[EXOFFI FREELANCE] Stay With Me (Chapter 2)

img1494254849221(1).jpg

STAY WITH ME

Author :

Angeline

Main Cast :

Oh Sehun (EXO)

x

Bae Joo Hyun a.k.a Irene (RV)

Additional Cast :

EXO Members |Kim Ji Yeon (LOVELYZ)|Kim Seolhyun (AOA)|Im Jung Hoo  (B.I.G)| Lee Hyo Eun (STELLAR) |Krystal Jung (FX) |etc~

Rating PG-17 |Length Series Fic

Genre : romance | Angst | AU |slice of life | Drama |etc~

Disclaimer :

Ff ini murni dari pemikiran author sendiri, ceritanya tiba-tiba muncul dalam otak author#ea dan dari pada lupa langsung dituangkan dalam bentuk FF seperti ini. Bila ada kesamaan tokoh maupun jalan cerita didalam ff ini, itu bukan merupakan bentuk plagiat #noplagiat! melainkan unsur ketidaksengajaan. Don’t judge, don’t copas.  Terimakasih sudah mau meluangkan waktu untuk membacanya  (nunduk)

Summary :

Bagaimana jika seorang Oh sehun yang berwatak dingin dan tidak pernah peduli pada orang lain terjebak bersama seorang gadis amnesia bernama Irene?. Melalui sebuah pertemuan tidak terduga hingga masalah-masalah yang datang saat keduanya tengah menjalin sebuah hubungan.

-Chapter 2-

“Mworago?” Ujar sehun terkejut sambil melebarkan matanya pada hyun joo supirnya itu. Sehun memijat keningnya, baekhyun dan chanyeol masih bingung apa yang mereka sedang bicarakan? Gadis siapa? Dan apa yang terjadi sebenarnya?. Kedua orang itu (baekhyun-chanyeol) menerka-nerka apa yang terjadi.

Teng nong

Bel penthouse berbunyi dan mereka kompak menoleh kerarah pintu, ajhuma langsung berlari kecil untuk melihat siapa yang datang melalui layar monitor kecil yang terhubung langsung dengan orang yang sedang bertamu dipenthouse sehun . Tidak menunggu lebih lama ajhuma langsung membuka pintu itu saat melihat dokter bernama lengkap lee donghae yang berada didepan pintu .Dokter lee langsung masuk sambil tersenyum setelah menyapa ajhuma yang ikut tersenyum ramah pada dokter lee. Chanyeol dan baekhyun juga tidak lupa menyapa ramah dokter lee. Yah, dokter lee bukanlah orang asing lagi bagi mereka karena dokter lee merupakan dokter pribadi keluarga Sehun selama 3 tahun terakhir ini. Karena itu, dokter lee sudah seperti hyung untuk sehun sendiri.

“Antar donghae hyung kekamar gadis itu” ujar sehun pada supirnya itu dengan nada berat karena masih shock dengan paparan hyun joo mengenai perihal ‘lupa ingatan’ yang dialami gadis itu.

“Ye depyeonim” kata hyun joo sembari menunduk kemudian mengantar dokter lee naik keatas kamar dimana gadis itu berada

Sehun duduk disofa kemudian meneguk birnya kembali, apakah belum cukup kejadian menyebalkan malam ini? Mengapa harus ditambah dengan seorang gadis amnesia yang berada dipenthousenya saat ini? Tapi itu juga salahmu oh sehun! mengapa kau berlagak pahlawan dan menyelamatkan gadis tidak jelas sepertinya? Seakan belum mengerti dengan apa yang baru saja dialami sahabat mereka itu, baekhyun dan chanyeol menatap sehun lalu mengerutkan kening mereka bersama. Masih penasaran pada sosok gadis yang sehun bicarakan itu

“Siapa gadis itu ?” Tanya baekhyun mulai penasaran dan menatap serius pada sehun.

“Hanya seorang yang aku tolong dijalan! Tidak penting” jawab sehun sedikit malas menjelaskan detailnya bagaimana ia bertemu gadis asing itu yang kini membuat sehun menyesal sudah berbuat jauh seperti ini. Sejujurnya ia sangat malas menolong orang tidak dikenalnya, ia juga bingung mengapa dengan dirinya malam ini? Harusnya ia mengantarkan saja gadis itu kerumah sakit dan membayar baiya pengobatannya lalu pulang kan? Atau bisa saja ia membawanya kekantor polisi jika misalnya gadis itu merupakan pasien yang lari dari rumah sakit jiwa. Buat apa ia menyusahkan diri seperti ini dan memanggil dokter pribadinya untuk memeriksa gadis tidak dikenalinya itu?

