[EXOFFI FREELANCE] MOTHER (Chapter 1)

PicsArt_05-21-05.31.53

 

MOTHER

Evina93 I Two shoot I PG 15

Family,

Byun Baekhyun, Kim Taehyung

“ karena kasih ibu tak terhingga sepanjang masa”

 

Keluarga harmonis. Ya itulah impian semua orang. Mempunyai istri atau suami yang menyayangi dan mencintaimu. Anak  yang bisa kau banggakan dan cintai. Orang tua yang menjadi panutan dan tempat kau berbagi keluh kesahmu. Kurang lebih seperti itulah gambaran keluarga harmonis.

Namun jika kau menanyakan hal itu pada seorang Byun Baekhyun maka jangan harap kau akan melihat kegembiraan yang terpancar dari wajahnya. Yang ada tatapan tajam dan aura gelap yang kau rasakan.

Mari kita mengenal seorang Byun Baekhyun, pria dengan mata sipit dan bibir tipis ini sebenarnya pria yang hangat dan penuh aura keceriaan, namun itu dulu sebelum kejadian yang menurut Baekhyun sangat menorehkan bekas luka yang mendalam di ingatan dan juga hatinya. Tapi tenang saja ia masih bisa tersenyum dan ceria, terutama dengan seseorang yang benar-benar tulus padanya.

Kehidupan dan takdir yang membuatnya seperti ini, menurut Baekhyun jika ia terpuruk terus maka ia tak akan bisa menjalani hidup.

***

“Sampai disini saja pertemuan kita kali ini, kalian jangan lupa mengerjakan tugas, mengerti?!” seorang pria tua baru saja memperingati para muridnya sebelum meninggalkan ruangan.

“Mengerti pak!!” jawab seluruh penghuni ruangan itu.

“Baiklah aku pergi” sang guru pun kelauar dari ruangan tersebut. Seketika semua penghuni kelas bernafas lega. Pelajaran guru Choi membuat otak mereka seakan bisa mengeluarkan asap.

“Astaga, jika kepalaku disiram sepertinya akan mengeluarkan asap” Koar Chanyeol. Teman sebangku Baekhyun.

“Kau saja yang bodoh” Komentar seseorang yang duduk di depan meja Baekhyun dan Chanyeol.

“Diam kau mata besar!” hardik Chanyeol. Tak lama menunggu pria dengan mata belo dan bibir hati itu pun berbalik. “Mataku tidak besar, dasar Tiang!” balasnya.

“Hey, aku bukan tiang kau saja yang terlalu pendek!” Balas Chanyeol.

“Baekhyun laukaknlah sesuatu” Pinta seorang pria yang duduk di samping pria dengan mata belo tersebut.

“Hh” Baekhyun menghela nafas. Ini sudah biasa terjadi. Bahkan dia sudah kebal dengan situasi ini.

“Park Chanyeol, Do kyungsoo. Jika kalian tidak berhenti sekarang juga kalian tau bukan akibatnya hm?” tanya Baekhyun dengan memandang Chanyeol dan Kyungsoo secara bergantian.

“Glek” Chanyeol dan Kyungsoo menelan ludah seketika. Mereka mengangguk dengan kompak dan tanpa banyak bicara segera duduk pada bangku masing-masing. Heol, siapa yang tidak akan takut jika diancam oleh Baekhyun. Pemegang sabuk hitam hapkido. Sebenarnya Baekhyun benci mengancam dan menggunakan kekuatan, tapi jika tidak begitu maka kedua anak ini tidak akan berhenti untuk saling mencela.

Dulu kedua orang tersebut sangat sulit untuk dihentikan hingga membuat Baekhyun yang kala itu sedang pusing mengeluarkan kekuatan material artsnya yang tidak sampai 10% itu dengan menendang kedua bokong dua manusia dengan tinggi berbeda itu. Hasilnya mereka mengaduh kesakitan bahkan Chanyeol bercerita jika sakitnya hilang setelah 2 hari. Semenjak kejadian itu mereka berdua tidak berani lagi membuat Baekhyun kesal.

