[BAEKHYUN BIRTHDAY PROJECT] How To Get a Kiss – El Byun

25

 

 

School life | Romance | Oneshoot

PG-15

Main Cast:
Byun Baekhyun
Han ji ah (OC)

Summary:
“Jika buku mempertemukan kita, mungkinkah ini takdir?”

Desclimer:
Cerita ini murni muncul dari otakku sendiri. jika ada kesamaan tokoh, karakter, alur dengan cerita lainnya, itu hanya kebetulan semata. I’m not plagiarism!

.

OC POV

Buku..

Kenapa aku selalu tersenyum mengingat tentang buku? Karena yang sebenarnya terjadi adalah ketika aku sedang mencari buku dan tiba-tiba aku bertemu dengannya.

Waktu itu aku pergi ke toko buku kesukaanku saat kecil. Guru privat baruku menyuruhku untuk mencari bukuku sendiri untuk belajar.

Aku dulu memang senang membaca buku apalagi novel dan cerita fiksi.

Di tengah pencarian, mataku tertuju pada tumpukan buku di tengah toko ini. Sepertinya mereka baru saja memajang buku best seller yang baru terbit.

Kakiku menapaki lantai marmer mendekat dengan girangnya. Ku raih salah satu dari mereka dan mencoba mengidentifikasi apa dan siapa yang membuat buku ini hingga mendapatkan perlakuan yang istimewa seperti itu.

“Mwo? Buku apa ini?” aku heran kenapa buku ini sepertinya bukan buku bacaan biasa.

“How to fall in love” aku menyunggingkan sebelah mataku tidak mengerti.

Sampulnya lumayan menarik tapi bagaimana dengan isinya? Sepertinya ini bukanlah genre yang menarik.

Aku mengendus dan meletakkan buku itu kembali di tempatnya.

Krling….

Bel pintu toko ini berbunyi tertanda pengunjung baru telah datang. Aku melengos pergi tidak jauh dari rak buku-buku tadi.

Sesekali aku melirik, ternyata hanya anak-anak remaja di sekolah menengah atas. Mereka begitu antusias mendapati buku tadi yang barusan aku tolak.

“Dengan ini aku bisa memikat senior tampan itu! Kyaa..”

Hossss… aku mengendus jengah dengan kelakuan mereka. Sebegitu menarikkah buku itu hingga anak polos bau kencur seperti mereka meminatinya?

“Pertama, kau harus menatap kedua matanya.” Tidak, aku tidak perduli. Aku ingin tuli, tapi telingaku mendengarnya.

“Kedua, kau harus menyapanya dengan seulas senyuman manis.” Apa suara mereka harus sekeras itu? Ingatlah ini toko buku! Aku ingin mengumpat seperti itu di depan mereka.

Kesal, aku menarik sebuah buku sembarang dan sesegera mungkin pergi ke kasir dan pergi.

“Terima kasih!”

Aku melangkah pergi membawa tas belanjaanku.

Krling…

Aku sedang mencari ponselku di dalam ransel hingga tidak memperhatikan langkahku.

BRUKK…

Other Side

Seorang lelaki sedang dikerumuni oleh pria-pria besar berotot. Mereka mengeluarkan kalimat dengan berteriak dan mengancam. Entah masalah apa yang mereka alami, lelaki itu hanya tersenyum seperti tidak takut apabila sewaktu-waktu bahaya menimpa dirinya.

“Dengar kau harus bayar ganti rugi!” salah satu dari mereka menyalak.

“Paman, aku tidak menyuruh kalian untuk melakukannya.”

Lelaki itu tersenyum jahil memandang berani pada mereka.

“Keterlaluan!” pria sebelahnya melangkahkan satu kaki ke depan dan menyingsingkan lengan bajunya.

Nyali anak itu sangat besar, ia tertawa di tengah picingan orang-orang itu.

Tiba-tiba dua orang dari mereka mengepungnya. Namun karena tubuhnya yang ramping, ia berhasil menerobos titik celah dari kaki mereka.

Ia berlari untuk menyelamatkan diri menuju gang-gang sempit kompleks itu. Kaki kecil jenjangnya mampu mengecoh mereka untuk mengejarnya. Ketika akan keluar ke jalan ramai, anak itu berbelok masuk ke dalam sebuah toko.

