LOVE – Christy Wu Present

love-request-by-christy

Love

Cast : Chanyeol Vandersmith & Freya Alexander

Aditional Cast : Hani     Casnoff, Sehun Rouler, Krystal Dragomir, Baekhyun Xavier, Jesica Dragomir, Kris Gremory.

Genre : Romance, Sad | Rating : G | Lenght : OneShoot

[ Original Story By Christy Wu]

POSTER BY HYEKIM ART DESIGN

Disclaimer :

Ff ini murni buatan Christy sendiri jika ada kesamaan dengan cerita yang lain itu hal yang tidak disengaja sama sekali.

o0o

“ Mencintaimu ibarat menggenggam butiran pasir yang menyelinap di sela jari “

o0o

Heaven Cafe selalu ramai oleh pengunjung, apa lagi saat memasuki jam makan siang seperti ini. Banyak orang yang sudah memesan tempat untuk makan siang sebelum Cafe ini di buka. Ketika memasuki Heaven Cafe pengunjung akan di sambut dengan interior Cafe yang modern serta perasaan tenang yang akan melepaskan sejenak pekerjaan menumpuk yang menanti di kantor. Cafe yang terletak di kawasan elite Seongbuk – Dong ini memasang harga yang mahal untuk setiap hidangannya. Namun siapa yang peduli jika pelayanan yang didapat sesuai dengan keinginan.

“Berapa lama lagi mereka akan membuat kita menunggu?“ gerutu Krystal sambil memoles cat merah pada kukunya. Sedangkan Sehun yang hanya mengedikkan bahu acuh sebagai respon walau dia sedang fokus membaca sebuah buku dan mendengarkan musik lewat headphone dengan volume kecil setidaknya ia masih dengan baik hati menanggapi ocehan Krystal.

“Kris akan sampai beberapa menit lagi ku rasa karena rapat sudah selesai setengah jam yang lalu,“ Krystal mengangguk mendengar penjelasan dari Sehun.

“Lalu bagaimana dengan Baekhyun dan Jesica?“ satu lagi orang yang berada disana ikut bersuara, terlepas dari keterdiamannya semenjak datang.

“Ku rasa kau yang lebih tau jadwal Baekhyun, aku tahu bukan mereka yang sebenarnya ingin kau tanyakan?“ bidik Krystal tanpa menghentikan kegiatan memoles kukunya. Ditempatnya sehun tersenyum mengejek dengan menarik sebelah bibirnya.

“Sampai kapan kau akan berhenti mempermainkannya Chanyeol,“ desis Sehun tanpa menatap lawan bicaranya. Chanyeol menyandarkan punggung pada kursi sambil menatap awan dari balik kaca transparan yang menjadi sekat ruang VIP dengan balkon.

“Aku tidak pernah ada niat untuk itu.“ balasnya tenang sambil menautkan jemarinya didepan perut dengan karismatik.

“Hentikan perdebatan kalian, kita berkumpul untuk membahas Even ulang tahun Emoldas Kingdom,“ sela Krystal menyesap lemon tea – nya ikut merasa sesak jika sudah membahas masalah Chanyeol. Mereka berkumpul bukan hanya untuk makan siang biasa namun juga untuk membahas Even ulang tahun Kingdom mereka. Kumpulan beberapa perusahan yang bergerak diberbagai bidang mulai dari properti, Fasion, kesehatan, hukum, multimedia, dan pendidikan semua orang mengetahuinya dengan nama Emoldas .

“Kenapa tidak kita bahas saja masalah ini dulu,“ kali ini Sehun menyahuti, ia menutup novel dan melepaskan headphone. Ia menatap Chanyeol serius sejurus kemudian.

Oh stop It Sehun, Please!“ mohon Krystal, padahal memohon sangat jarang dilakukan oleh gadis bermata tajam itu.

