[EXOFFI FREELANCE] Obsesif Kompulsif (Chapter 3)

Obsesif Kompulsif  

By : Chanrini

Genre : Roman, Life, psychology. Mystery

Length : Chaptered / Series Fic

Rating : General (Naik seiring bertambahnya konflik)

Main cast: Park Chanyeol, Han Angela (OC)

Summary:

Chanyeol berhasil keluar dari masa lalu dengan menyunggikan senyum ceria penuh kepalsuan.

Tapi semua kenangan itu kembali menghantam Chanyeol, menyeretnya dalam luka lama yang kembali basah dan tidak akan pernah sembuh.

Iblis itu kembali datang dalam jiwa yang berbeda, berkamuflase pada sosok malaikat tak bersayap yang terpantul pada iris madu Chanyeol.

Hidup kembali pada raga seorang gadis berlabel ~ Han Angela.

Declaimer :

Karya ini asli dari imajinasi saya, sebagai dedikasi kepada Chanyeol idola saya.

Kesamaan latar dan tokoh mungkin saja terjadi, karna imajinasi manusia bisa saja sama, tapi semua alur cerita asli dari imajinasi saya pribadi.

Saya juga update cerita ini di akun wattpad saya, kalian bisa mampir heheheh http://my.w.tt/UiNb/2JxCukpYqC

Obsesif Kompulsif – I Am Falling in Love With You

Chapter 3 – Three Steps

“Saat bersamamu. Kebahagian dan Ketakutan saling berseteru”

~~

Angela memandangi pria tampan yang sekarang bergerak gelisah ketika sorot mata Angela memandangi dengan teliti. Bahkan nada sombong dan arogan yang diluncurkan bibir merah itu, tercoreng ekspresi cemas yang tercetak jelas pada wajah tampan bak andonis.

Semenjak mengakui sendiri identitasnya, dia dan lelaki yang mengaku Chanyeol hanya diam membisu sambil menilai satu sama lain. Walau terkadang iris coklat madu itu menghindar bersitatap dengan siluet lawan bicaranya.

“Sedang apa disini?” Pertanyaan pertama setelah sekian lama membisu. Tapi setelah pertanyaan itu berhasil memasuki gendang telinga lawan bicara Angela, dia baru sadar kalau basa-basi yang ia maksud untuk menghilangkan kesunyian diantara mereka terdengar sangat konyol. Dari sekian banyak pertanyaan yang terpikirkan Sereberoserebelum Angela, kenapa harus bertanya sok kenal dengan orang asing yang baru sekali ia temui.

Dua si sebenarnya.

“Apa aku harus menjawab?” Angela sudah menebak kalau lawan bicaranya ini akan membalikan pertanyaan

“Yasudah aku hanya bertanya” Tidak mau ambil pusing, Angela lebih memilih memutuskan kontak mata antara mereka dan melangkahkan kaki menuju bukit tempat temannya berkumpul.

“Tunggu dulu.” Baru beberapa meter Angela meninggalkan Chanyeol, dia mendengar suara berat itu memanggilnya dengan nada mendesak.

Tapi ketika Angela membalikkan tubuh dan kembali bersitatap dengan mata madu itu, Chanyeol kembali memasang wajah datar dan membuang tatapannya ke arah Rainbow Fountain.

“Apa lagi? Kau mau aku foto lagi?” Dia menggelengkan kepala sebagai jawaban tanpa mau mengeluarkan suara.

” Mau aku vidiokan dengan air mancur itu? ” Angela menawarkan kemungkinan permintaan pria itu sambil menunjuk Banpo Bridge yang sedang giat mengeluarkan air deras di kedua sisi  jembatan itu didampingi sorot lampu warna warni.

Lagi, hanya gelengan kuat dan wajah datar dilingkupi kegelisahan yang Angela dapatkan sebagai jawaban.

