[EXOFFI FREELANCE] THE PERFECT WIFE (Chapter 14)

{EXOFFI FREELANCE} (THE PERFECT WIFE) – ( Chapter 14th )

THE PERFET WIFE

Author : Kim hyo ah

Length : Chapter

Rating : PG-15

Main Cast : Chanyeol, Eun ji, Sehun, Bam Bam, Junior

Additioanal Cast : Joy, Yeri, Min ho, Naeun, Krystal

Genre : marriage life, comedy, friendship, and sad

Disclaimer : ff ini adalah murni buatanku sendiri, aku tidak pernah berfikir untuk memplagiati karya orang lain, sebab aku punya prisip untuk menghargai karyaku sendiri. Dan jika terdapat kesamaan tokoh atapun lainnya itu hanyalah ketidak sengajaan.

Sumarry :

    Kim Eun Ji adalah gadis berusia 22 tahun yang menghabiskan waktunya untuk selalu bekerja dan belajar. Namun ia tidak menyangka akan menjadi seorang ibu bagi empat pria.

Chapter 14th

Disaat tengah asyik membaca buku komik baru disore hari, tiba – tiba saja ponsel gadis itu berdering. Tidak disangka Chanyeol yang telah menghubunginya, lalu segeralah ia mengangkat telpon tersebut.

“Ada apa ?” tanya Eun ji sambil membaca buku komik

“Aku ingin makan malam bersamamu diCafeku, jadi kau harus datang kesini nanti malam” sahut Chanyeol

“Ye, kau tidak perlu khawatir aku akan datang kesana” gadis itu terlihat sangat bahagia ketika mengetahui jika suaminya ingin mengajaknya makan malam.

“Aku mau kau berpakaian sangat rapih”

“Nde, baiklah aku tutup telponnya” Eun ji langsung mematikan ponselnya, namun tidak lama kemudian, ponselnya kembali berdering. Nampak dilayar ponsel itu sebuah pesan singkat dari Min ho.

“Aku ingin bertemu denganmu diRestoran tettboki malam ini, aku mohon datanglah” tulis Min ho dipesan itu.

Eun ji menjadi bingun apa yang harus ia perbuat, disisi lain suaminya mengajaknya untuk makan malam bersama, namun disaat yang bersamaan Min ho juga ingin mengajaknya bertemu. Sebenarnya Eun ji ingin sekali bisa makan malam dengan Chanyeol, namun ia tidak tega dengan Min ho. Akhirnya ia memutuskan untuk bertemu terlebih dahulu dengan temannya, lalu setelah itu barulah ia menemui Chanyeol. Hal itu terlihat sangat mudah untuk dilakukan, namun gadis itu tidak tau bahwa akan terjadi sebuah peristiwa besar yang akan menimpanya.

Dimalam harinya Eun ji nampak tengah sibuk berdandan, dengan balutan Dress mini berwarna coklat, ia terlihat sangat cantik dan anggun. Lalu segeralah gadis itu pergi, namun ketika hendak ingin membuka pintu rumahnya tiba – tiba saja Bam bam menghampiri Eun ji. Pria itu sedikit heran melihat penampilan noonanya yang sangat rapih.

“Kau ingin pergi kemana malam – malam begini ?” tanya Bam bam yang terus memandangi noonanya.

“Aku ingin pergi ke Restoran tettboki dengan temanku”  sahut Eun ji

“Baiklah, tapi apakah kau sudah izin kepada hyung ?”

“Su … dah” Eun ji terlihat gugup ketika menjawab pertanyaan adik iparnya

“Kau tidak perlu gugup, sudahlah kau pergi saja”

“Nde”

Lalu segeralah Eun ji beranjak dari tempat itu, namun disaat noonanya sudah pergi. Bam bam langsung menghubungi hyungnya, pria itu segera memberitau kepada Chanyeol jika kakak iparnya berpakaian sangat rapi hanya untuk pergi keRestoran tettboki. Chanyeol langsung terkejut ketika mengetahui hal itu, ia berfirasat jika istrinya akan bertemu dengan Min ho. Tanpa pikir panjang Chanyeol segera pergi dari Cafenya menuju Restoran tettboki.

Ditengah perjalanan pria itu terlihat sangat gelisah, ia tidak menyangka Eun ji lebih memilih bertemu dengan pria itu dibanding dirinya. Setibanya diRestoran itu, ia melihat Eun ji dan Min ho dari balik pintu Restoran itu tengah makan malam bersama. Chanyeol sengaja tidak masuk kedalam tempat itu agar ia bisa mengetahui apa saja yang akan mereka lakukan. Disaat suaminya tengah merasa sangat gelisah, Eun ji malah merasa takut.

Tidak tau kenapa gadis itu merasa tidak nyaman ketika bersama dengan Min ho, ia terus saja berharap jika Chanyeol segera menghubunginya. Melihat Eun ji yang terus saja diam membuat Min ho menjadi bertanya – tanya.

