[BAEKHYUN BIRTHDAY PROJECT] When You were …

19

 

Baekhyun & Yerin || drama ||

.

Jika hidup adalah segala sesuatu yang terduga, mungkin bahagia maupun duka adalah hal biasa yang sama sekali tak istimewa.
Jika hidup adalah segala sesuatu yang mampu ditebak segala kejadian kejadian yang ada didalamnya, maka hari ini kita adalah manusia tanpa adanya rasa. Karena bahagia maupun duka bisa ditebak begitu mudahnya.
“Byun Baekhyun..” Park Jungsu MC terbaik provinsi itu memanggil namaku didepan ribuan pasang mata.
Semua orang yang ada di gedung Sharon Rose bertepuk tangan meriah menyambutku. Langkah demi langkah ku lewati dengan penuh rasa bangga. Panggung bergengsi provinsi itu benar benar sudah aku genggam
dengan kesuksesanku. Kulontarkan senyum kepada semua orang dan wartawan yang tak henti hentinya mengambil gambarku.
Kebahagiaan ini semakin merasuki diriku ketika Bapak Gubernur memberikanku trophy penghargaan sebagai penyanyi muda terbaik. Mata ini benar benar tak sanggup menahan air mata bahagia. Inilah mimpiku, mimpi yang telah lama aku inginkan sejak kecil.
“Baekhyun,, kenapa dari tadi anda melirik kesana kemari? Siapa yang anda cari?” Tanya MC itu.
“Eh.. uh.. saya mencari sahabat saya, dia berjanji kalau saya sudah sukses dan ada dipanggung ini dia akan datang dan duduk dibarisan paling depan. Tapi, kenyataannya dia tak ada sekarang” jawabku.
“Sahabat laki-laki?”
“Bukan, namanya Yerin, dia adik kelas saya waktu SMA. Saya masih ingat terakhir ketemu Yerin setelah pengumuman kelulusan kelas XII, sekitar dua tahun yang lalu. Kalau rindu iya, sungguh sangat rindu. Apalagi kata kata terakhirnya yang tak bisa aku lupakan sampai detik ini” kataku tanpa sadar.
Semua orang di Gedung Sharon Rose bertepuk tangan untuk yang kesekian kalinya. Aku tak tau mengapa mereka bertepuk tangan mendengar cerita singkatku. ***
Tiga jam berlalu, malam mulai larut. Aku masih saja menunggu kedatangan Yerin yang belum ada titik kepastiannya.
‘Yerin.. dimana kamu? Kenapa kamu nggak datang? Kamu masih ingat sama aku? Aku masih di Gedung Sharon Rose. Baekhyun’
Aku mengirim sms untuk Yerin yang nomor ponselnya masih aku simpan di Notesku. Aku sudah berkali kali dalam seminggu ini mengirim sms untuk Yerin, tapi sama sekali tak ada jawaban. Apakah Yerin sudah lupa denganku? Masih ingatkah dia dengan janji janjinya? Seperti apa dia sekarang? Pertanyaan pertanyaan itu tak henti hentinya mucul di fikiranku.
Tiba tiba ponsel ku berbunyi, kulihat ada sebuah pesan masuk. Aku harap itu balasan sms dari Yerin. Jentungku berdegup kencang, tanganku bergetar, hati ini tak mampu mengelak rasa bahagia. Aku menekan tombol “OK” secara perlahan. Betapa kagetnya aku melihat sms yang ku baca. Refleks aku benar benar kecewa, ini bukan sms dari Yerin, melainkan dari operator. Arrrghh, aku lemparkan ponsel ke atas sofa empuk yang tersedia di Backstage.
Tak selang lama, ponselku berdering lagi. Mungkin itu dari operator lagi. Aku benar benar masih sangat kesal. ‘Baekhyunku.. 😝 aku Yerin, maaf kemaren sms kamu nggak aku bales 😁 aku sengaja, aku masih inget kok sama kamu..😊 kita kan pernah janji nggak bakalan kontak*an sebelum semua diantara kita berhasil meraih mimpi kita masing*..maaf aku nggak bisa dateng, kalau kamu bisa, temui aku di Hall Namsan sekarang.. 😀’
