[BAEKHYUN BIRTHDAY PROJECT] My Little Dandelion

f3e583b9b4516186f11609806770f6bc.jpg

[BAEKHYUN BIRTHDAY PROJECT] My Little Dandelion – Nessa Chan
Baekhyun & Park Seul Ji (OC) –Romance, Angst – G

“You always on my mind , Forever in my heart”

Malam itu malam natal , tidak ada yang special bagi Park Seul di malam natal ini . Salju turun dan orang orang memenuhi jalan . Sebagian dari mereka , berkumpul di kedai minum dan menghabiskan waktu mereka bersama orang yang mereka sayangi . Seul menghentikan langkah nya , Ia menarik nafas dalam dalam . Mata nya tertuju pada satu toko bunga di samping pohon maple yang berguguran itu .
Toko itu sudah tua , usang dan sedikit berdebu . Sejak nenek Byun-sang pemilik toko- meninggal , toko itu sepi pengunjung dan sedikit tidak terawat. Entah kenapa , Seul tertarik ke sana , entah apa yang ia pikirkan . Tapi , toko itu terlihat berbeda di mata Seul .


***
Seul mencoba mendorong pintu itu sepelan mungkin agar tidak menimbulkan suara , tetapi pintu itu malah berderit agak kencang , membuat sang pemuda didalam sana terkejut dan memandang kearahnya .
“Um , Hai” sapa Seul kikuk .
“Hai , Selamat Datang di Byun Flower Shop” Pemuda itu tersenyum ramah. Seul beranjak mengambil beberapa bunga matahari kesukaan adiknya dan menaruhnya di kasir untuk di bungkus .
“Terimakasih” Pemuda itu menyerahkan bunga yang telah di bungkus rapih . Seul terpaku sejenak , ia memandangi name tag yang dipakai sang pemuda itu .
“Terimakasih kembali , dan Selamat Natal , Baekhyun-ssi’
***
Seul memandangi bunga matahari yang ia pegang . Bunga itu tampak layu , tapi tidak memudar . Seolah terus memancarkan sinar kebahagiaan . Banyak orang –termasuk adiknya yang konyol—berkata bahwa bunga matahari melambangkan kebahagiaan . Bagi dirinya , semua bunga sama saja tidak ada bedanya dan tetap tidak bisa mengembalikan kebahagiaannya. Seul beranjak dan memandangi foto adiknya yang terpajang di ruang tamu . Ia meletakkan bunga itu disamping foto adiknya . “Selamat Natal , Park Sol Ji” .
***
Baekhyun tengah melamun ketika pintu toko berderit , menyadarkan Baekhyun dari lamunannya. Gadis itu disana , berdiri dengan mantel tebal dan beanie pink nya . Rambut coklat panjang nya dipenuhi oleh salju , ya tentu saja karena diluar sedang hujan salju . Gadis itu terlihat kedinginan . Oh ayolah , siapa yang tidak kedinginan setelah berjalan kaki melawan salju? . Gadis itu memberikan beberapa bunga matahari untuk dibungkus . “Terimakasih , Nona tunggulah disini , diluar sana masih hujan”
Baekhyun menarik kursi yang ada di dekatnya . “Ah namaku , Park Seul” ucap gadis itu , park seul .
“Ah , Baiklah … Seul-ssi kau mau coklat panas?”
“Ah tidak usah Baekhyun-ssi , aku tidak mau merepotkan mu”
Suasana pun hening , Suara gemuruh salju diluar sana memenuhi ruangan. Baekhyun bukanlah orang yang gampang memulai obrolan .
“Baekhyun-ssi , kenapa kau bekerja disini?” Seul memulai obrolan sambil menatap Baekhyun penasaran.
“Uhm.. Toko bunga ini tidak ada yang mengurus sejak nenek meninggal jadi..-“
Ucapan Baekhyun terpotong oleh Seul
“Bukan , maksudku , kenapa kau bekerja sebagai florist? Biasanya seorang pria akan memilih pekerjaan lain”
Baekhyun sedikit terkejut dengan pertanyaan Seul . Tapi kemudian ia tersenyum.
“Ah maaf , pertanyaanku terlalu tidak sopan ya…” Seul menundukkan kepalanya.
“Hm aku menyukai bunga dari kecil . Bunga melambangkan harapan , kebebasan , kebahagiaan , cinta dan kasih sayang bagiku . Mereka mempunyai arti masing masing . Mereka mungkin terlihat indah tapi mereka juga rapuh . Menjadi florist bukan pekerjaan bagiku , tapi hobi” Baekhyun tersenyum menatap Seul.
“Benarkah? Semua bunga memiliki arti?” Seul menatap Baekhyun penasaran.
“Ya tentu saja , mereka mempunyai nama dan mempunyai arti masing masing Seul-ssi” Baekhyun tertawa kecil melihat ekspresi Seul .
“Kalau begitu , kau suka bunga apa?” Seul sepertinya mulai tertarik , Ia lupa tujuannya kesini hanya untuk membeli bunga.
“Aku suka semua bunga . Tapi sangat suka Dandelion . Dandelion , bunga nya sangat indah semua orang mengagumi keindahan bunga itu , tapi disisi lain bunga itu sangat rapuh , Ia mudah tertiup angin , Ia akan terhempas , terinjak orang , Tapi ia akan tumbuh sebagai bunga baru yang sangat indah . Bunga itu menginspirasiku . Hahaha” Baekhyun tertawa sambil menggaruk kepalanya .
Seul tertegun sejenak . Jadi selama ini yang dikatakan orang orang betul adanya.
***
Hujan salju sudah berhenti , Seul beranjak untuk memakai mantel tebalnya .
“Baekhyun-ssi , Terimakasih . Hari ini aku belajar banyak darimu” Seul tersenyum simpul kepada Baekhyun.
“Sama sama Seul-ssi , Jika ada yang mau ditanyakan jangan sungkan , tanyakan saja kepadaku” Baekhyun balas tersenyum .
***
Suhu pagi hari itu sangat dingin , Jalanan tertumpuk salju tebal . Seul berjalan sejauh 2 km melawan salju untuk pergi menemui Baekhyun. Ya , Seul mulai menyukai baekhyun – sebagai teman –