Kelakuan lelaki dihadapannya ini membuat Angela gemas melihatnya. Saat dia menggelengkan kepala, kedua kelopak matanya ikut mengerjab. Membuat bulu mata lentik yang menghiasi kelopak mata besar pria itu mengibas udara dengan cepat. Angela tersenyum kecil menyadari lelaki dihadapannya ini sudah berumur 23 tahun lebih tapi tingkahnya seperti anak Sekolah Dasar. Tingkahnya bahkan membuat Angela lupa kalau dia ini Bias Angela dari Angela masih duduk di bangku 10 Menengah Atas. Bias yang wajah tampannya terpampang di tembok kamar tidur Angela.

“Kemari!” Katanya setelah 2 menit membisu. Perkataannya terselip nada perintah dan gerakan tangan tanda lawan bicaranya harus mendekat. Tanpa menolak, Angela berjalan santai menuju lelaki tinggi dengan hodie hitam berlabel merek ternama yang harganya lumayan mahal.

” Stop! Beri jarak 3 langkah!” Suara Chanyeol melengking tiba-tiba saat Angela hampir sampai di hadapan tubuhnya membuat Angela kaget dalam langkahnya.

” Apa? ” Benarkah perkataan yang keluar dari bibir merah merekah itu. Tadi dia minta mendekat, sekarang dia suruh beri jarak. Buat bingung saja.

” Beri jarak 3 langkah ku bilang!.” Chanyeol mendengus sambil melangkah mundur karna Angela tidak juga menghentikan langkah kaki yang mulai mendekat di hadapan Chanyeol.

” Oh.” Angela berhenti tepat saat Lobus frontal  nya berhasil mencerna perkataan yang dilontarkan Chanyeol.

“Siapa namamu?” Chanyeol bertanya sambil memincingkan kedua matanya penuh curiga. Perubahan sikap yang sangat drastis mengingat lelaki ini tadi memandangnya penuh kegelisahan.

“Angela” Jawabnya singkat yang membuat pria dihadapannya semakin menajamkan iris matanya. Kalau mata bisa menyakiti, mungkin Angela sekarang sudah terluka karna sangking tajamnya tatapan Chanyeol. “Kau tidak berbohongkan?” Pria itu menuduh tanpa sedikit pun menutupi nada tidak percaya pada suaranya, bahkan sekarang dia tersenyum sinis mendapati Angela hanya berdiam tanpa merespon pertanyannya.

Bukan, bukan karna Angela berbohong. Dia terdiam karna Lobus frontal sedang berkerja keras mencerna tiap untaian tuduhan yang dilayangkan orang asing di hadapannya ini.

“Tidak!” Sangkal Angela. “Mau kutunjjukan kartu pendudukku?” Angela mengehala nafas setelah Celebrumnya berhasil menyelesaikan mengidentifikasi kalimat itu. Angela betulan mau menunjuukkan Kartu Penduduknya, melihat kelakuan pria ini yang tidak percaya dengan nama Angela membuat dia naik darah. Memangnya ada berapa Angela si di Korea.

“Jadi kau bukan Sonyeon?” Terangnya masih dengan nada tajam dan sorot mata menghakimi yang tidak pernah Angela lihat bisa ada pada pria ini. “Kau selalu bisa menipuku.” Kukuhnya masih tidak mau percaya kalau wanita dihadapannya ini bukan orang yang dia maksud itu.

“Namaku betulan Angela, terserah mau percaya atau tidak!” Satu hal yang paling Angela tidak suka adalah perkataannya tidak dipercaya, bahkan urusan sepele seperti ini.

Dan lagi, si pria maniak supreme ini masih keras kepala kalo Angela bukanlah namanya “Tidak mungkin ada orang yang sama persis di dunia ini.” Ini pernyataan terbodoh yang pernah Angela dengar sepanjang hidupnya, memangnya kembar identik itu tidak mirip apa?.

” Kau sinting ya?” Cuman itu yang bisa Celebrum Angela simpulkan setelah melihat semua kelakuan pria andonis dihadapannya ini. Apa dia mengidap suatu penyakit langka sehingga selalu menyamakan setiap manusia yang dia temui dengan kenalannya. Jangan-jangan kalau dia bertemu dengan Bennedict Cumberbatch dia akan menuduhnya bernama Sherlock Holmes tanpa mau mengakui nama asli orang asing yang dia temui itu karna wajah mereka yang sama.–Hah lucu sekali.

