GAME OVER – Lv. 1 [Invisible Black] — IRISH

G    A   M   E       O   V   E   R

‘ Baekhyun x Jiho (known as HongJoo) ’

‘ AU x Adventure x Fantasy x Romance x Science Fiction ’

‘ Chapterred x Teenagers ’

‘ prompt from EXO`s — Can`t Bring Me Down & EXO CBX`s — Crush U

Game Level(s):

ForewordPrologue A SidePrologue B Side — [PLAYING] Level 1

Break the borders of your corrupt mind

Knock on the door above the sky

2017 © GAME OVER created by IRISH

♫ ♪ ♫

Level 1 — Invisible Black

In Jiho’s Eyes…

Wah. Menakjubkan. Tidak kusangka usaha selama dua tahunku berbuah begitu manis. Menjadi seorang gamer ternyata tidak merugikanku sama sekali. Terbukti dengan bagaimana sekarang aku bisa berdiri di tengah-tengah Town1 yang selama ini hanya kulihat dalam bentuk gambar.

Semua visualisasi di Town ini terlihat nyata. Jika saja aku tidak melihat kerlip elektrik di beberapa sudut tertentu, aku pasti mengira jika sekarang aku berdiri di tengah-tengah kota Seoul abad Joseon. Hanyang? Ah, ya. Hanyang mereka menyebutnya.

NPC2 yang ada di sini bahkan bisa berinteraksi dengan kami—meski dengan cara yang pasif dan monoton. Dan kami tidak lagi butuh keyboard untuk menyelesaikan sebuah level.

Melawan Villain, menciptakan PK3, semuanya bisa dilakukan dengan pikiran kami saja. Kami bahkan bisa terlihat di dalam duel milik pemain lain jika kami ingin. Tidak salah jika para player menyebut WorldWare sebagai game paling sempurna.

“White Horse, cepat halangi dia!” ah! Sebuah PK.

Aku tengah berdiri di tengah Town ketika kulihat segerombol pemain dari WhiteTown Country4 berusaha mencegat seorang player lain yang—ah, siapa dia? Aku tidak pernah melihat ID5 miliknya tapi ia berada di level puncak permainan ini.

“White Lion, aku berhasil menangkapnya!”

“White Bird, serang dia!”

Ah, White Lion. Dia adalah pimpinan dari WhiteTown dan terkenal sebagai seorang player tanpa belas kasih. Hah, kupikir dia hanya berusaha untuk menciptakan imej master di dalam game ini tapi yang sebenarnya ia lakukan hanyalah memeras player lain, membuat mereka kehilangan beberapa level, mengerikan.

Player lain—yang juga berada di dalam mode yang sama denganku—kini berdiri melingkar, sementara seorang player berpakaian serba-gelap ada di tengah-tengah kelompok WhiteTown.

Apa yang mereka inginkan?

“Mengapa kalian berusaha menyerangnya?” aku bersuara, meski aku tidak mengenal siapapun dari WhiteTown tapi setidaknya aku berbicara di tengah Town—dan well, semua orang mendengar apa yang aku ucapkan.

“Dia membunuh salah seorang keluarga kami!” White Lion berseru. Membunuh? Apa istilah kejam itu bisa ia gunakan di tengah sebuah game?

“Apa maksudmu dengan membunuh? Keluargamu kalah dalam PK?” tanyaku lagi, sungguh tidak mengerti dengan istilah membunuh yang sekarang White Lion gunakan.

Tidak ada yang bisa benar-benar terbunuh dalam game. Kata mati hanya kami gunakan sebagai istilah sarkatis untuk meledek ‘game over’ saja.

“White Tiger. Dia menurunkan White Tiger hingga dua belas level. Sekarang, White Tiger tidak lagi bisa ikut dalam survival mode6. Dia adalah player paling kejam di server ini!” White Lion lagi-lagi bersuara.

Player paling kejam? Yang benar saja. Lihat siapa yang berbicara.

Tidak lagi menunggu aku menyahut, delapan anggota WhiteTown yang ada di sana segera meluncurkan serangan bertubi-tubi. Sangat cepat dan profesional sehingga aku sendiri merasa ngeri membayangkan berapa level yang akan player lawan mereka capai lagi nanti untuk mendapat level seperti saat ini.

Menghindari efek dari serangan bertubi-tubi itu, aku akhirnya melangkah mundur. Memilih untuk menonton saja duel tidak imbang itu dalam kekaguman. Tanpa bisa berbohong, kemampuan player asing itu sangat luar biasa. Meski health bar7 miliknya berangsur-angsur turun, serangannya masih tidak berkurang.

