[SUHO BIRTHDAY PROJECT] A Propose Gift – HyeKim

| A Propose Gift|

©2017 HyeKim’s Fanfiction Story

Kim Junmyeon x OC`s Yoo Ahra as the main cast

with Lu Han x Kim Hyerim

Story with Romance & Fluff  rated by type in Vignette

`Yoo Ahra baru berumur 17, sementara Junmyeon akan berusia 26 esok hari. Ahra masih sekolah dan Junmyeon sudah matang untuk menikah. Menjelang hari esok, tepat dihari ulang tahu kekasihnya, Ahra malah bertanya, ‘Memangnya sebuah lamaran harus dilakukan seorang pria?’`

standart disclaimer applied, copy-paste without permission and plagiat are prohibited

Related to : Spring Falling — by AYUSHAFIRAA


Dedicated to Suho’s birthday and little gift for Kak Ayu ❤


HAPPY READING

║█║♫║█║♪ ║█║♫ ║█║ ♪ ║█║

“Kim Hyerim, Hyerim!”

Suara super berisik itu sungguh mengusik Hyerim yang sedang duduk nyaman di bangku kelasnya. Tanpa minat, kepala Hyerim berbelok ke bibir suara yang sedari tadi memanggil-manggil namanya. Terlihat lah sosok Yoo Ahra—kakak kelas sekaligus tetangganya, tengah berdiri di balik jendela kelasnya sembari melambai-lambai. Dari lambaiannya tersirat titahan agar Hyerim mendekatinya.

Dengan ogah-ogahan, Hyerim menuntun diri untuk berdiri dan berjalan ke luar kelas. Setelah berada di depan Ahra, Hyerim cuman menampilkan raut serta tatapan datar. Berbanding balik dengan Ahra yang tersenyum lebar.

“Ada apa, Kak Ahra?” akhirnya Hyerim bertanya tapi dengan pandangan jatuh ke lantai.

“Aku mau nanya ke kamu,” Ahra mengutarakan maksud kedatangannya juga sukses membuat Hyerim menaruh fokus pandang ke arahnya dengan satu alis terangkat.

“Nanya apa?”

Sekilas, Ahra nampak ragu dengan menggigit bibir bawahnya. Setelah sebelumnya membuang napas lalu tersenyum, mulut Ahra kembali berfrasa, “Besok ulang tahunnya Om Jun—“

Belum juga Ahra mencapai klismaks akan ucapannya, Hyerim main memotong, “Jangan panggil om di sekolah, Kak! Inget, kita dikatain apa saat itu,” ranum Hyerim pun mengerucut.

Si Gadis Yoo ini menepuk dahi sambil memejamkan mata. Ah, Ahra sungguh lupa bila Hyerim dan dirinya berpacaran dengan lelaki kantoran. Ahra sih berbeda sembilan tahun, tetapi Hyerim dan Luhan—nama pacar Hyerim, bedanya sudah sebelas tahun. Oleh sebab itu, teman-teman dua gadis ini malah meledeki keduanya cabe-cabean. Hell.

“Maaf, maaf, Hyer. Aku lupa,” diselipkan sebuah cengiran oleh Ahra diakhir kalimat. Hyerim hanya mengangguk-angguk dengan kedua tangan berpangkuan didepan dada. “Oke, aku lanjutin, ya. Jadi besok ulang tahun Junmyeon oppa. Kamu ada saran aku harus ngasih kado apa?”

Pertanyaan Ahra membuat Hyerim berpikir seraya menggaruk-garuk dagu dengan kepala mendongak, ingatannya langsung tertuju ke ulang tahun Luhan dan ulang tahun dirinya—yang sama-sama jatuh dibulan april.

“Emmm, kalau aku kemarin sih ngasih kado terkenang untuk Luhan oppa,” tahu-tahu gadis marga Kim ini tersenyum-senyum sendiri mengingat kado yang ia berikan.

Penasaran, Ahra sedikit memajukan tubuh ke Hyerim dengan tampang penuh minat. “Apa? Apa?” tanyanya mendesak.

Hyerim kembali menjatuhkan pandang kepada Ahra, tersemat senyum malu-malu diranum Hyerim. “Cium,” dengan suara yang hampir mirip bisikan, Hyerim menjawab.

Sebentar, kening Ahra berkerut dulu, mencoba menjernihkan kuping mendengar untai kata Hyerim. “Hah? Cium?” Ahra melongo dan Hyerim mengangguk. “Cium pipi?” kali ini gelengan Hyerim lah jawabannya.

