[EXOFFI FREELANCE] Black Diamond (Chapter 5)

Black Diamond Chapter 5

Author : Bacon14

Length : Chaptered

Genre : Mystery, Fantasy, Romance, Hurt

Main Cast :

– Shin Hyeri

– Oh Sehun

Add Cast :

– EXO Member

– Bobby

– Jung Jungkook

Happy Reading😀

“Jung Jungkook?!” Jungkook hanya tersenyum miring. Tangannya bermain-main dengan api sambil tersenyum kecil. Kai dan Baekhyun menatap tajam Jungkook yang seakan tidak peduli dengan keberadaan mereka.

“Apa kau kira aku akan mati begitu saja? Kekuatan Sehun terlalu lemah setelah penyerangan werewolf itu. Dia tidak mungkin membuatku mati dengan tenaga sekecil itu.” ejeknya. Jungkook memadamkan api di tangannya dan mulai menatap serius kedua vampir di hadapannya. Tangan Kai terkepal erat. Seberkas memori datang satu persatu membuat rol film berputar di kepalanya.

( Flashback On)

Sehun diserang oleh segerombolan werewolf dari berbagai arah. Sehun benar-benar tidak siap dengan kedatangan para werewolf yang mengamuk ini.  Werewolf-werewolf ini sangat ganas. Sehun mengalami luka di beberapa bagian tubuhnya. Sekilas, ia melihat siapa yang menjadi dalang di balik penyerangan ini. Matanya yang kabur melihat Jungkook sahabatnya berdiri sambil menyeringai ke arahnya.

Asap hitam mengelilingi tubuhnya dan membuat werewolf yang mendekatinya menggelepar dan mati. Jungkook mulai panik melihat pasukan werewolfnya satu persatu mati tak berdaya. Satu-satunya yang tersisa ialah Jungkook. Mata Sehun menatap tajam ke arah Jungkook. Luka-lukanya sembuh kembali setelah asap-asap itu memasuki tubuhnya. Jungkook sempat takjub lalu kembali waspada.

Serangan datang satu persatu. Jungkook dengan lincah menghindari asap-asap hitam yang menuju ke arahnya. Dalam hal kecepatan memang Jungkook tidak ada duanya. Ia menghindar terus hingga satu asap yang datang dari arah bawah mengenai dadanya. Jungkook terjatuh dan darah segar keluar dari bibirnya. Nafasnya terengah-engah. Kemampuan regenerasinya tidak bekerja sama sekali.

Satu asap datang kembali dan membalut tubuh Jungkook dalam kegelapan. Jungkook berteriak kesakitan. Asap itu masuk ke dalam tubuhnya dan menggerogoti organ-organ sehatnya. Tubuhnya tidak berfungsi lagi dan ia tahu inilah ajalnya. Ia dibunuh oleh sahabatnya sendiri.

“Uhuk~” Asap yang menyelubungi tubuh Jungkook menghilang dan tersisa suara Sehun yang terbatuk-batuk. Darah segar keluar dari mulut Sehun. Matanya mulai mengabur dan akhirnya ia jatuh di samping tubuh sahabatnya.

Takdir sepertinya berpihak pada Jungkook. Salah satu tetua werewolf datang menghampirinya dan membawanya ke dalam klan werewolf. Jungkook diobati untuk beberapa tahun lamanya. Akibat fatalnya ia tidak bisa melakukan regenerasinya dengan sempurna seperti saat ia menjadi vampir dahulu karena kemampuannya sudah bercampur dengan kemampuan werewolf yang dimasukkan ke dalam tubuhnya. Namun ia memiliki satu kelebihan seperti werewolf. Ia memiliki tubuh yang keras dan tidak dimasuki benda apapun termasuk pisau perak yang biasa digunakan untuk membunuh para vampir. Ia adalah satu-satunya vampir setengah werewolf.

Setelah beberapa tahun Jungkook benar-benar pulih dan kembali merencanakan penyerangan Sehun. Ia tidak terima dikalahkan oleh Sehun padahal keadaan Sehun terluka parah. Harga dirinya terluka. Kali ini ia merencanakannya dengan matang. Ia menggunakan kecerdasannya untuk menjebak Sehun dalam rencananya.

Di lain pihak, setelah Sehun diserang werewolf ia mendapati kabar Sohyun adiknya meninggal. Sehun benar-benar tidak percaya dengan kematian adiknya yang sangat ia cintai. Menurut kabar yang ia dengar, Sohyun meninggal karena melindunginya dari serangan werewolf. Sohyun datang saat Sehun mulai terluka parah dan penglihatannya mulai kabur setelah pertarungannya dengan Jungkook. Saat itu Sehun terkapar di tanah tepat di samping Jungkook.

“Oppa.. Hiks..” Sohyun memeluk tubuh Sehun yang terkulai lemas. Tangannya bergetar mengusap pipi Sehun. Satu persatu luka di pipi Sehun mulai sembuh setelah tangan dingin Sohyun mengusapnya. Sohyun memiliki kelebihan seperti Lay. Ia bisa menyembuhkan penyakit apapun dengan tangannya. Sohyun menyalurkan kekuatannya ke tubuh Sehun. Tubuh Sehun diselimuti cahaya putih dan luka-lukanya mulai tertutup.

