[EXOFFI FREELANCE] My Hatters is My Girlfriend (Chapter 2)

korean-baru.jpg

Title : My Hatters is My girlfrind.

Author : Meihaena

Length : Chapther

Genre : Romance,Friendship,Family.

Rating : PG-15

Main Cast : Park Chanyeol and Son Wendy.

Additional Cast : Jung Jaehyun (NCT 127), Kang Seulgi, Bae Irene, Member EXO, Rose Blackpink.

Summary : Cinta yang tulus pasti akan mampu menghilangkan besarnya rasa benci.

.

Disclaimer : Cerita ini murni hasil kerja otak author. Terinspirasi

dari beberapa drama korea.

Jika ada kesamaan tokoh,alur ataupun cerita itu hanya unsur

ketidaksengajaan. Please apologize for typo(s). Thank you

Chapter 2

@Seoul University

“ Wendy, bagaimana rasanya jadi pembantu Chanyeol ?.” Tanya Irene. ya, mereka bertiga kini tengah berjalan di koridor kampus.

“ Iya, tidak terlalu buruk. Tapi, tetap saja dia itu menyebalkan. Banyak sekali pekerjaan yang harus aku lakukan, dan kalian tahu rumahnya itu sangat besar, tapi dia hanya mengandalkanku seorang untuk membersihkan rumahnya.”

“ Kau yang sabar ya Wen. Semuanya pasti akan cepat berlalu.” Disaat mereka asik berbincang terdengar suara musik band dari dalam aula. Mereka pun penasaran dan segera menghampiri sumber suara. Ternyata saat itu tengah berlangsung acara band kampus mereka.

“ Bukankah itu Jaehyun,Taeil dan Doyoung?. Ayo kita lihat…!” Ajak Seulgi yang begitu antusias ingin melihat mereka.  Dan ternyata memang benar, ada pertunjukan Band yang di tampilkan oleh ketiga pria tampan itu. Sebenarnya bukan hanya Seulgi yang begitu antusias dengan penampilan mereka, tetapi Wendy juga ikut antusias dengan penampilan salah satu dari ketiga pria tampan yang tengah bernyanyi diatas panggung itu. Yaitu Jaehyun. Telah lama gadis itu menyimpan rasa pada Jaehyun. Apalagi mereka berada di satu jurusan yang sama.

“ Wendy, aku rasa Jaehyun menatap ke arahmu terus.” Bisik Irene pada gadis disebelahnya. Sedangkan gadis itu hanya menampakan senyuman malu.

“ Iya, jangan jangan dia menyukaimu juga.” Ledekan Seulgi semakin membuat pipi Wendy memerah.

“ Hentikan !. Jangan buat aku semakin Ge-er.” Ujar Wendy terlihat kesal karena kedua sahabatnya itu selalu meledeknya. Lagu pun telah berhenti, dan penampilan mereka telah selesai.

“ Ayo, kita kembali ke kelas ! .” Ajak Wendy, namun saat mereka hendak pergi dari tempat acara. Tiba tiba saja seseorang memanggilnya.

***

“ Apa kalian melihat Wendy?.” Tanya Chanyeol  pada seseorang dari jurusan kedokteran. Pria itu rela berjalan dari gedung seni musik ke gedung jurusan kedokteran hanya untuk menemui gadis yang sebenarnya adalah calon istrinya. Namun sedari tadi dia tidak bisa menemukan gadis itu, bahkan teman teman satu jurusannya  tidak tahu dimana keberadaan Wendy.

“Sebenarnya kemana sih, perginya gadis itu.” Ucap Chanyeol yang terlihat kesal karena lelah mengelilingi gedung . Ponsel Wendy pun sedari tadi tidak aktif. Namun saat Chanyeol menyerah untuk mencari keberadaan gadis itu, dia malah menemukan kedua sahabat Wendy yang terlihat tertawa saat keluar dari gedung aula.

“ Kalian melihat Wendy ?.” Tanya Pria itu untuk kesekian kalinya. Namun kedua gadis itu malah menampakan wajah tak suka saat melihat kedatangan Chanyeol.

“ Mau apa kau menemuinya?. Kau pasti ingin menyiksanya lagi.” Ujar Seulgi dengan nada sinis.” Bukan urusan kalian. Cepat katakan dimana dia !.”

“ Aku rasa kau jangan dulu menemuinya. Karena dia tengah berbicara dengan calon kekasihnya sekarang.” Irene mencoba memberi pengertian pada pria itu.

“ Mwo?. “ Akan sia sia waktu pria itu jika dihabiskan untuk menanyakan Wendy pada mereka berdua. Maka dari itu Pria itu memutuskan untuk mencari sendiri keberadaan Wendy yang dia yakini  berada didalam gedung aula. Setelah mengitari seluruh aula,akhirnya dia bisa menemukan keberadaan Wendy yang ternyata tengah berbicara dengan Jaehyun. Dengan perasaan yang sedikit kesal, Chanyeol pun menghampiri kedua orang tersebut.

***

“ Wendy,karena  besok  tidak ada jadwal kuliah. Bagaimana kalau….” Belum sempat Jaehyun melanjutkan perkataannya, tangan Wendy sudah ditarik oleh Chanyeol  yang sontak membuat mereka berdua kaget.