“Hai Baekhyun!” Seul menghampiri Baekhyun yang sepertinya sedang tergesa-gesa.
“Hai Seul . Sedang apa kau disini?” Baekhyun memasukkan kunci pintu toko nya ke dalam jaket nya yang sedikit kumal .
“Um . Aku mau beli bunga , tapi kelihatannya kau akan pergi ya?” Seul memandangi Baekhyun , Pria itu tampak berpenampilan rapih .
“Ah maaf Seul-ssi , Aku harus pulang ke rumah orangtuaku di Busan . Aku akan kembali setelah urusanku selesai” Baekhyun menatap Seul sambil tersenyum .
Seul merasa ada sesuatu yang aneh , Baekhyun tampak pucat dan terlihat letih . mungkin dia hanya kelelahan .

“Tidak apa-apa Baekhyun-ssi” Seul balas tersenyum kepadanya.
“Ah taxi ku sudah datang , Sampai jumpa Seul-ssi” Baekhyun memasuki taxi nya dengan tergesa-gesa .
Taxi itu bahkan sudah melaju duluan sebelum Seul menjawab ucapan Baekhyun.
Seul menggerutu kecil . Padahal ia ingin menghabiskan waktu bersama Baekhyun . Tidak ada pilihan lain Seul akhirnya pulang kembali ke rumahnya

***
Bungkus mi instan , cemilan , minuman kaleng berserakan di lantai kamar Seul . Ia menendang sampah yang berserakan itu . Ah kenapa dia jadi kesal begini karena kepergian Baekhyun?
Sebenarnya sudah lama sekali ia tidak merasakan sosok “teman” . Kehadiran Baekhyun membuat sosok itu hadir kembali dalam hidup Seul .
Seul mengambil cangkir coklat hangat nya dan berjalan menuju balkon.
Pemandangan pedesaan membuatnya tenang . Seul menarik napasnya perlahan ,
Baekhyun , kurasa aku menyukaimu …