Tanpa Sohyun sadari, seekor werewolf yang masih hidup datang menghampirinya dan membunuhnya. Gigi-gigi tajam werewolf itu mengoyak tubuh Sohyun dengan sadis hingga tidak berbentuk. Werewolf itu hendak menyerang Sehun namun sebuah cahaya mengenai tubuhnya dan membunuhnya seketika.

Baekhyun datang menghampiri Sehun dan membawanya ke istana sedangkan Kai terdiam sesaat mendapati potongan-potongan tubuh Sohyun di depannya. Ia menghiraukan keberadaan Jungkook yang sekarat. Ia hanya terpaku pada Sohyun. Wajah cantiknya tidak berbentuk lagi. Hanya ada kalung berleontin yang tersisa di samping tubuhnya yang tidak berbentuk. Kai mengambilnya dan membawanya ke istana.

Setelah kejadian itu, Sehun benar-benar menghilang untuk beberapa saat dan tidak ada yang tahu keberadaannya dimana.

( Flashback Off)

Baekhyun dan Kai benar-benar geram dengan kedatangan Jungkook. Mereka berdua mulai menyerang Jungkook bersamaan. Jungkook dengan lincah menghindar dari serangan Baekhyun dan Kai. Baekhyun dan Kai bukan tandingan Jungkook.

“Argghhh..~” Tangan Baekhyun terluka akibat serangan tiba-tiba dari Jungkook. Ia melihat Jungkook dengan dingin. Sebuah cahaya berukuran besar meluncur ke arah Jungkook. Jungkook tak sempat menghindar dan terkena cahaya itu. Darah segar keluar dari bibirnya namun ia tersenyum miring.

“Hanya segitu kemampuanmu, Tuan Baekhyun?” Jungkook mengeluarkan apinya dan menyerang Baekhyun serta Kai secara bersamaan. Kekuatannya berkali-kali lipat lebih tinggi dari sebelumnya. Kukunya berubah panjang seperti cakar serigala. Ia menyerang Baekhyun dan Kai membabi buta.

“Kita harus pergi, Baek.” telepati Kai. Baekhyun dan Kai berpandangan satu sama lain sebelum menghilang. Jungkook hanya mendecih kesal. Mainannya hilang begitu saja padahal lumayan seru.

“Setidaknya aku punya Hyeri. Mainanku yang baru.” ucapnya. Jungkook melebarkan sayapnya dan menghilang dari tempat itu.

******

Baekhyun dan Kai tiba di istana dengan keadaan terluka parah. Mereka pergi ke ruangan Kai dan berkonsentrasi untuk menyembuhkan luka mereka.

“Aku tidak tahu Jungkook masih hidup. Sial!” Ucap Baekhyun sambil meringis kecil. Beberapa pelayan membantu Baekhyun mengobati lukanya. Kai mengangguk menanggapi ucapan Baekhyun. Ia benar-benar tidak menyangka Jungkook masih hidup.

“Astaga…. Kau tahu kita lupa mencari Hyeri. Sehun pasti terbangun dan nanti dia akan membunuh kita.” Baekhyun kembali meringis ketika memaksakan untuk berdiri. Ia benar-benar mengerahkan seluruh kemampuannya tadi dan kemampuannya hanya dianggap remeh oleh Jungkook. Ia sebenarnya tahu sendiri kekuatannya tidak bisa disandingkan dengan Jungkook. Kekuatan Jungkook sebanding dengan kekuatan Sehun atau Chanyeol. Kekuatannya hanya secuil dari kekuatan mereka.

“Baekhyun, lebih baik kau sembuhkan dirimu dulu. Aku yang akan mencari Hyeri. Keadaanku sudah jauh lebih baik.” Kai mengepakkan sayapnya dan menghilang di hadapan Baekhyun.

*******

Sehun telah terbangun dan tidak mendapati Hyeri maupun Kai. Ia mendecih sebal. Ia memegang kepalanya yang sedikit pening. Ia mencoba untuk menelepati Kai beberapa kali namun tidak mendapat balasan. Ia juga menelepati Baekhyun namun sama saja. Dari balik bahunya muncul dua sayap hitam legam.

“Oppa..” Hyeri terkejut mendapati Sehun membuka sayapnya. Sehun menatap Hyeri sebentar lalu tersenyum kikuk. Ia mendekati Hyeri dan memeluknya dengan erat. Tangannya mengusap kepala Hyeri dengan lembut

“Aku kira kau menghilang. Aku takut kehilanganmu.” Hyeri tersenyum sedih. Apa sebegitu takutkah Sehun kehilangannya? Bukankah Sehun mencarinya untuk menemukan keberadaan Black diamond? Sehun menangkap kesedihan di wajah Hyeri namun ia tidak menemukan apapun. Pikiran Hyeri tiba-tiba tidak bisa ia baca. Hanya kegelapan yang ada di pikirannya.

“Kau darimana saja? Kenapa aku tidak menemukanmu di kamar?” Hyeri tersenyum gugup. Ia tidak ada di rumah sejak tadi. Ia begitu terburu-buru kesini setelah dibawa oleh Kai.

( Flashback On)

Kai menemukan apartemen Bobby dan langsung masuk begitu saja ke dalam. Bukan hal yang sulit untuk masuk ke rumah orang lain jika memiliki kekuatan teleportasi. Kai tidak menghiraukan keberadaan Bobby yang meneriakinya dan langsung masuk ke kamar Hyeri.