“ Wendy, ikut aku !.” Chanyeol masih menyeret Wendy untuk mengikutinya. Sedangkan gadis itu terus saja berontak minta dilepaskan. “ Kau ini kenapa sih?. Aku kan sedang berbicara dengan Jaehyun.” Teriak gadis itu dan segera menarik tangannya yang sedari tadi di tarik Chanyeol.  Dan pria itu pun akhirnya mau menuruti  perkataannya.

“ Aku sedari tadi mencarimu kemana mana. Tapi kau malah asik mengobrol  dengannya !.” Chanyeol pun ikut kesal karena merasa cemburu. Apalagi setelah perkataan Irene bahwa jaehyun itu calon kekasihnya Wendy.

“ Aku memang pembantumu, tapi kau tidak berhak mengaturku ingin berbicara dengan siapa !.”  Wendy pun hendak berbalik meninggalkan pria dihadapannya ini. Tapi Chanyeol sudah menahan  kembali.

“ Kau mau kemana?. Menemui pria itu lagi?. Tidak bisa, kau harus temani aku makan di kantin !.” Lagi lagi, tenaga pria itu lebih besar dari pada Wendy yang hanya seorang wanita.

Sehingga  gadis itu harus rela tangan nya di tarik kembali oleh Chanyeol .

“ kau tidak makan?.” Tanya Chanyeol yang melihat gadis dihadapannya itu hanya diam dan menekuk wajahnya kesal.

“ Aku tidak lapar !.” Ujarnya ketus. Namun Chanyeol tak memperdulikan, dan  fokus pada makanan nya sendiri.

“ Sebenarnya tujuanmu mengajakku kesini untuk apa?. Memandangimu yang tengah makan !.”  Belum sempat Chanyeol menjawab datang  Jaehyun yang tak sengaja menemukan Wendy dan lantas menghampirinya.

“ Wendy, ternyata kau disini. Tadi aku belum selesai bicara.” Ujarnya sambil tersenyum manis menatap gadis itu.

“ Oh iya, maaf ya Jaehyun. Tadi aku langsung pergi begitu saja. Kau bicara disini saja, aku siap mendengarkan.”

“Besok aku ingin mengajakmu jalan. Kau ada waktu kan?.” Betapa terkejutnya Wendy saat mengdengar Jaehyun yang secara tidak langsung mengajaknya kencan. Tetapi bukan hanya gadis itu saja, pria yang duduk dihadapan Wendy pun ikut terkejut sekaligus kesal melihat raut wajah bahagia Wendy.

“ Tentu saja, besok aku tidak ada acara kok. Jam berapa?.”

“ Jam 11 siang aku tunggu di cafe olive, ya.” Wendy pun menganggukan kepalanya tanda mengerti.” Baiklah, sampai jumpa besok.” Jaehyun pun pergi meninggalkan Wendy yang terlihat sangat senang, berbanding terbalik dengan perasaan Chanyeol  sekarang.

***

Wendy sudah siap dengan penampilan nya sekarang. Setelah berpamitan dengan ibunya, gadis itu berjalan keluar rumah dan menuju ke halte terdekat. Namun saat tengah menunggu halte,ponselnya berdering.

“ Yeobseo?.”

“ Wendy, cepat kemari.” Dengan suara sendunya yang terdengar disebrang sana.

“ Chanyeol, ada apa kau menghubungi ku?.”

“ Cepat kemari !.” Terdengar suara bersin saat pria itu menjawab.” Aku sedang sakit.”

“ Apa?. Tidak bisa, aku harus bertemu Jaehyun sekarang. Aku sudah telat.”

“ Andwe ~, pokoknya kau harus kemari.” Chanyeol lagi lagi bersin dan terbatuk.” Aku akan sekarat…” Tiba tiba saja sambungan telpon Chanyeol terputus. Hal itu membuat Wendy khawatir. Dia pun segera menaiki bus yang telah datang menuju ke rumah Chanyeol.

@ Chanyeol’s Home.

“ Chanyeol, kau baik baik saja?. Kenapa kau menutup telponnya?.” Ujar Wendy saat tiba dikamar pria itu setengah panik. Dan dapat ia lihat Chanyeol tengah berbaring lemah di tempat tidurnya.

Dia berdandan secantik ini, hanya untuk bertemu Jaehyun.?! Menyebalkan ! .batin pria itu.

“ Aku benar benar sakit. Kau tidak lihat aku pucat seperti ini?!.” Pria itu terus saja mengomel walau dalam keadaan sakit. Chanyeol sempat terperangah dengan penampilan Wendy yang terlihat cantik hari ini, sebenarnya pakaiannya cukup casual, namun topi hoody berwarna coklat serta kacamata bulat seperti tokoh Harry Potter  yang membuatnya telihat imut.

“ Coba biar aku ukur suhumu.” Gadis itu meletakan termometer di ketiak Chanyeol. Dan terlihat suhunya cukup tinggi.” Kau demam. Tunggu , aku akan ambilkan air dulu.” Wendy menuruni tangga dan menyiapkan air es dan juga lap. Namun tiba tiba dia melihat beberapa bungkus  ice cream yang tergeletak di tong sampah.