“Semua penyebab ketidakwarasaku adalah dirimu.” Kata tajam pertama yang dikeluarkan bibir sexy itu setelah beberapa menit terdiam, Yang mampu membuat bulu kuduk Angela merinding ketakutan setelah gendang telingnya menangkap pernyataan yang disampaikan penuh rasa sakit dan sorot mata terluka yang Angela tangkap dari pria dihadapannya. Membuatnya bingung harus menanggapinya seperti apa.

Seberapa dalam Sonyeon itu sangat berarti bagi pria ini. Mungkinkah dia cinta pertama yang tidak bisa digapai hingga membuat Chanyeol menggilainya sampai kapanpun. Angela hanya berharap wanita itu tidak mirip segalanya dengan Angela. “Oke, ku jelaskan sekali lagi.” Angela harus menyelesaikan ini secepatnya. Orang patah hati bisa saja berbuat nekat.

“Aku bukan Sonyeon mu itu” Chanyeol kembali memasang wajah geram saat nama wanita itu disebutkan olenya, oke sepertinya nama wanita itu terlalu sensitif, Angela tidak akan mengucapkannya lagi. Melihat raut wajahnya yang mulai membaik, Angela kembali melanjutkan monolognya. “Namaku Han Angela. Bukan wanita yang kau sebutkan tadi, bila kau tidak percaya ada manusia yang terihat mirip maka aku percaya didunia ini aku punya 7 manusia lagi yang mirip denganku. Jadi mungkin saja itu terjadi.” Angela tidak pernah merasa harus menyakinkan namanya sendiri selama ini, tapi saat ini ada dorongan kuat pada dirinya untuk menegaskan kebenaran namanya pada pria dihadapannya ini. Mungkin jiwa fangirlsnya tertarik keluar untuk mengukir namanya pada Amigdala seorang Park Chanyeol.

Sepertinya penjelasan panjang Angela menunjukkan hasil, penjelasan itu sepertinya diterima pria tampan berjarak 3 langkah didepannya ini. Karna Chanyeol sudah 180 derajat mengubah raut wajahnya menjadi normal kembali walaupun masih ada sisa kegelisahan dimatanya yang indah.

“Mungkin saja begitu.” Akunya dengan wajah menerawang menghadap langit hitam bertabur buliran putih kapas diatas mereka. Langit tak berbintang yang berhasil merefleksikan suasana hati lelaki tampan penuh misteri. Suhu udara yang dingin, menggambarkan dinginnya tatapan mata coklat madu yang kini bersedih. Bahkan alam merana melihatnya sepert ini.

Entah hanya perasaan Angela atau memang itu kenyataannya. Dibalik tatapan itu terlihat jelas rasa sakit yang berusaha ia tutupi, rasa sakit sebesar gunung es di samudra yang luas, hanya sedikit yang terlihat. Tapi akan sangat besar saat kau menyusuri kedalamannya. Kesakitan Yang selalu berhasil ia sembunyikan dari orang lain. Tapi tidak berhasil pada Angela. Seakan sengaja memamerkan kesakitan itu.

“Ah tapi aku setuju dengan mu” tiba-tiba iris madu itu terarah pada iris gelap Angela. Menyorot dengan marah yang tak ditutupi.

“Nde.. Setuju apa?”. Angela jadi punya firasat yang tidak-tidak sekarang.

“Mungkin kau bukan wanita itu” Terangnya menelisik wajah Angela “Tapi aku bisa menganggapmu wanita itu kan” Lanjutnya dengan senyum sinis mengerikan.

Benar firasat Angela. Orang patah hati bisa saja melakukan hal nekat. Atau wanita itu obyek obsesi seorang Park Chanyeol?.

Mana tau artis terkenal macam dia punya kelainan physology dalam jiwa cerianya. Berharap saja dia tidak menunjukkan prilaku macam begini di hadapan fans Sasaengnya. Bisa tamat image baik-baik seorang Park Chanyeol.

