[TAO BIRTHDAY PROJECT] Destroy

Destroy – Riona Spring
||EXO’s Tao (mentioned also BTS’ V and GOT7’s Mark)|| crime, action & slight! politic ||PG-17+|| Oneshoot ||

~Berhati-hatilah kau… jangeo~

Author’s PoV
(Warn! Terdapat ‘sedikit’ kata-kata kasar)

Hah

Hah

Hah

“Hyung, kau disana?”

Napas terburu-buru terdengar berpacu cepat. Dan seakan ingin membunuh waktu, suara berikutnya terdengar menjadi lebih ‘panik’.

“Hyung!! Kau disana?!”

Nada bass tersebut bergetar. Suasana gelap yang meliputi tempat ia berada kini ikut memengaruhi degup jantungnya.

“Apa kau masih hi—

DOR

Suara pistol mendesis. Kini hanya tinggal pemuda itu dengan tampangnya yang ternganga.

Ia jatuh….. dan kepalanya membentur lantai dengan keras. Menyisakan sebuah dengusan puas

“Selamat tinggal, gunner sialan.”

***-***

KRING KRING

“Halo?”

Sambil menguap malas, seorang pria berpakaian berantakan bangkit dari ‘tempat tidurnya’. Ia melirik jam beker, dan di sekon kemudian menyambarnya dan melempar benda itu ke dinding dengan kasar.

Seketika jam tak bersalah itu hancur berkeping-keping

“Cih, pengganggu mimpi saja,” ia mengumpat kesal. Jam itu sudah mengusiknya sejak setengah jam yang lalu.
Menjengkelkan.

“Hei, kau mendengarku tidak?” suara di seberang terdengar. Pria tadi hanya mendengus menanggapinya.

“Hei junior, kau sudah berani tidak sopan padaku sekarang hah?” ucapnya sedikit membentak. Tangan kanannya memegang handphone, sementara tangan kiri mengambil sebuah buku dari balik selimut.

“Kau kira aku menghormatimu, Huang hyung? Tidak. Sama sekali.  Karena di sini aku-lah yang berkuasa,” pemilik suara bass itu menjawab remeh.

Pria itu mendecak tak peduli. “Shut up dan beri tahu apa yang kau inginkan, V. Aku tidak ingin main-main. Sekarang, atau aku tidak akan tinggal diam.”

Terdengar suara tertawa pelan, sekali lagi merendahkan pria Huang itu, “Aigoo, tidak secepat itu, hyung. Tugas kali ini berat—bahkan untukku yang bahkan lebih hebat darimu,” ujarnya congkak, membuat lawan bicaranya semakin geram.

“Katakan.”

“Kau yakin ti—

“Katakan sebelum aku membunuhmu, V.”

Hening seketika.

Ancaman tersebut bernada serius. Pria itu sekalipun tidak pernah bercanda dengan ucapannya.

Beberapa detik kemudian, pria itu kembali bersuara. “Kau dengar, Kim? Jawab sekarang juga.”

Di seberang tampak terkesiap. “Kau sebaiknya jangan terkejut, Huang Zi Tao,” seberang telepon menjawab setelah sesaat terdiam. “Ini tugas yang sangat berat.”

“Jangan membuatku marah sia—

V memotongnya. “Kau harus memburu si ‘jangeo’.” ucapnya singkat, meninggalkan ekspresi terkejut pada lawan bicara.

“Mwo?”

“Dan membunuhnya.”

Pria Huang itu langsung menutup bukunya. “Kau tidak bercanda kan, Kim Taehyung?”

Dehaman mengiyakan terdengar. “Ehm. Sama sekali tidak.”

***-***

“Berikan aku petunjuk jalannya, V.”

Pria Huang—yang biasanya dipanggil Tao itu—berjalan tergesa-gesa. Lorong gelap seakan menjadi satu-satunya teman, menemani setiap langkahnya yang tengah berusaha keluar dari’nya’.

“Pastikan tidak ada yang melihatmu. Aku akan berjaga di dekat markas mereka.”

Tao memakai topengnya, lalu menatap tajam ke depan. “Aku tahu itu, brengsek. Urus saja urusanmu. Jangan sampai kau terbunuh, oleh mereka.”

“Baik, hyung.”

Cahaya redup kemudian terlihat samar-samar di depan mata. Tao mengencangkan genggaman pada senjatanya, dan bersiap keluar dari ‘markas’ tempat ia tinggal. Tujuannya hanya satu kali ini. Memburu jangeo—target terbesar juga tersulit, yang sekaligus musuh bebuyutan kelompoknya.

