu tidak ada menariknya sama sekali, manis juga tidak, bahkan cantik juga tidak” sindir Bam bam

“Aku ngaku jika aku ini tidak cantik, tapi secara keseluruhan aku lebih baik darimu, dan yang paling terpenting aku adalah juniormu, sehingga kau harus terus memanjakanku” sindir Joy kembali

“bermimpilah sesuka hatimu” pria itu langsung berjalan menuju dapur, dan meninggalkan Joy sendirian yang terlihat kebingungan.

Disaat tengah menyiapkan pesanan salah seorang pembeli, Bam bam terlihat sangat konsentrasi. Sekalipun Joy menggangunya, ia tetap saja memfokuskan perhatiaannya pada masakan yang tengah ia buat. Setelah hindangan yang telah ia buat selesai, Bam bam beristirahat sejenak dengan cara duduk dikursi yang tepat berada didepan lemari es. Karena suhu diwaktu itu berkisar antara 25*c – 35*c, sehingga membuat hawa dapur sangat panas.

Sambil memainkan ponselnya, Bam bam menyegarkan tubunhya didepan lemari es. Namun berbeda dengan Joy, gadis itu terlihat sangat sibuk menyiapkan pesanan pembeli. Bahkan untuk menghapus keringat yang terus saja mengalir diwajahnya, ia tidak mampu melakukan hal itu. Bam bam hanya bisa menghela nafasnya, namun disisi lain ia juga merasa kasihan dengan gadis itu.

Perlahan pria itu berjalan mendekat kearah Joy, namun ketika tepat berada disamping gadis itu. Joy menatapnya dengan sangat sinis.

“Sedang apa kau disini ?, bukanya kau sedang bersantai sambil duduk” ucap Joy sinis

“Itu memang benar, tapi aku lihat kau sangat repot sekali, atau jangan – jangan kau tidak sanggup mengerjakan semua itu” balas Bam bam

“Aku bisa, hanya saja kau harus pergi dari hadapanku, dan jangan pernah berharap jika aku akan meminta bantuan darimu” ujar Joy sombong

“Baiklah” Bam bam kembali duduk ditempatnya yang semula. Namun beberapa menit kemudian, Joy mengahampiri pria itu.

“Aku mohon senior, bantu aku. Kau memang benar aku sangat repot sekali, jadi bantulah aku” mohon Joy sambil berlutut dihadapan pria itu.

“Baiklah aku akan membantumu, tapi kau harus menarik kembali semua kata – katamu tadi padaku” balas Bam bam sambil menatap wajah gadis itu yang telihat sedikit kebingungan.

“Nde, aku berharap kau membantuku”

“Lebih keras lagi, aku sama sekali tidak mendengarnya”

“Aku berharap kau membantuku” gadis itu terus saja mengulang – ulang perkataannya, karena Bam bam juga telah berulang kali menyuruhnya berkata seperti itu. Merasa dibodohi oleh seniornya, Joy langsung berdiri, dan segera memarahi pria itu.

“Aku tau, kau hanya ingin mengerjaiku dengan cara yang tidak jelas seperti ini. Jika kau tidak mau menolongku, katakan saja padaku” protes Joy

“Baiklah aku minta maaf, yaudah ayo kita memasak” ajak Bam bam

“Tidak perlu, aku bisa melakukannya sendiri, jadi kau jangan berharap lagi jika aku akan meminta bantuan darimu, karena ini terakhir kalinya aku meminta bantuan padamu” gadis itu langsung pergi menuju dapurnya untuk melanjutkan pekerjaannya. Namun disisi lain terihat Bam bam yang terus menatap Joy, rupanya ia merasa sedikit berasalah pada gadis itu. Namun tidak ada yang bisa ia perbuat, selain mengawasi Joy dari arah kejauhan.

Ketika hidangannya selesai dibuat, Joy merasa sangat lega. Akhirnya hari yang melelahkan ini bisa terhenti juga, namun saat hendak ingin beristirahat tiba – tiba saja Manager Restoran memanggilnya. Dengan segera gadis itu pergi menuju ruangan Kepala Manager. Tidak disangka saat tiba disana, terlihat Bam bam yang tengah berdiskusi dengan sang Kepala Manager.

Melihat kehadiran Joy, sang Kepala Manager langsung memberitaukan hal yang penting padanya.

“Kerjamu sangat bagus Joy –ssi, namun saat salah satu pelanggan kita ada yang mengeluh, hal itu membuat saya harus bertindak sesuatu padamu” ucap Kepala Manager.

“Maksudnya apa ?, aku tidak mengerti” sahut Joy

“Kau akan belajar memasak dengan renkan kita Park Bam bam, dia akan membantumu dalam hal memasak” balas Kepala Manager

“Mwo ?, aku tidak mau lebih baik aku kursus masak diluar saja, daripada harus belajar masak dengannya” protes Joy sambil menatap sinis kearah Bam bam.