“Sampai kapan kau akan menggantungkannya seperti ini, dia wanita baik – baik Chan.“ ujar Sehun dan Krystal hanya bisa menghembuskan nafasnya berat lalu bersandar di tempat duduknya sambil menopang dagu malas. Menatap rekan – rekannya memulai perdebatan yang selalu tidak membuahkan hasil.

“Aku tak bermaksud untuk itu Sehun, namun keadaan yang memaksaku seperti ini“

“Relakan dia untuk orang lain yang lebih bertanggung jawab dari pada harus denganmu yang tak punya pendirian,“ decak Sehun. Krystal meraih ponselnya dan mengetikkan sesuatu dengan cepat.

“Kakak cepatlah sampai, sebelum dua orang predator dihadapanku saling membunuh.“ ketik Krystal dan mengirimkannya pada Jesica kakaknya.

“Kau yang paling tahu cara menghadapi mereka Sweat heart.“ balas Jesica kemudian, dengan emoticon kiss di akhir yang membuat Krystal mual. Ia ingin memberturkan kepalanya dimeja saat itu juga. Ya, seharusnya ia tahu kakaknya tidak akan mau bersusah payah terlihat peduli pada kondisi yang kerap kali terjadi. Seperti saat ini, dengan pembahasan yang sama.

“Sayangnya aku tidak bisa.” sengit Chanyeol dengan kilatan amarah dibalik wajahnya yang tenang.

“Kau semakin terlihat seperti pecundang sekarang,” serang sehun dengan lidah tajamnya. Chanyeol hampir membalas ucapan Sehun namun sebuah suara melengking memecahkan atmosfir menegangkan yang melingkupi mereka dan Krystal dapat bernafas lega setelahnya.

“Hai semuanya, apa kami terlambat?” pria, oh tidak atau pemuda berwajah cantik yang berpakain formal tampak masuk dengan senyum dan wajah ceria secerah matahari pagi. Diikuti seorang lagi yang mengekorinya dengan diam sambil menyelipkan untaian rambut cokelatnya dibelakang telinga saat ia baru saja memasuki ruangan. Netra violetnya nampak mengamati map dalam genggaman sambil sedikit menggigit bibir kissabelnya sendiri tanda ia memikirkan sesuatu atau memeriksa pekerjaannya sempurna untuk dilaporkan. Membuat seseorang tersenyum dan menatapnya dengan sorot mata hangat.

Krystal mendengus sebelum menjawab “Kurasa jika kau terlambat sedetik saja, ruangan ini sudah tak berbentuk lagi.” dahi Baekhyun si pemuda yang baru saja datang itu mengernyit, lalu mengangguk paham saat Krystal memberikan isyarat dengan dagunya pada Sehun dan Chanyeol. Sedangkan Sehun terlihat mengangkat bahunya acuh seakan tidak ada yang terjadi beberapa saat yang lalu dan melanjutkan aktifitas mendengarkan musik dan membaca novel.

“Kau pasti sangat tertekan beberapa saat yang lalu Little Princess,” dengan kasar Krystal langsung mengehempaskan tangan Baekhyun yang mengusap surai – nya dengan kasar sambil memberikan pelototan paling tajam yang bisa ia tunjukkan. Namun Baekhyun hanya terkekeh menanggapinya. Yah, pemuda itu sangat tahu kalau Krystal sangat tidak suka dipanggil dengan Little Princess. Dan kabar buruknya Baekhyun suka melihat Krystal jengkel.

 Gadis dibelakang Baekhyun mendekat dan Chanyeol dengan sigap mengambil berkas yang sejak tadi di genggam si gadis dan menarikkan kursi untuk ia duduki. “Terima kasih Yeol.”

Mereka tersenyum saat netra keduanya bersirobok saling mengantarkan berbagai pesan yang tersirat. Dengan gemas Chanyeol mengacak surai gadis dihadapannya yang semakin membuat senyumnya merekah hingga matanya melengkung bulan sabit. Sehun mencoba acuh sedangkan Baekhyun dan Krystal hanya bisa menggelengkan kepala, saat teguran mereka tak bisa menyadarkan salah satu dari mereka yang menjadi tokoh utama.

