[EXOFFI FREELANCE] Save Heart (Chapter 1)

saveheart-poster-.jpg

SAVE HEART

By ander

cast;

Park Chanyeol⌉⌈Son Ju Seun (oc)⌉⌈Huang Zi Tao ⌉⌈ Oh Sehun

Find by your self

School-life, family, romance, angst, hurt |PG-13| chapter

Disclaimer; This story is mine. Aku gak yakin jika semua adegan disini bersifat general maka dari itu aku bikin PG. maaf jika ada salah kata,aku membawakannya dengan gaya aku sendiri. Kalian bisa membaca ceritaku diwattpad ‘Andéra’s/实业呐’ dengan judul sama dan perombakkan alur cerita.

Aku pernah publish juga DISINI

Summary;

Ju Seun tidak berjodoh dengan satupun dari dua pria yang ia cintai. Hingga kelulusannya, ia dituduh sebagai pelaku criminal di negeri ibunya sendiri. Hanya ‘Dia’,yang bisa mengeluarkannya dari masalah dan hanya ‘Dia’ yang mampu memenjarakan kembali Ju Seun.

***

Dia itu melirik kertas diatas meja. Apa yang harus ia lakukan? Ia berniat mengambil kertas itu, ia dengar suara ketukan pintu. Ia segera bergerak dari kursi belajar dan berbaring pura-pura tidur. Ia tarik selimut dan menutupi tubuhnya hingga sebatas leher.

“Ju Seun, bolehkah aku masuk?” ia mendengar dengan jelas suara ibunya dari balik pintu. Sena meringis dan tak berniat beranjak dari posisinya.

Ceklek.

Oh! Ibunya datang. Ia bisa mendengar samar-samar Ibunya mendekat. Ranjangnya sedikit bergerak.

“Ju seun, dengar sayang. Ini sudah keputusan Ayahmu. Kami tidak tahu apa yang akan terjadi jika kau sendirian dirumah.”

Ju Seun merutuk dalam hati. Ia tidak akan luluh dengan cara seperti itu.

“Ibu dan Ayah-mu hanya akan meninggalkan kalian berdua selama 3 bulan. Ibu tidak bisa meninggalkan Ayah-mu.”

Ju Seun mengeratkan pelukannya pada guling. Ia tidak peduli . dan Ibunya menghela nafas. putri bungsunya memang sangat keras kepala. Dengan berat hati, Ju Seun bangkit dan duduk bersila menghadap Ibunya. Ia melihat mata Ibunya sembab dan sedikit merah. Apa ia begitu menekan ibunya?

“Ibu, Aku…tidak tahu”

“aku hanya ingin kau tetap disini. Cina itu kan jauh.tentu saja aku tidak mau kesana, karena aku lebih senang disini.”

Ibunya memejamkan mata. apakah anaknya benar-benar tak terelakkan? Ju Seun mencium pipi ibunya. Sebenarnya ia tidak tahu harus berkata apa. Tapi, watak keras kepalanya sungguh membuatnya tak bisa melakukan apa-apa.

“Ibu tunggu dimeja makan.”

Ibunya keluar. Ju Seun masih pada posisinya. Ia mendecak pelan.

… … …

Pagi ini Ju Seun merasa malas untuk melangkahkan kakinya menuju kelas. Ia ingin berlama-lama dikantin. Ju Seun melangkah berat menuju kekelas. Tentu kelas tampak ramai. Ia tidak membenci keramaian dikelas, justru itu membuat ia melupakan kekalutan hatinya. Seulas senyuman ia ukir dibibirnya.

“Hai Ju Seun. Bagaimana dengan…” belum sempat temannya berucap, sang guru datang kekelasnya. Ju Seun mengerucutkan bibirnya. Baru saja ia hendak duduk dan sekarang guru itu akan ngericis penuh sepanjang jam pelajaran.

“Pagi semua!” seru guru itu.

“Pagi saem .” Jawab serentak para murid.

“beberapa hari lagi, kita akan kedatangan orang penting untuk sekolah kita. Kalian diharapkan menyambutnya dengan baik.” Ucap Jung Saem pada para murid.

Ju Seun dan teman sebangkunya Kim Reyes, saling bertatapan.

“Apa kau tahu siapa orangnya?” tanya  Reyes.