Kuperhatikan lagi, ia punya beberapa buah senjata yang unik dan tidak pernah berhasil kudapatkan selama aku bermain.

Ia jelas bukan pemain biasa. Setidaknya, kemampuannya pasti jauh di atasku. Melihat bagaimana ia juga memiliki invisible mode—sebuah mode yang bisa dibeli dengan menggunakan satu juta pouch8—dan membuat aku ataupun pemain lainnya sama sekali tidak bisa melihat profil pribadinya selain melihat di level mana ia berada.

Dengan satu juta pouch aku bisa membeli puluhan upgrade pada ability9 dan memperbarui perlengkapanku. Jika ia berada di level setinggi itu dan memiliki invisible mode, maka kupastikan ia adalah seorang pemain master.

Wah, dia pasti ‘Invisible Black’ yang orang-orang bicarakan sejak awal aku masuk dalam mode survival. Itu artinya dia sudah sejak lama memiliki mode invisible. Sudah jelas, Jiho… dia seorang pemain yang kemampuannya tidak bisa kau bandingkan dengan dirimu.

Argh!” teriakan menggema, sekon kemudian aku sadar jika player—yang kukatakan sebagai Invisible Black tadi—terjatuh di tanah, dan menerima belasan serangan yang membuat health barnya seketika anjlok.

Dia membutuhkan bantuan.

Dengan serangan dari satu Country, ia akan kehilangan setidaknya empat atau lima level. Tunggu, jika menghitung jumlah anggota Country yang terlibat, ia pasti tidak hanya akan turun lima level. Dan demi Tuhan, menaikkan satu level di mode survival bagiku membutuhkan waktu hampir satu bulan.

“White Flaw, serang dia dengan lighting drawn-mu!” titah White Lion seketika membuatku—

Tunggu. Time paused?

Ya. Kami berada di mode time paused. Melihat bagaimana aku masih bisa melihat semua orang tidak bergerak sementara pikiranku masih bisa berjalan dan aku bisa melihat bagaimana Invisible Black itu jadi satu-satunya player yang bisa bergerak, sudah bisa kupastikan ia punya time paused.

Sungguh, jika saja aku bisa melihat profilnya, aku pasti bisa tahu kemewahan apa saja yang ia miliki di dalam dunianya. Tidak tahan dengan kebingungan dan rasa penasaran yang memburu, aku akhirnya memutuskan untuk mengirim sebuah pesan private padanya.

‘Boleh aku membantumu?’

“Pesan anda menunggu moderasi.”

Moderasi? Yang benar saja! Apa berada di invisible mode membuatnya bisa memilih-milih pesan pribadi mana yang ingin dan tidak ingin ia balas? Sungguh menakjubkan.

Kuketahui ia sudah mendengar pesan dariku ketika pandang kami bertemu. Aku yakin, ia menatapku meski kami berdiri di dalam jarak yang cukup jauh. Sebuah senyum samar bahkan ia sunggingkan sebelum ia memejamkan mata.

SRASH!

Ugh!”

Kebingungan melandaku ketika ia kembali menjalankan waktu—bahkan saat sekarang ia terlihat mengabaikan pesan dariku. Tidak masuk akal. Health barnya masih berada di titik yang sama, dan ia hanya menggunakan time paused untuk menghentikan serangan White Flaw sementara saja.

Karena sekon kemudian ia menerima serangan mengerikan itu dan membuat health barnya berada di titik gawat. Ada apa dengannya? Apa ia sedang berpura-pura lemah untuk memamerkan kejutan lainnya bagi kami di sekon selanjutnya?

Aku bahkan sengaja mematikan global mode10 agar perhatianku tidak terusik oleh percakapan dari player lainnya.

‘Mereka akan menyerangmu setelah PK ini jika mereka melihatmu membantuku, HongJoo-ssi. Bukankah leadermu, Royal Thrope adalah teman dekat White Lion? Kau bisa mendapat masalah.’

Aku terkesiap saat sebuah suara masuk ke dalam pendengaranku. Private chat adalah sebuah mode dimana percakapannya bisa kami lakukan lewat pikiran. Tidak perlu berkata-kata lewat bibir tapi saling bertukar kata melalui pikiran.

Ia benar-benar mengejutkan. Pertama, ia membalas pesanku. Kedua, ia tahu jika leader dari Country yang kuikuti dan White Lion adalah sahabat dekat—dan sama kejamnya. Ketiga, apa hanya aku yang berpikir jika ia mengkhawatirkanku?

