[TAO BIRTHDAY PROJECT] (Iluvia) – Heartbeatlil’girl

(Iluvia) – Heartbeatlil’girl

Starring : Huang Zi Tao | Kel Park | Others.
Genre : Angst(?)
Rating : General

—————-©Heartbeatlil’girl———————

Kulihat, kau hanya duduk terdiam di salah satu kursi kafe. Kau tersenyum kecil ketika melihat salah satu pelayan mengantarkan secangkir kopimu. Kau melihat beberapa foto di tanganmu kemudian kau menyeruput secangkir kopi hangat yang baru saja kau pesan.

Setiap pergantian foto, kau memasang ekspresi yang berbeda. Kali ini, aku melihat kau memandangi foto itu dengan tatapan sendu.

Kau melihat keluar. Mengambil napas kemudian menghembuskannya. Kau berdiri, mengambil langkah ke arah kasir dan keluar.

Hari ini hujan. Sangat deras.

Kau mengambil payungmu, kemudian membukanya. Tanpa pikir panjang, kau langsung mengambil langkah panjang. Tepian punggungmu sedikit basah. Aku tahu kau kedinginan. Tapi, tidak sedingin bagaimana kau memperlakukanku.

Kau mengambil langkah ke halte bus. Berhenti sejenak ketika tepat di depan
halte. Kau kembali menghela napasmu. Aku penasaran. Apa kau masih mengingat semua yang kita lakukan di tempat itu. Haha. Kurasa, tempat itu memiliki banyak kenangan akan kita.

Dari sini, kulihat kau tersenyum kemudian menghapus air mata yang lolos dari mata kananmu.

Aku tahu, kau mulai merindukan hubungan itu. Aku tahu, kau mulai merindukan semua kenangan yang kita buat. Aku tahu, kau mulai merindukanku.

Kau tahu, malam saat itu, tepat tanggal dua Mei dua ribu tiga belas, tepat di halte bus itu, kau dan aku saling mencintai. Kau tertawa dengan lelucon yang aku buat. Tidak peduli dengan tatapan orang – orang. Malam itu juga, hujan turun. Kau menghentikan tawamu dan mulai mengkhawatirkanku. Terus seperti itu sampai akhir dan kau menggenggam tanganku.

Hangat. Dan, nyaman. Itu yang kurasakan.

Beberapa hari berikutnya, kau mulai menghilang bagaikan angin. Tidak ada kabar, tidak ada pesan, dan juga tidak ada kata – kata yang kau ucapkan sama sekali kecuali kau mengucapkan ‘aku mencintaimu’ dan ‘maafkan aku’ berulang kali.

Ini berlangsung selama sebulan.

Sebulan itu juga, hujan turun dengan deras. Seakan – akan hujanlah yang menghiburku kala itu.

Dan tepat setelah sebulan itu, kau mulai menampakkan batang hidungmu di depan rumahku. Meminta naaf, dab kau meminta untuk mengakhiri hubungan inu.

Bodohnya aku, ketika melihatmu datang bersama perempuan itu, membuatku tidak bisa berkata – kata. Membuatku merasa kecil dan tidak mau mempertahankanmu. Dan aku benar – benar seperti orang bodoh yang selalu menunggumu untuk kembali kepadaku.

Tak lama, kau mengirimkanku sebuah undangan yang dihiasi dengan bunga ‘baby breath’ di salah satu sisinya.

Aku muak dengan semua ini.

Aku membenci kisah ini.

Kisah ini bagaikan drama.

Dan aku mengakhirinya dengan drama.

Tepat tanggal dua Mei dua ribu empat belas, tepat di hari pernikahanmu, aku menunjukkan kepadamu bahwa aku tidak sanggup dengan semua ini. Bodoh memang. Bunuh diri adalah salah satu cara yang terpikirkan olehku.

Tepat hari itu juga, hujan kembali turun dengan sangat deras. Hujan yang turun membawa luka. Seperti hari di mana aku membiarkanmu pergi.

– Fin

Iklan

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s