Mari kita perkenalkan para teman-teman Baekhyun ini, Chanyeol atau Park Chanyeol pria yang tingginya melebihi batas ini adalah teman Baekhyun semanjak SMP. Karena mereka mempunyai kegilaan yang sama dalam membuat onar entah kapan mereka menjadi dekat. Do Kyungsoo pria dengan tinggi dibawah Chanyeol dan yang lain ini pria dengan watak serius dan minim ekspresi. teman Baekhyun semenjak orok. Jika kalian bertanya apa Kyungsoo tau masa kepedihan Baekhyun maka jawabnnya adalah YA. Tapi karena permintaan Baekhyun ia menutup rapat-rapat dan tidak ingin mengungkit hal itu kembali. Ah dan couple tom and jery dari Park Chanyeol. Satu lagi, pria dengan suara yang menurut semua orang indah ketika bernyanyi namun sebenranya berkelakuan aneh ialah Kim Jongdae. Teman suka duka Baekhyun ketika mengikuti ospek Senior High School.

Jongdae memberi jempol kepada Baekhyun. “Ah, aku lapar. Ayo ke kantin”ajak Jongdae. “Aku tak bisa” Jawab Baekhyun. “Ah Wae?!” inilah kebiasaan Jongdae. “Uangku sudah habis, ah, gajiku di mini market tidak cukup untuk semua” keluh Baekhyun dengan memendamkan wajahnya. “Aku butuh pekrjaan lain” gumamnya.

“Apa kau sudah gila?! Berapa banyak pekerjaan lagi yang kau akan ambil huh? Kau itu bukan robot bodoh” inilah Kyungsoo yang lain. jika sudah menyangkut masalah Baekhyun maka sifat keibuannya akan segera mengambil alih. Chanyeol dan Jongdae pun kali ini setuju dengan pendapat Kyungsoo.

Mereka bertiga tahu kehidupan Baekhyun. Baekhyun itu bekerja mati-matian untuk memenuhi hidupnya. “Jangan Bilang jika ayahmu mengambil uangmu lagi?” Tanya Jongdae. Dan Baekhyun hanya menggerkan sedikit kepalanya pertanda benar.

Merke bertiga menghela nafas kasar. Chanyeol, Jongdae serta Kyungsoo tau benar sifat ayah Baekhyun. Ya merkea tau hanya saja Chanyeol dan Jongdae tidak berani menanyakan soal ibu Baekhyun karena Kyungsoo sangat melarangnya dan mereka paham itu.

“Ah” Raut wajah Chanyeol seakan mendapat sebuah pencerahan. “Baek apa kau mau bekerja di restoran milik ibuku? Spertinya ibuku sedang membutuhkan pegawai”

Dalam hitungan detik Baekhyun langsung mengangkat kepalnya. “Aku mau” Ujarnya riang. Kyungsoo hanya bisa menghela nafas.

“Kruyuk”

“Ah, maaf” Baekhyun menggaruk tengkuknya. “Ck, Kali ini aku traktir” Kyungsoo berdiri dari bangkunya. “Kami juga?” Tanya Chanyeol dan Jongdae dengan wajah berbinar. “Kalian Bayar sendiri”

“EY!”

***

“Taehyung, turun dan cepat makan” perintah sang ibu. “Baiklah-baiklah aku turun” sahut sang anak.

“Apa dia masih saja bermain PS?” Tanya sang suami. “Kau seperti tidak tau dia saja”. “Kapan dia akan dewasa” harap sang ayah.

“Yeobo, sepertinya aku ada panggilan dadakan, terjadi kasus lagi. Jangan tunggu aku pulang” izin sang suami.

“Baiklah cepat pergi. Itu sudah tugasmu Detective Kim” balas sang wanita. “Baiklah aku pergi” pamitnya dan mencium kening sang istri.

“Astaga kenapa aku turun saat ada adegan romance” keluh Taehyung. Tuan dan nyonya kim menengok kepada anak mereka. Ada semburtat merah pada pipi nyonya Kim. “Kau iri, mangkannya cari pacar” ejek sang ayah. “Appa!”

“Hahaha Baiklah aku pergi”

“Cepatlah pergi” ujar Taehyung.

“Astaga anak ini, kau mengusirku huh?!”

***

 Nyonya Kim sedang terduduk di balkon kamarnya, tatapannya terlihat sangat sendu dengan memandangi sebuah foto usang yang memperlihatkan seorang balita berusia sekitar 3 tahun itu. dengan penuh sayang ia mengelus dan terus bergumam maaf.

“Eomma kau didalam?” tanya Taehyung.

