[BAEKHYUN BIRTHDAY PROJECT] Only One – Hira1309

44

Cast: Byun Baekhyun (EXO), Kim Joon-Myun (EXO), Yoon Min-Hwa (oc)
Romance, Sad Ending, Oneshoot

.

Annyeonghaseo, perkenalkan namaku Byun Baek Hyun. Aku adalah mahasiswa kedokteran yang akan menjalankan residensi selama 2 tahun di Asan Medical Center Seoul. Saat ini aku harus mencari kosan sendiri. Setelah mencari-cari akhirnya aku menemukan sebuah rumah yang berisi 3 kamar kosan. Rumah tersebut cukup nyaman untuk ditempati. Ketika masuk melalui pintu depan, terdapat ruang tengah, sebelah kiri dapur dan ruang makan, sebelah kanan berderet 3 kamar, kamar pertama adalah kamar yang akan ku tempati, kamar keduanya belum ditempati, dan kamar ketiga sudah ditempati oleh sunbae ku, Kim Joon Myun, dia 1 tahun diatasku, dia sedang menjalani residen tahun kedua di rumah sakit yang sama. Disana, sunbae ku membatu membereskan barangku. Seketika kami menjadi teman dekat. Jam sudah menunjukkan pukul 9 malam dan kami pun memutuskan untuk beristirahat. Jam 12 malam aku masih belum bisa tidur. Kriett.. Brukk..Aww.. Terdengar suara pintu dibuka dan suara teriakan seorang perempuan. Aku pun segera keluar kamar, aku tidak melihat terlalu jelas karena lampu di ruang tengah di matikan. Aku pun menyalakan lampu.
Baekhyun:Aaaa!!
Min-Hwa:Aaaa!!
Joon-Myun yang mendengar keributan segera keluar kamar, ia kaget karena perempuan tersebut menggunakan masker bergambar panda.
Joon-Myun:Aaaa!
Baekhyun:Kamu siapa? Ngapain kamu disini? Ngapain kamu pake masker?
Joon-Myun:Kamu orang kan?
Min-Hwa:[segera melepaskan maskernya], a..a..anyeonghaseo, perkenalkan namaku Yoon Min-Hwa. Aku penyewa di kamar tengah, aku pake masker biar kulit aku bagus, dan aku orang, ada yang belum di jawab?
Baekhyun:Min-Hwa yang itukan, yang dulu pindah ke inggris? Perkenalkan aku Byun Baekhyun
Min-Hwa:Apakah aku mengenalmu? Eh. Kamu Byun Baekhyun? Yang kaya cewe itu bukan?
Joon-Myun:Kalian saling mengenal? Perkenalkan namaku Kim Joon-Myun. Sebeumnya tadi kamu kesandung meja ya? Lututmu berdarah tuh.
Baekhyun pun baru menyadari bahwa darah mengucur dari lutut Min-Hwa, ia sigap mengambil kotak P3K dari kamarnya dan langsung menarik Min-Hwa untuk duduk di sofa dan segera menangani pendarahannya. Setelah itu Joon-Myun langsung menyruh mereka berdua untuk beristirahat. Esok paginya Min-Hwa tidak ada dirumah. Joon-Myun pun menghampiri Baekhyun yang sedang memakan sarapannya.
Joon-Myun:Darimana kamu mengenal dia? Dan mengapa dia terlihat seperti membencimu?
Baekhyun:darimana sunbae tau kalau dia membenciku?
Joon-Myun:aku mengetahuinya dari tatapannya, aku pandai membaca muka orang, kau tahu itu? Sekarang ceritakan dari awal sampai akhir
Baekhyun:aku dan Min-Hwa sekelas saat SD, aku menyukai dia, namun aku terlalu malu untuk mengatakannya. Dia dari awal begitu membenciku. Dia mengatakan bahwa aku seperti perempuan. Saat kelas 6, dia pindah ke inggris begitu saja tanpa pamit.
Joon-Myun:dan apakan kamu masih suka sama dia?
Baekhyun:entahlah. Ternyata temanku memberitahu bahwa Min-Hwa juga residen baru sepertiku di rumah sakit dan departemen yang sama.
Joon-Myun:uih, ini yang dinamakan jodoh