Hanya dua kata untukku saat ini “BAHAGIA SANGAT”. Tanpa pikir panjang aku bergegas menuju Hall Namsan yang hanya berjarak sekitar 1 km dari Gedung Sharon Rose. Aku memakai jaket milik kakakku, memakai kacamata hitam, dan memakai topi. Agar semua orang tidak mengenaliku, dan aku bisa terhindar dari wartawan. Dijalan yang aku pikirkan hanya Yerin.. Yerin.. dan Yerin yang sangat kurindukan semua tentangnya.
***
Kulihat puluhan mobil mewah terparkir rapi didepan Hall Namsan. Aku semakin ragu melangkahkan kakiku untuk masuk di Hall itu. Hanya mondar mandir menatap indahnya ribuan bintang dilangit. Gerak gerikku ternyata dipernatikan oleh Satpam Hall Namsan.
“Maaf tuan, sedang apa kamu disini?” Tanya pak satpam.
“Saya mau cari Yerin pak,”
“Bu Yerin maksutmu?”
“Aa iya bisa jadi.. dimana sekarang?” “Boleh lihat undangannya?” kata pak satpam tegas.
“Maaf pak, nggak ada”
“Maaf, nggak boleh masuk, silahkan pergi” usirnya perlahan.
“Pak.. ijinkan saya masuk, sudah dua tahun saya nggak bertemu dengannya, dia sahabat saya pak..” kataku iba.
“Kamu Baekhyun? Boleh lihat KTP nya?”
Aku menunjukkan KTPku pada pak Satpam, akhirnya aku berhasil masuk. Jelas saja pak satpam tidak percaya denganku, penampilanku saja seperti bukan orang berpendidikan.
Pak satpam mengatarku menuju sebuah ruangan di hall. Mungkin itu ruangan tempat Yerin berada sekarang. Hatiku berdegup kencang, aku sangat bahagia. Aku membuka pintu secara perlahan. Tiba tiba, ada yang mendekap wajahku dari belakang, dan aku tak sadarkan diri. ***
Aku membuka mataku, sungguh sangat berat. Aku mencoba membuka mataku lagi dan menguceknya dengan tanganku.
Kulihat ratusan pasang mata didepanku, shock ! Kaget ! iya ! itu yang aku rasakan saat ini. Aku melihat diriku berkemeja rapi bersama dua orang asing disampingku.
“Baekhyun, sudah bangun?” kata orang asing itu. “Dimana aku? Kenapa aku disini? Dan.. dan.. siapa kalian?” tanyaku gugup.
“Ssssttt..” katanya sambil meletakkan telunjuknya didepan mulutku.
“Sii..sia…..” perkataanku dipotong olehnya.
“Aku sahabatmu, Yerin.. Maaf, aku sengaja membuat surprise untukmu.”
“Yerin… aku dari tadi menunggumu” kataku sambil memeluknya.
Semua orang di Hall memberiku tepuk tangan meriah. Aku duduk disamping Yerin diatas kursi merah yang ada diatas panggung.
“Baekhyun.. masihkah kamu ingat waktu kita duduk ditaman sekolah, itu adalah hal yang paling aku sukai, bersamamu. Walaupun hari itu terakhir melihatmu.. tapi, aku bahagia, karena aku bisa mengatakan yang sebenarnya, dalam hatiku, menyayangimu sahabatku” kata Yerin menitihkan air mata.
“Iya Yerin.. kamu sahabatku yang paling aku sayangi, kamu ingat janji kita dulu, kita akan bertemu di tanggal ini, 16 Mei empat tahun setelah kelulusanku. Dengan sudah menggenggam mimpi yang telah kita tulis di kertas lalu kita terbangkan dengan balon udara. Kamu ingin menjadi seorang pelukis internasional dan aku ingin menjadi penyanyi internasional.”
“Iya aku ingat Baekhyun, aku sudah meraihnya.” Kata Yerin sambil memegang tanganku.
“Sahabatku, aku menunggumu dari dulu sampai sekarang, aku.. mencintaimu Yerin”
“Aku.. juga mencintaimu Baekhyun,” ujar Yerin, air mata menetes dipipinya mulusnya.
Ku daratkan bibirku ke kening Yerin, seseorang yang sangat aku cintai dan aku rindukan.

 

 

Iklan

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s