“ Chanyeol….kau sudah gila, berapa banyak ice cream yang kau habiskan??!!” Tanya gadis itu saat menghampiri pria itu dengan membawa mangkuk berisi air dingin.

“ Entahlah mungkin 10 bungkus . Aku tidak ingat.” Jawabnya cukup lemah.

“ Pantas saja kau sakit begini, kau memakan banyak ice cream dan menyalakan AC kamar sampai 17 derajat.” Tanpa Wendy sadari,  Chanyeol tengah tersenyum karena sebenarnya sakitnya ini adalah ide gilanya sendiri. Dia sengaja memakan banyak Ice cream dan menyalakan Ac semalaman agar gadis itu membatalkan kencan nya dengan Jaehyun.

“ Sudahlah jangan memarahiku terus. Pokoknya hari ini kau tidak boleh pergi kemanapun, kau harus merawatku sekarang !.”

“ Mwo?. Semua ini salahmu, kenapa aku harus merawatmu?!. Tidak bisa, aku harus pergi sekarang. Jaehyun sudah menungguku.”

“ Andwe….Kau tidak boleh pergi . Kau tega meninggalkanku sendirian disini.” Semoga dengan rengekanku ini , hatinya bisa luluh. Batin Chanyeol. “ bagaimana jika tiba tiba aku kejang kejang??. Atau aku ingin ke toilet??. Aku membutuhkan mu.” Entah kenapa hati Wendy sedikit berdesir setelah mendengar ucapan Chanyeol yang terakhir. Dan kini dia semakin dilema, mana yang harus dia pilih, Chanyeol atau Jaehyun?.

“ Kau ini, selalu saja menyusahkanku !.” Dengan perasaan kesal, Wendy pun mengeluarkan ponselnya dari dalam tas, dan mencoba menghubungi  Jaehyun. “ Kencan pertamaku dengannya , harus  gagal seperti ini..” Sekarang giliran Wendy yang merengek, karena dia sudah membatalkan acara kencannya dengan Jaehyun. Sementara Chanyeol disatu sisi dia merasa sangat senang rencananya berhasil, tapi disatu sisi juga dia merasa sedih karena Wendy begitu mengharapkan kencan bersama Jaehyun.

Setelah terlelap beberapa jam tiba tiba saja Chanyeol terbangun.

“ Wendy….Wendy…kau dimana?.” Chanyeol berdiri dari tidurnya dengam langkah lemah dia berusaha berjalan keluar kamar.  “Wendy….apa kau pergi ?.kau dimana?…..” Teriak Chanyeol yang kini terduduk lemas dilantai.

“ Chanyeol, kau sedang apa?.” Ujar Wendy yang datang membawa nampan berisi bubur dan air putih.” Kenapa kau keluar kamar?. Kau masih sakit…” Gadis itu membopong Chanyeol kembali ke kamarnya dan membaringkan Chanyeol di tempat tidur.

“ Wendy, aku bermimpi kau meninggalkanku dan pergi bersama Jaehyun. “

“ Itukan hanya mimpi. Aku tadi memasak bubur untukmu. Ayo dimakan dulu.” Wendy pun mulai menyuapi Chanyeol.

“ Wendy,  kau harus berjanji . Kau jangan pergi dengan Jaehyun ,ya .” Wendy bisa melihat mata sendu pria itu.

“  Aku tidak akan kemana mana.  Kenapa kau begitu takut jika aku pergi dengan Jaehyun?.” Tanya Wendy dengan lembut.

“ Karena, aku….” Chanyeol menatap lekat mata gadis itu.” Mencintaimu, Wendy.” Gadis itu benar benar kaget mendengar penuturan Chanyeol, ditambah lagi karena sekarang Chanyeol mencium pipinya.  Wendy masih mematung karena terkejut dengan perbuatan Chanyeol. Aneh nya lagi, kenapa gadis itu tidak memberontak ataupun marah padanya. Sedangkan Chanyeol tersenyum sambil menatap wajah terkejut gadis itu.

“ A-Aku ha-harus menyimpan nampan ini.” Tiba Tiba saja gadis itu jadi salah tingkah dan pergi dari hadapan Chanyeol dengan dalih ingin menaruh nampan dan mangkuk bubur.

Setelah  keluar dari kamar Chanyeol, Wendy langsung menghembuskan nafasnya kasar dan mencari udara segar untuknya bernafas. karena jujur saja, sedari tadi gadis itu sempat menahan nafasnya.

***

@Seoul University.

“ Chanyeol oppa….” panggil Rose yang melihat Chanyeol bersama Sehun berjalan di kolidor kampus. “ kau sudah sembuh??. Kata Sehun oppa, kau sakit kemarin.”

“ Iya,sekarang aku sudah baik baik saja. Aku ke kelas dulu.” Chanyeol pun pergi meninggalkan Rose. “ Andwe oppa, aku masih ingin mengobrol denganmu.” Rose masih mengejar Chanyeol dan sekarang bergelayut manja padanya.