Ini seperti bukan dirinya. Seorang Oh Sehun tidak mungkin mau menolong seseorang kecuali orang itu dekat dengannya, bahkan untuk sahabatnya saja terkadang ia masih berpikir dua kali untuk memabantu. Namun mengapa sekarang ia malah berbuat hal yang sama sekali tidak berada didalam kamusnya? Dan seperti enggan meneruskan pemikiran tentang penyesalannya menolong gadis itu yang sudah terlanjur terjadi, sehun lebih baik tidak memikirkannya toh gadis itu kini sudah berada dipenthousenya, lalu apa yang mau ia sesali lagi?

“Heol!! Sejak kapan kau peduli pada orang lain selain dirimu?. Apa setelah ditolak ji yeon hati kecilmu mulai terbuka tuan muda?” Kata chanyeol mencibir kemudian tertawa bersama baekhyun dengan renyahnya tapi keduanya segera berhenti bercanda dan kembali berwajah serius saat sehun menatap tajam kearah keduanya. Tatapan sehun seakan-akan siap menghabisi keduanya saat ini juga dan itu membuat mereka bergidik ngeri.

“Dimana Kai?” Tanya sehun dan meneguk bir itu lagi, kemudian memangku kakinya. Berusaha mengalihkan pembicaraan mereka agar tidak berfokus pada sati topik yang membosankan

“Berkencan dengan saudara tirimu depyeonim. Kau kira kemana lagi dia akan pergi jika tidak berkencan dengan krystal?” Kata baekhyun sambil menatap layar ponselnya saat menerima sebuah pesan singkat dari seseorang.

“Dan sialnya ferari enzoku yang ia gunakan untuk berkencan. Ck! Menyebalkan!” Kata chanyeol mencibir pelan merasa kesal karena setiap salah satu mobil kai ada masalah, sasarannya selalu mobil miliknya padahal kai memiliki setidaknya 3 mobil sport yang masih bisa digunakan jika salah satunya sedang dibengkel. Oh jangan kaget dengan kekayaan para chabeol ini. Meski diantara mereka sehunlah yang paling mendominasi jika mengenai kekayaan namun setidaknya kekayaan sahabatnya yang lain tidak bisa disepelehkan.

Chanyeol sih pria jangkung itu melirik arloji ditangannya dan waktu menunjukkan pukul 00.00. meski sebenarnya ini bukan jam pulangnya kerumah, namun mengingat ia memiliki rapat dengan seorang kolega dari China besok chanyeol memutuskan untuk pulang. Ia tidak mau mengambil resiko terlambat bangun dan berakhir menyesali kebodohannya

“Baiklah aku harus pulang, aku ada rapat besok” Kata chanyeol lagi kemudian menaruh botol bir itu dimeja setelah ia meneguk minuman beralkohol itu untuk terakhir kalinya lalu segera berdiri merengangkan otot-ototnya.

“aku juga pulang” Seru baekhyun dan mengikuti chanyeol dari belakang untuk keluar dari rumah sehun. Sehun menghela nafasnya setelah melihat kedua orang itu menghilang dari penthousenya. Sehun menaruh botol bir itu kemudian berdiri dan memasukkan kedua tangannya pada saku celana panjangnya dan berjalan menaiki tangga untuk menuju kamar gadis itu, rasa penasaran memenuhi pikirannya berbagai spekulasi tentang sosok gadis ini menjadi topik utama yang dipikirkan sehun. Apa-apaan itu tidak mengingat apa pun? apa ini seperti trik penipuan dimana orang berpura-pura hilang ingatan agar bisa memeras seseorang ?.

Kriieet

sehun mendorong pelan pintu berwarna abu-abu itu dan menatap setengah masuk kedalam kamar dimana terdapat hyun joo dan dokter lee juga gadis yang terbaring diranjang besar itu berada. Sehun memilih masuk kedalam kamar untuk menyingkarkan rasa penasaranya, hyun joo menunduk saat melihat sang tuan itu memasuki kamar bervolume besar yang didominasi dengan warna abu-abu dan putih. Pria itu menatap gadis yang masih diperiksa oleh dokter lee.

