[EXOFFI FREELANCE] A(+) Class (Change?) (Chapter 1)

Cover.jpg

A(+) Class –Vol. 01 (Change?)

Author : jjehxi

Length : Chaptered

Genre : School life, Family, Slight romance.

Rating : PG-15

Main cast & additional cast : Started by Oh Sehun & OC.

Summary : Dan mungkin, inilah perubahan terbesar yang terjadi hari ini. Si Pewaris Kedua tersenyum padanya.

Disclaimer : Cerita ini murni milik saya, tidak ada unsur kesengajaan apabila ada beberapa adegan yang sama. Dilarang keras untuk mengcopy-paste. Don’t be plagiator! Sorry for typo(s) and happpy reading^^

Previous :

(00) Prologue

-Vol. 01 (Change?)

sap_walldorf_13160_13161_4466.jpg

    Waktu menunjukkan pukul 07.45, terhitung 15 menit lagi bel masuk di awal tahun ajaran baru ini akan berbunyi. Pagi hari di musim semi memang bukan hal buruk, ya jika itu bukan hari senin di awal tahun ajaran baru. Sayang, nyatanya hari ini adalah hari senin dimana seluruh sekolah di penjuru Negeri Ginseng ini memulai kembali proses belajar mengajar, setelah liburan musim dingin berlalu.

    Tentu saja hal tersebut dapat kita lihat di salah satu sekolah terkenal di Seoul, Il International Senior High School yang merupakan sekolah tingkat SMA di kawasan Il International School. Sebagai perkenalan awal, Il International School sendiri merupakan lembaga pendidikan swasta berstandar international yang terdiri dari pendidikan TK (Il Playgroup), SD (Il Elementary School), SMP (Il International Junior High School), SMA (Il International Senior High School) dan tentu saja tingkat perguruan tinggi (Il International University). Dan sedikit bocoran, para petinggi Il Group sedang mempersiapkan program pertukaran pelajar tingkat perguruan tinggi yang akan bekerja sama dengan Harvard University dan Oxford University.

Menakjubkan? Ah, itu termasuk hal biasa bagi Il Group.

Tapi percayalah, minat para manusia penghuni IIS begitu besar hingga membuat mereka terlihat sibuk di pagi hari dengan gadget di genggaman mereka. Mencari informasi tentu saja.

Namun seketika aktifitas mereka sedikit terganggu, khususnya bagi mereka yang masih berjalan kaki menuju bangunan utama IISHS. Terlihat seorang pemuda dengan motor sport putih kesayangannya, membelah kerumunan manusia yang tengah berjalan berkelompok itu. Apa kalian tau hal ini adalah sebuah ‘perubahan’?

“Oh Sehun-ssi?” panggil seorang gadis berponi pada pemuda jakung itu setelah pemuda tersebut selesai memarkirkan motor kesayangannya dan bergerak melepas helm full face miliknya.

“Ya?”

“Aku Jiwon Kim, wakil ketua kelas sekaligus penanggung jawab pembagian kelompok belajar A-Class tahun ini. Ini formulir yang harus kau isi.”

“Hm, terimakasih.” Dan gadis itu berlalu pergi.

Kalian tau? Ini adalah ‘perubahan’ kedua.

Greeting word memiliki pengaruh besar, eh?” ucap pemuda berperawakan mungil dengan mata rusanya.

“Tahun lalu, kau harus menurunkan kecepatan motormu dan menunggu dengan sabar para pejalan kaki yang berkelompok itu. Ayolah, kemarin rasanya sangat mustahil bagi mereka mengindahkan kehadiranmu, berbeda dengan hari ini.” –lanjutnya.

“Dan Luhan-ah, menurutmu sejak kapan seorang Oh Sehun diberi kesempatan masuk ke kelompok belajar mereka berdasarkan bakat & minatku? Bahkan tahun lalu namaku tak lebih dari pajangan.”

“Kau juga di undang di Group Chat. Ini titah langsung dari ketua kelas A-Class.” Ucap Luhan seraya memperlihatkan tampilan ponselnya yang menunjukkan undangan grup untuk teman karibnya itu.

“Ck, sudahlah lebih baik kita cari kelas.”