“Boleh si, tapi tidak boleh macam-macam.” Siapapun orang yang mendengar ucapan Angela saat ini pasti akan mengatainya tidak punya otak. Dia sendiri punya firasat tidak menyenangkan dengan pria dihadapannya, tapi dia sendiri meladeni perkataan penuh jebakan laki-laki itu. Otak Angela benaran beku karena salju bulan Desember.

Atau segala logika memang jadi membeku bila berhadapan dengan orang yang kau kagumi. Walaupun sifat asli pria dihadapan Angela ini jauh dari ekspetasi.

Angela selalu membayangkan bila sifat asli seorang Park Chanyeol itu sangat hangat dan baik hati. Bersahabat dengan fans yang ditemuinya.

Membayangkan hal itu, Maka hal pertama angan-angannya adalah meminta foto bersama, berharap kamera handphonenya dapat mengabadikan wajah beserta bibir sexy itu dengan hiasan senyum menawan. Tapi realita sepertinya tidak mau menghampiri Angela dengan rasa senang karna kenyataannya lelaki itu malah membuatnya jadi bahan luapan obsesi mengerikan.

Tidak masalah si. Angela senang saja ko sebenarnya. Toh sama saja kan dia bisa berinteraksi dengan idolnya.

Tapi memang kelakuan Angela ini memang tidak bisa dibilang normal. Seokgi pasti mencaci Angela kalau tau sifat adiknya jadi ceroboh begini.

Tapi mau bagaimana lagi, sudah kepalang tanggung kan.

“Macam-macam dalam konteks seperti apa?” Angela bersumpah demi berbagai hiasan piring mahal ibunya kalau senyum Chanyeol saat ini sangat mengerikan. Padahal sepanjang karir keartisan pria tampan ini, Angela sama sekali tidak pernah melihat ekspresi menakutkan yang sekarang dia tampilkan. Bahkan bibir itu melontarkan perkataan sambil berbisik dalam, Angela seperti sedang menonton seorang pembunuh berdarah dingin secara live dan obyek korbannya adalah dirinya sendiri.

“Yang tidak sesuai dengan pertemanan nomal.” Timpal Angela profokatif, dari film yang dia tonton bila kau jadi calon korban seorang Psychopath maka berusahalah tenang.

“Apa yang kau harapkan dari orang yang cacat jiwanya seperti aku?” Ujarnya masih dengan senyum setengah bibir yang menghiasi wajah tampannya, senyum yang tidak sampai mata coklat madu yang menerarawang dingin.

Kan Angela harus bagaimana lagi?. Semakin lama pembicaraan mereka membuat Angela panas dingin.

“Aku tidak mengerti yang kau bicarakan Chanyeol-ssi ” Ucap Angela berusaha menjaga suaranya tidak bergetar. Lawan bicara Angela hanya memasang senyum merekah khas Joker tanpa mau alih-alih menjawab kebingungan Angela. Membuat Angela dalam kesusahan sepertinya kesenangan sendiri untuk seorang Park Chanyeol.

“Chanyeol-ssi  kalau tidak ada yang ingin di bicarakan lagi, aku akan pergi.” Angela rasa cukup sudah pembicaraan tidak menyenangkan ini berlangsung. Dia harus kembali ketempat temannya berkumpul dan mencari Raemi yang belum datang juga.

“Kenapa buru-buru sekali, kenapa tidak meminta tanda tangan atau foto dahulu sebelum pergi.” Kali ini nada bicara dan raut wajahnya tidak semenyeramkan Park Chanyeol 3 menit yang lalu.

“Tidak usah nanti merepotkan. Aku pergi saja ya.”

“Tidak, Tidak. Serahkan Handphonemu saja sini” Pintanya keras kepala. Bahkan Chanyeol sudah menjulurkan tangan panjangnya kearah Angela. “Mau apa?” Walaupun sedikit terpaksa, tapi pada akhirnya Angela tetap menuruti permintaan pria ini.

“Memberimu kenangan terindah.” Ujarnya sambil mengarahkan kamera depan Iphone Angela dan mulai mengambil beberapa foto wajah closs up dengan berbagai gaya. Sekarang seyum manis yang menghilang itu ikut ditampilkan.