“Bagaimana?” Tanya sehun sambil melipatkan tangannya didepan dadanya menatap secara rolling dokter lee dan gadis dengan wajah sedikit lebam pada bagian bibirnya.

“jika dilihat dari kondisinya, sepertinya ia memang menderita amnesia” jelas dokter lee membuat sehun mengerutkan keningnya bingung amnesia? benarkah? Sehun belum bisa mempercayai apa yang dikatakan oleh dokter lee. Sehun menatap datar wajah gadis itu yang terlihat ketakutan menatap sehun. Sehun menedesah berat. Benarkah ini? Jika benar, betapa sialnya sehun malam ini.

“hyung serius? apa hyung tidak berpikir jika mungkin saja ia hanya sedang berpura-pura?” tanya sehun menaikkan alisnya menatap dokter lee yang kini langsung memukul kepala sehun layaknya mereka memang seperti seorang saudara kandung

“ada yang lebih penting dari itu. Aku terkejut saat kau mau menolong orang lain, apa kau baru saja tejatuh disungai han dan sifat dinginmu itu tenggelam disana?” tanya dokter lee tertawa kecil kemudian menatap gadis yang masih setia berbaring ditempat tidurnya dengan menahan sakit disekujur tubuhnya.

“aku serius hyung!” kata sehun dengan sedikit keras membuat perhatian donghae kini beralih pada gadis itu. Meski dalam hati gadis itu ia sedikit kecewa mendengar paparan sehun yang mengatakannya hanya pura-pura seperti ini. Sungguh siapa pun juga tidak akan mau berada diposisinya saat ini. Mengapa sehun berpikir demikian?

“yak! Kau itu bodoh atau apa hah? Kau lihat luka-luka ditubuhnya? Ini bukan rekayasa tahu! Gadis ini memang terluka. Ck! Kukira sifat dinginmu sudah tenggelam namun nyatanya mereka kembali terbang dan merasuki dirimu lagi” jawab dokter lee dengan keras membuat sehun menatap gadis yang kini memalingkan wajahnya kesamping karena enggan melihat sehun mungkin?

“Tapi jika kau ingin lebih memastikannya kau harus membawanya kerumah sakit agar aku bisa melakukan CT Scan pada bagian kepalanya” kata dokter lee tersenyum manis pada sehun namun hanya dibalas cibiran singkat dari pria dingin itu. Dokter lee menyimpan alat-alat medisnya didalam tas dan bersiap untuk pulang.

“Ah benar luka-lukanya, aku hampir lupa! lebih baik diobati setelah ia membersihkan dirinya. Kau lihat sendiri ia begitu berantakkan, aku yakin tidak ada yang nyaman beristirahat dengan keadaan lusuh seperti ini. Dan maaf daepyonim aku tidak bisa menunggu lebih lama untuk mengobati luka-lukanya karena aku memiliki shift malam, aku datang kesini hanya karena permintaamu itu tidak bisa di t.o.l.a.k” kata dokter lee sedikit penekanan membuat sehun menatap datar dokter yang sudah ia anggap hyungnya itu.

“baiklah. Terimakasih atas waktu berhargamu lee seongsaengnim” ucap sehun meledek dan menyuruh hyun joo untuk mengantar dokter lee keluar dari kedepan.

Kini hanya Sehun dan gadis itu. Pria berkulit putih itu menatap wajah gadis malang yang kini terlihat menahan sakit disekujur tubuhnya terutama bagian perut dan kini dari ujung matanya mengalir sebuah cairan bening yang membasahi wajah gadis itu. Entah mengapa ia sangat rapuh, mengingat kejadian mengerikan yang ia alami bersama pria-pria menyeramkan itu membuat kepalanya berdenyut sakit luar biasa.

Bisa didengar oleh sehun suara isakan kecil gadis itu meski kini sekuat tenaga gadis itu menahan suara isakannya agar sehun tidak mendengarnya. Sehun duduk disebuah kursi yang berada dekat ranjang itu sambil memangku kakinya dan menatap gadis itu dengan wajah dingin dan datarnya. Rasanya otaknya masih tidak mau mempercayai jika gadis ini tengah mengalami hal yang sering terjadi didalam drama yang sering ditonton krystal itu. Ya amnesia.