“Hyeri..” Hyeri menoleh dan mengusap air matanya perlahan. Kenyataan yang diberitahukan Jungkook benar-benar mengguncangnya.

“Kai apa aku memiliki eonni vampir?” Kai terkejut mendengar pertanyaan Hyeri. Ia berpindah dan duduk di samping Hyeri. Sebuah pola rumit di leher Hyeri tertangkap mata Kai. Kai tahu ini ulah siapa. Jung Jungkook.

“Sebentar Hyeri.. Sebelum aku kemari apa ada vampir lain yang datang kemari?” Hyeri mengangguk. Dugaan Kai benar. Pola rumit ini milik Jungkook. Giginya bergemelatuk kesal. Ia menatap pola rumit ini dengan marah. Sepertinya Hyeri tidak menyadari ada sebuah tanda pola rumit ini di lehernya, melihat dari keadaannya yang masih terguncang.

“Kai tolong jawab pertanyaanku. Apa aku punya eonni?” Kai menatap Hyeri lalu mengangguk. Tubuh Hyeri lemas seketika.

“Tolong ceritakan tentang dia, Kai! Jebal..” Kai menghela nafasnya sebelum bercerita.

“Nona Sohyun adalah anak ketiga dari keturunan Oh. Anak pertama mereka adalah Oh Luhan lalu Oh Sehun dan yang terakhir adalah Oh Sohyun.  Nona Sohyun adalah putri yang ceria. Bahkan nona tidak terlihat seperti vampir sama sekali. Kelebihannya terletak pada penyembuhannya yang sangat cepat. Nona bisa menyalurkan energinya untuk menyembuhkan siapapun itu. Tuan Sehun sangat menyayangi nona Sohyun hingga mencintainya. Hubungan mereka tidak direstui oleh siapapun. Namun tuan Sehun tidak peduli dan tetap membiarkan dirinya mencintai nona Sohyun. Hingga nona Sohyun meninggal setelah menyelamatkan nyawanya dalam pertarungan dengan werewolf. Tuan Sehun menghilang untuk beberapa tahun dan setelah kembali ia menjadi pribadi dingin dan berbeda. Aku tidak mengenalinya lagi. Dahulu tuan Sehun hanyalah seorang vampir kuat yang sedang dimabuk cinta dan pribadinya sangat ramah. Semuanya berubah setelah nona Sohyun meninggal. Tapi aku tahu kau bisa mengubahnya kembali, Nona Hyeri.” Hyeri mengulas senyumnya pada Kai.

“Nona Hyeri kau harus pulang sebelum Sehun bangun dan mencarimu.” Hyeri baru teringat dengan Sehun. Ia mengesampingkan semua perasaannya dan mengikuti Kai.

“Pejamkan matamu dan nanti kau akan berada di dalam rumahmu okay?” Kai melebarkan sayapnya dan membungkus tubuhnya serta tubuh Hyeri lalu berteleportasi ke rumah Hyeri.

( Flashback Off)

“Aku tadi baru saja selesai berbelanja ditemani Kai. Maaf meninggalkanmu sendirian, oppa. Aku tidak tahu kau akan terbangun secepat itu.” ucap Hyeri mencari alasan. Matanya menatap gugup Sehun. Tangan Sehun menarik pinggang Hyeri dan membuat wajah mereka hanya berjarak beberapa cm saja. Nafas hangat Sehun menerpa wajah Hyeri. Bibir Sehun melumat bibir Hyeri perlahan. Ciuman itu semakin menuntut. Sehun mendorong tubuh Hyeri ke arah dinding dan mendorong lidahnya semakin dalam mengeksplor mulut Hyeri.

“Hhh~ kau tahu aku benar-benar takut kehilanganmu.” Pipi Hyeri merona merah. Ia mendorong tubuh Sehun dan melangkah ke arah balkon. Rambutnya berkibar diterpa angin. Sehun menangkap pola rumit di leher Hyeri dan dengan gerakan cepat menyentuh pola rumit itu.

“Siapa yang melakukan ini?” Hyeri mengernyitkan dahinya. Ia tidak mengerti apa maksud dari ucapan Sehun. Sehun membawa Hyeri ke depan cermin dan membiarkannya mengetahui pola rumit yang ada di lehernya. Hyeri memutar ingatannya sesaat dan baru teringat dengan kehadiran vampir bernama Jungkook. Ia baru ingat Jungkook mencium lehernya ketika ia masih syok dengan kenyataan yang baru ia ketahui.

“A-aku tidak tahu oppa.. Hiks..memang apa artinya pola ini? Apa aku akan mati? Apa ini menentukan akhir hidupku? Hikss.. Aku tidak mau mati. Aku masih ingin hidup bebas. Aku belum menikah dan aku masih…”

CUP

Sehun mengecup bibir Hyeri untuk menenangkannya. Ia memeluk Hyeri sesaat dan kembali tersenyum.

“Kau tidak akan mati. Kau masih tetap hidup tapi kau ditandai oleh vampir. Sepertinya tanda ini aku mengenalnya. Entah dimana..” Hyeri mengernyitkan keningnya. Ia bingung dengan penjelasan Sehun. Melihat wajah bingung Hyeri membuat Sehun menarik senyumnya lagi.