“Tidak bisa, tuan Park sangat berbakat dalam hal memasak, sehingga kemampuannya tidak bisa diragukan lagi. Sudahlah pokoknya setelah Restoran tutup kau dan tuan Park akan tetap berada didapur” ucap Kepala Manager. Mendengar hal itu Bam bam hanya bisa tersnyum kecil, namun berbeda dengan Joy, gadis itu terlihat sangat kesal ketika mendapat perintah yang tidak ia inginkan. Dengan terpaksa Joy harus mengiyakan perintah itu.

 

 

 

_*_

 

Ketika tengah sibuk mempersiapkan makan malam, tiba – tiba saja bel rumahnya berbunyi. Lalu segerlah Eun ji berlari menuju pintu ruamhnya, ketika pintu itu terbuka, terlihat Min ho yang tengah berdiri dihadapannya. Gadis itu sedikit terkejut melihat kehadiran temannya, namun karena merasa tidak sopan, Eun ji langsung mempersilahkan Min ho masuk kedalam rumahnya.

“Ada apa kau kesini ?” tanya Eun ji sambil duduk disofa bersama dengan pria itu

“Aku hanya ingin bertemu denganmu saja, aku kira kau ada diapartemen, tapi ternyata kau tengah berada dirumah kekasihmu” sahut Min ho yang terus saja memandang wajah Eun ji.

“Iya, soalnya aku ada urusan dengan Chanyeol oppa” balas Eun ji

“Aku bisa mengerti, tapi sepertinya kau terlihat sangat lelah” ucap Min ho sambil memperhatikan Eun ji

“Tidak kok, lagipula aku baru saja selesai masak” Eun ji hanya tersenyum kecil untuk menanggapi ucapan itu.

“Apakah kau dianggap sebagai pembantu dirumah ini ?” tanya Min ho tiba – tiba.

“Tidak, aku melakukan ini hanya untuk membantu Chanyeol oppa saja, dan aku rasa hal ini wajar – wajar saja” sahut Eun ji yang terlihat sedikit kesal

“Kau benar, tapi pikirkan lagi kau bukanlah anggota keluarga mereka, jadi mungkin saja mereka menganggapmu sebagai seorang pembantu”

“Aku yakin mereka tidak akan pernah memikirkan hal itu, baiklah aku rasa pacarku akan segera datang, jadi lebih baik sekarang kau pulang saja”

“Baiklah, sampai ketemu lagi” Min ho langsung berdiri dari sofa, dan segera pergi meninggalkan rumah itu.

Tidak lama kemudian datanglah Chanyeol beserta dengan ketiga adiknya, mereka langsung berjalan menuju ruang makan. Namun ketika berada disana, keempat pria itu dikejutkan dengan penampilan Eun ji yang sangat aneh. Gadis itu memakai Dress mini bewarna merah, dan mengenakan sepasang sepatu highheels bewarna hitam, dan wajahnya dihiasi oleh balutan make up yang cukup tebal.

Seketika mereka heran melihat keadaan Eun ji yang aneh, bahkan gadis itu terus saja tersenyum. Tanpa pikir panjang Eun ji segera mempersilahkan keempat pria itu untuk duduk dikursi mereka masing – masing.

“Baiklah selamat makan” seru Eun ji. Namun saat ia berkata seperti itu, tidak ada satupun orang yang menyentuh piring ataupun sendok yang tergeletak diatas meja. Mereka terus saja memandangi Eun ji dengan tatapan serius, bahkan Chanyeol tidak bisa mengedipkan kedua matanya.

“Kalian tidak ingin makan, padahal aku sudah membuatkan kalian Bulgogi yang enak” ucap Eun ji sambil menundukan kepalanya kebawah. Namun tetap saja tidak ada yang berkutik. Setelah beberapa menit kemudian, akhirnya Junior bergeming juga.

“Noona, apakah kau tidak bisa memakai iyeliner ?” tanya Junior sambil menatap Eun ji .

“Sebenarnya aku tidak bisa, tapi aku coba saja memakai iyeliner sendiri” sahut Eun ji

“Sepertinya kau harus melihat wajahmu kekaca” saran Junior

“Mamangnya kenapa dengan wajahku” Eun ji segera mengambil ponselnya untuk berkaca, disaat ia melihat keadaan wajahnya. Gadis itu langsung berteriak, ketika melihat iyeliner yang seharusnya menghiasi matanya, kini malah membuat wajahnya menjadi buruk.

“Kenapa iyelinernya menutupi alisku, pantas saja dari tadi aku merasa sangat tidak nyaman” keluh Eun ji sambil mengahapus iyelier itu dari alisnya, namun hal itu malah membuat kulit area matanya beruba menjadi hitam. Melihat keadaan Eun ji, Chanyeol dan adik – adiknya hanya tersenyum saja. Namun karena merasa telah dihikyanati, Eun ji langsung memarahi keempat pria itu.

