[TAO BIRTHDAY PROJECT] Hikari

Hikari -Seoimy

Tao, Baekhyun & OC || Drama & Angst || R 13+

Tao PoV

Aroma embun kini tercium, sang fajar telah menampakkan sinarnya. Kulihat burung-burung mulai bercengkrama dengan sangat bahagia.

“apa yang sedang kau lakukan Tao-ya?”

“ahh.. Hyung, aku sedang melihat burung-burung itu, bukankah mereka terlihat seperti kita?, hanya berdua saja.”

“haha kau ada-ada saja, lagipula bukankah kita masih memiliki ayah? Jahat sekali kau Tao-ya.”

“iya aku tau kita masih memiliki ayah, tapi apakah dia masih bisa kusebut ayah, dia bahkan tidak pernah ada ketika aku membutuhkannya.”

“huss kau tidak boleh begitu, bagaimanapun dia tetap ayah kita, lagipula dia tidak pernah pulang karena harus bekerja, itu juga demi kamu Tao-ya.”

“tapi hyung..”

“sudahlah, lebih baik kau ikut aku, besok itu hari ulang tahunmu kan, ayo kita pergi berbelanja, apapun yang kamu inginkan aku akan belikan untukmu, cepatlah bersiap.”

“baiklah.”

Ya Tao jangan memikirkan ayah terus, bersyukurlah kau masih memiliki hyung seperti itu. Baekhyun hyung, dia selalu disisiku bahkan ketika ayahku saja seperti tidak perduli padaku. Mungkin nanti malam aku akan menelpon ayah, setidaknya aku ingin mencoba menyuruhnya untuk pulang.

Keramaian selalu menghiasi sepanjang jalan Myeongdong, jejeran toko-toko dengan berbagai macam barang yang dijual menghiasi tempat yang menjadi wisata utama di kota Seoul. ‘Aku sedang tidak ingin membeli apapun’ pikirku, ‘tapi akan sangat sayang jika sudah pergi kesini dan pulang tanpa membawa apapun, lagipula hyung akan membelikan apapun yang aku inginkan. Kali ini saja aku ingin mengerjai hyung’

“hyungg.. Kau berjanji akan membelikan apapun yang aku mau kan??.”

“iya, apapun yang kamu inginkan.”

‘yes’ kataku dalam hati, ‘baiklah Tao saatnya beraksi’

Kukunjungi setiap toko yang ada dijalan myeongdong, banyak sekali barang yang menurutku menarik dan aku beli semua barang itu tanpa memperdulikan harganya, sampai aku merasa cukup.

“hyung aku sudah lelah, aku tidak ingin membeli apapun lagi, lagipula perutku lapar”

“ya ya, lagipula kau memang terlalu banyak berbelanja, sampai uangku hampir habis. Dan lihatlah tanganku ini, penuh akan belanjaanmu, tidakkah kau ingin membantu hyung-mu ini membawa belanjaan?”

“tidak aku tidak mau, itu berat”

“jahatnya na dongsaeng”

“biarlah, ayo aku ingin makan.” kutarik tangan hyung yang penuh belanjaan itu agar dia jalan lebih cepat.

Sesampainya di restoran, aku membiarkan hyung yang memilih menunya, setelah hyung selesai memilih menu ia bilang akan ke toilet sebentar. “tapi jangan kabur ya hyung, kau tau aku tidak membawa uang sama sekali, kalau kau sampai kabur aku akan membencimu,” jawabku. “iya mana mungkin aku meninggalkan adikku yang sangat kusayangi ini”.

Baekhyun PoV

Akan kutelpon ayah dan membujuknya agar pulang, besok kan hari ulangtahun anak kesayangannya.

“hallo ayah.”

“ada apa, apa terjadi sesuatu pada Tao?”

“tidak ayah Tao baik-baik saja, bahkan sekarang saya sedang mengajaknya berbelanja.”

“lalu ada apa, kau mengganggu waktuku saja.”

“maaf ayah, saya hanya ingin meminta agar ayah pulang kerumah, besok adalah hari ulangtahun Tao, tak adakah keinginan ayah merayakannya dengan kami, atau demi Tao. Rayakanlah berdua dengan nya, dia sangat merindukanmu.”