***
2 days later …
Seul berjalan menuju toko Baekhyun , Ia berdoa agar Baekhyun sudah kembali . Dan benar saja , Baekhyun berdiri memakai baju turtle neck putih nya . Ia tersenyum melihat Seul yang berlari menghampirinya .
“Baekhyun-ssi!!! Kau sudah kembali?” Seul terlalu bersemangat . Ia tidak peduli dengan sekitarnya , lagipula itu sudah tengah malam , jalanan sepi , hanya ada mereka berdua.
“Iya , aku kembali Seul-ssi” Baekhyun menatap Seul dengan senyum yang berbeda .
“Baekhyun-ssi , kau baik baik saja?” Seul merasa ada yang aneh dengan Baekhyun .
“Iya … aku baik baik saja , Aku merindukan mu Seul-ssi” Baekhyun memandang kea rah butiran Kristal salju itu .
“Seul-ssi ,Hiduplah dengan bahagia”
“Apa maksudmu , Baekhyun-ssi?!” Seul benar- benar tidak mengerti arah pembicaraan Baekhyun .
“Seul-ah , aku menyukaimu” Baekhyun tertunduk , Ia tersenyum miris.
Suasana hening . Seul diam . Ia membeku . Tidak tahu harus bagaimana
“Maksudmu apa Baekhyun-ssi! Kau tiba tiba saja berkata begini , Kau … Maksudmu apa .. Kau tidak jelas Baekhyun-ssi!” Seul meluapkan seluruh emosi nya , mata nya berkaca kaca . Semua orang yang lewat menatapnya aneh
“Maka itu , tinggalkan lah aku , Lupakan saja , Anggap saja aku tidak pernah datang di kehidupan mu” Baekhyun menghela nafas , ia menatap Seul dalam.
“Kau mau aku meninggalkanmu?! Baiklah , Aku akan melupakan mu! Dasar pria aneh!” Seul menangis , ia beranjak dari tempatnya .
Baekhyun hanya menatapnya dengan sedih
“Selamat tinggal Seul-ah”
***
Seul menangis dikamarnya . “Baekhyun pabo! Apa dia tidak tahu kalau aku menyukainya juga?” rutuk Seul. Seul tidak dapat menahan semuanya lagi , ia membanting beberapa barang nya lalu berteriak dengan keras . Ia bagai orang yang kehilangan jiwanya . Baekhyun menyuruhnya pergi setelah dia mengatakan kalau dia menyukai Seul , Seul benar benar bingung , Ia tidak mengerti harus bagaimana , Baekhyun benar benar aneh malam ini . Mungkin besok ia akan mendapatkan jawabannya.
***

Pagi nya Seul kembali ke toko Baekhyun , Tapi tokonya tutup . Baekhyun tidak ada di sana .
Begitu juga dengan hari hari berikutnya . Tidak ada seorang pun yang tahu kemana perginya Baekhyun.

‘Baekhyun kau ke mana …’
***
5 hari sesudahnya , Seul kembali ke toko bunga itu . Toko itu terlihat mengenaskan dan …
Tunggu .

Kenapa mereka menghancurkan toko nya?
Ada beberapa kuli bangunan merobohkan dinding nya .
Dan satu orang yang menangis di depan toko itu .
Seul berlari mendekati orang itu.

“Bibi , kenapa toko ini dihancurkan?” Sang pemilik mengusap air mata nya , dan menjawab pertanyaan Seul dengan lirih .
“Tidak ada lagi yang akan mengurus toko ini” Seul tertegun sejenak . Apa maksud bibi Byun? Kemana perginya Baekhyun?
“Bibi , Baekhyun kemana? Bukankah dia yang mengurus toko ini?” Bibi Byun sedikit terkjeut , mata nya berkaca-kaca.
“Baekhyun sudah meninggal nak”
***
Angin berhembus pelan menerbangkan sekumpulan Dandelion di rerumputan .

Seul berjalan pelan . Tempat ini sangat indah pantas Baekhyun menyukainya .

“Hai , Baekhyun”

Seul mengusap batu nisan di depannya dan meletakan beberapa buket bunga .

“Maafkan aku , aku baru bisa menemuimu setelah 3 bulan ini . Aku hanya belum siap Baek” Seul menghembuskan nafas nya pelan dan memandangi foto Baekhyun yang ada disana

“Kau terlalu cepat pergi Baek . Kau baru saja menyatakan cinta dan pergi secepat angin , kau tahu?” Seul menutup mata nya pelan .
“Kau pasti senang di sini kan? Banyak dandelion disini , kau suka kan?” Seul membuka matanya ia menatap kearah sekumpulan bunga Dandelion di sekeliling tempat peristirahatan Baekhyun

“Beristirahatlah dengan tenang , Aku mencintaimu Byun Baekhyun , My Little Dandelion”

END

Iklan

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s