[EXOFFI FREELANCE] My Haters is My Girlfriend (Chapter 1)

korean baru

 

 

Title : My Haters is My girlfriend

Author : Meihaena

Length : Chapther

Genre : Romance,Friendship,Family.

Rating : T

Main Cast : Park Chanyeol and Son Wendy.

Additional Cast : Kang Seulgi, Bae Irene, Member EXO, Rose Blackpink

Summary : Cinta yang tulus pasti akan mampu menghilangkan besarnya rasa benci.

.

Disclaimer : Cerita ini murni hasil kerja otak author. Terinspirasi

 dari beberapa drama korea.

Jika ada kesamaan tokoh,alur ataupun cerita itu hanya unsur

ketidaksengajaan. Please apologize for typo(s). Thank you

Chapter 1

@konser EXO

EXO-L atau sebutan bagi fans EXO ini, tengah berjingktak-jingktak menikmati lagu ‘love me right ’ yang dipersembahkan oleh sang idola mereka. Bahkan sebagian dari mereka berteriak teriak memanggil nama idola masing masing dan ada juga yang ikut bernyanyi bersama. Malam itu lautan lightstick ikut  menerangi konser tersebut.  Namun disaat semua orang tengah menikmati konser. Disisi kanan panggung, Seorang gadis bersama kedua gadis lainnya melemparkan sebuah kue tart ke arah Kim Jongin Alias Kai yang saat itu tengah menari di sisi kanan panggung . Namun sasaranya  melesat, bukan Kim Kai yang mendapat lemparan Kue itu tapi malah salah satu personil Exo lainnya.

Semua penonton yang menyaksikan langsung terdiam, begitu pula Semua anggota Exo begitu terkejut melihat temannya di perlakukan seperti itu oleh salah satu penonton. Musik yang tadinya mengalun terpaksa harus dihentikan. Sedangkan  ketiga gadis yang menjadi dalang dari kejadian itu langsung kabur dari tempat konser, sementara sebagian  fans Exo yang mengetahui siapa pelakunya langsung mengejar ketiga gadis itu.

 

“ Wendy,ya.. Kenapa kau bisa salah melempar kue nya !!.” Terlihat jelas raut wajah Seulgi yang ketakutan karena sedari tadi mereka bertiga berlari menghindari para fans yang sedari tadi mengejar mereka. Untunglah nyawa mereka masih selamat dari kejaran amukan fans dan kini sekarang mereka bertiga Wendy,Seulgi,dan Irene duduk didalam mobil yang tengah dikemudikan oleh Wendy.

“ Iya, aku juga tidak tahu kalau akan seperti ini jadinya. Kalian tenang saja, toh kita sudah selamat”  Pandangannya masih tertuju pada jalanan.

“ Kenapa kau bisa setenang itu,sih?.” Tanya Irene yang tengah duduk disamping kemudi.

“ Iya,kau lupa ya?. Chanyeol kan kuliah ditempat yang sama dengan kita. Bagaimana jika dia tahu kalau kita…” Irene dan Seulgi saling berpandangan .” KITA BISA DI TUNTUT.”

“ Berhenti berpikiran yang macam macam !!. Kenapa nyali kalian begitu ciuut. Kita kan sudah berjanji selamanya akan menjadi Haters EXO. Walaupun sasaranku tadi salah, tapi yang terpenting kue nya tetap terlempar ke arah personil EXO. ”

“ Tapi kau lihat sendiri kan, betapa mengamuknya fans mereka. Kalau kita sampai dituntut, bagaimana dengan kuliah kita?.  Selama ini kita hanya menghina mereka lewat komerntar di akun instagram. Tapi saat ini, aku rasa idemu sudah keterlaluan. Kami takut Wen.” Seulgi tak henti hentinya berbicara panjang lebar. Sedangkan gadis yang duduk dikursi pengemudi itu masih menampakan wajah tenangnya.

“ Kalian tidak perlu berpikiran sejauh itu. Kita akan baik baik saja. Percaya padaku. ” Seulgi dan Irene sudah tidak mengerti dengan sikap tenang yang ditunjukan gadis itu. Wendy memang gadis keras kepala, dan sejak awal kedua sahabatnya itu tidak pernah menyetujui ide gila Wendy, yang ingin mengacaukan konser boy band papan atas di negara korea itu. Wendy pun segera menginjak pedal gas mobilnya agar mereka bisa cepat tiba dirumah.