“Ditandai itu artinya kau menjadi milik seseorang untuk sementara. Jadi kau seperti berhubungan dengan vampir itu. Ahh… Bagaimana menjelaskannya ya.. Jadi intinya kau memiliki hubungan secara tak langsung dengannya. Misalnya dia tersakiti kau akan juga tersakiti. Dia terluka kau juga akan merasakannya. Tanda ini hanya sebulan saja ada di lehermu. Setelah itu tanda itu akan memudar. Sayangnya tanda ini memiliki kelemahan seperti yang aku katakan. Jika vampir itu hanya berniat ‘bermain-main” denganmu dan dengan sengaja melukai dirinya kau akan terluka juga. Aku tidak bisa membayangkan itu terjadi. Tanda itu tidak bisa dihapus oleh vampir manapun termasuk aku.” Hyeri menatap Sehun sedih. Ia menatap pola rumit itu di lehernya dan kembali menatap Sehun.

“Aku harap vampir itu tidak berbuat apapun yang buruk. Maafkan aku, oppa. Aku tidak menyadarinya. Hal ini pasti membuatmu khawatir, kan? Mianhae…” Sehun mengelus kepala Hyeri pelan.

“Gwenchana.. Aku akan menjagamu dan aku berjanji akan mencari tahu siapa yang menandaimu. Aku akan membunuhnya jika ia melakukan hal yang buruk padamu. Lalu… Bagaimana dengan segelmu? Entah kenapa aku sulit membukanya. Seperti ada kekuatan yang menolak dalam tubuhmu. Sesuatu yang hitam legam dan gelap.” Sehun teringat sesuatu. Black Diamond. Ciri-ciri yang sama dengan Black Diamond.

“Apa itu Black Diamond yang kau cari?” Setiap mengingat alasan Sehun kemari menemuinya hanya untuk mencari Black Diamond membuat Hyeri sedih.

“Aku tidak tahu. Mungkin saja itu kekuatan alamiahmu untuk menolak kekuatanku. Kau tahu kekuatanmu itu masih murni dan suci sedangkan kekuatanku sudah ternoda dengan kegelapan. Yah mungkin itu penyebabnya…sebenarnya aku bisa memastikannya jika aku menghisap darahmu tapi aku tidak bisa berjanji untuk berhenti menghisap darahmu. Darahmu sangat manis. Aku tidak pernah menemukan darah semanis dirimu, Hyeri.” seringai Sehun. Hyeri memundurkan tubuhnya dan tersenyum gugup. Wajar saja ia takut dengan Sehun. Sehun adalah vampir yang sangat kuat sedangkan dia hanyalah manusia setengah vampir yang kekuatannya masih disegel. Kapan saja Sehun bisa membunuhnya dengan mudah.

“Aku hanya bercanda.. Ayolah.. Apa kau kira aku sejahat itu, Hyeri?” Sehun tertawa memamerkan deretan giginya yang rapi. Hyeri ikut tersenyum melihat Sehun tertawa. Hatinya menghangat hanya dengan melihat Sehun tertawa.

“Aku akan upayakan kau menjadi vampir. Sama sepertiku. Aku tidak sabar menunggunya. Aku tidak mau kau diburu terus oleh para petinggi vampir. Ck.. Aku benci dengan petinggi-petinggi vampir itu. Setelah beberapa tahun mereka melakukan rapat dan akhirnya tidak menemukan apapun tentang Black Diamond. Keadaan appa sangat buruk dan sepertinya mereka tidak peduli. Padahal appa yang memperjuangkan mereka walaupun mereka bersalah. Ck.. Tidak tahu terimakasih.” Tangan hangat Hyeri mengelus punggung Sehun. Emosi Sehun menurun seketika. Ia menangkap tangan hangat Hyeri dan menggenggamnya erat.

“Kau tahu kau sangat lucu jika marah-marah seperti itu.” Sehun mengusap pipi Hyeri dan tersenyum.

“Andai saja kau bukan adikku, aku akan menjadikanmu yeojachinguku. Kau sangat manis dan baik. Aku harap kau mendapatkan namja yang baik untukmu.” Senyuman di bibir Hyeri luntur. Selama ini Sehun hanya menggangapnya adik saja ya.. Haha.. Ia tahu fakta ini akan membuatnya sakit. Salahnya sendiri menyukai kakaknya sendiri? Hati Hyeri sangat sakit mengetahui ucapan Sehun menohok hatinya. Lalu pelukan, ciuman, tatapan matanya… Apa artinya itu semua? Apa hanya sebatas adik dan kakak? Apa wajar melakukannya sebagai adik dan kakak?

“Aku pergi dulu ya… Sebentar lagi ada rapat menyebalkan dan tidak berguna itu. Kau istirahatlah dan makanlah yang banyak. Kau terlihat kurus.” Sehun mengecup kilat bibir Hyeri dan membiarkan sayapnya mengembang. Ia terbang dan berteleportasi ke dalam istananya.