‘Lalu kau akan membiarkan mereka menyerangmu bertubi-tubi?’ lagi-lagi kulemparkan pertanyaan melalui pesan padanya. Meski sekarang ia terlihat kewalahan karena harus melawan serangan dari WhiteTown, tapi bisa kulihat bagaimana di satu sekon, ia menatap ke arahku—tanda yang membuatku tahu kalau ia tengah mendengar pesan dariku.

‘Semua orang memilih untuk menikmati battle ini, mengapa kau malah menawarkan bantuan padaku?’

Ya, benar Jiho. Mengapa kau menawarkan bantuan? Semua orang bahkan hanya menonton. Oh, well tentu mereka tahu apa yang akan terjadi jika bermasalah dengan orang-orang dari WhiteTown.

‘White Tiger pernah mempermalukanmu di dalam PK, rupanya.’

Aku terkesiap. Bagaimana ia bisa tahu? Aku bahkan tidak—tunggu. Apa berada di invisible mode membuatnya bisa tahu history11 milik player lainnya?

‘Setidaknya memiliki rekan untuk melawan mereka akan membuat penonton semakin antusias. Tidakkah kau berpikir begitu?’ alih-alih menjawab komentarnya tentang bagaimana White Tiger pernah mempermalukanku di dalam sebuah PK, aku justru memberinya komentar lain.

Ya, mengintip bagaimana ramainya global mode dan melirik banyaknya player global yang online, tentu aku tahu duel ini telah menarik perhatian banyak orang.

‘Ha ha!’ ia menjawabku dengan sebuah tawa, bukan tawa meledek tapi tawa yang terdengar geli. Apa ia pikir komentarku barusan menggelikan? Atau ia baru sadar kalau pertarungannya dengan White Town telah menjadi sebuah pertunjukan?

‘Aku bisa membawamu ke dalam invisible mode, HongJoo-ssi. Tidak akan ada yang tahu jika kau membantuku. Tapi sebagai throwing12 dari game ini, kau akan turun dua level karena sudah masuk ke dalam invisible mode.’

Turun dua level hanya karena aku membantunya? Oh, seorang pemain master sepertinya tentu tidak tahu bagaimana sulitnya menaikkan satu level bagi kami yang memiliki kemampuan bertarung di tingkat sedang.

Tapi tunggu, Jiho. Mengapa kau sekarang mengutamakan keegoisan? Invisible mode adalah sebuah langit, dan tidak akan ada kesempatan lain bagimu untuk masuk ke dalam level itu jika bukan sekarang.

Selain itu, berada di invisible mode selama beberapa sekon akan membuatku tahu profil dari rekan yang berbagi mode denganku. Tidakkah itu menguntungkan?

Benar, Jiho. Sekarang saatnya kau menghapus batas mengerikan yang ada di dalam benakmu dan mengetuk pintu langit yang sudah menyambut di depan sana.

‘HongJoo-ssi?’

‘Baiklah, aku setuju.’

Tidak lantas mendapatkan jawaban apapun, aku sadari diriku tertarik oleh magnet luar biasa yang membutakanku sejenak dengan silaunya cahaya yang bahkan membuatku tidak sadar tentang bagaimana caranya aku bisa berpindah ke—

Baek-Hyun?

ID-nya adalah BaekHyun?

Hey, aku memakai time paused untuk beberapa waktu.” suaranya menyadarkanku. Sungguh, aku ingat jika survival mode menggunakan pemindai tubuh untuk menciptakan avatar yang serupa dengan wajah juga tubuh asli dari seorang player.

Tapi apa ia benar-benar rupawan seperti ini?

“Ah, ya. Aku bahkan tidak sadar jika waktu terhenti.” bagaimana aku bisa sadar? Aku berada di mode yang sama dengannya. Secara otomatis aku juga—oh! Pakaianku, sekarang pakaianku juga berwarna gelap sepertinya.

History milikmu cukup bagus. Kau ahli dalam menggunakan sword dan gerakanmu juga cepat. Kau tidak akan menyesal karena sudah membuang dua level untuk membantu seorang pemain sepertiku, bukan?” pertanyaannya menyadarkanku.

Kami tidak saling mengenal. Aku bahkan tidak pernah melihat ID miliknya berkeliaran di Town. Dia benar-benar invisible, lantas mengapa aku merelakan dua bulan yang penuh perjuangan untuk membantunya?

Tidak, lihat sisi baiknya, Jiho. Kau sudah berdiri di atas langit yang kau inginkan. Lagipula, tidak akan ada yang tahu jika aku terlibat dengannya sekarang.