 

@Dorm EXO

“ Suho hyung, bagaimana? Apa kau sudah menemukan pelakunya?.” Tanya Sehun yang duduk bersama semua member EXO terkecuali Chanyeol yang masih membersihkan diri karena wajahnya yang tampan itu harus rela ternodai oleh kue tart super bau.Entah bahan apa yang dicampurkan dalam kue itu.

“ Belum, tapi manager hyung tengah mewawancarai beberapa fans yang melihat pelakunya.”

Ucap Suho yang baru saja menerima telpon dari managernya.

“ Baguslah, kejadian ini harus ditindak lanjuti. Beraninya mereka merusak konser kita.” Sahut Baekhyun yang terlihat kesal karena kejadian itu. Tak lama kemudian datanglah Chanyeol yang baru saja keluar dari kamarnya setelah membersihkan diri.

“ Chanyeol, kau tidak apa apa?.” Tanya Sehun saat melihat Chanyeol keluar dengan handuk kecil di bahunya dan rambut yang masih terlihat basah.

“ Nde, aku baik baik saja.. Bau nya sudah tidak tercium lagi”

“ Baguslah, aku rasa kue itu kue basi karena baunya saja sangat busuk.”

“ Pokonya pelakunya harus segera ditemukan. Karena dia telah menginjak harga diriku didepan semua orang.” Tatapan Chanyeol berubah menjadi serius dengan matanya yang tajam membuat mereka semua tak ada yang berani berbicara lagi.

 

 

@Seoul University.

“ WENDY…” Teriak seorang gadis bertubuh tinggi berambut panjang datang menghampiri gadis itu yang kini tengah bersiap siap melakukan praktik di laboratorium fakultas kedokteran Seoul University. Semua mahasiswa yang berada ditempat itu pun menghentikan aktivitasnya karena terkejut dengan kedatangan gadis yang disebut sebut sebagai primadona Kampus. Gadis itu langsung mendorong bahu Wendy cukup keras sehingga gadis itu terjatuh ke lantai.

“  Apa yang kau lakukan?!!.” Ujar Wendy yang kini ikut berteriak juga karena kesal melihat kedatangan Rose. Mahasiswi jurusan seni musik.

“ Kau, tidak perlu berpura pura. Kau kan yang melemparkan kue tart ke arah Chanyeol oppa !!. Jawab !!.”

“ Aish jinja, jadi kau kesini hanya untuk menanyakan hal itu.”

“ Ya tentu saja. Aku ini kan calon istri dari Chanyeol oppa.” Wendy pun tertawa sangat keras saat mendengar penuturan dari Rose yang notabene penggemar EXO.

“ Mengapa kau tertawa??. Kau sudah tidak waras ya ?!.”

“ Kau yang tidak waras. Berapa banyak penggemar EXO yang memimpikan menjadi istri mereka. “

“ Sudah jangan banyak bicara, cepat katakan kau yang kemarin melempar kue itu kan !!.”

“ Rose…” Irene dan Seulgi pun datang setelah mendengar keributan terjadi di Wendy.

“ Kau jangan menuduh Wendy sembarangan. “ Ujar Irene. Irene dan Seulgi berbeda jurusan dengan Wendy. Mereka memilih jurusan performer art.

“ Hah, kalian lagi. Tentu saja kalian pasti akan membela gadis gila ini.”

“ Mwo?? Kau yang gila, mengkhayal tinggi bisa menikahi Chanyeol. Memangnya kau punya bukti, sehingga berani menuduhku seperti ini??.”

“ Aku melihatmu di tempat konser kemarin. Dan kau tahu, manager EXO secara khusus mewawancaraiku untuk mengetahui siapa pelaku dibalik kekacauan ini.” Raut wajah Wendy,Seulgi dan Irene berubah menjadi pucat. Hal yang mereka takutkan telah terjadi. Sedangkan gadis dihadapan mereka itu langsung menunjukan senyum kemenangan.

“ Kenapa kalian diam??. Benar dugaanku ternyata, kalian memang pelakunya.”

Tiba tiba dari arah pintu datanglah tiga orang bodyguard yang segera menarik mereka keluar.

“ Andwe, lepaskan …” Ujar mereka bertiga saat memberontak.

 

Kini mereka bertiga tengah berada disebuah ruangan besar, dan saat mereka membalikan badan mereka. Terlihat ke sembilan personil EXO yang tengah berjajar menatap mereka.