“Seharusnya kalian memberitauku sejak awal, bukan diam saja. Kalian sudah membuatku merasa dipermalukan” protes Eun ji

“Baiklah maafkan kami, lagipula untuk apa kau memakai pakaian seperti itu ?” tanya Chanyeol sambil tersenyum.

“Aku hanya berpenampilan selayaknya seorang ibu dirumah ini, tapi ternyata malah membuatku seperti orang yang tidak waras” sahut Eun ji

“Noona bukan bergitu caranya, seharusnya kau hanya perlu berpenampilan sederhana saja. Dengan begitu kau bisa dikatakan sebagai seorang istri yang baik” puji Junior

“Baiklah, aku akan berpenampilan sederhana saja” balas Eun ji yang terlihat sedikit cemberut.

“Sudahlah sekarang kau tidak perlu memikirkan hal itu, besok aku akan mengajakmu belanja pakaian diMall” ucap Chanyeol

“Benarkah oppa ?” wajah Eun ji kembali terlihat bersemangat ketika mendengar ucapan suaminya.

“Iya, besok siang setelah kau pulang kuliah” lanjut Chanyeol

“Yeahhh …” teriak Eun ji sambil tersenyum

“Tapi hyung kami juga boleh ikutkan, kebetulan ada beberapa barang – barang yang ingin aku beli” ucap Junior tiba – tiba. Namun wajah Eun ji kembali tidak bersemangat ketika salah satu adik iparnya berkeinginan untuk ikut. Seketika ia merasa sangat kesal, namun apa boleh buat tidak ada pilihan lain bagi Eun ji.

 

 

_

 

Matahari bersinar sangat terik ketika siang hari, namun hal itu tidak membuat perjalanan Eun ji dengan keluarganya menjadi terganggu. Justru mereka terlihat menikmati hal itu. Ketika tiba diMall, Chanyeol langsung menarik tangan istrinya menuju tempat toko pakaian wanita. Namun tiba – tiba saja, Junior meminta hyungnya untuk menemaninya mencari sepatu. Tetapi semakin lama kedua adik iparnya juga ikut meminta Chanyeol untuk menemani mereka. Sehingga Eun ji harus mengalah.

Karena sepatu yang ia beli cukup banyak, Junior harus meminta seseorang untuk membantunya. Namun ketiga saudaranya asyik sendiri. Sehun yang terlihat sibuk dengan ponselnya, sedangkan Bam bam dan Chanyeol tengah memilih pakaian untuk dibeli. Melihat Eun ji yang sedang duduk dikursi sambil melamun, tanpa pikir panjang Junior langsung meminta noonanya untuk membawa sebagian belanjaanya.

Eun ji hanya bisa menganggukan kepalanya. sambil memegang beberap paper bag, gadis itu terus saja memandangi Chanyeol yang tengah berdiri didepan kasir. Namun tiba – tiba saja Bam bam mengahampirinya, rupanya pria itu ingin meminta bantuan pada noonanya untuk membawakan beberapa pakaiannya. Dengan senag hati gadis itu membantu adik iparnya. Eun ji terlihat seperti orang bodoh, rambutnya yang sedikit berantakan dan bedaknya yang mulai luntur. Membuat wajah gadis itu menjadi kusam dan lesu, apalagi tidak ada satupun orang yang memperdulikannya.

Sekitar ada dua belas paper bag yang ia bawa ditangannya, rasa pegal mulai menyelimuti jari – jarinya. Namun Eun ji tidak bisa berbuat apa – apa. Ketika selesai shopping, mereka langsung berjala menuju pintu exit diMall itu. terlihat Chanyeol yang tengah berjalan bersama dengan ketiga adiknya sambil tertawa riah, sedangkan Eun ji hanya berjalan dibelakang mereka sambil membawa begitu banyak belanjaan ditangannya. Namun kelelahan itu bisa terbayarkan, karena melihat suaminya yang mulai dekat dengan ketiga adik iparnya.

“Tidak apa jika aku harus menjadi seorang pembantu bagi mereka, asalkan aku bisa melihat suamiku bahagia bersama dengan ketiga adik iparku” guman Eun ji didalam hatinya.

Lalu segeralah mereka pulang. Ditengah perjalanan Eun ji terlihat sangat lelah, bahkan ia tidak bisa menahan rasa kantuk yang mulai menyerangnya. Tiba – tiba saja gadis itu langsung tertidur.

Bersambung …

 

Message :

Gomawo chingu karena sudah setia membaca The Perfect Wife, jangan bosan untuk baca kelanjutan Chap nya yahh. Dan jangan lupa coment yah.

Ohh iya lupa, author mau kasih informasi buat kalian. Minggu depan author gk update dulu soalnya kan UKK. Jadi mohon maaf yah, author bakal update lagi selesai UKK.

Gamsahabnida Chingu, and Happy reading JJJ

 

 

 

Iklan

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s