“aku sibuk, bilang padanya aku tidak bisa pulang untuk merayakannya. Dan kamu, jaga adikmu itu baik-baik”

“tapi ayah..”

*tutt tutt*

Ayahh ,mengapa…

Tao PoV

Dimana hyung? kenapa lama sekali ke toiletnya bahkan makanannya saja sudah sampai dari tadi. Apa jangan-jangan dia benar-benar meninggalkanku, tapi itu tidak mungkin. “hyung kenapa lama sekali aku lelah menunggumu, bahkan perutku sudah berdemo sejak tadi.” “maaf adikku, tadi toilet sangat ramai, maaf ya” jawabnya, “baiklah, ayo cepat kita makan, makanannya keburu dingin karenamu.” “iya sayang maaf ya”

Setelah makan kami berkendara berkeliling seoul. Menikmati indahnya kota, hingga tak terasa sudah hampir malam. Lalu hyung mengajak pulang. Sesampainya dirumah aku langsung masuk ke kamar karena ingin segera menelpon ayah,

“hallo, ayah”

“iya sayang, ada apa?”

“ayah bisakah kau pulang besok, aku rindu padamu, dan juga besok hari ulangtahunku kan.”

“bukankah ayah sudah bilang ke Baekhyun-hyung kalau ayah tidak bisa pulang? apa dia tidak bilang padamu?”

“tidak, hyung tidak bilang apapun tentang ayah padaku.”

“dasar anak kurang ajar itu, tapi Tao maafkan ayah tidak bisa pulang, ayah sudah membelikan hadiah untuk mu, nanti asisten ayah akan mengantarnya untukmu”

“baiklah ayah”

“selamat ulangtahun anakku, ayah tutup ya ayah masih ada kerjaan”

“ya ayah, jangan lupa jaga kesehatanmu.”

Kenapa hyung tidak bilang jika tadi menelpon ayah baiklah akan kutanya hyung.

*kamar Baekhyun

“hyung-nim” tanpa mengetuk pintu aku langsung masuk.

“ehh ada apa kau tiba-tiba masuk tanpa ketuk pintu dulu, bagaimana jika aku sedang tidak memakai baju?”

“haha biarkan, lagipula aku sudah sering melihatmu seperti itu.”

“dasar anak ini, jadi ada apa?”

“ohh iya, hyung kenapa tidak memberitahuku kalau kau menelpon ayah? Tadi aku menelpon ayah dan ayah yang memberitahuku.”

“oh jadi kamu sudah tahu? Iya aku lupa memberitahumu, maaf ya”

“iya baiklah”

Kulihat sekeliling kamar hyung, baru kali ini aku masuk kamarnya tanpa mengetuk pintu dulu. Kudapati sebuah foto diatas meja

“Hyung siapa yang ada di dalam foto itu? Dia cantik, apa dia pacarmu? Tapi dia menggendong bayi, tidak mungkin kan jika kau ayah anak itu? Ceritakan siapa dia?”

“dia bukan siapa-siapa”

“kau pelit, Yasudah aku mau pergi”

Aku pergi sendiri keluar rumah, karena ingin makan tteokbokki. Setelah lama mencari akhir nya ketemu ‘ahh itu dia yang kucari.

“ahjuma aku ingin membelinya satu porsi”

“Baiklah silahkan duduk didalam ya.” Baru kali ini aku berkunjung ke kedai ini, tidak terlalu ramai hanya beberapa orang pembeli saja. Mataku terfokus pada foto kecil di meja kasir ahjuma itu, ku hampiri foto itu dan benar saja, itu foto wanita yang ada di kamar Baekhyun hyung dan disamping wanita itu ada seorang laki-laki ‘ini mirip ayah’ pikirku. Aku tersadarkan sesaat setelah ahjuma datang seraya membawa pesananku.

“ahjuma, ini siapa? Maaf aku bertanya”

“ahh ini foto sahabatku, dan suaminya. Tapi dia telah meninggal dan anaknya ikut suaminya. Yang aku ingat anaknya bernama Baekhyun.”

*Dirumah

“kau darimana?”