“ Lepaskan tanganmu. Kau memang fans ku. Tapi kau juga jangan seenaknya menyentuhku.”  Rose sedikit kesal dengan sikap pria itu, sebenarnya dia bukan hanya menyukai Chanyeol sebagai fans nya tapi juga menyukai nya sebagai pria.

“ Chanyeol itu sudah ada yang punya.” Ujar Sehun yang kemudian berjalan mendahului Rose.

“ Apa?. Dia sudah punya pacar?. Siapa?.” Kali ini Rose menyamakan langkahnya dengan Sehun.

“ Lihat saja nanti, kau juga akan tahu sendiri.”

***

Chanyeol tampak berlari kencang di koridor kampus. Semua orang yang melihatnya terlihat bingung namun tak perduli. Dan akhirnya pria itu memasuki laboratorium yang tampak sepi.

“ Chanyeol oppa ~ ~ kau dimana?. Aku tahu kau bersembunyi disini.” Ujar seorang gadis berambut sebahu.” Kau tidak perlu takut, aku ini fans mu. “ Chanyeol masih saja bersembunyi dibalik meja praktik. Namun ia tidak sengaja menyenggol  kursi sehingga membuat gadis itu tahu dimana keberadaan nya.

“ Bwaaa….tertangkap. Oppa, kau disini rupanya.” Chanyeol tak bisa lagi berlari, fans nya yang satu ini memang selalu mengikutinya kemana pun dia pergi. Bukan hanya Chanyeol yang terkadang di teror tapi hampir semua member EXO juga pernah di teror oleh nya.

“ kau mau apa sih, kesini?. Aku mau masuk kelas, jangan mengikutiku terus !!.” Bujuk Chanyeol dengan nada yang lembut.

“ Oppa, aku merindukanmu. dan aku hanya ingin memelukmu,dan mencium pipimu boleh kan?!!.”

“ Andwe !!. Pergi sana !!.” Chanyeol pun sudah tak tahan lagi untuk membentak gadis itu.

“ Tidak mau !!.” Tiba tiba saja Gadis itu menghampiri Chanyeol dan hendak mencium pipinya. “ Yak !!. Lepaskan !!.” Teriak Chanyeol.” Tolong…”

“ Chanyeol ??. ” Wendy yang saat itu baru saja tiba dan akan menyimpan alat alat laboratorium. Terkejut melihat berdua.

“ Wendy, tolong aku…dia ingin menciumku…”

“ mwo?.” Setelah menyimpan peralatan yang dia bawa. Gadis itu pun menghampiri Chanyeol.

“ Kau ini siapa?. Kau sepertinya bukan mahasiswa kampus ini.” Wendy menarik Chanyeol kebelakang punggungnya.

“ Bukan urusan mu. Kau jangan menghalangiku !!.” Wendy pun menyeringai tak suka.

“ Yak, kau mau apa??. Kau ini tidak tahu malu ya !. Beraninya kau mau mencium dia, dia itu seorang idol. Kau tidak pantas melakukan hal itu padanya.”

“  Ini bukan urusanmu !!.” Gadis itu pun memberontak.  Namun Wendy langsung mendorong gadis itu dan menarik Chanyeol pergi bersamanya.

Akhirnya security pun berhasil menangkap gadis itu dan segera mengusir dia dari kampus itu.

“ Gomawo, kalau tidak ada kau…aku tidak tahu bagaimana nasibku.” Ujar Chanyeol pada Wendy.

“ Nde, gadis itu memang pantas diberi hukuman. Apa kau sering diteror olehnya?.”

“ Tidak sering, tapi hampir beberapa kali. Aku juga tidak mengerti kenapa gadis itu begitu nekat mengikutiku ke dalam toilet dan tiba tiba memelukku. Aku kan jadi takut.”

“ Mungkin karena kau terlalu tampan.” Sepertinya  gadis itu belum menyadari perkataannya tadi. Sementara Chanyeol tampak senang mendengarnya.

“ Ohh….jadi aku terlalu tampan…”

“ A-Aniya. Aishh jinjaa…” Karena malu Wendy pun meninggalkan Chanyeol sendiri yang  tertawa senang melihat eksperi wajah gadis itu yang terlihat lucu.

***

Sore itu Wendy tengah berjalan menuju halte untuk dapat sampai dirumahnya. Udara dingin seoul mulai menerpa kulitnya, dan membuat gadis itu mempercepat langkahnya untuk bisa sampai di halte. Ketika ia akan membelokan langkahnya ke arah kiri, secara tak sengaja matanya menatap seseorang yang tidak asing lagi di penglihatannya. Dia melihat sahabatnya Seulgi yang baru saja keluar dari sebuah cafe bersama seorang pria yang Wendy sendiri tidak mengenalinya karena pria itu tengah memakai masker berwarna hitam, dan topi santai berwarna abu. Wendy sedikit terkejut saat melihat tangan mereka bertautan, dan sang gadis yang tengah menyandarkan kepalanya ke bahu sang pria. Hal tersebut nampak seperti sepasang kekasih yang tengah berkencan. Kenapa Seulgi tidak pernah cerita jika dia punya kekasih sekarang, Batin Wendy. Karena rasa penasarannya, Wendy pun mencoba menghampiri sahabatnya itu.