Nyonya Kim segera menghapus air matanya. Dan menyimpan kembali foto itu. “Nde, masuklah” Taehyung pun masuk dengan tersenyum sepeti biasanya. Nyonya Kim pun tidak bisa tidak tersenyum melihat putranya itu. Ah, apa senyumnya sama seperti Taehyung sekarang? Pikir nyonya Kim.

Taehyung yang sadar ada sedikit air mata pada sudut mata ibunya itu terlihat sedikit khawatir. Ia bergegas menghampiri ibunya itu. “Eomma, apa kau baik-baik saja?” Tanya Taehyung. “Apa maksudmu?” Tanya nyonya Kim. “Kau terlihat baru saja menangis” terang Taehyung. “Ah ini, aku kelilipan” dusta nyonya Kim. “Jangan berbohong padaku, karena aku tau itu” Anaknya ini terkadang peka disaat tidak tepat.

“Ah, apa itu?” Tanya Taehyung menunjuk sebuah kertas yang terjatuh. Nyonya kim terbelalak ketika Taehyung mengambilnya. Kenapa bisa jatuh disaat sepeti ini pikir nyonya Kim. “Ah ini sangat menggemaskan, tapi sudah terlihat lama. Apa ini aku? Bukan-bukan ini sedikit berbeda” Taehyung semakin mengamati. Keringat dingin sudah mengalir pada tubuh nyonya Kim. Apa ini saatnya pikir nyonya Kim.

“Eomma ini siapa?” Tanya Taehyung.

Sepertinya ini sudah waktunya, aku tidak bisa menyembunyikannya lagi, lagipula Taehyung sudah besar. “Dia Hyungmu” ujar nyonya Kim.

“Sudah kuduga” Jawaban yang sangat tak terduga keluar dari bibir anaknya ini membuat nyonya Kim mengalihkan atensinya yang semula melihat pemandangan luar menjadi focus kepada anaknya ini.

“Apa ayah tau?” lanjutnya.

“Ya” gumam nyonya Kim.

“Ceritakan soal hyung padaku, siapa nama dan seperti apa dia” pinta Taehyung dengan senyum lebarnya. Nyonya Kim terkadang bersyukur dengan sifat anaknya ini. ia pikir Taehyung akan marah besar karena ia menyembunyikan suatu hal besar namun nyatanya ia melihat pandangan penuh antusias dari anaknya ini. “Baiklah” Senyum nyonya Kim.

***

Baekhyun baru saja selesai dari tugas part timenya. Hari sudah sangat larut ketika ia kembali ke rumahnya.

Keadaan didalam sangat gelap ketika ia membuka pintu rumah kecilnya itu. Ia sedikit menghela nafas lega ketika tidak mendapati seseorang di dalamnya. Tidur itulah yang Baekhyun inginkan saat ini.

***

Baru saja Baekhyun selesai dari acara membersihkan badannya untuk bergegas pergi ke sekolah ketika ia akan kembali masuk kedalam kamarnya ia mendapati sang ayah sedang mengobrak abrik kamarnya.

“APA YANG KAU LAKUKAN?!” teriak Baekhyun.

“Kau punya uang bukan? Dimana kau menyimpannya? Serahkan padaku!” tuan Byun masih saja mengobrak abrik kamar Baekhyun. “HENTIKAN! AKU TIDAK PUNYA” ya beginilah keseharian Baekhyun.

Tuan Byun mengambil tas Baekhyun dan ia mendapatkan ampop coklat didalamnya. “Kembalikan itu milikku!” Baekhyun akan mengambil barang miliknya itu namun naas tuan Byun sudah lebih dulu mengambilnya.

“Kau berbohong padaku huh?!” Tuan Byun mengambil seluruh uang di dalamnya dan memukul Baekhyun dengan keras. “Itu milikku dan kau tak berhak mengambilnya!” Baekhyun meringis karena perih disudut bibirnya bekas pukulan sang ayah. “Kembalikan! Itu milikku! Kau hanya akan menggunakannya untuk berjudi. Itu uangku bukan uangmu!”

“Diam kau bocah!” plak. Tamparan kembali mendarat di wajah Baekhyun.

“Cih, semakin ku lihat kau semakin mirip dengan ibumu”

“Jangan sebut wanita itu dihadpanku” suara Baekhyun  terdengar berat meredam emosi.

“Kenapa aku tidak boleh, ah apa karena dia mencampakanmu” ujar sang ayah.