“Kau baik – baik saja Eun ji-ya ?” tanya Min ho sambil memandang gadis itu

“Aku tidak apa – apa” sahut Eun ji pelan

“Aku ingin memberikanmu sesuatu” pria itu langsung mengeluarkan sebuah kotak kecil dari dalam saku celananya, dan langsung memberikan benda itu pada Eun ji. Gadis itu tidak tau apa isi dari kotak kecil tersebut, namun saat ia membukanya. Terlihat sebuah cincin tergeletak didalam benda itu, Eun ji sedikit terkejut ketika melihatnya.

“Cincin ini untukku ?” tanya Eun ji

“Nde, boleh aku memasangkan cincin ini dijarimu” sahut Min ho. Namun gadis itu tidak menjawab pertanyaannya, Eun ji hanya diam saja karena ia merasa sangat bingung. Tanpa pikir panjang Min ho langsung mengambil cincin itu dari dalam kotak dan segera memakaikan benda tersebut dijari Eun ji, namun yang lebih mengejutkan setelah memasangkan cincin itu, Min ho langsung mencium tangan Eun ji. Melihat hal tersebut Chanyeol sudah tidak bisa menahan dirinya lagi, ia segera berjalan masuk kedalam tempat itu. Lalu pria itu langsung memanggil nama istrinya.

“Eun ji-ya !” teriak Chanyeol lantang

Mendengar namanya disebut, Eun ji segera menoleh kearah belakang. Gadis itu langsung terkejut ketika melihat kehadiran suaminya, ditambah dengan pandangan Chanyeol yang terlihat kesal kepadanya. Namun ketika gadis itu ingin menghampiri Chanyeol, tiba – tiba saja pria itu pergi. Eun ji langsung berteriak memanggil namanya, namun pria itu tidak menjawab panggilannya.

Gadis itu merasa sangat gelisah, bahkan ia ingin menetaskan air matanya. Min ho mencoba untuk menenangkan gadis itu, namun karena sudah tidak tahan lagi Eun ji memilih untuk pergi menyusul suaminya, bahkan ia langsung melepaskan cincin itu dari jarinya, dan meninggalkan Min ho begitu saja. Gadis itu pergi menuju Cafe, namun setibanya disana ia tidak melihat keberadaan Chanyeol. Eun ji berfirasat jika suaminya berada dirumah, lalu segeral ia pulang kerumah.

Ketika sampai dirumah ternyata Chanyeol juga tidak ada, Eun ji benar – benar merasa sangat bingung. Beruntung saat ia hendak ingin pergi, tiba – tiba saja Junior memanggilnya. Pria itu terlihat sangat tergesa – gesa.

“Noona, apa yang sebenarnya terjadi pada hyung ?, tadi saat hyung pulang dia terlhat sangat marah” ucap Junior

“Aku tidak tau, lalu sekarang dimana dia ?” tanya Eun ji

“Barusan hyung pergi, mungkin dia sekarang lagi berjalan – jalan keliling kota Seoul”

“Baiklah, tapi apakah Chanyeol -ah bilang sesuatu padamu ?”

“Nde, hyung bilang jika dia tidak akan pulang”

“Baiklah aku harus pergi sekarang” Eun ji segera beranjak dari tempat itu

Sudah lebih dari setengah jam ia mengelilingi kota Seoul, namun belum kunjung menemukan pria itu. Seketika ia merasa putus asa, mungkin tidak lama lagi Chanyeol akan segera menceraikannya. Eun ji belum pernah melakukan hal ini sebelumnya, bahkan hingga rela mencari seorang pria saat malam hari. Namun hatinyalah yang telah memaksanya, ia tidak tau kenapa hal itu bisa terjadi.

Tiba – tiba muncul dibenak gadis itu, jika ia tidak akan pernah melepaskan Chanyeol. Eun ji benar – benar merasa jika ia sudah mulai jatuh cinta lagi pada seorang pria, dan ia sudah tau jika pria itu adalah suaminya sendiri. Karena merasa lelah Eun ji memilih untuk beristirahat sejenak ditaman dekat sungai Han. Tidak disangka setibanya disana ia melihat Chanyeol yang tengah berdiri dipinggir sungai Han, namun anehnya pria itu terlihat seperti ingin membuang sesuatu kedalam sungai tersebut.

Melihat hal itu Eun ji segera berlari menghampiri suaminya, ketika tepat berada dibelakang pria itu. Eun ji hanya terseyum kecil, ia merasa sangat lega karena telah berhasil menemukan keberadaan suaminya. Namun ketika hendak ingin menepuk bahu Chanyeol, tiba – tiba saja pria itu mengucapkan sebuah kata – kata yang menggambarkan isi hatinya.