“ Seulgi.” Panggil Wendy yang berdiri dihadapan mereka. Dan terlihat wajah terkejut Seulgi saat melihat kedatangan gadis itu begitu pun dengan pria disampingnya.” Kau sedang apa disini?.”Tanya Wendy sambil menunjukan senyumnya.

“ A-Aku….”

“ Apa dia kekasihmu?.” Kedua orang dihadapannya itu masih bungkam.” Namaku Wendy..” Ujar Wendy lantas mengulurkan tangannya pada pria itu. Wendy bisa mengetahui jika pria dihadapannya ini sedikit ragu untuk berjabat tangan dengannya. Dan itu membuat dia curiga dengan sosok pria dihadapannya ini. Akhirnya Wendy pun menarik masker yang digunakan pria itu dengan cepat dan…

“ S-Sehun??.” Ujarnya kaget.Ternyata firasatnya benar ada yang salah dengan tingkah mereka berdua sejak tadi.” Oh, jadi kekasihmu itu dia, Seulgi?!!.” Wendy mulai menunjukan ekspresi kesalnya, lantas pergi meninggalkan mereka berdua.

“ Wendy, aku bisa jelaskan.” Seulgi pun mencoba menahan gadis itu.

“ Kau berkhianat !. Kau tega membohongiku dan Irene. Dari sekian banyaknya pria didunia ini, kenapa dia yang kau pilih?!.” Seulgi masih menunduk menangis dihadapan Wendy. “Wendy, maafkan aku….” Wendy langsung menepis tangan Seulgi dan pergi meninggalkan gadis itu yang masih terus menangis.

Niat Wendy untuk pulang cepat ke rumah, ia urungkan. Karena dia sekarang ingin menemui Irene dirumahnya yang lokasinya tidak cukup jauh dari halte.

“ Wendy.” Ujar Ny.Bae saat melihat kedatang Wendy ke rumahnya. “ Irene sedang mandi, kau tunggu saja di kamarnya, ya. Bibi akan buatkan makan malam dulu. ” Wendy pun mengangguk tanda mengerti, dia bahkan malas berbicara karena kejadian tadi yang membuat kepalanya sedikit pusing.

Gadis itu segera menaiki tangga untuk menuju ke kamar Irene. Dan tibalah ia didepan pintu kamar Irene, kemudian memutar knop pintu dan mulai memasuki kamarnya yang dicat dengan warna merah muda soft. Namun langkahnya sempat terhenti saat menatap isi kamar Irene.

Gadis yang baru saja keluar dari kamar mandi itu, nampak terkejut saat melihat kedatangan Wendy yang tidak mengabarinya terlebih dahulu.

“ W-Wendy..” Ujarnya sedikit terbata bata. Gadis yang disebut namanya itu masih diam mematung.

“Kenapa kau tidak mengabariku, jika akan kesini?.” Perkataannya itu membuat Wendy menatap gadis itu. “ Kenapa aku harus mengabarimu?!. Oh..agar kau bisa menyembunyikan poster poster ini?!.” Jawabnya sedikit ketus.Sedangkan gadis dihadapannya hanya bisa menunduk.” Wendy aku…”

“ Aku tidak menyangka, ternyata kau adalah fans EXO.” Ya,perkataan gadis itu memang benar. Wendy begitu terkejut saat melihat dinding kamar Irene yang di penuhi poster foto EXO.

Gadis itu menghembuskan nafasnya kasar.” Kau tahu. tadinya aku datang kesini ingin menceritakan tentang Seulgi yang berpacaran dengan Sehun.” Melihat ekspresi wajah sahabatnya itu Wendy sudah tahu, jika Irena ternyata telah mengetahuinya sejak lama.” Oh…jadi kau sudah tahu rupanya. Hahaha…hari ini kedua sahabatku mengkhianatiku secara bersamaan ya. Kalian merencanakannya dengan sangat baik.” Tawa itu bukan tawa kebahagian tapi tawa kesedihan.

“ Wendy, sebenarnya sudah lama kami ingin mengatakan hal ini padamu. Tapi, kami mencari waktu yang tepat.” Akhirnya Irene buka suara.

“ Iya, dan saat inilah waktunya. Baiklah, tidak apa apa. Tapi satu hal yang ingin aku katakan. Aku,Kau dan Seulgi tidak bisa bersama lagi.Persahabatan kita putus sampai disini.” Gadis itu langsung pergi meninggalkan Irene yang begitu terkejut dengan keputusan gadis itu.

“ Tidak Wendy.Kita bisa bicarakan baik baik” Ujar Irene saat menahan gadis itu, namun Wendy langsung menepis kasar tangannya.” Kita  berbeda. Kalian seorang fans dan aku seorang hatters.” Wendy sudah tak tahan ingin mengeluarkan air matanya yang sedari tadi membendung dipelupuk mata. Setelah keluar dari rumah Irene, itulah saatnya dia meluapkan semua amarahnya dengan  menangis sepanjang jalan. Tidak perduli kini semua orang yang menatapnya akan menganggapnya aneh.