“KUBILANG BERHENTI BICARA!” Baekhyun sudah meledak. Tuan Byun melotot marah. “Kau berani membentakku huh!” PLAK. Tamparan keras kembali bersarang diwajah Baekhyun. Kali ini lebih keras membuat Baekhyun terjatuh. Ia tidak melawan, hanya bisa menunduk dan mengepalkan tangannya. “Cih membuat waktuku terbuang saja, pergilah sekolah dan bekerjalah dengan keras hasilkan lebih banyak uang” Tuan Byun keluar dari rumahnya menyisakan Baekhyun yang terduduk dilantai dengan setetes air mata yang mengalir dari mata indahnya “ARGGGG”

***

Setelah mendengar cerita dari sang ibu Taehyung secara sembunyi-sembunyi mulai meneliti tentang kakanya itu. sebenarnya kemampuan penyelidikan Taehyung itu bisa dibilang diatas rata-rata. Hanya saja terkadang tertutupi oleh sifat konyolnya. Ia pernah memecahkan kasus yang sedang ayahnya selidiki bertahun tahun dalam waktu 1 minggu. Mungkin darah seorang penyidik sudah ada dalam dirinya. Tapi seperti yang ku bilang tadi, hal itu tertutupi oleh sifat konyolnya.

Seperti kali ini setelah mendapatkan data penuh tentang kakaknya ia segera menyelidikinya dengan topi hitam, hodie hitam dan masker hitam ia membuntuti Baekhyun.

Ya ia tau kakaknya itu Baekhyun. Setelah sang ibu bercerita penuh kerinduan pada sang kakak, ia mulai mencari data diri sang kakak. Ia bertekad mempertemukan mereka. Tak butuh waktu lama untuk mengetahui seperti apa kakaknya dan kehidupannya itu. jaringan Taehyung itu dimana-mana.

Baekhyun bukan tidak peka hanya saja ia sedang malas membuat masalah, sudah cukup tadi pagi ia berkelahi dengan sang ayah ia tidak ingin menambah bebannya. Tapi karena ia sudah jengah akhirnya ia memijat keningnya dan berbalik.

“Keluarlah aku tau kau mengikutiku” ujar Baekhyun.

“Ah, ketahuan ya” ujar sang pria berhodie hitam itu.

“Apa maumu? Siapa kau?” hardik Baekhyun.

“Tenanglah kawan, aku baru disini dan aku tersesat, aku mengikutimu karena tidak tahu jalan disini. Melihat seragam yang kau pakai sama denganku itu artinya kau satu sekolah denganku bukan. Jadi aku mengikutimu” terangnya.

“Hh . . kau bisa bertanya baik-baik dan apa-apaan penampilanmu itu? Kau pikir kau idol huh?” Tanya Baekhyun.

“Ah ini, untuk menutupi wajah tampanku dari para gadis-gadis yang mengejarku” terangnya.

“Kau membuatku mual, sebenarnya Kau ini siapa?” Baekhyun membuat gerakan ingin muntah, dan kembali menatap sinis pria dihadapannya ini.

“Aku” sang pria berhodie hitam itu melepas topi dan maskernya “Kim Taehyung” ia tersenyum lebar pada Baekhyun.

TBC

Yang kangen aku angkat kakinya mana???!!!! (Gak ada tuh) L

Arrgg, ini ff sebenernya buat ultah Baek, cuman karena kemalesan ku ini untuk menulis ya beginilah, Happy Brithday uri annoying idol Byun Baekhyun (Tiup terompet bareng V). telat babo (Digeplak Baekhyun).

Review juseo.

Iklan

10 pemikiran pada “[EXOFFI FREELANCE] MOTHER (Chapter 1)

  1. Seeeeeerrrruuuuuu…..
    Cast nya pas banget….
    Tapi sifatnya sih baek…????,gak apa2 lah..
    Tapi,jangan lah bikin bàek terlalu menyedihkan kayak gitu kasihañ..
    Adeuh sih v,mau dimana2 tetap aja konyol..
    Oh ya,disitu gàk ada cast ceweknya,biar bisa bikin baper lah,selain dari cerita persaudaraan itu…
    Ditunggu next chapternya thor,moga cepet di upload ya….
    §ee you…

    • Haha terima kasih telah membaca.
      Cast cewe? Hmm, liat nanti aja deh. Soalnya saya sedang ingin membuat cerita sebuah ikatan keluarga ^-^

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s