“Hiks..hiks..kenapa begitu sakit? Hyeri bodoh. Harusnya kau tidak menganggap lebih perlakuannya! Dia itu kakakmu. Kau kira dia memiliki perasaan hanya dengan ciuman? Kau kira kau itu Sohyun yang dicintai olehnya? Kau bodoh Hyeri… Hiks… Itu hanya ungkapan kasih sayangnya sebagai kakak. Hiks… ” Monolognya. Bulir-bulir air mata jatuh dan membentuk salju-salju kecil di lantai. Matanya berubah menjadi hitam legam dan kekuatannya terlepas sedikit dari segelnya. Sepasang sayap putih memeluk tubuh Hyeri. Sayap yang tidak sengaja keluar dari segel ibunya. Sepasang mata berwarna merah menatap Hyeri dan bibirnya membentuk sebuah seringaian menyeramkan.

*******

“Kai… Kemari!” Kai datang dengan cepat setelah sebuah panggilan masuk ke dalam otaknya. Ia menundukkan kepalanya dalam melihat kemarahan Sehun yang tercetak jelas di wajahnya.

“Bagaimana kau bisa membiarkan seorang vampir meninggalkan tandanya di leher Hyeri?” Desis Sehun tajam. Kai menggumamkan kata maaf berkali-kali.

“Sekarang beritahu aku siapa yang menandai Hyeri?” Kai menelan ludahnya perlahan. Ia yakin ketika ia mengatakannya kemarahan Sehun akan semakin memuncak.

“Jung Jungkook, Tuan.” Sehun bangkit dari tempat duduknya dan mencengkram kerah baju Kai. Ia menatap tajam Kai yang ketakutan.

“Bukankah kau saat itu mengatakan pengkhianat itu sudah mati? Lalu kenapa dia bisa hidup lagi? Dan Hyeri…. Bagaimana kau bisa membiarkan Jungkook menandainya? Kau tahu dia bisa membunuh Hyeri untuk membalaskan dendamnya bodoh..” Tidak pernah selama hidup Kai dimarahi oleh Sehun sampai seperti ini.  Kai hanya menunduk takut, tidak berani mengucapkan sepatah kata.

“JAWAB AKU, KAI!!!! KEMANA SAJA KAU SAMPAI HYERI TIDAK KAU JAGA SEPERTI ITU SAMPAI VAMPIR BUSUK ITU BISA MENINGGALKAN TANDANYA!!!!!!” Hewan-hewan malam berlarian kesana kemari mendengar suara teriakan Sehun. Beberapa vampir pelayan juga cepat-cepat menyingkir dan meninggalkan ruangan Sehun. Suara teriakan Sehun menarik beberapa vampir bangsawan untuk mendekati ruangannya. Sehun yang mengetahui beberapa vampir mulai menguping pembicaraannya langsung membuat perlindungan yang membuat para vampir terluka jika mendekati perlindungan yang dibuatnya.

“Mian… Tadi nona Hyeri pergi dari rumah dan aku serta Baekhyun mencarinya. Sebelum menemukannya, aku dan Baekhyun bertemu dan terlibat pertarungan dengan Jungkook. Aku benar-benar tidak tahu Jungkook menemui nona Hyeri. Maafkan aku, Tuan. Aku dan Baekhyun sempat terluka parah karena pertarungan itu. Aku berhenti mencari nona Hyeri sebentar untuk menyembuhkan lukaku lalu aku mencarinya dan bertemu di apartemen indigo itu. Aku baru mengetahuinya setelah melihat tanda itu.” Sehun mengacak rambutnya frustasi setelah mendengarkan penjelasan Kai. Jungkook benar-benar bedebah.

“Apa saja yang diceritakan Jungkook pada Hyeri? Aku tahu kau mengetahuinya Kai. Aku bisa membaca pikiranmu itu.” Kai mengigit bibirnya. Ia menghela nafas sebelum menjawab pertanyaan Sehun.

“Nona Hyeri sudah tahu mengenai Nona Sohyun. Termasuk mengenai pertarungan yang membuat Nona Sohyun meninggal.” Sehun semakin tajam menatap Kai. Ia melesat cepat ke arah Kai dan menghadiahkan sebuah bogem mentah ke arah Kai. Kai terhuyung sebelum sebuah pukulan mengarah ke arahnya lagi.

“Harusnya kau tidak memberitahunya. Kau tahu? Itu adalah masa terkelamku. Kau adalah penjagaku dan sahabatku, Kai. Kenapa? Kenapa kau menceritakan padanya? Apa kau juga menceritakan kalau aku mencintai adikku sendiri?” Kai kembali mengangguk. Sehun menghela nafasnya panjang.

“Kau harusnya tidak menceritakan itu, Kai. Aish… Lupakanlah itu. Aku tidak mau membahasnya. Sekarang kau kuperintahkan untuk menjaga Hyeri. Kau tahu Jungkook bisa melakukan apa saja. Jika ia terluka atau apapun itu, kau harus memberitahuku segera. Mengerti? Hari ini kau tidak perlu datang ke rapat dan jaga Hyeri.” Kai mengangguk dan segera menghilang dari hadapan Sehun. Sehun kembali duduk di kursinya dan menghela nafasnya panjang. Ia mengambil sebuah kotak dari mejanya. Kotak yang berisikan leontin Sohyun.