Really fake smile.

Setelah menyimpan foto selca dirinya sendiri, Chanyeol masih menggenggam Iphone Angela beberapa saat sambil tersenyum misterius. Angela ingin merebut saja hanphone di genggaman tangannya itu. Tapi merasa segan karna pria ini lebih tua dari Angela.

“Ini.” Chanyeol menyodorkan Hanphone Angela dengan kasar.

Dan perkataan lelaki itu setelah Angela memasukkan iphonenya kedalam saku jeans membuat Angela menyesal mengatakannya tadi.

“Aku menunggu kau menepati janjimu untuk menjadi pengganti wanita iblis itu. Sampai mati aku akan menagihnya My Sweet Angel.”

Terangnya dengan senyum ceria yang tidak sampai mata indahnya.

~~

Angela menyernyitkan dahi ketika gendang telinganya mengenali suara pemberitahuan pesan pada aplikasi ktalk-nya. Sedikit kesusahan saat salah satu tangan bebasnya, -yang tidak menggenggam tumpukan buku culinary, anatomy and patofisiology, dan chemitry yang menggunung ditangan kanannya. Sedangkan tangan kiri yang sudah merogoh handphone pada saku mantel Angela juga bekerja ekstra untuk mendorong pintu perpustakaan.  Angela mengusap layar Iphone 5 + nya dan ditampilkan pada kenyataan pemberitahuan yang berkedip-kedip semangat pada layar handphonenya.

199 Miss Call

2000 Pesan Line

200 Pesan Instagram

1999 Pesan Kakaotalk,

Dan percayalah itu semua dari satu manusia yang sama.

Angela sama sekali tidak berniat mengangkat telfon nomor itu. Atau pun membalas pesan yang ke 199-

Ting~

Ah ke 2000 sekarang.

Your naughty boys

Aku selalu membayangkan dalam senyum dan hati yang merekah… 14.59

Bagaimana kau dapat menampung segala kesakitanku?. 14.59

Semoga. 15.00

hidup. 15.00

kotormu. 15.00

menyenangkan. 15.00

Write your massage.

Angela segera mengeluarkan layar handphonenya dari pesan Kakao yang entah sudah ke berapa kalinya berisi kalimat-kalimat yang tidak menyenangkan. Pesan teror dan penuh dendam begitu, mungkin akan sangat tidak mengerikan bila kau tidak tahu siapa pengirimnya. Akan tetapi lelaki bodoh satu ini dengan arogan dan sengaja memamerkan jati diri saat pertama kali dan yang terakhir juga Angela mau mengangkat panggilan telfonnya.

Sungguh Angela menyesal menyetujui keinginan gila lelaki itu. Dan sikap sok sopannya yang tidak mau merebut ponselnnya, karna dengan kurang ajar lelaki itu berhasil meneroronya di semua pesan aplikasi yang Angela miliki.

“Angela..” Langkah Angela terhenti begitu saja saat teman satu kelas tampannya sekarang berada dihadapan Angela. Berhasil menghentikan Angela dari lamunannya di depan deretan meja dan kursi duduk di ruang perpuskataan setelah  melewatkan dua meter rak buku yang seharusnya Angela tuju.

Lamunannya berhasil membuat Angela tidak memperhatikan sekitarnya.

” Tadi kau ku panggil di kelas kimia, tapi kau malah melengos duluan. Pura-pura tidak mendengar ya?”  Angela hanya tersenyum tipis menanggapi ucapan Hyoseop dengan senyum lebar dan eyesmile nya, sebenarnya Angela masih sedikit canggung karna kejadian seminggu yang lalu.

“Ah soal yang waktu itu..” perkataan Hyoseop terhenti sejenak karna harus menarik bangku mengikuti gerakan Angela.

“Aku dan Raemi tidak sadar melakukan itu.” Ucapnya datar.

“Mungkin kau ingin tahu si.” Terang Hyoseop karna Angela sama sekali tidak merespon ucapannya.