“Keparat sialan itu… Sekarang apalagi yang dilakukannya?” umpat pria bersorot mata tajam itu tertahan. Sama sekali tak habis pikir mengapa ‘ketua’ sampai mengintrusikan ia untuk memburunya.

“Kau sebaiknya berhati-hati, jangeo. Sebentar lagi kau akan mengatakan selamat tinggal pada namamu…”

***-***

“Dengar hyung. Kau akan masuk 8 menit lagi. Bersiap-siaplah.”

Mengangguk mantap, Tao menajamkan tatapannya. Ia sudah sangat siap menghadapi musuhnya kali ini.

Mark Tuan.

Ketua kepolisian tingkat tertinggi di republik, sekaligus bangsat tak berguna yang bertingkah seperti sampah di balik topeng wajah tampan dan kegesitannya dalam meringkus para penjahat.

Sampah bermarga Tuan itu suka membunuh—terutama orang yang dibencinya. Dan seperti julukannya (yaitu jangeo), ia selalu berhasil berkelit dari kasus yang ia ‘ciptakan’. Entah itu karena dibantu oleh jabatannya, atau karena  kepiawaiannya dalam berbicara dan menutup kasus itu dengan rapi dan tidak berbekas.

“3 menit lagi ia akan keluar, Huang.”

Tao menyiapkan pistolnya. Kepala polisi muda itu akan menghadapi kematiannya sebentar lagi.

Lihat saja nanti.

“Sekarang!”

Lampu seketika padam, memudahkan pria Huang itu bergerak. Sebagian penjaga kelabakan berlari ke ruang bawah tanah, mencari sumber permasalahan. Kesempatan yang bagus untuknya menyelinap dan menaklukan sisa penjaga yang ada.

Bug

Penjaga terakhir berhasil ia kalahkan. Tak sia-sia ia mempelajari kungfu. Mereka semua pingsan, berkat obat tidur yang melekat di sarung tangannya. Ia menyusuri tangga darurat dengan cepat, menuju lantai 5, tempat dimana kepala polisi itu mengambil dan menyusun rencana busuk berikutnya.

“Zitao! Dia kabur lewat jalan pintas! Jangeo sudah mengetahui keberadaanmu!”

Tao mendesis geram. Padahal pistolnya sudah siaga sejak tadi. “Rencana B!” Tanpa basa-basi lagi, ia bergerak ke bawah, memperkecil kemungkinan Mark sialan itu kabur lebih jauh lagi.

“Sial!”

Tao menghentikan langkahnya sejenak. “Kau ada disana, V?” ucapnya berbisik, panik.

“Penjaga mengejarku! Tidak ada rencana B! Kejar dia sampai dapat!”

“Gunner sialan! Pintar juga dia!” Tao mengumpat tertahan. Gunner yang ia maksud adalah Mark. Pria itu lebih suka menyebutnya begitu—karena si jerk itu lebih mirip gunner, yang dapat melesat gesit seperti peluru.

Akhirnya, Tao berhasil keluar dari gedung itu. Dengan mata tajamnya, ia berhasil menangkap sosok itu tengah melarikan diri sendirian di antara truk-truk kepolisian yang terparkir di kegelapan.

“Kutangkap kau!”

Tao mengejar Mark, namun dengan gerakan seminimal mungkin tidak menimbulkan suara. Sudah pasti gunner itu sedang panik karena tidak ada yang menjaganya.

Kesempatan yang bagus.

“2 penjaga menuju keluar, Zitao!”

Tao mengikuti bayangan Mark dari balik sebuah mobil. Mereka berdua tampak berjalan pelan, saling mewaspadai keadaan.

“Hah hah… hyung, kau di sana? Aku berhasil lolos, semua penjaga sudah tertangani.” Terdengar suara V dari alat di telinganya.

“Hyung!! Kau disana?!”

Tao langsung melompati mobil itu. Mark tanpa punya pilihan lain, melarikan diri sekencangnya.

Namun, itu sudah terlambat.

“Kau masih hi—

ÐOR

DOR

Dua peluru berhasil Tao tembakkan. Tepat menyasar jantung Mark dari belakang, membuatnya ambruk seketika.

“Itulah yang kau dapatkan jika berani mencoba membunuh ‘ketua’, bastard.” Sambil  mengeluarkan korek api gas, Tao melangkah maju. Jasad Mark tergeletak menyedihkan.

Pria itu mendengus, tetapi kali ini adalah dengusan puas. Ia melempar korek api menyala itu ke mobil di sebelah Mark, berniat melenyapkan si jangeo itu bersama ledakan api membara.

“Selamat tinggal, gunner sialan.”

FIN

*Jangeo : Belut

Iklan

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s