[BAEKHYUN BIRTHDAY PROJECT] Forever – dilla lamia

15

 

Main Cast : Baekhyun
Genre : Sad, Romance

Happy reading!

Pertama kali aku menyukai dirimu saat aku masih berusia 16 tahun. Aku memang tidak mengalami masa-masa indah bersama denganmu. Kau bahkan tidak mengenal diriku. Aku mungkin hanya mengetahui sebagian kecil dari kisah hidupmu, karena aku hanyalah ‘secret admirer’.

Tiap kali aku melihatmu tersenyum, aku senang dan membuatku mengerti mengapa aku begitu menyukaimu. Senyumanmu begitu menenangkan, yang biasanya hanya bisa kulihat dari kejauhan agar tidak memberikan akses bagimu untuk menyadari keberadaanku.

Aku selalu menghindar tiap kali kau hampir saja mendapati diriku. Sengaja aku melakukannya, karena aku tak cukup berani untuk berbicara denganmu walaupun aku sangat ingin sekedar menyapamu.

Hal itu tentu saja menyiksaku sendiri dan aku berusaha untuk mengatasi ketakutanku dengan… mencoba. Tapi, aku sadar bahwa aku bukanlah gadis yang enak diajak berbicara. Mungkin, jikalau benar aku dapat berbicara denganmu. Sudah kuyakini aku kehilangan akal dan tampak absurd. Oh ayolah, aku hanya murid biasa di sekolah. Aku bukan termasuk gadis-gadis cantik dan popular yang digencari cowok-cowok keren. Ya, lagi- lagi aku malu dengan kondisi fisikku yang tidak serupa dengan gadis-gadis lain.

Hei, aku bukannya picik dengan tidak menerima kondisi tubuhku yang tidak sesempurna gadis lain. Aku lahir dari keluarga yang bisa di katakan mampu, ok diralat saja. Sangat mampu. Papa dan Mamaku sangat sayang padaku, tapi itu tidak lama setelah aku memasuki bangku SMA. Papa dan Mama sibuk dengan anak baru mereka yang bernama ‘Pekerjaan’ sampai sibuknya, tidak ada jalinan kasih sayang lagi yang biasanya aku rasakan setiap aku butuh.

Aku sudah bilang bahwa aku hanya murid biasa disekolah kan? Itu benar. Aku tidak diantar oleh supir pribadi saat berangkat kesekolah. Aku juga tidak diikuti oleh bodyguard ketika kesekolah. Haha sudah kubilangkan, aku hanya murid biasa dengan latar belakang anak orang mampu yang kekurangan kasih sayang orang tua. Apa itu cukup?

Telah dikatakan ‘lebih’ dari sering aku mengintipmu diam-diam. Ya karena itulah satu-satunya cara yang bisa kulakukan agar aku bisa melihatmu. Berlagak sok detektif yang menguntit pujaan hatinya. Cih

Kadang-kadang, kuintip dirimu yang tengah menghabiskan waktu dengan kekasihmu. Kekasihmu adalah seorang gadis pemilik rambut pirang yang terawat. Namanya Taeyeon. Dia punya iris mata coklat hazel yang sangat cantik dan penampilannya selalu mengikuti tren. Beda jauh denganku. Taeyeon juga ramah dan ia pernah membantuku ke ruang unit kesehatan saat aku hampir pingsan saat upacara. Satu lagi, otaknya sangat cemerlang. Taeyeon juara satu dikelas, maksudku memang kami satu kelas. Dan ia disayangi guru-guru. Menurutku, dialah salah satu contoh manusia sempurna, ya walaupun aku tau bahwa manusia tidak ada yang sempurna di dunia ini.

Kesempurnaan Taeyeon tentu saja membuatku cemburu berat. Aku berandai-andai, jika saja aku menjadi dirinya, pastinya aku senang sekali. Terlebih, ia adalah kekasih dari orang yang kucintai. Apalagi yang kurang dari sosok Taeyeon? Dia dianugerahi dengan berkat yang berlimpah.

Aku ingin sekali menjadi Taeyeon.

Ketika memandang diriku sendiri, aku merasa banyak sekali kekurangan. Aku memang bukan orang yang suka bersyukur. Apakah ini sebuah penderitaan yang tertimpa padaku? Apa ini memang sudah menjadi garis takdirku?

Hati kecilku sakit ketika menyaksikan dirimu senang dengan kekasihmu yang sempurna itu. aku egois, kan?

Namun, apa yang bisa kuperbuat? Aku hanyalah secret admirer. Kau tak mengenal diriku dan aku juga tak punya kaitan apa-apa denganmu. Sebenarnya, ini memang kebodohanaku untuk terus bertahan pada sikap gugupku untuk sekedar berkenalan denganmu. Ya, andai saja aku cukup berani untuk mengenal dan dekat denganmu.

Aku bimbang, sungguh. Dan kebimbangan itu kutumpahkan di dalam tulisan bodoh ini. Sebenarnya, tulisan ini tak akan merubah keadaan kan?