Terutama tatapan Chanyeol yang berubah tajam setelah tahu pelakunya ada tiga orang.

Seulgi dan Irene sudah meneteskan air mata sedari tadi. Sedangkan Wendy, gadis itu hanya diam tapi sesungguhnya dihatinya dia merasa bersalah pada kedua sahabatnya. Seharusnya hanya dia yang dihukum, tetapi teman temannya malah ikut terseret.

Perlahan Chanyeol berjalan menghampiri ketiga gadis itu.

“ Sebenarnya apa tujuan kalian melemparku dengan kue.” Tanya Pria itu. Namun mereka masih diam dan tak berani mengangkat kepala.” Jawab !!.”

“ Semua ini ideku, mereka tidak bersalah. Jadi, jika kau ingin menghukum kami. Hukum saja aku.” Kali ini Wendy tidak bisa diam terus menerus. Dia merasa harus bertanggung jawab dengan semua ini. Seulgi dan Irene langsung terkejut mendengar kejujuran Wendy.

“ Oh, jadi kau dalang nya..” Kini Chanyeol berdiri tepat dihadapan gadis itu.” Apa tujuanmu melakukan itu padaku ?!.”

Dengan susah payah gadis itu menelan ludahnya. Walaupun diluar gadis itu terlihat tenang, tetapi sebenarnya hatinya sangat gugup saat ini.Apalagi jika menatap mata Chanyeol yang tajam tengah menatap kearahnya.

“ Se-sebenarnya, aku ingin melempar kue itu ke arah Kai. Tapi malah kau yang terkena sasarannya.” Tiba tiba saja Semua personil EXO dan sang manager langsung tertawa setelah mendengar perkataan Wendy .

“ Apa yang kalian tertawakan !!.” Mereka berhenti tertawa setelah Chanyeol memberikan death glarenya.

“ Atas dasar apa kamu ingin melakukan itu pada Kai?.”

“ Kau ini cerewet sekali, terserah aku melakukannya pada Kai, Kau atau personil lainnya. Itu bukan urusanmu.” Wendy mulai merasa kesal karena sedari tadi pria itu terus saja mengintrogasinya.

“ Yak !. Kau berani padaku. Ishh, sudahlah kalian akan aku hukum.”

“ Tolong jangan masukan kami ke penjara, aku masih ingin kuliah.” Ujar Seulgi yang menangis kembali saat Chanyeol mengatakan mereka akan dihukum.

“ Iya, kami benar benar minta maaf. Kami tidak akan melakukan hal seperti itu lagi. Tolong lepaskan kami.“  Semua anggota EXO merasa kasihan melihat kedua gadis itu menangis, sementara Chanyeol dia masih menunggu gadis dihadapannya itu meminta maaf karena bagaimana pun juga dialah yang lebih bersalah.

“ Kau, apa kau tidak akan meminta maaf padaku?. “

“ Anni. Aku tidak akan meminta maaf pada siapapun.”  Chanyeol benar benar tidak mengerti dengan gadis dihadapannya ini, sudah jelas dia yang bersalah tapi tidak mau minta maaf.

“ Wendy,ya..cepat minta maaf pada mereka. Kau masih ingin kuliah kan??.” Ucap Irene yang berdiri disamping Wendy. Tapi bukan Wendy namanya jika tidak keras kepala. Gadis itu masih saja diam, dan tak mau meminta maaf.

“ Dasar, perempuan tidak tahu diri.” Sahut Rose yang sedari tadi menyaksikan introgasi Chanyeol pada ketiga gadis itu.” Chanyeol oppa, masukan saja dia kedalam penjara. Agar sifat sombongnya itu bisa segera musnah.” Karena kesal Rose pun menghampiri Chanyeol dan mencoba memancing amarah Chanyeol.

“ Baiklah. Untuk Seulgi,dan Irene. Aku memaafkan kalian dan aku tidak akan memberi hukuman pada kalian.” Seulgi dan Irene begitu terkejut sekaligus senang, tapi mereka belum bisa tenang sebelum Wendy juga dimaafkan.

“ Tapi,oppa. Mereka…”

“ Dan kau, kau akan aku hukum.  Menjadi pembantuku selama 1 bulan.”