“Aku mencintaimu sejak aku mencium bibirmu, bahkan aku rela memberikan hidupku padamu Kim eun ji. Namun kau lebih memilih pria itu dibanding diriku, dan lebih memilih untuk memakai cincin pemberian temanmu dibandingkan kalung pemberian dariku” ucap Chanyeol sambil memandang sebuah kalung mutiara yang tengah ia genggam.

Mendengar perkataan suaminya, membuat gadis itu tersentuh. Bahkan Eun ji langsung meneteskan air matanya. Tidak disangka tiba – tiba Chanyeol mengangkat tanganya, rupanya pria itu ingin membuang kalung mutiara yang tengah ia genggam. Namun hal tersebut berhasil dihentikan, karena begitu Chanyeol ingin membuangnya Eun ji langsung menarik tangan pria itu.

“Pak tua, apa yang kau lakukan” ucap Eun ji yang langsung mengambil kalung itu dari tangan suaminya.

“K .. au sed .. ang a .. pa disi … ni ?” tanya Chanyeol gugup

“Ini tempat umum Pak tua jadi siapapun boleh kesini, lalu kenapa kau ingin membuang kalungku ?” sahut Eun ji sambil memandang pria itu

“Bukannya kau tidak ingin menerima kalung ini, bahkan cincin pemberianku saja tidak pernah kau pakai” balas Chanyeol sinis

“Aku memang tidak pernah memakainya, namun mulai malam ini aku memutuskan untuk memakai cincin dan kalung pemberianmu”

“Maksudmu apa ?”

“Oppa, tolong pakaikan kalung ini dileherku” Eun ji langsung memberikan kalung itu kepada suaminya, dan dengan segera chanyeol memakaikan kalung itu dileher Eun ji. Gadis itu langsung terseyum ketika melihat kalung itu terpasang dilehernya, namun berbeda dengan Chanyeol. Pria itu terlihat masih tidak percaya dengan apa yang tengah ia lihat saat ini.

“Kau barusan memanggilku oppa”

“Nde, kau adalah oppaku”. Chanyeol nampak tersipu malu, bahkan pipinya berubah menjadi merah.

“Lalu kenapa kau datang kesini, bukannya kau sedang sibuk makan malam bersama dengan pria itu” ucap Chanyeol

“Untuk apa aku makan malam dengan temanku, jika suamiku telah mengajakku makan malam bersama. Namun sekarang dia marah padaku”

“Kau bicara apa ?”

“Aku dengar kau bilang jika kau mencintaiku, bahkan sejak kau mencium bibirku”

“Aku tidak bicara seperti itu” Chanyeol langsung memalingkan wajahnya

“Kau tidak perlu malu oppa, aku juga mencintaimu”

Ketika mendengar perkataan itu, Chanyeol sedikit terkejut. Namun disisi lain ia merasa sangat senang, tanpa pikir panjang pria itu langsung memeluk istrinya.

“Yes, I admit that I love you” ucap pria itu sambil memeluk istrinya

“I also love you, my husband”

“Please, don’t ever leave me my wife”

“of course”

Tidak disangka saat mereka berhenti berpelukan, Eun ji tiba – tiba saja mencium bibir suaminya.

Cup

Chanyeol merasakan sentuhan lembut yang menempel dibibirnya, bahkan ia terus saja memejamkan kedua matanya untuk menikmatinya. Berbeda dengan Eun ji, gadis itu merasa jika ciuman ini adalah ciuman yang paling indah yang pernah ia rasakan selama ini. Lalu setelah mereka berhenti berciuman, Eun ji merasa sangat malu. Bahkan ia tidak berani untuk menatap wajah suaminya.

“Kau kenapa nyonya Park, apakah kau merasa sangat takut ?” tanya Chanyeol sambil terseyum.

“Tidak, aku hanya gugup saja” sahut Eun ji

“Kau jangan bohong, lalu apa maksud dari ciuman tadi ?”

“Aku juga tidak tau, sudahlah kau jangan bertanya terus”

“Aku tau, pasti karena kau sudah tidak tahan”

“Tidak tahan apa ?, wajar saja jika seorang istri mencium suaminya”

“Baiklah aku paham, mungkin lain kali aku yang harus lebih dulu menciumu”

“Itu memang benar, sudahlah oppa ayo kita pulang aku sangat mengantuk sekali” gadis itu langsung menarik tangan suaminya. Lalu segerlah mereka pulang kerumah.

Sesampainya disana terlihat Sehun, Junior, dan Bam bam tengah menonton tv diruang tengah. Lalu segeralah sepasang kekasih itu menghampiri mereka.

“Kenapa kalian belum tidur ?” tanya Eun ji sambil memandang ketiga adik iparnya

“Kami belum mengantuk noona, karena kami sangat menghawatirkanmu dan hyung” sahut Junior

“Untuk apa kalian khawatir pada kami, cepatlah tidur ini sudah malam” balas Chanyeol. Namun tidak disangka tiba – tiba Sehun mengatakan sesuatu hal yang aneh pada hyungnya, setelah ia memperhatikan wajah Chanyeol.