“jika kau mencoba menipuku seperti ini lebih baik kau menghentikannya saat ini juga!”

Gadis itu membulatkan matanya mendengar ucapan kejam sehun yang begitu terasa menusuk dijantungnya. Apa bagi sehun gadis ini hanya melakukan aksi penipuan? Bahkan setelah dokter lee mengatakan jika luka ditubuhnya bukan rekayasa semata. Tidak bisahkah pria berwatak dingin itu melihat gadis malang ini sedang terkena musibah? Bisakah sehun ikut merasakan ketakutan yang dirasakan gadis ini? Mengapa ia dengan gampangnya berkata jika gadis itu sedang menipu sehun?

“apa bagimu keadaanku sekarang terlihat seperti seseorang yang sedang berpura-pura?” Tanya gadis itu dengan wajah yang terlihat kecewa dan marah pada sehun. Namun ia tidak bisa memarahi sehun begitu saja atau untuk memaki sehun meski dikepalanya sudah terkumpul banyak kata umpatan yang siap ia semburkan untuk sehun karena ucapan kurang ajar sehun yang menuduhnya berpura-pura, setidaknya ia harus ingat siapa yang menolongnya dari pria-pria menyeramkan tadi.

“oh ayolah jaman sekarang semua mungkin saja terjadi, semua orang menginginkan uang dan mereka bisa melakukan apa saja, bahkan seperti yang kau lakukan saat ini!. Dengar ya meski dokter bilang luka-lukamu ini bukan rekayasa bukan berarti aku percaya padamu” tegas sehun dengan senyum rendahnya pada gadis yang sudah tidak bisa berkata-kata lagi mendengar paparan mematikan dari sehun.

Demi Tuhan bisakah setidaknya ia mengumpat pada sehun ‘Brengsek?’ ia tidak berniat menipu pria ini, gadis itu memang sedang dalam bahaya. Tidak bisakah sehun berfikir gadis lemah sepertinya tidak akan melakukan hal gila seperti yang sehun katakan tadi? Mengapa sehun tidak memiliki perasaan iba sedikit pun padanya?. Gadis itu menggigit bibir bawahnya yang terasa perih akibat luka robek kecil dibagian bawahnya, namun ia tidak peduli dengan sakit dibibirnya. Air matanya sukses mengalir membasahi pipinya namun sehun hanya mencibir pelan dan menggeleng sambil terkekeh. Bagi sehun sangat biasa saat seseorang sudah merasa dipojokkan akhirnya menangis. ‘Mereka orang lemah’ batin sehun.

Sehun merasa tangisan gadis itu adalah trik murahan yang selalu dilakukan oleh setiap orang lemah seperti mereka. Gadis itu mengepalkan tangannya menahan emosi yang terasa sesak didadanya meronta untuk segera dikeluarkan. Sungguh jika sehun bukan orang yang menolongnya gadis itu akan mengeluarkan setiap cacian yang kini benar-benar siap untuk dijajarkan pada sehun

“Aku tidak ingat apa pun bahkan namaku sendiri! saat aku membuka mataku…” gadis itu menarik nafasnya saat berusaha mengumpulkan setiap kepingan memori tentang apa yang pria-pria jahat itu lakukan padanya. “aku sudah berada disebuah rumah dengan selang infus yang menancap ditanganku, saat aku berteriak minta tolong orang-orang yang kau hajar tadi datang dan memukuliku. Aku sudah berada disana selama sehari dan saat aku melihat mereka pergi aku kabur dari rumah itu dan berakhir bertemu denganmu dijalan” jelasnya panjang lebar dengan air mata yang sudah deras membanjiri pipinya namun dengan kasar ia mengusapnya. Toh sehun bukan pria lembut yang akan dengan senang hatinya merasa iba dengan cerita gadis itu. Sehun seakan tidak mempercayainya. Namun melihat wajah lembut gadis itu rasanya keraguannya sedikit runtuh meski egonya masih mendominasi

“Jadi kau tidak tahu namamu?” Tanya sehun lagi dan gadis itu mengangguk lembut

“Ah, tapi aku melihat sebuah nama dikalung yang aku pakai ini, tertulis Irene disini” katanya sambil menunjukkan kalung emas bertuliskan nama Irene disana. Sehun kemudian sedikit mendekat pada tubuh gadis itu dan dalam hitungan detik membuat semburat merah diwajah gadis itu merekah meski ia sedang dalam emosi yang tertahan namun sifat sehun seperti ini tentu saja akan membuat setiap wanita merona bukan? Sehun meraih kalung emas itu untuk dilihat dengan seksama.