“ Mwo ?. Pembantu?. Andwe…Aku tidak mau. “ Teriak Wendy.” Lebih baik aku dipenjara saja…” Namun Chanyeol langsung pergi dari ruangan itu diikuti semua anggota EXO dan manager mereka.

“ Haha…kau memang terlihat cocok menjadi pembantu.” Ujar Rose dengan tatapan mengejek. Kemudian pergi meninggalkan Seulgi,Irene dan Wendy yang masih terlihat kesal.

“ Wendy, ya. Kau seharusnya bersyukur, karena Chanyeol tidak memasukanmu ke penjara. Kuliahmu akan tetap berjalan.” Ucap Seulgi saat menghampiri sahabatnya itu.

“ Kalian tidak mengerti, arti pembantu itu apa. Aku pasti akan disiksa habis habisan olehnya.”Seulgi dan Irene masih bingung maksud perkataan gadis itu. Tapi mau bagaimana lagi, mereka tidak dapat membantu Wendy. “Akhhh….aku benci mereka semua !!. Eothokhe…” Teriak Wendy.

 

Hari hampir petang, namun Wendy masih membereskan peralatan laboratorium nya sendirian. Karena semua temannya sudah pulang duluan. Begitu pula dengan Seulgi dan Irene, yang harus pulang cepat karena ada latihan dance dan vocal bersama clubnya.

Setelah dirasa selesai, gadis itu segera mengunci ruang lab dan siap siap pulang. Tetapi setelah gadis itu membalikan badannya, kini dihapannya telah berdiri seorang yang sudah tak asing lagi baginya.

“ Hai, bawakan tasku !!.” Chanyeol langsung melepar tas yang bahkan seperti tak ada isinya pada Wendy.” Ayo, ikut denganku !!.

“ Yak !!. Tas ini sangat ringan, kenapa kau menyuruhku membawanya?. Bawa saja sendiri !.” Ucap Wendy yang berjalan dibelakang Chanyeol.

“ Kau lupa nona?., Kau…Adalah…Pembantuku…” Chanyeol terus berjalan tanpa memperdulikan gadis itu yang kini tengah mencibirnya. Mereka berdua pun pulang menggunakan mobil yang dikemudikan sendiri oleh Chanyeol.

 

@Chanyeol’s Home.

Wendy terperangah saat menatap isi rumah pria itu yang besar dan mewah.

“ Setiap pagi sebelum berangkat ke kampus, kau harus sudah membersihkan rumah ini. Setelah itu menyiapkan sarapan untukku, mencuci semua baju bajuku, membereskan tempat tidur, pokonya semuanya.”

“ Kau ini ingin membuatku mati ?!. Mana mungkin aku bisa membersihkan rumah sebesar ini sendirian. Kenapa kau tidak taruh juga pembantu dirumah ini.”

“ Kan, sudah ada kau. Untuk apa aku menyuruh orang lain lagi. Buang buang uang. Kalaupun kau belum selesai membereskannya. Kau bisa melanjutkannya setelah pulang kampus kan ?.”

Wendy menghembuskan nafasnya dengan kasar. Lelaki dihadapannya ini selalu membuatnya naik darah. “ Maka dari itu silahkan bersihkan rumah sekarang !!.” Pria itu pun pergi menaiki tangga dan menuju ke kamarnya. Dengan perasaan kesal Wendy mengikuti perintah Chanyeol.

 

“ Masakanmu enak, Kau belajar memasak dari mana??.” Tanya Chanyeol setelah selesai menghabiskan makanan yang dibuat Wendy.

“ Ibuku yang mengajarinya.” Chanyeol pun mengangguk mengerti. Tiba tiba saja Wendy menguap karena kelelahan.

“ Sekarang, aku boleh pulang kan?.Aku belum mengerjakan tugas kuliahku.”

“ Ya, kau boleh pulang. Ayo biar aku yang antar.”

“ Tidak perlu, aku bisa pulang sendiri.” Wendy pun langsung mengambil tasnya dan hendak pergi, tapi pria itu menahannya.” Jangan menolak etikad baikku. Ini sudah malam, aku tidak ingin kau kenapa kenapa.Ayo…” Wendy pun tak bisa menolak lagi, lagipula pria itu sudah berjalan mendahuluinya keluar.