“Bibir lah, Kak. Aku yang nyium duluan,” kata Hyerim kelewat santai dengan wajah ringan.

Di hadapannya, Ahra mencetak wajah tercenggang, tak menyangka adik kelasnya ini kelewat berani mencium lelaki bahkan langsung dibibir. Well, Hyerim memang mencium pacarnya sendiri, tapikan—ah sudahlah, Ahra tidak mau berpikir lebih lanjut perihal itu.

“Jadi, aku lebih baik kasih cium aja gitu?” kembali ke pokok konversasi, Ahra mencetus tanya lagi dengan mimik meminta saran.

Bahu Hyerim terangkat asal, “Ya, mungkin?” tak yakin pula Hyerim menjawabnya, meski dirinya tengah dimintai saran.

Kemudian Ahra mematung pada akhirnya. Otaknya terperas kuat-kuat. Dirinya tidak mau menyambut hari lahir Junmyeon dengan tangan kosong. At least, setidaknya Ahra bisa menjadikan hari spesial itu makin spesial.

“Tunggu, tunggu…” seketika Ahra teringat sesuatu. Spontan, Hyerim menatapnya dengan muka bertanya. Ahra pun menatap Hyerim lurus-lurus. “Saat kamu ulang tahun, Luhan oppa melamarmu, ‘kan?”

Wajah antusias Ahra menyebabkan Hyerim makin dilanda bingung. Masa sih Ahra lupa? Saat dirinya berulang tahun kan, Ahra berserta Junmyeon merelakan diri kepada nyamuk untuk ikut turun andil akan rencana lamaran Luhan. Namun pada akhirnya, Hyerim mengangguk sebagai wakil jawaban iya.

“Nah, apa lamaran harus dilakukan oleh seorang lelaki?” Ahra melontar tanya lagi, yang mana hal itu membuat Hyerim kian dilanda bingung.

║█║♫║█║♪ ║█║♫ ║█║ ♪ ║█║

‘Ting!’

Bunyi notifikasi dari ponsel pintarnya membuat atensi Junmyeon terengut ke benda mati itu. Dirinya yang sedang mengetik bait-bait kata di laptopnya, memberhentikan aktifitasnya sejenak untuk mengambil ponsel. Senyumnya mengembang tatkala nama Yoo Ahra terpampang dari aplikasi chatting bernama Line.

‘Om, enggak usah jemput aku, ya. Aku ada kegiatan ekstra. Ahra sayang Om Junmyeon <3’

Lengkungan dibibir Junmyeon terlukis refleks saat selesai membaca pesan Ahra. Tanpa dia tahu, figur lain muncul di belakangnya dan secara penasaran melirik isi ponsel Junmyeon.

“Kalau melihat pesan Ahra, wajahmu senang begitu. Kalau melihat kerjaan, wajahmu ditekuk habis-habisan,” oknum pengintip di belakang Junmyeon, memberi komentar sambil geleng-geleng.

Bariton Luhan—Si Pengintip Pesannya, membuat lelaki bernama lengkap Kim Junmyeon ini tersentak seraya memutar kepala ke arah belakang. Bosnya yang satu ini tersenyum menggodanya.

“Yah, Bos. Kau mengagetiku saja sih!” protes Junmyeon dengan wajah setengah kesal, ponselnya langsung ia taruh di saku celana kainnya. Tatapannya masih melekat kepada Luhan dengan jengkel.

“Jantungmu saja lemah,” sahut Luhan agak sarkas tapi menyelipi senyum tanpa dosa dengan cetakan wajah santai. “Ngomong-ngomong, besok dirimu ulang tahun, bukan?” Luhan bertanya sewaktu dirinya mendudukan diri di ujung meja kerja Junmyeon.

Dengan berkulat bersama tumpukan berkas kerjanya, Junmyeon menggagukan kepalanya beberapa kali sebagai jawaban. “Iya. Aku jadi penasaran dengan hadiah yang akan Ahra berikan untukku,” memikirannya membuat Junmyeon mempause dahulu pekerjannya, pandangannya menerawang dengan bibir mengembang lebar.

Diam-diam, Luhan menilik Junmyeon lekat-lekat. “Sepertinya hadiahmu akan lebih terkenang daripada aku, Bung!”