Angela malah mengabaikan keberadaan Hyoseop dengan pura-pura membuka buka dan mengerjakan soal yang tidak pernah ada. Sebenarnya Angela berusaha mati-matian untuk mengabaikan segala bentuk pesan di ponselnya. Tapi bimbang juga kalau pesan yang masuk dari orang tuanya.

“Kau pulang dengan siapa dari Sungai Han?”

“Hmm.. ada bersama teman.” Ujarnya sedikit berbohong, Angela tidak mah ingat-ingat lagi peristiwa apapun seminggu yang lalu.

“Ohhh… seharusnya kau memanggilku, kita bisa pulang bersama.” Ucap Hyoseop tanpa merasa malu atau bersalah sedikit pun.

Kalau dibilang sudah memnggil dia.

Maka jawabannya adalah iya…

Dan keadaan dirinya pasti tidak akan sadar akan kehadiran seorang Angela.

Bagaimana mungkin dua sejoli yang sedang menempelkan bibirnya bisa sadar kehadiran orang lain sekitar mereka.

Angela tidak keberatan atau kesal si. Tapi dia risih saja melihatnya.

“Sebagai permintaan maaf, bagaimana kalau aku mengajak mu jalan-jalan?” Hyoseop tidak begini saat pertama kali bertemu, dia sopan dan tau menghormati wanita. Tapi semakin lama sikapnya jadi sedikit berlebihan. Sekarang dia jadi suka mengelus atau membelai rambut Angela. Atau yang lebih menjengkelkan, dia sering mengelus-elus tangan Angela tanpa sebab. Yang buat Angela jengkel juga adalah kenyataan dia ini sedang menjalin hubungan dengan teman dekat Angela yang juga teman sekelasnya. Bagaimana kalau Raemi melihat?.

“Tidak terima kasih.” Tolak Angela sopan. “Kau tidak punya salah apapun dengan ku.” Lanjut Angela sambil tersenyum sopan.

“Ah padahal aku juga mau mengenalkanmu dengan sepupuku, kau pasti senang bertemu denganya.”

“Hah siapa?” Senang dengan siapa. Kalau bertemu dengan jodoh baru Angela senang.

“Aku tahu kau suka EXO” Senyum cerahnya kembali lagi. “Jadi aku menggunakan sedikit koneksi yang kekeluargaan”

“Sepupumu anggota EXO?” balas Angela tertarik. Siapa tau dia bisa bertemu member yang lain. Membunuh penasaran sebenarnya.

“Iya, kau terkejutkan?” Timpalnya jenaka sambil mencolek dagu Angela, implusif.

“Siapa memang?” Untuk saat ini kekesalan bisa di ciutkan sedikit.

“Park Chanyeol, dia setampan aku kan?” Untuk saat ini sepertinya Angela mulai menyusun melakukan pembunuhan berencana pada Takdir yang selalu tidak berpihak kepadanya.

Kenapa dari sekian banyak warga Korea Selatan, harus lelaki anggota EXO Bernama

Park Chanyeol.

Sialan! Angela ingin memaki semesta.

Pantas saja pesan lelaki gila itu semalam.

Arggggh….

~~

your naughty boys

Takdir akan mempertemukan, sipendosa dan sipesakit tidak akan lama lagi. 23.00

Bersabarlah sampai malaikat maut mengantarkan mu padaku sayang. 23.05

Write your massage.

~~

*Amigdala: bagian otak yang berfungsi Membentuk serta menyimpan memori yang berhubungan dengan peristiwa emosional.

*Lobus frontal, yaitu bagian terdepan dari otak besar, dimana lobus ini berkaitan dengan fungsi motorik, kemampuan untuk menyelesaikan masalah, kemampuan untuk menilai sesuatu, kreativitas, kemampuan untuk mengontrol perasaan dan perilaku seksual, kemampuan untuk memahami bahasa, membuat alasan, merencanakan sesuatu, dan lain sebagainya.

*Celebrum : otak terbesar dan paling menonjol pada manusia.

Iklan

2 pemikiran pada “[EXOFFI FREELANCE] Obsesif Kompulsif (Chapter 3)

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s