“Namaku BaekHyun, omong-omong. Keberatan jika aku menghentikan time  paused ini, HongJoo-ssi?” tanyanya karena aku tidak kunjung bicara.

Oh! Jiho! Berapa menit sudah kau buang karena pemikiranmu?

“Ya, tentu saja. Dan oh—” aku mengambil sebuah live-charge13 dari dalam lemari perlengkapanku, melemparkan live-charge berharga tersebut—untuk informasi, harga satu botol live-charge adalah seratus pouch dan untuk mendapatkan lima pouch aku harus melawan satu Villain sendirian—kepada Baekhyun.

“—kau tidak keberatan jika aku memintamu memperbaiki health bar dulu, bukan? Aku bukan pemain handal, kupikir aku akan butuh bantuanmu juga nanti, Baek-Hyun-ssi.”

Ia menerima live-charge itu dan segera meneguknya. Health barnya juga langsung terisi penuh. Ya, setidaknya bantuanku bisa berguna. Lagipula, kapan lagi aku akan bisa melawan sebuah Country tanpa ada yang tahu jika akulah yang menyerang mereka?

Ini sungguh sebuah kesempatan yang langka.

“Siap untuk bertarung?”

Ya, tentu saja aku siap.

— 계속 —

Footnotes

Town: Istilah untuk menyebut ‘hall’ dimana semua pemain bisa berkumpul dan berkomunikasi. Town tidak menyediakan fasilitas untuk melakukan trading—jual-beli antar player—atau exchange—penukaran benda-benda tertentu—antar player, tapi hanya sekedar menjadi tempat saling berkomunikasi atau mengadakan battle/PK/turbulence.

Battle: istilah untuk menyebut sebuah pertandingan/pertarungan di dalam sebuah game, melibatkan dua sampai sepuluh player dengan rules terikat yang sudah diciptakan oleh game itu sendiri dan tidak bisa melibatkan player lain secara tiba-tiba di tengah battle tersebut.

Turbulence: istilah untuk menyebut suatu battle besar dimana semua player bebas melibatkan diri dalam battle dan turbulence bisa berlangsung berdasarkan rules yang dibuat oleh pemilik turbulence tersebut.

PK: Player Kill adalah sebuah tindakan ‘membunuh’ player lain di dalam sebuah permainan online.

NPC: Non-Player Character, sebuah karakter yang diciptakan oleh programmer sebagai karakter pembantu/pendukung untuk game tersebut.

Country: Sebutan bagi sebuah aliansi/kelompok yang diikuti oleh seorang pemain di dalam game. Kadang juga disebut sebagai fraksi, home, dsb.

Survival mode: sebuah mode dalam WorldWare dimana dengan bantuan gaming-set tertentu, seseorang bisa masuk dalam mode survival dengan cara tertidur di kehidupan nyata namun ‘terbangun’ dalam permainan. Survival mode tidak membutuhkan PC set, tapi semua pergerakan dan kehidupan dalam game dikendalikan oleh sinergi otak.

Health bar: status kesehatan/kehidupan/daya hidup seorang pemain game di dalam permainan.

Pouch: satuan ‘uang’ dalam WorldWare, 1 lembar pouch digambarkan dalam bentuk lembar keemasan dengan hiasan sebuah ruby di tengah-tengahnya, dengan bertuliskan WorldWare.

Ability: kemampuan yang dimiliki player baik kelebihan secara fisik, material, maupun keuntungan lainnya yang membuat seorang player lebih unggul dibandingkan dengan player lain.

Global mode: sebuah mode global (universal) dimana interaksi global ini digambarkan dalam sebuah percakapan yang bisa dilihat secara audiovisual.

History: merupakan sejarah ‘permainan’ seorang player.

Throwing: akibat yang ditimbulkan dari sebuah trading atau exchange.

Trading: sebuah kegiatan jual-beli equipment dalam permainan.

Exchange: sebuah kegiatan pertukaran equipment dalam permainan.

Live charge: potion yang berfungsi untuk mengembalikan health bar milik seorang player.

IRISH’s Fingernotes:

Izinkan diriku buat bergalau ria dulu karena sebelum Game Over berlanjut semakin jauh, aku menerima saran di sini tentang length normal buat Game Over per-level-nya (´ω`*)

Berhubung cerita ini begitu astral dan bakal panjang kali lebar kali tinggi, jadi… sebagai percobaan diriku publish pake 2000 kata dulu aja LOOOOL. Pluuus, diriku mungkin bakal buat satu post yang isinya glossarium sama level-level Game Over, library mini aja gitu ceritanya.