Alis Junmyeon terangkat satu, kepalanya pun tertoleh pada Luhan dengan wajah bingung. Sementara karibnya ini menepuk-nepuk bahunya sambil terkekeh. “Bagaimana bisa kamu tahu itu?”

Tetapi Luhan malah melempar senyum penuh arti. Setelah menarik tangan yang menepuk-nepuk bahu Junmyeon, Luhan mengiring diri untuk berdiri dan mulai merajut langkah. “Ah sudah, aku mau menjemput Hyerim.”

║█║♫║█║♪ ║█║♫ ║█║ ♪ ║█║

Tak terasa, hari esok yang merupakan ulang tahunnya disambut oleh Junmyeon. Namun anehnya, bukan terlihat bahagia menjalani hari spesialnya, Junmyeon malah menekuk ekspresinya. Handphone ada dalam genggam tangannya, Si Pria Garis Kim ini melekatkan fokus pada benda mati itu. Sederhana saja, dia menunggu ucapan Ahra.

Boleh lah hati kecilnya berharap Ahra menjadi pengucap pertama. Tapi yang ada, sampai pukul dua belas siang—waktu sekarang, gadis SMAnya itu tak kunjung memberi ucapan selamat. Kesal? Tidak sih, cuman bisa dikata, kecewa. Maka dari itu lah, Junmyeon menghela napas dan mengantongi handphonenya. Kaki Junmyeon melangkah lesu di koridor kantornya, sampai tahu-tahu satu lengan menyarangkan tepukan dibahunya. Luhan, Si Boss sekaligus karibnya lah yang menepuk serta memberi senyum lebar kepadanya.

“Ada apa Boss?” Junmyeon menyuarakan tanya dengan pita suara lesunya.

Senyum lebar Luhan tak luntur, dia malah menarik lengan Junmyeon serta menggeretnya. “Ngapain tanya ‘ada apa’ segala? Ya sekarang waktu kita menjemput pacar-pacar kita lah,” diseperempat jalan, Luhan mengingatkan.

Mendengar kata pacar, otomatis Junmyeon ingat akan Ahra. Jikalau begitu dia pun ingat akan Yoo Ahra yang belum memberi selamat. Jangankan berharap kado, pacarnya itu belum memberi ucapan. Masa iya Ahra lupa? Gak mungkin sekali, ‘kan?

Dikarenakan sibuk sama pikiran sendiri, Junmyeon tak sadar sudah tergeret ke dalam mobil Luhan. Kawannya itu mulai menstarter mobilnya pergi dari pekarangan kantor. Setia juga wajah tak semangat Junmyeon, tapi di lain tempat, Luhan malah bersiul tenang.

Mobil yang menampung keduanya berlabuh di pekarangan sekolah. Luhan lah yang pertama kali turun, disusul dengan Junmyeon—yang omong-omong, masih berwajah lesu.

“Om,” baru Luhan mengedar pandang, vokal Hyerim menyapanya. Diikuti pula Si Gadis yang setengah berlari ke arahnya. Luhan balas melambai pada kekasihnya dengan senyuman.

Sewaktu Hyerim sudah menghambur pada Luhan dan bersitatap mersa, barulah Junmyeon menyadari ada yang ganjal. Ya, Yoo Ahra tidak ada, membuatnya mencari-cari gadis satu itu.

Masih sambil melongok-longok ke sana-ke mari, Junmyeon bertanya, “Ahra mana?”

Tanyaannya mengalihkan fokus kepala Hyerim serta Luhan yang tengah bersitatap, ke arah Junmyeon. “Kegiatan ekstra lagi, Om. Coba samperin aja ke aula belakang sekolah,” jawab Hyerim.

Junmyeon tak melihat cuplikan senyum kecil campur misterius dibibir Hyerim dan Luhan, dia main melangkah otomatis ke aula belakang sekolah untuk mencari Yoo Ahra. Tungkai milik Junmyeon sah berada di aula belakang sekolah. Sepi, itu yang menyambutnya. Kerut heran didahinya jadi tercipta oleh karena itu.

“Lah? Mana Ahra, katanya dia di si—“

Kicauan Junmyeon terhenti lantaran dua buah tangan menutupi netranya. Tentu dirinya segera diterjang kekagetan, mencoba mengenali oknum yang menutup matanya. Di lain sisi, Si Oknum Penutup Mata, malahan menyungging senyum lebar.