“Hyung kenapa dibibirmu ada bercak merah – merah” ucap Sehun. Ketika mendengar ucapan pria itu, semua orang langsung menatap Chanyeol.

“Nde oppa, dibibirmu memang ada bercak merah – merah, tapi seperti bercak lipstick” balas Junior yang terus saja memandang bibir hyungnya.

“Atau jangan – jangan kau habis berciuman dengan seorang wanita, dan tidak sengaja lipstick wanita itu menempel dibibirmu” tambah Bam bam

“Ini bukan bercak lipstick, aku tadi habis makan selai strawberry” Chanyeol langsung menghampus bercak itu dari bibirnya. Melihat hal itu Eun ji hanya tersenyum, namun akibat senyuman itu ketiga adik iparnya terus menatapnya.

“Noona, kau memakai lipstickkan dibibirmu ?” tanya Junior tiba – tiba

“Nde, memangnya kenapa ?” sahut Eun ji

“Berarti bercak itu berasal dari bibir noona” balas Bam bam. Seketika ketiga pria itu memandang Chanyeol dan Eun ji. Mereka merasa sangat gugup setelah mengetahui hal itu, bahkan untuk berjalan saja ketiga pria itu tidak mampu karena tiba – tiba saja kedua kaki mereka keram. Melihat hal itu Chanyeol dan Eun ji hanya diam saja, mereka tidak berani berkutik apapun. Lalu segeralah Chanyeol menyuruh ketiga adiknya untuk tidur, mereka berjalan dengan penuh rasa malu. Bahkan Junior terus saja menggeret – geret kakinya karena masih terasa keram.

Sepanjang malam Eun ji tertidur didalam pelukan suaminya, rasa hangat terus menyelimuti tubuh gadis itu. Sama seperti Chanyeol, bahkan pria itu memilih untuk tidak memejamkan kedua matanya hanya untuk memandang wajah istrinya. Ia bertekad untuk terus menjaga Eun ji dan mencintainya dengan sepenuh hati, bahkan pria itu memutuskan untuk membatalkan perjanjian yang selama ini mengganggu hubungan mereka.

_

Ketika fajar tiba Eun ji langsung terbangun dari tidurnya, namun ketika ia membuka kedua matanya, gadis itu tidak melihat keberadaan Chanyeol didalam kamarnya. Eun ji segera bangun dari tempat tidur untuk mencari suaminya, namun saat hendak ingin membuka pintu kamarnya. Tiba – tiba saja Chanyeol memanggilnya, Eun ji langsung menoleh kearah belakang. Ternyata pria itu baru saja selesai mandi, lalu segeralah Eun ji mengahampiri suaminya.

“Oppa, aku kira kau pergi ternyata kau habis dari kamar mandi” ucap Eun ji sambil memandang suaminya.

“Memangnya kenapa kalau aku pergi ?” tanya Chanyeol

“Yah … tidak apa – apa, lagipula siapa yang peduli jika kau pergi atau tidak”

“Kau jangan bohong, jika benar kau tidak peduli kenapa kau langsung keluar kamar ketika terbangun ?”

“Aku tadi ingin pergi kedapur, soalnya perutku lapar sekali, jadi kau jangan berharap aku keluar dari kamar hanya untuk mencarimu”

“Baiklah terserah kau saja, sudahlah cepat mandi bukannya kau ada kuliah hari ini”

“Nde oppa, tapi aku ingin kau mengantarku keKampus”

“Tentu saja”

Lalu segerlah Eun ji bersiap- siap untuk pergi kekampus, setelah selesai bersiap –siap, Eun ji dan Chanyeol langsung pergi menuju ruang makan untuk sarapan pagi. Terlihat Sehun, Bam bam, Junior yang tengah sarapan, namun seketika mereka berhenti makan saat sepasang suami istri itu datang. Rupanya mereka masih merasa malu dengan kejadian yang terjadi semalam, karena merasa bingung dengan sikap ketiga adik iparnya. Eun ji langsung menyapa mereka.

“Good morning, kalian sedang sarapan apa ?” tanya Eun ji sambil duduk dikursi

“Kami sedang sarapan Sandwitch, kami juga membuatkannya untukmu dan hyung” sahut Bam bam

“Gomawo, kalian memang adik ipar yang paling baik” ucap Eun ji sambil tersenyum

“Sudahlah noona kau makan saja” ujar Sehun

“Baiklah, tapi bibirku terasa tidak enak seperti ada yang menganjal” balas Eun ji tiba – tiba. Mendegar perkataan noonanya, membuat ketiga pria itu langsung memandangnya.