***

Setelah Chanyeol tahu bahwa selama satu minggu kedepan Wendy akan melakukan praktik kerja lapangan di busan, dia sempat khawatir akan kedekatan gadis itu dengan Jaehyun yang pasti terjadi disana. Tapi dia juga tidak bisa melakukan apapun untuk menghalanginya, namun  dia ingin menemui Wendy sebelum gadis itu pergi ke busan. Dan kini pria itu tengah mengendarai mobilnya yang melanju menuju rumah gadis itu.

Seperti biasa dia akan memarkirkan mobilnya didepan gang, kemudian pria itu berjalan menyusuri jalanan gang sempit untuk sampai didepan rumah Wendy.

Tiba tiba saja langkah kakinya terhenti  karena terkejut melihat gadis yang ingin dia temui sedaritadi tengah menangis dibahu seorang pria yang selalu membuatnya kesal. Yaitu Jaehyun. Nampaknya Jaehyun maupun Wendy sama sama tidak menyadari kehadiran Chanyeol di hadapan mereka.

***

Setelah sampai didepan rumahnya Wendy sedikit terkejut melihat Jaehyun berdiri didepan pagar rumahnya. Entah dengan tujuan apa pria itu menemuinya.

“ Wendy, aku ingin mengembalikan buku ini.” Ujar Jaehyun saat menghampiri gadis itu. Dan kini pria itu bisa menyadari bahwa gadis itu tengah menangis.” Kau kenapa?.”

Wendy hanya bisa diam dan terus saja menangis, Jaehyun pun yang melihatnya langsung menarik gadis itu agar mendekat ke arahnya membiarkan gadis itu  menangis dibahunya sepuasnya.

Hati Chanyeol mencelos seketika saat melihat gadis yang dicintainya berpelukan dengan pria lain. Chanyeol tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi pada Wendy, namun yang dia kecewakan yaitu gadis itu terlihat lebih nyaman saat meluapkan tangisannya dihadapan Jaehyun ketimbang dirinya. Apakah  aku harus melepaskanmu Wendy,Batin Chanyeol.

***

@Busan,Korea Selatan.

Hampir 3 hari berlalu setelah Wendy pergi ke busan untuk melakukan praktik kerja lapangan.

Seharusnya gadis itu senang karena tidak ada lagi pria yang menyuruhnya membersihkan rumah,menyiapkan makanan dan menyuruhnya membawakan tas. Hari harinya kini banyak dilakukan bersama orang yang disukai sejak lama yaitu Jaehyun. Tapi entah kenapa gadis itu merasa kosong, selama jam istrirahat dimulai gadis itu hanya mengaduk aduk makanannya diatas meja dengan malas. Dan setiap 5 detik sekali dia selalu mengecek layar ponselnya kemudian mematikannya lagi.

“ Wendy kau sedang menunggu telpon dari seseorang ya?.”Tanya Jaehyun yang baru saja datang ke mejanya lantas duduk dihadapan gadis itu.

“ Tidak, aku sedang tidak menunggu telpon dari siapapun.” Bohongnya. Entah kenapa Wendy merindukan dering ponselnya yang selalu berbunyi saat pria bernama Chanyeol itu menelponnya. Dan sudah tiga hari ini, tidak ada satupun panggilan dari pria itu. Padahal biasanya Chanyeol selalu mengganggunya untuk datang menemuinya.

“ Tapi, kenapa kau terus saja memperhatikan layar ponselmu?.” Jaehyun masih belum yakin dengan perkataan gadis itu. Wendy gelagapan harus berkata apa.

“ Wendy, ada seseorang yang ingin bertemu denganmu.” Ujar salah seorang temannya.

“ Kalian?. Ada apa datang kesini?.” Tanyanya saat melihat Seulgi dan Irene yang berdiri di pintu gedung.

“ Hai, Wen. Kami ingin berbicara denganmu.” Ujar Irene.

“ Bicara apa lagi?!. Semuanya sudah jelas.” Mereka berdua tahu bahwa Wendy masih marah.

“ Wen, kami benar benar minta maaf. Bukan maksud aku dan Irene ingin membohongimu. Kami sebenarnya ingin mengatakannya tapi waktunya saja belum tepat. Kami ingin jujur wen, kalau aku dan sehun memang berpacaran dua hari yang lalu, dan Irene juga sebenarnya tengah dekat dengan Suho. ” Wendy hanya diam dan menatap malas pada keduanya.

“ Kami tau, kami salah. Tapi tolong pikirkan lagi keputusanmu.” Irene pun membantu Seulgi untuk membujuk gadis itu.

“ Lalu jika kalian tahu kalian salah, kenapa masih melakukannya?.”

“ Jadi maksudmu, aku harus memutuskan hubungan ku dengan  Sehun?!.” Seulgi sedikit emosi atas ucapan Wendy.

“ Tentu saja, sekarang kalian tinggal memilih. Pilih aku atau mereka?!.”

“ Kau egois Wen.” Sahut Irene.” Kau tidak  mengerti perasaan kami. Apa kau pikir kami senang saat menutupi semuanya darimu. Yang ada setiap hari aku dan Seulgi selalu dihinggapi rasa khawatir dan takut. Ini yang kami takutkan, kau akan marah besar saat tahu semuanya.”