“Om Junmyeon selamat ulang tahun,” pita suara ayu milik Ahra membuat Junmyeon membuka mulutnya kaget.

“Ahra?” Junmyeon meyakinkan, sementara matanya masih dilem oleh kedua tangan dari arah belakang.

Setelah beberapa jeda, terdengar kembali ayuan suara milik Ahra, “Iya, ini Ahra,” kemudian gadis Yoo tersebut menurunkan tangan dari manik milik Junmyeon.

Spontan, Junmyeon membalikan badan hingga berhadap-hadapan dengan Ahra yang tengah tersenyum kecil. “Kamu—“

Tangan kanan Ahra terangkat, mencegat imbauan Junmyeon, “Tunggu dulu, Om!” dan gadis ini menarik tas gendongnya ke dadanya serta mengeluarkan sesuatu dari sana.

Sebelum membebaskan barang yang ada di tas gendongnya, Ahra mengangkat kepala menatap Junmyeon dengan senyum penuh arti. “Om tutup mata om lagi, bisa?”

Meski bingung dan jelas tergambar dikerutan wajah juga dahinya, Junmyeon nurut saja untuk menutup dwimaniknya. Dalam hati berharap-harap sebuah kejutan yang tengah Ahra siapkan. Selang beberapa waktu, suara Ahra menyambut telinga Junmyeon kembali.

“Om, buka mata,” semacam titahan mutlak, Junmyeon membuka mata dan retinanya disambut sebuah mawar juga kotak cincin yang sudah terbuka—menampilkan dua cincin couple nan elegan.

“OM JUNMYEON! MAU TIDAK OM NIKAH DENGAN AHRA?”

Padahal masih terperangah, teriakan Ahra yang pecah membuat Junmyeon makin kaget. Di lain tempat, Hyerim dan Luhan yang memantau, sama-sama menepuk jidat sembari geleng-geleng.

“Duh Ahra, kenapa mesti teriak begitu?” gumam Luhan tidak habis pikir.

Mata Junmyeon mengedip-ngedip beberapa kali, setelahnya ia berucap, “Eh?”

Bingung juga kaget sudah terlihat jelas pada diri Junmyeon. Apa lagi Ahra baru melamarnya. Duh, bukannya tidak terharu, selain beda sembilan tahun dan Ahra masih sekolah, masa iya Junmyeon didahuluin pacarnya buat ngelamar? Apa kata dunia, Bung.

Melihat tampang Junmyeon, Ahra salah perkiraan, jadilah bingkaian raut Si Gadis malahan kecewa. “Kenapa, Om? Kan, Om Luhan melamar Hyerim saat Hyerim ulang tahun. Terus, Hyerim ngasih kado ciuman ke Om Luhan saat Om Luhan ulang tahun. Nah, Ahra di sini mau ngasih dua-duanya. Tapi Ahra ditolak ya?”

Segera, Junmyeon mencetak senyum dengan wajah lembut, tak mau gadisnya menjadi murung. “Bukan nolak, Ra. Tapi, masa iya kamu yang lamar, Om?”

Ahra mendongak, menyelami sorot mata tenang Junmyeon. Keduanya saling pandang beberapa saat. “Emangnya lamaran tidak boleh dilakukan perempuan?” utaran tanya polos Ahra membuat Junmyeon tersenyum menahan tawa.

Kepala Junmyeon menunduk, berusaha mengendalikan ledak tawa yang ia tahan. Setelahnya, dirinya pun kembali mengangkat kepala. “Ya, bagaimana, ya? Intinya, laki-laki lah yang harus melamarmu, jadi tunggu Om lamar kamu, ya. Emmm… katanya ada hadiah satu lagi? Kenapa enggak kasih saja sekarang?” alis Junmyeon terangkat satu dengan wajah menggoda.

Kurva Ahra kian mengembang, dengan main melempar kotak cincin dan mawar yang ada digenggaman, Ahra mulai mengikis spasi. Spasi antaranya makin menipis dengan Junmyeon, tercetak juga rona apel dipipi Si Gadis. Saat jarak makin dekat—

“AHRA, TUNGGU! TUNGGU! KAMERA PONSELKU BELUM SIAP!” teriakan Hyerim membuat usaha tersebut gagal.

Otomatis pula kepala Ahra dan Junmyeon berbelok ke tempat persembunyian Hyerim—yang sedang dibekap mulutnya oleh Luhan dan meronta minta dilepas. Merasa akan déjà vu, Junmyeon terkekeh akhirnya.