Aku tetap menjadi gadis buruk rupa yang mengharapkan mendapat sang pujaan hati. Semua orang yang membaca tulisan ini pasti membodohi diriku, muak kepadaku, bahkan mengutuk kebodohanku yang fatal ini.

forever

6 tahun kemudian, aku masih saja berpegang pada ketakutanku dan ketakutan itu sendiri yang membuatku patah hati. Kau menikah dengan Taeyeon, tentu tanpa mengundangku. Walaupun tidak diundang, aku tetap datang ke acara pernikahanmu dan mengintipmu lagi seperti kegiatan yang masih kulakukan sejak 6 tahun lalu. Tidak berubah. Aku tidak bisa mendekskripsikan bagaimana rasanya melihat kau tersenyum bahagia dan mencium Taeyeon mesra. Mungkin kalo kau berpikir bahwa urat malu ku sudah putus? Mungkin benar. Datang tanpa diundang? Oh ayolah mungkin urat malu ku memang sudah putus.

Andai aku yang berdiri di sampingmu. Andai aku bisa membuatmu senang. Namun, takdir berkata padaku, bahwa kau bukanlah jodohku.

Sakit rasanya? memang. Aku menyesal dan merutuki kebodohanku. Aku tidak bisa menyalahi takdir karena semua ini terjadi oleh sebab kebodohan yang diajukan oleh otak minim didalam tengkorakku. Bodoh, bodoh. Dan aku bodoh karena masih saja berharap dan mencintai dirimu sementara kau tak mencintaiku.

Setahun kemudian, Taeyeon memberikanmu seorang bayi tampan yang mungil dan lucu. Aku datang saat persalinan Taeyeon. Bayi itu.. mirip denganmu. Sangat.

17 tahun setelah hari kelahiran bayi lelaki tersebut, bayi itu tumbuh menjadi lelaki yang sama tampannya dengan dirimu. Senyumannya indah, mata sipitnya mirip sekali denganmu. Sementara manik matanya sama seperti Taeyeon. Namanya Baekyeon. Perpaduan dari namamu dan nama Taeyeon. Nama anak hasil pernikahan Taeyeon dan pria yang sampai saat ini masih kucintai. Baekyeon sudah kuanggap sebagai anakku sendiri. Bahkan, Baekyeon memanggilku dengan sebutan ‘Eomma’, karena aku dan Taeyeon menjadi teman dekat dari hari itu. Taeyeon juga tidak ambil pusing. Dan tentu, aku senang dengan panggilan ‘Eomma’ itu. ya, rasanya benar-benar menyenangkan. Seakan aku telah memiliki anak sendiri.

Aku terus bersama Baekyeon sampai ia tumbuh dewasa. Aku terharu melihat sosok bayi mungil kini telah menjadi pria yang memiliki postur lebih tinggi dariku.

9 tahun kemudian di tanggal 02 Juni, tepat dimana musim panas benar-benar fantastis, Baekyeon genap berumur 26 tahun. Dan ia mendapatkan hadiah yang amat sangat indah seumur hidupnya. Rasanya seperti kembali ke 27 tahun yang lalu.

Dan acara pemberkatan itu diselenggarakan di tempat yang sama. Aku melihat Baekyeon berdiri berdampingan dengan seorang wanita yang akan mendampinginya melewati kehidupan. Aku benar-benar bahagia, sama bahagianya ketika aku menyadari bahwa aku amat mencintai ayahnya.

Dan seterusnya, Baekyeon meninggalkan rumah dan bersatu dengan istrinya. Berkeluarga dan berbahagia. Sementara aku, masih menyendiri di apartemen yang aku huni sejak 30 tahun yang lalu. Aku sudah berumur 50 tahun dan masih menunggu sesuatu yang amat tidak mungkin.

Mustahil.

Aku masih cemburu dengan pernikahanmu dengan Taeyeon. Aku cemburu ketika kau tak ragu mengumbar kemesraanmu dengan Taeyeon. Dan aku cemburu, karena Taeyeon lah yang berhasil membuatmu bahagia, bukan aku.

Waktuku untuk hidup semakin sempit hingga aku telah bertransformasi menjadi seorang nenek renta. Kupandang hidupku yang hampa. Semuanya yang disebabkan oleh kebodohanku sendiri yang bahkan tidak bisa kuampuni.

Aku tidak memiliki pasangan hidup. Hati kecilku yang telah lama menanti masih merasakan pedih. Aku masih merutuk dengan kesalahanku, kebodohanku, ketakutanku.. dan semuanya tinggal menjadi kenangan ketika aku menutup mata untuk mengakhiri kebodohan hidupku.

Aku terbaring kaku di dalam tanah dan raga ini selamanya akan berada disini. Tinggal menghitung waktu untuk hancur dimakan oleh cacing-cacing yang sangat ku takuti saat aku masih hidup dulu.

Walaupun raga ini telah menjadi kaku dan walaupun raga ini sebentar lagi hanya akan menyisakan tulang belulang dan rambut. Aku tetap mencintaimu.

Ya.

Satu-satunya yang abadi didunia ini hanyalah cinta dan aku sudah membuktikannya.

Byun Baekhyun, maaf aku baru mengucapkannya.

Iklan

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s