“ Aku egois karena kalian mengkhianati janji kita bersama untuk menjadi hatters mereka.”

“ Aku tidak perduli janji itu Wen, yang aku perdulikan adalah janji persahabatan kita. Itu yang lebih penting !.” Wendy sudah tidak tahan lagi dengan perdebatan diantara mereka. Untuk itu ia pun memutuskan untuk pergi meninggalkan mereka.

“ Mereka orang orang yang baik Wen. Kenapa kau begitu membencinya?. Padahal dulu kau juga fans mereka.” Seulgi menahan lengan Wendy. “ Mereka bukan orang yang jahat, jika hanya karena saat itu Kai mengacuhkan permintaanmu untuk meminta tanda tangannya.” Perkataan Seulgi itu membuat gadis itu mengingat dirinya yang dulu. Dirinya yang dulu seorang fans EXO sejati, tetapi harus berubah menjadi hatters karena satu kejadian. Dimana saat itu dia ingin meminta tanda tangan Kai setelah selesai perform, tetapi pria itu malah mengacuhkannya dengan raut wajah yang kesal. Padahal saat itu dia tengah mengoleksi semua tanda tangan personil EXO tetapi hanya tanda tangan Kai yang tidak ada di kaosnya. Saat itulah dia mulai membenci EXO dan menghina setiap penampilan Kai serta personil lainnya di akun sosmed.

“ Apa kau mengingatnya Wendy?.” Tanya Seulgi. Gadis itu masih saja diam dan mematung di tempatnya. “ Dan kau tahu, ada rahasia besar dibalik itu semua.” Tampak nya Irene juga tidak mengerti dengan perkataan Seulgi.

“ Sehun bilang padaku, kalau kau itu…telah dijodohkan dengan Chanyeol.” Wendy tidak  mengerti maksud perkataan Seulgi.” Kau perempuan yang selama ini di cari Chanyeol. Kakekmu dan kakek Chanyeol bersahabat dan merekalah yang menjodohkan kalian sejak kecil.“

“ lelucon macam apa itu?!. Itu sama sekali tidak lucu.”

“ Aku sedang tidak bercanda apalagi berbohong Wendy. Kalung itu, kalung yang kau pakai sekarang adalah kalung pemberian kakek Chanyeol padamu.” Wendy menatap kalung yang selalu ia pakai kemanapun. Kalung itu cukup sederhana didalam kalung itu dipasangkan dengan dua buah cincin yang selalu dipakai putri maupun putra mahkota kerajaan.

Terkadang kalung itulah yang selalu menjadi bahan ledekan teman temannya di kampus. Karena kalung itu terlihat kuno. Tapi karena janjinya pada mendiang sang kakek, Wendy pun selalu memakainya kemanapun dia pergi.

“ Karena kalung itu juga, Chanyeol bisa menemukanmu. Kau adalah calon istrinya.” Wendy bingung harus berkata apa dia masih terkejut dengan semua ini, bahkan ibunya sendiri tidak pernah berkata apapun padanya soal perjodohan.

“ Jadi, kau tidak boleh membencinya lagi.”

“ Tapi kan itu hanya perjodoan dimasa lalu. Aku bisa saja menolaknya.”

“ Apa kau tega membuat kakekmu kecewa padamu disana?. Semua pilihan ada di tanganmu, Kau tetap menjadi hatter mereka atau menghancurkan perasaan kakekmu sendiri. ”Seulgi pun menarik tangan Irene untuk mengikuti nya pergi dari tempat itu. Sedangkan Wendy hanya diam dan masih bingung dengan apa yang akan dia lakukan.

***

@Tokyo,Japan.

“ Akhirnya, konser kita sukses.” Ucap Suho, sang leader.

“Tidak ada lagi lemparan kue atau apapun dari hatters.” Sahut Baekhyun yang merebut minuman milik D.O. Dan pria itu langsung kesal dibuatnya.

Di pojok ruangan terlihat Chanyeol yang tampak tidak semangat. Sejak penampilan di konsernya tadi, perasaannya tengah kalut. Tetapi hebatnya pria itu dia bisa bersikap profesional pada pekerjaannya.

“ Kau kenapa?. Tidak bersemangat sekali.” Tanya Sehun yang menghampiri pria itu dan memberikan satu botol kaleng soda pada temannya.” Kau…merindukan Wendy ya?.”

“ Sepertinya, aku menyerah.” Hampir saja Sehun menyemburkan soda yang sudah ada dimulutnya.” Wae ??.”

“ Dia tidak mencintaiku.Dia lebih mencintai Jaehyun.”Jawabnya lantas meminum sodanya.

“ Hanya karena itu kau menyerah?. Itu bukan Chanyeol yang ku kenal.” Chanyeol langsung menatap Sehun yang menepuk bahunya.” Selama ini aku mengenalmu sebagai pria terkuat, pemberani,dan penuh percaya diri yang pernah ku temui. Jadi kau jangan menyerah duluan. Buktikan pada Wendy, kalau kau itu layak untuknya. Sehingga cintamu yang tulus itu, akan mampu menghancurkan rasa benci dihatinya. Aku yakin, suatu saat gadis itu akan berbalik mencintaimu juga.” Chanyeol langsung tersenyum bangga, karena teman terdekat disatu member nya itu sudah beranjak dewasa. mungkin semua itu berkat Seulgi yang telah merubahnya.