“tidak penting, yang penting sekarang aku sudah tahu kalau itu ibumu. Bagaimana bisa kau memiliki ibu lain? Bukankah kita lahir dari ibu yang sama? Cepat ceritakan padaku, aku sudah cukup besar untuk tahu kebenarannya!”

“kamu tahu itu darimana? Baiklah jika kamu ingin tahu. Iya memang benar itu ibuku dan benar ibu kita berbeda. Dulu ibuku tidak tahu jika ayah telah memiliki istri lain. Mereka menikah dan lahirlah aku. Ibuku baru tahu jika ayah telah menikahi ibumu setelah aku berumur 3tahun, dan saat itu ibumu sedang mengandung. Menjelang kelahiranmu, ibumu mengetahuinya, ia sangat syok karena hal itu hingga akhirnya ibumu meninggal setelah melahirkanmu.

ayah sangat terpukul karena hal itu, dia berubah menjadi orang yang dingin dan selalu menyalahkan ibuku atas hal itu. Sampai hari ibuku sudah tidak kuat lagi, ia memilih mengakhiri hidupnya dan meninggalkanku. Lalu sejak itu, aku ikut bersama ayah.”

“mengapa baru sekarang? Dan mengapa kau menyayangiku, bukankah secara tidak langsung aku juga yang membunuh ibumu? Sudah cukup aku tahu.” aku langsung melangkahkan kaki dan pergi dari rumah mengendarai mobilku

Baekhyun PoV.

“Tao-ya tunggu…”

aku langsung mengejar mobil Tao, hingga hal itu terjadi. Mobil Tao oleng dan menabrak pohon. ‘tidak tidak Taoo’

*Di rumah sakit

Tidak ini tidak benar. Ayah harus tau

“halo ayah”

“ada apa lagi?”

“ayah maafkan saya, Tao-ya sudah mengetahui semuanya dan sekarang dia ada di rumah sakit, kumohon pulanglah, jarak Busan-Seoul tidaklah terlalu jauh. Akan saya ceritakan semuanya nanti.”

“ayah akan segera pulang, kamu awasi terus dia.”

4jam kemudian

“akhirnya ayah sampai, Tao masih belum sadar.”

PLAKK, panas menjalar dipipiku akibat tamparan dingin ayah

“anak bodoh, tidak tau terimakasih, memangnya apa yang aku pinta? Bukankah hanya untuk kau menjaga adikmu itu. Tapi apa yang kau lakukan kau malah membuatnya terbaring di rumah sakit.”

“maaf ayah, saya minta maaf. Apapun akan saya lakukan jika itu membuat ayah lebih baik.”

“aku ingin bertemu anakku”

“dia di dalam, kita hanya tinggal menunggunya untuk sadar.”

Tao-ya sadarlah

“ayah, dia sadar. Tao-ya ayah sudah pulang”

“ayah kenapa ayah pulang, bukankah ayah masih banyak pekerjaan?”

“maafkan ayah kamu jadi seperti ini, seharusnya ayah ceritakan padamu dari dulu. Ayah sayang padamu, ayah sangat khawatir ketika mendengar kamu di rumah sakit.”

“kalau ayah sayang padaku mengapa baru pulang sekarang?”

“maafkan ayah, kamu tahu wajahmu sangat mirip dengan ibumu, ayah sangat terpukul setelah kehilangan dia. Karena itulah dengan alasan pekerjaan, ayah sengaja menghindarimu. Dan kamu Baekhyun, ayah minta maaf tidak seharusnya ayah bersikap seperti itu, menganggapmu seperti bukan anakku. Ayah sayang padamu, ayah ingin memperbaiki ini semua.”

“hyung maafkan aku atas semuanya, aku masih butuh waktu untuk memahami ini semua.”

“hyung paham, asal kamu tahu hyung sangat sayang padamu. Hyung mu ini sangat khawatir, jangan seperti ini lagi ya. Dan ayah, aku tahu ayah sayang padaku karena akupun sayang pada ayah. Aku ingin kita menjadi keluarga yang bahagia.”

“selamat ulang tahun anakku sayang”

Tamat.

Iklan

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s