“Apa Baekhyun memberikan banyak pekerjaan padamu? Lihat pipimu sedikit tirus.” Tangan besar Chanyeol mengusap pipi pualam Freya lembut, membuatnya terpejam merasakan kenyamanan yang entah kapan terakhir ia merasakannya.

“Baekhyun sangat baik, dia selalu mengingatkanku untuk makan dan istirahat.” Ujar Freya lembut tanpa menghilangkan senyum yang juga dapat membuat hati Chanyeol bergetar. Menyadarkan lelaki Vandersmith itu tentang cinta yang sebenarnya.

“Seharusnya kau tahu jika yang membuatnya lebih tirus itu adalah hasil perbuatanmu sendiri,” lelaki berwajah cantik yang menyesap lemon tea Krystal berbicara acuh tak acuh namun mengenai sasaran. Terlihat Sehun memamerkan smirknya. Sedangkan Krystal mulai memijit pangkal hidungnya lelah lalu memilih mengamit lengan Sehun untuk ia jadikan bantal sambil mencari posisi yang nyaman untuknya istirahat sejenak mencoba tak peduli lebih tepatnya.

Chanyeol tak menimpali namun matanya berubah sayu, Freya menggapai jemari Chanyeol yang masih bertahan dipipinya, merematnya pelan untuk mengatakan ia baik – baik saja, obsidian caramelnya menatap jauh kedalam kerapuhan Chanyeol yang membuat pemuda dihadapannya dalam situasi yang serba salah. Dalam benak Freya terlalu banyak kata ‘jika’ yang terlintas saat mereka bersama.

“Aku tidak apa – apa,” hanya itu yang Freya katakan. Mata Chanyeol terpejam sejenak sebelum menatap Freya dengan senyuman hangat khas miliknya dengan lesung dipipi sebelah kiri. “Ingin makan apa? Di sini tidak ada hidangan lobster kesukaanmu, bagaimana kalau kepiting?” tawar Chanyeol mengalihkan kesenduan mereka.

“Aku masih ada rapat dengan Baekhyun setelah ini, jika aku makan kepiting tanganku bisa bau,” bibirnya mengerucut membuat tawa Chanyeol pecah kemudian.

“Awas saja kalau sampai gara – gara bau kepiting kontrak kerjasamaku gagal,” ancam Baekhyun menggunakan buku menu yang ia tujukan pada Chanyeol.

“Tenang saja aku akan menyuapimu, ok.” Chanyeol mengerling pada Freya. “Hey Baek jangan terlalu galak dengan sekertarismu.”

“Aku hanya galak padamu saja.” Jawab Baekhyun yang mulai memilih makan siangnya. Lalu menarik rambut Krystal yang yang sedang nyaman tidur bersandar di lengan Sehun. “Krys kau mau makan apa? Kata Jesica kau tidak boleh diet. Ayo cepat kau mau pesan apa?” dengan tidak berperasaan Baekhyun menggoyang bahu Krystal.

“Aku pesan pisau saja untuk menyincangmu.” Ujar Krystal. Baekhyun beringsut menelan ludahnya sendiri kelu. Sejatinya ia salah sudah membangunkan singa betina yang sedang tidur nyenyak. Krystal beranjak dari posisinya nyamannya dan mengapit kepala Baekhyun dengan lengannya yang kurus berisi. Mengundang tawa semua yang ada disana.

“Astaga niatkukan baik Krys untuk mengajakmu makan kenapa kau malah melakukan ini padaku,” itu pembelaan Baekhyun untuk dirinya sendiri yang tak diindahkan sama sekali oleh Krystal.

“Krys hentikan, aku tidak mau menjadi pengangguran karena bosku mati.” Bela Freya yang membuat cekikan di leher Baekhyun terlepas. Sehun yang sejak tadi diam ikut terbahak melihatnya.