“apa pun itu pergi dari rumahku besok!” kata sehun lagi dan menjauhkan wajahnya dari gadis bernama irene itu. Irene menghela nafasnya saat merasa nyawanya sudah kembali kedalam tubuhnya. Namun tidak memungkiri ia sedikit sedih dan kecewa sehun mengusirnya dengan kasar seperti ini. Gadis bernama Irene itu membutuhkan sebuah pertolongan apa sehun tidak bisa membuka sedikit hati nuraninya untuk Irene?

“Dan lebih baik bersihkan dirimu, kau tidak mau tidur dengan pakaian lusuh seperti itu kan? dan juga kau itu bau!” Kata sehun menggeleng pelan membuat irene membulatkan matanya dan langsung mencium aroma tubuhnya dan sehun benar irene sangat bau, keringat yang menempel ditubuhnya tidak bisa diajak kompromi. Irene memalingkan wajahnya karena malu, sehun kemudian berdiri dari kursinya

“Tapi aku tidak memiliki pakaian ganti” kata irene membuat sehun kembali menatapnya, yah sehun tidak berfikir hingga kesana, gadis itu tidak punya baju ganti jadi apa yang akan ia kenakan nanti? Dan bagaimana dengan pakaian dalamnya? Sehun menutup matanya dan memijat keningnya pelan lalu menghela nafasnya . Benarkan? Menolong orang lain hanyalah menyusahkannya dan merepotkan.

“kau kira aku peduli dengan hal itu? Itu bukan urusanku! Orang-orang rendahan seperti kalian hanya bisa menyusahkan” kata sehun cepat lalu keluar dari kamar Irene.

Blam

Sehun menutup pintu kamar itu lalu menyandarkan punggungnya pada pintu kamar kemudian merogoh saku celananya dan mengambil ponsel miliknya dan segera menekan sebuah kontak seseorang yang menurutnya bisa membantunya. Sehun menempelkan ponsel itu ketelinganya sambil mendengus kesal menunggu jawaban itu diangkat.

“Oh, Jongdae-ah. Aku membutuhkan sesuatu!” Ujar sehun cepat setelah mendengar sapaan dari seseorang diseb’rang sana.

“Oh , mwontae?”

“Bawakan pakaian untuk seorang gadis, dan juga pa-” sehun menahan ucapannya dan menghembuskan nafas dengan kasar.

“Belikan pakaian dalamnya juga” Kata sehun dengan cepat. Rasanya tidak dapat dipercaya apa yang ia ucapkan barusan, untuk apa kau bersusah payah membelikkan pakaian untuk seorang gadis yang tidak jelas asal usulnya itu? Sehun mengacak rambutnya. Apa ia sudah menjadi gila karena ji yeon menolaknya? Seperti kata chanyeol. Yang jelas sehun merasa tidak mengenali dirinya sendiri saat ini.

“mwo? Yak! kau sedang apa?!” teriak pria bernama jongdae itu

“Bawakan saja, ah juga sepatu flat ukuran..ah Samakan saja dengan ukuran kaki krystal, bawa Sekarang juga!! jangan membantah atau kupecat!” Bentak sehun dan langsung menutup sambungan itu dengan kasar.

~

Irene menutup matanya dan air mata itu kembali mengalir, pikirannya kembali mengingat setiap perkataan menyakitkan sehun pantaskah ia sehabis keluar dari dalam bahaya dan berakhir dalam penghinaan dari seorang pria bernama sehun itu? Sepertinya ia salah memasuki lubang. Nyatanya lubang hitam oh sehun juga mengintimidasinya. Irene menghela nafasnya setelah menghapus air matanya dan turun dari ranjangnya, ia meringis pelan melihat luka-luka pada kaki dan tangannya. Oh akan sangat sulit mandi dengan keadaan luka-luka sepertin ini pikir irene namun bagaimana lagi? ia memiliki aroma tubuh yang tidak selayaknya wanita miliki. Irene pun mulai melangkahkan kakinya memasuki kamar mandi didalam kamar tersebut.