“Sohyun… ” Sehun masih menyimpan leontin milik Sohyun. Leontin yang diberikan oleh eommanya untuk Sohyun. Leontin ini diincar oleh banyak vampir bangsawan termasuk Chanyeol. Namun mereka tidak menemukan keberadaan leontin ini karena Kai langsung memberikan leontin ini padanya. Leontin ini adalah satu-satunya barang yang tersisa dari Sohyun. Leontin ini dapat menyembuhkan segala luka sama seperti kekuatan Sohyun serta kekuatan pengendalian. Artinya kekuatan ini dapat mengendalikan kekuatan vampir lain dan membuatnya tunduk di hadapan pemilik leontin ini. Selain Black Diamond, hanya benda ini yang memiliki kekuatan pengendalian. Bedanya leontin ini tidak sekuat Black Diamond. Beberapa vampir yang memiliki perlindungan sangat tinggi tidak bisa ditembus oleh leontin ini. Sedangkan Black Diamond pengaruhnya sangat kuat bahkan sampai mempengaruhi penggunanya. Black diamond dapat mengendalikan seluruh vampir tanpa terkecuali. Hal ini yang membuat Leontin ini dicari terus oleh kalangan vampir.

Sohyun tidak pernah menggunakannya dan entah kenapa ia memakainya saat terakhir hidupnya. Tanpa sadar, Sehun meneteskan air matanya. Ia menggenggam erat leontin berwarna biru milik Sohyun sambil mengenang kenangan manisnya bersama Sohyun.

( Flashback On)

Sehun dan Sohyun berbaring di hamparan rumput yang luas. Mata mereka saling bertatapan. Tangan mereka saling bertautan dan bibir mereka mengulas senyum.

“Aku sangat mencintaimu, Sohyun.” Sohyun membalikkan tubuhnya dan menatap Sehun. Ia memamerkan deretan giginya dan mengacak rambut Sehun pelan.

“Aku juga mencintaimu, oppa. Andai saja kita bukan kakak beradik. Mungkin saja hubungan kita…. ” Sehun menaruh telunjuknya di depan bibir Sohyun. Bibirnya mengulas senyum manis. Ia bangkit berdiri dan menggendong Sohyun.

“Aku tidak peduli hubungan kita direstui atau tidak. Aku benar-benar tidak peduli. Aku hanya tahu kau mencintaiku dan aku mencintaimu. Simple saja. Jangan kau pikirkan anggapan orang lain. Yang menjalani hubungan ini kita bukan mereka. Arra?” Sehun membawa Sohyun dalam ciuman lembut tanpa nafsu. Sohyun mendorong dada Sehun dan dengan pipi memerahnya menatap Sehun manis.

“Kalau aku pergi meninggalkanmu lebih dulu, ingatlah kau hanya mencintaiku saja dan aku tidak mau kau bersama yeoja lain. Arra?” Sehun mengangguk.

“Aku akan pastikan kau tidak akan pernah meninggalkanku. Uuuh~ lucunyaa yeojaku saat marah. Manis sekali…” Sehun mencubit pipi Sohyun gemas dan mengusap hidungnya.

Setelahnya Sehun dan Sohyun tertawa terbahak-bahak dan saling berpelukan satu sama lain. Saat itu mereka belum ada masalah. Saat itu mereka hanya mengerti bahwa mereka saling mencintai. Saat itu adalah hari yang paling bahagia untuk Sehun. Sebelum Sohyun pergi meninggalkannya untuk selama-lamanya.

( Flashback Off)

Sehun menaruh leontin itu kembali dalam kotak dan merapalkan beberapa mantra untuk melindungi kotak tersebut agar kasat mata. Ia menghilangkan pelindung yang tadi dia buat lalu bergegas ke ruang rapat.

*******

“Hari ini kita akan membahas mengenai penyerangan manusia setengah vampir. Perkembangannya sangat baik. Hanya tersisa sedikit dari mereka yang masih hidup dan aku benar-benar berterimakasih kepada kalian yang membantuku.” ucap Chanyeol dengan bualannya. Semua mata tertuju pada Chanyeol.

“Aku akan melancarkan sebuah serangan yang nanti diambil alih sepenuhnya oleh Tuan Luhan. Sebentar… Tuan Luhan kemana ya? Apa ada yang tahu?” Semua saling berbisik satu sama lain. Semua tahu setelah pertarungan Luhan dengan Sehun, Luhan menghilang. Semua mata tertuju pada Sehun.

“Apa kau tahu keberadaannya, Tuan Sehun?” Sehun hanya memutar bola matanya malas dan menggelengkan kepalanya.

“Karena Tuan Luhan berhalangan hadir, aku akan menyerahkan tugas ini kepada Tuan Xiumin. Tuan Xiumin apakah engkau bersedia membantuku membasmi manusia setengah vampir?” Xiumin berdiri dan membungkuk hormat pada Chanyeol. Sehun sangat muak mendengar ucapan Chanyeol.

“Oh ya… Tuan Sehun apakah kau telah mengubah adikmu menjadi vampir? Kami tidak akan pandang bulu kali ini dalam membasminya. Jika kau tidak mengubahnya, nyawa adikmu terancam. Maaf mengatakan hal ini, Tuan.” Chanyeol tersenyum miring. Matanya menatap tajam ke arah Sehun.