Besoknya adalah hari pertama mereka residen. Baekhyun mengajak Min-Hwa mengobrol hanya dibalas singkat dengan nada jutek. Masa residen sudah berjalan selama 15 bulan. Baekhyun dan Min-Hwa selalu masuk dalam satu kelompok yang sama. Meskipun Min-Hwa tidak menyukai baekhyun, namun lama kelamaan Min-Hwa tidak terlalu membenci baekhyun lagi. Baekhyun pun meyakinkan diri tentang perasaan suka yang dimilikinya terhadap Min-Hwa. 1 bulan berlalu baekhyun berniat untuk menyatakan perasaannya. Ia sudah menyiapkan semuanya termasuk cincin yang akan ia berikan. Namun pagi hari itu Min-Hwa tidak keluar dari kamarnya. Ketika baekhyun akan mengetuk pintunya, pintunya terbuka, tidak ada apa apa didalamnya, semua barang sudah dipindahkan. Baekhyun mencari Min-Hwa, menanyakan ke semua temannya, namun ia masih tidak menemukan Min-Hwa. Seminggu setelah menghilangnya Min-Hwa, Baekhyun berjalan di lorong rawat inap VIP di rumah sakit, Baekhyun sekilas melihat seorang perempuan yang menggunakan baju pasien didorong menggunakan kursi roda dan ia terlihat seperti Min-Hwa. Baekhyun awalnya ingin menghampiri pasien tersebut, namun ia berfikir tidak mungkin jika Min-Hwa dirwat dirumah sakit.
5 bulan sebelum Baekhyun menyelesaikan residennya. Masih tak ada kabar tentang Min-Hwa. Baekhyun masih menyimpan rasa suka terhadap Min-Hwa, dan masih menyesali ia tidak mengatakan perasaanya sejak awal. Setiap hari Baekhyun masih mencari dan memikirkan Min-Hwa. Mengapa dia pergi begitu saja. Mengapa dia selalu pergi tanpa pamit. Apakah dia telah melakukan sesuatu yang salah sehingga membuat Min-Hwa pergi.
4 bulan berlalu, hanya tersisa 1 bulan untuk Baekhyun menyelesaikan residennya. Siang itu, ketika jam makan siang Joon-Myun sunbae menghampirinya. Sunbae yang biasanya menghampiri dengan senyum di wajahnya, kini menghampirinya dengan wajah muram.
Joon-Myun:Baekhyun-ah, miane, kamu harus ikut denganku sekarang
Ia mengajak baekhyun ke ruang rawat inap pasien VIP. Sesampainya di sana, ia melihat seorang perempuan berbaring koma diatas kasur, bernafas dibantu dengan mesin. Itu adalah Min-Hwa. Baekhyun langsung menghampirinya dengan mata berkaca-kaca. Joon-Myun sunbae memberikan sepucuk surat kepada Baekhyun.
Joon-Myun: sebelumya aku meminta maaf, sebenarnya dari sebelum Min-Hwa serumah dengan kita, dia sudah menjadi pasienku, dia mengidap Pneumonia (*terdapat cairan dalam paru-paru yang menyebabkan pengidap sulit bernafas). Min-Hwa bilang kepadaku untuk tidak memberitahu kamu dan meyuruh kamu membaca surat itu jika sudah tiada. Awalnya aku akan memberikan surat ini ketika dia sudah meninggal, namun kamu adalah teman baikku. Ia hanya dapat hidup kurang dari sebulan
Baekhyun sedih melihat keadaan Min-Hwa. Ia sangat menyukainya. Min-Hwa adalah cinta pertamanya. Selama ini dia tidah pernah mencari perempuan lain selain Min-Hwa, walaupun Min-Hwa membencinya. Selama seminggu Baekhyun menemani Min-Hwa di rumah sakit. Min-Hwa pun siuman. Baekhyun terbangun, dan kaget melihat Min-Hwa yang siuman.
Baekhyun:Min-Hwa kamu bangun! Dok..
Min-Hwa:[menarik tangan baekhyun] hyun-ah, [meneteskan air mata] miane…
Baekhyun:tidak apa-apa, kondisimulah yang penting, aku harus memanggil Joon-Myun sunbae oke
Joon-Myun sunbae selaku dokter yang merawat Min-Hwa segera datang.
Joon-Myun:untunglah, aku bersyukur kamu siuman. Ohya, maaf, aku sudah memberikan surat itu kepadanya. Hehe. Baeknyun-ah, buat Min-Hwa senang oke, jangan membuat dia sedih.
Min-Hwa;kamu belum membaca suratnya kan? Jawab dengan jujur