“Yaakk jadilah perempuan yang lembut seperti Freya, kau itu seperti gadis bar – bar.” Baru saja terlepas tapi mulut pedas Baekhyun yang sebagai jaksa tak mau kompromi malah membakar amarah Krystal, untung saja Sehun segera mencekal tangan si gadis sebelum mencakar wajah Baekhyun lagi.

Masih mengusap lehernya Baekhyun memandang Chanyeol yang masih menyisakan tawa diwajahnya yang adonis, “Berhentilah tertawa Chan, Hidupmu akan jadi mengerikan kalau saja sifat Freya seperti Krystal atau bisa lebih baik kalau Freya memiliki sifat seperti Krystal biar otak lambatmu itu cepat menentukan pilihan.” Setelah ucapan Baekhyun tawa Chanyeol lenyap tanpa sisa. Menyisakan keheningan yang memenjarakan masing – masing dalam fikirannya.

Keheningan itu retak saat pintu terbuka dengan keras menampakkan perempuan berpakaian glamor berwarna peach yang nafasnya sudah memburu menahan kemarahannya. Mereka masih terperangkap dalam keterkejutannya hingga perempuan itu mendekat lalu menyiramkan air putir dengan kasar ke wajah Freya membuat gadis itu terbatuk.

“HANI!” Chanyeol membentak, gelegar suaranya memenuhi ruangan, mengundang beberapa orang untuk menengok kedalam ruangan mereka. Baekhyun dengan sigap menutup kembali pintunya setelah mengusir pelayan dengan halus. Sedangkan Krystal merengkuh Freya dalam pelukan sambil membersihkan wajah gadis itu dengan sapu tangannya. Sehun sudah pasang badan menarik gadis bersurai hitam itu menjauh walau hanya beberapa meter.

“Dasar brengsek 1 bulan tidak pulang kerumah ternyata kau menemui wanita murahan ini huh?” hujan Hani pada Chanyeol yang  masih tak bergeming ditempatnya mengusap rambut Freya dengan sederet kata maaf yang menyayat hati.

“Jaga ucapanmu Nona, kau harus ingat sekarang ada di turtorial siapa?” desis Sehun mengundang tawa mengejek di wajah cantik Hani. Gadis berperawakan tinggi semampai itu menghempaskan cekalan tangan Sehun.

“Apa wanita murahan itu juga mencuci otakmu Tuan Rouler?”  nadanya mengejek makin membuat Sehun muak, seakan ia sudah kehilangan sahabat kecilnya yang lugu dan manis.

“Hentikan Hani kau merendahkan dirimu sendiri.” – Sehun.

“Bahkan kau membelanya Hun.” Ada kepedihan disana, namun Sehun mencoba tak peduli ia berada ditengah dan tak menginginkan ada yang terluka. Namun, takdir tak sejalan dengan kemauan yang membuatnya harus memilih yang terlemah.

Perempuan itu terkekeh, “Apa kau belum puas wanita jalang! Suamiku kau rampas dan sahabatku kau ambil. Dasar kau rubah betina! Berhentilah berpura – pura menjadi perempuan yang polos.” Hujatnya yang kembali mendekat membuat Sehun menahannya. Sedangkan Chanyeol tak bergeming dari posisinya disamping Freya.

Krystal menutup kedua telinga Freya. “Sudah jangan didengarkan, dia  sedang salah minum obat.” Gadis mata rubah itu tersenyum cantik, berusaha memberikan ketenangan untuk Freya yang air matanya sudah mengalir.

“Berkatalah sesuatu pengecut! Masalah ini terjadi karenamu.” Kali ini Baekhyun yang membentak, mencengkram kemeja Chanyeol dengan penuh kekesalan karena si biang onar hanya diam. membiarkan 2 perempuan yang sama – sama  mencintainya merasakan sakit.