“Mungkin kau habis melakukan sesuatu yang membuat bibirmu terasa tidak enak” sahut Junior

“Sebenarnya aku habis berciuman, mungkin karena itu bibirku jadi terasa berbeda”

Ketiga bersaudara itu langsung tersedak mendegar ucapan Eun ji, namun Chanyeol hanya terseyum melihatnya. Semakin lama Eun ji terus saja berkata hal yang aneh – aneh, bahkan hingga membuat ketiga adik iparnya menjadi gugup.

“Kalian tidak perlu khawatir, aku tidak berciuman dengan pria lain” ucap Eun ji

“Noona, aku mohon padamu untuk jangan bicara tentang hal itu lagi, kami hanya ingin menikmati sarapan pagi ini dengan tenang” balas Bam bam yang terlihat canggung.

“Baiklah, aku tidak akan bicara lagi” sahut Eun ji datar

Lalu segeralah Eun ji menghabiskan makanannya, dan setelah itu ia langsung bergegas pergi menuju Kampus. Ketika tiba dikelasnya, terlihat Min ho yang tengah duduk sambil membaca buku. Gadis itu berjalan perlahan menuju mejanya, namun saat ia ingin duduk tiba – tiba saja Min ho menarik tanganya.

“Kau semalam pergi kemana ?” tanya Min ho yang masih memegang tangan Eun ji

“Aku ada urusan, maaf jika aku meninggalkanmu sendirian diRestoran” sahut Eun ji yang langsung melepaskan tangannya.

“Apakah karena pria itu, kau tega melepas cincin yang aku berikan padamu”

“Aku tidak bermaksud melakukan itu, hanya saja kaukan tau jika aku sudah punya pacar, jadi tidak mungkin aku menerima cincin pemberianmu”

“Baiklah aku mengerti, kau memang sudah memiliki kekasih, seharusnya aku tidak mengganggu hubunganmu dengan pria itu”

“Maaf, tapi kau tidak marah padakukan ?”

“Tidak, seharusnya aku yang minta maaf padamu”

“Sudahlah, bagiku tidak ada yang bersalah, yang penting kita masih menjadi teman”

“Nde”

_*_

Nampak seorang pria tengah berjalan terburu – buru, rupanya ia sudah terlambat untuk masuk kerja. Ketika tiba diRestoran Bam bam langsung mengganti pakaiannya, dan segera memulai pekerjaannya. Namun saat ia masuk kedalam dapur Restoran itu, ia melihat Joy tengah memotong – motong sayuran. Bam bam sidikit heran melihat kehadiran gadis itu, perlahan ia mendekat kearah Joy.

Ketika tepat berada disamping gadis itu, ia langsung mengambil pisau yang ada ditangan Joy.

“Kau sedang apa disini ?” tanya Bam bam yang terus menatap gadis itu

“Memangnya apa pedulimu, lagipula sekarang aku bekerja disini” sahut Joy sinis

“Itu tidak mungkin, aku rasa kau sudah tidak waras, sudahlah cepat kau pergi darisini”

“Aku tidak bohong padamu, kalau kau tidak percaya tanya saja pada teman – temanmu disini”

“Sudahlah aku juga tidak peduli padamu, sebaiknya kau cepat mengundurkan diri dari sini, atau tidak kau akan menyesal” pria itu langsung pergi meninggalkan Joy. Bam bam terlihat sangat kesal pada gadis itu, ia tidak menyangka jika Joy bekerja ditempat kerjanya.

Ketika pria itu tengah sibuk memasak, Joy tiba – tiba menyalakan musik diponselnya. Karena merasa terganggu Bam bam langsung memarahi gadis itu.

“Ini bukan saatnya bersenang – senang, kau tidak lihat aku sedang memasak” ucap Bam bam lantang. Namun Joy hanya diam saja ketika mendengar ucapan pria itu, karena kesal Bam bam langsung mengambil ponsel gadis tersebut, dan segera mengeluarkan baterai ponsel itu. Joy terkejut ketika melihat hal itu.

“Apa yang kau lakukan, eoh ?” tanya Joy

“Aku peringatkan padamu, jangan bertindak semaumu disini. Selama kau berkerja, baterai ini akan aku sita” sahut Bam bam yang langsung memasukan beterai ponsel itu kedalam saku celananya, dan segera mengembalikan ponsel itu pada Joy.

“Apa gunanya ponsel tanpa baterai, kau terlalu berlebihan, ini namanya penyiksaan yang dilakukan oleh pekerja senior pada pekerja junior”

“Aku tidak peduli, disini tidak ada yang namanya pekerja senior ataupun pekerja junior. Jadi fokus saja memasak” pria itu langsung pergi, dan segera menyelesaikan pekerjaanya. Namun berbeda dengan Joy, karena kesal dengan sikap Bam bam yang kasar padanya. Membuat gadis itu merasa tidak nyaman, namun tidak ada yang bisa ia perbuat. Jika bukan karena permintaan temannya, gadis itu enggan untuk mau bekerja diRestoran.