“Menurutku yang harus kau lakukan adalah…melangkah lebih cepat dari si Jaehyun.”

“Caranya??.”

***

@Busan,Korea Selatan.

Malam itu Wendy berjalan sendirian untuk mencari udara segar. Perkataan Seulgi kemarin, membuatnya bingung. Apa yang harus dia lakukan sekarang.Dia benar benar tidak menyangka bahwa Chanyeol itu calon suami yang dulu kakeknya pernah ceritakan.

Flasback

“ Wendy, ayoo…cepat naik !!.” Teriak kakeknya setelah sampai di sebuah bukit yang cukup tinggi.

“ Kakek, aku lelah. Aku tidak mau naik kesana !.” Rengek Wendy yang saat itu masih berumur 12 tahun.” Ayo Wendy, kau pasti bisa. Kau jangan menyerah. Kakek saja yang sudah tua masih kuat naik ke sini, apalagi kau yang masih muda. Kau pasti bisa, Ayo Wen !!.” Akhirnya Wendy pun mau menuruti perkataan kakeknya. Gadis itu terus saja berjalan agar sampai keatas bukit sana.

“ Yeah…kau berhasil !!. Apa kakek bilang, kau pasti bisa.” Karena senang Wendy pun memeluk kakeknya. “ Kau cucu ku yang paling hebat.”

“ Iya dong, aku ini memang hebat.” Saking gemasnya kakeknya itu mencubit hidung cucunya.Sekarang mereka berdua tengah menikmati pemandangan yang indah dari bukit sana.” Wendy, jika kau dijodohkan dengan cucu sahabat kakek, apa kau mau?.” Tanyanya sambil mengelus rambut panjang cucunya dengan lembut.” Dijodohkan itu apa?.” Memang anak seumuran Wendy mungkin masih belum mengerti arti dari kata itu. Kakeknya hanya tertawa kecil.” Saat kau dewasa nanti, kau pasti akan mengerti dijodohkan itu apa. Tapi kakek akan mengartikan kata itu dengan ‘mendapat teman baru’. ”

“ Aku mau….aku ingin punya teman baru. Kakek tahu sendiri kan, temanku disekolah hanya sedikit .Jadi kapan kakek akan mengenalkan teman baruku itu?.”

“Kalung yang kau pakai sekarang itu, yang akan menuntunmu bertemu dengan teman barumu.” Wendy hanya menganggukan kepalanya tanda mengerti.” Wendy, apa kau tidak keberatan dengan permintaan kakek  ini?.”

“ Tidak. Aku yakin, dan sangat yakin. Pilihan kakek ini, adalah pilihan yang terbaik untukku. Aku sayang… kakek.” Wendy langsung  memeluk erat kakeknya itu.

“ Kau harus berjanji kau akan menjaga kalung itu sampai kau bertemu teman barumu nanti.”

“ Aku janji kakek.”

‘ Wendy saat dewasa nanti, teman barumu itu akan berubah nama menjadi’ Teman Hidupmu’.Batin Sang Kakek.

Flasback End.

Gadis itu terkejut saat seseorang memasangkan mantel ke punggung gadis itu.

“ Jaehyun..” Pria itu tersenyum manis saat berdiri disamping Wendy.

“ Kau ini. Udara disini sangat dingin, bagaimana bisa kau melupakan mantelmu?!.”

“ Iya aku lupa.” Wendy pun memakai mantelnya dengan benar.

“ kau tengah memikirkan hal apa?.Selama disini aku lihat kau sering melamun sendirian.”

“ Tidak, aku hanya ingin mencari udara segar.” Jaehyun hanya mengangguk, meski ia tidak yakin itu jawaban Wendy yang sebenarnya.

“ Wendy, aku ingin mengatakan sesuatu padaku.”

“ Ada apa?.” Jaehyun menatap lekat kedua manik indah gadis itu.” Aku…” Sebuah klakson mobil pun mengejutkan mereka.Dan keluarlah seseorang dari dalam mobil itu.

TBC

Hai, balik lagi dengan ff ini.

Emang saya itu suka gak konsisten katanya Cuma 2 chapter

tapi malah kebablasan jadi 3 chapter. Moga aja kali ini bener. haha.

Saya juga mau ngucapin terima kasih banyak buat kalian yang udh like and coment

ff gaje ini. Semoga kalian tambah suka ya.

Nah, tunggu saja cerita selanjutnya ya…

And dont forget to coment,like,and critic nya.

Anyeong chingu…

 

Iklan

5 pemikiran pada “[EXOFFI FREELANCE] My Hatters is My Girlfriend (Chapter 2)

  1. Wkwk trnyta dlunya fans toh, gegara kamjong badmood jdi kya gtu XD
    ayo yeol jgn nyerah gtu dnk, itu yg nglaksonin si ceye kn waaa akhirnya nusul jga k busan :v

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s