BRUKK…

lelaki itu bahkan tidak melihat seseorang di depannya. Kakinya selip saat akan mendekati gadis itu, hingga tubuhnya melesat dan menubruknya dari arah depan. Untung ia cepat tanggap untuk menyelamatkan kepala gadis itu agar tidak terbentur lantai. Namun naas, alih-alih menyelamatkan tetapi karena beban gadis itu terlalu berat untuk ditopang, sehingga ia ikut terjelembab jatuh. Kepala mereka saling berbenturan hingga akhirnya membuat wajah mereka bertemu dan menyatukan bibir mereka.

Tubuh mereka berdua terjatuh seperti putaran frame yang lambat. Rambut-rambut halus dari poni anak itu membuat wajah gadis itu tergelitik. Mata mereka saling bertemu dengan jantung seakan mau copot.

Blush….

Mereka sadar ini bukan kemauan mereka, tapi itu sudah terlanjur terjadi. Mata mereka terpejam dan merasakan ngilu di sekitar mulut mereka terlebih gadis itu harus menahan beban anak itu yang terjatuh tepat di atasnya.

Anak itu sadar dan bangkit duduk. Ia mengahadapi kenyataan telah berciuman dengan gadis tidak dikenal, bahkan menyakitinya. Gadis itu mengusik sebelah pantatnya yang diprekdisinya pastilah sakit. Semua orang di toko itu menyaksikan sendiri kejadian itu termasuk anak remaja yang sedang membaca buku di sana.

“Senior!”

Mereka meneriaki lelaki itu dengan wajah yang merah padam. Takut terjadi hal yang lebih buruk ia bergegas ingin pergi. Namun seseorang menahannya. Gadis yang ia tabrak tadi memandangnya kesal dengan bibir bengkak dan sedikit berdarah.

Plak!

Gadis itu membuat ruam merah di pipi lelaki itu. Entah merasakan sakit atau tidak ia hanya diam dengan mulut sedikit dibuka merasakan aliran panas di wajahnya.

“Kau jahat! Kenapa kau menciumku?” gadis itu mengatakannya dengan berlinangan air mata.

Bug.. Bug.. Bug.. gadis itu memukuli lengan lelaki itu sampai tersungkur dari posisi duduknya. Lelaki itu meringis kesakitan tapi dia tidak berani membalas.

“Aku benci padamu!”

Pukulan terakhirnya begitu keras hingga membuatnya puas. Gadis itu menyeka air matanya kasar dan mulai memunguti barang-barangnya yang berserakan di lantai dengan sesenggukan.

Perasaannya antara kesal, malu, dan takut. Entahlah gadis itu sekarang merasa konyol dengan muka jelek pasca menangis dan bibir bengkak seperti ditonjok seseorang. Dalam hatinya berteriak “Kenapa kau melakukan hal itu padaku? Aku kesal denganmu. Aku juga kesal dengan diriku sendiri”.

“Maafkan aku.”

Suara yang terdengar samar-samar itu menghentikan pergerakannya. Gadis itu melirik hanya sejauh ujung matanya saja, dilihatnya pria itu masih diam di posisi yang sama.

Gadis itu acuh tapi pikirannya berkoar-koar tanpa henti. Ia berdiri dan akan meninggalkannya, tapi pintu keluarnya dipenuhi oleh orang-orang yang memasang tampang tidak mengenakkan di sana.

“Hey Byun Baekhyun! Sampai kapan kau terus menghindari pesta ulang tahunmu sendiri?”

Gadis itu terlewati dan meninggalkan jawaban tentang alasan kenapa lelaki itu berlarian tadi. Gadis itu takut dengan orang-orang yang menurutnya berbahaya itu dan pergi meninggalkan toko. Mobilnya jemputannya sudah menunggu.

Langkahnya seperti orang ketakutan, secepat kilat ia membuka, masuk dan menutup pintu mobilnya.

“Nona Han Ji Ah, Anda baik-baik saja?”

Tentu saja keadaannya tidak baik, ia menutupi bibir bengkaknya dengan buku yang baru saja dibelinya. Gadis itu ingat belum membaca judul bukunya. Dan…

“How to get a kiss?” nadanya terdengar seperti bertanya.

Ia menarik ujung bibirnya menyaksikan kisah hidup konyolnya.

“Selamat ulang tahun….
Byun Baekhyun!”

Selesai

Iklan

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s