_

Dimalam harinya saat Restoran sudah mau tutup Joy segera membersihkan setiap meja didalam tempat itu, lalu dilanjutkan dengan mencuci piring. Disaat itu juga Bam bam tengah memasukan bahan – bahan makanan kedalam kulkas, sesekali pria itu melirik kearah Joy. Melihat gadis itu yang tidak benar dalam mencuci piring, Bam bam langsung mengahampirinya.

“Minggir, biar aku saja yang mencuci piring” ucap Bam bam yang langsung merebut sarung tangan itu dari tangan Joy.

“Kenapa sih ?, kau selalu saja merebut setiap pekerjaan yang ingin aku lakukan” balas Joy yang terlihat kesal

“Itu karena kau tidak pernah melakukannya dengan baik, lihat saja satupun piring tidak ada yang bersih, bahkan masih terlihat beberapa noda yang menempel”

“Sudahlah memangnya apa pedulimu”

“Tentu saja aku peduli, karena bisa saja karena ulahmu semua pengunjung diRestoran ini bisa terserang penyakit akibat piring yang tidak bersih”

“Tapikan aku pekerja junior disini, jadi harus dimaklumkan jika aku mencuci piring tidak bersih”

“Sudah kubilang padamu, segeralah mengundurkan diri dari pekerjaan ini, karena kau tidak mampu melakukannya”

“Kau selalu saja menghinaku, aku benci padamu” Joy langsung pergi meninggalkan pria itu. Gadis itu berlari keluar keRestoran sambil menangis, ia tidak tau harus pergi kemana. Perasaannya sangat sedih, namun gadis itu terus mencoba untuk menenangkan dirinya. Lalu segeralah Joy kembali keRestoran, tidak disangka saat ia masuk kedalam tempat itu. Terlihat Bam bam yang tengah berdiri didepan kasir sambil memegang baterai ponsel Joy. Gadis itu perlahan berjalan mendekat kearah Bam bam, ketika tepat dihadapan pria itu. Bam bam langsung meminta maaf kepadanya.

“Maafkan aku, seharusnya aku tidak mengatakan hal itu padamu” ucap Bam bam sambil memandang wajah gadis itu.

“Nde, aku juga minta maaf jika aku bekerja dengan tidak baik” balas Joy

“Ini aku kembali baterai ponselmu” pria itu langsung memberikan benda itu kepada Joy.

“Gomawo, baiklah aku pulang dulu karena sudah malam” Joy segera mengambil jaket dan tasnya, namun saat hendak ia ingin pergi. Bam bam tiba – tiba mengucapkan sebuah kata – kata yang sulit dipercaya.

“Sampai ketemu besok, dan aku harap kau tidak terlambat” ucap pria itu sambil terseyum.

“Nde” lalu pergilah gadis itu

Sepanjang perjalanan Joy terus saja terseyum sendiri, ia tidak tau apa yang terjadi dengan dirinya. Namun ketika melihat pria itu tersenyum padanya, hal itu membuat Joy merasa sangat bahagia. Tiba – tiba saja rasa bencinya pada Bam bam mulai menghilang, bahkan gadis itu berfikir jika cara ini sedikit menguntungkan baginya.

_*_

Dihari minggu tepatnya saat pagi hari, terlihat sepasang suami istri yang tengah berolahraga bersama. Mereka melakukan beberapa gerakan pemanasan sebelum bersiap Jogging, setelah itu segeralah mereka memulai olahraga jogging. Chanyeol terlihat sangat bersemangat, namun berbeda dengan Eun ji. Gadis itu terlihat sedikit letih, bahkan sekujur tubuhnya dibasahi oleh air keringat. Padahal mereka hanya berekeliling disekitar rumah saja, namun hal itu sudah membuat Eun ji tidak berdaya.

“Oppa, bagaimana kalau kita istirahat dulu” ucap Eun ji sambil berjalan

“Tidak boleh, kita baru saja lari satu putaran tapi kau sudah terlihat sangat lelah sekali” balas Chanyeol yang terus saja berlari.

“Tapi aku sudah lelah oppa, kalau aku seperti ini terus bisa – bisa nanti aku pingsan”

“Itu tidak mungkin, kaukan gadis yang kuat”

“Sekuat – kuatnya diriku, aku juga punya kelemahan oppa”

“Pokoknya kita masih harus Jogging dua putaran lagi, baru kita akan istirahat”

Tidak ada pilihan lagi bagi Eun ji selain mematuhi perintah suaminya, namun saat ia tengah berlari diputaran terakhir, tiba – tiba saja kaki gadis itu terluka. Rupanya Eun ji menabrak batu yang ada didepannya, sehingga kakinya terbentur oleh batu itu. Gadis itu mencoba memanggil suaminya, namun pria itu tidak mendengar panggilannya karena jarak mereka cukup jauh. Lalu Eun ji memutuskan untuk berdiri sendiri, dan segeralah ia menyusul Chanyeol.