“Kalian mengintip sedari tadi?”

Wajah meringis Luhan terarah kepada Junmyeon dengan senyum yang sama-sama meringis, “Ya, kawan. Pacarmu yang minta adegan lamarannya direkam, eheheh,” dan menyelipkan senyum tanpa dosa diakhir kalimat.

Junmyeon kembali menatap Ahra yang tersenyum malu-malu ke arahnya. Tanpa diduga, Junmyeon membabat habis spasi antaranya dan Ahra lalu menyarangkan ciuman didahi Si Gadis. “Terima kasih untuk hadiahnya, Ra, juga lamaran mendadaknya.” lalu menarik Ahra kedalam pelukannya.

Hyerim yang menyaksikan bersama Luhan, langsung memekik heboh tatkala berhasil melepaskan bekapan Luhan. “EHHH AKU JUGA MAU DICIUMMM!”

Sekilas, Luhan melirik gadisnya, “Kalau mau dicium sabar, kamu ‘kan terus-terusan nyosor duluan,” ucap Luhan sambil mencubit pipi kanan Hyerim.

—END—


YA TUHAN INI TEH APAAN. TBH INI FF SPIN OFF DARI FFNYA KAK @ayushafiraa PAS ULTAH AKU AHAHAHA.

Dan tbh juga aku baru pertama kali buat FF bahasanya gini, dan lagi agak kena WB HUHUHU. JADI TULISANNYA RECEH GAK BANGET /LANGSUNG MEWEK/

Tadinya judul FF ini A propose doang, tapi gak sirkon sama isinya WKWKWK PADAHAL UDAH EDIT POSTER AHAHAHAH.

Buat kak ayu semoga suka, buat junmen, selamat ultah yaa!

RCL dibutuhkan gaes :3

P.S : BELUM SEMPET EDIT PASTI BANYAK TYPO

[ http://www.hyekim16world.wordpress.com]

Iklan

7 pemikiran pada “[SUHO BIRTHDAY PROJECT] A Propose Gift – HyeKim

  1. Kalau om2nya kayak suho gue mah rela dikatain cabe😂😂😂 lah wanjirrr bet ini pikiran.😂
    Sukaakkk ahh romancenya😍 jadi bayangin suho dipanggil om mngkin ada manis2nya gtu😂..

    • Sama sih kalo om2nya kayak luhan, mau juga dong kayak hyerim mesti dikatain cabe wkwkwk

      Fluffy gitu yakkk si junmen dioanggil om WKWKWKWK, plus luhan juga ahaah

  2. ‘Om, enggak usah jemput aku, ya. Aku ada kegiatan ekstra. Ahra sayang Om Junmyeon <3’

    👆 ITU APAAN NJIR WKWK ENTAHLAH SELALU GELIGELI GIMANA GITU BAYANGIN AHRA MESRAMESRAAN SAMA SUHO SOALNYA DI KEBANYAKAN FF AKU AHRA CELALU TERCAKITI /plak😂

    INI AKU BACA JAM SEGINI DAN SIP MAAFKAN DIRIKU YG TIBATIBA KOMEN DGN KEPSLOK PATEN(?) WAKAKAK 😂 DERITA BACA TENGAH MALEM ADALAH AKU GAK BISA TERIAKTERIAK BUAT LAMPIASIN BAVER :" JADI DARITADI BIBIR INI PEGEL SENYAMSENYUM MULU WAKS 😂😂😂

    JUNMYEON LAMBAT AMAT SIH JADI COWOK NTAR KEBURU BANGKOTAN LOH, SI AHRA NTAR KAGAK MAU LAGI AMA ELU GIMANA /plak😂 HAYU AJA SI AHRA MAH NIKAH KAPAN JUGA ASAL SAMA KAMU MAMASKUSAYANG /plaklagi😂