Selama diperjalanan mereka berdua masih diam dan belum ada yang membuka suara. Sebenarnya Wendy memikirkan satu hal, yaitu keadaan rumahnya. Wendy malu jika nanti Chanyeol harus melihat rumahnya yang begitu kecil dan berada di daerah yang cukup padat.Mungkin kalian belum mengetahui bagaimana kehidupan Wendy sebenarnya. Dia hanya tinggal bersama ibunya karena ayahnya  pergi entah kemana. Selain itu ibunya Wendy juga bukan ibu yang biasa. Beliau dilahirkan dengan penglihatan yang kurang, alias buta. Tapi ibu Wendy sangat luar biasa karena walaupun tuhan memberikan keterbatasan pada nya tetapi ia tetap bisa melakukan segala hal, termasuk mengajari putrinya memasak. Dan merawat putrinya hingga dewasa sehingga menjadi anak yang cerdas, oleh karena itu Wendy bisa mendapatkan beasiswa kedokteran di universitas Seoul .

“ Chanyeol, turunkan aku disini.” Ujar Wendy. Lantas Chanyeol pun menghentikan laju kendaraannya.

“ Rumahmu disini ?.” Wendy pun menggelengkan kepalanya.

“ Rumahku masuk ke gang sana. Mobil tidak akan masuk jika melewatinya. Jadi aku turun disini saja. Terima kasih atas tumpangannya, Anyeong. ” Saat hendak membuka pintu mobil tangan Chanyeol pun menahan pergelangannya.

“ Aku akan ikut berjalan kaki denganmu.” pria itu segera mematikan mesin mobilnya, dan keluar dari mobil bersama gadis itu.

“ Kau tidak perlu ikut. Lumayan jauh rumahku dari sini.” Harus berpikir bagaimana lagi Wendy agar pria itu tidak mengikuti sampai rumah. Namun gadis itu menyerah, pria itu tetap saja ingin ikut.

“ Baiklah.” Mereka berdua pun berjalan dijalanan yang sudah sepi, karena memang waktu sudah menunjukan pukul 9 malam.

“ Untung aku mengikutimu, kalau tidak hal buruk pasti terjadi padamu.”

“ Chanyeol, kau ingat jalan pulang??.” Pria itu hanya menggelengkan kepala.” Jalan ini begitu membingungkan.”

“ Aku kan sudah bilang, kau pergi saja tadi. Kenapa masih ingin mengantarku.” Gadis itu kesal karena Chanyeol tidak mau menurut, kalau sudah begini bagaimana caranya pria itu  pulang.

“ Kau ini, tidak tahu terima kasih. Aku berniat baik padamu. Kau malah marah marah.” pria itu lantas berjalan mendahului Wendy. Sementara Wendy berusaha menyamakan langkahnya kembali.

“ Iya, aku minta maaf. Rumahku tidak sebesar dirimu, kau mungkin tidak akan nyaman jika istirahat disana. ” Ucapnya sambil tertunduk malu. Chanyeol pun menghentikan langkahnya dan menatap lekat gadis itu. Wendy merasa canggung saat pria itu menatapnya seperti itu.

“ Kau tidak perlu malu atau tidak nyaman padaku. Dulu, sebelum aku punya rumah sebesar itu, aku juga tinggal di  rumah yang kecil. Ayo !.“ Chanyeol pun menarik lengan Wendy dan kalian harus tahu Wendy tersenyum senang, namun dia berusaha menutupinya dari Chanyeol. “ Rumahmu yang mana?. Kenapa dari tadi kita belum sampai juga.”

Aku rasa aku salah menjadi Hatter mu, Chanyeol. Batin Wendy.

 

 

 

@Park family’s Home.

Wendy POV

Hari weekend ini Chanyeol menyuruhku untuk datang ke rumah orangtuanya. Entah untuk apa dia menyuruhku datang. Jangan jangan aku juga disuruh membersihkan rumah keluarganya. Saat aku sampai dirumah keluarga park, aku disambut oleh seorang wanita paruh baya yang sepertinya adalah ibunya Chanyeol. Dan benar saja saat kami saling memperkenalkan diri, dia ternyata memang ibunya si jerapah itu.

“ Kau pasti lelah datang jauh jauh kesini. Ayo minum dulu.” Ujar Ny.Park ramah memberiku minuman. Dari caranya berbicara sangat lembut berbeda dengan putranya yang selalu membentakku dan marah marah.

“ Hmm…sebenarnya aku tidak mengerti kenapa aku diajak kesini.”