Rasa sakit bercampur nyeri dirasakan gadis itu, namun ia terus saja berjalan. Saat  menoleh kearah belakang untuk melihat istrinya, Chanyeol langsung terkejut ketika mengetahui Eun ji tidak ada dibelakangnya. Akhirnya pria itu berlari menyusul istrinya, beruntung  ia bertemu gadis itu saat di pertigaan. Namun anehnya Eun ji terlihat seperti orang pincang, lalu segerlah pria itu menghampiri istrinya.

“Kau dari mana saja Eun ji-ya” tanya Chanyeol yang terus memandangi gadis itu

“Kakiku terluka oppa, tadi saat aku berlari kakiku terbentur batu” sahut Eun ji denga nada pelan.

“Tapi kau baik – baik sajakan ?”

“Nde, baiklah ayo kita pulang”

“Kau tidak mungkin bisa berjalan dengan keadaan seperti itu, sudahlah ayo naik kepunggungku” Chanyeol langsung menurunkan pundaknya kebawah. Namun Eun ji menolak untuk naik kepunggung pria itu, akhirnya Chanyeol harus menggunakan cara pemaksaan. Pria itu langsung menarik tangan istrinya hingga gadis itu terjatuh diatas punggunya, lalu segerlah ia berdiri. Eun ji terkejut dengan tindakan suaminya yang tiba – tiba saja menarik tanganya. Namun disisi lain ia merasa senang karena ternyata pria itu sangat perhatian padanya.

Sesampainya dirumah Chanyeol segera membaringkan Eun ji diatas tempat tidur, dan langung mengambil kotak obat. Perlahan ia mengoleskan obat merah dikaki istrinya, lalu segera menutup luka itu dengan sehelai perban. Chanyeol terus saja memandang wajah gadis itu, bahkan ia tidak segan untuk mencubit pipi Eun ji.

“Kau gadis yang sangat pemberani, kenapa kau tidak bilang jika kakimu terluka ?” tanya Chanyeol

“Aku ingin bilang, tapi kau sudah pergi jauh” sahut Eun ji

“Baiklah maafkan aku, hal ini terjadi karena kesalahanku, seharusnya aku tidak memaksamu untuk terus berlari”

“Kau tidak salah oppa, justru ini salahku sendiri, seharusnya aku lebih berhati – hati lagi ketika berlari”

“Baiklah, bagaimana kalau setelah ini kita jalan – jalan keluar”

“Tapi jalan – jalan kemana ?, sebenarnya kau malas pergi jalan – jalan dihari minggu”

“Lalu kau ingin pergi kemana ?”

“Bagaimana kalau kita pergi keRumah Sakit anak”

“Untuk apa kita kesana ?, lagipula aku tidak pernah mengunjungi Rumah Sakit anak”

“Aku ingin bertemu dengan anak – anak disana, menurutku sangat seru sekali jika kita pergi kesana, selain bisa menghibur mereka kita juga bisa mendapat banyak pengalaman disana”

“Baiklah”

“Oh iya .. kau jangan lupa membawa gitar”

“Untuk apa aku membawa gitar ?”

“Kita akan membuat pertunjukan musik disana”

“Baiklah, nanti aku akan membawanya”

Lalu segeralah mereka bersiap – sipa untuk pergi mengunjungi Rumah Sakit anak, namun sebelumnya, Eun ji terlebih dahulu menyiapkan beberapa makanan dan hadiah untuk diberikan kepada setiap anak disana. Setelah semuanya sudah siap, pergilah kedua orang itu menuju Rumah Sakit anak. Setibanya disana Eun ji langsung berjalan menuju ruangan bermain ditempat itu, terlihat banyak anak – anak yang tengah bermain. Tanpa pikir panjang Eun ji segera menyapa mereka.

“Anyeonghaseyo” sapa Eun ji

“Kau gadis transgender itukan ?” tanya salah satu anak ditempat itu. Seketika Chanyeol heran mendengar ucapan anak lelaki itu.

“Dia bukan gadis transgender, tapi gadis ini adalah istriku” Sahut Chanyeol

“Itu memang benar, aku memang gadis transgender, jadi bolehkan aku bermain dengan kalian ?” tanya Eun ji sambil terseyum

“Tentu saja, kami senang ketika melihatmu nona transgender” ucap anak itu lagi

“Gomawo, oh .. iya aku membawaka kalian banyak makanan dan hadiah, sekarang kalian berbaris dan aku akan memberikannya pada kalian”

“Yeah …” teriak anak – anak ditempat itu

Lalu segerlaah Eun ji membagikan makanan dan hadiah itu kepada anak – anak disana. Setelah itu mereka bernyanyi bersama sambil diiringin dengan gitar yang dimainkan oleh Chanyeol. Kegembiraan menyelimuti suasana diruangan itu, bahkan terlihat diraut wajah Eun ji dan Chanyeol yang bahagia. Pria itu belum pernah merasakan hal ini sebelumnya, namun setelah ia merasakannya, hatinya lebih merasa gembira.