“Lalu apa yang harus aku lakukan.” Suaranya bergetar dengan keputusasaan di sana. Cengkraman Baekhyun ia lepas kasar, “Kutawarkan perceraian ia tak mau, ku pertahankan ia tahu aku tak mencintainya, ku jauhi Freya tetap ia berbuat kotor melukai gadis yang kucintai! Lalu haruskah aku mati sekalian biar dia bahagia!”

Mendengar bentakan Chanyeol isakan Freya makin menjadi sedangkan Hani memandang lelaki yang berstatus sebagai suaminya dengan pilu, rasanya seperti puluhan jarum menancap ke jantung, dadanya sesak  begitu sulit hanya untuk mengambil udara. Entah dengan cara apa lagi membuat Chanyeol bisa menatapnya seorang.

“Jangan pernah kau menyalahkannya Hani karena sejak awal pernikahan kita, aku memang tidak mencintaimu. Kita hanya terjebak dalam perjodohan demi keuntungan perusahaan keluarga. Lalu kau mau meminta lebih? Bukankah kau seharusnya sudah cukup berpuas dengan status yang kerap kau banggakan itu sebagai Nyonya muda Vandersmith.”

Kali ini Hani benar – benar mendorong Sehun yang lengah dan melangkah kedepan bukan untuk mendamprat Freya melainkan untuk memberikan sebuah salam kecil di pipi untuk suaminya.

Plak

Hening.

Nafasnya naik turun dengan isakan yang ia tahan namun air bening itu tak bisa bersekongkol menutupi kerapuhannya. “Kau membuat semuatnya semakin sulit Chanyeol.” Itu ancaman. Chanyeol mengetahui itu.

Pintu kembali terbuka dengan Kris dan Jesica yang masuk, mereka segera menutup pintu tak mau keraimaian didalam ruangan terekspos keluar walau jelas orang – orang sudah mengerumuni di depan pintu merasa penasaran dengan apa gerangan yang terjadi di dalam Emoldas yang terlihat tanpa cacat.

“Apakah sudah selesai acara kalian yang menjatuhkan diri sendiri?” Kris yang pertama kali buka suara membuat semua yang ada ruangan makin bungkam.

“Kau tahu kalau permasalahannya pad –“

“Aku tak menanyakan pembelaanmu,” desis Kris dingin yang enggan menatap Hani. Membuat harga diri si gadis jatuh dan mengepalkan tangan.

“Pulanglah!” ujar Jesica. Ini perintah untuknya namun gadis bersurai hitam itu masih diam tak bergeming dari tempat. memandang stileto yang melapisi kakinya dalam kehampaan.

“Apakah Kak Jesy juga memihak padanya?” Hani mengangkat kepala memandang Jesica yang masih berdiri anggun disamping suaminya Kris yang nyaris tanpa ekspresi.

“Bukan memihak, lebih dari menyelamatkan martabatmu yang jatuh. Itu pilihanmu – aku hanya menyarankan.” Sejurus kemudian Jesica melenggang melewatinya dan duduk dengan anggun seperti tak menganggap kekacauan yang baru saja terjadi adalah hal serius yang harus ia selesaikan.

“Kalian semua penghianat!” hanya itu yang dapat Hani lontarkan sebelum pergi meninggalkan dentuman pintu yang nyaring. Tanpa sadar semua yang ada disana menghela nafas. Bahkan Jesica yang tadinya terlihat tenang, mendadak gentar dan menyandarkan punggungnya pada kursi.

“Lebih baik kita rapat lain hari, Freya kau sebaiknya istirahat.” Titah Kris yang selaku Leader dengan tegas.

“Biar aku yang mengantarkannya pulang.” Tawar Chanyeol.

“Kau harus menyelesaikan urusan rumah tanggamu dan urusi istrimu yang gila hormat itu dulu. Ku tunggu kau di rumah nanti malam.” Mendengar perintah Kris, Chanyeol hanya diam walau ia ingin menyela. Kejadian hari ini sudah cukup mencoreng nama Emoldas, jelas Kris harus menutup mulut – mulut yang mencari keuntungan dengan merilis berita ini besok pagi.