Baekhyun:iya, apakah kamu tak kesal dengan ku lagi? [dengan nada bercanca]
Min-Hwa:[tertawa kecil] saat ini kamu harus melupakan ku yang lalu, saat ini aku tidak membencimu, dan aku memiliki 1 permintaan.
Baekhyun:permintaan apa itu?
Min-Hwa:aku ingin berjalan jalan di taman di luar rumah sakit dengan mu, seperti [mengecilkan suaranya] pasangan pada umumnya
Baekhyun:[pura pura tak mendengar] tadi apa katamu? Aku kurang jelas mendengarnya
Min-Hwa:ya intinya aku ingin jalan jalan di taman di luar rumah sakit dengan mu seharian [tersipu malu]
Baekhyun;Joon-Myun sunbae, apakah itu tidak apa apa?
Min-Hwa;[ngode ke Joon-Myun sunbae agar baekhyun pergi dari ruangan agar mereka bisa berbicra 4 mata]
Joon-Myun:e..eh.. Baekhyun-ah, aku baru ingat tadi e..kepala departemen mu memanggilmu
Baekhyun:benarkah? Min-Hwa maaf aku harus pergi [segera meninggalkan ruangan ketika tahu kepala departemennya yang galak memanggilnya]
Joon-Myun:Min-Hwa-ssi, kamu tahu kamu tudak bisa pergi menginggalkan rumah sakit ini
Min-Hwa:ya, aku tahu itu, dan aku juga tahu bahwa aku hanya akan hidup beberapa hari lagi, jadi biarkan aku pergi sehari saja. Ini adalah keinginan terakhirku.
Joon-Myun;baiklah jika ini keinginan mu, aku tak bisa memaksa, tapi kamu keluah harus bawa tabung oksigen dan meminum obat dulu sebelum kamu pergi, dan jangan memaksakan diri jika kamu merasa pusing oke
Min-Hwa:okee
Esoknya, Baekhyun mengajak Min-Hwa ke taman kota. Membantunya berjalan, karena Min-Hwa tidak mau menggunakan kursi roda. Baekhyun sudah membawa cincin yang akan ia berikan kepada Min-Hwa, ia tidak akan menyia nyiakan kesempatan lagi. Saat itu sedang musim semi dan matahari mulai meninggi. Min-Hwa yang terlihat mulai pucat membuat Baekhyun khawatir. Berkali-kali Baekhyun menyarankan agar kembali ke rumah sakit, namun Min-Hwa menolaknya. Mereka pun duduk di bangku taman untuk beristirahat sejenak. Baekhyun pun menyatakan perasaanya. Min-Hwa tersenyum, ketika ia akan menjawab, tubuh Min-Hwa menjadi lemas dan ia pun pingsan. Baekhyun yang dirundung rasa bersalah telah membawa Min-Hwa keluar dari rumah sakit bergegas pergi ke rumah sakit menggendong Min-Hwa yang pingsan. Sesampainya di rumah sakit Min-Hwa langsung mendapatkan pertolongan, Baekhyun merasa sangat cemas. Besoknya baekhyun yang masih menunggu Min-Hwa siuman dengan rasa bersalah. Min-Hwa pun siuman .
Baekhyun:Min-Hwa! Maaf kan aku ya, aku seharusnya tidak membawamu keluar rumah sakit
Min-Hwa:Hyun-ah, tidak apa apa
Baekhyun:[memakaikan cincin] ini untukmu, maafkan aku tidak memberikan ini secepatnya
Min-Hwa:gomawo, miane, saranghae nae Baekhyun
Min-Hwa pun menghembuskan nafasnya untuk terakhir kali. Baekhyun menangis karena tidak bisa berbuat lebih untuk Min-Hwa. Setelah upacara pemakaman, Baekhyun membaca surat dari Min-Hwa. Surat itu berisi permintaan maaf Min-Hwa karena sengaja membenci Baekhyun. Juga, alasan sebenarnya Min-Hwa membenci Baekhyun dari dulu karena dia tidak mau menyakiti perasaan Baekhyun. Dari dulu dia sudah menyukai Baekhyun, cuma dia tau dia mengidap penyakit yang mematikan, dan dia tidak mau membuat Baekhyun sedih ketika dia menginggalkan Baekhyun untuk selamanya. Min-Hwa juga menuliskan bahwa ia sangan menanti momen Baekhyun menyatakan perasaannya kepadanya karena selama ini Min-Hwa juga menyukai Baekhyun.

Iklan

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s