[FICLET] Sick Mate — Joongie

S I C K    M a t e

Joongie © 2017

Park Chanyeol || Son Wendy || Dark

Ficlet (PG17)

.

Apa yang paling kau sukai dariku?

.

Kendati penuh robekan di sana-sini, kumal berbekas noda darah serta lumpur berkerak, seragam militer itu masih menyimpan kebanggaan baginya. Dilekatkannya mantap-mantap pada maneken, disimpan dalam lemari kaca dan sengaja dipajang di ruang tamu. Biar siapa saja yang datang tahu bahwa dia—seorang Park Chanyeol yang masih tetap gagah sampai sekarang—merupakan veteran perang.

Pasalnya Chanyeol mengajukan pensiun dini dengan alasan kesehatan—lebih mengarah ke psikis sebetulnya. Bahunya tertembak, menembus tulang serta arterinya saat menyaksikan rekannya tewas setelah dibombardir pasukan musuh di Afghanistan. Sejak itu kehidupannya hancur berkeping-keping, ditambah diagnosa kalau mentalnya terguncang. Ada kalanya Chanyeol mendengar senapan dikokang disusul serentetan bunyi peluru meletus, deru tank baja yang menggetarkan bumi serta rintihan jiwa-jiwa yang sekarat. Dia akan berkeringat dingin dan disandera rasa panik.

Chanyeol sangat sensitif terhadap suara, itu juga alasan tidak ada televisi di sini.

Sekarang Chanyeol tidak lagi menjamah butiran-butiran peluru, melainkan berbutir-butir bawang dan telur. Dia tidak lagi mengokang senapan, justru mengasah lalu mengiris menggunakan pisau dapur. Tubuhnya tidak lagi berselubung lumpur, penampilannya kini necis serba putih dan cenderung berbau bumbu.

Dia mencoba hidup selayaknya manusia normal.

Bahkan Chanyeol sudah punya kekasih, Son Wendy, gadis yang dijodoh-jodohkan oleh ibunya setahun silam. Dia gadis yang menarik, gemar berceloteh dan selalu riang. Yang sekarang sedang merintis karier sebagai pramugari. Tapi akhir-akhir ini, menurutnya Wendy terlalu banyak bicara. Terlalu banyak mendesak dan memerintah. Terlalu banyak yang berusaha dia ungkit ketika Chanyeol cuma ingin hidup tenang—jauh dari hal-hal berisik.

Apa yang paling kau sukai dariku?” Wendy bertanya, menyusupi celah lengan Chanyeol dan membaringkan kepala di pahanya. Lalu sambil menyerap hangat telapak tangan sang kekasih di pipinya dia menambahkan, “Kita pacaran begitu saja, tapi tidak terlalu terbuka soal pemikiran masing-masing. Aku jadi penasaran kenapa kau mau jadi pacarku yang cuma gadis biasa. Tidak punya prestasi membanggakan sepertimu pula.”

Hm, entahlah. Kalau dipikir aku juga tidak punya jawaban,” sahut Chanyeol, menatap Wendy lekat-lekat. “Bukannya cinta dewasa terjadi begitu saja? Tidak peduli kapan atau bagaimana, yang terpenting adalah komitmennya.”

Desahan keluar dari bibir Wendy, mukanya memberengut. “Tinggal jawab saja, apa susahnya, sih? Hari ini saja sudah sepuluh kali aku bertanya. Memangnya tidak ada hal spesifik yang membuatmu tertarik padaku?

Selalu saja begitu. Lama-lama jadi menyebalkan tahu,” desaknya lagi. Dia bangkit bersungut-sungut meninggalkan Chanyeol dalam renung dengan segala kerahasiaan yang enggan dibagi—bahkan pada kekasihnya sendiri.

Chanyeol berhenti mematut pantulan diri dalam lemari kaca, usai mendengar suara tutup panci meletup-letup dari sup yang telah mendidih; pertanda bila rusuk yang dijerang sudah matang. Saat tutupnya dibuka harum kaldu menguar kencang, Chanyeol suka itu. Dia menuang sup ke cawan ukuran medium, lanjut memanaskan wajan dengan sedikit polesan minyak zaitun. Chanyeol mengeluarkan sesuatu dari freezer, membumbui lalu memanggangnya dengan api sedang sampai setengah matang.

Sepiring steik yang ditimbun sayuran kaleng beserta secawan sup kini tersaji di meja. Chanyeol segera menarik kursi, duduk dan membaui aroma sedap yang membuat perutnya mengeruyuk. Kombinasi yang tidak biasa memang.