“Baekhyun kurasa kau harus bertemu dengan Klienmu sendiri setelah ini, ku dengar kasusmu begitu penting jadi fokuslah pada pekerjaanmu. Sehun antarkan Freya pulang dan Krystal kembalilah ke perusahanmu. Meninggalkan kantor dalam waktu lama tidak baik.” Semua hanya bisa mengangguk menuruti perintah Kris. Krystal memeluk Freya sebentar sebelum mengambil tasnya dan pergi kembali kekantor seperti perintah Kris.

Chanyeol hampir memeluk Freya lagi sepeninggal Krystal jika saja Sehun tidak menengahi dan membawa Freya pergi tanpa memperdulikan Chanyeol yang masih terpaku.

“Selesaikan urusanmu sebelum kau kehilangan semuanya.” Suara Kris membuat Chanyeol tergelak mengikuti langkah rekannya yang lain untuk beranjak.

Kali ini Kris yang menghembuskan nafas kasar dan menarik kasar kursi untuk ia duduki, dasi merah maroon yang melilit lehernya ia longgarkan. “Bagaimana dulu kau bisa berteman dengan gadis manja seperti Hani?”

“Percayalah dulu dia sangat manis, Cinta yang sudah merubahnya seperti sekarang?” jelas Jesica namun hanya mengundang dengusan Kris.

“Jangan menyalahkan cinta tapi aku mempertanyakan logikanya yang dibuang entah kemana. Jika Chanyeol sudah bilang tidak mencintainya untuk apa pernikahan tetap dipertahankan?” sedikit kesal, Kris terlalu bingung dengan pola fikir perempuan. Untung saja wanitanya cerdas.

“Jangan mempertanyakan logika pada perempuan karena jawabannya hanya akan berdasarkan perasaan.” Jawaban dari Jesika malah membuat kepala Kris pusing. Ia berniat tidak ikut campur memikirkannya saja sudah membuat kepalanya pening.

o0o

Kuda besi yang membawa keduanya berhenti setelah memasuki parkiran salah satu apatemen elit yang masih di bawah naungan Emoldas. Namun tidak ada dari keduanya yang berniat untuk turun. Mereka masih nyaman dengan keheningan yang sejak tadi tercipta setelah keluar dari cafe.

“Maaf membuatmu bertengkar dengan Hani.” Dengan sisa air mata yang masih menggenang di pelupuk mata Freya berucap tulus.

“Istirahatlah.” Hanya itu yang dikatakan Sehun tak mau berkomentar terlalu jauh takut lidahnya menyakiti perempuan dihadapannya.

“Apakah kau membenciku?” – Freya.

“Kalau membencimu untuk apa aku disini? mengantarmu pulang mengabaikan semua pekerjaanku dikantor.” Si dingin tersenyum menyembunyikan netra safirnya yang biasa memukau kaum hawa.

“Apakah kau juga menyalahkanku? Bukankah seharusnya aku pergi sejak lama?” benar saja ini hal yang dihindari Sehun. Walau ini pertama kali Freya bertanya kepadanya, percayalah Sehun sudah memikirkan jika pertanyaan ini terlontarkan untuknya sejak lama. Ia di posisi yang sulit, ia menyayangi Hani sebagai sahabat kecilnya namun ia juga tak bisa menyalahkan Freya karena gadis ini hanya terbawa arus yang dibuat Chanyeol.