Pria itu sangat bersyukur karena telah memiliki istri yang sempurna seperti Eun ji, bahkan selama gadis itu bernyanyi Chanyeol tiada henti – hentinya memandang wajah Eun ji. Karena hari sudah siang, Eun ji dan Chanyeol harus berpamitan dengan anak – anak diRumah Sakit itu. Raut wajah anak – anak itu berubah menjadi sedih ketika Eun ji hendak ingin pergi, padahal meraka sangat senang dengan kehadiran gadis itu disini. Namun Eun ji berjanji akan kembali lagi mengunjungi mereka, lalu segeralah kedua orang itu pergi.

_

Ketika malam tiba, terlihat sepasang suami istri tengah berbaring santai ditempat tidur. Chanyeol yang tengah membaca buku dengan sangat serius, sedangkan Eun ji sedang asyik bermain game diposel milik suaminya. Sambil bersandar dipelukan suaminya, gadis itu sesekali melirik kearah Chanyeol. Namun pria itu tetap saja fokus pada buku yang ia baca. Karena merasa bosan dengan gamenya, Eun ji langsung mengembalikan ponsel itu kepada suaminya.

Ia lebih memilih memandang Chanyeol yang tengah membaca, ketampanan pria itu terpancar disaat ia terlihat serius. Sehingga hal itu membuat Eun ji terus saja tersenyum kearahnya.

“Oppa, kau ternyata sangat tampan” ucap Eun ji

“Kau baru tau jika aku tampan” balas Chanyeol sambil membaca buku

“Nde, lagipula jika aku adalah seorang pria, pasti aku lebih tampan darimu”

“Kau jangan berhayal yang tidak – tidak, aku lebih suka kau menjadi dirimu sendiri”

“Tapi oppa, menjadi seorang pria itu sangat menyenangkan, kita bisa melakukan hal apapun tanpa adanya halangan”

“Kau salah, justru menjadi seorang wanitalah yang menyenangkan, karena wanita itu memiliki kecantikan yang alami. Bahkan menurutku kau adalah salah satu wanita yang memiliki kecantikan alami” pria itu langsung memandang Eun ji

“Maksudmu apa oppa, aku tidak mengerti lagipula aku tidak terlalu mendambakan wajah yang cantik. Bagiku memiliki hati yang baik saja sudah cukup”

“Kau benar, didalam dirimu memang ada kecantikan yang alami, yaitu hati yang tulus”

Mendengar ucapan suaminya, Eun ji sama sekali tidak bisa mengalihkan pandangannya dari pria itu.

“Kau serius dengan perkataanmu ?” tanya Eun ji pelan sambil memandang wajah pria itu.

“Nde, dan aku tidak akan pernah menyiakan – nyiakan kecantikan alamimu itu” sahut Chanyeol sambil terseyum

“Gomawo”

Tidak disangka setelah mendengar ucapan terima kasih dari istrinya, Chanyeol langsung memeluk gadis itu dengan sangat erat. Tubuh Eun ji merasa sangat hangat ketika pria itu memeluknya, dan muncul sebuah tekad dipikirannya. Jika ia tidak akan pernah meninggalkan suaminya ataupun membuat pria itu menjadi sedih dan kecewa. Sepanjang malam Eun ji terus saja memandang wajah suaminya yang tengah tertidur, ia tidak tau apa yang membuatnya menjadi sangat gembira.

Kehidupannya terasa sangat berbeda sejak ia bertemu dengan Chanyeol, perlahan – lahan Eun ji mulai menyukai pria itu. Bahkan kini pikirannya terus saja tertuju pada Chanyeol. Tidak disangka oleh Eun ji, jika yang tadinya hanya sebuah pernikahan diatas perjanjian, kini menjadi pernikahan didalam rasa cinta.

Bersambung …

Message :

Jangan lupa baca Chap selanjutnya yah Chingu. Karena akan ada moment lebih seru lagi antara Eun ji dan Chanyeol. Dan kalo kalian mau coment, komen yang banyak yah chingu.

Happy reading … ☺

Gamsahabnida Chingu … ☺☺

Iklan

12 pemikiran pada “[EXOFFI FREELANCE] THE PERFECT WIFE (Chapter 14)

    • okee sipp, tapi lebih seru kalo ngebut, biar lebih cepet sampe. just kidding chingu. Alur ceritanya emang rada sedikit ngebut chingu. Ohh iya jangan lupa baca chap selanjutnya yahh, Gomawo Chingu 🙂

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s