~

Sehun menuju dapur dan melihat ajhuma Han yang sedang mencuci piring didapur, sehun menatap meja makan dan tidak menemukan apa pun disana, yah ia sadar mengapa han ajhuma tidak pernah menyiapkan makanan karena sehun tidak pernah makan dirumah, ia akan lebih memilih makan diluar namun entah mengapa ia ingin menyiapkan sesuatu untuk yeoja itu. Pasti ia sangat lapar jika mengingat cerita konyol gadis itu tadi yang disekap dan dipukuli. Tunggu dulu! apa ia berfikir untuk menyiapkan makanan untuk Irene? kau sudah bertindak berlebihan oh Sehun!. Sehun memutar haluannya untuk kembali kekamar namun baru beberapa langkah sehun mendengus kasar dan kembali kedapur.

“Ajhuma han , siapkan makanan!” kata sehun sedikit keras dan segera pergi dari sana. Belum sempat ajhuma menjawab ucapan sehun, ajhuma menghela nafasnya karena tuannya sudah hilang dari sana. Meski kata dingin merekat pada ciri khas sehun namun bagi ajhuma sehun adalah seorang bocah yang masih membutuhkan perhatian.

Teng nong!

Suara bel pintu sehun kembali terdengar, ajhuma yang sedang sibuk menyiapkan bahan makanan menjedanya sebentar karena hendak membuka pintu itu.

“Aku saja” kata sehun cepat yang tiba-tiba muncul entah dari mana. sehun melihat bahwa Jongdae yang datang dan segera sehun membuka pintu itu. Nampak jongdae membawa beberapa tas shoping ditangannya.

“Gomawo” katanya singkat tanpa menatap jongdae karena sibuk melihat isi tas-tas itu

“Untuk siapa? kau memiliki kekasih?…” mata jongdae mencoba menggeledah rumah sehun namun sehun menahan tubuh pria itu.

“pulanglah!!” Kata sehun kemudian mendorong namja itu keluar dari rumahnya dan menutup pintu itu dengan segera. Sifatnya memang menyebalkan namun itulah dia. Sehun tidak suka bersikap pura-pura manis disaat sikap aslinya kasar dan angkuh.

Sehun naik kekamar gadis itu dan membukanya pelan namun sehun tidak menemukan gadis itu dan ia mendengar suara shower dari kamar mandi, mengetahui gadis itu sedang mandi sehun langsung menaruh beberapa tas tersebut diatas ranjangnya dan keluar secepat kilat sebelum yeoja itu keluar.

Irene pun keluar dari kamar mandi, dengan jubbah mandi yang melilit ditubuhnya. Irene merasa sangat segar hingga kemudian matanya menatap beberapa tas belanjaan diranjang king zise itu. Apa ini dari sehun? Ia mengecek satu persatu isi tas itu, matanya membulat sempurna menatap beberapa potong pakaian yang mahal dan bagus juga sepasang sepatu flat hitam yang indah. Irene menatap harga pakaian itu dan membuat nafasnya tersendat . Namja itu menghabiskan banyak uang dalam semalam? Pekerjaan apa yang ia lakukan hingga membuat uang yang ia keluarkan hanya seperti keran air saja? Pikir irene dan sebenarnya pria itu memiliki sisi baik sepertinya.

Matanya kini juga menatap beberapa tumpuk pakaian dalam. irene merona. Bahkan sehun sedetail ini? Namun jika ia tidak membelikkan pakaian dalam untuknya, ia juga pasti bingung ingin menggantinya dengan apa? Tanpa berpikir panjang lagi irene memilih dress santai yang sebenarnya lebih cocok untuk dipakai jalan-jalan dari pada berada dirumah. Mini dress berwarna pink fanta dengan sebuah pita hitam dipingganya untuk mempercantik dress itu, irene kini duduk didepan kaca dan menyisir rambut basahnya.

