[BAEKHYUN BIRTHDAY PROJECT] The Story That I Dont Wanna Believe – Park Rin

27

.

Cast : Baekhyun
Rin (OC)
Gendre : Romance, Angst
Rating : PG-13

.

Sebuah cerita dimana aku sama sekali tidak bisa mempercayainya. Sebuah cerita yang ku kira akan berakhir bahagia. Sebuah cerita yang selalu membuatku menyesal setiap kali mengingatnya.

Aku menyesal aku menyesal saat aku mulai mencintai gadis berambut pendek yang selalu tersenyum saat melihatku. Selalu menepuk bahuku saat aku merasa lelah, dan selalu tertawa saat aku bahagia.

Aku menyesal aku menyesal saat aku mulai terlalu mencintainya hingga semua menjadi buta. Sebuah kegelapan yang membuatku harus menderita.

Jika saja malam itu aku bisa menahan diriku untuk tak meluapkan emosiku. Mungkin saja sekarang aku masih melihat kekasihku tersenyum sambil bersandar dipundakku. Mungkin saja sekarang aku bisa mengusap rambut kecoklatannya.

***

Aku menepis tangannya, saat tangan itu memegang pundakku. Bisa ku lihat air mata itu masih mengalir di pipi kurusnya. Jujur saja, aku benci melihatnya menangis seperti ini.

Aku bisa menjelaskannya, Baek. Ucapnya saat aku bertemu kembali dengan matanya.

Apa lagi kali ini, Rin? Tanyaku marah. Apa kau akan mengatakan bahwa itu sebuah ketidak sengajaan? Atau itu semua hanya sebuah lelucon sesama teman? Tanyaku lagi.

Gadis itu terdiam, ia menundukkan kepalanya. Aku punya alasan yang kuat, Baek. Tetapi aku tak bisa mengatakannya sekarang. Ucapnya lirih.

Aku mulai mengepalkan tanganku. Kenapa tidak sekarang?

Tunggu sebentar lagi dan akan kupastikan bahwa ini semua tidak seperti apa yang kau

Ponsel kekasihku berdering, dengan cepat aku mengambilnya dari genggamannya. Emosiku makin tak terkontrol saat melihat nama yang tertera disana. Aku membanting keras ponsel itu, sehingga barang persegi itu hancur berkeping-keping.
Kakiku berjalan cepat menuju pintu sambil menenteng coat hitam di genggamanku. Aku sudah tidak peduli seberapa kencang gadis itu memanggilku, atau seberapa keras ia berusaha meraih lenganku. Hal yang aku pedulikan hanyalah bagaimana aku bisa keluar dari sini dan menenangkan emosiku yang meledak.

Aku masih bisa mendengar suara kekasihku saat aku mulai menyebrang jalan diluar sana. Namun, bodohnya aku aku tidak mendengar apa yang ia katakan saat itu. Hingga sebuah cahaya putih datang mendekat, aku menatap cahaya itu sekilas. Sebuah mobil hitam yang melaju kencang dengan suara klakson yang terus menerus berbunyi, setelahnya aku merasakan tubuhku terdorong. Terakhir, aku melihat tubuh gadisku tergeletak di tengah jalan, dengan cairan merah yang mengalir dikepalanya, setelah itu hanya kegelapan yang kulihat.

***

Inilah hal yang ia lakukan bersamaku waktu itu. Ucap laki-laki tinggi dihadapanku dingin, lalu melangkah pergi.

Tanganku gemetar saat menerima sebuah kotak cokelat dengan pita putih di atasnya. Mataku kembali berkaca-kaca setelah bayangan kelam itu datang lagi memenuhi segala penjuru pikiranku.

Perlahan kotak itu aku buka, hal pertama yang kulihat adalah tumpukan foto polaroid yang diikat menggunakan pita anyaman coklat dan sepucuk surat disana.

Happy Birthday Byun Baekhyun!!!

Pertama-tama tolong maafkan aku karena aku pergi bersama Chanyeol. Kau tahukan, satu-satunya fotografer yang aku kenal disini hanya dirinya.

Masih ingat setahun yang lalu aku bertanya tetang hal yang ingin kau inginkan dan kau menjawab kenangan kita? Tentu saja kau ingat bukan?

Saat kau mengatakan kenangan kita, butuh waktu setahun untukku bisa mendapat ide ini. Kuharap kau menyukai kadoku kali ini

Dari orang yang sangat mencintaimu.
Air mataku kembali turun, saat tanganku perlahat meraih polaroid-polaroid disana. Kemudian membuka ikatan pita ayaman coklat disana.

Foto pertama adalah foto di depan istana Gyeongbok, disana Rin terlihat tersenyum menghadap kamera. Tempat dimana kita pertama kali bertemu, jika saja kita tidak bertabrakan aku tidak mungkin mengenalmu. Tulisnya disana

Foto kedua adalah foto di sebuah kedai kecil di Dongdaemun, disana Rin terlihat berusaha memakan setusuk odeng. Tempat dimana kita saling bertukar nomor ponsel, jika saja aku tidak lupa membawa dompet pasti kita hanya jadi sebatas kenalan.

Foto ketiga adalah foto di sebuah PC bangs, disana Rin terlihat sedang bermain League of Legends. Tempat dimana kita menjadi lebih dekat, jika saja aku tidak suka bermain game, kita pasti tidak dekat.”

Foto keempat adalah foto di apartemennya yang lama, tepatnya di sofa merahnya. Rin terlihat menggenggam soju di tangan kanannya. Tempat dimana kau mengajakku berkencan, jika saja tidak ada soju pasti kau tidak mau mengutarakan perasaanmu.

Foto kelima adalah di bawah pohon cherry blossom, disana Rin duduk di atas karpet piknik sambil menggenggam sebuah cake strawberry. Tempat dimana kita melakukan first date, jika saja hari itu aku mendapat pekerjaan, kau pasti tidak akan mengajakku kesini untuk menghiburku.

Foto keenam adalah di depan sebuah restoran ramen, disana Rin terlihat berdiri dengan posisi menyamping sambil menutup mata. Tempat dimana kita melakukan first kiss, jika saja hari itu aku tidak marah, kau pasti tidak akan menciumku.

Foto ketujuh adalah di sebuah restoran mewah namssan tower, disana Rin terlihat duduk sambil memegang segelas wine. Tempat dimana kita merayakan hari jadi kita yang pertama, jika saja kau jadi pergi keluar negeri waktu itu, kau pasti tidak bisa melamarku hari itu.

Foto kedelapan, sekaligus foto terakhir adalah foto disebuah gereja sederhana, Rin terlihat berdiri dengan sebuah karangan bunga di genggamannya. Tempat dimana kita akan mengatakan janji suci kita, aku berharap tidak ada sesuatu yang terjadi sampai hari itu tiba.

Setelah itu aku merasa dadaku makin sesak. Air mataku turun makin tak terkendali, isakan-isakan yang tadinya sekuat tenaga kutahan kini meluap. Sungguh, cerita ini begitu pilu. Aku tidak ingin mempercayainya.

END

Iklan

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s