“Aku akan mengubahnya segera. Kau tidak perlu mengkhawatirkan adikku secara berlebihan, Tuan Chanyeol yang terhormat.” sindir Sehun. Sehun berdiri dan meninggalkan kursi rapat. Rapat ini hanya omong kosong belaka.

“Ck.. Lihatlah begitukah calon raja vampir kalian! Apa pantas memiliki calon raja seperti itu?” ungkap Chanyeol setelah Sehun pergi. Semua vampir saling berpandangan. Beberapa setuju dengan ucapan Chanyeol namun sebagian memilih untuk diam tidak menanggapi.

“Kau tidak perlu membahas hal yang tidak penting, Tuan Chanyeol. Silahkan lanjutkan rapat.” Ucap Suho tenang. Chanyeol mendengus sebal dengan ucapan Suho dan kembali melanjutkan rapat yang tertunda.

Sehun kembali ke ruangannya. Ia benar-benar kesal dengan taktik yang dimainkan Chanyeol. Ia ingin sekali membunuhnya jika saja dia bukan anak sahabat ayahnya. Anak dan ayah jauh berbeda. Sehun mengenal Tn.Park dengan baik. Tn.Park adalah seseorang yang tegas, baik dan terhormat berbeda jauh dengan anaknya yang serampangan dan pemarah.

“Bagaimana caranya mengubah Hyeri menjadi vampir? Aku tidak tahu energi itu. Energi itu membuatku mual. Energi itu selalu menolak kekuatanku.” dengus Sehun. Sehun membuat sebuah kolam pusaran angin dan melihat aktivitas Hyeri. Baru beberapa jam saja ia meninggalkan Hyeri, ia sudah rindu dengannya. Ia melihat Hyeri tengah melakukan aktivitas seperti biasanya.

“Sohyun…..Aku takut aku tidak bisa menepati janjiku untuk terus mencintaimu. Kau tahu ada seseorang yang mengusik hatiku sejak keberadaannya kuketahui. Sifatnya, tingkahnya, wajahnya, kekuatannya sangat mirip denganmu. Apa aku boleh mencintainya?” gumam Sehun. Sehun melenyapkan pusaran angin tersebut dan membaringkan tubuhnya. Matanya terpejam lelah. Ia ingin mengunjungi Hyeri tapi keberadaannya akan menganggu aktivitas ‘manusia” Hyeri maka ia berada di ruangannya dengan bosan yang mendera.

******

“Kai astaga… Aku risih melihatmu selalu berada di sekitarku. Biarkan aku memiliki waktu sendiri okay?” Beberapa kali protes Hyeri tidak diindahkan oleh Kai. Kai terus menempel pada Hyeri seperti anak ayam. Hal ini membuat Hyeri benar-benar tidak nyaman.

“Apa oppa yang menyuruhmu seperti ini? Astaga… Nanti aku beritahu oppa kau tidak perlu mengikutiku okay? Please Kai. Kau benar-benar mengganggu privasiku.” Hyeri menghela nafas panjang. Bicara dengan Kai sama saja berbicara dengan patung. Sikap Kai lebih kaku dari sebelumnya. Entah apa yang dikatakan Sehun padanya, membuatnya seperti mayat hidup yang menemani Hyeri.

“Baiklah… Sekarang kau berhenti disana. Aku mau mandi. Jangan pernah kau ikuti aku.” Raut wajah Kai ingin menolak tapi akhirnya ia mengiyakan keputusan Hyeri. Hyeri mengambil baju dan celana lalu masuk ke kamar mandi. Akhirnya dia bisa lepas dari pengawasan ketat Kai.

“Hallo~ Hyeri.” Suara indah menggelitik leher Hyeri. Hyeri melihat ke arah kanan atau kiri namun ia tidak menemukan siapapun. Ia hanya mengendikkan bahu dan menaruh bajunya di gantungan.

“Apa kau lupa siapa aku?” Suara indah itu lagi-lagi berbicara dan menggelitik bulu kuduk Hyeri. Hyeri mulai merinding dan ingin keluar dari kamar mandi. Tetapi ia seperti terjebak dalam sebuah ruangan kasat mata. Ia berteriak dan memukul ruangan itu dengan keras namun tak ada hasil. Suaranya seperti teredam oleh air yang mengucur deras.

Jungkook datang dan menempelkan jari telunjuknya di bibir, meminta Hyeri tenang. Hyeri terkejut setengah mati. Ia kembali berteriak dan memukul ruangan tersebut. Berharap siapapun bisa menolongnya saat ini.

“Maaf sayang, ruangan ini sudah kubuat kedap suara dan hanya terdengar air mengalir dari luar. Luar biasanya kau kukurung di penjaraku. Kau suka? Kau milikku sayang.” Hyeri menggelengkan kepalanya dengan keras. Matanya menatap tajam ke arah Jungkook.

“Aku suka bermain denganmu. Ah… Kita mainkan permainan pertama okay? Aku tidak suka mengulur waktu.” Dari tangan Jungkook muncul sebuah pisau. Ia mengarahkan pisau itu ke tangannya dan mengiris tangannya tanpa beban. Sebelumnya ia melepas kekuatan werewolfnya agar pisau itu dapat menancap dengan mudah dalam tubuhnya. Jungkook sedikit meringis karena regenerasinya berjalan lambat untuk menutup bekas lukanya. Ia menatap ke arah Hyeri, menunggu teriakan Hyeri.