Dan saat ini Irene merasa bahwa perutnya berbunyi menandakan ia sedang lapar  atau mungkin sangat lapar, ia belum makan sejak kemarin. Pria-pria itu berusaha membunuhnya perlahan. Irene pun membuka pintu kamar lalu menatap kanan dan kiri takut jika ia menemukan keberadaan sehun disana. Irene berjalan dengan pelan dan menuruni anak tangga, ia melirik dapur dan melihat ajhuma Han sedang menyiapkan makanan. Irene membasahi bibirnya dengan lidahnya, harum makanan itu membuatnya hilang akal sesaat. Irene mendekati dapur itu membuat ajhuma menatapnya dan tersenyum melihat irene nampak cantik dengan dress barunya. Atau mungkin ini hanya dress pinjaman karena sehun tidak mungkin memberikan dress sebagus ini untuk gadis sepertinya.

“Selamat malam nona, tuan muda memintaku menyiapkan makanan untuk nona. Silahkan duduk” kata ajhuma itu tersenyum

“Eiyy, panggil saja aku…” irene nampak lupa dengan namanya dan menatap kembali kalung itu “irene” katanya tersenyum

“tapi nona adalah tamu tuan mu-“

“Tamu? Aku ini hanya gadis amnesia yang menumpang sesaat. Pria itu saja sudah mengusirku untuk keluar dari rumahnya besok” kata irene tertawa masam.

“Namanya Oh sehun. Tuan muda tidak sejahat itu. Sejujurnya ia adalah pria yang sangat manja” ujar ajhuma itu membuat irene menatap ajhuma itu. Benarkah pria dingin itu memiliki sifat kekanakan seperti itu? Irene tidak bisa membayangkan melihat sehun dengan sikap manjanya. Bukankah akan terlihat menjijikkan?

“aku tidak yakin dengan hal itu” irene tersenyum kikuk sambil menggeleng.

“selamat makan” Kata Ajhuma setelah selesai menyiapkan beberapa hidangan makanan diatas meja, irene tersenyum dan langsung dengan semangat menyumpitkan sayur kedalam mulutnya , daging , telur gulung dan yang lainnya. Perutnya benar-benar lapar dan masakan ajhuma itu seperti surga dunia yang benar-benar menyelamatkannya disebuah padang gurun. Irene dalam suasana hati yang baik saat ini, ia melupakan sejenak hal buruk yang terjadi padanya hari ini, entah mengapa ia bisa terbangun ditempat mengerikan itu. Namun rasanya tempat itu merupakan neraka untuknya.

“Ajhuma tidak ikut makan?” Tanya irene kemudian meneguk jus jeruk didedapannya

“Ani, aku sudah makan, kau makanlah yang banyak” katanya tersenyum

“Ne ” kata irene menunduk pelan

Sehun yang turun dari lantai atas melihat yeoja itu dimeja makan sedang menikmati makan malamnya dengan perasaan senang terlihat dari senyuman merekahnya. Sehun mendekatinya namun Irene belum menyadari keberadaan pria itu. Terkadang irene tersedak karena mulutnya terlalu penuh dengan makanan, mungkin ia benar-benar lapar . Sehun menatap sedikit malas gadis itu kemudian berdiri didepannya dan sontak membuat irene terkejut dan langsung tersedak lagi . Irene segera meneguk jus jeruk disampingnya. Memukul pelan dadanya yang terasa sesak . Sehun hanya menggelengkan kepalanya kemudian duduk didepannya dengan beberapa berkas yang ia letakan diatas meja.

“Ajhuma berikan jus milikku” kata sehun membuat ajhuma mengambil sebuah minuman dari dalam lemari es dan memberikannya pada sehun. Sehun meneguk minuman itu. Irene menatap jakun sehun yang naik turun saat minum membuat namja itu terlihat sangat sexy, ketampanan namja itu adalah karya Tuhan yang sangat indah. Irene terkejut saat matanya mulai beradu pandang dengan mata sehun, irene langsung menunduk dan melanjutkan aktifitasnya.