“Aku tidak pernah menyalahkanmu Frey tapi kau hanya perlu ingat kalau sesuatu yang sejak awal bukan milikmu pasti suatu saat akan kembali kepada pemiliknya. Namun pertemuan kalian bukan hanya sebuah kebetulan. Tidak ada takdir yang kebetulan didunia ini.” Sehun tidak tahu kalau ucapannya menyakiti Freya atau tidak, ia hanya ingin berkata bijak dan sesuai fakta. Benar mereka memang baru saja bertemu tidak lebih dari satu tahun yang lalu saat Kris menerima Freya sebagai sekertarisnya atas izin dari Jesica. Mereka semua sangat mudah berteman dengan Freya karena ia memang benar – benar gadis yang baik. Ia adalah anak yatim piatu yang dibesarkan di panti asuhan, sejak kecil ia memang sudah tidak mengetahui siapa orang tuanya. Ia menyelesaikan pendidikan dengan bantuan beasiswa dan beruntunglah ia diterima Kris setelah lulus kuliah.

Petaka itu mulai hadir saat Freya bertemu dengan Chanyeol yang baru pulang dari Inggris di sebuah pesta. Tak dapat dipungkuri kalau sejak awal bertemu Chanyeol memang punya ketertarikan lebih pada pribadi Freya yang mandiri, lembut dengan tutur katanya yang halus. Mengetahui status Chanyeol yang beristri Freya menghindar namun perasaannya tak bisa berbohong kalau ia juga mencintai pemuda Vandersmith itu.

“Hari ini sudah berat untukmu jadi kumohon jangan buat aku mengucapkan kata – kata yang makin membuatmu sakit. Baekhyun akan mengomel jika kondisimu makin buruk besok.” Beruntung guruan Sehun menerbitkan sedikit senyum diwajah sayu Freya.

“Baiklah terima kasih sudah mengantarku Hun.” Freya melepas sabuk pengamannya dan menggumamkan kata hati – hati untuk Sehun sebelum masuk apartemen.

Nyatanya kembali pulang bukanlah hal yang baik untuknya karena disana begitu banyak kenangan yang ia lewati bersama Chanyeol. Ia melihat bayangannya dengan Chanyeol yang sedang bermain game di ruang tamu, ia dan Chanyeol yang berciuman saat sedang memasak di dapur dan berakhir dengan ciuman panas yang menghanguskan makan malam mereka. atau bayangan saat Chanyeol menggumamkan kata Cinta di tempat tidur saat Freya bangun di pagi hari. Acara mereka gosok gigi bersama, memasang gorden dan banyak hal lainnya yang membuat kepala Freya makin pening tanpa sadar tubuhnya merosot tak mampu menopang beratnya sendiri. Ia menjerit sekeras – kerasnya berharap sesak di dadanya bisa berkurang, tangannya mengepal memukul – mukul dadanya sendiri saat nyatanya sesak tak juga hilang malah menjadi.

Freya menangis menumpahkan kesedihannya hingga lama kelamaan kesadarannya menghilang, entah sudah berapa lama ia tak sadarkan diri dengan posisi meringkuk dilantai. Saat sadar sebuah lengan kekar dan pelukan hangat sudah ia rasakan. Tahu siapa pelakunya ia hanya dapat meringis getir, ingin menangis namun air matanya sudah kering. Chanyeol terjaga mengetahui Freya bangun ia kecupi setiap inci dari paras rupawan dalam pelukannya. Berharap perih yang mendaging itu bisa terobati perlahan namun kata yang terucap dari bibir Freya membuatnya pias.

“Ayo kita berpisah.”

END

Apapun alasannya Selingkuh memang perbuatan yang tidak layak untuk dilakukan, mempermainkan dua hati yang sama – sama menyimpan rasa hanya akan membawa sakit disemua pihak. Bukan karena tidak mempuanyai pilihan untuk melepaskan namun mengenai seberapa pengecutkah kalian untuk menghadapi kenyataan.

Ini Genre Sad, Romance yang coba Christy bawain untuk kalian. setelah merasa nyaman dengan Romance – Fantasy akhirnya Christy ingin membuat juga FF yang bisa bikin baper kayak senpai – senpai lainnya. ini FF pemula, untuk setiap kekurangan mohon saran dan kritik.

Salam sayang Christy Wu

XOXO

Iklan

2 pemikiran pada “LOVE – Christy Wu Present

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s