“Kau tidak lupa’kan jam pertama di hari senin? 115 penghuni neraka ini akan berkumpul di Ruang 10-2, dan tempat duduknya pun sudah diatur. Lihat ini!” ucap pria mungil itu –Luhan seraya menunjukkan foto denah tempat duduk yang sudah tersebar di web milik sekolah.

“Jika kau tidak update web sekolah, setidaknya cepat terima undangan grup dariku. Disana informasi akan lebih cepat tersebar dibandingkan di web sekolah. Kau tidak lupa’kan para pewaris petinggi Il Group dominan berada di angkatan kita?” –lanjutnya.

“Termasuk Si Pewaris Kedua’kan?” ucap pemuda jakung itu bertepatan dengan berhentinya langkah kedua pemuda itu. Tergantikan oleh tatapan terkejut dan sedikit tidak percaya akan pemandangan didepan mereka. Ruangan 10-2 hampir penuh, hanya tersisa 4 bangku, 3 bangku belakang dan 1 bangku tengah.

Dan didepan mereka tersuguhkan pemandangan dimana Si Pewaris Kedua tengah berjalan dengan santai menuju deretan bangku kosong di bagian belakang, diikuti seorang siswi yang jalan sedikit gelisah menuju bangku kosong dibagian tengah. Tak lupa dengan seluruh atensi yang diberikan penghuni Ruang 10-2 dengan tatapan mereka yang terkesan mencemoohkan siswi tersebut. Bagaimana perasaanmu jika kau yang menjadi siswi itu?

“Aku pernah diposisi gadis itu, Lu. Dan itu sangat mengganggu.”

“Kang Ye-na, salah satu penghuni A-Class yang tersingkir tepat setelah pembagian hasil rapor kemarin. Dan menjadi penghuni kelas 2-1.”

“Maksudmu gadis itu, Lu?”

“Ya, dan fakta mengejutkan lainnya adalah Im Se-yoo Si Pewaris Kedua dan Kang Ye-na Si Penghuni yang Tersingkir itu, mereka adalah sahabat.” Ucap Luhan dengan senyum tipis terkesan miris yang tersungging diwajah tampannya.

“Ternyata melindungi sahabat pun harus memiliki kekuasaan penuh. Ini.. mengejutkan.” Dengan tatapan kosong terkesan tak percaya, kalimat tersebut sukses keluar dari bibir tipis milik Oh Sehun.

“Setidaknya kita tidak akan seperti itu’kan? Ayo lanjutkan langkah! Lihat didepanmu, kau akan duduk bersebelahan dengan Si Pewaris Kedua.” Ucap Luhan dengan tatapan jenaka khasnya, bersamaan dengan langkah pemuda itu yang menjauh menuju dua bangku kosong dibagian belakang, diikuti pemuda jakung yang tak lain adalah Oh Sehun.

∩∩∩

Setelah 30 menit berlalu, para siswa-siswi pun berhamburan keluar dari Ruang 10-2 –ruangan jam konseling untuk angkatan kelas 2. Seperti biasa, dominan diantara mereka kembali berjalan secara berkelompok menuju kelas mereka masing-masing, dan disinilah para penghuni A-Class berada.

Mereka selalu tenang, damai, tanpa keributan. Membaca, menulis, menggambar, bahkan bermain game pun tak masalah asal tak menimbulkan keributan. Itu salah satu aturan tak tertulis bagi penghuni A-Class. Namun seketika kegiatan mereka terhenti, karena siswa bernametag “Do Kyung-soo” yang merupakan ketua kelas A-Class untuk satu tahun kedepan telah memberi intruksi untuk menghentikan aktifitas individual warga kelasnya barang sejenak.

“Tidak banyak tambahan aturan ataupun kebijakan. Aku hanya menambahkan satu kebijakan yang mana kebijakan ini sudah disetujui wali kelas.”

“Apa itu?” ucap salah seorang siswa.

“Kita akan berkelompok.”

“Kita sudah memiliki kelompok belajar, Kyungsoo-ssi.”

“Ini sedikit berbeda Jiwon-ssi.”

“Mungkin diantara kalian sering mendengar komentar ataupun cemoohan dari siswa-siswi lain mengenai karakter kita yang individualis. Bahkan aku sempat mendengarnya dari beberapa guru. Bukan begitu, Minhyuk-ssi?” tanyanya pada pemuda yang duduk di bangku kedua dari belakang, dan hanya dibalas anggukan kecil oleh pemuda itu.

