[BAEKHYUN BIRTHDAY PROJECT] My Secretmate

b30024827d388c9972755698bad05d34.jpg

[BAEKHYUN BIRTHDAY PROJECT] My Secretmate – oppanicorn

Cast: Baekhyun, Chanyeol & Yoona.

Genre: Friendship, romance, mistery.

Langit jingga kota Soul saat ini sangat cerah, maklum saja, hari ini adalah hari pertama musim panas dimulai.

Biasanya, Namja bermarga Byun ini akan pergi entah sekedar bermain dengan Toben atau tidur. Tapi kali ini, ia kesal karena yeoja memaksanya menunggu terlalu lama.

Seandainya saja, Chanyeol tidak membawa Toben pergi ke salon.

“Baekhyun-ahh maaf menunggu terlalu lama, kita jadi ‘kan?” Baekhyun hanya mengangguk tanpa menatap wajah yeoja yang saat ini menatapnya sendu.

Yoona dan Baekhyun memang bersahabat sejak 7 tahun lalu. Tepat Baekhyun datang dari Busan dan menetap di rumah sebelahnya.

Yoona sama seperti Baekhyun. Orang tuanya selalu sibuk tak jarang meninggalkan mereka di rumah sendirian. Tetapi, jujur saja selama ini Baekhyun tak pernah melihat kedua orang tua Yoona.

“Hei, kau membawaku kesini untuk apa? untuk membuat kaki ku pegal berdiri di toko kain murahan ini selama ber jam jam?”

Ucapan Baekhyun menyadarkan Yoona bahwa mereka sudah sampai di toko kain yang harganya lebih murah daripada sandal jepit lusuh milik Baekhyun.

“Ah mianhae, kau tunggu saja diluar kalau lelah. Aku akan membeli beberapa kain tak sampai satu jam,”

Baekhyun hanya mendengus dan membiarkan Yeoja itu masuk sendirian.

Kalau bukan karena rasa kasihan, lebih baik Baekhyun menyusul Chanyeol dan Toben ke salon.

Baekhyun ingin mempunyai sifat cuek Chanyeol yang tidak peduli dengan Yoona, padahal mereka berteman sejak lama. Mungkin karena rumah nya yang berdekatan dengan yeoja itu dia menjadi kasihan.

“Ck! Kau membuatku menunggu hampir sejam hanya untuk membeli kain lusuh itu?”

Baekhyun menatap sebal ke arah Yoona yang menjijing kantong keresek berwarna putih. Isinya ada sebuah kain berwarna mocca.

“Ah bukannya kau suka dengan warnanya, Baekhyun-ahh?”

“Tetap saja kain lusuh itu membuatku kesal.”

Kali ini yeoja berwajah imut itu tertawa pelan lalu menatap Baekhyun. “Baekhyun-ah, kau terpaksa kan mengantarku kesini? Kenapa kau tak menyusul Chanyeol saja?”

Kali ini giliran Baekhyun yang menatap Yoona bingung. “Dari mana kau tahu? Chanyeol ada di salon?”

Yeoja itu tertawa pelan. “Kau tak perlu tahu,”

Lagi dan lagi Baekhyun hanya mengendikan bahu, dia benar benar tak merepotkan hal itu.

“Yak kau curang sekali!” Baekhyun membanting stick PS itu ke lantai. Untung saja berlapis karpet jadi tidak menimbulkan bunyi terlalu keras.

Chanyeol tersenyum remeh. “Skill mu saja saja yang rendahan.”

Baekhyun tak merespon ucapan Chanyeol, dia memutuskan pergi ke dapur untuk mengambil minuman dingin. Entah kenapa musim panas kali ini membuatnya cepat merasa haus.

“Baekhyun-ahh!” Baekhyun terkejut melihat keberadaan Yoona sudah ada disebelahnya. Ia menatap Chanyeol sebentar yang tak jauh di dekatnya, tapi namja itu cuek seolah tak peduli dengan kedatangan Yoona.

“Ne, kenapa kesini?” Ucapan Baekhyun terdengar jutek.

“Kau tak sekolah?”

“Aku dan Chanyeol membolos hari ini,”

“Tidak boleh, eomma dan appa mu akan marah kalau kau membolos,”

“Tapi eomma dan appa sedang sibuk.”

Baekhyun sebal jika sudah seperti ini, Yoona selalu saja ikut campur masalahnya.

“Baiklah, aku juga akan membolos hari ini.”

Namja itu menggeram kesal, dia berpikir bahwa Yoona itu buntutnya. Selalu mengikuti kemana dan apa yang Baekhyun lakukan. Mungkin kalau Baekhyun menceburkan diri ke Sungai Amazon, yeoja itu ikut ikutan.