    OH OH OH JADI CERITANYA SI HYERIM TEH BALAS DENDAM GAGALIN KISSING SCENE AHRA OH GITU YAA OH WKWKWK DASAR KUPRET(?)😂

    UDAH TUA AMBEKAN IH CUMA GARAGARA GAK JADI YG PERTAMA NGUCAPIN, SOKSOKAN KECEWA WKWKWK /tawajahat😂

    BETEWE AHRA POLOS BANGET YA LUCU UNCHHH /eh/ GAK KAYA SI AYU TAH HEUHEUHEU~~~😂😆

    JADI KAPAN NIH AHRAJUNMYEON-HYERIMLUHAN NIKAH BARENG? WAKAKAK NANTI HAMIL BARENG, PUNYA ANAK BARENG, ANAKNYA DIJODOHIN LAGI KAN UCUL WKWKWK AH TAPI OMNYA SI AHRA MAH LAMBATNYA KEK KEONG EMAS DI JAKARTA, DIEM AJA STUCK HUBUNGANNYA DISITUSITU TERUS:( /plakplakplak😂

    EHEH BENTAR KU MAU MENSYEN MY ADEUL(?) DULU @shaekiran WAKAKAK 😆 YAR LIAT YAR INI KELAKUAN MAMA PAPA KAMU PAS PDKT-AN PAS BELUM JADI PAMPIR 😂 KOCAG KAN 😂 /PLAKKEPSLOK

    UDAH AH KOMENNYA, GAK TAU LAGI HARUS KOMEN APVA POKOKNYA INI TUH SESUANU BANGET DI MALAM RABU❤😂 THANKS THANKS THANKS ELSAKOEH SAYANQQQ UDAH BIKININ AHRAJUNMYEON EPEP😍 FLUFFY BANGET LAGI PEN NGEJITAK SI AHRA GEREGET /jitakdirisendiri /plak😂

    METULTAHMAMASSUHOKOEH😚❤💋💄ELSA KUCINTADIRIMUHHH~😆💋💄

    • MBB YA KAK AYU MAAFIN AKU YG SUKA MALES BALES KOMEN AKHIR2 INI WKWKWKW
      KAN SO SWIT, SI AHRA KECIAN DONG KALO NGENES MULUK, KAYAK HYERLU DONG YG ALWES SOSWIT /DITABOK/
      AWAS KAK YU SENYUM2 NTAR DIKIRA GILA /GA WKWKWK BACA FF OC SM BIAS ITU RASANYA EMANG NANONAO YAK WKWKWKWK
      IYA IH JUNMEN LUMUTAN, LUHAN DONG GARCEP LANGSUNG LAMAR /PELUK SAYANG LUHAN/GA WKWKWKWK, IYA AHRA MAH MAU DAN SIAP KAPANPUN ASAL SAMA JUNMYEON EYAKKKK 😄 😄
      ANJYR KAK YU PEKA, IYAP SI HYERIM BALAS DENDAM KATANYA SEBEL CIUMANNYA KECUT TAPI SI HYERIM NYOSOR SIH SETELAHNYA WAKAKAKAK.
      BIARIN ATUH AMBEKAN ASAL KAK YU SAYANG /PLAK WGWGWG 😂😂 IYA SI AHRA KUBUAT POLOS, TENANG KAK YU. AKU SM HYERIM JUGA GAK POLOS KOK /EH/PLAK EGEN NJR YA WTF WKWKWKWK.
      EH EH EH IDENYA BOLEH. AYOOO HYERLU SM RAMYEON/? /makanan kalee/ kamsudnya RaJun /nama gabungan ahra-junmen ape sih yg bagus kak -___-/ NIKAH BARENG LALU PUNYA ANAK BARENG. EH KALO DIJODOHIN SI YARA DIJODOHIN SM ANAK ANE DONG? TPI KAN SI YARA MAH AMA CEYE WKWKWKWK, ATAU TAEYONG? AYOLAH SINI TAEYONG SAMA ANAK HYERIM DAN LUHAN WQWQWQ
      TAU TUH LUHAN DONG, KEK RUSA CEPET/???
      SAMA-SAMA KAK AYU 😘😘😘😘 MAAF YA BARU BALES HEUHEUHEU
      KEPSLOKKU JUGA NYALA NIH HWHWHWH

    • RAMYEON BUAKAKAK XD RAJUN BELAJAR KALI AH /RAJINWOIRAJIN-,- /PLAK NAMA COUPLE AHRA SAMA JUNMYEON? AKU GAK PERNAH NEMU NAMA YG TEPAT CIATCIATCIAT XD MYEONRA LEHUGHA😌 NAH IYA SI TAEYONG AE KALO EMANG SI YARA UDAH DIBOOKING CHANYEOL WKWKWK BERARTI ANAK KALIAN KUDU CUANTIQ YAW BIAR MYEONRA MERESTUI /PLAK /KORBANSINETRON😂

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s