[EXOFFI FREELANCE] OBLIVATE – (Oneshot)

OBLIVIATE.jpg

OBLIVIATE

 

 

 

Luhan      , Oh Sehun

OC

PG+

Fantasy

 

Ugly Duck

present

 

 

BAGIAN 1

 

 

“ ,And I can feel how the future will be ”

 

 

Dia adalah pemilik pure blood dari kaumnya , Terkutuk dan hampa dibanding darah campuran lainya . Ibunya, Akasha yang merupakan ibu dari semua vampire terbunuh karena pengikutnya sendiri .Namun , sosok lain dari dirinya telah terlahir kembali . Bersama bara api yang membakar tubuhnya , dan abu yang yang terbang bersama dendam masa lalunya .

Bersama jerit salah seorang yang harusnya miliknya , mengerang akan sakit yang tengah menyiksa tubuhnya . Kemudian tangis yang seharusnya terdengar , tergantikan oleh gelak tawa yang membawa kehancuran .

Ia yang tercipta dari sebuah dendam , yang tanpa sadar telah membuat hidupnya terduplikat dan membawanya pada sebuah ikatan yang lebih intim . Yang menjadi separuh akan jiwanya tersebut seharusnya menjadi hukumanya , namun takdir berkata lain . ia , adalah senjata milikmu .

 

.

 

.

 

 

            “ Bisakah kau bantu kami , sayang ?”

 

            “ Maaf ibu , aku terikat sumpah tak terlanggar . Aku tidak takut dengan kematian ,Tapi aku

               telah jatuh cinta padanya “

 

 

Tiba – tiba sebuah asap tipis mengikat tubuh wanita itu , melilit dan membuat nafasnya tersenggal – senggal . Tatapan tajam miliknya mengintruksi untuk membuat lawan mengerti akan amarahnya . Sosok lain yang tengah berdiri disamping wanita itu tak tinggal diam dan mencoba membaur . Kedua kekuatan besar itu beradu dalam wadah yang sama , dan membuat yang muda terpental membentur meja rias .

 

“ hentikan purtiku , kau akan membunuh ibumu sendiri “

 

Ia terbangun sambil setengah mengusap darah segar yang tengah mengalir di sela bibirnya . Tentu saja , dia bukan golongan murni . Ia tertawa menyirigai ,

 

“ Aku ingin tahu apa yang terjadi ketika dua Six Sense beradu “ serigainya .

 

            “ Kau ingin membunuhku juga ? “

           

            “ Maafkan aku ,ayah “

 

Sosok lain yang baru bangkit dari siksaannya mengulurkan sebuah belati pada putrinya yang masih menatap tajam sosok lainya , Maniknya mengistruksi . Dengan bulir air yang mengalir dipipinya , ia memohon dengan sangat..

 

“ Tinggal selangkah , menusuk jantungmu adalah jalan untuk menghancurkan Horcrux .

               Bukankah kau bilang dia tengah sekarat ? Mari sayang , buktikan bahwa kau putri kami .

               Dan kembalilah ..”

 

            “ Ini bukan pertarunganmu ibu , kau bukan bagian dari perang ini “ Jelasnya pelan .

 

Wanita itu menarik kembali belati yang masih ia arahkan , sejenak ia menatap ubin menyusuri setiap garis ang berjalan menuju ke arahnya . Perlahan ia mendongak sambil tersenyum hangat ,

 

“ Dengar putriku , ..” ia menjeda ..” kau tidak sama denganya ..“ .

 

Mereka melangkah pergi meninggalkan ia yang masih merunduk dengan rambutnya yang setengah tergerai , kemudian ia menarik simpul bibirnya dan berguman..

 

“ Kau lupa akan satu hal ibu ..,

Kau , telah membunuh suamiku “

 

 

 

 

 

 

 

_oOo_

 

 

 

 

            Kakinya berpijak di atas dedaunan yang kering , tak lupa dengan sinar matahari yang hangat . Indranya tajam menangkap suara anak burung yang baru lepas dari cangkangnya , dan seekor kelinci putih yang tengah berdiri di puncak batu tebing . Dulu aku sering bermain disana ~ . Batinya .