“ingat pergi dari rumahku besok! Rumahku bukan tempat penampungan orang jalanan sepertimu” kata sehun tajam tanpa menatap Irene dan memfokuskan pandangannya pada berkas didepannya dan seketika Irene terdiam. Irene tersenyum masam kemudian meneguk jus jeruk itu. Bukankah kata-kata pria itu sudah cukup keterlaluan? Gadis rendahan dan sekarang orang jalanan? Irene juga tidak berniat menyusahkan atau merepotkan sehun, tapi tidakkah ia berfikir jika sehun yang berada diposisinya? Bagaimana jika sehun yang dalam keadaan sulit seperti ini? Apakah ia mau menerima ucapan kasar seperti itu? Seumpama Irene merupakan seorang yang begitu rendah dimata sehun. Irene tertawa masam hingga detik selanjutnya air matanya menetes tanpa ia pedulikan. Ajhuma menatap sedih saat tuan mudanya mulai menunjukkan sisi angkuhnya. Dan bisa dilihat Irene sangat sedih mendapat perlakuan kejam sehun.

“aku sadar itu tuan! Kau tidak perlu takut karena besok pagi kau tidak akan menemukan keberadaan orang jalanan ini diistanamu lagi!” ucap Irene tersenyum pada sehun. Dan seketika sehun menatap wajah Irene yang berubah sedikit dingin padanya. Sehun merasa jika ucapannya barusan terlalu menyakitkan untuk gadis sepertinya. Tapi untuk apa ia memikirkan perasaan gadis ini? Sangat tidak berguna!

“baguslah jika kau menyadarinya. Aku tidak perlu repot-repot menyuruhmu pergi lagi” kata sehun dengan tatapan datar dan dinginnya. Kemudian menggeser kursinya sedikit kebelakang dan pergi dari sana meninggalkan Irene yang masih diam terpaku merasakan sakit didadanya. Ucapan sehun sangat kejam dan begitu menusuk. Namun setidaknya kebaikan sehun sudah menolong dan membelikannya baju-baju itu membuat Irene melupakan ucapan sehun yang menyakitkan

~

Sehun membaringkan tubuhnya diranjang king size miliknya, matanya memandang langit-langit kamarnya yang kini diterangi hanya oleh lampu tidur. Sehun memikirkan ucapannya pada Irene, kini ia merasa sedikit bersalah sudah mengucapkan hal yang tidak seharusnya ia katakana pada gadis yang sedang kesusahan sepertinya kan? Namun mengapa sangat sulit mengucapkan kata ia menyesal?. Oh ayolah menyesal dan minta maaf seperti itu tidak ada dalam kamus sehun selama ia hidup. Pria itu tidak akan mau mengakui jika dirinya bersalah atau lebih tepatnya, sehun tidak pernah salah. Sehun sangat enggan merendahkan dirinya dengan meminta maaf duluan, bahkan ia tidak ingat kapan terakhir kalinya ia mengucapkan kata itu. Tapi ia sangat kesal saat wajah Irene yang kecewa tadi terbayang dipikirannya. Menyebalkan bukan ? dan akhirnya sehun memilih tidur dari pada berlama-lama memikirkan hal menyebalkan ini.

TBC

Iklan

20 pemikiran pada “[EXOFFI FREELANCE] Stay With Me (Chapter 2)

  1. Sehun omongan nya pedes banget. Pengen Gue plester ntu mulut biar tau rasa 😂 tega banget sih ngusir wanita cantik kek mbak irene.. tapi syukurin luu ujung-ujung nya ngerasa bersalah juga :v
    Btw semangat nulis nya kakak..
    *cusschap3

  2. seneng banget pas tau ff ini dilanjut

    pedes banget hun kalo ngomong, akhirnya merasa bersalah juga kan?
    jangan lama2 dong dilanjutnya

  3. Unnie lanjutnya jgn lama2 dong😢 kan kangen…
    Smoga aja si sehun kena batunya, jadi ketergantungan sama irene…bangsadh amat mulutnya sehun…aku yg baca aja sakit ati😑
    Keep writing unnie^^

    • Iya moga mnggu ini ffnya bisa kelar yah😁.. aduh kangen😍 #plak
      Iya author juga hrap sehun kena batunya biar kapok tuh bocah chadell😂#digamparsehun
      Maksih ya udh nyempetin baca💕 (nunduk)

    • Author juga mau sumpelin mulutnya sehun pake kaos kakinya bang kai 😂 #plak. Makasih udh nyempatin baca ff kurang bahan ini😂.. dan semoga bisa rajin updatenya ya💕

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s