“Oleh karena itu, aku akan membagi kalian kedalam 7 kelompok, beranggotakan 2-3 orang. Kelompok ini  berlaku hanya untuk tugas kelompok yang biasanya terdapat pada pelajaran pokok matematika dan bahasa inggris, serta pelajaran tambahan seni musik.”

“Aku sebagai wakil ketua kelas, menentang keputusan ini.” –sanggah Jiwon Kim.

“Maaf, tapi aku tidak sedang mengadakan ruang diskusi. Ini adalah keputusan mutlak. Dan kalian bisa melihat pembagian kelompok yang telah aku dapatkan langsung dari wali kelas.” Ucap pemuda bermata bulat itu seraya menempelkan kertas pembagian kelompok di mading kelas.  Dan setelahnya pemuda itu pergi, berjalan keluar kelas diikuti seorang siswi yang tengah melipat kedua tangannya dibawah dada. Mengabaikan para penghuni A-Class yang sedikit ribut akibat kebijakan baru itu.

Setelah berjalan sedikit jauh dari kelas, mereka berdua pun –Kyungsoo yang diikuti seorang siswi, telah sampai di koridor yang terlihat sepi dan sedikit terisolir.

“Ini pertama dan terakhir kalinya aku ikut campur urusanmu, Kang So-youngssi.”

“Terimakasih. Dan sesuai perjanjian, aku akan merahasiakan tentang ‘kita’, D.O-ya.” Seraya memasukkan benda kecil yang sedari tadi bertengger manis pada salah satu jari lentiknya.

“Jangan bersikap seolah-olah kau mengenalku dengan akrab. Aku tak suka itu.” Ucap pemuda bermata bulat itu seraya membalikkan badannya dan melanjutkan langkahnya yang tertunda dengan meninggalkan gadis bermarga Kang itu yang tengah tersenyum tipis serta tatapan nyalangnya.

∩∩∩

Di lain tempat, tepatnya di ruangan A-Class yang terlihat kembali tenang setelah insiden diberlakukannya kebijakan baru itu, terlihat seorang pemuda dengan kaki panjangnya tengah menciptakan langkah menuju bangku kedua terdepan di jajaran pertama yang diduduki seorang siswi berambut gelombang kecoklatan dengan tangan lentiknya yang sibuk mengganti halaman demi halaman pada buku tebal miliknya yang tengah ia baca.

“Im Seyoo-ssi?” ucap pemuda jakung itu –Oh Sehun. Dan gadis itu pun mendongakkan kepalanya, mengalihkan seluruh atensinya kearah pemuda dengan paras tampan yang tengah berdiri santai dengan kedua tangan pemuda itu yang dimasukkan kedalam saku celananya.

“Ya?”

“Kita satu kelompok.”

“Berdua?”

“Ya.”

“Baiklah. Aku mengerti.” Ucapnya dengan tersenyum tipis seraya beranjak dari tempat duduknya. Dan mungkin, inilah perubahan terbesar yang terjadi hari ini. Si Pewaris Kedua tersenyum padanya. Namun tak ingin terpaku terlalu lama, Sehun pun kembali menghentikan pergerakan gadis itu yang hendak melangkah pergi kearah keluar kelas.

“Kau tak keberatan?”

“Tentu. Kau bukan lagi penghuni bangku tengah di kelas konseling dan cafetaria’kan? Dan peringkat pertama yang kau dapatkan, aku anggap sebagai bonus poin.”

Dan setelahnya, gadis itu –Im Seyoo kembali menciptakan langkah disertai senyum kecilnya menuju keluar kelas meninggalkan Oh Sehun yang tengah termangu.

TBC

Please leave comment(s) and/or like juseyo^^

Iklan

8 pemikiran pada “[EXOFFI FREELANCE] A(+) Class (Change?) (Chapter 1)

  1. Ping balik: [EXOFFI FREELANCE] A(+) Class -Vol.05 (Little Pieces) | EXO FanFiction Indonesia

  2. Ping balik: [EXOFFI FREELANCE] A(+) Class – Is it the beginning? (Chapter 4) | EXO FanFiction Indonesia

  3. Ping balik: [EXOFFI FREELANCE] A(+) Class –Vol. 03 (What if?) | EXO FanFiction Indonesia

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s