“ Oh, itu…” Tiba tiba saja datang seorang nenek yang sepertinya umurnya hampir mencapai 65 tahun tapi dia masih segar bugar. Dan sekarangbeliau duduk dihadapanku

“ Aku yang menyuruh Chanyeol untuk membawamu kesini. Kau pembantunya cucuku kan?.” Dan sekarang dari cara bicaranya sangat mirip dengan Chanyeol, sepertinya nenek itu meremehkanku. “ Ayo ikut aku, kita ke halaman belakang.” Tuh kan benar dugaanku aku pasti disuruh membersihkan rumput rumput. Aku kan bukan pembantu sungguhan.

“ Tanam semua bunga dan sayuran itu. Kau bisa menanam kan?. “ Perintahnya setelahkami  sampai di halaman belakang yang cukup luas. Aku benar benar tidak tahu bagaiman caranya menanam. Dan aku pun menggelengkan kepalaku.

“ Kau ini bagaimana, seorang wanita itu harus bisa menanam tanaman maupun sayuran. Chanyeol itu sangat menyukai alam, makanya dirumahnya banyak ditanami tumbuhan. Akan aku ajarkan satu kali caranya. ” Setelah melihat caranya menanam aku mulai mengerti. Tapi selalu saja nenek itu berkomentar kalau cara menanamku salah, bunganya miringlah, tanahnya kurang banyaklah, sehingga aku harus mengulangnya lagi dan lagi. Kalau begini caranya, acara menanam ini akan lebih dari satu hari. Siang itu matahari semakin terik si Nenek malah enak enakkan bersantai dengan menggunakan payung, sedangkan aku kepanasan karena hanya menggunakan topi taman.

“ Wendy berhenti.”Akhirnya nenek menyuruhku berhenti juga. Aku sudah tidak kuat, punggungku pegal sekali. “ Iya, nek. Kalau begitu aku pamit pulang dulu ya nek.”

“ Siapa yang menyuruhmu pulang !…Ambilkan buah jambu itu, aku sangat lapar.” Ishhh, benar benar menyebalkan. Aku kira dia menyuruhku pulang.

“ Bagaimana caranya nek?.” Tanyaku bingung karena tidak ada kayu disekitar sini.” Kau naikki pohon itulah. Cepat !!. ” Apa?. Yang benar saja, pohon itu kan cukup tinggi. Dan aku ini perempuan. Dengan sangat terpaksa aku menurutinya, dan mencoba memberanikan diri menaiki pohon yang menjadi pengalaman pertamaku disini.

Author POV

 

“ Eomma, dimana Wendy?.” Tanya Chanyeol yang baru saja tiba, dan menghampiri ibunya yang tengah didapur.

“ Dia dihalaman belakang bersama nenek. Kau datang kesini untuk menjemputnya?.”

“ Nde, aku takut nenek mengajarinya terlalu keras.” Ny.Park tersenyum senang melihat raut wajah khawatir putranya itu.

“ Kau mengkhawatirkan calon istrimu ya?!.” Chanyeol hanya menganggukan kepalanya.

“ Eomma sangat senang, kau mau menerima permintaan dari mendiang kakekmu. Apa gadis itu sudah tahu?.”

“ Aku rasa belum. Eomma,bagaimana jika dia tidak menyukaiku?. Karena ternyata dia itu hatters boyband ku.”

“ Kau jangan cemas, jika kau mencintainya dengan tulus. Sebesar apapun rasa benci, pasti akan luluh juga. Apalagi anak eomma ini kan sangat tampan, dia pasti akan mencintaimu juga.” Elusan tangan seorang ibu memang selalu membuat setiap anak pasti merasa tenang, tak terkecuali Chanyeol.

“ Eomma, aku kebelakang dulu ya. Aku ingin melihat keadaannya.”

 

Wendy POV

“ Pilih yang paling hijau. Sebelah kiri.” Nenek terus saja menyuruhku, padahal buah itu begitu jauh dari jangkauanku. “ Akhh…” Hampir saja aku terpeleset didahan kayu yang tengah aku pijaki.  Sedikit lagi aku bisa menjangkaunya, dan ya.

“ Aku dapat…Nenek aku dapat.” Betapa senangnya aku. Akhirnya perjuanganku tidak sia sia. Tapi kenapa raut wajah nenek seperti tidak senang, seharusnya dia senang karena aku berhasil mendapatkan buah yang dia inginkan.