Selangkah ~ ia berdiri di atas bebatuan yang menghadap sungai , Bukan air beku lagi namun benar – benar air yang mengalir dengan segala mahkluk hidup di dalamnya . Bahkan , ia bisa melihat jelas bagaimana mikrooganisme hidup di dalamnya .

Maniknnya menangkap bayangan yang berdiri tepat di samping ia berdiri , disaat itu ia menyadari bahwa seseorang sering berkunjung kemari . Hyera , vampire pertama yang beruntung dapat menikmati matahari tanpa membakar kulitnya . Tentu karena salah seorang sepertinya , The Six Sense.

 

Ada keraguan dibenaknya , bagaimana sebuah keputusan akan membuat seseorang lebih kuat . Meskipun begitu , ia percaya bahwa masa depan itu pasti berubah – ubah . Seperti masa depan yang ia lihat sepuluh tahun silam , bagaimana ia bisa tertawa sambil membawa keranjang bunga . Namun , kenyataanya ia membawa sesuatu yang lebih mengerikan . Didalam tubuhnya , kehidupan yang lain ,

 

“ Rupanya , aku hidup untuk ini “gumamnya .

 

.

 

 

Tak menyadari bagaimana semak – semak bergoyang dari jarak satu kilometer , saat gadis itu menoleh maniknya menatap sosok yang tengah tersenyum bahagia akan kehadirannya . Hyera , ia membawa seekor anjiing yang tentu dikenal oleh putrinya .

 

“ Aku tahu itu benar kau , sayang “

 

Gadis itu menatap obyek lain . Sesuatu yang wanita itu bawa bersamanya . Kawan lama , seekor anjing .

 

“ Zue ?, kau masih mengenalku rupanya “ . Anjing itu membungkuk , namun sikapnya membuat si pemilik merasa tak senang . Bahkan kawan lama yang hanya seekor anjing pun menunduk padanya .

 

“ Berdiri yang tegap Zue , cepat beritahu aku dimana tempat tinggalmu “ , Gadis itu tersenyum sambil menepuk kedua telapak tangannya memerintahkan Zue untuk berlari . Kemudian disusul keduanya dari belakang .

 

.

 

.

 

 

 

 

 

 

Gadis itu berjalan mengelilingi ruangan mengamati furnitur rumah yang tua , meskipun begitu beberapa diantaranya memiliki histori tersembunyi yang hanya dapat dilihat oleh mahkluk terpilih sepertinya . The Six Sense . Maniknya masih menelusuri setiap benda yang terpajang di dinding juga beberapa perabot yang tampak dari jarak kesekian di ujung dapur . Netranya menagkap hal menarik yang terpajang di dinding sebelah barat tepat di atas perampian dengan beberapa arang yang masih menyala . Lengannya sempat mengusap figure kesayangannya sebelum seseorang yang tengah berdiri tak jauh darinya menghampiri . Siapa lagi , sang ayah yang bisa membaca pikiran hampir semua mahkluk tersebut meraih pundak putrinya tanpa balasan .

“ Ini kan membuatnya sedikit menderita “ , Gadis itu menunduk setelah menyadari seseorang

tengah menyentuh pundaknya .

 

“ Aku akan menggantikannya ” Jawab sang ayah .

 

“ Kenanganmu jauh lebih berharga untuk sekedar melindunginya . Meskipun itu..” Gadis itu menghentikan pembicaraanya saat menyadari langkah kaki lain tengah mendekat . Wanita dengan Sweater merah jambu dan juga beberapa makanan kecil yang ia simpan di dalam toples berukuran sedang dengan sebotol minuman , Blood .