“The game is start.”

“Arrrrrgghhhhh…” Tangan Hyeri teriris sama seperti luka milik Jungkook yang telah tertutup sempurna. Hyeri jatuh terduduk sambil memegang tangan kanannya. Ada sebuah irisan berukuran 15 cm yang berdarah sangat banyak. Hyeri mengerahkan kekuatannya namun tidak berhasil. Kekuatannya seperti diserap dalam penjara itu.

“Ini baru permulaan. Mau lihat lagi?” Jungkook menancapkan pisaunya ke arah perutnya sendiri. Darah perlahan mengucur keluar dari perutnya. Bibirnya meloloskan sebuah ringisan kecil. Tak lama kemudian, lukanya tertutup.

“Jeball..Apapun akan kulakukan untukmu…… ARGHH~~” Sebuah luka tusukan ada di perut Hyeri dan mengeluarkan darah lebih banyak dari tangannya. Hyeri berusaha menekan perutnya agar tidak mengeluarkan darah lebih banyak. Matanya mulai mengabur.

“Nah ini permainan yang paling seru. Mencicipi darahmu.” Jungkook tersenyum menyeringai. Ia mendekat ke arah Hyeri, menembus penjara yang dibuatnya dan menanamkan kedua taringnya di leher mulus Hyeri. Hyeri berteriak kesakitan. Matanya berubah berwarna hitam legam dan setelahnya tertutup. Jungkook mengernyit setelah meminum darah Hyeri. Ia menjauhkan tubuhnya dan menatap Hyeri yang pingsan. Ia mendekatkan ke arah hidungnya namun ia mendapati Hyeri masih bernafas.

“Bukankah harusnya dia mati? Kenapa dia masih hidup? Lalu darahnya aneh. Kekuatannya mirip dengan Black Diamond.” Mata Jungkook melebar. Jangan bilang di dalam tubuh Hyeri ada Black Diamond. Tapi kenapa dia tidak bisa merasakannya? Black Diamond memiliki aura yang sangat kuat. Lalu yang membuatnya semakin tidak yakin. Black diamond tidak bisa ditanamkan dalam tubuh vampir karena akan memperpendek umurnya. Oleh karena itu, ibu Sehun meninggal karena dia menanamkan Black Diamond dalam tubuhnya sendiri agar tidak terlacak para vampir. Jungkook juga baru ingat ketika Black diamond di dalam tubuh ibu Sehun tidak ada yang berhasil melacak auranya sama sekali. Hyeri adalah vampir walaupun sekarang ia adalah manusia setengah vampir akibat kekuatannya disegel. Jadi bisa saja black diamond itu di tubuhnya. Jungkook mendecih mengingat betapa bodohnya ibu Sehun menyembunyikan keberadaan Black Diamond dalam tubuh anaknya.

“Menarik… Lebih baik kubiarkan hidup yeoja ini. Aku ingin melihat dilema dalam diri Sehun. Jika dia mengubahnya, dia otomatis akan membunuh adiknya secara perlahan. Jika dia tidak mengubahnya, aku yakin adiknya akan selalu terancam nyawanya karena Chanyeol gencar sekali mengusik kehidupannya dan dia tidak akan mungkin membiarkan yeoja ini hidup. Hahahahah….. Astaga aku tidak menyangka akan seperti ini. Sangat menarik…. Aku bahkan tidak pernah melihat hal semenarik ini. Lebih baik aku menikmati apa yang dilakukan Sehun nantinya.” Jungkook membuka ‘ruangan kasat mata’  miliknya lalu menghilang.

Kai yang mencium bau darah langsung mendobrak masuk ke kamar mandi dan mendapati Hyeri pingsan dengan bersimbah darah. Kai mendecak kesal. Ia tahu ini ulah siapa. Kenapa dia seceroboh itu? Kai menggendong tubuh Hyeri dan membawanya ke kamar tidur. Ia menyalurkan kekuatannya namun ada sebuah kekuatan dalam diri Hyeri yang menolaknya.

“Hyeri terluka” telepati Kai kepada Sehun. Sepersekian detik kemudian Sehun datang. Matanya menatap tajam ke arah Kai sebelum menatap Hyeri. Tubuh Hyeri dipenuhi dengan darah. Mata Sehun sempat menggelap. Melihat betapa manisnya darah Hyeri dan betapa indahnya tubuh Hyeri.

“Kenapa kau tidak menyembuhkannya?” Kai menggelengkan kepalanya.

“Sebuah kekuatan dalam dirinya menolak kekuatanku, Tuan. Maafkan aku.” ucap Kai

“APA? Aish sial” Sehun menyalurkan kekuatannya ke tubuh Hyeri dan lagi-lagi kekuatannya ditolak pula. Tubuh Hyeri mulai mendingin. Semakin banyak darah yang keluar dari tubuhnya.

“Aku akan mengubahnya menjadi vampir.”

TBC

 

Iklan

6 pemikiran pada “[EXOFFI FREELANCE] Black Diamond (Chapter 5)

  1. kasian hyeri jungkok jahat…ayo sehuna tlong hyeri..pa yg akan terjadi klo hyeri di ubah jadi vampire oleh sehun d nexsnya thor😊

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s