Apa yang paling kau sukai dariku?

Pertanyaan Wendy tempo hari mendadak terngiang di benak Chanyeol sewaktu pisau di piring beraksi mengiris-iris steik jadi potongan kecil. Dia tertunduk, menatap makanannya dan tertawa kecil. Chanyeol menuntaskan suapan yang sempat tertunda, mengunyahnya lambat-lambat dan menikmati proses makanan itu meluncur dari kerongkongan.

Kemudian sambil menyapukan serbet ke bibir dia berguman, “Yang paling kusukai darimu adalah hatimu. Rasanya legit, warnanya cantik dan teksturnya empuk.”

Fin

 

Easy, right? XD

Pokoknya yang sudah baca sempatkan kasih feedback ya, luv luv luv ❤

Iklan

24 pemikiran pada “[FICLET] Sick Mate — Joongie

  1. Kukira bkal begini ” yang paling aku sukai darimu adalah hatimu, begitu tulus “. Ya jdi merinding setelah baca ampe selesai, he mas chan lu kira itu apa??

  2. Kebetulan aku lagi laper, tapi amit2 ih gak mau lah diajak makan sama mas ceye //lah sapa juga yg ngajak// ntar bukannya kenyang malah jadi bahan pengenyang, wkwkwkwk

    Btw, bogoshipda kak ikke //abaikan dd mu yg suka gombal ini// XD

    • KYAAAAAAAAAAK ADEKKU SAYAAAANGKU, UNYUUUSSSKU 😘😘😘😘
      Ga nyangka kamu main ke sini juga loh, wkwkwk sepertinya kita jarang nongol di grup, apa aku yang super jarang lol 😂😂😂
      Wkwkwk dih aku mah ogah deket” ceye kalo demenannya mamam hati perempuan 😂

    • Aku mah sering main Kak, main doang tapi, gak baca //hah/ Apalah daya Mark lebih menggoda, sih XD
      Aku juga lagi jarang nongol, giliran nongol kak ikkenya gak nongol dan sebaliknya, XD

    • Hihi thank you, Ellena! 😘
      Nah kalau sequel ini nih yang belum bisa dijamin, wkwkwk ada si lanjutan yang kek begini tapi beda kisah XD
      Maklum aja orang kadang bisa menggila di suatu masa :’c

  3. hahaha #KetawaBingung #KetawaGantung #KetawaTakut(?) Chanyeol kenapa ? bikin aku merinding bacanya, hati siapa yg enak’ apanya yg legit ? apanya yg cantik ? dan apanya yg empuk ? …………………………..

  4. Kampret momen itu ketika udah komen dan tinggal klik kirim ternyata data seluler belum diaktifin yang berujung pada kegagalan komen-_- sakit? Ngak. Ngak salah lagi sakit banget*ah syudahlah

    Pokoknya mah intinya si chanyeol itu sakit jiwa yang berubah dari veteran menjadi koki alias tukang jagal.*ngacaprak* psikopat yang gak punya otak sampe hati ngebunuh pacarnya sendiri cuma gara gara sebel sama si wendy yang jadi cerewet. Gak banget sih lo chanyeol! Itu lagi ngapain makan hati nya si wendy, ane makan hati ayam aja udah muntah apa lagi makan hati manusia. Selera lo jelek amat sih chan*digorokChanyeol

    Dan ya, karya kak joongi dimata ku selalu dabes ba dabes no trobel*nyanyineng?

    Keep writing and fighting^^

    • Sabar dek sabar, ai no dat pil bikin zbl ngetik ulang apalagi kejadiannya pas kita abis ngetik, ga sengaja keklik close, trus keklik lagi no jadinya tulisan ga kesimpeeeenn pen ngunyah disket rasanya tuh :'((
      ^ curcol kamu, nak?
      Iyaaa dia merangkap koki ama kang jagal, sisi sadisnya dapet dari medan perang, aku pernah denger pasca trauma pasukan militer itu sungguh errrrr 😶😶😶

      Yuk, toss atulah aku juga muntah kalo makan ati ayam lol v:

      Hihi ga dek, aku juga baca punyamu meni bagus masa 😍😍😍

      Thank you, kamu juga semangat nulisnya! ><9

  5. “Yang paling kusukai darimu adalah hatimu. Rasanya legit, warnanya cantik dan teksturnya empuk.”

    Ini horor, sudah kuduga pasti horor 😂

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s