“Aku tidak tahu. memangnya siapa? Apa dia seorang Eropa?” ucap Ju Seun. Ia menggaruk tengkuknya yang terasa gatal.

“kupikir jika itu benar. Karena kebanyakan tamu sekolah kita adalah pembisnis eropa,” Ju Seun dan Reyes kembali memperhatikan Jung Saem.

Ju Seun penasaran dengan tamu penting sekolahnya. Ia berpikir jika tamu sekolah kali ini berbeda dengan tamu sebelumnya. Ia merasa aneh berpikir seperti ini.

“Hey, Ju Seun, setelah pulang kau mau ke rooftop? Kulihat cuaca hari ini sedang sejuk dan panas matahari tidak begitu terik?” Reyes menatap Ju Seun dengan tersenyum.

“eum, bagaimananya? Aku ingin segera pulang saja, Reyes.” Ju Seun berusaha terlihat baik-baik saja. dihadapannya Reyes. Tentu saja ia tidak sedang baik, karena hari ini ibunya akan pergi ke China dan meninggalkannya.

Mengingatnya, membuat Ju Seun melenguh pelan. Jika ibunya ke China, lalu ia akan kemana? Apakah ia harus tinggal sendiri dirumah? Tanpa ibunya? Oh Ju Seun tidak akan bisa.

“Kenapa? Kau terlihat sedih?” Reyes menelisik wajah Ju Seun.

“Tidak, aku hanya ingin istirahat, Reyes. Lain kali saja. jika memungkinkan, aku akan mengajakmu ke Lotte World. Bagaimana?” Ju Seun memasang wajah manis untuk menutupi suasana hatinya yang kalut.

“Benarkah?” Reyes bertanya dengan semangat. Jarang-jarang Ju Seun akan mengajaknya keluar. Apalagi Lotte World. “Baiklah, istirahatlah Ju Seun.” Mereka kembali menatap lurus dan sibuk pada pikiran masing-masing.

***

Ju Seun berjalan malas menuju gerbang sekolah. Ia menatap kosong sekitarnya. Sekarang adalah jam pulang dan semua siswa bergegas meninggalkan gedung sekolah.

‘dia…’

Ju seun memantapkan hatinya bahwa penglihatannya adalah salah. Mungkin ini adalah efek kurang fokus dan kepalanya sedikit terasa pening. ia tadinya ingin berpikir tentang masalahnya dirumah yang belum selesai, dan kini ia menemukan masalah hatinya.

‘ini tidak mungkin’

Ju Seun merasakan; darahnya berdesir, jantungnya bertalu-talu, dan seolah tubuhnya bergetar hingga ujung kukunya, padahal katanya kuku tidak bisa merasakan apapun.

Huuuh,

Oh Sehun, dialah orangnya.

Ju seun merasa runtuh jika harus terus berdiri disini dan Sehun yang ada didepan gerbang sekolahnya. Pria itu menyender di mobilnya sambil celingak-celinguk. Banyak murid lainnya yang menyapa dirinya. Karena, Oh Sehun adalah Alumni sekolah ini, tempat sekarang Ju Seun menimba ilmu.

Pelupuk matanya berair dan rasa sakit dalam dadanya berpengaruh setiap system kerja tubuhnya sendiri. Ju Seun berusaha melangkah menjauh, tepatnya menjauhi Sehun.

‘aku mencintaimu, Sehun, dan sumpahku atas itu’

TBC

Potatoes note; flat? Bosen? Ceritanya nge-gantung? Maaf, karena aku Cuma membatasi word sampai -1000. Seperti ceritaku sebelumnya di watty yang part-nya  gantung semuanya. Aku pengen ini beda aja. Visual oc aku pake mukanya Seul-Gi eonni. Entahlah, aku langsung kepikiran aja ama seul-gi eonni, Thanks for read!

Regards,

Ander

 

Iklan

4 pemikiran pada “[EXOFFI FREELANCE] Save Heart (Chapter 1)

  1. Ping balik: SAVE HEART [2] – ANDÉRA’S/实业呐 – FF KOREANINDO STAR

  2. Ping balik: [EXOFFI FREELANCE] Save Heart -(Chapter 3) | EXO FanFiction Indonesia

  3. Ping balik: [EXOFFI FREELANCE] SAVE HEART (Chapter 2) | EXO FanFiction Indonesia

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s