“ Wendy, Kau sedang apa?.” Ujar pria itu.” Aku…” Tiba tiba saja kakiku terasa lemas dan menginjak sebuah dahan yang rapuh . “ Akh..”

“ Wendy….bangun wen…” Terdengar suara Chanyeol yang begitu dekat ditelingaku. Aku pun membuka mataku segera. Dan kalian tahu, sekarang jarak wajahku dengan pria itu begitu dekat. Aku kira aku akan terjatuh dari pohon dan berakhir dengan kaki yang patah atau kepalaku yang berdarah. Tetapi, ternyata pria dihadapanku ini menyelamatkanku. Dan sekarang aku tengah berada dipangkuannya. Tapi, kenapa bibir ini terasa kelu untuk mengatakan ‘Turunkan aku’ atau’ apa yang kau lakukan’ dengan nada marah yang selalu aku lontarkan. Dan kenapa aku merasa nyaman bisa berada dipangkuannya, jantungku juga berdetak cepat. Ada apa dengamu Wendy,bahkan wajah pria itu terlihat begitu tampan saat berada pada jarak sedekat ini.

 

Author POV

“ Wendy….” Gadis itu pun tersadar saat Chanyeol memanggil kembali namanya. “ Turunkan aku…” Pria itu pun segera menurunkannya.

“ Kau ini berat sekali. Kau makan berapa kali sehari, sih?”.

“ Apa?. aku berat?. Enak saja.” Wendy pun langsung menghampiri nenek Chanyeol.” Nek, ini buah yang nenek inginkan.” Dengan kasar Nenek itu mengambil buah dari tangan Wendy.

“ Nenek, kenapa nenek menyuruh Wendy menaiki pohon?. Itukan sangat berbahaya.” Ujar Chanyeol.

“ Nenek lapar, dan nenek ingin buah. Apa itu salah?.” Nenek Chanyeol pun pergi begitu saja meninggalkan mereka berdua.

“ Kau tidak apa apa?. Nenek menyeruh apa saja padamu?”

“ Aku menaman bunga, sayuran, dan mencabuti lobak. Punggungku terasa pegal sekali.” Wendy merengek dihadapan Chanyeol. Sebenarnya gadis itu berusah membujuk Chanyeol agar membawanya pulang.

“ Sini, duduklah !!.” Chanyeol menyuruh Wendy duduk di kursi kayu yang ada dihalaman itu. Dan Wendy pun menghampiri pria itu dan duduk disampingnya.

“ Ada apa?.” Wendy penasaran apa yang akan Chanyeol lakukan.

“ Menghadap kesana. Biar aku pijit bahu dan punggungmu.” Wendy merasa heran kenapa pria ini tiba tiba jadi baik.

“ Tidak usah, aku hanya ingin pulang.”

“ Hey, tunggu sebentar saja.” Chanyeol tetap melanjutkan acara pijit memijitnya.

“ Pijitan mu enak juga. Kau lebih cocok jadi tukang pijit dari pada jadi boyband.” Chanyeol pun memperkeras pijitannya karena tidak terima dengan ucapan Wendy.

“ Akh,akh sakit. Pelan pelan. Kau ini. “

Setelah berpamitan dengan ibu dan juga nenek. Mereka berdua pun memutuskan untuk pulang dan kembali ke rumah masing masing.

TBC

 

Hallo balik lagi, masih ingatkan kalian padaku haha

Maaf ini saya balik bukan dengan cerita Because I love You

tapi dengan cerita yang baru. Moga kalian suka ya.

Maaf juga belum bisa lanjut FF  BIY nya. Karena kesibukan kuliah yang menumpuk

Cerita ini juga aku bikin Cuma 2 Chapter aja. Jadi mohon maaf banget sama kalian yang mungkin nunggu Ffku sebelumnya.

Nah, tunggu saja cerita selanjutnya ya…

And dont forget to coment,like,and critic nya.

Anyeong chingu…

 

 

 

 

 

 

 

 

Iklan

9 pemikiran pada “[EXOFFI FREELANCE] My Haters is My Girlfriend (Chapter 1)

  1. Wendy mah keren, idupnya pas”an tp bsa nyetir mobil XD
    n ide nya itu loo ada” aja sih, lgian security jg pda kmna sampe bsa kabur trio itu XD
    weleh jgi wendy dijodohin ama chanyeol toh, ckckck kg nyangka klo kbetulan gni .-.
    Next neexxttt XD

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s