 

“ Jadi , kau kembali sayang ? ” ,Tanya sang ibu . Meski ia melihat semburat ekspresi putrinya yang lain , ia hanya terus memasang ekspresi bahagia akan kepulangan putrinya .

Gadis itu menatap nanar , ia beralih dari posisi duduknya menjadi lebih dekat . Pertama , ia mengusap – usap pelan telapak tangan wanita itu , kemudian menarik lengannya untuk menyentuh kedua pipinya .

 

“ hmm ,Tentu..”

 

 

 

 

Akan lebih mudah jika kami tidak saling mengenal .

Seperti yang selalu ku bilang saat masa depan yang selalu berubah – ubah .

Siapapun dari kami yang menang , tetap akan menyakiti hatinya . Bahkan lebih .

Kami yang musnah atau sebaliknya .

 

OBLIVIATE

 

 

 

 

 

BAGIAN 2

 

“ Aku berperan besar dalam setiap langkahnya

menuju keabadian yang lebih “

 

            Waktu telah tiba , dimana rembulan benar – benar berada di puncak menara . Dengan bantuan tangan seorang , hidupnya akan kembali dimulai. Lebih besar , dan lebih kuat . Gadis itu , menyeret gaunnya lebih dekat menuju tempat pembaringan . Beberapa tetes , kemudian membiarkan baunya menggoda . Sementara sebagian tubuh masih berkontraksi , namun dengan jelas ia melihat dua pasang mata merah yang menyala dan menatapnya tajam . Sosok tersebut meraih ulur tangan yang masih berdarah , sambil mengecupnya pelan , luka tersebut tertutup sempurna .

Pria itu nampak utuh kembali , namun kehausan akan darah masih belum terpenuhi . Pria tersebut menarik tali temali pada pakaian mangsanya , dan menyadari akan hal itu ia yang ikut hanyut dalam fisik yang benar – benar sempurna melangkah mendekat ketika bibir berhias taring mengesap kuat lehernya . ia mendesah ,

“ My Lord..”

Pria tersebut memperdalam gerakannya , kemudian beralih pada bagian depannya . Setelah beberapa lama , ia menjeda .

“ Do you know , how vampires have sex ? “

Gadis itu mengangguk ,

“ I do.. “

.

            Ia memanipulasi waktu hingga membuat malam sangat panjang . Menariknya ke berbagai sudut tempat dan membentur dinding hingga langit langit . Beberapa helai kain menggantung di atas almari , Meski jarak ruangan dengan bangunan utama cukup jauh , namun lorong tak mungkin meredam gema . Desahan mereka bisa membuat para penjaga menggila .

Hampir dua hari kedua mahkluk itu berada dalam bangunan tersebut , meski sehari sebelumnya sempat dikirim sepuluh botol darah .Tak ada satupun yang berani untuk sekedar memastikan keberadaan mereka disana . Kecuali kau ingin melawan mautmu sendiri .

.

            Ruangan mulai tenang , hanya deruan nafas dari masing – masing . Udara mulai dingin , bersama salju yang lebih dari hari – hari sebelumya . Ia menakar bagaimana hutan masih mengabdi padanya .

“ Sehun..” , sosok di sampingnya memanggil . Jarinya menarik helai untuk lebih menghangatkan tubuhnya . Sambil memegangi gerai rambutnya , ia tersenyum mendapati fisiknya telah utuh kembali .

Ketika telunjuknya menyentuh halus dagu miliknya , gadis itu berbisik .

“ Wellcome , my lord “ ..

 

 

_oOo_

 

Hello , author ingin menyampaikan kalau cerita yg aku buat selalu bikin pembaca untuk berfikir keras . Jadi bagaimanapun ruwetntnya maksud dari cerita .😂😂,akan lebih panjang lagu kalau dijelasin satu persatu . Thank you😘

And sorry for typo😙

Iklan

Satu pemikiran pada “[EXOFFI FREELANCE] OBLIVATE – (Oneshot)

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s