Terus, apa lagi ya…

OH OH OH. Baru inget, diriku galau tadi karena bingung ini si cast-cast tambahan (kayak Sehun, Suho, dll) di dalem game haruskah disebut nama? Atau pelan-pelan aja? Berhubung Jiho kan juga belum kenal mereka, LOL. Atau haruskah ane buat perkenalan cast kecil-kecilan di footnotes? Selain ngasih glossarium? Pft…(・∩・)diri galau ini sungguh enggak tau harus gimandos…

Yaudah, sekian dulu dariku, see you tomorrow. Salam kecup, Irish!

hold me on: Instagram | Wattpad | WordPress

Iklan

38 pemikiran pada “GAME OVER – Lv. 1 [Invisible Black] — IRISH

  1. Oh tautautau >< ini mirip kaya anime black rock shooter.Summer wars.no game no life xD jadi udah ngerti gak mikir 2x buat mencerna setiap kata ❤ author sangatlah cerdas /chuu

  2. Dear Irishnim,
    Level 1nya keren, langsung dimulai dengan war. Trus, though daku bukan gamers, tapi aku jadinya pengen WorldWare itu exist di real life. kkk…
    Himnebuseyo~~,
    P.S : Maafkan daku lagi, karena komennya marathon seperti ini…

    Sincerely,
    Shannon

  3. Ini bagus. Tapi aku agak sedikit bingung sama cast nya wkwkwk ada white lion, white bird, dll dan gatau itu siapa yang di maksud hehehe.. Tapi temanya unik, aku suka cerita dengan tema ini.. Fighting buat ceritanya.. ^^ aku pembaca baru salam kenal ^^

  4. Hmm boljug tuh lvl berikutnya pake nama aja, biar yoon berhenti bayangin baek battle sama semua isi kebun binatang XD :’D setuju semua dah sama kak irish, apapun yg terbaik menurutMu aku ikhlas 😀
    And… Fighting kak ^^)9

  5. pas pertama baca otak daku rada muter” dulu, karna banyak istilah” lain. tapi sekarang dah faham-kan udh dijelasin di atas:D
    masih penasaran sama cast yang lain karna blum muncul.oya, taetae kapan munculnya kak.. hmm?*gasabar
    ohya kak pelan pelan aja deh kak.. biar gregedd
    kan kak iris udh biasa ngebuat readers penasaran:v hihihi

    • Mbb ya sayangs :* pas pertama bikin ini otak aku juga muter2 saking puyengnya XD tapi semakin ke sini semakin paham juga aku sama apa yang mau aku tulis XD aduh duh Taehyung itu eksis loh di sini XD

  6. Baru baca paragraf pertama aja aku udah ketarik masuk ke dalam ceritanya.
    Kok bisa sih, kak, bikin cerita yang bisa menjerumuskan reader(s) ke dalam imajinasi kak Iriseu?
    Gimana caranya? Daku bole berguru tidak? 😂😂

    • XD alhamdulillah kalo ada yang bisa terjerumus sama ajaran sesat macem ini wkwkwkwkwkwkw padahal ini astraaaallll seastral-astralnya loh XD wkwkwkwkwk boleh ~ silahkan berguru tapi jangan nyesel kalo udah berguru di diriku XD

  7. Gausah terlalu terburu-buru deh kak perkenalan castnya, pelan pelan saja, tapi pasti. Biar kita-kitanya mikir juga, gacuma baca dan menghayati ae~
    AHAHAH. Abis, kan kak Irish sibuk juga yakan ya? :3 jadi gausah terburu-buru eheh.
    Selow ae kak seloww~

  8. Si jihoo jiwa sosialnya tinggi banget. Jadi pengen gigit?
    Yaw pertemuan pertama mereka di battle, kok aku ngeliatnya sweet ya? Cem suami istri yang saling tolong menolong*gak

    titip unch unch buat baek ya kak irish…

    See you…

    • XD buakakakakkaa apaan banget dibilang suami istri yang saling membantu wkwk nanti mereka bakal susah bareng kok /spoiler ceritanya/ XD

  9. Baca ini jdi berasa diriku yang berperan di dalamnya 😂 ini keren banget, kak Rish 😍!
    Mau epep-nya sepanjang jalan kenangan pun ga kerasa udh sampai kata “TBC” kak 😂😂😂
    Kutunggu next chap kak😙

  10. mantap sekali kak irish..
    ceritanya ngalir dan ga kerasa itu bagi aku sih..
    kalo menurut aku sih ga sebut nama cast pun ga masalah hehe..
    aaaaargh ku tunggu lanjutannya

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s