“Baiklah, kau buatkan aku dan Chanyeol minuman, ne? Arraseo?” Yoona mengangguk.

Yoona membawakan dua minuman untuk Baekhyun dan Chanyeol.

Baekhyun langsung mengambil minuman itu dan meneguknya dengan cepat. Berbeda dengan Chanyeol yang tak memperdulikan nya, dia malah asik bermain game.

“Aku ke atas dulu, ne?” Yang Yoona maksud adalah kamarnya. Baekhyun memang memberi kebebabasan pada yeoja itu meskipun dia menyebalkan tapi dia satu satu nya yeoja yang ia percaya selain eomma nya.


“Hei, kau malah tidur disini. Bangunlah dasar yeoja ceroboh!”

Yoona mengulet dan mengucek mata. Ia tertidur di kamar namja cute itu. “Mianhae, aku ngantuk sekali,” diakhiri dengan kekehan khas nya.

“Sudah jamㅡYAK! SAENGIL CHUCKAE BAEKHYUN-ahh” Yoona memeluk Baekhyun erat.

“Kau telat lima menit pabbo, aku baru saja menonton bola.”

“Kenapa kau tak membangunkan ku?”

“Tidurmu nyenyak sekali.”

Yoona hanya tersenyum manis. Dia memeluk Baekhyun lagi. “Sarangheo, Baekhyun.”

“Aku punya sesuatu untukmu,” Yoona melepas pelukannya dan mengambil kain yang sudah ia rajut dengan nama namja itu.

“Aku tahu kau tidak bisa mencintaiku, kau hanya menganggapku Yeoja menyebalkan. Tapi aku sangat mencintaimu, terimalah. Kau bisa memggunakannya untuk mengusap air matamu kelak.”

Yoona berjinjit untuk mencium Baekhyun. Namja itu tak menolak justru membalas ciuman Yoona.

“Kau tak boleh mengotori kamarmu lagi dan tidak boleh membolos lagi. Kau sudah dewasa, jangan manja lagi, ne?” Baekhyun refleks mengangguk.

“Kau juga tidak boleh menjadi yeoja yang menyebalkan, arraseo?” Yoona mengangguk lalu memeluk baekhyun lagi.

“SAENGIL CHUCKAE BYUN BAEKHYUN! HEY BANGUNLAH, KAU SEDANG BERULANG TAHUN PABBO!”

Baekhyun menggeliat. Ditatapnya Chanyeol dan juga eomma dan appanya.

Dia tidak melihat yeoja itu. “Mana Yoona? Tumben sekali dia tidak kesini pagi pagi? padahal tadi malam dia menemaniku tidur.”

“Yak! Siapa Yoona? Kau punya yeojachingu tapi tak bercerita denganku, eoh?” Chanyeol menggodaku.

Baekhyun menatap Chanyeol bingung. “Pabbo, dia itu tetanggaku. Lihat saja tuh kamar kita saja berhadapan, jadi mustahil kau tak mengenalnya!”

Mereka semua menatap seberang kamar Baekhyun.

Eomma memeluk Baekhyun dan memegang kening putranya. “Kau sakit?”

Baekhyun menggeleng. “Rumah itu sudah kosong sejak kita pindah, apa kau mimpi?” Appa menepuk pipi Baekhyun.

“Tidak mungkin. Yeoja itu selalu ada setiap malam dan pagi bersamaku. Kita bersahabat sejak lama dan tadi malam dia adalah orang pertama yang mengucapkan sekaligus memberi kado untukku,”

Chanyeol menjadi gusar. “Baekhyun dengar, selama bertahun tahun kita bersahabat, rumah itu sudah kosong dan terlihat seperti rumah angker.”

Baekhyun menggeleng. “Tidak mungkin, tadi malam dia memberiku ini,” Baekhyun mengambil sapu tangan yang ada disebelahnya lalu menunjukannya pada mereka.

“Daebak!”

“Baekhyunie, kemasi barang barangmu. Kita akan pergi ke Busan lagi,”


Sejak saat itu aku tak pernah kembali lagi ke rumah itu, sampai eomma dan appa ku memeriksakanku ke psikolog.

Orang tuaku menyelidiki asal usul Yoona, ternyata benar rumah itu sudah kosong sejak kami pindah dan yeoja bernama Yoona itu adalah mantan penghuni rumah itu yang meninggal karena bunuh diri akibat tekanan kedua orang tuanya. Lebih jelasnya, appa dan eomma tak mau menceritakan padaku lagi.

“Bogoshipda, Yoona.”

END

Iklan

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s